Kategori: Berita Huawei

  • Gak Perlu Kursus Bahasa! Kacamata AI Huawei Ini Bisa Jadi Penerjemah Pribadi Anda

    Gak Perlu Kursus Bahasa! Kacamata AI Huawei Ini Bisa Jadi Penerjemah Pribadi Anda

    Telko.id – Pernahkah Anda membayangkan mendarat di negara asing, dikelilingi oleh papan petunjuk yang tidak bisa Anda baca dan percakapan warga lokal yang terdengar asing, namun Anda tetap merasa tenang?

    Bukan karena Anda menyewa pemandu wisata mahal atau menghabiskan waktu bertahun-tahun belajar bahasa, melainkan karena solusi tersebut bertengger manis di hidung Anda.

    Teknologi wearable kini tidak lagi sekadar tentang menghitung langkah kaki atau memantau detak jantung; ia mulai mengambil alih peran krusial dalam komunikasi antarmanusia.

    Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membuka gerbang baru bagi perangkat pintar untuk menjadi asisten yang lebih proaktif.

    Jika selama ini kita terbiasa mengeluarkan ponsel pintar, membuka aplikasi, dan mengetik kalimat untuk diterjemahkan, masa depan menjanjikan interaksi yang jauh lebih mulus.

    Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok, tampaknya sedang mempersiapkan langkah besar untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan dunia melalui perangkat yang paling dekat dengan indra penglihatan kita.

    Kabar terbaru yang beredar di kalangan pengamat teknologi mengindikasikan bahwa Huawei sedang mengembangkan kacamata pintar bertenaga AI dengan fitur yang cukup ambisius.

    Berdasarkan bocoran dari sumber terpercaya, perangkat ini diprediksi akan menjadi jembatan penghubung antarbahasa yang sangat praktis. Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang ditawarkan oleh inovasi terbaru ini dan bagaimana ia bisa mengubah gaya hidup Anda.

    Revolusi Penerjemah Tanpa Aplikasi

    Salah satu fitur yang paling dinanti dari kacamata pintar Huawei yang akan datang ini adalah kemampuan penerjemahannya. Menurut pembocor teknologi ternama, Digital Chat Station (DCS), perangkat wearable terbaru ini diharapkan dapat membangun ekosistem kacamata AI yang sudah ada dengan menambahkan fitur-fitur yang jauh lebih canggih. Poin utamanya adalah fitur terjemahan bawaan yang beroperasi langsung dari perangkat.

    Bayangkan kenyamanannya: Anda tidak perlu lagi repot-repot mengeluarkan ponsel pintar dan membuka aplikasi khusus hanya untuk tugas-tugas dasar penerjemahan. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menjembatani hambatan bahasa secara instan saat bepergian.

    Ini adalah langkah maju yang signifikan, mengingat beberapa pesaing masih sangat bergantung pada konektivitas aplikasi di ponsel untuk memproses data bahasa. Inovasi ini mengingatkan kita pada upaya real-time translation yang juga mulai diadopsi oleh perangkat lipat premium masa kini.

    Langkah Huawei ini sejalan dengan tren kacamata pintar terkini yang menawarkan interaksi AI dan terjemahan waktu nyata.

    Dengan kemampuan ini, komunikasi lintas bahasa menjadi lebih cair, memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan lawan bicara dari berbagai latar belakang tanpa jeda yang canggung. Ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan ekstensi dari kemampuan kognitif penggunanya.

    Integrasi HyperOS dan Fitur Multimedia

    Selain kemampuan linguistik, kacamata AI baru Huawei ini kemungkinan besar akan membawa integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem HyperOS.

    Laporan menyebutkan bahwa kacamata ini tidak akan menjadi “kuda satu trik” yang hanya bisa menerjemahkan. Perangkat ini diklaim mampu mengambil foto dan video, merekam audio, serta memutar musik melalui speaker dan mikrofon onboard.

    Fitur-fitur multimedia ini menjadikan kacamata tersebut lebih dari sekadar aksesori mata, melainkan perangkat multifungsi yang siap menyaingi dominasi pemain lain di pasar.

    Jika melihat ke belakang, Huawei sebenarnya sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam menggabungkan gaya dan teknologi, seperti pada seri Huawei X Gentle Monster yang memadukan estetika fashion dengan fungsi audio pintar.

    Bocoran fitur ini mengisyaratkan bahwa Huawei ingin menciptakan perangkat yang setara atau bahkan lebih baik dari kacamata AI Meta Ray-Ban yang saat ini populer.

    Kemampuan untuk mendokumentasikan momen secara hands-free sambil mendengarkan musik favorit tanpa menutup telinga dari suara lingkungan adalah proposisi nilai yang sangat menarik bagi konsumen urban yang dinamis.

    Desain Cerdas dan Prediksi Peluncuran

    Tantangan terbesar dalam merancang kacamata pintar adalah menyeimbangkan antara performa baterai dan bobot perangkat agar tetap nyaman dipakai seharian.

    DCS mengklaim bahwa kacamata baru ini akan menggunakan tiga baterai lithium untuk menyeimbangkan daya dan berat. Strategi distribusi baterai ini diharapkan dapat memberikan masa pakai yang lebih panjang tanpa membebani pangkal hidung atau telinga pengguna.

    Dari segi estetika, perangkat ini diharapkan hadir dalam beberapa varian warna yang elegan, yaitu Streamer Silver, Titanium Silver Gray, dan Modern Black. Pilihan warna ini menunjukkan target pasar yang menginginkan tampilan profesional namun tetap futuristik.

    Persaingan di sektor ini memang semakin ketat, dengan berbagai jenama berlomba menghadirkan inovasi, mulai dari fitur kesehatan hingga pembayaran digital yang terintegrasi di kacamata.

    Lantas, kapan Anda bisa memilikinya? Sang pembocor informasi menambahkan bahwa kacamata AI Huawei yang baru ini bisa jadi meluncur pada paruh pertama tahun 2026.

    Meskipun ini masih merupakan laporan yang belum terkonfirmasi, jangka waktu tersebut memberikan ruang bagi Huawei untuk mematangkan teknologi mereka.

    Seperti halnya rumor teknologi lainnya, kita perlu menyikapinya dengan bijak, namun prospek memiliki asisten penerjemah pribadi yang menempel di wajah tentu sangat layak untuk dinantikan. Apakah ini akan menjadi standar baru komunikasi masa depan? Waktu yang akan menjawabnya. (Icha)

  • HUAWEI FreeClip 2 Resmi Hadir, Tawarkan Desain C-Bridge Inovatif

    HUAWEI FreeClip 2 Resmi Hadir, Tawarkan Desain C-Bridge Inovatif

    Telko.id – Huawei Device Indonesia secara resmi memulai penjualan perdana HUAWEI FreeClip 2 untuk pasar tanah air mulai hari ini, 15 Januari 2026. Perangkat audio terbaru ini hadir sebagai True Wireless Stereo (TWS) dengan konsep open-ear yang mengandalkan pembaruan pada desain inovatif Airy C-Bridge.

    Konsumen di Indonesia sudah bisa mendapatkan perangkat ini dengan harga Rp2.899.000 melalui berbagai saluran penjualan resmi, baik secara daring maupun luring.

    Peluncuran ini melanjutkan tren positif yang dicatatkan oleh perangkat tersebut di pasar global. Sejak debut internasionalnya pada Desember 2025, antusiasme pasar terbukti sangat tinggi, di mana lebih dari 80.000 unit terjual hanya dalam satu jam sesi pre-sale.

    Bahkan, angka penjualan tercatat melampaui 215.000 unit pada hari pertama ketersediaannya di Tiongkok. Capaian impresif ini menegaskan tingginya minat konsumen terhadap kategori TWS open-ear yang menawarkan kenyamanan penggunaan jangka panjang tanpa menutup lubang telinga sepenuhnya.

    Selama periode penjualan perdana yang berlangsung mulai 15 Januari hingga 15 Februari 2026, Huawei menghadirkan penawaran bundling spesial. Setiap pembelian unit baru ini akan disertai dengan bonus HUAWEI Band 10 senilai Rp509.000 serta layanan proteksi HUAWEI Loss Care senilai Rp559.000.

    Strategi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya menjual produk audio, tetapi juga memperkuat ekosistem perangkat cerdas mereka di Indonesia, termasuk integrasi dengan smartwatch Huawei dan layanan purna jual yang andal.

    Desain Airy C-Bridge yang Lebih Ringan dan Ergonomis

    Salah satu nilai jual utama dari HUAWEI FreeClip 2 adalah penyempurnaan pada sektor desain. Mengusung semangat “Never Feel, Never Fall”, perangkat ini dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang nyaris tanpa beban.

    Huawei memperkenalkan teknologi desain Airy C-Bridge yang telah ditingkatkan, membuat perangkat ini sangat pas di telinga namun tetap aman digunakan saat pengguna bergerak aktif.

    Bobot masing-masing earbud tercatat hanya 5,1 gram, sebuah angka yang sangat ringan untuk perangkat audio nirkabel yang memiliki baterai dan sensor canggih di dalamnya. Keringanan ini didukung oleh penggunaan material skin-friendly liquid silicone yang lembut di kulit.

    Material ini memastikan telinga pengguna tidak terasa pegal atau iritasi meskipun perangkat digunakan selama berjam-jam, mulai dari perjalanan ke kantor hingga sesi olahraga di sore hari.

    Struktur ergonomis perangkat ini terdiri dari komponen Comfort Bean dan Acoustic Ball. Kedua bagian ini dikembangkan melalui proses riset yang mendalam, melibatkan penyesuaian tingkat mikrometer berdasarkan lebih dari 10.000 sampel data bentuk telinga manusia dari seluruh dunia.

    Hasilnya adalah Desain C-Bridge yang mampu menjepit daun telinga dengan tekanan yang pas—tidak terlalu kencang sehingga menyakitkan, namun cukup kuat untuk menjaga posisi earbud tetap stabil.

    Content image for article: HUAWEI FreeClip 2 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Desain C-Bridge Inovatif

    Teknologi Audio Adaptif dengan Dukungan AI

    Beralih ke sektor performa suara, HUAWEI FreeClip 2 tidak hanya mengandalkan bentuk fisik yang unik, tetapi juga jeroan teknologi yang mumpuni.

    Perangkat ini dibekali dengan NPU AI Processor yang berfungsi menggerakkan fitur adaptive open-ear. Fitur cerdas ini memungkinkan TWS untuk secara otomatis menyesuaikan volume dan tingkat kejernihan suara berdasarkan kondisi lingkungan sekitar pengguna.

    Dalam skenario penggunaan sehari-hari, fitur ini sangat krusial. Misalnya, saat pengguna sedang jogging di taman yang tenang kemudian berpindah ke area jalan raya yang bising, NPU AI Processor akan langsung bekerja menyeimbangkan output audio.

    Pengguna tidak perlu repot mengeluarkan ponsel untuk mengatur volume secara manual. Teknologi ini memastikan fokus pengguna tetap terjaga, baik saat mendengarkan musik maupun podcast favorit.

    Kualitas suara yang dihasilkan juga didukung oleh teknologi dual-diaphragm driver. Komponen ini bertugas memproduksi audio yang kaya detail, mulai dari nada rendah hingga tinggi, dengan distorsi yang minimal.

    Hal ini menjawab keraguan umum mengenai kualitas bass atau detail suara pada perangkat open-ear yang seringkali dianggap kalah dibandingkan model in-ear konvensional. Dibandingkan generasi sebelumnya, peningkatan pada driver ini memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif.

    Kejernihan Panggilan di Tengah Kebisingan

    Bagi para profesional muda yang sering melakukan panggilan suara atau video di luar ruangan, kemampuan mikrofon menjadi pertimbangan utama. Huawei menyematkan sistem tiga mikrofon yang dipadukan dengan teknologi DNN (Deep Neural Network) noise cancellation pada HUAWEI FreeClip 2.

    Kombinasi perangkat keras dan lunak ini bekerja efektif untuk memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar belakang.

    Sistem ini sangat bermanfaat ketika pengguna harus menerima panggilan penting di lokasi yang kurang ideal, seperti di coffee shop yang ramai, ruang kerja bersama (co-working space), atau saat berada di transportasi umum.

    Lawan bicara akan tetap mendengar suara pengguna dengan jernih dan tajam, meminimalisir gangguan komunikasi akibat suara lingkungan yang riuh. Hal ini menjadikan FreeClip 2 sebagai mitra kerja yang andal untuk mendukung produktivitas mobile.

    Ketahanan Baterai dan Fitur Olahraga

    Mendukung gaya hidup aktif, HUAWEI FreeClip 2 dirancang dengan durabilitas tinggi. Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP57, yang artinya tahan terhadap debu dan air.

    Pengguna tidak perlu khawatir saat menggunakan TWS ini untuk berolahraga hingga berkeringat deras atau saat terjebak hujan ringan ketika beraktivitas di luar ruangan.

    Dari sisi daya tahan, baterai perangkat ini mampu bertahan hingga 9 jam penggunaan nonstop dalam sekali pengisian penuh.

    Jika digabungkan dengan daya cadangan yang ada pada charging case, total waktu pemutaran bisa mencapai 38 jam. Angka ini sangat memadai untuk penggunaan selama beberapa hari tanpa perlu mencari colokan listrik.

    Huawei juga menyematkan fitur pengisian daya cepat atau SuperCharge. Fitur ini menjadi penyelamat di saat mendesak, di mana pengisian daya selama 10 menit saja sudah cukup untuk memberikan waktu pemutaran hingga 3 jam.

    Bagi pengguna yang memiliki jadwal padat dan mobilitas tinggi, kemampuan fast charging ini tentu menjadi nilai tambah yang signifikan.

    Konektivitas dan Kemudahan Kontrol

    Fleksibilitas koneksi menjadi salah satu keunggulan lain dari HUAWEI FreeClip 2. Fitur dual-device connectivity memungkinkan TWS ini terhubung ke dua perangkat sekaligus, misalnya laptop dan smartphone, secara bersamaan.

    Transisi antar perangkat berjalan mulus tanpa jeda, memudahkan pengguna yang sering berpindah aktivitas dari rapat daring di laptop ke panggilan telepon di ponsel.

    Kompatibilitasnya pun luas, dapat digunakan dengan lancar baik pada perangkat berbasis Android, iOS, maupun ekosistem Huawei sendiri. Untuk kontrol navigasi, Huawei menyediakan opsi gesture control dan head-motion control.

    Pengguna bisa mengatur pemutaran musik atau menjawab panggilan hanya dengan gerakan sederhana tanpa perlu menyentuh perangkat sumber.

    Fitur unik lainnya adalah auto left-right recognition. Teknologi ini memungkinkan setiap earbud untuk mengenali posisinya secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu bingung membedakan mana unit kiri dan mana unit kanan.

    Kedua unit dapat dipakai di telinga mana saja, dan sistem akan menyesuaikan saluran audio stereo secara otomatis.

    Promo dan Tantangan Berhadiah

    Selain paket bundling dengan HUAWEI Band 10, Huawei juga menawarkan promo tambahan selama periode peluncuran. Terdapat potongan harga hingga Rp300.000 untuk pembelian bundling HUAWEI FreeClip 2 bersamaan dengan smartphone Huawei tipe apapun seharga di atas Rp8 juta, atau dengan pembelian tablet HUAWEI MatePad 12 X edisi 2026.

    Penawaran ini berlaku di seluruh kanal penjualan resmi, termasuk HUAWEI Official Store di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, serta jaringan ritel luring seperti Erafone, Urban Republic, dan Digiplus.

    Untuk memeriahkan peluncuran ini, Huawei juga menggelar tantangan media sosial bertajuk #NeverFeelNeverFall Challenge yang berlangsung hingga 9 Februari 2026.

    Konsumen diajak untuk membuat video kreatif saat menggunakan HUAWEI FreeClip 2 dan membuktikan kestabilan perangkat tersebut dengan tantangan menjatuhkannya tanpa menyentuh telinga.

    Peserta dengan konten terpopuler berkesempatan memenangkan hadiah total hingga Rp17 juta dengan mengunggah video di Instagram atau TikTok. (Icha)

  • Huawei Mate 70 Air Ungguli Galaxy S25 dan iPhone Air di Sektor Baterai

    Huawei Mate 70 Air Ungguli Galaxy S25 dan iPhone Air di Sektor Baterai

    Telko.id – Persaingan di pasar smartphone flagship kembali memanas dengan hadirnya laporan terbaru mengenai kemampuan Huawei Mate 70 Air.

    Perangkat ini diklaim berhasil mengalahkan dua pesaing utamanya, yakni Galaxy S25 Edge dan iPhone Air, khususnya dalam aspek ketahanan baterai tanpa mengorbankan estetika desain.

    Berdasarkan informasi yang beredar, Huawei Mate 70 Air mampu menghadirkan kapasitas daya yang jauh lebih besar dibandingkan kompetitornya.

    Meskipun perangkat ini mungkin tertinggal beberapa milimeter dalam perlombaan ketipisan bodi, Huawei membuktikan keunggulannya di area yang sering kali dikompromikan oleh merek lain demi penampilan fisik semata.

    Baterai merupakan komponen vital yang menentukan pengalaman pengguna sehari-hari. Kualitas sel baterai yang baik memungkinkan pengguna beraktivitas tanpa rasa cemas dan bebas dari ketergantungan pengisi daya selama beberapa hari.

    Sebaliknya, sel baterai dengan densitas rendah tidak hanya boros daya, tetapi juga dapat menghambat kenyamanan penggunaan perangkat dalam jangka panjang.

    Dilema Ketipisan dan Kapasitas Baterai

    Jika melihat strategi yang diterapkan pada perangkat Samsung dan Apple, kedua raksasa teknologi ini memang konsisten menawarkan spesifikasi dan fitur yang mumpuni.

    Namun, satu aspek yang terus menjadi tantangan bagi kedua merek tersebut adalah masa pakai baterai. Hingga saat ini, Apple dan Samsung tampaknya masih kesulitan untuk menyematkan baterai dengan densitas lebih tinggi pada jajaran ponsel flagship mereka.

    Keterbatasan ini terlihat jelas pada model-model papan atas seperti iPhone 17 Pro Max dan Galaxy S25 Ultra. Kedua perangkat tersebut masing-masing hanya membekali diri dengan baterai berkapasitas 4823mAh dan 5000mAh.

    Angka ini menunjukkan stagnasi kapasitas daya di tengah tuntutan performa yang semakin tinggi.

    Content image for article: Huawei Mate 70 Air Ungguli Galaxy S25 dan iPhone Air di Sektor Baterai

    Kondisi ini menegaskan bahwa mengharapkan kapasitas baterai besar dari perangkat tipis buatan merek-merek tersebut sering kali tidak efektif.

    Upaya mengejar profil bodi yang ramping sering kali memaksa produsen untuk memangkas ruang internal perangkat.

    Akibatnya, para pembuat teknologi harus memilih antara mengurangi kapasitas baterai atau mengorbankan spesifikasi lain, seperti sensor kamera, demi mencapai ketipisan yang diinginkan.

    Terobosan Teknologi Silikon-Karbon

    Huawei mengambil pendekatan berbeda dengan Mate 70 Air. Perusahaan ini menunjukkan kepada pembuat perangkat iPhone dan Galaxy bahwa menanamkan baterai besar dalam desain yang ramping bukanlah hal yang mustahil.

    Kunci dari pencapaian ini terletak pada penggunaan teknologi baterai anoda silikon-karbon yang sangat tipis.

    Teknologi ini memungkinkan Huawei Mate 70 Air membawa baterai berkapasitas jumbo sebesar 6500mAh. Angka ini jauh melampaui standar industri saat ini untuk perangkat dengan profil serupa.

    Penggunaan material silikon-karbon memberikan densitas energi yang lebih tinggi, sehingga ukuran fisik baterai dapat ditekan tanpa mengurangi kapasitas dayanya secara signifikan.

    Selain kapasitas yang masif, Huawei juga menyertakan dukungan pengisian daya cepat. Perangkat ini mendukung pengisi daya kabel cepat 66W yang mampu memberikan asupan daya rapid tanpa mengganggu aktivitas pengguna.

    Fitur ini sangat krusial bagi mereka yang gemar bermain gim atau melakukan pemutaran video secara intensif, memastikan perangkat dapat segera digunakan kembali dalam waktu singkat.

    Dengan kombinasi kapasitas 6500mAh dan pengisian cepat 66W, pengguna mendapatkan pengalaman yang utuh.

    Huawei Mate 70 Air menawarkan masa pakai baterai kelas flagship yang sebenarnya, memberikan pilihan nyata bagi konsumen: apakah menginginkan perangkat yang hanya menang di ketipisan, atau model tipis yang bertenaga penuh.

    Inovasi ini sejalan dengan komitmen Huawei dalam menghadirkan teknologi terdepan, seperti yang terlihat pada Layar Canggih di seri Mate lainnya.

    Keunggulan manajemen daya ini juga melengkapi ekosistem perangkat mereka, mulai dari Smartwatch Premium hingga Gelang Pintar yang dikenal memiliki efisiensi daya tinggi.

    Kehadiran Huawei Mate 70 Air dengan spesifikasi baterai yang superior ini memberikan standar baru dalam industri smartphone.

    Hal ini membuktikan bahwa batasan fisik bodi ponsel tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengorbankan performa daya, sebuah pesan kuat bagi kompetitor seperti Samsung dan Apple untuk terus berinovasi. (Icha)

  • HUAWEI FreeClip 2 Bawa Desain C-Bridge Lebih Ringan

    HUAWEI FreeClip 2 Bawa Desain C-Bridge Lebih Ringan

    Telko.id – Huawei Device Indonesia secara resmi mengumumkan kehadiran perangkat audio terbarunya, HUAWEI FreeClip 2, untuk pasar tanah air.

    Perangkat True Wireless Stereo (TWS) dengan konsep open-ear ini dijadwalkan mulai tersedia secara komersial pada 15 Januari 2026, membawa pembaruan signifikan pada sektor desain dan kenyamanan penggunaan.

    Peluncuran ini menjadi langkah strategis Huawei dalam menjawab tren perangkat audio yang tidak mengisolasi pengguna dari lingkungan sekitar.

    HUAWEI FreeClip 2 hadir dengan harga Rp2.899.000 dan menawarkan inovasi desain airy C-Bridge yang telah diperbarui. Struktur baru ini diklaim mampu memberikan pengalaman pemakaian yang jauh lebih ringan dan stabil, bahkan untuk durasi penggunaan sepanjang hari.

    Kehadiran produk ini melanjutkan momentum positif dari generasi pertama HUAWEI FreeClip yang sebelumnya sukses di pasaran.

    Berdasarkan data IDC periode Januari hingga Juli 2025, seri pendahulu tersebut berhasil menjadi produk open-ear earbuds terlaris di Tiongkok untuk segmen harga di atas CNY 1.000. Prestasi ini memperkuat posisi Huawei sebagai salah satu pionir utama dalam kategori teknologi audio open-ear global.

    Desain Ergonomis dan Material Canggih

    Sebagai suksesor, HUAWEI FreeClip 2 dirancang dengan fokus utama pada aspek ergonomi. Perangkat ini memiliki bobot yang sangat ringan, yakni hanya 5,1 gram per earbud.

    Bobot yang minim ini membuat perangkat nyaris tidak terasa saat disematkan di telinga, memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna yang aktif.

    Kenyamanan tersebut didukung oleh penggunaan material kombinasi antara silikon ramah kulit dan shape-memory alloy. Material ini memungkinkan perangkat menyesuaikan bentuk telinga pengguna secara optimal.

    Struktur airy C-Bridge pada perangkat ini juga telah melalui uji ketahanan ekstrem, termasuk uji tekukan hingga 25.000 kali, untuk memastikan fleksibilitas dan durabilitas dalam penggunaan harian.

    Desain yang adaptif ini memastikan TWS tetap stabil di telinga saat digunakan dalam berbagai kondisi. Pengguna dapat mengenakannya saat berjalan santai, bekerja di kantor, hingga melakukan aktivitas fisik intens seperti bersepeda.

    Konsep ini serupa dengan tren perangkat yang mendukung aktivitas bertualang tanpa khawatir perangkat terlepas.

    Content image for article: Resmi Hadir, HUAWEI FreeClip 2 Bawa Desain C-Bridge Lebih Ringan

    Secara visual, HUAWEI FreeClip 2 tampil modern dengan tiga pilihan warna: biru, putih, dan hitam. Varian warna biru diposisikan sebagai warna andalan atau signature color yang terinspirasi dari tekstur denim klasik.

    Huawei memberikan sentuhan detail berupa tekstur garis menyerupai anyaman pada bagian C-Bridge, yang dipadukan dengan aksen mengilap pada bagian acoustic ball dan comfort bean.

    Teknologi Audio Adaptif Berbasis AI

    Selain pembaruan fisik, HUAWEI FreeClip 2 juga membawa peningkatan pada sektor audio. Perangkat ini mengusung teknologi adaptive listening yang didukung oleh pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Fitur ini memungkinkan earbuds untuk menyesuaikan volume dan kejernihan suara secara otomatis berdasarkan tingkat kebisingan lingkungan sekitar.

    Mekanisme ini memastikan pengguna tetap dapat menikmati konten audio dengan jelas tanpa perlu melakukan isolasi suara total. Hal ini sangat krusial bagi pengguna yang membutuhkan kesadaran situasional tinggi, seperti saat berada di area publik yang ramai.

    Pendekatan teknologi ini sejalan dengan perkembangan tren audio open-ear yang memprioritaskan koneksi pengguna dengan dunia luar.

    Untuk mendukung kebutuhan komunikasi, Huawei menyematkan sistem tiga mikrofon yang bekerja sinergis dengan teknologi pemrosesan suara canggih.

    Konfigurasi ini berfungsi menjaga kualitas panggilan telepon tetap jernih meskipun pengguna berada di kondisi lingkungan yang kurang ideal atau berangin.

    Content image for article: Resmi Hadir, HUAWEI FreeClip 2 Bawa Desain C-Bridge Lebih Ringan

    Daya Tahan Baterai dan Promo Penjualan

    Dalam hal performa daya, HUAWEI FreeClip 2 menawarkan ketahanan baterai hingga 36 jam jika digabungkan dengan charging case. Perangkat ini juga telah dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat serta sertifikasi IP57.

    Rating ini menjamin ketahanan perangkat terhadap keringat dan cipratan air, menjadikannya pendamping yang andal untuk berbagai skenario penggunaan.

    Konsumen di Indonesia dapat membeli HUAWEI FreeClip 2 mulai 15 Januari 2026 melalui HUAWEI Online Store dan berbagai mitra e-commerce resmi seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada.

    Untuk kanal offline, produk ini tersedia di Huawei Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, dan Digiplus.

    Selama periode peluncuran yang berlangsung hingga 15 Februari 2026, Huawei menawarkan promo bundling eksklusif. Setiap pembelian unit akan mendapatkan keuntungan senilai Rp1.000.000, yang terdiri dari HUAWEI Band 10 dan layanan HUAWEI Loss Care.

    Selain itu, terdapat penawaran diskon tambahan untuk pembelian bundling dengan smartphone atau tablet tipe tertentu.

    Huawei juga menggelar kampanye media sosial bertajuk #NeverFeelNeverFall Challenge mulai 9 Januari hingga 9 Februari 2026.

    Tantangan ini mengajak pengguna untuk membuktikan kenyamanan dan kestabilan desain C-Bridge terbaru dengan total hadiah mencapai Rp17 juta bagi konten terpopuler. (Icha)

  • Huawei Gelar ICT Competition dan Teacher Summit 2025, Ini Targetnya!

    Huawei Gelar ICT Competition dan Teacher Summit 2025, Ini Targetnya!

    Telko.id – Huawei Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan upacara penghargaan untuk Huawei ICT Competition 2025 dan Huawei Teacher Summit 2025 di Huawei Innovation Centre, Jakarta.

    Acara terintegrasi ini memberikan apresiasi kepada akademisi, instruktur, dan mahasiswa berprestasi dari ekosistem Huawei ICT Academy, sekaligus menjadi forum dialog untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri guna memajukan pengembangan talenta digital nasional.

    Perhelatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama, termasuk mitra akademik, instruktur, dan pemenang kompetisi dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Melalui forum ini, Huawei mengangkat diskusi ke tingkat nasional, memastikan wawasan dari para pendidik dan peserta berkontribusi pada upaya kolektif memperkuat sumber daya manusia digital Indonesia.

    Kolaborasi ini menunjukkan model kemitraan berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mempercepat transformasi digital.

    Dalam sambutan kuncinya, Dr. Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengapresiasi komitmen Huawei dalam membina talenta digital melalui platform kompetisi yang memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan di konteks dunia nyata.

    “Pendidikan tinggi harus melampaui kemampuan akademis dan fokus pada menghasilkan talenta adaptif yang menciptakan dampak nyata. Semangat ini sejalan dengan program Dikti Saintek Berdampak dan visi Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia menuju tahun 2045,” ujarnya.

    Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng., Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menegaskan pentingnya memasukkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam kurikulum pendidikan.

    “Didukung oleh standar dan regulasi keterampilan digital nasional, inisiatif ini membantu menjembatani antara kompetensi yang dibutuhkan industri dengan kompetensi lulusan institusi pendidikan,” katanya.

    Qianshihong, Chief of Strategy Huawei Indonesia, mengatakan acara ini menandai tonggak penting dalam upaya kolektif membina tenaga kerja masa depan yang tangguh dan adaptif.

    “Dengan mengakui guru, siswa, dan universitas terbaik kami, kami menciptakan ekosistem yang merayakan keunggulan sekaligus mendorong inovasi dan pembelajaran TIK praktis. Kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan mitra seperti APTIKOM sangat penting dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

    Prof. Husni Teja Sukmana, Ph.D., Sekretaris Jenderal Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), menyambut baik kolaborasi quadruple helix yang telah berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

    “Dengan menyelaraskan kurikulum dengan standar industri dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Huawei telah menunjukkan komitmen kuat untuk menghasilkan talenta digital yang terampil dan memposisikan diri sebagai jembatan penting antara pendidikan dan industri,” ucapnya.

    Andy Victor Pakpahan, MT, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Institut Digital Ekonomi LPKIA (IDE LPKIA), mengatakan, “Kolaborasi kami dengan Huawei Indonesia telah memberikan dampak positif dalam memajukan pendidikan vokasi.

    Melalui Huawei ICT Academy dan inisiatif seperti SMK Go Global dan Teaching Factory, siswa dan pendidik memperoleh akses ke keterampilan yang relevan dengan industri dan peluang global.”

    Daftar Pemenang Huawei ICT Competition 2025

    Dalam acara tersebut, Huawei juga mengumumkan para pemenang ICT Competition Indonesia Final. Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) berhasil meraih Juara 1 pada tiga track sekaligus, yaitu Network Track, Cloud Track, dan Computing Track. Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 pada Innovation Track.

    Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada institusi dan individu yang dinilai memberikan kontribusi signifikan. Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy Support Center (IASC) diberikan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB), APTIKOM, dan Institut Digital Ekonomi LPKIA.

    Universitas Sumatera Utara menerima Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy, sedangkan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang meraih Penghargaan Excellent Rookie ICT Academy.

    Pada kesempatan yang sama, penghargaan Best Performance Teacher dianugerahkan kepada Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, S.Kom., M.Sc. dari Universitas Sumatera Utara dan Mochamad Fahru Rizal S.T., M.T dari Telkom University.

    Penghargaan Women in Tech Instructor diberikan kepada Marlindia Ike Sari, S.T., M.T., juga dari Telkom University, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan talenta digital dan inovasi yang inklusif.

    Upaya pengembangan talenta digital seperti ini juga menjadi fokus berbagai pemain industri lainnya. Seperti dilaporkan Telko.id, Telkomsel dan AWS berhasil mencetak 750 talenta disabilitas yang mahir cloud dan AI, menunjukkan komitmen luas untuk inklusivitas dalam pembangunan SDM digital.

    Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Pendidikan

    Melalui acara terpadu ini, Huawei menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk mendukung ekosistem pendidikan digital Indonesia. Fokusnya adalah membina talenta TIK masa depan melalui kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan pemerintah.

    Model kemitraan quadruple helix yang diusung dianggap krusial untuk menciptakan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

    Penyelarasan kurikulum dengan SKKNI dan kebutuhan industri menjadi kunci dalam mempersiapkan talenta yang relevan. Inisiatif ini sejalan dengan gerakan nasional untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia digital, yang juga tercermin dalam kerja sama strategis lain, seperti kolaborasi antara Telkom dan UGM untuk mengembangkan talenta AI nasional.

    Pengembangan talenta, khususnya bagi kelompok tertentu, terus mendapat perhatian. XL Smart, misalnya, menyatakan fokus pada program Bravo 500 dan pengembangan talenta digital perempuan, menggarisbawahi bahwa pembangunan SDM digital harus bersifat menyeluruh dan merata.

    Acara Huawei ICT Competition dan Teacher Summit 2025 tidak hanya sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga menjadi katalis untuk diskusi strategis tentang masa depan pendidikan TIK di Indonesia.

    Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi Indonesia 2045 yang didukung oleh talenta digital unggul dan inovatif. (Icha)

  • Huawei MatePad 11.5 (2026) Hadir dengan Chipset Baru

    Huawei MatePad 11.5 (2026) Hadir dengan Chipset Baru

    Telko.id – Huawei secara resmi meluncurkan tablet terbaru, MatePad 11.5 (2026), dalam acara peluncuran produk di China pada 23 Desember 2025.

    Tablet ini hadir dengan pembaruan pada prosesor dan menawarkan varian edisi khusus dengan layar anti-silau, memperkaya portofolio perangkat edukasi dan produktivitas mereka.

    Peluncuran ini merupakan bagian dari serangkaian pengumuman produk baru Huawei, yang juga mencakup seri smartphone nova 15 dan smartwatch Watch 5 Edisi Ulang Tahun ke-10. MatePad 11.5 (2026) secara desain dan spesifikasi inti masih sangat mirip dengan model 2025 yang diperkenalkan Juli lalu, namun membawa penyegaran pada bagian dapur pacu.

    Huawei MatePad 11.5 (2026) goes official

    Spesifikasi layar tetap menjadi andalan. Tablet ini mengusung panel IPS LCD berukuran 11,5 inci dengan resolusi tinggi 2.456 x 1.600 piksel. Layar tersebut mendukung refresh rate hingga 120Hz untuk pengalaman visual yang lebih halus dan memiliki tingkat kecerahan puncak 600 nits.

    Yang menarik, Huawei menyediakan pilihan varian Soft Light Edition yang dilengkapi lapisan anti-glare pada layarnya, dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya dan meningkatkan kenyamanan penggunaan dalam waktu lama.

    Perbedaan utama antara varian reguler dan Soft Light terletak pada chipset yang digunakan. Varian Soft Light Edition ditenagai oleh prosesor Kirin T82, sementara opsi reguler menggunakan chipset Kirin T82B.

    Kedua model tersebut berjalan pada sistem operasi HarmonyOS 5.1 terbaru Huawei, yang dilengkapi berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) dan sistem AI Health Learning 2 untuk pengalaman belajar yang lebih personal.

    Untuk mendukung aktivitas konferensi video dan dokumentasi sederhana, Huawei membekali MatePad 11.5 (2026) dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP.

    Daya tahan baterai menjadi salah satu poin kuat dengan kapasitas besar 10.100mAh yang mendukung pengisian cepat 40W. Fitur pendukung lainnya mencakup konektivitas Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, dan empat speaker untuk output audio yang lebih imersif.

    Tablet ini tersedia dalam empat pilihan warna: Deep Space Gray, Frost Silver, Feather Sand Purple, dan Island Blue. Saat ini, pre-order untuk Huawei MatePad 11.5 (2026) telah dibuka di China melalui toko online resmi Huawei Vmall dan beberapa penjual online lainnya. Penjualan resmi akan dimulai pada tanggal 25 Desember 2025.

    Harga menjadi daya tarik utama. Untuk varian reguler dengan konfigurasi 8GB RAM dan 128GB penyimpanan (hanya Wi-Fi), Huawei memasang harga mulai CNY 1.799 atau setara dengan sekitar $255 (sekitar Rp4 jutaan).

    Sementara itu, varian Soft Light Edition ditawarkan dalam beberapa pilihan: 8GB/128GB seharga CNY 2.099 (~$295), 8GB/256GB seharga CNY 2.299 (~$325), dan 12GB/256GB dengan harga CNY 2.799 (~$395).

    Kehadiran MatePad 11.5 (2026) memperkuat jajaran tablet Huawei yang berfokus pada segmen menengah.

    Sebelumnya, Huawei juga telah meluncurkan Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition yang menawarkan pengalaman tulis layaknya di atas kertas, serta Huawei MatePad SE 11 Kids Edition yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan konten edukatif dan pengawasan orang tua.

    Huawei MatePad 11.5 (2026) goes official

    Peluncuran ini menunjukkan komitmen Huawei dalam menghadirkan perangkat dengan sistem operasi HarmonyOS di berbagai segmen. Seperti diketahui, Huawei juga pernah mengeksplorasi kerja sama dengan sistem operasi lain, seperti yang diberitakan dalam laporan mengenai Tablet Huawei Pakai Aurora OS Buatan Rusia. Namun, untuk lini MatePad terbaru ini, HarmonyOS 5.1 tetap menjadi pilihan utama.

    Dengan spesifikasi yang ditingkatkan, khususnya pada varian Soft Light Edition yang ditujukan untuk mengurangi ketegangan mata, Huawei MatePad 11.5 (2026) diposisikan sebagai perangkat pendukung produktivitas dan belajar hybrid.

    Keberhasilan penjualannya di pasar China akan menjadi indikator awal sebelum kemungkinan diluncurkan di pasar global lainnya. (Icha)

  • Huawei & Blibli Buka Experience Store Baru di Bekasi dan Cirebon

    Huawei & Blibli Buka Experience Store Baru di Bekasi dan Cirebon

    Telko.id – Huawei Device Indonesia bersama PT Global Teknologi Niaga Tbk (Blibli) secara resmi membuka dua HUAWEI Experience Store baru di Bekasi dan Cirebon.

    Pembukaan serentak di Living World Grand Wisata Bekasi dan Cirebon Superblock ini berlangsung pada 20 Desember 2025, memperluas akses konsumen untuk merasakan langsung ekosistem produk teknologi Huawei.

    Lilyana Dewi, Business Development Director Blibli, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis.

    “Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memaksimalkan ekosistem Blibli Tiket, yang mengintegrasikan platform e-commerce Blibli dengan layanan perjalanan Tiket.com, untuk memperluas akses konsumen terhadap berbagai inovasi Huawei,” ujarnya.

    Setiap pembelian produk di toko baru ini dilengkapi dengan Perlindungan Lengkap gratis selama enam bulan dan Blibli Tiket Rewards yang dapat digunakan di seluruh ekosistem Blibli Tiket.

    Jason Chen, Sales Director Huawei Device Indonesia, menekankan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman teknologi yang komprehensif.

    “Lebih dari sekadar smartphone dan tablet, Huawei berkomitmen menghadirkan ekosistem teknologi lengkap mulai dari perangkat wearable, audio, hingga smart devices. Bersama mitra ritel terpercaya seperti Blibli, kami ingin memberikan produk inovatif dengan pengalaman belanja yang nyaman, profesional, dan sesuai gaya hidup modern,” kata Chen.

    Acara grand opening di Living World Grand Wisata Bekasi dimeriahkan dengan prosesi pemotongan pita dan tumpeng. Turut hadir jajaran manajemen dari Huawei, Blibli, dan perwakilan Living World Grand Wisata, termasuk Sylvia Cong selaku Retail Director Huawei Device Indonesia dan Kenny Winner selaku General Manager Blibli.

    Untuk merayakan pembukaan, Huawei menghadirkan beragam promo eksklusif yang berlaku dari 20 hingga 31 Desember 2025. Konsumen berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp2.400.000, program tukar tambah dengan tambahan cashback hingga Rp2.000.000, serta fasilitas cicilan 0% dari berbagai mitra perbankan.

    Promo spesial juga diberikan untuk produk tertentu. Pembeli HUAWEI Nova 13 Pro akan mendapatkan HUAWEI Freebuds 6 (46mm Black) senilai Rp2.199.000. Sementara itu, konsumen yang membeli HUAWEI Watch Fit 4 Series atau GT 6 Series akan mendapatkan Huawei Router BE3 dan tiga bulan membership Huawei Health+. Hadiah tambahan berupa produk audio dan aksesori juga disiapkan selama periode grand opening.

    Kehadiran dua HUAWEI Experience Store ini menegaskan ekspansi strategis Huawei dalam memperkuat jaringan ritel fisiknya di Indonesia. Konsep toko ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung yang mendalam, di mana konsumen dapat mencoba dan merasakan integrasi antar perangkat dalam ekosistem Huawei, seperti smartphone, wearable, dan perangkat audio.

    Langkah ini sejalan dengan tren peningkatan permintaan akan perangkat teknologi yang saling terhubung. Dengan membuka akses langsung di pusat perbelanjaan strategis seperti Living World Grand Wisata dan Cirebon Superblock, Huawei dan Blibli menargetkan segmen konsumen urban yang mengutamakan pengalaman belanja terpadu dan layanan purna jual yang terjamin.

    Perluasan jaringan ritel fisik ini juga memperkuat kolaborasi antara Huawei dan Blibli di luar ranah digital. Integrasi dengan ekosistem Blibli Tiket memberikan nilai tambah unik, menggabungkan keunggulan produk teknologi dengan benefit dari platform e-commerce dan layanan perjalanan dalam satu paket pembelian.

    Konsumen yang tertarik untuk mengunjungi dapat menemukan HUAWEI Experience Store di Living World Grand Wisata Bekasi, Lantai 2, dan di Cirebon Superblock, Lantai 1. 

    Dengan hadirnya toko baru ini, Huawei semakin mendekatkan portofolio produk inovatifnya, termasuk seri flagship terbaru seperti HUAWEI Pura 80 Series yang menghadirkan inovasi kamera terdepan, kepada masyarakat di wilayah Bekasi dan Cirebon.

    Pembukaan toko ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Huawei di Indonesia. Sebagai salah satu pemain utama di industri teknologi, Huawei terus berinvestasi dalam menghadirkan solusi yang mendukung perkembangan gaya hidup digital masyarakat. Keberadaan experience store diharapkan dapat menjadi hub tidak hanya untuk penjualan, tetapi juga edukasi dan dukungan bagi pengguna setia Huawei.

    Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengamat ritel. Ekspansi fisik di tengah pertumbuhan pasar digital dinilai sebagai strategi omnichannel yang tepat untuk membangun engagement yang lebih kuat dengan konsumen. Pengalaman langsung di toko dianggap mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan, terutama untuk produk teknologi tinggi.

    Dengan berbagai promo menarik yang ditawarkan, Huawei dan Blibli berharap dapat menarik minat pembeli di akhir tahun 2025. Promo grand opening tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga memperkenalkan layanan tambahan seperti Perlindungan Lengkap yang menjadi diferensiasi dalam layanan purna jual.

    Langkah ini memperkuat posisi HUAWEI Pura 80 Pro dengan sensor kamera 1 inci dan produk lainnya di pasar yang kompetitif.

    Ke depan, kolaborasi antara Huawei dan Blibli berpotensi untuk terus dikembangkan, baik dalam perluasan jaringan toko fisik maupun inovasi layanan terintegrasi.

    Fokus pada ekosistem produk dan pengalaman konsumen yang holistik menjadi kunci dalam strategi penetrasi pasar kedua perusahaan tersebut. Keberhasilan pembukaan di Bekasi dan Cirebon dapat menjadi tolok ukur untuk ekspansi ke kota-kota lainnya di Indonesia.

    Bagi masyarakat di sekitar Bekasi dan Cirebon, kehadiran HUAWEI Experience Store memberikan kemudahan akses untuk menjelajahi teknologi terbaru.

    Mulai dari smartphone dengan kemampuan fotografi mutakhir seperti yang diusung HUAWEI Pura 80 Series dengan inovasi zoom revolusioner, hingga perangkat wearable dengan ketahanan baterai lama, semua dapat dijelajahi dalam satu lokasi yang nyaman dan representatif. (Icha)

  • HUAWEI FreeBuds 7i Hadirkan ANC Super dan Baterai Panjang

    HUAWEI FreeBuds 7i Hadirkan ANC Super dan Baterai Panjang

    Telko.id – HUAWEI secara resmi meluncurkan HUAWEI FreeBuds 7i di Indonesia. Peluncuran ini menjawab tren gaya hidup, di mana 52% Gen Z mendengarkan musik saat bepergian dan 34% lainnya menikmati musik saat bekerja.

    Ya, HUAWEI FreeBuds 7i dirancang untuk mendampingi berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan pagi, bekerja di tempat ramai, hingga waktu santai.

    Headphone ini mengusung teknologi audio yang diklaim mampu memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih jernih dan fokus.

    Kualitas Audio dan ANC untuk Segala Situasi

    Fitur utama HUAWEI FreeBuds 7i adalah Active Noise Cancellation (ANC) 4.0 yang mampu meredam kebisingan hingga 55dB.

    Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk lebih fokus mendengarkan musik atau podcast di lingkungan yang ramai, seperti saat commuting atau bekerja di coworking space.

    Content image for article: HUAWEI FreeBuds 7i Resmi di Indonesia, ANC 55dB dan Baterai 35 Jam

    Untuk pengalaman multimedia, FreeBuds 7i dilengkapi dengan audio 3D imersif yang dilengkapi head tracking. Fitur ini bertujuan membuat suara dalam film terasa seperti home theater mini, musik lebih hidup, dan gameplay lebih presisi.

    Kualitas panggilan juga menjadi perhatian, dengan kombinasi enam mikrofon dan bone conduction mic yang didukung AI Call Noise Cancellation.

    Sistem ini diklaim mampu meredam gangguan suara latar hingga 90dB, menjaga kejelasan suara pengguna saat menelepon di kafe, transportasi umum, atau ruang kerja yang bising.

    Ketahanan dan Konektivitas untuk Aktivitas Panjang

    Dari sisi ketahanan, HUAWEI FreeBuds 7i menawarkan baterai total hingga 35 jam dengan casing charger-nya. Untuk situasi mendadak, fast charging selama 10 menit dapat memberikan tambahan waktu pakai.

    Earphone ini juga telah memiliki sertifikasi tahan debu dan percikan air (IP54), membuatnya cocok untuk olahraga atau aktivitas di luar ruangan.

    Content image for article: HUAWEI FreeBuds 7i Resmi di Indonesia, ANC 55dB dan Baterai 35 Jam

    Konektivitas didukung oleh fitur Dual-Device Connection, yang memungkinkan FreeBuds 7i terhubung ke dua perangkat sekaligus. Produk ini kompatibel dengan HarmonyOS, Android, dan iOS, memastikan fleksibilitas penggunaan di berbagai ekosistem perangkat.

    Fleksibilitas ini sejalan dengan tren perangkat pendukung produktivitas seperti laptop dengan desain ringan yang mudah dibawa ke mana-mana.

    Desain, Kenyamanan, dan Penawaran Pembelian

    HUAWEI FreeBuds 7i hadir dalam tiga pilihan warna: Pink, White, dan Black. Setiap earbud memiliki bobot 5,4 gram dan dilengkapi dengan ear tip dalam berbagai ukuran (XS hingga L) untuk menyesuaikan dengan bentuk telinga pengguna yang berbeda.

    True Wireless Stereo (TWS) ini hadir dengan harga mulai dari Rp899.000 dan menawarkan fitur Active Noise Cancellation (ANC) 4.0 hingga 55dB, audio 3D imersif, serta ketahanan baterai total hingga 35 jam.

    Produk ini tersedia secara eksklusif online mulai 5 Desember 2025 melalui HUAWEI Online Store dan berbagai mitra e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, dan Lazada. (icha)

  • Huawei Mate 80 Pro Max, Layar Dual-Layer OLED Pertama di Industri

    Huawei Mate 80 Pro Max, Layar Dual-Layer OLED Pertama di Industri

    Telko.id – Huawei secara resmi meluncurkan seri Mate 80 di China hari ini, dengan Huawei Mate 80 Pro Max menjadi puncak dari jajaran tersebut.

    Ponsel ini diklaim sebagai perangkat Mate paling bertenaga dan paling tahan lama dari Huawei, menampilkan bodi logam penuh, layar OLED dual-layer baru, dan konektivitas satelit.

    Huawei menyatakan Mate 80 Pro Max dibangun dengan bodi logam penuh dan dilapisi kaca Kunlun generasi kedua di bagian depan.

    Konfigurasi ini diklaim meningkatkan ketahanan terhadap jatuh hingga 20 kali lipat, meningkatkan ketahanan terhadap tekukan sebesar 20 persen, dan menggandakan ketahanan terhadap goresan dibandingkan generasi sebelumnya. Ponsel ini juga memiliki peringkat ketahanan debu dan air IP69 dan IP68.

    Huawei Mate 80 Pro Max dengan bodi logam penuh dan desain premium

    Lebih mengesankan lagi, Huawei Mate 80 Pro Max merupakan smartphone pertama di industri yang memiliki layar OLED dual-layer.

    Hasilnya, perangkat ini dapat mencapai kecerahan puncak 8000 nits. Struktur dual-layer disebut menawarkan efisiensi yang besar dan kontras pandangan yang lebih baik.

    Layar berukuran 6,9 inci ini memiliki refresh rate 120Hz, gamut warna 10-bit, PWM dimming frekuensi tinggi 1440Hz, dan touch sampling rate 300 Hz.

    Seluruh jajaran Mate 80 juga mencakup pengaturan ToF 3D penuh di bagian depan untuk biometrik. Ini menggabungkan pengirim pendeteksi kedalaman, penerima pendeteksi kedalaman, dan kamera depan 13MP ke dalam apa yang disebut Huawei sebagai desain sadar postur AI.

    Intinya, ini seharusnya mengenali wajah dengan lebih akurat dan melacak pergerakan tubuh dengan lebih presisi.

    Di sisi performa, ponsel baru ini ditenagai oleh chip Kirin 9030 Pro bersama dengan Huawei Ark Graphics Engine. Huawei mengatakan Mate 80 Pro Max 45 persen lebih smooth dan memuat aplikasi 34 persen lebih cepat dibandingkan seri Mate 70 tahun lalu.

    Ponsel ini juga mendukung akselerasi rendering 3DGS dan ray tracing yang dipercepat perangkat keras yang mampu mencapai 20 juta ray per detik, yang seharusnya meningkatkan pengalaman gaming, rendering video, dan motion graphics.

    Tampilan layar Huawei Mate 80 Pro Max dengan teknologi OLED dual-layer

    Huawei menyatakan Mate 80 Pro Max menawarkan integrasi tertinggi sistem komunikasi di smartphone mana pun. Perangkat ini mendukung Wi-Fi 7 Plus, jaringan seluler standar, komunikasi satelit Tiantong, dan pesan satelit Beidou.

    Huawei memposisikan ini sebagai “jaringan darat + jaringan langit + tanpa jaringan,” dengan dukungan komunikasi darurat 700MHz dalam situasi di mana jaringan operator tidak tersedia.

    Sistem Kamera Maple Leaf Generasi Kedua

    Mate 80 Pro Max diluncurkan dengan Huawei Maple Leaf Imaging System generasi kedua. Sistem ini dibangun di sekitar sensor pencitraan utama yang didesain ulang dengan piksel setara 2,45μm dan mengklaim peningkatan 96 persen dalam total asupan cahaya.

    Huawei mengatakan ponsel ini menawarkan dynamic range 300 persen lebih tinggi berkat sistem fusi real-time ganda, dan dapat merasakan warna lebih akurat melalui susunan spektral yang ditingkatkan.

    Kamera utama sendiri adalah sensor RYYB 50 megapiksel, 1/1,28 inci dengan aperture variabel 10-stop yang dapat bergeser antara f/1.4 dan f/4.0. Ada juga kamera ultrawide RYYB 40MP, telephoto makro 50MP dengan zoom optik 4x, dan periskop kedua 50MP dengan zoom optik 6,2x dan zoom “kualitas optik” hingga 12,4x. Jika itu belum cukup, ponsel ini juga mendukung teleconverter 3,3x melalui kit aksesori tambahan baru.

    Sistem kamera Huawei Mate 80 Pro Max dengan berbagai lensa

    Sebagai perbandingan dengan pesaing, Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max juga menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, meski dengan pendekatan teknologi yang berbeda.

    Huawei terus berinovasi dalam hal ketahanan perangkat, berbeda dengan Huawei P30 Lite yang lebih berfokus pada segmen menengah.

    Varian Ultimate Design dan Harga

    Jika Pro Max masih belum cukup, Huawei memiliki sesuatu yang lebih premium: Mate 80 RS | Ultimate Design. Versi terbatas ini membangun dari hardware Pro Max, menambahkan desain yang lebih mewah, dan memaksimalkan memori hingga 20GB.

    Huawei Mate 80 Pro Max dimulai dari 7.999 yuan (sekitar $1.100) untuk model 16GB + 512GB, sementara varian 16GB + 1TB dihargai 8.999 yuan (sekitar $1.240).

    Mate 80 RS | Ultimate Design hadir dengan RAM 20GB dan penyimpanan 512GB atau 1TB, masing-masing dihargai 11.999 yuan ($1.650) dan 12.999 yuan ($1.790). Kedua model akan mulai dijual pada 28 November.

    Perbandingan desain Huawei Mate 80 Pro Max dan varian Ultimate Design

    Peluncuran seri Mate 80 ini menunjukkan komitmen Huawei dalam menghadirkan inovasi di tengah persaingan ketat pasar smartphone global.

    Seperti yang pernah terjadi pada kompetisi antara Huawei P30 Pro dan Xiaomi Mi 9, inovasi di segmen flagship terus menjadi pembeda utama antar merek.

    Huawei Mate 80 Pro Max dalam berbagai angle dan warna yang tersedia

    Kehadiran Mate 80 Pro Max dengan teknologi layar dual-layer OLED dan ketahanan ekstrem menandai babak baru dalam evolusi smartphone flagship.

    Integrasi komunikasi satelit yang komprehensif juga membuka peluang baru untuk konektivitas di area terpencil dan situasi darurat. (Icha)

  • Sttt, Ini Bocoran Spesifikasi Huawei Mate X7, Rilis November

    Sttt, Ini Bocoran Spesifikasi Huawei Mate X7, Rilis November

    Telko.id – Huawei dikabarkan akan meluncurkan seri smartphone Mate 80 pada November mendatang di China.

    Spekulasi juga berkembang bahwa brand tersebut berencana meluncurkan ponsel lipat Huawei Mate X7 dalam bulan yang sama, kemungkinan bersamaan dengan jajaran Mate 80.

    Bocoran terbaru dari tipster terpercaya Digital Chat Station mengungkap spesifikasi kunci ponsel lipat mendatang ini.

    Menurut Digital Chat Station, Huawei Mate X7, yang memiliki kode nama Delphi, secara tentatif dijadwalkan rilis pada November.

    Prototipe rekayasa perangkat ini dilaporkan dilengkapi dengan layar lipat 7,95 inci dengan resolusi sekitar 2K.

    Layarnya mengombinasikan teknologi Colour-on-Encapsulation (COE) untuk visual yang hidup, LTPO untuk refresh rate adaptif yang meningkatkan efisiensi daya, dan Ultra-Thin Glass (UTG) untuk daya tahan lebih baik serta pengalaman melipat yang lebih mulus.

    Ilustrasi ponsel lipat Huawei Mate X7 dengan layar besar dan desain premium

    Di bagian dapur pacu, Huawei Mate X7 diperkirakan akan menggunakan chipset Kirin 9030 yang baru. Kabarnya, model Mate 80 Pro juga akan dilengkapi dengan SoC yang sama.

    Tipster menambahkan bahwa Mate X7 akan menawarkan baterai lebih besar, sistem kamera yang ditingkatkan, serta desain yang lebih ringan dan tipis. Laporan lain menyebut perangkat ini mungkin membawa baterai berkapasitas sekitar 5.500mAh.

    Bocoran baru ini juga menyatakan bahwa perangkat akan hadir dalam lima warna, yaitu Obsidian Black, Phantom Purple, Cosmic Red, Cloud Blue, dan Cloud White. Ini menunjukkan variasi pilihan yang menarik bagi calon pengguna.

    Pada Juli lalu, tipster yang sama mengklaim bahwa Huawei sedang menguji dua sensor kamera berbeda untuk Mate X7. Satu dengan sensor 50 megapiksel berukuran 1/1,56 inci, dan lainnya dengan sensor sedikit lebih besar berukuran 1/1,3 inci. Keduanya dikatakan mendukung aperture variabel fisik.

    Perangkat ini juga disebutkan akan menampilkan kamera telephoto periskop 50 megapiksel dengan kemampuan makro dan sensor multispektral untuk meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan.

    Rencana peluncuran Huawei Mate X7 ini memperkuat posisi perusahaan dalam pasar ponsel lipat premium.

    Dengan spesifikasi yang diungkap, perangkat ini diproyeksikan menjadi pesaing serius di segmen foldable. Inovasi pada layar dan sistem kamera menjadi fokus utama pengembangan produk ini.

    Peluncuran Mate X7 juga akan memperkaya portofolio produk lipat Huawei, yang sebelumnya telah menghadirkan model-model seperti yang dibahas dalam artikel sebelumnya tentang Huawei Mate X7.

    Selain ponsel, Huawei juga aktif mengembangkan perangkat tablet seperti Huawei MatePad 11.5 S dan Huawei MatePad SE dengan HarmonyOS 3.0.

    Dengan jadwal peluncuran yang semakin dekat, industri teknologi menanti konfirmasi resmi dari Huawei mengenai spesifikasi dan tanggal pasti peluncuran Mate X7.

    Perkembangan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi produk Huawei di pasar global, termasuk melalui kolaborasi seperti kerjasama dengan Strava dalam 21-Day Fitness Challenge. (Icha)