Telko.id – Proyek AI open source OpenClaw resmi meluncurkan aplikasi khusus untuk Android dan iPhone, sehingga pengguna kini dapat mengakses AI agen langsung dari smartphone.
Sebelumnya OpenClaw hanya bisa digunakan melalui platform pihak ketiga seperti Telegram atau WhatsApp, namun kini hadir sebagai aplikasi mandiri yang tersedia di Google Play Strore dan Apple App Store.
Melansir dari Engadget, OpenClaw tetap membutuhkan Gateway, yaitu layanan yang dijalankan di komputer Windows, macOS, Linux, atau server milik pengguna. Aplikasi mobile berfungsi sebagai companion app yang terhubung ke Gateway tersebut.
Berbeda dengan chatbot AI yang hanya menjawab pertanyaan, OpenClaw dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
Melalui aplikasi mobile ini, pengguna dapat mengobrol dengan AI, memantau pekerjaan yang sedang dijalankan, menerima notifikasi, hingga memberikan persetujuan sebelum AI mengeksekusi suatu tindakan.
Dengan kata lain, pengguna dapat mengelola AI agent mereka dari mana saja hanya melalui smartphone.
OpenClaw sendiri merupakan proyek AI agent open source yang dikembangkan oleh Peter Steinberger.
Berbeda dengan chatbot konvensional, OpenClaw dirancang untuk bertindak sebagai asisten digital yang dapat mengeksekusi berbagai pekerjaan menggunakan model AI dari berbagai penyedia, seperti OpenAI, Anthropic, maupun DeepSeek.
Aplikasi OpenClaw juga dapat dihubungkan ke OpenClaw Gateway, yaitu sistem yang menghubungkan ponsel dengan AI agent yang berjalan di perangkat milik pengguna sendiri.
Baca Juga:
- Lintasarta Gandeng OpenClaw Percepat Adopsi Agentic AI
- GLM 5.2 Hadir, AI Open Source China Makin Dekati Pesaing AS
Pendekatan ini membuat OpenClaw tetap mempertahankan konsel Local-First, di mana data dan proses AI tidak sepenuhnya bergantung pada layanan cloud, sehingga memberikan kontrol dan privasi yang lebih besar kepada pengguna.
Selain itu, pengguna dapat memberikan izin kepada OpenClaw untuk mengakses berbagai fitur perangkat seperti kamera, layar, lokasi, foto, kontak, kalender, hingga pengingat.
Akses tersebut memungkinkan AI untuk menjalankan tugas yang lebih kompleks, misalnya mengatur jadwal, mengambil informasi dari perangkat, atau membantu otomatisasi aktivitas sehari-hari.
Namun, seluruh izin tersebut bersifat opsional dan tetap berada di bawah kendali pengguna.
Peluncuran aplikasi Android dan iPhone juga menandai semakin ketatnya persaingan di pasar AI agent. Jika sebelumnya persaingan AI lebih banyak berfokus pada chatbot, kini berbagai perusahaan mulai mengembangkan AI yang mampu menjalankan tugas nyata di perangkat pengguna secara lebih mandiri.


