Telko.id – Microsoft dan Nvidia membawa AI dari pusat data ke PC lewat konsep laptop jadi server AI pribadi, seperti yang dilaporkan oleh Sindonews. Laptop generasi baru ini mampu menjalankan model berukuran lebih dari 120 miliar parameter langsung di perangkat, dan hanya memakai cloud bila memang diperlukan.
Dari Cloud ke Perangkat Sendiri
Selama bertahun-tahun, pengalaman generatif AI bergantung pada pusat data raksasa. Pengguna mengirim permintaan lewat laptop, sementara proses berat dikerjakan GPU di server jarak jauh, lalu hasilnya dikirim kembali ke layar. Dengan AI lokal, sebagian atau seluruh proses itu bisa berlangsung langsung di laptop. Microsoft tidak yakin komputasi awan akan hilang, sehingga menyebut pendekatannya sebagai kecerdasan hibrida, di mana Windows menentukan tugas mana yang cocok dijalankan di perangkat dan mana yang butuh daya pusat data.
Surface Laptop Ultra dan Chip RTX Spark
Wujud nyatanya adalah Surface Laptop Ultra, yang disebut Microsoft sebagai laptop Surface paling bertenaga yang pernah dibuat. Perangkat ini ditenagai chip Nvidia RTX Spark berbasis Blackwell dengan daya komputasi AI hingga 1 petaflop dan memori terpadu hingga 128GB, sebagaimana dikutip dari Nai500.
Baca Juga:
- Varian Baru DGX Spark Nvidia Hadir dengan Memori Lebih Kecil
- Sea Jadi yang Pertama di Asia Tenggara Pakai Nvidia Vera Rubin
Nvidia menyebut RTX Spark memadukan GPU Blackwell RTX dengan CPU Grace 20-core hasil pengembangan bersama MediaTek. Selain laptop, Microsoft juga memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box. Harga Surface Laptop Ultra dimulai dari 2.599 dolar AS, sedangkan Dev Box dari 5.999 dolar AS.
Keduanya diperkenalkan bersama oleh CEO Microsoft Satya Nadella dan CEO Nvidia Jensen Huang dalam acara di San Francisco, sebagaimana dikutip dari Benzinga. Huang menggambarkan PC kini bisa langsung mengerjakan tugas yang diminta pengguna.
Belum untuk Pasar Massal
Meski menarik, gagasan laptop jadi server AI pribadi ini belum menyasar pasar massal. Yahoo Finance menilai Surface Laptop Ultra lebih menyasar kalangan enterprise dan pengguna awal. Lonjakan harga memori global juga mendorong harga PC naik, sehingga perangkat premium seperti ini cenderung dibanderol mahal.
Di Indonesia, Sindonews mencatat ASUS ProArt P14 dan P16 sebagai laptop pertama dengan chip RTX Spark, dengan harga sekitar Rp80 juta. Langkah ini sekaligus menjadi tantangan bagi Intel dan AMD, karena setiap laptop Windows berbasis Arm yang laku akan mengambil pangsa pasar x86.

