spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei Rilis White Paper Jaringan AI Campus 10 Gbps untuk Asia Pasifik

Telko.id – Huawei bersama organisasi industri global dan para pelopor industri resmi merilis High-Quality 10 Gbps AI Campus Network Technical and Standard White Paper dalam Forum Inovasi AI Campus yang digelar sebagai bagian dari Huawei Network Summit 2026 (HNS 2026) Asia Pacific di Bali, Indonesia, pada 31 Agustus 2026.

Dokumen teknis ini menguraikan solusi yang direkomendasikan untuk skenario umum di berbagai sektor seperti pendidikan, pemerintahan, dan lainnya, sekaligus menawarkan panduan sistematis untuk membangun jaringan AI Campus yang aman.

Peluncuran white paper ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Shawn Zhao, President of the Campus Network Domain di Data Communication Product Line, Huawei; Deng Yiou, Sekretaris Jenderal Network Innovation and Development Alliance (NIDA); Sureswaran Ramadass, Ketua Dewan IPv6 APAC; Juliana Johari, Wakil Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia; Mohamad Rosidi, Anggota Komite Mastel; Edward Au, Editor Teknis IEEE 802.11be (Wi-Fi 7); dan Dylan Du, Direktur Huawei Enterprise Business Indonesia.

White Paper tersebut memaparkan definisi dari enam kemampuan inti jaringan kampus modern. Kemampuan itu meliputi jaringan otonom, jaringan ultra-broadband 10 Gbps, konektivitas menyeluruh, pengalaman deterministik, penghematan energi, dan keamanan menyeluruh.

Dokumen ini juga menyoroti cara membangun infrastruktur kampus cerdas generasi berikutnya dengan memanfaatkan standar jaringan dari organisasi internasional seperti IPv6 Forum dan NIDA, serta didukung kekuatan Huawei di bidang AI, komputasi, dan jaringan.

Selain itu, dokumen teknis ini mengulas berbagai teknologi canggih seperti agen AI, penginderaan Wi-Fi, roaming cerdas, dan keamanan dari ujung-ke-ujung. Kehadiran panduan ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital yang andal di kawasan Asia Pasifik.

Shawn Zhao menjelaskan bahwa di era AI, jaringan kampus menghadapi tantangan besar. Lonjakan lalu lintas, peningkatan risiko keamanan, dan kompleksitas operasional yang tinggi menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Karena itu, jaringan kampus harus berevolusi dari sekadar infrastruktur koneksi menjadi fondasi cerdas untuk produktivitas.

“Di era AI, jaringan kampus menghadapi tantangan seperti lonjakan lalu lintas, peningkatan risiko keamanan, dan kompleksitas O&M yang tinggi. Karena alasan ini, jaringan kampus harus berevolusi dari sekadar infrastruktur koneksi menjadi fondasi cerdas untuk produktivitas,” ungkap Shawn Zhao.

“Solusi Xinghe AI Campus dari Huawei memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan tiga fitur utama: konektivitas nirkabel super cepat, keamanan menyeluruh, dan otonomi jaringan. Kehadirannya sangat sesuai untuk pelanggan di kawasan Asia Pasifik yang ingin membangun jaringan kampus yang cerdas, aman, dan berpusat pada pengalaman, dalam rangka memaksimalkan produktivitas digital dan cerdas.”

Content image for article: Huawei Rilis White Paper Jaringan AI Campus 10 Gbps untuk Asia Pasifik

Fitur Utama Solusi Xinghe AI Campus

Solusi Xinghe AI Campus dari Huawei menghadirkan tiga fitur utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan jaringan kampus modern. Fitur pertama adalah konektivitas nirkabel super cepat. Huawei menghadirkan AirEngine Wi-Fi 7 Advanced AP pertama di industri yang menggabungkan Intelligent Coordinated Scheduling and Spatial Reuse (iCSSR), teknologi koordinasi multi-AP, dan inovasi Wi-Fi 8 yang telah dinanti-nantikan. Kombinasi teknologi ini mampu menggandakan kecepatan pengguna tunggal dalam skenario jaringan berkelanjutan.

Fitur kedua adalah keamanan menyeluruh. Teknologi identifikasi titik akhir berbasis pengelompokan AI dari Huawei secara otomatis mengenali terminal sederhana dengan akurasi hingga 95 persen. Sementara itu, teknologi Deteksi Anomali Cerdas (SmartAD) mampu memblokir anomali dalam hitungan detik, sehingga memastikan keamanan aset.

Huawei juga menghadirkan Wi-Fi Shield eksklusif dan Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) ujung-ke-ujung untuk menjamin keamanan konektivitas. Teknologi penginderaan CSI Wi-Fi bekerja mengamankan ruang sensitif, sementara AP iGuard pertama di industri hadir untuk memberikan keamanan privasi 24/7.

Fitur ketiga adalah otonomi jaringan. Melalui iFlow untuk analisis pengalaman di seluruh alur, penentuan batas QoE (Quality of Experience) yang buruk dapat dilakukan dalam hitungan menit. Proses pengambilan keputusan global yang didukung AI dan penelusuran lokasi gangguan hingga tingkat menit memungkinkan 80 persen gangguan jaringan nirkabel dapat diatasi secara otomatis.

Dukungan dari Sektor Pendidikan

Dalam pidato utamanya, Juliana Johari, Wakil Rektor UiTM, menyampaikan dukungannya terhadap implementasi teknologi jaringan cerdas di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kehadiran Wi-Fi 7 dan iMaster NCE menjadi pendorong konektivitas kampus generasi berikutnya.

Jaringan yang andal dan berkapasitas tinggi mendukung kelancaran proses pengajaran, penelitian, dan operasional sehari-hari, sehingga membantu menciptakan ekosistem digital yang gesit bagi para mahasiswa, pendidik, dan peneliti.

“Seiring dengan upaya UiTM untuk memperdalam pengembangan digital, Wi-Fi 7 dan iMaster NCE menjadi pendorong konektivitas kampus generasi berikutnya. Jaringan yang andal dan berkapasitas tinggi mendukung kelancaran proses pengajaran, penelitian, dan operasional sehari-hari, sehingga membantu kami menciptakan ekosistem digital yang gesit bagi para mahasiswa, pendidik, dan peneliti kami,” ujar Juliana Johari.

Kehadiran white paper ini menjadi langkah strategis dalam mendorong adopsi standar jaringan AI Campus di kawasan Asia Pasifik. Dokumen ini tidak hanya memberikan panduan teknis, tetapi juga menjadi acuan bagi institusi pendidikan, instansi pemerintahan, dan sektor industri dalam membangun infrastruktur jaringan yang aman dan cerdas.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi digital, termasuk melalui perkembangan IoT di Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Huawei berkomitmen untuk terus bekerja sama secara erat dengan pelanggan dan mitra di kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan akan mewujudkan konsep dan teknologi mutakhir yang diusung dalam White Paper High-Quality 10 Gbps AI Campus Network Technical and Standard menjadi aplikasi nyata di berbagai sektor industri.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong modernisasi industri cerdas di era AI dan memperkuat ekosistem digital di kawasan, seiring dengan upaya sinergi berbagai pihak dalam mempercepat adopsi teknologi di tanah air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU