spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Kasus Hak Cipta AI Claude Memanjang, Digugat Raksasa Musik

Telko.id – Anthropic, perusahaan pengembang AI Claude, kembali menghadapi persoalan hukum terkait data yang digunakan untuk melatih model AI-nya.

Kali ini, perusahaan digugat oleh dua raksasa industri musik global, yakni Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music, seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com pada Senin, 31 Agustus 2026. Gugatan tersebut diajukan pada Jumat, 28 Agustus 2026 malam waktu setempat, ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California, Divisi San Jose.

Tuduhan Pencurian Kekayaan Intelektual

Dalam dokumen gugatan, Sony Music dan Warner Chappell menyebut Anthropic sebagai pihak di balik salah satu pencurian kekayaan intelektual terbesar dan paling terang-terangan sepanjang sejarah. Para penggugat menuding Anthropic melakukan pengunduhan, pemindaian atau scraping, hingga torrenting secara ilegal terhadap sekitar 20.000 karya musik berhak cipta untuk melatih model AI Claude tanpa mendapatkan izin dari pemilik hak cipta.

Materi yang dipermasalahkan disebut mencakup lirik lagu dan notasi musik dari berbagai artis terkenal, termasuk The Beatles, Taylor Swift, hingga Michael Jackson.

Bukan CEO Anthropic Saja, Turut Digugat

Gugatan ini tidak hanya menargetkan Anthropic sebagai perusahaan, melainkan juga menyeret CEO sekaligus salah satu pendiri Anthropic, Dario Amodei, serta salah satu pendiri lainnya, Benjamin Mann, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. Kedua penerbit musik tersebut meminta agar perkara ini disidangkan oleh juri, dengan menuntut ganti rugi sebesar 150 ribu dolar AS untuk setiap karya serta 25 ribu dolar AS untuk setiap pelanggaran hak cipta yang dilakukan Anthropic, sehingga total kompensasi yang diminta berpotensi mencapai miliaran dolar AS.

Baca Juga:

Bukan Kasus Hak Cipta Pertama bagi Anthropic

Ini bukan pertama kalinya Anthropic berurusan dengan industri musik terkait pelatihan Claude. Pada 2023 lalu, Universal Music Group dan sejumlah penerbit musik lainnya juga pernah menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan lirik lagu berhak cipta untuk melatih AI.

Anthropic sebelumnya juga sempat menyelesaikan gugatan hak cipta lain dari sekelompok penulis buku, yang menuduh perusahaan menggunakan salinan bajakan karya-karya mereka untuk melatih model AI, melalui kesepakatan senilai 1,5 miliar dolar AS — salah satu penyelesaian perkara hak cipta terbesar yang pernah tercatat.

Dampak bagi Industri AI Generatif

Kasus ini menyentuh inti perdebatan mengenai AI generatif dan hak cipta, di mana model AI membutuhkan data dalam jumlah sangat besar untuk proses pengembangan, sementara pemilik karya juga memiliki kepentingan terhadap bagaimana materi mereka digunakan.

Pengadilan nantinya perlu menilai klaim berdasarkan aturan yang relevan serta bukti yang diajukan para pihak, sehingga tuduhan mengenai data pelatihan ini belum dapat diperlakukan sebagai temuan hukum final.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU