Telko.id – Pameran sourcing berskala internasional, Global Sources Indonesia, dipastikan kembali digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan pada 17–19 September 2026.
Ajang ini menargetkan sekitar 22.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan dan menghadirkan sekitar 800 booth yang menawarkan beragam produk serta peluang sourcing dari berbagai kategori ritel utama.
Penyelenggaraan pameran ini menjawab kebutuhan sekitar 4,4 juta pelaku retail dan e-commerce di Indonesia yang terus mencari produk dan supplier baru.
Seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan pilihan produk yang lebih beragam, inovatif, dan kompetitif, retailer, pemilik brand, serta online seller dituntut mampu menghadirkan penawaran yang relevan dengan perkembangan pasar.
Produk yang ditampilkan dalam pameran ini mencakup sejumlah kategori utama, yaitu Elektronik, Peralatan Rumah Tangga & Dapur, Hadiah & Souvenir, serta Peralatan Olah Raga.
Lewat ragam kategori tersebut, pameran ini menjadi kesempatan bagi retailer, distributor, pemilik brand, online seller, dan pelaku bisnis lainnya untuk menemukan produk baru, bertemu langsung dengan supplier, serta menjajaki peluang bisnis.
“Pasar ritel Indonesia sangat dinamis, dengan kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berkembang. Bagi pelaku usaha, kemampuan untuk menemukan produk baru, supplier yang tepat, serta mendapatkan insight mengenai perkembangan pasar menjadi semakin penting,” ujar Toerangga Putra, Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events sebagai penyelenggara Global Sources di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Global Sources Indonesia hadir untuk memfasilitasi koneksi tersebut, sekaligus menciptakan ruang bagi pelaku bisnis untuk menemukan produk, berbagi pengetahuan, dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Edukasi dan Peningkatan Kompetensi Bisnis
Selain menghadirkan produk dan supplier, Global Sources Indonesia memberi perhatian khusus pada edukasi dan peningkatan kemampuan pelaku industri ritel melalui rangkaian konferensi dan workshop. Program ini melanjutkan antusiasme positif dari rangkaian webinar yang telah dilaksanakan sebelum pameran berlangsung.
Retail Industry Conference Series LIVE akan menghadirkan para praktisi dan ahli industri untuk membahas berbagai perkembangan yang membentuk industri ritel Indonesia. Topik yang diangkat mulai dari perubahan perilaku konsumen, tren ritel, digital commerce, hingga strategi pengembangan bisnis.
Sementara itu, Retail Industry Workshop dirancang sebagai program pembelajaran yang lebih praktis. Tujuannya membantu retailer, pemilik brand, online seller, dan pelaku usaha lainnya meningkatkan keterampilan yang relevan untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin dinamis.

Melalui program ini, pengunjung tidak hanya dapat menemukan produk dan supplier, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam bisnis mereka.
Dukungan Asosiasi Industri
Inisiatif ini mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi industri, termasuk APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dan TES (The Entrepreneur Society). Keduanya menilai pentingnya platform yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan produk, supplier, pengetahuan, serta peluang bisnis baru.
“Bagi retailer, memiliki akses terhadap beragam produk dan memahami perkembangan tren pasar menjadi salah satu faktor penting untuk tetap kompetitif. Global Sources Indonesia menjadi platform yang memberikan kesempatan bagi retailer untuk mengeksplorasi peluang produk baru, bertemu dengan calon mitra bisnis, serta mendapatkan insight yang dapat mendukung strategi bisnis dan ritel mereka ke depan,” ujar Yudi Hartanto, Ketua Hari Ritel Nasional 2026 (APRINDO).

Senada, Klemens Rahardja, Founder The Entrepreneur Society (TES), menyatakan bahwa entrepreneur saat ini membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap produk. Mereka membutuhkan pengetahuan, networking, dan kemampuan mengenali peluang lebih awal.
“Global Sources Indonesia mempertemukan berbagai elemen tersebut dengan memberikan akses kepada entrepreneur terhadap produk baru, insight industri, serta pembelajaran praktis yang dapat membantu mereka mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat,” ujar Klemens.
Keterlibatan berbagai asosiasi tersebut mencerminkan pentingnya memperkuat konektivitas dalam ekosistem ritel Indonesia. Terlebih ketika pelaku usaha harus terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen dan dinamika persaingan pasar.
Pameran ini juga menjadi ruang bagi pelaku bisnis untuk mengikuti perkembangan teknologi dan produk terbaru di pasar. Beberapa ajang industri serupa, seperti peluncuran produk Samsung Galaxy, menunjukkan bagaimana inovasi perangkat terus mendorong minat konsumen terhadap kategori elektronik.
Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor di industri teknologi juga semakin sering dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah Telkomsel dan SiCepat misalnya, memperlihatkan bagaimana kemitraan strategis dapat membuka peluang bisnis baru di sektor digital.
Global Sources Indonesia akan mempertemukan supplier, retailer, distributor, pemilik brand, online seller, dan profesional industri selama tiga hari dalam rangkaian kegiatan sourcing, edukasi, networking, dan business opportunities. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui www.globalsources.com/Indonesia.
Bagi pelaku usaha, kehadiran pameran ini menjadi salah satu jalur untuk memperluas jaringan pemasok dan mempercepat adaptasi terhadap tren pasar. Dengan skala sekitar 800 booth dan target 22.000 pengunjung,
Global Sources Indonesia 2026 berpotensi memperkuat konektivitas antara pelaku ritel nasional dan supplier tangan pertama.


