Telko.id – Samsung memperkenalkan Galaxy Watch9 sebagai AI-powered wellness companion yang membantu pengguna memahami pola tubuh dan kesiapan beraktivitas secara personal.
Fitur Vitals yang menjadi andalan perangkat ini membutuhkan minimal tujuh malam data tidur sebelum hasilnya muncul, karena sistem harus membangun baseline personal berdasarkan pola istirahat masing-masing pengguna.
Pendekatan ini berbeda dari standar kesehatan umum yang berlaku sama untuk semua orang. Rentang “in range” yang tampil di aplikasi Samsung Health mengacu pada data dan pola pengguna secara individual, bukan tolok ukur universal. Dengan demikian, setiap orang memiliki acuan normal yang berbeda-beda sesuai kebiasaan tubuhnya sendiri.
Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi kesehatan yang bermakna tidak sekadar memberikan banyak data, tetapi membantu pengguna memahami arti data tersebut bagi dirinya.
“Melalui Galaxy Watch9, kami menghadirkan pengalaman wellness yang lebih personal dengan mempelajari pola tubuh pengguna dari waktu ke waktu. Vitals membangun baseline personal berdasarkan lima indikator tubuh yang dipantau saat tidur, sehingga rentang ‘in range’ yang ditampilkan mengacu pada pola masing-masing pengguna, bukan satu standar yang sama untuk semua orang,” ujarnya.
Cara Kerja Vitals di Galaxy Watch9
Setiap malam saat pengguna tidur, Galaxy Watch9 memantau lima indikator melalui Samsung BioActive Sensor. Indikator tersebut meliputi detak jantung saat istirahat, heart rate variability (HRV), laju napas, suhu kulit, dan kadar oksigen dalam darah. Pemantauan dilakukan saat tidur karena tubuh berada dalam kondisi istirahat yang lebih konsisten.

Data dari satu malam belum cukup untuk membangun acuan personal. Karena itu, Vitals membutuhkan minimal tujuh malam data tidur sebelum hasilnya tersedia. Setelah periode tersebut, perangkat mulai menampilkan hasil lengkap dengan rentang personal untuk masing-masing indikator.
Pendekatan berbasis pola ini juga diterapkan pada fitur lain. Heart Health Score menggunakan data rata-rata waktu tidur dan aktivitas intensitas sedang hingga tinggi selama tujuh hari terakhir. Sementara Daily Cardio Load mengandalkan data aktivitas dan detak jantung untuk memahami beban latihan secara lebih personal.
Mengapa Angka “In Range” Berbeda Tiap Orang
Rentang normal yang ditampilkan Vitals bukanlah standar kesehatan umum. Angka tersebut terbentuk dari data tidur pengguna selama tujuh malam sebelumnya. Karena itu, membandingkan angka Vitals antar pengguna tidak memberikan gambaran yang bermakna.
Detak jantung istirahat pada angka tertentu bisa menjadi kondisi normal bagi seseorang, sementara bagi orang lain angka yang sama justru berada di luar kebiasaan hariannya.
Keduanya sama-sama wajar karena titik acuannya memang berbeda. Yang relevan untuk diperhatikan bukan posisi seseorang dibanding orang lain, melainkan posisinya dibanding kebiasaannya sendiri.
Baca Juga:
Lima Hal Agar Data Galaxy Watch9 Lengkap
Sebagian pengguna mendapati beberapa fitur belum menampilkan hasil meski perangkat sudah dipakai beberapa hari. Umumnya penyebabnya bukan pada perangkat, melainkan pengaturan yang belum diaktifkan. Ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk melengkapi data kesehatan di Galaxy Watch9:

- Pakai saat tidur setiap malam karena Vitals membutuhkan minimal tujuh malam data tidur. Semakin konsisten dipakai, semakin cepat baseline terbentuk.
- Ubah pengaturan detak jantung ke Measure continuously atau Every 10 mins. Tanpa pengaturan ini, Daily Cardio Load tidak terisi otomatis.
- Ukur body composition di pagi hari saat perut kosong dengan menempelkan dua jari pada dua tombol di sisi perangkat sekitar 30 detik.
- Rekam satu sesi jalan atau lari minimal sepuluh menit untuk menghitung VO2 Max.
- Jaga daya baterai di atas 30 persen sebelum tidur agar pemantauan tidak terputus.
Desain Lebih Ringan untuk Pemakaian Seharian
Insight kesehatan yang akurat membutuhkan pemantauan data secara terus-menerus. Namun banyak pengguna melepas smartwatch saat tidur karena terasa berat dan mengganjal. Galaxy Watch9 menjawab kendala tersebut melalui evolusi desain yang signifikan.
Bodinya menggunakan aluminium ringan dengan bentuk lebih sleek dan lengkungan yang diperhalus agar menyatu di pergelangan tangan. Talinya 17 persen lebih ringan dan lebih lembut dibanding Galaxy Watch8 berkat struktur air pocket di dalamnya. Bobot totalnya 31,5 gram untuk varian 40mm dan 34 gram untuk varian 44mm.
Tersedia tiga pilihan tali yang dapat disesuaikan kebutuhan harian. Sport Band untuk aktivitas sehari-hari, Misty Band dengan permukaan paling lembut yang nyaman hingga waktu tidur, serta Fabric Band berbahan kain untuk tampilan santai. Perangkat ini juga sudah menggunakan Qualcomm Snapdragon Wear Elite dengan layar hingga 3.000 nit.
AI dan Kemudahan Interaksi
Melalui fitur Raise to Talk, pengguna cukup mengangkat pergelangan tangan lalu berbicara untuk berinteraksi dengan Google Gemini tanpa menyentuh layar. Fitur ini eksklusif hadir pada Galaxy Watch9 Series dan Galaxy Watch Ultra2. Pengguna bisa membuat pengingat, memulai workout, mengecek detak jantung, atau memperoleh informasi hanya dengan perintah suara.
Dukungan Tap to Pay by myBCA memungkinkan pembayaran makan siang, kopi, hingga transportasi umum langsung dari pergelangan tangan. Pengalaman hands-free ini juga terasa saat berolahraga seperti plank, peregangan, atau gerakan Pilates.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 melalui www.samsung.com/id serta gerai resmi Samsung. Selama periode 1–30 September 2026, konsumen dapat menikmati penawaran khusus berupa cicilan mulai dari Rp499 ribuan per bulan, cashback hingga Rp1,5 jutaan, free Galaxy Watch Band atau Galaxy Buds Core, serta langganan Strava gratis 60 hari.
Berikut rincian harga masing-masing produk:
- Galaxy Watch9 40mm (Cream dan Graphite): Rp5.999.000
- Galaxy Watch9 44mm (Graphite dan Silver): Rp6.499.000
- Galaxy Watch Ultra2 47mm: Rp10.499.000
Galaxy Watch9 paling terasa manfaatnya bagi mereka yang sudah rutin bergerak namun belum memiliki cara mengukur kesiapan tubuh. Perangkat ini dirancang untuk pemakaian harian yang konsisten, sehingga pengguna dapat memahami perubahan data dalam konteks tubuhnya sendiri.
Perlu dicatat, Vitals hanya ditujukan untuk tujuan kesehatan dan bukan untuk mendiagnosis maupun mengobati kondisi medis apa pun. Jika memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional tetap diperlukan. Informasi lebih lanjut mengenai perangkat ini dapat diakses melalui integrasi Strava dan keunggulan lainnya.


