spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 971

Sejarah Netflix, Berawal Dari rental DVD

0

Telko.id – Beberapa minggu belakangan ini, Netflix ramai diperbincangkan. Pasalnya, layanan video on deman ini diblokir oleh Telkom group. Seperti apa sejarahnya Netflix ini? Berikut sejarahnya.

Berawal dari rental DVD

Tahukah kamu kalau Netflix sebenarnya berawal dari sebuah rental DVD? Ya, tahun 1997 Reed Hastings memulai bisnis DVD bersama dengan rekannya. Awalnya perusahaan ini berbisnis dengan berjualan dan menyewakan kaset DVD melalui post. Pelanggan akan menerima film yang diinginkan yang diantarkan oleh kurir pos.

Setahun berjalan, Hastings mulai meninggalkan bisnis berjualan kaset tersebut dan fokus pada penyewaan kaset DVD saja. Layanan ini sendiri baru diluncurkan secara resmi pada 1998, dengan menyebut dirinya sebagai penyewaan DVD secara online.

Mampu kirimkan 1 juta DVD setiap hari

Saking besarnya pangsa pasar Netflix, perusahaan ini pernah mencapai masa kejayaan ketika masih menyewakan DVD. Ya, di tahun 2005, Netflix sudah memiliki 35.000 koleksi film. Perusahaan ini juga mampu mengirimkan sebanyak 1 juta kaset DVD setiap harinya.

Memulai bisnis layanan streaming

Migrasi Netflix ke layanan streaming bukan terjadi dalam semalam. Hastings sudah memikirkan kemungkinan ini sejak tahun 2000. Setelah berhasil mengembangkan algoritma video rekomendasi, perusahaan ini mulai bergerak dari bisnis utamanya. Tahun 2007 Netflix mulai menawarkan layanan video on demand secara gratis ke penggunanya. Saat itu, hanya ada 1000 judul film dan serial TV yang ditawarkan. Jumlahnya meningkat menjadi 12.000 pada Juni 2019.

Salah satu kunci kesuksesan Netflix kala itu adalah adanya rekomendasi video yang dikenal dengan cinematch. Di satu sisi, fitur ini memungkinkan pelanggan tetap menggunakan Netflix, sementara di sisi lain, pelanggan dapat menikmati konten yang sesuai dengan minat mereka. Tidak hanya itu, hal ini juga memberi kesempatan bagi film-film yang diproduksi oleh studio kecil untuk ditonton oleh pelanggan Netflix.

Punya konten original

Sekian lama menyajikan film karya sineas lainnya, Netflix akhirnya mendistribusikan konten original buatannya. Itu dimulai pada 2013 dengan film pertama berjudul House of Cards. Kemudian setiap tahun layanan ini meluncurkan konten original. Beberapa di antaranya sempat menjadi perhatian dunia, seperti Stranger Things, Orange is the New Black, Lost in Space, The Umbrella Academy hingga The Witcher.

Masuk ke Indonesia

Seiring berjalannya waktu, Netflix berkembang menjadi layanan streaming film yang sangat besar. Perusahaan ini pun melebarkan sayapnya ke beberapa negara, termasuk di Indonesia. Layanan ini tiba di tanah air tahun 2016. Kehadirannya juga sempat membuat gerah beberapa penyedia layanan serupa, misalnya Telkom.

Sejak saat itu, ekosistem Telkom memblokir Netflix. Namun pengguna provider lain masih bisa menikmati layanan streaming video ini.

(Icha)

Bisa kah Telkom Dituntut Gegara Blokir Netflix

0

Telko.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pemblokiran Netflix oleh Telkom Group melanggar beberapa hak konsumen. Salah satunya adalah melanggar hak untuk mendapat informasi.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo mengatakan sesungguhnya masyarakat bisa mempersoalkan hal tersebut apabila dirasa merugikan.

“Yang pertama, hak untuk mendapat informasi, right to know. Kalau pemblokiran itu menghambat konsumen mendapat informasi, mestinya dapat dipersoalkan,” kata Sudaryarmo, dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Kemudian pemblokiran ini juga melanggar hak konsumen untuk memilih. Pasalnya di beberapa wilayah di Indonesia ada beberapa wilayah yang jaringan internetnya dikuasai oleh grup Telkom, sehingga pengguna sama sekali tidak bisa pindah ke penyedia jaringan internet agar bisa mengakses Netflix

Rame-rame Bicara Netflix, Ada Apa?

0

Telko.id – Sudah tiga tahun Netflix tidak dapat dinikmati oleh pelanggan TelkomGroup. Hanya ramai ketika awal itu saja, selanjutnya tidak ada pembahasan atau ramai dibicarakan lagi. Baru beberapa minggu belakangan ini, ‘pemblokiran’ oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini ramai kembali dibicarakan. Ada apa sebenarnya?

Isu Netflix ini kembali mencuat usai Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan untuk memblokir situs video streaming film bajakan IndoXXI. Sebagian netizen di Twitter sampai mengeluhkan kapan Netflix segera bisa diakses khususnya untuk para pelanggan Telkomsel.

Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengatakan pemblokiran salah satu layanan media streaming digital Netflix yang dilakukan Telkom Indonesia adalah persoalan bisnis sehingga pihaknya tak memiliki wewenang untuk terlibat lebih jauh.

“Kalau masalah bisnis kita serahkan B2B (bussiness to bussiness), mungkin ada hal yang sifatnya komersial. Kalau dari sisi pemerintah, yang terpenting taat aturan,” ujar Johnny kepada wartawan saat Open House Natal di kediamannya, Jakarta, Rabu (25/12), seperti dikuti dari CNBC Indonesia.

Lalu, apakah langkah Telkom memblokir Netflix sudah sesuai aturan? VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo di Jakarta, dalam pernyataan tertulisnya mengatakan bahwa hingga saat ini layanan Netflix belum tersedia di jaringan TelkomGroup baik Telkomsel maupun IndiHome, dikarenakan masih belum tercapainya kesepakatan dua pihak.

Keputusan TelkomGroup itu, lanjut dia, bukan didasarkan pada kepentingan bisnis semata, namun guna melindungi kepentingan pelanggan dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Telkom Group mendorong para mitra penyedia konten untuk dapat menghadirkan karya sinematografi anak bangsa yang berkualitas,” ujar Arif Prabowo.

Polemik Netflix ini pun diangkat dalam perbincangan bertajuk Polemik Netflix: Antara Bisnis, Regulasi, dan Norma Sosial di Jakarta, Kamis (16/01/20). Dalam perbicangan tersebut menyebutkan bahwa banyaknya konten negative yang ditayangkan Netflix dinilai tidak memenuhi norma budaya dan hukum Indonesia. Lalu, konten negative Netflix melanggar pasal 27 ayat 1 UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE hingga UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Selain itu, Netflix dianggap tidak memenuhi aturan Peraturan Pemerintah (PP) No. 80 tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, yang mewajibkan pemain seperti Netflix memiliki Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. Bahkan Netflix dianggap sudah merugikan negara sebesar Rp629,74 miliar dengan tidak adanya BUT Netflix.

Konten Negative

Sejak resmi menghadirkan layanannya di Indonesia, kehadiran Netflix terus menuai kontroversi. Penyebab utamanya adalah banyaknya konten negative yang ada di tayangan layanan penyedia video on demand tersebut.

Konten negative yang disajikan Netflix tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa, terutama soal pornografi, SARA dan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Padahal, di Indonesia sendiri memiliki payung hukum terhadap konten-konten yang melanggar kesusilaan, termasuk pornografi. Mulai dari pasal 27 ayat 1 UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE hingga UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi. Tentunya peraturan perundang-undangan tersebut berlaku secara menyeluruh, tak terkecuali Netflix. Walhasil, sejumlah ISP seperti TelkomGroup pun melakukan pembatasan akses terhadap layanan Netflix.

Ferdinandus Setu (Nando), Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, mengungkap ketika Netflix ingin beroperasi di Indonesia harus menutup akses terhadap konten-konten pornografi.

“Kalau mereka (Netflix) mau beroperasi di Indonesia harus mematikan konten yang pornografi tadi, agar gak bisa diakses di indonesia,” ujarnya.

Menurut Ferdinandus, penutupan akses pornografi dilakukan tak hanya sepihak. Artinya, harus ditutup untuk semua pihak, baik anak-anak maupun dewasa.

Dirinya juga menegaskan setiap platform harus mengikuti payung hukum yang berlaku di Indonesia. Setidaknya, perlu ada komitmen dari platform untuk memblokir konten yang memuat pornografi.

Namun di tengah pembatasan akses terhadap Netflix ini, Kemendikbud justru menggandeng Netflix unt uk memberikan peatihan penulisan film. Langkah Mendikbud ini pun kembali meramaikan polemik yang sudah ada.

Badan Hukum Netflix Tidak Jelas

Pasalnya, selain mengandung banyak konten negative, status badan hukum Netflix tidak jelas. Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik No. 80/2019 yang baru, pemain seperti Netflix harus memiliki badan usaha tetap (BUT) di Indonesia.

Selain itu Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 35/2019 tentang Penentuan Bentuk Usaha Tetap (BUT). Peraturan ini menjabarkan tentang kewajiban perpajakan bagi perusahaan atau orang asing yang berbisnis di Indonesia, baik itu perusahaan konvensional maupun yang beroperasi secara digital.

Sebagai penyedia layanan konten digital Netflix juga harus mengikuti aturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia seperti badan hukum dan kantor mereka harus tersedia di Indonesia.

Namun kenyataannya penyedia layanan konten digital seperti Netflix sampai saat ini belum mau menuruti perundang-undangan yang ada di Indonesia seperti kewajiban mereka untuk memiliki badan hukum Indonesia atau BUT dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Dengan belum memiliki BUT, Netflix pun bebas melenggang dari aturan pajak. Bahkan tidak pernah melaporkan keuangan perusahaannya. Padahal jelas-jelas perusahaan asal negeri Paman Sam itu, berbisnis di Indonesia. Akibatnya, Netflix merugikan negara sebesar Rp629,74 miliar karena tidak memiliki BUT tersebut.

Mengutip data Statista, Netflix memiliki 481.450 pelanggan di Indonesia pada 2019. Bahkan pelanggannya diperkirakan naik dua kali lipat pada tahun 2020 ini menjadi 906.800.

Kendati demikian, pembayaran oleh pelanggan itu mengalir deras ke anak perusahaan Netflix di Belanda, yaitu Netflix International B.V.

(Icha)

 

XL Rambah Pesisir Barat Lampung dengan Jaringan 4G

0

Telko.id – Kembali, XL mengoperasikan jaringan 4G di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kali ini yang dirambah adalah wilayah Sumatera, tepat nya di Desa Bandar Dalam, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Ini adalah bentuk komitmen XL untuk mendukung pemerintah dalam pemerataan dan percepatan pembangunan melalui skema USO (Universal Service Obligation).

Dalam acara peresmian BTS USO yang berlangsung pada Selasa (14/1), hadirBupati Pesisir Barat, Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H, M.H, dan Kabid Kominfo Pesisir Barat, Elvin Yolanda, S.IP MM hadir. Selain itu, hadir pula di acara ini Peratin Desa Bandar Dalam, Rudi Mailano dan sejumlah tokoh masyarakat setempat, serta Head of Sales XL Axiata wilayah Lampung-Sumsel Outer-Bengkulu, Budi Utama Lubis dan Head Sustainability & Internal Communication XL Axiata, Andy Satrio Yuddho.

“Saat ini di seluruh Sumatera dan kepulauan sekitarnya, XL Axiata telah mengoperasikan lebih dari 10 BTS program USO yang semuanya 4G. Baru di Desember 2019 lalu kami mulai mengoperasikan BTS USO di Kabupaten Natuna, Kabupaten Seluma, Bengkulu, serta di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan,” ungkap Desy Sari Dewi, Group Head XL Axiata West Region.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa “semua BTS USO itu merupakan bagian dari pembangunan dan pengoperasian jaringan USO di total 289 titik yang berlokasi di berbagai provinsi yang dilaksanakan XL Axiata sepanjang 2019”.

Desy berharap keberadaan jaringan data 4G di setiap area, termasuk di Desa Bandar Dalam, Pesisir Barat tersebut bisa memacu roda perekonomian masyarakat setempat. Masyarakat bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan yang potensi ekonomi daerah, atau meningkatkan produktivitas berbagai sektor, termasuk usaha kecil menengah.

Selain itu, keberadaan layanan data setingkat 4G akan bisa menjembatani masyarakat sekitar dalam mengakses informasi yang setara dengan daerah lain.

Daerah Pesisir Barat memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan pantai dan juga dengan tujuan untuk berselancar (surfing).

Selain itu Pesisir Barat juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan perikanan.

Head of Sales Lampung, Sumsel Outer, Bengkulu, Budi Utama Lubis, mengatakan selain jaringan USO, sejak Maret 2017, XL Axiata telah menghadirkan layanan 4G di Lampung dan masuk ke semua kota/kabupaten.

Saat ini, infrastruktur jaringan XL Axiata di Lampung didukung sekitar 2.500 BTS, termasuk sekitar 1.900 BTS data (3G dan 4G). Pelanggan di Lampung lebih dari 800 ribu, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan kepercayaan besar dari masyarakat atas peningkatan kualitas jaringan XL Axiata di Lampung dan sekitarnya. Penggunaan data di Lampung juga terus tumbuh signifikan. Tercatat pada saat Natal dan Tahun Baru 2020, trafik data meningkat 13% dari kondisi normal.

Di seluruh Sumatera dan kepulauan, saat ini XL Axiata juga terus melakukan perluasan infrastruktur jaringan layanan data, sejalan dengan fokus perusahaan untuk terus mendorong perkembangan dan pertumbuhan penggunaan layanan data di masyarakat. Tercatat lebih dari 24 ribu BTS, termasuk sekitar 18 ribu  BTS data (3G & 4G) di seluruh Sumatera dan kepulauan sekitarnya yang menjangkau lebih dari 150 kota/kabupaten.

Saat ini jumlah pelanggan XL Axiata di Sumatera mencapai sekitar 19% dari jumlah pelanggan nasional, dengan jumlah pelanggan data mencapai lebih dari 95%. (Icha)

 

 

Huawei P30 lite New Edition Hadir Dibekali Memori Internal 6GB RAM

0

Telko.id – Huawei P30 lite New Edition kali pertama diperkenalkan pada 2020, January 14. Perangkat bermesin Hisilicon Kirin 710 ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei P30 lite New Edition. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei P30 lite).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Peacock Blue, Midnight Black, Pearl White, Breathing Crystal) dan memiliki body berdimensi 152.9 x 72.7 x 7.4 mm (6.02 x 2.86 x 0.29 in) dengan berat 152.9 g (5.40 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei P30 lite New Edition

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei P30 lite New Edition :

  • 48 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, 17mm (ultrawide)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur Panorama dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Huawei P30 lite New Edition

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Hisilicon Kirin 710 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU Mali-G51 MP4. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 256GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 3340 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.15″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2312 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei P30 lite New Edition sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 400/50 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei P30 lite New Edition :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 4(1700/2100), 7(2600), 8(900), 20(800), 38(2600)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 400/50 Mbps
LAUNCH
Announced 2020, January 14
Status Available. Released 2020, January 14
BODY
Dimensions 152.9 x 72.7 x 7.4 mm (6.02 x 2.86 x 0.29 in)
Weight 152.9 g (5.40 oz)
Build Glass front, glass back, plastic frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Peacock Blue, Midnight Black, Pearl White, Breathing Crystal
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.15 inches, 93.6 cm2 (~84.2% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2312 pixels (~415 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1
Chipset Hisilicon Kirin 710 (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G51 MP4
MEMORY
Card slot microSDXC (uses shared SIM slot)
RAM 6 GB
Internal 256GB 6GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 48 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
8 MP, 17mm (ultrawide)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
Features Panorama
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC Yes
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 3340 mAh
Non-removable Li-Po 3340 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Ini Dua Dompet Digital Yang Paling Banyak Digunakan Masyarakat

0

Telko.id – OVO dan Gopay menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sementara kartu non tunai e-money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi di 2019.

Hal itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Ipsos Indonesia, perusahaan riset pemasaran independen, kepada 1.000 orang responden yang bermukim di pulau Jawa (66 persen), Sumatra (21 persen), Kalimantan (6 persen), Sulawesi (4 persen), Bali (4 persen) dan Nusa Tenggara (1 persen).

Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengungkapkan, konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital karena hanya sebanyak 21 persen, sementara 28 persen menggunakan dua jenis dan 47 persen menggunakan tiga jenis atau lebih.

“Dari jumlah itu, dompet digital yang paling digunakan adalah OVO dan Gopay,” sebutnya dalam laporan Ipsos di acara Ipsos Markering Summit bertajuk Indonesia The Next Cashless Society, Jakarta, Rabu (15/1).

Penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu non tunai, terungkap e-money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi. “Di mana sebanyak 47 persen hanya memiliki satu kartu, 30 persen memiliki dua kartu dan 23 persen memiliki tiga atau lebih kartu non tunai,” rincinya.

Tak cuma itu, Soeprapto juga menyebut, ada beberapa fakta menarik bahwa sebanyak 25 persen responden yang disurvei (1.000 orang) menggunakan digital payment, karena memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sebanyak 26 persen karena merasa lebih aman, nyaman dan yakin.

Penggunaan nontunai ini dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop dan berbagai layanan perbankan digital.

Soeprapto bilang, dalam studi ini terungkap beberapa segmen karakter konsumen dalam menggunakan alat pembayaran non tunai yakni konsumen yang tidak takut akan pembayaran nontunai (reassure), konsumen yang menikmati pembayaran nontunai dan memperkaya hidup (encourage) serta konsumen yang beranggapan bahwa pembayaran nontunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman (inspire).

Di segmen reassure, sebanyak 26 persen responden merasa yakin, aman dan nyaman dalam menggunakan pembayaran non tunai dan sebanyak 19 persen, menggunakan pembayaran nontunai karena efisiensi dan dapat mengontrol pengeluaran mereka.

Di segmen encourage, sebanyak 25 persen responden menggunakan pembayaran nontunai, karena mereka menikmatinya dan hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, serta sebanyak 9 persen responden menggunakan pembayaran non tunai untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Di segmen inspire, sebanyak 11 persen respondennya adalah para pengguna baru yang menggunakan nontunai untuk mendapatkan berbagai keuntungan, serta 10 persen respondennya adalah konsumen yang menginginkan produk nontunai yang lebih mumpuni serta memudahkan.

“Dari hasil studi tersebut terlihat bahwa masyarakat kita saat ini sudah mulai terbiasa dengan pembayaran nontunai dalam kehidupan mereka sehari-harinya dengan berbagai motivasi dibalik penggunaan nontunai tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, ke depannya jumlah pengguna layanan ini akan semakin melesat, dan hal ini harus disiapkan ekosistem yang semakin mumpuni baik dari sisi pemerintah, infrastruktur dan juga swasta.

Di acara yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja Edward Kilian Suwignyo menuturkan, ada dua behaviour orang menggunakan alat pembayaran digital. Pertama karena opsi alternatif dan kedua solusi. “Opsi karena program cashback atau ada value dari dompet digital itu. Kalau bicara keamanan, berarti ada solusi yang mulai terlihat. Perubaha cashless jadi permanen bukan karena ikut-ikutan,” ucapnya.

Kehadiran pembayaran digital ini memang dibutuhkan dalam mengikuti perkembangan teknologi dalam memeratakan ekonomi nasional melalui inklusi keuangan. Saat ini ada 51 orang unbanked (tidak memiliki akses perbankan)n dengan teknologi keuangan bisa dijembatani.

“Peran pembayaran digital bisa meningkatkan ekonomi di suatu daerah, maka akan membuka lapangan pekerjaan, sehingga memberikan dampak yang menyeluruh bagi ekonomi nasional,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari bank Indonesia, selama tahun 2019 saja telah terjadi 4,7 juta jumlah transaksi cashless, dan Rp 128 triliun volume transaksi cashless di Indonesia, sehingga evolusi pembayaran sudah terjadi dengan pesatnya.(Icha)

 

SIGAP, Layanan Keimigrasian Indonesia Lewat WhatsApp

Telko.id – Paspor menjadi dokumen utama ketika melakukan perjalanan internasional. Kendati demikian, seseorang yang mengajukan paspor selalu menempuh langkah yang rumit dan memakan waktu lama. Tapi itu dulu! Teknologi telah mempersingkat proses njelimet itu menjadi lebih efisien. Sekarang ada SIGAP, layanan keimigrasian Indonesia lewat WhatsApp.

Inisiatif yang dilakukan oleh Keimigrasian sebenarnya simpel: membuka kanal informasi terkait permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat melalui WhatsApp SIGAP yang diluncurkan pada 2019 lalu. Inovasi ini memungkinkan para pendaftar untuk mengecek status permohonan paspor, mengetahui tata cara pembayaran, persyaratan permohonan paspor, tata cara antrian pengambilan paspor, atau sekadar menyampaikan apresiasi dan aspirasi.

Bagaimana caranya? Sangat mudah! Para pemohon cukup mengirimkan pesan teks ke WhatsApp SIGAP di nomor +628118539333. Setelah itu pemohon akan mendapatkan balasan pesan berisi beberapa layanan menu informasi yang ingin diketahui.

Sam Fernando, Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi mengakui bahwa teknologi menjadi bagian penting bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan harapan yang kian meningkat untuk mempermudah pelayanan.

“Di dunia yang semakin terhubung, serta bersifat customer-centric, masyarakat berharap kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara cepat dan efisien. Sebagai institusi yang mengemban fungsi pelayanan publik, kami sadar akan hal ini sehingga terus berupaya memanfaatkan teknologi dan menanamkan pola pikir yang berpusat pada konsumen untuk berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Sam.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi juga telah menggunakan WhatsApp untuk mengurangi antrean di tempat. Pemohon hanya perlu melakukan reservasi dengan mengirim pesan melalui nomor WhatsApp, dan akan menerima pesan balasan yang berisi pemberitahuan nomor reservasi beserta waktu dan tanggal. Masih memanfaatkan teknologi, antrean online saat ini dapat dilakukan melalui aplikasi Layanan Paspor Online.

Upaya tersebut menunjukkan bagaimana transformasi digital telah mengubah cara berkomunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Indeks Kepuasan Masyarakat untuk Layanan Publik,[1]yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia pada tahun 2018 mengungkap bahwa sebagian besar masyarakat memperoleh informasi mengenai pembuatan paspor melalui kanal-kanal digital Kantor Keimigrasian.

Penggunaan aplikasi terpopuler seperti WhatsApp dilihat sebagai salah satu pilihan terbaik untuk memperbaiki layanan di Keimigrasian.

“Para ahli IT kami sangat merekomendasikan WhatsApp di mana enkripsi ujung-ke-ujung yang diterapkan merupakan faktor utama mengapa kami memilih aplikasi ini untuk menjadi portal komunikasi kami dengan masyarakat lantaran informasi yang mereka bagikan merupakan data pribadi,” tambah Sam.

Penggunaan teknologi digital dalam pelayanan paspor memberikan manfaat positif kepada kedua pihak, baik Kemigrasian maupun publik.

Enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption)WhatsApp memastikan bahwa hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda sajalah yang dapat membaca pesan yang telah dikirim, dan tidak ada orang lain di antara Anda, bahkan WhatsApp. Pesan Anda diamankan dengan kunci, dan hanya penerima pesan dan Anda saja yang memiliki sandi/kode khusus yang diperlukan untuk membuka kunci dan membaca pesan Anda.

Untuk keamanan tambahan, setiap pesan yang Anda kirim memiliki kunci yang unik. Semua hal ini terjadi secara otomatis: Anda tidak perlu mengaktifkan setelan/pengaturan tertentu atau menyiapkan bahasa chatrahasia untuk mengamankan pesan Anda.

Farhan Helmi adalah satu dari sekian masyarakat yang puas terhadap mudahnya pemerolehan informasi mengenai paspor melalui WhatsApp, tanpa khawatir data pribadinya tersebar maupun menghadapi balasan yang lama dari sistem.

“Hal-hal yang perlu saya lakukan di kantor Keimigrasian hanya menyerahkan dokumen yang diperlukan, pengambilan foto, dan mengambilnya saat sudah jadi,” tambah Farhan.

Dia menjelaskan pengalaman pertamanya dalam proses pengajuan pembuatan paspor dengan WhatsApp, mulai dari memahami syarat pengajuan, langkah per langkah untuk pembayaran, hingga melacak status pengajuannya.

Dari perspektif pemerintah, digitalisasi menawarkan peluang untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik, mulai dari meminimalkan proses birokrasi sampai menghindari praktik calo dan pungutan liar (Pungli).

Pada dasarnya, inisiatif ini dilakukan untuk mengubah rutinitas yang tidak diperlukan, di mana sangat identik dengan penggunaan kertas seperti mencetak formulir dan menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran, serta kehadiran calo sebagai perantara masyarakat dengan institusi pemerintah. (Icha)

Kisah Inspirasi Dari Sang #PenjagaAmanah Dijadikan Novel

0

Telko.id – Sang #PenjagaAmanah, mitra driver Gojek punya banyak cerita. Banyak dari cerita itu yang memberikan inspirasi. Ini lah yang diangkat oleh Marchella FP sang penulis novel, bekerja sama dengan GoJek. Novel ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi mitra driver nya yang lebih dari sekedar mengemudi.

Yang menjadi inspirasi membuat buku berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Driver Gojek adalah Buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini(NKCTHI) yang ditulis juga oleh Marchella. Di dalamnya mengkompilasi kisah-kisah dengan mengambil sudut pandang dari para  mitra driver, ditulis dengan gaya bahasa khas Marchella yang dapat kita jumpai di buku-buku karyanya.

“Berdasarkan data internal Gojek selama 9 bulan lalu, terdapat lebih dari 73.000 percakapan yang terjadi di media sosial terkait mitra driver Gojek yang inspiratif dan memberikan layanan prima. Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan transportasi Gojek menjadi pilihan masyarakat Indonesia berkat pelayanan para #PenjagaAmanah yang dilakukan dengan hati,” ungkap Michael Say, VP Regional Corporate Affairs Gojek.

“Bahkan  kami mencatat bahwa sepanjang 2019 saja masyarakat Indonesia telah menempuh total jarak sejauh 5.000.000.000 kilometer bersama Gojek. Pencapaian ini menunjukan bahwa konsumen sangat mempercayai mitra driver Gojek sehingga semakin merasa mudah, aman dan nyaman saat menggunakan layanan Gojek,” ujar Michael menambahkan.

Hal ini turut didukung lewat ragam inovasi dalam aplikasi (Panduan Titik Jemput Terdekat, Titik Jemput dengan Foto, GoCar dan GoRide Instan, dan juga fitur pengubah destinasi) dan pengembangan kualitas layanan yang difasilitasi melalui pelatihan driver secara reguler (Bengkel Belajar Mitra) untuk terus memberikan kenyamanan bagi para konsumen.

Marchella FP selaku penulis buku  mengungkapkan, “Saya sangat bangga bisa turut berpartisipasi dalam mendokumentasikan kisah-kisah dari para mitra driver Gojek ke dalam sebuah buku. Banyak sekali kisah-kisah inspiratif dari mereka yang terjadi setiap harinya tapi seringkali luput dari mata kita bersama.”

“Kisah-kisah inspiratif mitra ini membuat saya sebagai konsumen semakin percaya menggunakan layanan Gojek. Dengan hadirnya buku ini, saya harap dapat mengangkat dan menyebarkan cerita-cerita para mitra driver ini, sehingga dapat menginspirasi dan memberi semangat bagi mereka yang membacanya serta lebih menghargai perjuangan para mitra driver Gojek.”

Salah satu cerita yang diangkat dalam buku adalah kisah mitra driver Gojek bernama Sukirman yang sedari kecil hidup tanpa orang tua dan tumbuh kembang di jalanan yang keras. Setelah bergabung dengan Gojek, Sukirman merasakan semangat untuk menuju hal positif.

Dia aktif berpartisipasi pada kegiatan sosial dan menjadi relawan ke wilayah yang terkena bencana. Masih banyak lagi kisah inspiratif seperti ini yang kemudian dimuat di buku Nanti Kita Cerita Tentang Driver Gojekdan menginspirasi Gojek untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitranya dengan berbagai cara.

Sukirman mengungkapkan, “Kami para mitra driver sangat berterima kasih kepada Gojek dan Marchella atas apresiasi  melalui penerbitan buku NKCTDG ini. Semoga cerita-cerita keseharian kami yang terdapat di dalam buku ini dapat menginspirasi dan memotivasi lebih banyak lagi mitra driver yang membacanya agar dapat terus bertanggung jawab dalam menjaga amanah pelanggan dan masyarakat pengguna jalan”. (Icha)

 

 

Nokia PHK 180 Pekerjanya Tapi Berinvest Dalam 5G

0

Telko.id – Pembuat peralatan telekomunikasi yang berbasis di Finlandia, Nokia, mengatakan pada hari Selasa pihaknya berencana untuk mengurangi sekitar 180 pekerjaan di Finlandia tahun ini. Namun disisi lain, vendor ini menyatakan juga berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam teknologi 5G dan digitalisasi, seperti dikutip dari Reuters.

Namun, proyek pengembangan 5G di Oulu dan tempat lain tidak termasuk dalam 180 pekerja nya yang di PHK tersebut. Sebelumnya juga, Nokia merekrut sekitar 370 karyawan di Finlandia pada 2019 lalu. Berdasarkan informasi, saat ini ada 6 ribu pekerja yang bernaung di Nokia.

Langkah ini diambil agar dapat memulihkan kepercayaan investor karena menyusul kekhawatiran bahwa mereka masih tertinggal dari Ericsson dan Huawei dalam pengembangan 5G.

Pada tahun 2019 lalu, Nokia sempat memangkan prospek nya. Dalam sebuah pernyataanya, Tommi Uitto, Head of Mobile Networks Nokia menyebutkan bahwa ia menurunkan target penghematan biaya menjadi 500 juta euro ($ 557 juta) pada akhir 2020.

“Kami telah memperbarui target penghematan biaya kami yang sebelumnya diumumkan dari 700 juta euro menjadi 500 juta euro terutama karena kami berharap untuk melakukan investasi tambahan dalam 5G dan digitalisasi,” ujar nya.

Dengan adanya keputusan untuk memutus hubungan kerja dengan karyawannya, Ruters mencatat bahwa saham Nokia sempat turun.

Awal bulan ini, Nokia mengumumkan telah memiliki 63 kontrak 5G komersial hingga saat ini. Vendor itu juga mengatakan terlibat dalam beberapa kotak percobaan, uji coba, dan demonstrasi teknologi secara global.

“Kami memiliki lebih dari 350 pelanggan di 4G, tetapi 63 pelanggan pertama ini mewakili sekitar dua pertiga dari bisnis jaringan akses radio global kami pada tahun tertentu,” kata Uitto dalam sebuah pernyataan pekan lalu dengan bangga. (Icha)

Sstt, Startup Asal Amerika Ini Dapat Invetasi dari Telkomsel Mitra Inovasi lho!

0

Telko.id – Unit ventura Telkomsel Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) bersama MDI Ventures mengumumkan pendanaan seri B1 untuk Roambee, startup penyedia layanan di bidang logistik dan pemantauan asset berbasis internet-of-things (IoT).

Investasi TMI dan MDI Ventures untuk startup yang berasal dari Amerika Serikat tersebut juga mencerminkan tingginya potensi pasar industri digital Indonesia untuk menarik startup skala global yang telah memiliki portfolio di berbagai negara yang berbeda.

Didirikan pada tahun 2013, Roambee konsisten menghadirkan solusi smart logistics dan asset monitoring berbasis IoT untuk membantu pelanggannya memiliki sistem supply chain digital terdepan yang mampu meningkatkan bisnis perusahaan. Solusi yang dihadirkan oleh Roambee telah dipercaya lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia, meliputi T-Mobile, Huawei, Oracle, dan Accenture.

Saat ini, Roambee yang berpusat di Santa Clara, California, Amerika Serikat, telah memiliki kantor perwakilan di Meksiko, Brasil, Jerman, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, India, dan Malaysia.

“Kami sangat antusias dapat bermitra bersama Roambee melalui pendanaan ini. Sebagai digital telco company, layanan IoT merupakan salah satu mesin pertumbuhan bisnis digital Telkomsel. Sinergi dengan startup berskala global yang telah memiliki portfolio penyediaan solusi logistik dan monitoring berbasis IoT terpercaya seperti Roambee tak hanya akan menambah portfolio IoT Telkomsel namun juga membuka peluang inovasi baru untuk menghadirkan teknologi IoT yang semakin matang dan tepat guna bagi pelaku di industry,” ungkap Andi Kristianto, CEO TMI menjelaskan.

Selain itu, menurut Andi, “hadirnya Roambee juga mencerminkan potensi pasar Indonesia yang tengah berkembang pesat dan menjanjikan di industri IoT khususnya, dan industri telco digital pada umumnnya.”

“Kolaborasi dengan Telkomsel ini memungkinkan Roambee untuk memanfaatkan ekosistem Telkomsel yang lengkap, seperti jangkauan dan infrastruktur telekomunikasi masa depan Telkomsel, serta jaringan sales enterprise yang luas  untuk menghadirkan solusi monitoring bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan Asia,” ujar Sanjay Sharma, CEO Roambee optimis.

Sanjay juga menyatakan bahwa ”Konvergensi perangkat keras sensor IoT, konektivitas data, dan aplikasi merupakan salah satu peluang bisnis terbesar dalam operasi supply chain. Telkomsel dan Roambee akan dapat mengakselerasi transformasi tersebut.”

Telkomsel sendiri juga tengah gencar mengembangkan jangkauan teknologi Narrow Band – Internet of Things (NB-IoT) sehingga sinergi dengan Roambee juga dapat menambah use-case pengembangan IoT Telkomsel  yang dapat mendukung bisnis enterprise Telkomsel serta perwujudan Industry 4.0.

“Kami berharap sinergi antara Telkomsel dan Roambee mampu mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk lebih menerapkan teknologi digital di setiap lini operasionalnya,” tambah Andi.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mengakselerasi Industry 4.0 dengan memperluas inovasi-inovasi IoT untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri Tanah Air sekaligus membentuk Indonesia menjadi negara yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.