spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

GLM 5.2 Hadir, AI Open Source China Makin Dekati Pesaing AS

Telko.id – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, Zhipu AI, resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru GLM 5.2.

Model AI ini berbasis open source ini langsung menarik perhatian industri teknologi global karena diklaim memiliki performa tinggi dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding dengan banyak model AI pesaing dari Amerika Serikat.

Peluncuran ini pun langsung memicu kehebohan di Silicon Valley, pusat industri teknologi dan inovasi global yang berada di San Francisco Bay Arena, California, Amerika Serikat. Kehebohan peluncurannya digambarkan mirip dengan peluncuran DeepSeek tahun lalu.

Menurut laporan CNBC pada Jumat (26/6), dalam salah satu uji benchmark berbasis agen atau agentic, performa GLM 5.2 hanya terpaut tipis (kurang dari satu persen) di bawah model Opus 4.8 besutan Anthropic. Menariknya, biaya operasional ini hanya sekitar seperlima dari biaya Anthropic.

GLM 5.2 dirancang sebagai model AI yang efisien dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan aplikasi AI, pemrograman, penalaran, hingga penggunaan sebagai AI agent.

Salah satu keunggulan utamanya adalah sifatnya yang open source, sehingga pengembang dapat mengakses, memodifikasi dan mengembangkannya sesuai kebutuhan.

Baca Juga:

Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat adopsi AI sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap model tertutup milik perusahaan-perusahaan di Silicon Valley.

Metrik utama yang paling dipedulikan perusahaan adalah tingkat kecerdasan per dolar. Hal ini membuat model dari Zhipu yang murah tapi punya performa mumpuni menjadi opsi alternatif yang sangat memikat.

“Saya pribadi terus dibuat terkejut oleh betapa cepatnya perkembangan model open source mengejar ketertinggalan,” kata Gabe Pereryra, salah satu pendiri Harvey.

“Melalui GLM 5.2, kita bisa melihat untuk pertama kalinya ada model open source yang benar-benar mampu bersaing ketat dengan model-model closed source ke atas,” lanjut dia.

Bagi industri, kemunculan GLM 5.2 berpotensi memperluas pilihan model AI yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan anggaran. China kini semakin agresif mengembangkan model AI yang mampu bersaing di tingkat global, didukung investasi besar, ekosistem teknologi yang berkembang, serta open source yang semakin diminati komunitas pengembang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU