Kategori: Berita Huawei

  • Huawei Unggul Tanpa Dukungan AS, Eksekutif Klaim Sukses Lawan Sanksi

    Huawei Unggul Tanpa Dukungan AS, Eksekutif Klaim Sukses Lawan Sanksi

    Telko.id – Huawei berhasil bertahan dan berkembang meski menghadapi sanksi keras dari Amerika Serikat. Tao Jingwen, Presiden Bidang Kualitas, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi Huawei, menyatakan perusahaan telah membangun ekosistem mandiri yang sepenuhnya terlepas dari dukungan AS.

    Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Guiyang, menegaskan ketahanan Huawei di tengah tekanan global, seperti dikutip dari phonearena.com (9/2).

    Sejak 2019, Huawei dimasukkan dalam Entity List oleh Departemen Perdagangan AS, yang membatasi aksesnya terhadap teknologi asal AS.

    Langkah ini memaksa Huawei untuk mengembangkan sistem operasi sendiri, HarmonyOS, serta layanan mobile mandiri.

    Tao menegaskan, komitmen industri teknologi China untuk mandiri dipelajari melalui kemampuan Huawei bertahan tanpa pemasok AS.

    Picture of HarmonyOS loaded on various Huawei devices.

    HarmonyOS menjadi tulang punggung baru Huawei, menggantikan ketergantungan pada Android versi Google. Sistem ini dilengkapi dengan App Gallery sebagai alternatif toko aplikasi.

    Meski kehilangan akses ke Google Play Store dan layanan default Android, Huawei berhasil membangun ekosistem aplikasi yang cukup kuat, terutama di pasar domestik China.

    Dampak sanksi sempat terlihat ketika Huawei, yang pernah menjadi pengirim smartphone terbanyak di dunia pada kuartal kedua 2020, mengalami penurunan penjualan signifikan.

    Namun, perusahaan bangkit dengan meluncurkan Huawei Mate 60 Pro pada Agustus 2023. Ponsel flagship ini ditenagai oleh chipset Kirin 9000S buatan SMIC, yang mendukung konektivitas 5G—sebuah terobosan setelah tiga tahun vakum.

    Kemampuan Huawei merancang chipset secara mandiri menunjukkan ketahanan teknologi China di tengah tekanan global. Tao menyatakan bahwa pengalaman Huawei akan memungkinkan China melampaui AS dalam aplikasi kecerdasan artifisial, berkat ekonomi ekstensif dan skenario bisnis yang dimiliki.

    Meski demikian, Huawei masih merasakan dampak sanksi AS, terutama di pasar luar China seperti Eropa. Kehilangan akses ke layanan Google tetap menjadi tantangan, meski Huawei Mobile Services telah dikembangkan sebagai pengganti. Qualcomm sempat mendapat izin untuk mengirim chipset ke Huawei, namun hanya versi 4G, bukan 5G.

    Huawei terus berupaya kembali ke puncak pasar smartphone global, posisi yang pernah diraihnya sebelum sanksi berlaku penuh. Perusahaan juga aktif mengembangkan chipset AI, seperti Huawei Ascend 920, yang diyakini dapat bersaing dengan produk serupa dari Nvidia.

    Di sisi lain, persaingan dengan merek seperti Samsung tetap ketat. Samsung kembali berjaya dan salip Huawei di pasar global, menunjukkan dinamika industri yang terus berubah.

    Huawei juga melepas bisnis Honor untuk fokus pada strategi pemulihan, seperti diumumkan dalam keputusan jual bisnis Honor.

    Dengan inovasi berkelanjutan dan fokus pada kemandirian teknologi, Huawei membuktikan bahwa perusahaan dapat bertahan bahkan tanpa dukungan dari pemasok AS. Tao menegaskan, langkah Huawei tidak hanya tentang bertahan, tetapi juga memimpin inovasi masa depan, termasuk dalam persaingan kamera ultra dengan merek-merek global.

    Huawei terus memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri teknologi, dengan fokus pada pengembangan HarmonyOS, chipset mandiri, dan layanan AI. Langkah ini tidak hanya penting bagi Huawei, tetapi juga bagi masa depan teknologi China secara keseluruhan. (Icha)

  • Huawei Gugat Transsion Lagi Soal Pelanggaran Paten di Eropa

    Huawei Gugat Transsion Lagi Soal Pelanggaran Paten di Eropa

    Telko.id – Huawei kembali mengambil langkah hukum terhadap Transsion Holdings, perusahaan induk dari merek smartphone Tecno dan Infinix.

    Gugatan terbaru ini diajukan di Pengadilan Paten Terpadu (Unified Patent Court) divisi Munich, Jerman, dengan tuduhan pelanggaran paten teknologi di wilayah Eropa.

    Huawei mengklaim bahwa Transsion menggunakan teknologi decoding video miliknya tanpa izin. Paten yang dipermasalahkan adalah EP2725797, yang mencakup teknologi peningkatan kualitas pemutaran video.

    Menurut informasi dari tipster Weibo Fixed Focus Digital, teknologi ini ditemukan digunakan pada sejumlah perangkat Transsion tanpa otorisasi.

    Jika Huawei berhasil memenangkan gugatan, dampaknya bisa signifikan bagi Transsion. Kemungkinan konsekuensinya termasuk pembayaran biaya lisensi, denda finansial, atau bahkan pembatasan penjualan smartphone Tecno dan Infinix di seluruh Eropa. Wilayah ini merupakan pasar penting bagi ekspansi internasional Transsion.

    Ini bukan pertama kalinya kedua raksasa smartphone asal Tiongkok ini berseteru di pengadilan.

    Pada 2019, Huawei pernah menuduh Transsion menggunakan kekayaan intelektualnya tanpa izin dan menuntut ganti rugi sebesar 20 juta yuan (sekitar 2 juta dolar AS). Kasus tersebut akhirnya diselesaikan di luar pengadilan.

    Transsion, yang dikenal sebagai vendor smartphone terkemuka di Afrika, tengah gencar melakukan ekspansi ke segmen menengah dan premium di Eropa dan Asia.

    Sementara itu, Huawei terus memperkuat portofolio kekayaan intelektualnya, termasuk inovasi terkini di bidang kamera seperti yang ditampilkan dalam Pura 80 Ultra.

    Persidangan untuk kasus ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Keputusan dari Pengadilan Paten Terpadu akan berlaku di banyak negara Eropa, membuat hasilnya sangat penting bagi kedua perusahaan.

    Perkembangan kasus paten antara Huawei dan Transsion ini patut diikuti, mengingat potensi dampaknya terhadap pasar smartphone global.

    Kedua perusahaan sama-sama memiliki ambisi besar dalam ekspansi internasional, dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi isu strategis dalam persaingan mereka. (Icha)

  • Huawei Dukung Kolaborasi Ketahanan Siber Nasional di ACAD CSIRT Summit 2025

    Huawei Dukung Kolaborasi Ketahanan Siber Nasional di ACAD CSIRT Summit 2025

    Telko.id – Huawei Indonesia memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem ketahanan siber nasional dengan menjadi mitra strategis ACAD CSIRT Summit 2025.

    Acara ini digelar di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, pada 9–11 Juli 2025, sebagai forum kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi.

    Mengusung tema “Building a Strong National Cyber Resilience Ecosystem through Industry, Government, and Academia Collaboration”, summit ini bertujuan menjawab tantangan keamanan siber sekaligus memperkuat jaringan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Indonesia. Forum ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas keamanan siber.

    Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, Ketua ACAD CSIRT, menyatakan, “Kami menargetkan lebih dari 1.000 tim CSIRT kampus terdaftar di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelum 2026. Ini langkah krusial untuk ketahanan digital nasional.”

    Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN).

    “Keamanan siber adalah tanggung jawab bersama. SKSN harus dijalankan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” tegasnya.

    Peran Huawei dalam Penguatan SDM Siber

    Huawei turut mendorong peningkatan kapasitas SDM siber melalui ICT Academy Program. Ir. Rayi Pradono Iswara, M.Sc, Manajer Pengembangan Talenta TIK Huawei Indonesia, menjelaskan, “Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan bersertifikat global, memperkuat kompetensi talenta lokal.”

    Inisiatif dan Komitmen Global

    Evence Su, Asia Pacific Region Cyber Security and Privacy Officer (RSPO) Huawei, menegaskan, “Keamanan siber dan privasi adalah fondasi era digital. Kami berkomitmen berbagi praktik terbaik internasional untuk membangun ekosistem yang aman.”

    Syarbeni, Country Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia, menambahkan, “Kolaborasi multisektor adalah kunci. Kami mendorong peningkatan kapabilitas CSIRT secara sistematis di Indonesia.”

    Sebagai bagian dari acara, Huawei juga menggelar cybersecurity workshop, kompetisi siber, dan kunjungan industri ke pusat komando keamanan siber.

    Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi ancaman siber nyata.

    Huawei terus memperkuat kerja sama dengan BSSN, Kemendikbudristek, dan perguruan tinggi untuk membangun ekosistem CSIRT yang tangguh.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam transformasi digital, seperti yang juga dilakukan oleh Telkom Akses dengan sistem keamanan berlapisnya.

    Dukungan Huawei terhadap agenda nasional ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di peta ketahanan siber global. Seperti BigBox AI dari Telkom, inisiatif ini menjadi solusi tanpa kompromi untuk tantangan keamanan digital. (Icha)

  • Huawei Siapkan Mate XTs, Tri-Fold Smartphone Terbaru dengan Peningkatan Performa

    Huawei Siapkan Mate XTs, Tri-Fold Smartphone Terbaru dengan Peningkatan Performa

    Telko.id – Huawei dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran smartphone lipat tiga terbarunya, Mate XTs, sebagai penyempurnaan dari model sebelumnya, Mate XT. Perangkat ini rencananya akan dirilis pada September mendatang, bertepatan dengan ulang tahun pertama Mate XT.

    Berdasarkan rumor dari China, Mate XTs tidak akan menjadi perangkat yang sepenuhnya didesain ulang. Huawei lebih memilih untuk meningkatkan beberapa aspek kunci, termasuk chipset baru untuk performa lebih baik, kamera yang ditingkatkan, serta pilihan warna yang lebih beragam.

    Perangkat ini akan hadir dalam empat varian warna: putih, hitam, merah, dan ungu—dua kali lipat lebih banyak dibanding pendahulunya.

    Mate XT, yang diluncurkan September lalu, telah terjual lebih dari 500.000 unit di China meski dibanderol dengan harga tinggi. Keberhasilan ini menjadi landasan bagi Huawei untuk melanjutkan inovasinya di segmen smartphone lipat.

    Huawei Mate XTs, smartphone lipat tiga terbaru dengan peningkatan performa

    Meski belum ada konfirmasi resmi dari Huawei, rumor ini mengindikasikan bahwa perusahaan terus berkomitmen untuk mengembangkan teknologi smartphone lipat. Persaingan di pasar ini semakin ketat dengan kehadiran pesaing seperti Samsung, yang juga dikabarkan sedang mengembangkan ponsel lipat tiga.

    Sebagai informasi, Huawei masih mengandalkan chipset Kirin 9000 series untuk perangkatnya, meski dengan beberapa keterbatasan dalam hal modem 5G. Namun, hal ini tidak mengurangi minat pasar terhadap produk-produk inovatif mereka.

    Dengan peluncuran Mate XTs, Huawei berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin di segmen smartphone lipat. Perangkat ini diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen, terutama di pasar premium. (Icha)

  • Mega Energi Biru dan Huawei Kolaborasi untuk Transisi Energi Bersih

    Mega Energi Biru dan Huawei Kolaborasi untuk Transisi Energi Bersih

    Telko.id – PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) resmi menjalin kemitraan strategis untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

    Kerja sama ini mencakup pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sistem penyimpanan energi baterai (BESS), serta teknologi hijau lainnya.

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada 24 Juli 2025 di Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat digitalisasi sektor ketenagalistrikan dan mendorong pencapaian target bauran energi terbarukan nasional.

    Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Presiden Komisaris PT MEBI, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan masa depan rendah karbon di Indonesia.

    “Dengan menggabungkan teknologi global Huawei dan pengetahuan lokal MEBI, kami yakin dapat membangun infrastruktur energi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Rahayu dalam pernyataan resminya.

    Dukungan untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

    Jin Song, CEO Huawei Digital Power Indonesia, menekankan bahwa pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia masih dalam tahap awal namun memiliki potensi besar.

    “Cepat atau lambat, pasar EV di Indonesia akan mengejar pertumbuhan global. Kami berkomitmen menyediakan solusi energi cerdas dan rendah emisi berbasis inovasi teknologi,” jelasnya.

    Huawei sebelumnya telah merilis 10 tren utama jaringan pengisian daya 2024, termasuk pengembangan SPKLU berkualitas tinggi, pengisian ultra-cepat, dan integrasi jaringan mikro. Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

    Proyeksi Pertumbuhan EV di Indonesia

    Industri EV diprediksi mengalami peningkatan signifikan dalam dekade mendatang, dengan jumlah kendaraan listrik di jalan raya global meningkat 10 kali lipat.

    Huawei menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan infrastruktur pengisian daya untuk mendukung penetrasi kendaraan listrik baru (NEV).

    Kemitraan MEBI-Huawei juga sejalan dengan tren kemitraan strategis di sektor teknologi dan energi, seperti kolaborasi antara ZTE dan XLSMART serta Telkom dan Antler Germany.

    Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem digital dan energi terbarukan di Tanah Air.

    Dengan dukungan teknologi Huawei, MEBI berencana mengoptimalkan jaringan kelistrikan nasional melalui solusi penyimpanan energi dan pengisian daya yang efisien.

    Kedua perusahaan akan fokus pada pengembangan arsitektur interoperabel dan jaringan pengisian cerdas untuk memudahkan adopsi EV. (Icha)

  • Huawei Pura 80 Pro Hadir dengan Kamera 1-Inci dan Baterai Besar

    Huawei Pura 80 Pro Hadir dengan Kamera 1-Inci dan Baterai Besar

    Telko.id – Huawei resmi memperkenalkan Pura 80 Pro, varian terbaru dari seri Pura yang mengusung kamera utama berukuran 1 inci dengan resolusi 50MP. Smartphone ini juga dilengkapi lensa telefoto 4x dan baterai berkapasitas besar.

    Pura 80 Pro mengadopsi sensor kamera utama 50MP dengan aperture variabel f/1.6-f/4.0, yang sebelumnya hanya tersedia di model Ultra.

    Kamera ini didukung lensa telefoto setara 93mm dengan zoom optik 4x dan aperture f/2.1, serta lensa ultrawide 40MP untuk pengambilan gambar yang lebih luas.

    Baik Pura 80 maupun Pura 80 Pro dibekali baterai berkapasitas 5.170 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 66W. Fitur ini memastikan pengguna dapat mengisi daya dengan cepat tanpa khawatir kehabisan baterai dalam aktivitas sehari-hari.

    Content image for article: Huawei Pura 80 Pro Hadir dengan Kamera 1-Inci dan Baterai Besar

    Seri Pura 80 merupakan kelanjutan dari kesuksesan Pura 70 Ultra yang diluncurkan akhir tahun lalu. Huawei terus memperkuat posisinya di pasar smartphone premium dengan inovasi di sektor fotografi dan daya tahan baterai.

    Sebelumnya, Huawei juga mengumumkan rencana pengembangan jaringan berbasis AI di MWC Shanghai 2025, menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan teknologi terkini bagi pengguna.

    Content image for article: Huawei Pura 80 Pro Hadir dengan Kamera 1-Inci dan Baterai Besar

    Kehadiran Pura 80 Pro semakin memperkaya portofolio Huawei di segmen smartphone high-end. Dengan spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini siap bersaing dengan produk-produk flagship dari merek lain. (Icha)

  • Honor Magic V5 Resmi: Smartphone Lipat Tertipis dengan Baterai Besar

    Honor Magic V5 Resmi: Smartphone Lipat Tertipis dengan Baterai Besar

    Telko.id – Honor resmi mengumumkan kehadiran Magic V5, smartphone lipat tertipis di dunia saat ini. Perangkat ini melompati generasi V4 dan langsung membawa sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, Magic V3.

    Pengumuman ini disampaikan pada 2 Juli 2025, menegaskan posisi Honor sebagai salah satu pemain utama di pasar smartphone lipat.

    Secara desain, Magic V5 mempertahankan estetika serupa dengan V3, tetapi dengan frame yang lebih datar untuk kenyamanan genggaman.

    Perangkat ini menjadi lebih tipis dan ringan, dengan ketebalan hanya 8.8mm saat tertutup dan 4.1mm/4.2mm saat terbuka, tergantung warna yang dipilih.

    Beratnya pun berkisar antara 217g hingga 222g, menjadikannya salah satu smartphone lipat paling ringan di pasaran.

    Honor Magic V5 is official - bigger battery, nicer telephoto, thinner body

    Peningkatan lain terlihat pada ketahanan perangkat. Magic V5 kini memiliki sertifikasi IP58 dan IP59, meningkatkan proteksi terhadap air dan debu dibandingkan V3 yang hanya IPX8.

    Namun, upgrade terbesar ada pada kapasitas baterai, yang meningkat 12% menjadi 6.100mAh untuk versi China dan 5.820mAh untuk pasar global. Dukungan pengisian daya tetap sama, yaitu 66W wired dan 50W wireless.

    Layar dan Kamera yang Ditingkatkan

    Magic V5 tetap mempertahankan kualitas layar tinggi dengan dua panel LTPO OLED 120Hz. Layar luar berukuran 6.43-inch (2376x1060px), sementara layar dalam 7.95-inch (2352x2172px).

    Keduanya memiliki peak brightness hingga 5.000 nits dan dilindungi teknologi Anti-scratch NanoCrystal Shield serta Super Armored Inner Screen.

    Sektor kamera juga mendapat penyegaran. Modul utama terdiri dari lensa wide 50MP f/1.6, ultrawide 50MP f/2.0 (naik dari 40MP), dan telephoto 64MP f/2.5 dengan sensor lebih besar. Untuk selfie, terdapat kamera 20MP f/2.2 di kedua layar.

    Honor Magic V5 is official - bigger battery, nicer telephoto, thinner body

    Spesifikasi dan Harga

    Magic V5 ditenagai Snapdragon 8 Elite terbaru dengan tiga pilihan konfigurasi: 12GB/256GB, 16GB/512GB, dan 16GB/1TB. Perangkat ini tersedia dalam empat warna: Ivory White, Black, Dawn Gold, dan Reddish Brown.

    Harga resmi untuk pasar China dimulai dari CNY 8.999 (sekitar Rp20,7 juta) untuk varian dasar, hingga CNY 10.999 (Rp25,3 juta) untuk versi 1TB.

    Honor belum mengumumkan ketersediaan global, tetapi diperkirakan akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang.

    Kehadiran Magic V5 semakin memanaskan persaingan di segmen smartphone lipat premium. Sebelumnya, vivo X Fold5 juga telah meluncur dengan klaim ketipisan dan ketahanan serupa.

    Sementara itu, Samsung sebagai pemimpin pasar diperkirakan akan merespon dengan seri Z Fold6 yang dijadwalkan rilis Agustus mendatang. (Icha)

  • Huawei dan Industri Satukan Visi untuk Jaringan AI Mobile di MWC Shanghai 2025

    Huawei dan Industri Satukan Visi untuk Jaringan AI Mobile di MWC Shanghai 2025

    Telko.id – Huawei bersama pelaku industri telekomunikasi global menyepakati pengembangan jaringan AI mobile berbasis 5G-Advanced (5G-A) dalam Mobile AI Summit di MWC Shanghai 2025.

    Forum ini menghasilkan dua kesepakatan strategis: peningkatan pengalaman uplink 5G-A untuk dukung AI mobile dan sinergi jaringan-layanan sebagai kunci monetisasi.

    Proyek GSMA Foundry: Mobile Network for Thriving AI diluncurkan sebagai fondasi pembangunan jaringan berorientasi pengguna. Wen Ku, Presiden China Communications Standards Association (CCSA), menegaskan, “Integrasi 5G-A dan AI adalah arah utama evolusi jaringan. Standarisasi dan kolaborasi ekosistem menjadi kunci.”

    Inovasi Layanan AI Mobile

    Perwakilan dari Rokid, MiniMax, dan Unitree Robotics menyoroti perlunya inovasi layanan AI multimodal (suara, video, komputasi spasial) dengan dukungan jaringan 5G-A. Latensi rendah dan throughput uplink minimal 20 Mbps menjadi syarat layanan seperti panggilan video AI real-time.

    Transformasi Jaringan dengan AI

    Zhi-Quan Luo, Fellow IEEE, menjelaskan bagaimana AI mengoptimalkan perencanaan jaringan dan operasional operator. Transformasi ini mendorong peralihan monetisasi dari trafik ke layanan berbasis bisnis, dengan uplink, latensi, dan stabilitas sebagai tiga parameter utama.

    Huawei memperkenalkan solusi GigaBand yang memanfaatkan AIR pooling dan Optsolver untuk orkestrasi spektrum multi-band.

    Implementasinya di Hong Kong berhasil meningkatkan throughput 5G 2,28x tanpa ganggu kualitas 4G. Solusi ini mendukung layanan seperti live streaming, asisten AI, dan cloud gaming.

    Kolaborasi lintas industri ini diharapkan mempercepat adopsi AI mobile sebagai penggerak pendapatan baru, sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas bagi pengguna. Huawei juga terus memperkuat portofolio perangkat pendukung seperti seri nova 13 Pro dan FreeBuds 6 untuk ekosistem terintegrasi. (Icha)

  • Huawei Pura 80 Siap Meluncur Global, Ultra Jadi Andalan

    Huawei Pura 80 Siap Meluncur Global, Ultra Jadi Andalan

    Telko.id – Huawei resmi mengumumkan peluncuran global seri Pura 80 setelah sebelumnya eksklusif di China. Rangkaian smartphone ini akan diperkenalkan di Dubai pada 10 Juli 2024, dengan Pura 80 Ultra sebagai model unggulan.

    Empat varian dalam seri ini—Pura 80, Pura 80 Pro, Pura 80 Pro+, dan Pura 80 Ultra—diumumkan awal Juni lalu. Meski Huawei belum mengonfirmasi apakah keempatnya akan tersedia di semua pasar, iklan resmi perusahaan menegaskan kehadiran Pura 80 Ultra secara internasional.

    Huawei Pura 80 series' global launch date revealed

    Menariknya, Huawei mempromosikan peluncuran ini melalui situs lokal di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, tetapi tidak di Uni Eropa. Ini mengindikasikan seri Pura 80 mungkin belum akan masuk pasar Eropa setidaknya hingga Juli mendatang.

    Spesifikasi Unggulan Pura 80 Ultra

    Sebagai flagship, Pura 80 Ultra ditenagai chipset Kirin 9020 dan menawarkan fitur kamera revolusioner. Smartphone ini dilengkapi lensa telefoto yang dapat diganti dan sensor utama 50MP berukuran 1-inch. Sebelumnya, analisis mendalam mengungkap modul kamera gandanya yang inovatif.

    Peluncuran global ini menandai strategi ekspansi Huawei setelah sebelumnya fokus pada pasar domestik. Seperti inisiatif infrastruktur mereka di pedesaan, langkah ini memperkuat ambisi perusahaan di pasar berkembang.

    Kehadiran Pura 80 Ultra diharapkan dapat bersaing dengan flagship lain seperti perangkat Samsung terbaru, meski dengan segmen pasar yang mungkin berbeda. (Icha)

  • HUAWEI nova 13 Pro, Dual-Selfie dan  Berbekal Kamera Flagship

    HUAWEI nova 13 Pro, Dual-Selfie dan Berbekal Kamera Flagship

    Telko.id – HUAWEI resmi meluncurkan penjualan perdana HUAWEI nova 13 Pro di Indonesia hari ini, 25 Juni 2025.

    Smartphone ini menawarkan kamera depan ganda (dual-selfie) dan kamera belakang berkelas flagship, didukung baterai 5000mAh serta pengisian daya super cepat 100W. Harga resminya Rp7.999.000 dengan bonus HUAWEI Watch Fit 3 untuk pembelian periode awal.

    Menurut informasi, perangkat ini dirancang untuk pengguna yang mengutamakan fotografi dan gaya. Kamera depannya terdiri dari lensa ultra-wide 60MP dengan sudut pandang 100° dan teknologi QPD Full-Pixel Precise Focus, ideal untuk selfie kelompok.

    Sementara kamera belakang mengusung lensa 50MP adjustable aperture (f/1.4–f/4.0) dan telephoto 12MP dengan Optical Image Stabilization (OIS).

    Fitur Unggulan: Dari AI Best Expression hingga SuperCharge Turbo

    HUAWEI nova 13 Pro dilengkapi fitur AI Best Expression yang secara otomatis memilih ekspresi terbaik dalam foto grup.

    Teknologi Multifocal Portrait Photography memungkinkan pengambilan gambar dengan zoom 1x–5x tanpa mengurangi kualitas.

    Untuk performa, smartphone ini mengandalkan chipset Kirin terbaru dan sistem operasi EMUI 14.2 dengan fitur keamanan terpusat.

    Content image for article: HUAWEI nova 13 Pro Resmi Dijual Perdana dengan Kamera Flagship dan Bonus Smartwatch

    Daya tahan baterai menjadi sorotan lain. Kapasitas 5000mAh diklaim mampu bertahan seharian, didukung teknologi 100W SuperCharge Turbo yang mengisi 50% baterai dalam 9 menit. Kombinasi ini menjadikan perangkat ini cocok untuk aktivitas fotografi intensif atau perjalanan panjang.

    Kehadiran perangkat ini pun memperkuat portofolio HUAWEI di segmen mid-high end, bersaing dengan seri seperti HUAWEI Mate XT.

    Menurut riset terbaru, HUAWEI juga memimpin pasar wearable global, termasuk melalui produk seperti HUAWEI Watch GT 5 yang fokus pada kesehatan pengguna. (Icha)