Kategori: Berita Huawei

  • Huawei Rilis Ai Glasses, Tantang Ray-Ban Meta

    Huawei Rilis Ai Glasses, Tantang Ray-Ban Meta

    Telko.id – Huawei resmi luncurkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menantang dominasi Meta di segmen wearable, khususnya lini Ray-Ban smart glasses.

    Perangkat ini menjadi bagian dari tren baru di industri, di mana kacamata mulai bertransformasi menjadi device AI yang bisa dipakai sehari-hari.

    Melansir dari Kompas Tekno, perangkat wearable ini dirilis bersama ponsel flagship Pura 90 series pada Senin (20/4/2026).

    Huawei AI Glasses hadir degan desain yang cukup minimalis, terlihat dari seperti kacamata pada umumnya.

    Namun kebanyakan smart glasses, perangkat ini dilengkapi dengan kamera 12MP di tepi kanan dan kiri bingkainya, speaker terintegrasi, serta chip AI yang memungkinkan berbagai fungsi pintar langsung dari kacamata.

    Perangkat ini didesain ringan dengan bobot total hanya 35,5 gram tanpa lensa atau 47 grram dengan lensa, sehingga diklaim terasa seperti menggunakan kacamata biasa, walaupun menggunakan engsel titanium yang diklaim mampu meningkatkan stabilitas hingga 21 persen dibandingkan produk sejenis.

    Baca Juga:

    Bobotnya sendiri lebih ringan dibanding saingannya Ray-Ban Meta AI Gen 2 seberat 50-53 gram.

    Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan AI yang terintegrasi, termasuk penerjemah real-time, perintah suara, hingga interaksi berbasis konteks visual. Perangkat ini juga memiliki amplitude getaran efektif 0,65 mm dengan area getar seluas 120 mm persegi.

    Hal ini membuat kacamata Huawei tidak hanya berfungsi sebagai alat rekam atau audio, tetapi juga sebagai asisten digital yang bisa membantu aktivitas sehari-hari secara hands-free.

    Huawei klaim bahwa desain kacamata pintarnya menggunakan struktur ‘Golden Triangle’. Struktur ini dibuat berdasarkan analisis lebih dari 300.000 bentuk kepala di Asia hingga akan pas dan nyaman dipakai diberbagai pengguna.

    Ditenagai dengan chip AI buatan Huawei, tetapi rinciannya tidak diperjelas. Perusahaan asal China ini hanya mengklaim bahwa chip itu membuat kacamata ini mampu merespons interaksi berbasis suara nyaris secara instan.

    Didukung juga dengan asisten digital ‘Huawei Xiaoyi’. Pengguna bisa bertanya beragam hal yang dilihat lewat kacamata ke asisten AI tersebut. Bahkan, kacamata ini juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan pembayaran Alipay.

    Dibekali baterai yang cukup untuk bertahan hingga sembilan jam untuk pemutaran musik non-stop dalam pemakaian normal.

    Huawei AI Glasses baru tersedia di China dalam tiga opsi warna, yaitu Titanium Silver Gray, Shimmering Silver, dan Modern Black. Varian silver gray dan modern black dibanderol dengan harga 2.499 yuan (sekitar Rp 6,2 juta), sementara varian shimmering silver dipatok harga 2.899 yuan (sekitar Rp 7,2 juta), dilansir dari Gizmochina, Kamis (23/04/2026).

  • HUAWEI FreeBuds Pro 5 Harga Rp 2,99 Juta, Ini Kelebihan nya!

    HUAWEI FreeBuds Pro 5 Harga Rp 2,99 Juta, Ini Kelebihan nya!

    Telko.id – Huawei secara resmi meluncurkan TWS flagship terbarunya, HUAWEI FreeBuds Pro 5, di Indonesia.

    Perangkat audio nirkabel ini hadir dengan janji pengalaman audio premium, panggilan jernih, dan peredam bising canggih untuk mendukung gaya hidup modern. Peluncuran ini menegaskan posisi Huawei di segmen wearable audio.

    HUAWEI FreeBuds Pro 5 dirancang sebagai solusi true wireless stereo andal yang mendukung produktivitas dan hiburan secara mulus.

    Perangkat ini menawarkan empat pilar utama: kualitas audio superior, komunikasi yang jernih, kenyamanan maksimal, dan konektivitas yang fleksibel.

    Keunggulan pertama yang diusung adalah teknologi Dual-Engine AI Noise Cancellation. Ini merupakan pertama kalinya Huawei menyematkan fitur tersebut pada TWS-nya.

    Kombinasi low-frequency dynamic driver dan high-frequency micro planar diaphragm memungkinkan peredaman kebisingan frekuensi rendah dan tinggi secara lebih efektif.

    Didukung MIMO AI sensing model, prosesor baru, dan mikrofon digital ultra-HD, FreeBuds Pro 5 mampu memproses noise hingga 400.000 kali per detik.

    Huawei mengklaim performa noise cancellation meningkat hingga 220% dibanding generasi sebelumnya. Perangkat ini juga memiliki Awareness Mode yang lebih canggih untuk meningkatkan naturalitas suara sekitar hingga 100%, memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan lingkungan tanpa melepas earbud.

    Content image for article: HUAWEI FreeBuds Pro 5 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2,99 Juta

    Untuk kualitas suara, HUAWEI FreeBuds Pro 5 mengandalkan teknologi Ultra Immersive Sound. Perangkat ini dilengkapi dual digital signal processor (DSP), digital-to-analog converter (DAC), serta dual driver khusus untuk frekuensi tinggi dan rendah. Konfigurasi ini bertujuan menghasilkan suara yang lebih presisi dan seimbang.

    Dukungan ultra-linear dual-magnet unit dan ultra-thin micro planar diaphragm menghadirkan detail trebel yang lebih baik serta dentuman bass yang dalam dan kaya.

    FreeBuds Pro 5 mendukung pengalaman audio lossless hingga 2.3Mbps dengan transmisi 48kHz/24bit untuk kejernihan dan detail maksimal.

    Aspek panggilan juga menjadi fokus utama. HUAWEI FreeBuds Pro 5 mengandalkan kombinasi triple-mic dan bone-conduction microphone untuk menangkap suara pengguna dengan lebih akurat sambil mengurangi gangguan bising sekitar.

    Kemampuannya dioptimalkan untuk penggunaan outdoor dengan penangkapan suara hingga 100 dB dan ketahanan terhadap gangguan angin hingga 10 m/s.

    Dari sisi kenyamanan, HUAWEI FreeBuds Pro 5 mengusung desain Ergonomic Secure Fit yang diklaim lebih ringan, pas, dan nyaman untuk penggunaan lama.

    Perangkat ini dilengkapi sertifikasi ketahanan debu dan air IP57 pada earbud dan IP54 pada charging case. Fitur konektivitas dual-device memungkinkan perangkat terhubung ke dua perangkat sekaligus untuk perpindahan audio yang mulus, dengan dukungan lintas platform termasuk iOS dan Android.

    HUAWEI FreeBuds Pro 5 akan tersedia di Indonesia mulai 24 April 2026 dengan harga Rp 2.999.000. Perangkat dapat dibeli melalui HUAWEI Official Store dan berbagai platform e-commerce resmi seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, TikTok Shop, dan Lazada.

    Selama periode promosi 24 April hingga 24 Mei 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan penawaran spesial, termasuk 1 Tahun Lost Worry Free senilai Rp 500 ribu atau diskon setengah harga untuk pembelian satu earbud pengganti.

    Peluncuran HUAWEI FreeBuds Pro 5 ini memperkaya portofolio wearable audio Huawei yang telah mencakup berbagai segmen, dari flagship hingga entry-level.

    Inovasi pada FreeBuds Pro 5 menunjukkan fokus Huawei dalam menghadirkan teknologi audio canggih yang terintegrasi dengan ekosistem perangkatnya, seperti yang juga terlihat pada lini smartwatch terbaru mereka.

    Komitmen terhadap riset dan pengembangan di bidang audio nirkabel terus menjadi prioritas bagi brand asal Tiongkok ini. (Icha)

  • Huawei Mate 80 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Harga Rp16,9 Juta

    Huawei Mate 80 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Harga Rp16,9 Juta

    Telko.id – Huawei secara resmi mengakhiri jeda lebih dari tiga tahun untuk seri Mate di Indonesia dengan meluncurkan HUAWEI Mate 80 Pro.

    Smartphone flagship terbaru ini hadir dengan slogan “See It True”, menawarkan sistem kamera canggih, durabilitas tinggi, dan performa yang dioptimalkan untuk penggunaan jangka panjang. Harga resminya ditetapkan Rp16.999.000.

    Perangkat ini mulai tersedia untuk pre-order atau pembelian pada 24 April 2026. Selama periode promosi 24 April hingga 24 Mei 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan total benefit hingga Rp7,5 juta. Benefit tersebut mencakup bank cashback hingga Rp3 juta dan trade-in cashback hingga Rp2 juta.

    Huawei menyatakan bahwa HUAWEI Mate 80 Pro dirancang sebagai “The True All-Round Flagship”. Smartphone ini mewarisi DNA inovasi seri Mate, yang dikenal sebagai pelopor fitur seperti AI NPU pertama di industri dan reverse wireless charging. Kini, fokusnya adalah pada akurasi warna foto dan ketahanan fisik yang luar biasa.

    Sistem kameranya mengusung teknologi True-to-Colour Camera 2.0 yang bertujuan menghasilkan gambar dengan warna yang akurat dan alami, mendekati kondisi asli.

    Kamera utamanya adalah 50MP Ultra Lighting Camera dengan sensor RYYB berukuran 1/1.28 inci, dirancang untuk kinerja optimal dalam kondisi cahaya rendah.

    Content image for article: Huawei Mate 80 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Harga Rp16,9 Juta

    Fitur adjustable aperture F1.4–F4.0 dan Optical Image Stabilization (OIS) turut mendukung kemampuan low-light photography.

    Huawei mengklaim kemampuan penyerapan cahaya meningkat hingga 96%, menjaga detail dalam berbagai situasi pencahayaan.

    Untuk fotografi jarak jauh dan makro, HUAWEI Mate 80 Pro dilengkapi 48MP Macro Telephoto Camera dengan 4x optical zoom.

    Kamera ini mampu mengambil gambar makro dari jarak sedekat 5cm. Sementara itu, kamera ultra-wide 40MP (F2.2, RYYB) menyediakan sudut pandang yang lebih luas.

    Fitur AI Composition yang inovatif juga disematkan untuk membantu pengguna mendapatkan komposisi foto yang rapi dan seimbang secara otomatis, membuat hasil bidikan terlihat lebih profesional.

    Durabilitas menjadi pilar utama lainnya. Huawei merancang Mate 80 Pro dengan filosofi ‘Engineered to Outlast’. Ketahanannya didukung oleh material 2nd Gen Kunlun Glass yang diklaim 20 kali lebih tahan banting daripada kaca standar, serta konstruksi Super Durable Architecture untuk ketahanan benturan.

    Panel belakang menggunakan material Vegan Fibre yang stylish dan tangguh. Smartphone ini memiliki sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 (hingga kedalaman 6 meter) dan IP69, yang membuatnya tahan terhadap kondisi ekstrem suhu dari -20°C hingga 80°C serta semprotan air bertekanan tinggi.

    Secara desain, HUAWEI Mate 80 Pro mempertahankan estetika khas seri Mate dengan Iconic Dual Space Ring Design. Layarnya berukuran 6,75 inci dengan bezel sempit dan desain tepi rata (flat-edged) untuk genggaman yang nyaman dan tampilan yang elegan.

    Di sektor baterai, perangkat ini dibekali kapasitas besar 5750mAh yang didukung teknologi pengisian daya cepat 100W Wired SuperCharge dan 80W Wireless SuperCharge, menjanjikan daya tahan sepanjang hari untuk aktivitas padat.

    Huawei juga mengintegrasikan berbagai teknologi AI untuk pengalaman pengguna yang lebih seamless. Fitur AI Remove memudahkan penghapusan objek yang mengganggu dari foto. AI Best Expression secara otomatis memilih ekspresi terbaik saat selfie atau wefie.

    Kemudahan operasi tanpa sentuh hadir melalui AI Gesture Control, sementara AI Messaging dirancang untuk mempermudah dan mempercepat komunikasi. Fitur-fitur ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas digital sehari-hari.

    Untuk mendukung keputusan pembelian, Huawei menyediakan program cicilan 0% dengan uang muka (DP) 0% dan angsuran mulai dari Rp708.292 per bulan melalui kerja sama dengan Indodana PayLater yang menawarkan gratis 2x cicilan.

    Layanan purna jual eksklusif turut disiapkan, termasuk 1 Tahun 1 Kali Accidental Warranty, penggantian baterai gratis 1 kali dalam 5 tahun, dan penggantian screen protector gratis 4 kali dalam 2 tahun.

    HUAWEI Mate 80 Pro dapat dibeli melalui HUAWEI Store dan berbagai channel online resmi seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, serta erafone.com.

    Untuk pembelian offline, perangkat tersedia di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, Digiplus, Blibli Store, dan mitra ritel resmi Huawei lainnya di seluruh Indonesia.

    Kehadiran HUAWEI Mate 80 Pro menandai babak baru bagi lini flagship Huawei di tanah air. Peluncuran ini juga memperkuat portofolio produk Huawei yang baru-baru ini merilis smartwatch pelari terbarunya. Persaingan di segmen premium semakin ketat dengan kehadiran perangkat seperti foldable flagship dari merek lain.

    Dengan fokus pada fotografi akurat, ketahanan fisik ekstrem, dan pengalaman AI yang terintegrasi, Huawei Mate 80 Pro menawarkan proposisi nilai yang jelas di pasar smartphone high-end Indonesia. Keberhasilan perangkat ini akan diuji dalam menghadapi kompetisi yang semakin dinamis. (Icha)

  • HUAWEI WATCH GT Runner 2 Rp 5,5 Jutaan, Ini Keunggulan nya!

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 Rp 5,5 Jutaan, Ini Keunggulan nya!

    Telko.id – Huawei secara resmi meluncurkan smartwatch khusus pelari, HUAWEI WATCH GT Runner 2, di Indonesia mulai hari ini, 15 April 2026.

    Perangkat wearable ini dibanderol dengan harga Rp 5.499.000 dan menawarkan benefit pembelian eksklusif senilai total hingga Rp 1,5 juta selama periode first sale.

    Peluncuran ini menjawab tren lari yang terus berkembang di Indonesia, di mana pelari modern membutuhkan lebih dari sekadar pelacak aktivitas biasa.

    “HUAWEI WATCH GT Runner 2 dirancang khusus untuk pelari modern, menawarkan akurasi tinggi, panduan latihan cerdas, dan user experience yang lebih personal,” jelas Huawei dalam siaran persnya.

    Pengembangan produk ini melibatkan kolaborasi dengan legenda maraton dunia, Eliud Kipchoge, dan tim lari kelas dunia.

    Periode first sale berlangsung dari 15 April hingga 14 Mei 2026. Konsumen yang membeli dalam periode ini berhak mendapatkan sejumlah benefit menarik, termasuk keanggotaan HUAWEI Health+ selama 12 bulan untuk akses masterclass training lanjutan dan rencana kebugaran personal.

    Paket pembelian juga dilengkapi dengan tambahan satu strap jam berbahan fluoroelastomer, satu unit termos stainless steel, serta perpanjangan garansi selama satu tahun. Huawei turut menyediakan opsi cicilan 0% mulai dari Rp 229.125 per bulan hingga 24 bulan.

    Smartwatch ini dapat dibeli melalui berbagai kanal, baik online maupun offline. Untuk pembelian online, produk tersedia di HUAWEI Official Store, Shopee, Lazada, Tokopedia, TikTok, dan Blibli.

    Sementara untuk pembelian langsung, HUAWEI WATCH GT Runner 2 hadir di jaringan HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli, serta mitra ritel resmi lainnya di seluruh Indonesia.

    Content image for article: HUAWEI WATCH GT Runner 2 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp 5,5 Jutaan

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 mengusung enam keunggulan utama yang dirancang untuk mendukung pelari dari latihan harian hingga hari perlombaan.

    Pertama, smartwatch ini menawarkan sistem penentuan posisi yang ultra presisi (Ultra Precise Positioning System) dengan teknologi 3D Floating Antenna Architecture.

    Teknologi ini menjaga akurasi GPS di berbagai kondisi menantang, seperti di area perkotaan padat, jalur pegunungan, atau bahkan saat melewati terowongan, sehingga merekam rute, jarak, dan kecepatan dengan sangat akurat.

    Kedua, perangkat ini menghadirkan Intelligent Marathon Mode sebagai pelatih digital berbasis data. Fitur yang terinspirasi dari pendekatan atlet profesional ini mencakup personal racing assistant, prediksi performa, strategi pace, hingga pengingat asupan energi.

    Pengguna dapat memilih event lari, menetapkan target, dan mengikuti program latihan bertahap langsung dari smartwatch. Fitur pemantauan lactate threshold juga memungkinkan pengguna mengetahui intensitas latihan optimal tanpa alat tambahan.

    Dari sisi desain, HUAWEI WATCH GT Runner 2 hanya berbobot 43,5 gram berkat penggunaan material Lightweight Titanium, menjadikannya salah satu smartwatch berbahan logam paling ringan di kelasnya.

    Untuk kenyamanan, perangkat ini dilengkapi dengan Kunlun Glass yang tahan benturan serta AirDry woven strap yang breathable dan anti-keringat. Smartwatch ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Dawn Orange, Dusk Blue, dan Midnight Black.

    Content image for article: HUAWEI WATCH GT Runner 2 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp 5,5 Jutaan

    Keunggulan keempat adalah Huawei TruSense System yang didukung algoritma NPU + AI. Sistem ini mampu memantau detak jantung hingga 98% serta indikator penting lainnya seperti variabilitas denyut jantung (HRV), kualitas tidur, dan pemulihan tubuh.

    Data ini membantu pengguna menentukan waktu yang tepat untuk latihan intensif atau istirahat, mengurangi risiko overtraining dan cedera.

    Untuk daya tahan baterai, HUAWEI WATCH GT Runner 2 mengklaim mampu bertahan hingga 14 hari dalam penggunaan harian dan hingga 32 jam dalam mode GPS.

    Kapasitas ini dinilai cukup untuk beberapa sesi maraton bahkan ultramarathon, memberikan ketenangan bagi pelari untuk fokus pada performa tanpa khawatir kehabisan daya.

    Terakhir, smartwatch ini tidak hanya berfungsi sebagai perangkat lari. HUAWEI WATCH GT Runner 2 dilengkapi dengan fitur tambahan seperti NFC dan QR scan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

    Perangkat ini juga memiliki kompatibilitas penuh dengan sistem operasi Android dan iOS, memastikan integrasi yang mulus dalam ekosistem digital pengguna. Dengan demikian, produk ini diposisikan tidak hanya sebagai alat olahraga, tetapi juga bagian dari gaya hidup aktif yang praktis dan terhubung.

    Kehadiran HUAWEI WATCH GT Runner 2 semakin memperkaya pilihan smartwatch performa tinggi di pasar Indonesia. Bagi pelari yang mencari alternatif, beberapa produk seperti Garmin Forerunner 745 juga dikenal dengan fitur pelatihan triatlon yang komprehensif.

    Sementara untuk gaya hidup aktif sehari-hari, opsi seperti Garmin vívoactive 6 dan Garmin Venu X1 menawarkan desain yang stylish dengan fitur kesehatan yang lengkap.

    Peluncuran HUAWEI WATCH GT Runner 2 menandakan komitmen Huawei dalam menghadirkan solusi teknologi wearable yang spesifik dan mendalam untuk segmen pengguna tertentu.

    Pendekatan kolaboratif dengan atlet kelas dunia seperti Eliud Kipchoge menjadi nilai tambah dalam menyusun insight pelatihan yang langsung dapat diaplikasikan.

    Dengan harga yang kompetitif dan paket benefit yang menarik selama periode perkenalan, smartwatch ini diproyeksikan dapat menarik minat komunitas lari Indonesia yang semakin berkembang. (Icha)

  • Huawei Watch GT Runner 2: Upgrade Lari, Rekor Baru

    Huawei Watch GT Runner 2: Upgrade Lari, Rekor Baru

    Telko.id – Pernahkah Anda merasa frustasi karena jam tangan lari Anda gagal mencatat rute dengan akurat di tengah gedung pencakar langit, atau kehabisan baterai tepat di kilometer 30 saat latihan maraton?

    Atau mungkin, Anda hanya lelah dengan desain smartwatch pelari yang terasa berat dan ‘berisik’ di pergelangan tangan?

    Jika iya, maka Anda bukanlah satu-satunya. Dunia lari, dari amatir hingga elit, selalu mencari partner yang tak hanya mengukur, tetapi juga memahami dan membimbing.

    Kini, hadir sebuah jawaban yang diklaim lebih dari sekadar pelacak: HUAWEI WATCH GT Runner 2. Bukan sekadar upgrade, smartwatch ini hadir dengan misi tunggal: mengeluarkan jiwa pelari terbaik dalam diri Anda.

    Lanskap smartwatch khusus pelari telah lama didominasi oleh nama-nama besar dengan pendekatan yang cenderung teknis dan spesifik. Namun, seringkali ada jarak antara data mentah yang direkam dan wawasan yang dapat ditindaklanjuti oleh pelari sehari-hari.

    Di sinilah HUAWEI WATCH GT Runner 2 mencoba masuk, bukan dengan mengikuti arus, tetapi dengan mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah wearable untuk mendukung passion berlari.

    Dengan kolaborasi bersama tim pelari elit dsm-firmenich Running Team, jam tangan ini tidak hanya mengumpulkan angka, tetapi menerjemahkannya menjadi rencana latihan dan strategi balap yang personal.

    Dari desain ultra-ramping berbahan titanium hingga algoritma penentuan posisi yang diklaim 20% lebih akurat, setiap aspek dari GT Runner 2 dirancang untuk menghilangkan hambatan dan memfokuskan Anda pada satu hal: berlari. Apakah janji-janji ini mampu membawa Anda melampaui garis finish rekor pribadi? Mari kita telusuri lebih dalam.

    Desain yang Bernapas: Ringan Seperti Tidak Terasa

    Pertama kali mengenakan HUAWEI WATCH GT Runner 2, Anda mungkin akan terkejut dengan bobotnya. Dengan berat hanya 34.5 gram untuk bodi jam (dan tambahan 9 gram untuk tali HUAWEI AirDry™ woven), jam tangan ini terasa hampir seperti tidak ada di pergelangan tangan. Ketipisannya yang hanya 10.7 mm semakin menegaskan filosofi desain “less is more”.

    Bodi yang terbuat dari paduan titanium kelas dirgantara ini bukan sekadar pilihan material mewah; ini adalah komitmen terhadap daya tahan tanpa mengorbankan kenyamanan.

    Titanium dikenal kuat seperti baja namun hampir 45% lebih ringan, menjadikannya pilihan ideal untuk perangkat yang harus bertahan dari keringat, hujan, dan getaran konstan.

    Kenyamanan ekstra datang dari tali HUAWEI AirDry™ woven yang menyertai. Desain berongganya diklaim meningkatkan sirkulasi udara hingga 25% dibandingkan material sejenis, secara efektif menyerap keringat dan kelembapan. Ini adalah detail kecil yang berdampak besar untuk lari jarak jauh.

    Bagi yang menginginkan pilihan lebih casual, paket penjualan juga menyertakan tali fluoroelastomer yang tak kalah nyaman. Tampilan visualnya pun tak kalah menarik, dengan pilihan warna Dawn Orange, Dusk Blue, dan Midnight Black yang terinspirasi dari momen-momen dalam sehari, mengajak Anda untuk berlari kapan saja.

    Side view of the HUAWEI WATCH GT Runner 2

    Layarnya dilapisi dengan Kunlun Glass Generasi ke-2 yang tipis namun kuat, dengan kecerahan puncak mencapai 3.000 nit. Ini berarti, membaca pace, detak jantung, atau peta di bawah terik matahari langsung bukan lagi masalah.

    Desain yang ringkas dan fungsional ini mengingatkan pada pendekatan beberapa pesaing di kelas premium, seperti Garmin Venu X1 yang juga mengusung ketipisan sebagai nilai jual, atau OPPO Watch S dengan desain rampingnya.

    Intelligent Marathon Mode: Pelatih Pribadi di Pergelangan Tangan

    Inilah jantung dari HUAWEI WATCH GT Runner 2. Intelligent Marathon Mode bukanlah mode latihan biasa; ini adalah sistem manajemen maraton yang komprehensif. Dikembangkan bersama para ahli dari dsm-firmenich Running Team, mode ini dirancang untuk membawa Anda dari garis start hingga finish dengan strategi yang terukur.

    Semuanya dimulai dengan Event Assistant, yang memungkinkan Anda mengakses cepat maraton utama dunia atau membuat acara lari pribadi. Selanjutnya, jam tangan akan menyusun Rencana Latihan Ilmiah yang disesuaikan secara personal dengan kondisi tubuh, performa terkini, dan tanggal acara Anda.

    Yang menarik, rencana ini diklaim dapat menyesuaikan diri secara dinamis, bahkan untuk tujuan yang paling ambisius sekalipun.

    Saat hari-H tiba, Intelligent Marathon Mode berubah menjadi navigator balap Anda. Ia memberikan panduan lari berdasarkan pace atau detak jantung target.

    Data kunci seperti waktu tempuh, perkiraan waktu finis, dan jarak ditampilkan dengan jelas. Fitur yang benar-benar membedakan adalah pengukur pace digital yang menunjukkan secara visual seberapa jauh Anda di depan atau di belakang target pace, hingga ke garis finis.

    Ditambah dengan Pengingat Isi Ulang Energi yang dipersonalisasi, dari persiapan pra-lomba hingga saat berlari, fitur ini bertujuan menjaga stamina Anda tetap di puncak.

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 displaying running metrics

    Setelah berlari, Anda mendapatkan Training Analysis yang mendalam dan Shareable Posters yang stylish untuk merayakan pencapaian.

    Pendekatan holistik ini menawarkan nilai yang serupa dengan smartwatch khusus atlet seperti Garmin Forerunner 745, namun dengan antarmuka dan panduan yang mungkin terasa lebih terintegrasi dan mudah diikuti bagi pelari non-profesional.

    Akurasi Tingkat Tinggi dan Metrik Profesional

    Semua panduan cerdas itu akan percuma jika data dasarnya tidak akurat. HUAWEI mengatasi ini dengan antena 3D floating dan algoritma intelligent converged positioning yang diklaim meningkatkan akurasi penentuan posisi hingga 20% dibanding generasi sebelumnya.

    Teknologi ini dirancang untuk menjaga akurasi pelacakan rute, jarak, dan pace bahkan di lingkungan yang menantang seperti sela-sela gedung tinggi atau terowongan.

    Untuk metrik lanjutan, GT Runner 2 melacak berbagai data profesional yang biasanya ditemukan di perangkat kelas atas. Ini termasuk ambang laktat (lactate threshold), Indeks Kemampuan Lari (Running Ability Index/RAI), intensitas latihan, dan yang semakin populer: daya lari (running power). Running power adalah metrik objektif yang mengukur usaha Anda secara real-time, mirip dengan daya pada sepeda, yang membantu mengatur pace secara lebih efisien di medan naik turun.

    Prediksi Performa juga hadir untuk memperkirakan waktu finis berdasarkan data historis dan fisiologis Anda, membantu menetapkan target yang realistis dan ilmiah.

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 showing advanced running metrics

    Dukungan untuk lebih dari 100 mode olahraga, termasuk mode khusus seperti Trail Run dengan navigasi berbasis peta offline berwarna, Golf dengan peta 17.000+ lapangan global, Freediving hingga 40 meter, dan Wheelchair Mode, menunjukkan fleksibilitasnya yang luas.

    Ini adalah cakupan yang mengesankan, menyaingi smartwatch serba bisa seperti Garmin vívoactive 6 yang juga dikenal dengan ragam mode aktivitasnya.

    Manajemen Kesehatan Komprehensif dan Daya Tahan Baterai

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 memahami bahwa pelari yang baik adalah yang juga memperhatikan pemulihan dan kesehatan secara keseluruhan. Fitur kesehatan komprehensifnya mencakup analisis ECG (elektrokardiogram) dengan laporan 30 detik, Pulse Wave Arrhythmia Analysis untuk memantau risiko A-fib, serta pemantauan variabilitas denyut jantung (HRV) yang penting untuk mengukur tingkat stres dan kesiapan latihan.

    Pelacakan tidur dengan Sleep Breathing Awareness, pengukuran SpO2, hingga identifikasi 12 keadaan emosi melalui wajah jam bunga dinamis, semuanya bertujuan memberikan gambaran holistik tentang kesejahteraan pengguna.

    Fitur keselamatan seperti deteksi jatuh keras dengan panggilan SOS otomatis dan peringatan adaptasi ketinggian (≥2.500 m) menambah lapisan perlindungan ekstra, terutama untuk pelari trail atau pendaki.

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 health monitoring features

    Dan semua fitur canggih ini didukung oleh daya tahan baterai yang solid. Dengan baterai silikon bertumpuk, HUAWEI menjanjikan hingga 32 jam penggunaan dalam mode latihan outdoor dengan penentuan posisi presisi aktif, hingga 7 hari dalam pemakaian normal, dan bahkan 14 hari dalam mode penghematan daya.

    Ini adalah angka yang sangat kompetitif, memastikan Anda tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah latihan panjang atau perjalanan.

    Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Smartwatch, Ini adalah Mitra Berlari

    HUAWEI WATCH GT Runner 2 muncul bukan sebagai produk yang setengah-setengah. Ia dengan jelas memposisikan diri sebagai alat khusus pelari yang serius, namun tanpa mengabaikan elemen desain, kenyamanan, dan kesehatan menyeluruh yang diinginkan pengguna modern.

    Kombinasi desain titanium ultra-ringan, akurasi pelacakan yang ditingkatkan, dan yang terpenting, Intelligent Marathon Mode yang cerdas, menciptakan proposisi nilai yang unik.

    Ia mungkin bukan yang pertama memiliki metrik running power atau analisis ECG, tetapi cara mengintegrasikan semua fitur tersebut ke dalam sebuah ekosistem yang kohesif dan mudah dipahami—dari perencanaan, eksekusi, hingga analisis pasca-lari—adalah keunggulannya.

    Ditambah dengan daya tahan baterai tangguh dan kompatibilitas luas untuk iOS dan Android, GT Runner 2 layak dipertimbangkan oleh siapa pun yang ingin mengubah lari dari sekadar hobi menjadi sebuah perjalanan yang terukur dan penuh pencapaian.

    Seperti motto Eliud Kipchoge yang diadopsinya, “no human is limited”—jam tangan ini hadir untuk membantu Anda membuktikannya, satu langkah, satu data, dan satu rekor pribadi pada suatu waktu. (Icha)

  • Koneksi Satelit Huawei Bakal Hadir di Ponsel dan Jam Tangan

    Koneksi Satelit Huawei Bakal Hadir di Ponsel dan Jam Tangan

    Telko.id – Pernahkah Anda membayangkan bisa mengirim pesan darurat dari puncak gunung atau tengah laut lepas hanya dengan jam tangan yang Anda kenakan?

    Impian yang dulu hanya ada di film fiksi ilmiah itu kini semakin dekat dengan kenyataan. Dan yang menarik, teknologi penyelamat nyawa ini tidak lagi akan menjadi eksklusivitas perangkat mahal.

    Dunia konektivitas seluler sedang berada di ambang perubahan besar. Setelah bertahun-tahun terbatas pada menara BTS, jangkauan jaringan mulai merambah ke langit.

    Teknologi komunikasi satelit, yang sebelumnya hanya untuk militer atau ekspedisi khusus, kini mulai diintegrasikan ke perangkat konsumen. Inisiatif ini dipelopori oleh raksasa seperti Apple dengan Emergency SOS via satellite di iPhone dan Apple Watch.

    Namun, ada satu masalah yang masih mengganjal: aksesibilitas. Fitur canggih ini masih terbatas pada segelintir perangkat flagship dengan harga selangit, menjadikannya barang mewah alih-alih kebutuhan universal.

    Narasi eksklusivitas inilah yang hendak diubah oleh Huawei. Dalam sebuah pernyataan yang berpotensi mengubah lanskap industri, Chairman Huawei, Ken Hu, secara tegas berjanji untuk memperluas jangkauan konektivitas satelit ke lebih banyak produk, termasuk ponsel dan jam tangan dengan harga yang lebih terjangkau.

    Ini bukan sekadar upgrade fitur, melainkan sebuah strategi demokratisasi teknologi yang berani. Jika janji ini terwujud, gelombang baru perangkat “selalu terhubung” akan segera membanjiri pasar, memaksa seluruh industri untuk berbenah.

    Visi Demokratisasi dari Pucuk Pimpinan Huawei

    Komitmen yang disampaikan oleh Ken Hu ini memiliki bobot strategis yang signifikan. Ini adalah pernyataan resmi dari level tertinggi perusahaan, bukan sekadar bocoran atau rumor dari sumber anonim.

    Posisi Hu sebagai Chairman menjadikan pernyataannya sebagai peta jalan resmi yang kemungkinan besar akan diwujudkan dalam portofolio produk Huawei ke depan.

    Frasa “lebih terjangkau” menjadi kunci di sini. Huawei tampaknya tidak hanya ingin mengejar ketinggalan dalam lomba fitur satelit, tetapi justru ingin memimpin dalam hal penyebarannya yang massal.

    Strategi ini cerdik secara bisnis. Alih-alih berkompetisi langsung di segmen high-end yang sudah sangat padat dengan pemain seperti Apple dan Samsung yang juga menggarap konektivitas satelit iPhone, Huawei memilih untuk membidik pasar mid-range dan bahkan entry-level.

    Segmen ini memiliki volume penjualan yang jauh lebih besar dan konsumen yang sangat sensitif terhadap harga. Dengan menawarkan fitur penyelamat nyawa di perangkat yang lebih murah, Huawei membangun nilai proposisi unik yang sulit ditolak.

    Dampak Rantai: Teknologi Chip hingga Layanan Operator

    Ekspansi konektivitas satelit yang masif tidak bisa dilakukan oleh Huawei sendirian. Ini akan mendorong kolaborasi dan inovasi di seluruh rantai pasokan teknologi.

    Vendor chipset, misalnya, akan dipacu untuk mengintegrasikan modem satelit yang lebih efisien dan hemat biaya ke dalam solusi System-on-Chip (SoC) mereka.

    Kita sudah melihat gelagatnya dengan perusahaan seperti MediaTek yang aktif mengembangkan teknologi ini, seperti yang terlihat dari upaya mereka memimpin industri konektivitas satelit 5G dan memamerkannya di ajang MWC 2023.

    Kolaborasi lintas sektor juga akan semakin intens. Kemitraan antara produsen chip, penyedia layanan satelit, dan pembuat perangkat akan menjadi kunci. Sebagai contoh, inisiatif seperti yang dilakukan MediaTek dan Starlink untuk menghadirkan layanan satelit darurat langsung ke ponsel mungkin akan menjadi model yang banyak diadopsi.

    Di sisi lain, perkembangan infrastruktur satelit nasional, seperti peluncuran Satelit Nusantara 5 di Indonesia, membuka peluang untuk layanan yang lebih terlokalisasi dan terjangkau.

    Jam Tangan Pintar: Gadget Penyelamat di Pergelangan Tangan

    Sasaran ekspansi ke jam tangan pintar yang lebih murah mungkin bahkan lebih revolusioner daripada di ponsel. Bayangkan skenario dimana seseorang terjatuh saat hiking sendirian, dan ponselnya hancur.

    Jam tangan pintar dengan koneksi satelit dapat secara otomatis mengirimkan sinyal darurat dan koordinat lokasi.

    Integrasi fitur ini di perangkat wearable menjadikannya alat keselamatan yang selalu melekat pada pengguna, tanpa bergantung pada perangkat lain yang mungkin tertinggal atau rusak.

    Ini akan mengangkat fungsi jam tangan pintar dari sekadar pelacak kebugaran dan notifikasi, menjadi perangkat keselamatan pribadi yang esensial. Bagi market seperti Indonesia dengan geografi kepulauan dan banyak area terpencil, nilai tambah ini sangat besar.

    Huawei, dengan portofolio jam tangan pintarnya yang cukup luas, memiliki peluang emas untuk mendefinisikan ulang kategori wearable dan menciptakan diferensiasi yang kuat di pasar yang semakin kompetitif.

    Tantangan dan Jalan Panjang Menuju Realisasi

    Meski janjinya menggembirakan, jalan menuju konektivitas satelit yang benar-benar terjangkau masih dipenuhi tantangan. Pertama adalah masalah biaya komponen. Modem dan antena satelit masih relatif mahal.

    Huawei perlu menemukan cara untuk menyederhanakan desain atau bernegosiasi volume besar dengan pemasok untuk menekan harga.

    Kedua, konsumsi daya. Komunikasi dengan satelit membutuhkan daya yang besar, yang bisa menggerus baterai perangkat mid-range yang biasanya sudah pas-pasan. Optimasi perangkat lunak dan hardware mutlak diperlukan.

    Ketiga, dan yang paling rumit, adalah ekosistem layanan. Memasang hardware-nya saja tidak cukup. Huawei perlu menjalin kemitraan dengan penyedia layanan satelit di berbagai negara, mengurus regulasi, dan menciptakan model bisnis yang sustainable.

    Apakah layanan ini akan disubsidi, dibundling dengan paket data, atau menjadi layanan berlangganan tersendiri? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab agar teknologi ini tidak hanya ada di atas kertas spesifikasi, tetapi benar-benar berfungsi dan berguna bagi end-user.

    Janji Ken Hu dan Huawei ini ibarat lemparan batu ke kolam yang tenang, gelombang riaknya akan terasa ke seluruh industri. Jika berhasil, Huawei tidak hanya akan menjual lebih banyak ponsel dan jam tangan, tetapi juga memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang peduli pada keselamatan pengguna secara inklusif.

    Gerakan ini memaksa kompetitor untuk memikirkan ulang strategi mereka dalam menghadirkan teknologi canggih. Pada akhirnya, konsumenlah yang diuntungkan.

    Era dimana koneksi satelit adalah fitur mewah perlahan akan berganti. Masa depan, dimana setiap perangkat di saku atau pergelangan tangan Anda memiliki potensi menjadi penyelamat nyawa, sedang mengetuk pintu. Dan kali ini, pintunya terbuka untuk lebih banyak orang. (Icha)

  • Jelang Lebaran, HUAWEI Mate X7 Siap Ramaikan Pasar Foldable

    Jelang Lebaran, HUAWEI Mate X7 Siap Ramaikan Pasar Foldable

    Telko.id – Huawei Device Indonesia secara resmi mengumumkan ketersediaan smartphone foldable flagship terbarunya, HUAWEI Mate X7, di pasar Indonesia.

    Peluncuran ini sengaja dihadirkan bertepatan dengan momentum menjelang Lebaran, menawarkan opsi upgrade bagi masyarakat yang memanfaatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

    Perangkat ini diposisikan sebagai solusi lengkap tanpa kompromi, menggabungkan desain ultra-tipis, sistem kamera unggulan, dan performa andal dalam satu paket.

    HUAWEI Mate X7 hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang mencari perangkat premium dengan teknologi terkini. Setelah sebelumnya diresmikan, kini perangkat ini siap dibeli oleh konsumen yang ingin meningkatkan pengalaman smartphone mereka ke level flagship.

    Huawei menyasar individu yang mengharapkan lebih dari setiap perangkat, dengan menawarkan keseimbangan antara inovasi teknologi dan craftsmanship premium dalam desain yang elegan.

    Perangkat ini dirancang untuk mendukung gaya hidup modern yang dinamis, mulai dari kebutuhan produktivitas, kreativitas, hingga hiburan.

    Dengan pendekatan holistik, HUAWEI Mate X7 tidak hanya dipasarkan sebagai smartphone foldable, tetapi sebagai perangkat flagship premium yang terintegrasi dengan mobilitas pengguna. Kehadirannya di Indonesia menandai komitmen Huawei dalam menghadirkan inovasi terdepan di segmen perangkat lipat.

    Desain Ultra-Tipis dengan Ketangguhan Teruji

    Salah satu daya tarik utama HUAWEI Mate X7 terletak pada desain foldable ultra-tipisnya. Struktur perangkat dirancang agar tetap ramping dan nyaman digenggam, baik dalam kondisi terlipat maupun terbuka, tanpa mengorbankan kekuatan konstruksi.

    Untuk memastikan daya tahan, Huawei melengkapi layar luarnya dengan Kunlun Glass Crystal Armour yang memberikan perlindungan ekstra terhadap benturan dan goresan.

    Content image for article: HUAWEI Mate X7 Siap Ramaikan Pasar Foldable Indonesia Jelang Lebaran

    Sementara itu, layar dalam memiliki struktur tiga lapis ultra-tough yang dirancang khusus untuk meningkatkan ketahanan layar lipat dalam penggunaan intensif sehari-hari.

    Ketangguhan perangkat ini didukung oleh precision hinge berkekuatan 2350 MPa yang menjaga mekanisme lipatan tetap stabil meski digunakan berulang kali.

    Material composite aluminium pada bodi juga diklaim meningkatkan kekuatan hingga 37% dibanding generasi sebelumnya. Perlindungan tambahan datang dari sertifikasi ketahanan air dan debu IP58 serta IP59.

    Sistem Kamera Flagship untuk Setiap Momen

    Menyadari peran smartphone sebagai alat dokumentasi momen berharga, terutama saat liburan dan pertemuan keluarga, HUAWEI Mate X7 dibekali sistem kamera flagship. Teknologi True-to-Color Camera hadir untuk memastikan reproduksi warna yang akurat dan natural, sehingga hasil foto terlihat lebih realistis.

    Untuk kondisi pencahayaan menantang, perangkat ini mengandalkan Ultra Lighting HDR Camera dengan dynamic range hingga 17,5 EV untuk menangkap detail optimal pada area terang dan gelap.

    Fitur unggulan lainnya adalah Telephoto Macro Camera 50MP yang memungkinkan pengambilan foto dari jarak jauh maupun jarak sangat dekat dengan ketajaman yang terjaga. Teknologi ini didukung adjustable aperture dengan sensor LOFIC untuk kontrol cahaya yang lebih presisi.

    Pengguna juga dibantu berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) seperti AI Remove untuk menghapus objek yang tidak diinginkan, AI Best Expression untuk memilih ekspresi terbaik dari serangkaian foto, dan AI Composition untuk saran komposisi gambar yang lebih menarik. Inovasi kamera ini membawa fotografi flagship ke dalam dunia perangkat lipat.

    Sebagai perangkat foldable, HUAWEI Mate X7 menawarkan fleksibilitas penggunaan layar. Layar eksternal tetap nyaman untuk aktivitas sehari-hari seperti membalas pesan atau menelusuri aplikasi.

    Saat dibuka, layar besar yang dihadirkan memberikan ruang kerja yang lega untuk membaca dokumen, mengedit konten, atau mengikuti rapat online.

    Kemampuan multitasking perangkat ini juga dioptimalkan, dengan dukungan untuk menjalankan hingga tiga aplikasi berbeda secara bersamaan di layar yang sama, meningkatkan efisiensi kerja.

    Dukungan performa harian dijamin oleh baterai berkapasitas 5600mAh yang dirancang untuk ketahanan sepanjang hari. Teknologi pengisian daya 66W HUAWEI SuperCharge memungkinkan pengisian cepat, meminimalkan waktu tunggu dan menjaga pengguna tetap terhubung.

    Kombinasi daya tahan baterai dan pengisian cepat ini menjadi nilai tambah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

    Harga dan Promo Menarik Jelang Lebaran

    HUAWEI Mate X7 resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp27.999.000. Perangkat ini tersedia dalam tiga pilihan warna eksklusif: White Brocade, Nebula Red, dan Black. Memanfaatkan momen menjelang Lebaran, Huawei menawarkan paket promosi khusus yang berlaku hingga 4 April 2026.

    Pembeli berkesempatan mendapatkan benefit eksklusif dengan total nilai hingga Rp13,1 juta. Paket promo ini mencakup cashback bank hingga Rp5 juta, gratis HUAWEI WATCH GT 5 Pro senilai Rp4 juta, trade-in cashback hingga Rp1,5 juta, screen insurance senilai Rp2,6 juta, serta cashback tiket.com senilai Rp300 ribu.

    Penawaran ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang ingin memanfaatkan THR untuk melakukan upgrade perangkat ke level yang lebih premium.

    Kehadiran HUAWEI Mate X7 memperkaya pilihan smartphone foldable flagship di Indonesia. Dengan fokus pada desain tangguh, kamera superior, dan pengalaman pengguna yang lengkap, perangkat ini bersaing di segmen high-end.

    Langkah Huawei ini sejalan dengan transformasi industri menuju perangkat yang lebih cerdas dan terhubung, sebagaimana terlihat dalam inisiatif transformasi telco cloud.

    Selain seri flagship, Huawei juga terus memperkuat portofolio perangkat wearable, seperti yang terlihat pada HUAWEI Band 11 Series, untuk melengkapi ekosistem perangkatnya. (Icha)

  • HUAWEI Mate X7 Resmi Hadir, Tawarkan Durabilitas dan Kamera Superior

    HUAWEI Mate X7 Resmi Hadir, Tawarkan Durabilitas dan Kamera Superior

    Telko.id – Huawei kembali memperkuat posisinya di pasar smartphone premium dengan resmi meluncurkan HUAWEI Mate X7 di Indonesia, Kamis (5/3/2026).

    Perangkat foldable terbaru ini menonjolkan desain bodi ultra-tipis yang dipadukan dengan ketahanan fisik tingkat tinggi serta kemampuan fotografi setara kamera profesional untuk mendukung produktivitas pengguna.

    Peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan di industri perangkat seluler. Smartphone ini dirancang khusus bagi para eksekutif dan profesional yang membutuhkan perangkat ringkas namun tangguh untuk mobilitas tinggi, mulai dari pertemuan bisnis hingga perjalanan ke luar kota.

    Salah satu keunggulan utama perangkat ini terletak pada konstruksinya. Mengusung Ultra-Reliable Foldable Architecture, ponsel ini memiliki ketebalan hanya 4,5 mm saat dibuka, memberikan kenyamanan maksimal dalam genggaman.

    Ketangguhan layar diperkuat oleh Crystal Armour Kunlun Glass yang tahan goresan, serta struktur internal komposit tiga lapis yang mampu meredam benturan.

    Selain fisik yang kokoh, perangkat ini menjadi smartphone lipat pertama yang mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59. Artinya, ponsel ini tahan air hingga kedalaman 2 meter dan tetap aman meski terkena semprotan air bertekanan atau bersuhu tinggi.

    Fitur wet touch support juga memastikan layar tetap responsif saat digunakan dengan tangan basah atau di bawah hujan.

    Content image for article: HUAWEI Mate X7 Resmi Meluncur, Tawarkan Durabilitas dan Kamera Superior

    Standar Baru Fotografi Mobile

    Pada sektor kamera, Huawei menyematkan sistem True-to-Colour Ultra Chroma Camera yang mampu mereproduksi warna 43% lebih akurat dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi ini dikombinasikan dengan Fotografi Flagship untuk menghasilkan gambar yang natural dan hidup.

    Terdapat juga lensa 50MP Telephoto Macro Camera yang memungkinkan pengambilan detail tajam dari jarak jauh maupun dekat. Dukungan 17.5EV Ultra Lighting HDR memastikan hasil foto tetap jernih baik dalam kondisi cahaya terang maupun minim cahaya, seperti saat menikmati pemandangan matahari terbenam.

    Untuk memudahkan pengolahan konten, perangkat ini dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti AI Remove dan AI Best Expression. Pengguna dapat melakukan penyuntingan foto secara instan langsung dari perangkat, menjadikan alur kerja lebih efisien tanpa perlu aplikasi tambahan.

    Performa dan Penawaran Spesial

    Guna menunjang aktivitas seharian, tertanam baterai silikon-karbon berkapasitas 5.600 mAh. Pengisian daya didukung oleh teknologi 66W wired dan 50W wireless super charge. Sistem pendingin Supercool Ultra-Large VC memastikan suhu perangkat tetap stabil meski digunakan untuk Spesifikasi Unggul yang membutuhkan kinerja tinggi.

    HUAWEI Mate X7 tersedia dalam varian warna White Brocade, Nebula Red, dan Black dengan harga Rp 27.999.000. Selama periode peluncuran mulai 5 Maret hingga 4 April 2026, konsumen bisa mendapatkan total hadiah senilai hingga Rp 13,1 juta.

    Bonus tersebut mencakup gratis HUAWEI WATCH GT 5 Pro senilai Rp 4 juta, cashback bank hingga Rp 5 juta, serta layanan asuransi layar. Konsumen juga berkesempatan melihat produk ekosistem lain seperti Fitur Pro pada perangkat wearable terbaru Huawei yang turut mendapatkan promo menarik.

    Content image for article: HUAWEI Mate X7 Resmi Meluncur, Tawarkan Durabilitas dan Kamera Superior

    Produk ini sudah dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi baik daring maupun luring di seluruh Indonesia. Program cicilan 0% hingga 24 bulan juga tersedia dengan angsuran mulai dari Rp 1,1 jutaan per bulan. (Icha)

  • Telco Cloud Beralih ke AI-Native, Huawei Tawarkan Solusi

    Telco Cloud Beralih ke AI-Native, Huawei Tawarkan Solusi

    Telko.id – Industri telekomunikasi global kini berada di fase transisi besar: dari infrastruktur cloud-native tradisional ke infrastruktur yang benar-benar AI-native, yakni arsitektur yang dirancang dari awal untuk mendukung layanan kecerdasan buatan secara optimal.

    Melansir dari Antara News, transformasi ini bukan sekadar upgrade teknologi biasa, melainkan perubahan paradigma dalam cara operator membangun dan mengelola jaringan serta komputasi di era digital pintar.

    Paradigma cloud-native sebelumnya fokus pada kemampuan layanan untuk berjalan di lingkungan cloud fleksibel, tetapi belum optimal untuk beban kerja AI yang intensif dan beragam.

    Dalam pendekatan AI-native, platform cloud operator diperluas agar mampu menangani tugas-tugas seperti inferensi real-time, pengelolaan model AI, serta orkestrasi sumber daya komputasi dan jaringan secara otomatis.

    Baca juga:

    Berbagai organisasi terkemuka seperti Linux Foundation, CNCF, ETSI, dan TM Forum aktif menyusun standar teknis guna mendukung perkembangan ekosistem dan implementasi AI.

    Sebagai fondasi utama jaringan operator, telco cloud kini berevolusi dari infrastruktur cloud konvensional menjadi infrastruktur AI. Transformasi ini menandai perubahan dari sekadar “mendukung layanan berbasiskan cloud” menjadi “menggerakkan inovasi cerdas” dengan menyediakan fondasi yang dibutuhkan untuk layanan AI tingkat lanjut.

    Pihak operator juga meningkatkan investasi AI, beralih dari komputasi serbaguna menjadi model hibrida yang menggabungkan komputasi umum dan komputasi cerdas. Peralihan ini bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan strategis.

    Untuk meraih kesuksesan, pihak operator harus menjawab tiga tantangan utama: meningkatkan efisiensi biaya komputasi, menyatukan AI dengan jaringan multi-generasi untuk menghilangkan silo, serta menyesuaikan AI dengan skenario layanan agar dapat diperluas dengan cepat.

    Untuk menjawab tantangan ini, beberapa pemain besar di industri telah meluncurkan solusi infrastruktur yang dirancang khusus untuk era AI-native. Salah satunya adalah Telco Intelligent Converged Cloud (TICC) dari Huawei, sebuah infrastruktur telekomunikasi hyper-converged yang menyediakan pengelolaan terpadu antara komputasi umum, penyimpanan, jaringan, dan komputasi AI dalam satu platform.

    Solusi semacam ini bertujuan untuk menyederhanakan operasi, meningkatkan performa aplikasi AI tingkat lanjut, serta menekan biaya melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.

    Huawei selalu berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra industri dalam mempercepat transformasi AI-Native, membangun infrastruktur telco cloud yang cerdas, memaksimalkan nilai tambah jaringan, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

    Huawei juga mengajak para mitra industri untuk bergabung di Barcelona guna mengeksplorasi tren AI-Native dan berkolaborasi membangun masa depan industri.

  • HUAWEI WATCH Ultimate 2 Segera Hadir, Bawa Fitur Selam 150 Meter

    HUAWEI WATCH Ultimate 2 Segera Hadir, Bawa Fitur Selam 150 Meter

    Telko.id – Huawei kembali menetapkan standar baru di industri perangkat wearable dengan mengonfirmasi kehadiran HUAWEI WATCH Ultimate 2 di pasar Indonesia dalam waktu dekat.

    Sebagai penerus lini smartwatch ultra-premium, perangkat ini dirancang bukan hanya sebagai simbol kemewahan, tetapi juga alat bantu profesional yang membawa kemampuan eksplorasi ekstrem, termasuk mode penyelaman hingga kedalaman 150 meter dan teknologi komunikasi bawah air yang revolusioner.

    Mengusung filosofi “The Ultimate in Luxury and Adventure”, jam tangan pintar ini menawarkan peningkatan signifikan dibandingkan generasi pendahulunya. Jika versi sebelumnya menghadirkan ketahanan air 100 meter, HUAWEI WATCH Ultimate 2 kini menjadi smartwatch pertama yang mendukung ketahanan air hingga 200 meter.

    Perangkat ini juga dilengkapi fitur audio dan mode penyelaman teknis yang telah ditingkatkan, menjawab kebutuhan para penyelam profesional maupun penggemar olahraga air yang menginginkan keandalan tinggi di pergelangan tangan mereka.

    Salah satu inovasi paling menonjol yang diperkenalkan adalah fitur Independent Underwater Messaging. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung dan berkomunikasi di bawah permukaan air tanpa memerlukan perangkat tambahan yang rumit.

    Didukung oleh sistem Comprehensive Health Mastery, perangkat ini juga memastikan pemantauan kondisi fisik pengguna tetap akurat di berbagai situasi, menjadikannya pendamping ideal untuk aktivitas jelajah profesional maupun rutinitas harian yang menuntut performa tinggi.

    Material Liquid Metal dan Layar Super Terang

    Ketangguhan menjadi fokus utama dalam rancang bangun HUAWEI WATCH Ultimate 2. Huawei mengklaim perangkat ini sebagai satu-satunya smartwatch di industri yang menggunakan material zirconium-based liquid metal pada bodinya.

    Material canggih ini menawarkan ketahanan terhadap korosi hingga sepuluh kali lipat lebih baik dibandingkan material konvensional, sebuah fitur krusial bagi perangkat yang sering terpapar air laut.

    Content image for article: HUAWEI WATCH Ultimate 2 Segera Hadir, Bawa Fitur Selam 150 Meter

    Keunggulan material bodi tersebut dipadukan dengan perlindungan layar berbahan sapphire glass. Layar ini memiliki tingkat kecerahan mencapai 3.500 nits, memastikan visibilitas informasi tetap sempurna bahkan di bawah terik matahari yang menyengat.

    Estetika premium semakin diperkuat dengan kehadiran Dual-Color Nanocrystal Ceramic Bezel, yang memberikan perpaduan kekuatan fisik dan keindahan visual tanpa mengganggu performa konektivitas nirkabel perangkat.

    Huawei menghadirkan dua varian yang memiliki karakter berbeda. Varian Blue hadir dengan strap woven fluoroelastomer dua warna bertekstur gelombang tiga dimensi, terinspirasi dari layar kapal dan ombak laut untuk kesan elegan nan tangguh.

    Sementara itu, varian Black menggunakan strap hollow fluoroelastomer yang lebih ringan dan memiliki sirkulasi udara baik (breathable), sangat cocok untuk mendukung kenyamanan pengguna saat beraktivitas intens maupun penggunaan sehari-hari.

    Teknologi Komunikasi Sonar Bawah Air

    Bagi para penyelam, HUAWEI WATCH Ultimate 2 menawarkan fitur keamanan dan komunikasi yang belum pernah ada sebelumnya di segmen smartwatch komersial. Dengan sertifikasi ISO 22810 dan EN13319, perangkat ini mampu bertahan pada kedalaman 150 meter (20 ATM).

    Fitur andalannya adalah independent underwater sonar communication, yang memungkinkan pengiriman pesan teks dan emoji antar pengguna hingga jarak dan kedalaman tertentu.

    Teknologi sonar ini mendukung komunikasi hingga kedalaman 30 meter. Selain itu, terdapat fitur Underwater SOS yang dapat beroperasi hingga kedalaman 60 meter, memberikan lapisan keamanan ekstra saat terjadi situasi darurat.

    Fitur Underwater Messaging ini dirancang agar penyelam dapat tetap terhubung secara praktis dengan gangguan minimal, mengatasi tantangan komunikasi di lingkungan laut yang sulit.

    Selain kemampuan komunikasi, smartwatch ini mencatat data penyelaman secara rinci. Pengguna dapat melacak titik masuk dan keluar air menggunakan GPS yang presisi.

    Layar AMOLED yang tajam memastikan semua data vital, seperti kedalaman dan waktu selam, dapat terbaca dengan jelas dalam kondisi pencahayaan bawah laut yang minim sekalipun.

    Fitur Ekspedisi dan Golf Profesional

    Di luar aktivitas air, HUAWEI WATCH Ultimate 2 dirancang untuk mendominasi daratan. Perangkat ini dilengkapi Pro-level Expedition Mode yang mendukung petualangan jarak jauh.

    Fitur Multi-Sensing X-TAP Technology memungkinkan akses cepat ke Health Glance, pemantauan oksigen darah (SpO2), dan wawasan kesehatan lainnya untuk memastikan tubuh siap menghadapi medan ekstrem, seperti pendakian di dataran tinggi.

    Fitur keselamatan seperti Fall Detection yang lebih akurat dan High-Altitude Adaptation juga disematkan untuk membantu pengguna tetap aman. Bagi penggemar olahraga golf, Huawei memberikan perhatian khusus dengan menyediakan peta vektor yang mendukung pembesaran mulus (stepless zoom).

    Antarmuka yang diperbarui dan kemampuan berbagi jalur permainan melalui dynamic route video sharing menawarkan pengalaman interaktif di lapangan hijau, menyaingi smartwatch golf mewah lainnya di pasaran.

    Kehadiran fitur-fitur canggih ini mempertegas posisi Huawei yang terus memimpin inovasi dan kuasai pasar wearable global dengan produk-produk berkualitas tinggi.

    Kombinasi material premium dan teknologi fungsional menjadikan seri Ultimate ini pilihan utama bagi mereka yang mencari teman petualangan yang dapat diandalkan.

    Harga dan Ketersediaan

    HUAWEI WATCH Ultimate 2 dijadwalkan resmi tersedia di Indonesia mulai 5 Maret 2026. Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi Huawei untuk memperkuat dominasinya di segmen ultra-premium. Konsumen dapat membeli perangkat ini melalui HUAWEI Store dan platform e-commerce resmi Shopee. (Icha)