Kategori: Telkom

  • Telin Luncurkan Mobile Network Verification, Solusi Autentikasi Tanpa OTP

    Telin Luncurkan Mobile Network Verification, Solusi Autentikasi Tanpa OTP

    Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang fokus pada bisnis internasional, resmi menjalin kemitraan strategis dengan IPification untuk meluncurkan Telin Mobile Network Verification (MNV).

    Langkah ini menghadirkan solusi identitas digital berbasis jaringan yang memungkinkan proses autentikasi pengguna berjalan secara instan, aman, dan mulus tanpa memerlukan kode One-Time Password (OTP) maupun instalasi aplikasi tambahan.

    Peluncuran Telin MNV menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat portofolio Telco API perusahaan sekaligus menjawab tuntutan industri terhadap sistem keamanan siber yang lebih andal.

    Memanfaatkan kapabilitas jaringan seluler sebagai fondasi kepercayaan digital (trust layer), solusi ini dirancang untuk memitigasi risiko keamanan yang sering terjadi pada metode konvensional.

    Sebelum diperkenalkan ke pasar global, teknologi ini telah sukses diluncurkan secara komersial bersama Telkomsel di Indonesia dan kini sudah tersedia serta teruji di lebih dari 40 jaringan seluler di berbagai negara.

    Kombinasi antara jangkauan global Telin dan teknologi mobile identity dari IPification memungkinkan para pelaku bisnis melakukan autentikasi pengguna secara senyap (silent) dan tanpa hambatan (frictionless).

    Pengguna hanya perlu memberikan satu kali persetujuan untuk pemanfaatan data jaringan, sehingga proses verifikasi dapat berlangsung di latar belakang tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Inovasi ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan Verifikasi Identitas yang cepat namun tetap aman.

    SVP Messaging, Mobile Identity & Voice Telin, John Tolton, menjelaskan bahwa solusi ini membawa pembaruan signifikan dalam kapabilitas autentikasi lintas jaringan.

    Salah satu fitur unggulannya adalah dukungan terhadap standar TS.43. Fitur ini memungkinkan pengguna perangkat Android yang sedang terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk tetap dapat diautentikasi secara aman tanpa perlu mematikan Wi-Fi atau beralih ke data seluler secara manual.

    “Kami antusias melengkapi portofolio Telco API Telin dengan dukungan standar TS.43. Perkembangan ini penting bagi komunitas pengembang OTT dan operator seluler, karena memperkaya opsi autentikasi sambil mendukung pendapatan autentikasi SMS yang ada,” ujar John Tolton.

    Mengatasi Kelemahan OTP Konvensional

    Kehadiran Telin MNV merespons tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital. Saat ini, layanan seperti fintech, e-commerce, hingga gaming masih banyak bergantung pada OTP berbasis SMS.

    Padahal, metode tersebut kian rentan terhadap berbagai ancaman siber, mulai dari taktik phishing, pengambilalihan akun lewat SIM swap, hingga serangan bot otomatis. Situasi ini diperparah dengan adanya Lonjakan Scam yang menargetkan kelengahan pengguna seluler.

    CEO IPification, Stefan Kostic, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengembalikan kepercayaan pada infrastruktur telekomunikasi itu sendiri.

    Menurutnya, identitas digital paling efektif adalah yang dibangun di atas infrastruktur yang sudah dipercaya oleh pengguna secara inheren.

    “Bersama Telin, kami menghadirkan autentikasi di level jaringan, menghilangkan hambatan tak perlu sambil memberikan tingkat keamanan dan keandalan bagi perusahaan,” kata Stefan.

    Dari sisi operasional bisnis, Telin MNV menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dengan mengurangi tingkat kegagalan login yang sering terjadi pada metode manual.

    Bagi perusahaan, ini berarti perlindungan lebih kuat terhadap potensi account takeover. Sementara bagi operator seluler, implementasi solusi ini membuka peluang pendapatan baru dengan mengoptimalkan kecerdasan jaringan (network intelligence) menjadi layanan API bernilai tinggi.

    Hal ini sejalan dengan tren global di mana Keamanan Digital menjadi prioritas utama investasi teknologi.

    Telin memastikan bahwa solusi ini dirancang dengan pendekatan scalable deployment, yang artinya mampu menangani lonjakan volume autentikasi dalam skala besar seiring pertumbuhan layanan digital global.

    Melalui inisiatif ini, Telin tidak hanya menempatkan jaringan seluler sebagai sarana konektivitas semata, tetapi mentransformasikannya menjadi lapisan keamanan vital yang mendukung ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di pasar internasional. (Icha)

  • Telkom Solution Inisiasi Forum Lintas Industri untuk Akselerasi Ekonomi Digital

    Telkom Solution Inisiasi Forum Lintas Industri untuk Akselerasi Ekonomi Digital

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution menginisiasi forum strategis lintas industri untuk memperkuat sinergi dan mendorong akselerasi ekonomi nasional berbasis digital.

    Forum yang digelar di Jakarta pada 25 Februari 2026 ini menjadi ruang kolaborasi bersama berbagai komunitas dan asosiasi guna merumuskan langkah konkret membangun ekosistem bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.

    Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah organisasi kunci dari sektor strategis, seperti Indonesian Health Tourism Society (IHTS), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Teman Parekraf Nasional (TePANas), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).

    Melalui dialog, Telkom Solution menyerap aspirasi dan memetakan kebutuhan digital pelaku usaha di sektor perhotelan, pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, rekreasi, hingga pariwisata kesehatan.

    OVP Enterprise Marketing & Regional Management Telkom, Reni Yustiani, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi pada sinergi solid antar pelaku.

    “Telkom Solution siap mendukung berbagai inisiatif komunitas dengan menghadirkan portofolio solusi digital B2B yang mencakup konektivitas enterprise, WiFi Managed Service, solusi bisnis dan hospitality, cloud dan data center, keamanan siber, serta platform digital berbasis data dan kecerdasan buatan,” jelas Reni dalam forum tersebut.

    Diskusi menegaskan peran strategis komunitas sebagai katalisator adopsi teknologi digital. Kolaborasi berbasis komunitas diyakini mampu menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan riil pelaku usaha.

    Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas dampak ekonominya secara merata.

    Dengan pendekatan end-to-end serta orkestrasi ekosistem TelkomGroup, Telkom Solution berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dan terukur. Portofolio lengkapnya memungkinkan pelaku usaha lebih fokus pada pengembangan bisnis inti, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan.

    Solusi konektivitas andal, seperti Connectivity+ Telkom Solution, menjadi fondasi penting dalam ekosistem digital ini.

    Dukungan Nyata untuk Pariwisata dan Komunitas

    Sebagai wujud nyata kolaborasi dengan komunitas, Telkom Solution melalui Indibiz mendukung penyelenggaraan Sanur Bali International Half Marathon.

    Ajang sport tourism yang diikuti sekitar 5.000 pelari ini tidak hanya menjadi perhelatan olahraga, tetapi juga etalase pariwisata dan ekonomi kreatif Bali dengan multiplier effect signifikan bagi pelaku usaha lokal.

    Setelah acara, manfaat konektivitas digital dapat dirasakan langsung masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Sanur. Melalui dukungan Indibiz, layanan WiFi publik tersedia di puluhan titik akses yang tersebar di area acara.

    Para peserta juga memperoleh voucher internet saat pengambilan racepack, yang disertai edukasi cara penggunaan. Voucher serupa bisa didapatkan di booth Telkom Solution selama acara berlangsung.

    Ketersediaan akses internet berkelanjutan ini menjadi komitmen nyata Telkom Solution dalam mendukung digitalisasi sektor pariwisata.

    Dukungan teknologi bertujuan memperkuat pengalaman wisatawan dan membantu pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas layanan serta daya saing destinasi. Inisiatif serupa sering kali dipamerkan dalam ajang seperti Xperience Center Telkom Solution.

    Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Digital

    Ke depan, Telkom berkomitmen terus memperkuat ruang dialog, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor. Komitmen ini merupakan bagian integral dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi digital. Forum lintas industri menjadi langkah awal untuk merancang solusi yang lebih terintegrasi.

    Reni Yustiani menambahkan, orkestrasi ekosistem yang solid memungkinkan terciptanya solusi end-to-end yang mampu menjawab tantangan kompleks di berbagai industri.

    Dukungan dari solusi keamanan siber hingga platform AI menjadi kunci dalam membangun ketahanan bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Informasi lebih lanjut tentang ragam solusi digital inovatif dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan.

    Kolaborasi dengan asosiasi dan komunitas diharapkan dapat memperluas dampak transformasi digital hingga ke lapisan terdalam pelaku usaha, termasuk UMKM. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif dalam memahami kebutuhan spesifik dan hambatan yang dihadapi masing-masing sektor, sehingga solusi yang ditawarkan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi percepatan ekonomi digital nasional. (Icha)

  • Ayo Beraksi, Cara Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Semarang

    Ayo Beraksi, Cara Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Semarang

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) sebagai bagian dari program AYO BERAKSI.

    Inisiatif ini melibatkan 13 relawan terbaik karyawan untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim, merespons data degradasi mangrove dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan dampak sosial berkelanjutan.

    “Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Hery dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).

    Hery menambahkan, melalui kegiatan ini, perusahaan berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.

    Program AYO BERAKSI sendiri merupakan kompetisi volunteer internal yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif karyawan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

    Data BRIN yang dirujuk Telkom mengungkapkan penurunan signifikan luas tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir.

    Degradasi ini berpotensi melemahkan fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus penyerap karbon biru. Kondisi tersebut meningkatkan risiko abrasi dan mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir.

    Content image for article: Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Semarang Lewat Program Ayo Beraksi

    Melalui proses seleksi bertahap dalam program AYO BERAKSI, terpilih lima tim Best of the Best, yaitu AiDareU, INOVAKSI, Green Drop, MAKE Impact, dan BATUMBUAH. Kelima tim inilah yang kemudian mengikuti rangkaian kegiatan konservasi selama tiga hari di Semarang.

    Selain penanaman bibit mangrove untuk rehabilitasi kawasan, para relawan juga memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

    Kegiatan lain yang dilakukan adalah pelatihan membatik dengan pewarna alami berbasis mangrove. Pelatihan ini bertujuan mendukung pengurangan limbah di sekitar SMC dan menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

    Rangkaian kegiatan ini mencerminkan integrasi semangat inovasi dan kepedulian sosial karyawan Telkom dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

    Selaras dengan Tujuan Global

    Program penanaman mangrove di Semarang ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-14 tentang Ekosistem Lautan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam memastikan proses restorasi berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

    Telkom menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dalam menggerakkan aksi filantropi lingkungan ke depan. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir nasional serta menghadirkan kontribusi nyata yang memperkuat ketahanan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

    Upaya konservasi serupa juga telah dilakukan oleh berbagai pelaku industri teknologi dan telekomunikasi. Sebelumnya, ZTE tanam mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK) sebagai bagian dari komitmen masa depan digital yang ramah lingkungan.

    Sementara itu, upaya Telkom GoZero di Tarakan juga menunjukkan bukti nyata penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

    Keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan juga terus didorong, seperti terlihat dalam inisiatif MODENA gandeng generasi muda pada Youth Water Forum Asia 2025. Hal ini menegaskan bahwa upaya restorasi lingkungan memerlukan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk korporasi dan masyarakat.

    Program AYO BERAKSI dari Telkom menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan dapat menginternalisasi isu keberlanjutan melalui keterlibatan langsung sumber daya manusianya.

    Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekologis langsung di pesisir Semarang, tetapi juga menumbuhkan budaya perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. (Icha)

  • Telkom Jaring 43 Program Terbaik di Bumi Berseru Fest 2025

    Telkom Jaring 43 Program Terbaik di Bumi Berseru Fest 2025

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inisiatif strategis bertajuk Bumi Berseru Fest (BBF).

    Dalam penyelenggaraan tahun 2025, program ini berhasil menjaring 43 program terbaik dari seluruh penjuru Indonesia yang fokus pada aksi lingkungan berkelanjutan.

    Inisiatif ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga menghadirkan pendampingan terukur guna memastikan setiap aksi mampu menciptakan dampak nyata yang signifikan bagi masyarakat dan kelestarian alam di berbagai wilayah.

    Sebagai platform kolaborasi dan kompetisi aksi lingkungan, Bumi Berseru Fest dirancang untuk memperkuat inovasi hijau yang berbasis pada kekuatan komunitas.

    Telkom menyadari bahwa tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan memerlukan penanganan yang komprehensif serta partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.

    Melalui Bumi Berseru Fest, perusahaan berupaya mengakselerasi gerakan lingkungan dengan memanfaatkan pendekatan kolaboratif, integrasi teknologi, serta penguatan kapasitas komunitas lokal agar mampu menghadirkan solusi konkret yang berdaya guna.

    Program ini menyasar berbagai isu krusial yang saat ini menjadi perhatian global, mulai dari mitigasi perubahan iklim, sistem pengelolaan sampah yang efektif, konservasi sumber daya alam yang terancam, hingga pengembangan model ekonomi sirkular.

    Dengan melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan para pegiat lingkungan, Telkom berharap dapat melahirkan inovasi-inovasi segar yang tidak hanya menjaga ekosistem tetap lestari, namun juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

    SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa peran Telkom dalam inisiatif ini melampaui sekadar penyedia dana. Menurutnya, melalui Bumi Berseru Fest, perusahaan memastikan adanya proses pendampingan yang intensif agar setiap program yang terpilih benar-benar siap diimplementasikan dan memiliki dampak sosial yang terukur.

    Kolaborasi dengan komunitas dipandang sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan mereka sendiri secara mandiri.

    Inovasi Hijau Berbasis Komunitas

    Keberhasilan menjaring 43 program terbaik pada tahun 2025 menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu lingkungan. Seluruh peserta yang terpilih telah melewati proses seleksi ketat yang menitikberatkan pada aspek dampak terukur dan keberlanjutan jangka panjang.

    Dukungan yang diberikan Telkom mencakup pendanaan implementasi serta penguatan tata kelola program. Hal ini sangat penting agar ide-ide inovatif yang muncul tidak berhenti pada tahap konsep, melainkan dapat direalisasikan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat optimal bagi ekosistem dan warga sekitar.

    Salah satu contoh nyata dari keberhasilan program ini adalah inisiatif yang digerakkan oleh Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Malang Raya. Program mereka menjadi salah satu yang terpilih karena mampu mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam satu kerangka pembangunan desa.

    Inisiatif ini mencakup upaya konservasi sumber mata air yang vital bagi kehidupan, rehabilitasi lahan yang mengalami kerusakan, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi penduduk lokal.

    Integrasi tersebut membuktikan bahwa menjaga lingkungan tidak harus berlawanan dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi. Melalui Inovator Terpilih dari berbagai daerah, Telkom mendorong lahirnya model-model pembangunan yang seimbang antara profit, people, dan planet.

    Pendekatan ini selaras dengan upaya global dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

    Dukungan Telkom terhadap Kolaborasi Lingkungan ini juga mencakup aspek pemanfaatan teknologi untuk memantau keberhasilan program. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, setiap komunitas yang terlibat didorong untuk memberikan laporan perkembangan yang jelas.

    Hal ini memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan sosial secara berimbang, sesuai dengan standar ESG yang diterapkan perusahaan.

    Selain Telkom, berbagai pihak di industri telekomunikasi juga mulai menunjukkan perhatian serupa terhadap isu ekologi. Sebagai perbandingan, terdapat pula inisiatif lain seperti saat Konservasi Lingkungan dilakukan oleh operator lain untuk menjaga ekosistem di wilayah tertentu.

    Fenomena ini menunjukkan adanya tren positif di mana korporasi besar di Indonesia semakin menyadari peran penting mereka sebagai agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan generasi mendatang.

    Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

    Dampak dari pelaksanaan program Bumi Berseru Fest sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Di daerah yang menjadi lokasi implementasi program, seperti di wilayah kerja HPAI Malang Raya, warga melaporkan manfaat signifikan terkait ketersediaan air bersih.

    Konservasi sumber mata air yang dijalankan telah membantu menjaga stabilitas pasokan air yang sangat krusial bagi aktivitas ekonomi harian warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan kebutuhan domestik.

    Lebih jauh lagi, kawasan yang telah direhabilitasi melalui program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Pengembangan ekowisata ini diproyeksikan akan memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa-desa sekitar.

    Dengan adanya arus wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam yang terjaga, masyarakat lokal dapat membuka peluang usaha baru, mulai dari jasa pemanduan, kuliner khas daerah, hingga penjualan produk kerajinan tangan berbasis lingkungan.

    Telkom terus berkomitmen untuk memastikan bahwa Program Lingkungan yang mereka inisiasi tidak bersifat sementara. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, komunitas diberikan pengetahuan tentang cara mengelola program secara mandiri setelah periode pendanaan awal berakhir.

    Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom untuk menciptakan ekosistem hijau yang inklusif, di mana masyarakat memiliki kesadaran dan kemampuan penuh untuk menjaga aset alam mereka sendiri.

    Sebagai katalisator transformasi berkelanjutan, Telkom melalui Bumi Berseru Fest menegaskan posisinya sebagai jembatan antara korporasi, komunitas, dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.

    Program ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah yang lebih besar bagi para penggerak lingkungan di masa depan. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai daftar program yang terpilih atau ingin terlibat dalam inisiatif ini, informasi detail dapat diakses melalui laman resmi di bumiberserufest.id.

    Dengan berakhirnya seleksi 43 program terbaik ini, tahap implementasi dan pendampingan akan menjadi fokus utama Telkom ke depan. Keberhasilan program-program ini nantinya akan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh visi keberlanjutan yang kuat mampu menjawab tantangan lingkungan yang ada saat ini.

    Telkom berharap Bumi Berseru Fest dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam gerakan pelestarian lingkungan demi terwujudnya masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Icha)

  • Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material untuk Efisiensi

    Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material untuk Efisiensi

    Telko.id – PT Telkom Akses (Telkom Akses), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi meresmikan implementasi LENSA Invoice Material sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola berbasis digital.

    Sistem inovatif ini dirancang menggunakan teknologi Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) guna mempercepat seluruh rangkaian administrasi penagihan bagi mitra material proyek.

    Peluncuran yang berlangsung pada 18 Februari 2026 ini menandai babak baru dalam transformasi digital perusahaan yang bertujuan mendorong efisiensi operasional sekaligus mempercepat arus kas mitra secara akuntabel dan terstandarisasi.

    LENSA Invoice Material, yang merupakan kependekan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, hadir sebagai solusi terintegrasi untuk mentransformasi proses penagihan yang sebelumnya bersifat konvensional.

    Melalui sistem ini, Telkom Akses berupaya menghilangkan hambatan manual yang selama ini rentan terhadap kesalahan manusia, serta mengalihkan seluruh alur kerja menjadi proses digital yang paperless dan otomatis.

    Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda besar transformasi digital TelkomGroup melalui penguatan tata kelola bisnis yang berbasis pada teknologi terkini.

    Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menyampaikan bahwa pengembangan sistem LENSA Invoice Material tidak sekadar mengejar aspek efisiensi semata, melainkan juga berfokus pada penguatan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.

    Hery menekankan bahwa digitalisasi ini memastikan setiap tahapan verifikasi hingga pembayaran berjalan dengan transparansi tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, perusahaan dapat Integrasikan AI dan otomasi untuk menjawab tantangan akurasi dalam pengelolaan dokumen finansial yang masif.

    Sebelum implementasi sistem digital ini, seluruh proses administrasi proyek di lingkungan Telkom Akses masih sangat bergantung pada penggunaan dokumen fisik. Alur kerja lama tersebut melibatkan penggunaan tanda tangan basah serta mekanisme verifikasi berlapis yang harus melewati berbagai tingkatan, mulai dari unit di area hingga ke kantor pusat.

    Kondisi ini sering kali memicu terjadinya inefisiensi sumber daya manusia, peningkatan biaya operasional yang signifikan, serta munculnya keluhan dari pihak mitra akibat durasi proses pembayaran yang tidak menentu.

    Transformasi Digital Melalui Teknologi RPA dan OCR

    Penerapan LENSA Invoice Material membawa perubahan fundamental dengan mengalihkan seluruh proses penagihan ke dalam skema digital automation.

    Sistem ini bekerja mulai dari tahap penerbitan purchase order, verifikasi dokumen pendukung, hingga eksekusi pembayaran kepada mitra. Penggunaan teknologi Robotic Process Automation (RPA) memungkinkan sistem untuk menjalankan tugas-tugas rutin tanpa memerlukan intervensi fisik dari staf administrasi, sehingga risiko kesalahan input dapat diminimalisir secara drastis.

    Selain RPA, teknologi Optical Character Recognition (OCR) juga menjadi pilar utama dalam sistem ini. OCR berfungsi untuk membaca, mengenali, dan memvalidasi setiap data yang tertera dalam dokumen digital secara otomatis.

    Dengan kemampuan ini, proses pencocokan data antara tagihan mitra dengan catatan internal perusahaan dapat dilakukan dalam waktu singkat namun tetap memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan terus melakukan Efisiensi Operasional demi menjaga kesehatan finansial dan ekosistem bisnis secara keseluruhan.

    Dampak nyata dari implementasi sistem LENSA Invoice Material ini sangat terukur, terutama dalam hal penghematan biaya operasional. Telkom Akses memproyeksikan penghematan hingga ratusan juta rupiah per tahun yang berasal dari pengurangan biaya cetak dokumen dan biaya distribusi fisik.

    Selain itu, penggunaan tanda tangan digital dan e-meterai telah mempercepat sirkulasi penandatanganan dokumen hingga mencapai standar 3 x 24 jam. Kecepatan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan metode manual yang memakan waktu jauh lebih lama.

    Dari sisi sumber daya manusia, digitalisasi ini mendorong peningkatan produktivitas yang signifikan. Karyawan yang sebelumnya terbebani oleh pekerjaan administratif repetitif kini dapat dialokasikan untuk menangani aktivitas yang bersifat lebih strategis bagi pertumbuhan perusahaan.

    Proses pembayaran yang kini menjadi lebih cepat dan terprediksi juga secara langsung memperbaiki arus kas para mitra material. Hal ini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan Index Partnership Satisfaction, yang merupakan fondasi penting bagi hubungan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

    Memperkuat Kemitraan Melalui Standarisasi Proses

    Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, memandang bahwa LENSA Invoice Material merupakan instrumen vital dalam mempercepat siklus bisnis perusahaan. Dalam perspektif manajemen vendor, sistem ini menciptakan standar baru dalam proses pengadaan dan penagihan yang lebih transparan dan akuntabel.

    Dengan adanya kepastian proses, mitra material dapat lebih fokus pada kualitas pengerjaan proyek dan kecepatan eksekusi di lapangan tanpa perlu khawatir akan kendala administrasi yang berulang. Penguatan sistem ini serupa dengan upaya global dalam mengoptimalkan Supply Chain melalui teknologi digital.

    Sistem LENSA Invoice Material ini tidak muncul secara instan, melainkan telah melalui tahap piloting yang komprehensif sejak Januari 2025. Setelah melalui proses evaluasi yang ketat selama satu tahun, sistem ini akhirnya resmi diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026.

    Keberhasilan peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan Unit IT, Procurement, Inventory, hingga Finance, dengan dukungan penuh dari jajaran Board of Directors serta senior leaders di lingkungan TelkomGroup.

    Implementasi teknologi ini juga dipandang sebagai sebuah Lompatan Besar dalam adopsi otomasi cerdas di industri telekomunikasi Indonesia. Telkom Akses menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan solusi digital bagi kepentingan internal, tetapi juga untuk membangun ekosistem tata kelola yang efisien bagi seluruh pemangku kepentingan.

    Ke depannya, perusahaan berencana untuk terus mengembangkan kapabilitas digital berbasis teknologi otomasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi TelkomGroup dan para mitranya.

    Dengan hadirnya LENSA Invoice Material, Telkom Akses kini memiliki alat kontrol yang lebih kuat dalam memonitor setiap transaksi material proyek secara real-time.

    Transparansi yang ditawarkan oleh sistem digital ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dengan data yang akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan memperkuat integritas perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya di seluruh wilayah Indonesia. (Icha)

    .

  • Internet Merah Putih Resmi Hadir, Layanan Satelit Telkomsat Berkecepatan 50 Mbps

    Internet Merah Putih Resmi Hadir, Layanan Satelit Telkomsat Berkecepatan 50 Mbps

    Telko.id – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) secara resmi memperkenalkan layanan Internet Merah Putih (IMP) sebagai langkah strategis terbaru dalam memperkuat infrastruktur digital nasional.

    Layanan broadband berbasis satelit ini hadir untuk menjawab tantangan konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan kabel maupun seluler terestrial.

    Peluncuran ini menandai transformasi signifikan dari layanan internet satelit sebelumnya yang dikelola oleh anak usaha Telkom Group tersebut.

    Kehadiran Internet Merah Putih diharapkan mampu mengakselerasi pemerataan akses informasi, sejalan dengan berbagai inisiatif korporasi yang terus mencatatkan prestasi Telkom dalam mendukung ekonomi digital Indonesia.

    Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menjelaskan bahwa pengembangan IMP adalah respons perusahaan terhadap dinamika pasar yang menuntut akses internet berkualitas tinggi tanpa batasan geografis.

    “Pengembangan layanan ini merupakan bagian dari upaya Telkomsat untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Internet Merah Putih dirancang untuk menjawab ekspektasi pelanggan terhadap layanan internet satelit yang lebih cepat, stabil, dan fleksibel, sekaligus tetap menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Andri.

    Teknologi High Throughput Satellite (HTS)

    Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan oleh Internet Merah Putih adalah penggunaan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi ini memungkinkan kapasitas pengiriman data yang jauh lebih besar dibandingkan satelit konvensional, sehingga mampu memberikan pengalaman berselancar di dunia maya yang lebih mulus bagi pengguna.

    Layanan ini menawarkan kecepatan akses hingga 50 Mbps dengan skema broadband unlimited. Spesifikasi ini dinilai sangat kompetitif untuk kategori internet satelit, terutama bagi masyarakat di area 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan akses. Hal ini sejalan dengan semangat pemerataan infrastruktur pelosok yang terus digalakkan oleh Telkom Group.

    Selain kecepatan, stabilitas koneksi menjadi fokus utama IMP. Layanan ini dirancang untuk meminimalisir gangguan koneksi terputus yang sering menjadi keluhan pengguna satelit lama.

    Dengan tarif yang diklaim kompetitif, IMP menjadi solusi vital bagi sektor pendidikan, pemerintahan desa, hingga UMKM yang membutuhkan akses digital andal untuk operasional harian, mirip dengan inisiatif digitalisasi desa yang menyasar koperasi.

    Transisi Layanan Bertahap

    Telkomsat telah menetapkan peta jalan transformasi layanan yang dimulai secara efektif pada 1 Januari 2026. Perusahaan memastikan proses migrasi dari layanan lama ke Internet Merah Putih akan berjalan mulus tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan eksisting.

    Pelanggan lama akan diberikan masa transisi khusus hingga kontrak mereka berakhir. Setelah periode kontrak selesai, pelanggan akan diarahkan untuk bermigrasi ke layanan IMP yang menawarkan kualitas lebih baik.

    Pendekatan bertahap ini diambil untuk memberikan waktu bagi pengguna dalam menyesuaikan diri dengan sistem baru sekaligus memastikan kesiapan teknis di lapangan.

    Langkah strategis ini mempertegas posisi Telkomsat dalam peta industri telekomunikasi nasional. Dengan kemampuan menjangkau area yang tidak terlayani jaringan serat optik, Internet Merah Putih menjadi jembatan penting dalam mengurangi kesenjangan digital di Nusantara.

    Kehadiran layanan yang adaptif dan andal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai daerah yang sebelumnya terisolasi secara digital. (Icha)

  • Danantara Siap Rampingkan Telkom, Pangkas 66 Anak Usaha Jadi Belasan

    Danantara Siap Rampingkan Telkom, Pangkas 66 Anak Usaha Jadi Belasan

    Telko.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur bisnis PT Telkom Indonesia Tbk.

    Langkah konsolidasi ini menargetkan pemangkasan jumlah anak usaha Telkom, yang saat ini tercatat sebanyak 66 perusahaan, menjadi hanya belasan entitas saja demi meningkatkan efisiensi operasional grup.

    Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda prioritas untuk menata ulang portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Dalam peta jalan yang dirancang, Telkom akan dikembalikan fungsinya sebagai Strategic Holding yang fokus mengelola unit-unit bisnis vital, alih-alih terbebani oleh puluhan anak usaha yang tumpang tindih.

    “Sebagai contoh lagi misalkan Telkom, Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusing bisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” ungkap Dony saat memberikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

    Fokus pada Empat Pilar Bisnis Utama

    Dalam skema perampingan yang dibocorkan oleh Danantara, Telkom nantinya hanya akan berkonsentrasi pada empat pilar bisnis utama yang dinilai paling strategis dan menguntungkan. Keempat unit tersebut mencakup layanan seluler, infrastruktur serat optik, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

    Dony merinci pembagian fokus tersebut secara spesifik. Unit pertama adalah Telkomsel yang akan memegang kendali penuh atas layanan seluler.

    Unit kedua adalah Infrako yang dikhususkan untuk mengelola bisnis serat optik atau fiber optik. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana pengelolaan aset fiber sering kali membutuhkan entitas terpisah, mirip dengan strategi Spin-Off Fiber yang kerap dilakukan pemain telekomunikasi global.

    Unit ketiga adalah Mitratel yang akan terus mengembangkan bisnis menara telekomunikasi. Sedangkan unit keempat akan difokuskan pada pengelolaan data center yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.

    Struktur ini dirancang agar setiap unit memiliki spesialisasi yang jelas tanpa saling kanibalisasi pasar.

    Pangkas Inefisiensi Secara Menyeluruh

    Selain menetapkan empat pilar utama, Danantara juga menyiapkan skema pendukung di lapisan bawah. Dony menjelaskan bahwa di bawah keempat unit bisnis tersebut, akan dikembangkan satu entitas bisnis infrastruktur yang bertugas menopang operasional di atasnya. Dengan konsolidasi ini, puluhan anak usaha yang ada saat ini akan dilebur atau dirampingkan.

    “Yang di bawahnya mereka kita akan develop 1 infrastructure bisnis untuk mendukung bisnis di atasnya, sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja,” jelas Dony lebih lanjut.

    Langkah tegas ini diambil untuk memotong rantai inefisiensi yang selama ini teridentifikasi di dalam tubuh Telkom Group.

    Menurut Dony, penyederhanaan struktur organisasi adalah kunci untuk membuat BUMN telekomunikasi ini lebih lincah dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat, termasuk kompetisi di sektor infrastruktur internet tetap atau Ekspansi FTTH yang semakin masif.

    Rencana perampingan Telkom ini bukan satu-satunya agenda Danantara. Dony menyebutkan bahwa langkah serupa merupakan bagian dari perombakan menyeluruh BUMN lintas sektor, mulai dari industri pupuk, semen, hingga logistik. Tujuannya adalah memastikan setiap aset negara dikelola dengan struktur yang paling optimal.

    “Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas, nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” pungkas Dony menutup penjelasannya. (Icha)

  • Telkom Buka Digistar Class Intern 2026: Fokus AI dan Solusi B2B

    Telkom Buka Digistar Class Intern 2026: Fokus AI dan Solusi B2B

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi membuka pendaftaran untuk program Digistar Class Intern 2026 Batch 1.

    Langkah strategis ini kembali diambil perusahaan pelat merah tersebut guna menjaring dan membentuk talenta digital yang siap kerja, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Business to Business (B2B) Solutions.

    Pembukaan program ini diumumkan di Jakarta pada 4 Februari 2026, sebagai respons atas tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan kompetensi digital.

    Program ini tidak sekadar menawarkan kesempatan magang biasa, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran berbasis proyek nyata yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri yang dinamis.

    Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bukti komitmen perusahaan dalam membangun masa depan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, peserta akan mendapatkan pengalaman yang relevan dan aplikatif.

    “Digistar Class Intern merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam membangun masa depan talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia kerja,” ungkap Willy.

    Fokus Pengembangan Kompetensi Digital

    Pada tahun ini, Digistar Class Intern menetapkan standar kompetensi yang spesifik. Mahasiswa aktif yang minimal sedang menempuh semester enam dapat mendaftar untuk mengikuti program intensif selama lima bulan ini.

    Fokus utama pengembangan diarahkan pada bidang strategis yang kini menjadi tulang punggung transformasi digital, yaitu AI dan solusi B2B.

    Materi pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori. Telkom menerapkan metode real work experience di mana peserta akan diterjunkan langsung ke dalam proyek-proyek strategis di unit kerja TelkomGroup.

    Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan yang sebelumnya juga menyiapkan program Magang Berbayar bersama pemerintah untuk memperkuat profil lulusan baru.

    Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan intensif dari mentor profesional. Kurikulum yang disajikan mencakup modul terstruktur yang mengombinasikan tiga elemen utama:

    • Penguatan hard skills teknis sesuai bidang peminatan.
    • Pengembangan soft skills untuk komunikasi dan kolaborasi.
    • Pemahaman mendalam mengenai budaya kerja korporasi.

    Pendekatan komprehensif ini diambil karena Telkom melihat tingginya Antusiasme Mahasiswa dari berbagai universitas pada periode sebelumnya. Dengan demikian, proses pembelajaran berorientasi penuh pada kesiapan profesional.

    Integrasi Talenta Jangka Panjang

    Salah satu nilai tambah utama dari Digistar Class Intern 2026 adalah integrasinya dengan sistem manajemen talenta perusahaan. Program ini terhubung langsung dengan Candidate Relationship Management System (CRMS) Telkom.

    Mekanisme ini memungkinkan perusahaan untuk memetakan potensi peserta sejak dini dan membangun hubungan berkelanjutan dengan talenta-talenta terbaik.

    Willy menambahkan bahwa fokus program tidak hanya pada aspek teknis semata. Pembentukan karakter dan pola pikir profesional menjadi prioritas agar peserta mampu beradaptasi dengan cepat.

    “Peserta tidak hanya belajar skill, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja profesional di lingkungan TelkomGroup,” jelasnya.

    Refleksi keberhasilan program ini terlihat dari rekam jejak tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan tahun 2025, Telkom sukses mencetak talenta berkualitas, mirip dengan capaian saat perusahaan Lulusan Batch Pertama program serupa.

    Tahun lalu, peserta bahkan mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti kelas khusus bersama mitra global seperti Palo Alto Networks di bidang keamanan siber.

    Untuk tahun 2026, Telkom berencana memperluas kolaborasi dengan lebih banyak mitra industri. Tantangan proyek akan diperdalam, dan sesi mentoring akan diperbanyak untuk memastikan setiap lulusan program ini memiliki dampak nyata bagi ekosistem digital nasional.

    Jadwal dan Cara Pendaftaran

    Bagi mahasiswa yang berminat, pendaftaran Digistar Class Intern 2026 Batch 1 telah dibuka mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026. Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara terpusat dan transparan melalui platform resmi Kementerian BUMN.

    Calon peserta dapat mengakses informasi lengkap dan melakukan pendaftaran melalui tautan https://magenta.bumn.go.id. Selain itu, informasi terkini mengenai program pengembangan talenta ini juga dapat dipantau melalui akun Instagram @LivinginTelkom dan situs web resmi digistartelkom.id.

    Sebagai penutup, Telkom mengingatkan seluruh calon pelamar untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan. Manajemen menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi Digistar Class Intern tidak dipungut biaya sepeser pun.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 yang dipegang teguh perusahaan demi menjaga integritas dan tata kelola yang baik. (Icha)

  • Telkom Stunting Action Hub Sabet Penghargaan Tech For Good 2026

    Telkom Stunting Action Hub Sabet Penghargaan Tech For Good 2026

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali membuktikan peran strategisnya dalam pembangunan bangsa melalui pemanfaatan teknologi digital.

    Program unggulan perusahaan, Stunting Action Hub, secara resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori “Tech For Good: Social Impact Award” dalam perhelatan bergengsi Anugerah Teknologi Indonesia 2026 di Jakarta.

    Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas komitmen Telkom dalam menjawab tantangan kesehatan nasional melalui integrasi data yang presisi.

    Dewan Juri Anugerah Teknologi Indonesia 2026 menilai bahwa platform digital ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sebuah terobosan krusial yang mampu mengonsolidasikan informasi kesehatan dari tingkat desa hingga pusat secara real-time.

    Ketua Penyelenggara Anugerah Teknologi Indonesia 2026, Indra Khairuddin, menyoroti kemampuan inovasi ini dalam mengubah data mentah menjadi intervensi medis yang konkret.

    Menurutnya, Telkom berhasil menunjukkan bahwa kekuatan terbesar teknologi terletak pada kemampuannya menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa melalui akurasi data yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Transformasi Data Menjadi Solusi Nyata

    Sepanjang tahun 2025, Stunting Action Hub telah memainkan peran vital di lapangan. Sistem ini berfungsi efektif dalam memetakan wilayah yang masuk dalam kategori berisiko tinggi atau zona merah stunting.

    Dengan pemetaan yang akurat, penyaluran bantuan gizi dapat dilakukan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, menghindari ketidakefisienan distribusi yang selama ini menjadi tantangan.

    Keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada fitur analitik prediktif. Fitur canggih ini memberdayakan tenaga kesehatan dan kader Posyandu untuk melakukan tindakan pencegahan lebih dini.

    Melalui aplikasi cegah stunting ini, potensi kondisi buruk pada balita dapat dideteksi sebelum terjadi, memungkinkan penanganan medis yang lebih cepat dan efektif.

    “Stunting Action Hub adalah bukti nyata bagaimana infrastruktur digital Telkom hadir untuk memberikan solusi bagi masalah sosial yang paling mendesak di Indonesia,” tambah Indra Khairuddin dalam keterangannya.

    Motor Penggerak Transformasi Sosial

    Ajang Anugerah Teknologi Indonesia 2026 menerapkan proses penilaian yang ketat dan independen untuk menyoroti inovasi terbaik sepanjang tahun 2025. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai pemimpin pasar hingga talenta lokal yang menghadirkan solusi teknologi berdampak luas.

    Kemenangan pada kategori Tech For Good ini mempertegas evolusi peran Telkom di kancah nasional. Perusahaan pelat merah ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai penyedia konektivitas semata, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak perubahan sosial berbasis teknologi.

    Kehadiran Stunting Action Hub menjadi validasi bahwa integrasi teknologi dan misi kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (Icha)

  • NeutraDC dan Ishikari Data Center Sepakati Kemitraan Strategis Infrastruktur AI

    NeutraDC dan Ishikari Data Center Sepakati Kemitraan Strategis Infrastruktur AI

    Telko.id – Langkah besar dalam perluasan infrastruktur digital Asia kembali tercatat pada awal tahun 2026. NeutraDC, anak perusahaan Telkom Indonesia, secara resmi mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ishikari Renewable Energy Data Center No.1.

    Kesepakatan yang terjalin pada 22 Januari 2026 ini menandai dimulainya kolaborasi strategis untuk menghubungkan tiga wilayah kunci, yakni Indonesia, Singapura, dan Ishikari di Hokkaido, Jepang.

    Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan hub jaringan Asia yang terintegrasi, memungkinkan penyediaan infrastruktur digital lintas negara yang mulus. Fokus utama dari kemitraan ini adalah menarik tenant pusat data serta pengguna unit pemrosesan grafis (GPU) dari pasar Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Indonesia, untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Hokkaido.

    Langkah ini dinilai strategis mengingat tingginya permintaan akan komputasi berkinerja tinggi di era kecerdasan buatan saat ini.

    Dalam skema kerja sama ini, NeutraDC akan memainkan peran vital dengan menyediakan layanan kolokasi di fasilitas pusat data mereka yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Fasilitas ini akan diperuntukkan bagi para pengguna Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 yang membutuhkan akses ke pasar Asia Tenggara.

    Sinergi ini diharapkan mampu memberikan solusi infrastruktur yang fleksibel dan dapat diandalkan bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di ketiga negara tersebut.

    Salah satu aspek teknis yang menjadi sorotan dalam kesepakatan ini adalah rencana konektivitas jaringan berlatensi rendah. Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 berkomitmen untuk menyambungkan fasilitas data center NeutraDC di Singapura dengan fasilitas data center di Jepang.

    Koneksi ini akan memanfaatkan teknologi mutakhir All-Photonics Network (APN) dari Innovative Optical and Wireless Network (IOWN).

    Jaringan optik canggih tersebut dijadwalkan mulai beroperasi menghubungkan Hokkaido Ishikari dan Tokyo Otemachi pada Agustus 2026. Kehadiran infrastruktur jaringan ini bertujuan untuk memfasilitasi pemanfaatan produk Neutra Connect secara optimal di antara Singapura, Indonesia, dan Hokkaido.

    Dengan latensi yang ditekan seminimal mungkin, pertukaran data antar negara dapat berlangsung dengan kecepatan tinggi, mendukung aplikasi yang sensitif terhadap jeda waktu.

    Pengembangan Layanan GPU-as-a-Service Lintas Negara

    Poin krusial lain dari MoU ini adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan bisnis GPU-as-a-Service (GPUaaS). Inisiatif ini akan menggabungkan keunggulan masing-masing perusahaan untuk menghadirkan solusi komputasi AI yang komprehensif.

    NeutraDC akan mengambil peran utama dalam merancang arsitektur sistem GPU serta bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian layanan komputasi AI.

    Tujuan akhir dari kolaborasi teknis ini adalah menghadirkan layanan Neutra Compute di kawasan Ishikari, Hokkaido.

    Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi tingkat tinggi yang terus meningkat seiring dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri.

    Melalui kolaborasi AI ini, pelanggan korporasi akan mendapatkan akses ke sumber daya komputasi yang kuat dan skalabel.

    Di sisi lain, Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 akan memberikan dukungan penuh dalam penyediaan infrastruktur fisik serta pengembangan basis pelanggan untuk implementasi layanan tersebut.

    Sinergi ini memungkinkan terwujudnya layanan GPU lintas negara yang bersifat end-to-end. Pelanggan akan mendapatkan manfaat berupa agregasi beban kerja GPU dengan latensi rendah, akses jaringan yang aman, serta desain rute jaringan yang memiliki redundansi tinggi untuk menjamin keberlangsungan operasional.

    Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Dukungan Pemerintah

    Pemilihan Hokkaido sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. NeutraDC memandang wilayah utara Jepang ini sebagai pintu masuk strategis, didukung oleh ekosistem energi terbarukan yang sangat kuat.

    Lingkungan kebijakan yang kondusif di Jepang juga menjadi faktor pendorong utama. Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 akan mendukung NeutraDC dalam mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas data center mereka, sekaligus membantu menjajaki peluang bisnis baru di zona RE100 kawasan Pelabuhan Baru Ishikari.

    Zona RE100 merupakan kawasan industri yang berkomitmen pada penggunaan 100% energi terbarukan, sebuah faktor yang semakin penting bagi perusahaan teknologi global yang sadar akan jejak karbon.

    Kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembangunan pusat data yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan, sejalan dengan tren global menuju infrastruktur hijau.

    Kesepakatan ini juga tidak lepas dari peran serta pemerintah setempat. Kedua belah pihak menantikan kepemimpinan dan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Hokkaido untuk mencapai tujuan-tujuan strategis ini.

    NeutraDC secara khusus menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Hokkaido yang telah memfasilitasi pertemuan bisnis di Singapura pada Februari 2025, serta kunjungan lanjutan ke Ishikari pada Maret di tahun yang sama. Dukungan pemerintah dinilai krusial dalam memastikan kelancaran implementasi proyek lintas batas ini.

    Teknologi Unggulan: Neutra Connect dan Neutra Compute

    Untuk memahami signifikansi kerja sama ini, perlu melihat lebih dalam pada teknologi yang dibawa oleh NeutraDC. Neutra Connect, yang menjadi tulang punggung konektivitas proyek ini, adalah layanan platform digital unggulan yang mampu menghubungkan pusat data, lingkungan multi-cloud, aplikasi, perangkat, dan mitra bisnis secara mulus.

    Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan implementasi, di mana jaringan baru dapat dibangun dalam waktu 24 jam.

    Selain kecepatan, Neutra Connect menawarkan efisiensi biaya yang signifikan, dengan potensi penghematan biaya transfer data hingga 30%.

    Platform ini menyediakan layanan instan dalam satu atap, dengan konektivitas yang tidak melalui internet publik sehingga lebih aman dan stabil. Fitur keamanan data juga diperkuat melalui edge security (SASE).

    Saat ini, Neutra Connect telah terhubung dengan lebih dari 1.000 pusat data, operator telekomunikasi, dan mitra, serta menyediakan konektivitas satu-hop ke penyedia cloud utama.

    Sementara itu, Neutra Compute merupakan layanan GPU-as-a-Service yang menjadi inti dari penawaran komputasi AI dalam kerja sama ini. Layanan ini menggunakan GPU berperforma tinggi dari produsen terkemuka seperti NVIDIA dan AMD.

    Neutra Compute menawarkan kecepatan, skalabilitas, dan kecerdasan yang dibutuhkan perusahaan untuk mendorong inovasi serta mendukung pengembangan AI tingkat enterprise. Kehadiran layanan ini di Hokkaido akan memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai hub komputasi masa depan.

    Profil Proyek Ishikari dan Skala Bisnis NeutraDC

    Proyek Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 sendiri dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada April 2026. Proyek ambisius ini mendapatkan dukungan hibah dari “FY2021 Digital Infrastructure Development Fund Project” yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang serta Information and Communication Network Industry Association of Japan (CIAJ). Hal ini menunjukkan betapa strategisnya proyek ini bagi peta jalan digital Jepang.

    Pembangunan fasilitas ini dipimpin oleh konsorsium yang terdiri dari Tokyu Fudosan Holdings Corporation, Flower Communications Inc., dan Agility Asset Advisors Inc. Perancangan dan pengawasan proyek dipercayakan kepada Asai Ken Architectural Research Institute, sementara konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor lokal Nakayama Corporation.

    Secara fisik, pusat data ini direncanakan memiliki luas lantai total 11.093 meter persegi, dengan kapasitas penerimaan daya sebesar 15 MW dan mampu menampung hingga 1.140 rak server.

    Bagi NeutraDC, kemitraan ini menambah portofolio ekspansi internasional mereka. Sebagai merek dari PT Telkom Data Ekosistem, NeutraDC saat ini mengoperasikan total 34 pusat data di Indonesia dan Singapura.

    Fasilitas tersebut mencakup data center kategori hyperscale, enterprise, hingga edge yang telah berstandar Tier III dan Tier IV. Perusahaan juga tengah agresif mengembangkan infrastruktur digital baru, termasuk pusat data hyperscale di Batam dan penambahan kapasitas berskala besar di Jakarta.

    Langkah strategis NeutraDC dan Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 ini mempertegas posisi kedua negara dalam peta persaingan teknologi global.

    Dengan menggabungkan kekuatan jaringan, teknologi komputasi, dan energi terbarukan, kolaborasi ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

    Ke depannya, implementasi dari kemitraan strategis ini akan terus dipantau, terutama terkait realisasi operasional jaringan APN IOWN pada pertengahan 2026 yang menjadi kunci konektivitas latensi rendah antara Jepang dan Asia Tenggara. (Icha)