spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

AI Diagnosis Penyakit Microsoft Diklaim Ungguli Dokter Manusia

Telko.id – Microsoft mengeklaim sistem AI diagnosis penyakit terbarunya mampu mendiagnosis berbagai kondisi hingga empat kali lebih akurat dibandingkan dokter manusia, dengan mengutip The Verge. Riset ilmiahnya telah dipublikasikan di jurnal Science dan menjadi fondasi awal ambisi Microsoft mengembangkan kecerdasan buatan medis tingkat tinggi atau medical superintelligence.

Bekerja Seperti Panel Dokter Spesialis

Sistem bernama Diagnostic Orchestrator ini ditenagai model GPT-5 milik OpenAI. Berbeda dari chatbot biasa yang sekadar memberi jawaban instan, sistem ini memakai arsitektur multi-agent yang meniru diskusi panel dokter spesialis. Prosesnya dimulai dari menyisir riwayat medis dan gejala klinis pasien, lalu menentukan tes laboratorium atau pemindaian yang perlu dilakukan, sebelum menimbang berbagai kemungkinan dan menetapkan diagnosis akhir. Pengujiannya memakai tolok ukur baru bernama SDBench, yang dikembangkan Microsoft dari ratusan laporan kasus medis nyata.

Akurasi 83 Persen pada Kasus NEJM

Pada kasus dari The New England Journal of Medicine (NEJM), Diagnostic Orchestrator mencatat akurasi diagnosis 83 persen. Dokter umum manusia hanya meraih 36 persen dengan bantuan buku rujukan dan 22 persen tanpa rujukan. Pada data pasien unit gawat darurat dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, sistem ini mencapai akurasi 80 persen, jauh di atas rata-rata dokter manusia sebesar 47 persen. Selain lebih akurat, sistem ini juga disebut merumuskan langkah penanganan dengan estimasi biaya tes laboratorium yang lebih efisien dibanding estimasi dokter.

Bukan Pengganti Dokter, Segera Diuji di Rumah Sakit

CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting bagi industri kesehatan global. “Ini adalah tonggak sejarah besar dalam perjalanan panjang integrasi AI di dunia medis,” ujarnya, dikutip dari The Verge.

Baca Juga:

Meski begitu, Microsoft menyadari bahwa pengujian pada data historis berbeda dengan dinamika nyata di lapangan. Head of Health AI Microsoft, Dr. Dominic King, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan segera menguji sistem ini langsung di lingkungan klinis Beth Israel Deaconess Medical Center dalam beberapa bulan ke depan.

Suleyman menegaskan bahwa AI diproyeksikan memperbaiki layanan kesehatan, bukan menggantikan tenaga medis. AI akan mengambil alih tugas analisis rumit yang menjenuhkan agar dokter punya lebih banyak waktu merawat pasien. Karena itu, AI diagnosis penyakit buatan Microsoft ini masih berstatus klaim hasil riset, dan efektivitasnya di rumah sakit sungguhan baru akan terjawab lewat pengujian klinis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU