spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Winamp Siapkan Layanan Streaming Musik Premium pada 2027

Telko.id – Aplikasi pemutar musik legendaris Winamp bersiap kembali meramaikan industri musik digital dengan meluncurkan layanan streaming musik premium. Bagi generasi yang tumbuh di era MP3, download album, hingga aktivitas burn CD, nama Winamp tentu bukan hal yang asing. 

Untuk mewujudkan langkah tersebut, Winamp menjalin kemitraan dengan Deezer, yang akan menyediakan teknologi white-label serta katalog musik berlisensi global bagi layanan baru tersebut.

Kemitraan ini merupakan bagian dari peluncuran ulang aplikasi Winamp Player generasi berikutnya, yang dijadwalkan rilis pada paruh pertama tahun 2027.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk era streaming dengan menggabungkan streaming musik premium dengan pustaka musik pribadi pengguna, stasiun radio internet, podcast, dan sumber audio lainnya dalam satu aplikasi.

Winamp masih merahasiakan banyak detail tentang aplikasi ini. Namun, mereka menjanjikan aplikasi pemutar musik baru itu akan menekankan personalisasi seperti tampilan antarmuka yang dapat disesuaikan, fitur sosial, dan cara baru untuk menemukan dan menikmati musik.

Baca Juga:

Winamp menegaskan bahwa layanan berlangganan musik yang mereka tawarkan akan memberikan pengalaman yang berbeda dari platform streaming digital pada umumnya, seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat (31/7/2026).

Selain itu dihadirkan pula ruang khusus “Fanzone” bagi pendengar untuk terhubung dengan artis favorit dan memungkinkan musisi menjajakan produk dan materi eksklusif langsung ke pendengar.

Dukungan finansial langsung yang memberi ruang bagi pendengar untuk menyokong musisi secara finansial. “The future of music is artist-owned,” ungkap Alexandre Saboundjian, CEO Winamp, menegaskan visi baru perusahaan yang ingin mengembalikan kontrol dan kepemilikan industri musik ke tangan para seniman.

Meski memiliki basis pengguna sejak era 1990-an, Winamp akan menghadapi persaingan ketat dai pemain besar lainnya seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music.

Namun, perusahaan menilai kekuatan merek serta pendekatan yang menggabungkan berbagai sumber audio dalam satu platform dapat menjadi nilai pembeda di pasar streaming musik.

Winamp sendiri tidak sepenuhnya hilang ari industri musik perusahaan ini masih memiliki aplikasi untuk Android, iPhone, dan desktop yang digunakan lebih dari 40 juta pengguna.

Dalam bebeapa tahun terakhir, Winamp juga mengembangkan layanan bagi musisi, termasuk fitur monetisasi dan distribusi musik untuk mendukung para kreator. Saat booming teknologi web3, Winamp menjajaki integrasi NFT terkait musik di platform-nya.

Langkah ini menegaskan target Winamp yang tidak lagi sekadar mengajak pengguna lama bernostalgia, melainkan ikut bertarung secara langsung di pasar streaming musik global. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU