Telko.id – Tren teleconverter mulai mengubah arah persaingan kamera smartphone. Setelah berlomba menaikkan resolusi sensor, memperbesar ukuran sensor, dan menghadirkan kamera periskop, sejumlah produsen kini menawarkan pendekatan baru untuk fotografi jarak jauh melalui lensa tambahan yang dipasang di depan kamera telefoto.
Teknologi ini memungkinkan pengguna memperluas jangkauan optik kamera tanpa sepenuhnya bergantung pada zoom digital. Hasilnya, objek yang jauh bisa didekatkan dengan bantuan elemen optik tambahan, bukan sekadar pemotongan gambar yang ditangkap sensor.
Tren tersebut terlihat pada sejumlah flagship dari OPPO, vivo, dan HONOR. Ketiganya tidak hanya membekali kamera bawaan dengan kemampuan zoom tinggi, tetapi juga mengembangkan aksesori optik yang dirancang khusus untuk perangkat tertentu.
Langkah ini menarik karena ruang di dalam bodi smartphone sangat terbatas, sementara lensa dengan panjang fokus besar membutuhkan elemen optik dan jarak kerja yang lebih leluasa.
Apa Itu Teleconverter pada Smartphone?
Teleconverter merupakan lensa tambahan yang dipasang di depan kamera telefoto untuk memperpanjang panjang fokus efektif sistem kamera. Teknologi ini berbeda dari zoom digital yang hanya memperbesar bagian tertentu dari gambar yang ditangkap sensor. Teleconverter memakai elemen optik tambahan untuk membantu menghasilkan pembesaran secara optik.
Contohnya, vivo X300 Ultra mendukung aksesori ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra yang menghasilkan panjang fokus ekuivalen 400 mm ketika dipasangkan dengan perangkat dan mode kamera yang sesuai. Aksesori ini dijual terpisah.
Meski demikian, penggunaan teleconverter tidak otomatis menjamin semua foto lebih tajam. Hasil akhir tetap dipengaruhi pencahayaan, kemampuan sensor, stabilisasi, fokus otomatis, serta teknik pemotretan.
Pengguna juga perlu memahami bahwa angka panjang fokus ekuivalen tidak selalu berarti kamera memakai lensa fisik dengan panjang yang sama seperti lensa pada kamera profesional.
Baca Juga:
Tiga Smartphone yang Menunjukkan Tren Teleconverter
Belum semua produsen smartphone memiliki aksesori teleconverter resmi. Berikut tiga contoh perangkat dari merek berbeda yang memperlihatkan perkembangan teknologi ini.
1. OPPO Find X10 Pro Max
OPPO Find X10 Pro Max memperlihatkan bagaimana teleconverter dapat menjadi bagian dari ekosistem fotografi flagship. OPPO mengumumkan Find X10 Series secara global pada 21 Oktober 2026. Perusahaan menyebut kedua model dalam seri tersebut mendukung Hasselblad Teleconverter dengan pembesaran optik 3,28x.
Aksesori tersebut dirancang untuk memperluas kemampuan kamera telefoto, terutama saat pengguna memotret objek dari kejauhan. Kegunaannya mencakup fotografi konser, pemandangan perkotaan, dan satwa liar.
Dalam situasi tersebut, kemampuan mendekatkan objek tanpa harus berpindah posisi memberi fleksibilitas lebih besar. Namun, teleconverter tetap merupakan aksesori tambahan, sehingga pengguna perlu memastikan kompatibilitas perangkat dan ketersediaan kit di pasar tempat smartphone dipasarkan.
Langkah OPPO ini sejalan dengan strategi kamera yang sebelumnya diperkenalkan lewat jajaran OPPO Find X9 Series yang mengandalkan kerja sama Hasselblad.
2. vivo X300 Ultra
vivo X300 Ultra menjadi contoh lain dari integrasi teleconverter dengan sistem kamera smartphone. Perangkat ini mendukung ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra yang menawarkan panjang fokus ekuivalen 400 mm. vivo juga menyediakan perlengkapan pendukung fotografi, termasuk casing khusus dan adapter untuk aksesori yang kompatibel.
Jangkauan tersebut relevan untuk memotret objek yang sulit didekati, misalnya burung di alam liar, aktivitas olahraga, atau pertunjukan di panggung. Aksesori ini juga menunjukkan bahwa pengalaman fotografi smartphone dapat dikembangkan melalui kombinasi perangkat keras, optik tambahan, dan perangkat lunak kamera.
Ukuran dan bobot lensa eksternal tetap menjadi pertimbangan, sehingga pengguna yang terbiasa memotret dengan satu tangan mungkin perlu menyesuaikan cara memegang perangkat atau memakai tripod.
3. HONOR Magic8 Pro
HONOR Magic8 Pro turut menawarkan pendekatan fotografi dengan lensa tambahan. Melalui Professional Imaging Kit, HONOR menghadirkan telephoto extender 2,35x yang memperluas panjang fokus ekuivalen kamera telefoto dari sekitar 85 mm menjadi 200 mm. Kit tersebut dikembangkan bersama Telesin dan mencakup pegangan kamera serta komponen pemasangan khusus.
Kehadiran pegangan fisik memberi nilai tambah bagi pengguna yang sering memotret dalam durasi panjang. Kontrol fisik seperti tombol rana dan pengaturan zoom dapat membantu pengoperasian kamera. Pendekatan HONOR juga memperlihatkan bahwa persaingan kamera smartphone tidak lagi hanya berpusat pada spesifikasi sensor, tetapi mulai merambah pengalaman saat mengambil gambar dan fleksibilitas aksesori.
Mengapa Tren Teleconverter Mulai Menarik?
Ada beberapa alasan mengapa lensa tambahan berpotensi menjadi bagian penting dari perkembangan kamera smartphone.
Pertama, keterbatasan ruang di dalam bodi. Smartphone harus menampung layar, baterai, prosesor, dan berbagai komponen lain dalam ruang terbatas. Memperbesar kemampuan zoom melalui aksesori eksternal memberikan alternatif tanpa harus selalu menambah ketebalan perangkat.
Kedua, kebutuhan fotografi jarak jauh. Pengguna yang memotret konser, satwa liar, pertandingan olahraga, atau objek wisata dari kejauhan membutuhkan jangkauan lebih panjang. Teleconverter dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Ketiga, diferensiasi produk flagship. Ketika resolusi kamera dan fitur AI semakin umum, aksesori optik khusus bisa menjadi pembeda bagi produsen yang ingin menyasar penggemar fotografi mobile. Perkembangan ini menandai pergeseran dari smartphone sebagai kamera serbaguna menuju perangkat fotografi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Pendekatan serupa juga terlihat pada perangkat yang mengutamakan inovasi tampilan, seperti Huawei Mate 80 Pro Max, yang menunjukkan bagaimana produsen berlomba menghadirkan terobosan hardware di segmen atas.
Apakah Teleconverter Bisa Menggantikan Kamera Profesional?
Belum tentu. Teleconverter dapat memperluas kemampuan kamera smartphone, tetapi kamera profesional masih memiliki keunggulan dalam sejumlah aspek, seperti pilihan lensa, ukuran sensor pada sistem tertentu, kontrol fotografi, dan fleksibilitas penggunaan.
Lensa tambahan juga membawa konsekuensi berupa bobot lebih besar, biaya tambahan, dan proses pemasangan yang tidak selalu praktis untuk pemotretan spontan. Selain itu, dukungan teleconverter umumnya spesifik untuk model tertentu. Lensa yang dirancang untuk satu smartphone belum tentu dapat bekerja optimal pada perangkat lain, meskipun keduanya memiliki kamera telefoto.
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak membeli aksesori hanya berdasarkan klaim pembesaran. Kompatibilitas perangkat, dukungan mode kamera, kualitas optik, dan ketersediaan aksesori resmi juga perlu diperhatikan. Sebagai pembanding, sejumlah flagship masih mengandalkan solusi zoom internal, seperti yang ditawarkan Find X9 Ultra dengan zoom optik 10x.
Di sisi lain, panggung kompetisi kamera juga semakin ramai lewat ajang seperti JGTC 2025, tempat produsen memamerkan kemampuan fotografi perangkat terbarunya.
Teleconverter Bisa Menjadi Arah Baru Fotografi Mobile
Kehadiran teleconverter menunjukkan bahwa inovasi kamera smartphone mulai bergerak melampaui peningkatan megapiksel dan zoom digital. OPPO, vivo, dan HONOR memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menggabungkan kamera bawaan dengan optik tambahan. Jika ekosistem ini terus berkembang, pengguna berpotensi memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan kemampuan kamera dengan kebutuhan fotografi.
Meski demikian, teleconverter belum tentu dibutuhkan semua orang. Untuk memotret makanan, keluarga, atau aktivitas sehari-hari, kamera bawaan smartphone umumnya sudah memadai. Aksesori ini lebih relevan bagi pengguna yang memang membutuhkan jangkauan lebih jauh dan bersedia membawa perlengkapan tambahan.
Pada akhirnya, masa depan fotografi smartphone tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar angka zoom yang ditampilkan di layar, tetapi juga oleh seberapa baik perangkat menghasilkan gambar ketika digunakan dalam kondisi nyata.


