spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

ITSEC Asia Catat Laba Usaha Melonjak 1.171% pada Q2 2026

Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan kinerja keuangan gemilang untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Berdasarkan laporan keuangan Januari–Juni 2026, pendapatan perusahaan pada Q2 2026 tercatat sebesar Rp115,03 miliar, tumbuh 21% dibandingkan Rp95,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha ITSEC Asia pada Q2 2026 melonjak signifikan sebesar 1.171% secara tahunan (YoY) menjadi Rp23,01 miliar, dari sebelumnya hanya Rp1,81 miliar pada Q2 2025.

Margin laba usaha pun meningkat tajam dari 1,9% menjadi 20,0%. Sementara itu, laba sebelum pajak juga mencatat pertumbuhan impresif sebesar 1.407% YoY menjadi Rp22,69 miliar, dengan margin yang naik dari 1,6% menjadi 19,7%.

Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, menyampaikan bahwa kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.

“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak. Fokus kami saat ini adalah menjaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” ujar Patrick.

Posisi Keuangan yang Semakin Kuat

Posisi keuangan ITSEC Asia juga terus menguat. Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Total ekuitas meningkat menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar enam bulan sebelumnya.

Dari sisi laba bruto, Q2 2026 mencapai Rp52,09 miliar, meningkat 12% dari Rp46,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, margin laba bruto sedikit terkoreksi dari 48,9% menjadi 45,3%.

Content image for article: ITSEC Asia Catat Laba Usaha Melonjak 1.171% pada Q2 2026

Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, ITSEC Asia membukukan pendapatan sebesar Rp201,2 miliar, dibandingkan Rp230,4 miliar pada Semester I 2025, serta laba bersih sebesar Rp34,3 miliar.

Laba bersih pada Semester I 2025 tercatat sebesar Rp36,7 miliar. Laporan keuangan Semester I 2026 juga mencatat manfaat pajak sebesar Rp28,9 miliar, dan Perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada Semester II 2026.

Ekspansi Strategis dan Kolaborasi BUMN

Pada Juli 2026, ITSEC Asia dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama tersebut mencakup solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy serta pengembangan bisnis untuk menjangkau kebutuhan BUMN dan pemerintah provinsi maupun daerah.

Pada bulan yang sama, ITSEC Asia juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Len Industri (Persero) dan perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR perusahaan.

Langkah ini sejalan dengan fokus Perseroan untuk terus melihat peluang di segmen BUMN dan pemerintah, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital.

Di sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy tetap menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.

Kebutuhan tersebut semakin meningkat seiring percepatan adopsi digital dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang keamanan siber dan AI.

Perseroan juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber Indonesia sebagai faktor yang dapat memperluas kebutuhan pasar. Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang saat ini masih dalam proses pembahasan diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.

Pada 5 Agustus 2026, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru, mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan dan memperluas visibilitas Perseroan di kalangan investor institusi.

Memasuki Semester II 2026, ITSEC Asia akan tetap berfokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis serta penguatan kapabilitas keamanan siber dan AI untuk mendukung pertumbuhan Perseroan.

“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia,” tutup Patrick.

Kinerja positif ini sejalan dengan tren industri teknologi di Indonesia. Sebagai perbandingan, kinerja XLSMART juga mencatat pertumbuhan solid dengan laba naik 294% pada Semester I 2026. Sementara itu, ekspansi regional ITSEC Asia sebelumnya juga telah menjadi sorotan di industri.

Sebagai perusahaan keamanan siber dan AI terdepan di Indonesia, ITSEC Asia menghadirkan perlindungan data end-to-end bagi perusahaan dan individu di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang.

Dengan keahlian mendalam di bidang operasi keamanan siber, intelijen ancaman, dan pertahanan berbasis AI, ITSEC membantu organisasi tetap tangguh, patuh, dan terlindungi dari berbagai risiko siber.

Perusahaan yang didukung oleh lebih dari 300 ahli yang tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, dan Mauritius ini telah terverifikasi oleh BSSN serta memiliki sertifikasi internasional bergengsi seperti ISO 27001, ISO 9001, dan ISO 14001, serta merupakan anggota resmi CREST.

Salah satu inovasi unggulan ITSEC adalah IntelliBroń, platform yang dikembangkan secara lokal untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons insiden siber secara real-time.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU