Telko.id – Setelah TSMC dikabarkan akan menaikkan tarif produksi chip, kini Qualcomm juga berencana menaikkan harga chip buatannya dengan besaran dua digit (double-digit percentage). Kenaikan harga ini dilaporkan mulai berlaku untuk pengiriman produk setelah 1 September 2026 dan telah diberitahukan kepada pelanggan perusahaan.
Dilansir dari laman Gizmochina, menurut Bloomberg, Selasa (28/7/2026), Qualcomm mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pelanggannya yang menyatakan bahwa harga akan melonjak dengan persentase dua digit untuk semua produk yang dikirim setelah 1 September mendatang.
Perusahaan pada dasarnya mengatakan bahwa mereka tidak dapat lagi menanggung biaya rantai pasokan yang lebih tinggi dan juga sedang mencari sumber alternatif untuk pembuatan komponen.
Mereka menunjuk pada apa yang mereka sebuh sebagai kekurangan yang memengaruhi segala hal mulai dari telepon dan superkomputer hingga mobil.
Sebagai salah satu pemasok utama chip smartphone Android, keputusan Qualcomm diperkirakan akan berdampak pada berbagai komponen semikonduktor. Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan AI dan pusat data turut memberi tekanan pada rantai pasok, sehingga perusahaan tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya tersebut.
Samsung dan Intel memiliki manufaktur canggih sendiri, tetapi mereka masih belum sepenuhnya menyamai skala TSMC atau tingkat kepercayaan pelanggan untuk chip tercanggih.
Baca Juga:
- Qualcomm Perkuat Ekosistem Samsung Galaxy dengan Snapdragon
- TSMC Kewalahan, Samsung Mulai Panen Pesanan Chip AI
Hal itu membuat TSMC tetap berada di pusat rantai pasokan elektronik global dan membuat Qualcomm memiliki pilihan jangka pendek yang terbatas.
Kenaikan harga dua digit ini merupakan tanda jelas bagaimana permintaan yang didorong oleh AI berdampak pada elektronik konsumen sehari-hari.
Produsen ponsel dan perusahaan perangkat lainnya harus memutuskan apakah akan menanggung biaya komponen yang lebih tinggi atau meneruskannya kepada pembeli.
Beberapa merek smartphone telah menyesuaikan harga mereka, dengan dampak yang paling terlihat yag berorientasi pada nilai.
Jika tren kenaikan harga chip ini terus berlanjut, industri elektronik diperkirakan akan menghadapi tantangan baru dalam menjaga harga produk tetap kompetitif.
Produsen perangkat pun dituntut untuk mencari cara untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi inovasi dan performa perangkat yang ditawarkan kepada konsumen.

