Telko.id – Google membuka babak baru dalam persaingan kecerdasan buatan dengan meluncurkan Gemini 4 Argon, model AI terbaru yang diklaim sebagai salah satu yang paling canggih milik perusahaan sejauh ini. Alphabet, perusahaan induk Google, memperkenalkan Gemini 4 Argon pada Rabu, 30 September 2026 waktu Amerika Serikat, melansir dari detikINET pada Selasa, 6 Oktober 2026. Model ini membawa peningkatan pada kemampuan pemrograman, keamanan siber, serta berbagai pekerjaan profesional yang membutuhkan proses panjang dan kompleks.
Fokus Utama pada Pertahanan Keamanan Siber
Google menekankan bahwa keahlian khusus Gemini 4 Argon justru terletak pada bidang keamanan siber. Model ini dilatih khusus untuk pertahanan siber dan diklaim mampu menemukan, memvalidasi, hingga menambal kerentanan perangkat lunak kritis secara otomatis. Dilaporkan TechCrunch, Gemini 4 Argon baru diluncurkan ke kelompok terpilih dari mitra siber perusahaan melalui program Fairwind, inisiatif keamanan Google, sebelum nantinya dirilis lebih luas.
Klaim Unggul dari GPT-6 Astra di Berbagai Benchmark
Dalam rilisnya, Google menyebut Gemini 4 Argon mencatat rekor baru dalam rekayasa perangkat lunak dunia nyata, serta menempati posisi teratas dalam sejumlah pengujian keamanan siber. Perusahaan mengklaim Argon memperoleh skor yang lebih tinggi dibanding GPT-6 Astra milik OpenAI serta model Fable dan Opus milik Anthropic di berbagai tolok ukur AI.
Baca Juga:
- Google Luncurkan Aplikasi Desktop Gemini untuk PC Windows
- Insiden Gemini Bobol Perusahaan Tanpa Izin, Ini Kata Google
Berdasarkan data Artificial Analysis Intelligence Index, Argon mencatat skor 53 poin, setara dengan GPT-6 Astra, dan unggul 1 poin dari GPT-6.1 Sol milik OpenAI yang meraih skor 52. Pada uji AA-Omniscience, Argon mencatat tingkat halusinasi sebesar 15 persen, jauh lebih rendah dibanding 51 persen milik Astra.
Output Satu Juta Token dan Harga Lebih Terjangkau
Argon mendukung keluaran hingga 1 juta token dalam satu respons, meningkat signifikan dari batas 64.000 token pada generasi Gemini sebelumnya. Dari sisi harga, pada tarif peluncuran, biaya menjalankan Argon tercatat sekitar 1,99 dolar AS per tugas Index, jauh lebih murah dibanding 3,26 dolar AS untuk Astra.
Kemampuan Argon bahkan telah dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Google, termasuk membantu mengoptimalkan penggunaan memori di pusat data sehingga ratusan terabyte memori dapat dibebaskan tanpa harus menambah perangkat keras baru.


