Telko.id – Riset terbaru dari Unit 42, divisi riset dan intelijen ancaman Palo Alto Networks, mengidentifikasi Piala Dunia FIFA 2026 sebagai ajang hiburan global dengan permukaan serangan siber terbesar dalam sejarah.
Turnamen yang digelar di 16 kota dan tiga negara ini diprediksi menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber, kelompok hacktivist, dan penjahat finansial.
Para pelaku ancaman diperkirakan akan menargetkan brand terpercaya, layanan yang berinteraksi langsung dengan penggemar, serta infrastruktur penyelenggaraan acara.
Unit 42 mengkategorikan tiga jenis serangan utama yang diperkirakan akan muncul, yaitu gangguan operasional, keuntungan finansial, dan disinformasi.
“Waktu yang tersedia untuk beralih dari tahap persiapan ke respons langsung terhadap insiden semakin terbatas,” tulis riset tersebut.
Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan berbeda karena melibatkan 48 tim peserta dan ekosistem kejahatan siber yang sejak 2023 semakin terorganisasi.
Ancaman Finansial dan Gangguan Operasional
Ancaman dengan volume tertinggi adalah kejahatan siber yang bermotif finansial. Serangan ransomware diprediksi menargetkan sistem reservasi dan point of sale (POS), serta berbagai bentuk penipuan canggih yang dapat mengecoh para penggemar.
Gangguan operasional mencakup serangan DDoS, perubahan tampilan situs web, dan upaya mendisrupsi sistem digital yang digunakan oleh penggemar, venue, dan penyelenggara.
Sementara itu, disinformasi menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan ketidakstabilan dan rasa takut di masyarakat.
Unit 42 menyarankan organisasi untuk memetakan risiko dari seluruh ekosistem pemasok, menguji respons terhadap skenario realistis, serta melakukan koordinasi lintas yurisdiksi. Sikap pertahanan paling penting adalah berasumsi bahwa serangan akan terjadi.
Baca Juga:
Tips Keamanan untuk Penggemar di Indonesia
Pelaku kejahatan siber juga aktif menargetkan penggemar yang menonton dari rumah. Modus yang digunakan meliputi merchandise palsu, platform streaming ilegal, hingga kode QR berbahaya di acara nonton bareng.
Unit 42 memberikan beberapa rekomendasi penting. Pertama, tonton pertandingan hanya melalui saluran resmi berlisensi FIFA. Hindari situs pihak ketiga yang menawarkan siaran gratis.
Kedua, verifikasi akomodasi sebelum melakukan pembayaran dan waspadai permintaan transfer dana di luar platform resmi.
Ketiga, perlakukan setiap kode QR di tempat umum dengan skeptis karena dapat mengarahkan ke situs phishing.
Keempat, gunakan VPN atau jaringan seluler saat bepergian. Nonaktifkan fitur koneksi otomatis ke Wi-Fi publik.
Kelima, pastikan perangkat dan aplikasi selalu diperbarui, serta hindari mengunduh file APK dari sumber tidak resmi.
Implikasi dari riset ini menegaskan bahwa kesiapan keamanan siber menjadi faktor krusial di ajang olahraga global. Koordinasi lintas yurisdiksi dan kesadaran penggemar akan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serangan siber selama Piala Dunia 2026 berlangsung.


