Telko.id – Anthropic menganggapi laporan mengenai ribuan chat / percakapan pengguna Claude yang muncul di hasil pencarian Google. Perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan kebocoran data maupun peretasan, melainkan terjadi karena pengguna membagikan percakapan melalui fitur Share yang menghasilkan tautan publik sehingga dapat diindeks oleh mesin pencari, menurut laporan Futurism.
Sementara itu, sebagian materi lainnya dibagikan melalui fitur Claude Artifacts. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan proyek tertentu sebagai aplikasi atau alat mandiri.
Platform sebetulnya memberikan peringatan bahwa mempublikasikan Artifact “akan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja di internet dan berpotensi muncul di hasil pencarian mesin pencari.”
Merespons hal ini, Anthropic menjelaskan bahwa secara bawaan seluruh percakapan Claude bersifat privat. Namun ketika pengguna memilih membuat tautan publik untuk dibagikan kepada orang alin, halaman tersebut dapat diakses siapa saja yang memiliki tautannya dan berpotensi diindeks oleh mesin pencari. Perusahaan juga menyatakan tidak menyediakan direktori maupun sitemap percakapan kepada Google.
“Sesuai dengan prinsip privasi kami, kami tidak memberikan direktori percakapan atau sitemap kepada mesin pencari seperti Google,” ungkap Anthropic dalam pernyataan resminya.
“Tautan yang dibagikan ini tidak dapat ditebak atau ditemukan kecuali pengguna sendiri yang memilih untuk membagikannya. Ketika seseorang membagikan percakapan, mereka membuat konten tersebut dapat diakses oleh publik,” lanjutnya.
Ini bukan kejadian pertama bagi Anthropic. Tahun lalu, Forbes melaporkan bahwa ratusan chat Claude sempat terindeks oleh mesin pencari, yang memaksa mereka menghapusnya dari internet.
- Baca Juga:
- Anthropic Luncurkan Claude Science untuk Riset Obat AI
- Google AI Mode Kini Bisa Terhubung ke Canva dan YouTube Music
Meski demikian, sejumlah pengembang menilai Anthropic seharusnya menerapkan perlindungan tambahan, misalnya dengan memblokir pengindeksan mesin pencari secara default pada tautan berbagi. Langkah ini dinilai dapat mengurangi risiko pengguna yang tidak menyadari bahwa tautan publik juga dapat ditemukan melalui Google.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa fitur berbagi pada layanan AI perlu digunakan dengan hati-hati, terutama jika percakapan memuat informasi pribadi atau data rahasia.
Pengguna disarankan untuk tidak membuat tautan publik bagi percakapan yang berisi informasi sensitif serta mencabut tautan yang sudah tidak perlukan


