spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 972

Smartfren Gelar Undian Yang Buat Pelanggannya Kaya Mendadak!

0

Telko.id – Operator memang banyak akal untuk membuat masyarakat menggunakan layanan nya bahkan bisa loyal. Salah satu nya adalah dengan menggunakan cara undian. Seperti yang dilakukan oleh Smartfren. Lewat program Smartfren WOW, operator ini berhasil membuat para pelanggan nya setia dan menjadi kaya mendadak!

Program tersebut memang sudah digelar sejak 2019 lalu, dan terus berlanjut sampai 2020 ini. Bagi pengguna Smartfren punya kesempatan punya rumah, mobil dan motor setiap bulannya.  Ya, Smartfren bisa buat kamu auto kaya lewat program Undian Smartfren WOW.

Sudah banyak pelanggan Smartfren menjadi miliarder karena menang program Undian Smartfren WOW. Pertama, ada Saeful Mustofa, seorang satpam sekolah di Tegal sekaligus pengemudi ojek online yang kaya mendadak karena dapat rumah dari Undian Smartfren WOW tahap pertama.

Kedua, Miftahul Jannah asal Malang, seorang istri buruh bangunan yang memiliki dua anak juga menjadi miliarder karena menjadi pemenang hadiah utama Undian Smartfren WOW tahap kedua. Miftahul merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun dengan dua orang anak. Saat ini ia masih menumpang tinggal di rumah orang tuanya, suami Miftahul merupakan seorang buruh bangunan lepasan.

Kemudian ada Rizki Budiansyah asal Purwakarta, sehari-harinya Rizky bekerja sebagai tukang giling bakso di Pasar Anyar Purwakarta. Keinginan hidupnya juga tidak neko-neko. Ia tipe orang yang sederhana dan tidak banyak mau. “Kalau nyicil rumah nggak ya, soalnya saya itu penghasilan per bulan Rp 2 juta, (hanya) cukup buat kehidupan sehari-hari saja,” ujar Rizky.

Terakhir, Ratna Maya Aulia seorang pramusaji asal Lampung, menjadi miliarder karena menjadi pemenang utama Undian Smartfren WOW dengan hadiah rumah senilai miliaran rupiah.

Jadi, bagi yang ingin cepat kaya, tinggal pakai kartu Smartfren, download aplikasi MySmartfren, kumpulkan SmartPoin dan tukarkan ke kupon undian Smartfren WOW. Selain ditukar ke kupon undian, pengguna juga bisa mendapatkan beragam potongan harga untuk kopi dan makanan favoritmu lewat WOW Deals, hingga pulsa dan juga paket internet. (Icha)

 

 

Awas! Aplikasi Trojan Shopper Incar Para Pembelanja Online

0

Telko.id – Anda sering belanja online? Hati-hati ya, soalnya, peneliti Kaspersky mendeteksi ada aplikasi Trojan yang meneror pengguna dengan iklan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pemasangan aplikasi belanja online sekaligus mengelabui para pengguna dan pengiklan.

Aplikasi berbahaya tersebut singgah ke toko aplikasi (app store)ponsel cerdas Anda, mengunduh, meluncurkan aplikasi dan meninggalkan ulasan palsu atas nama pengguna, semuanya dilakukan sembari bersembunyi di balik perangkat si pemilik.

Ketika penjualan akhir tahun menyerbu toko-toko, baik para pengguna dan pemilik merek harus selalu waspada. Saat memilih tempat belanja, para pengguna cenderung sangat bergantung pada ulasan, sementara penjual akan meningkatkan anggaran pada iklan dan aktivitas promosi mereka.

Nyatanya, tidak ada yang dapat dipercaya sepenuhnya pada dunia daring. Aplikasi Trojan terbaru mampu melancarkan aksinya dengan cara meningkatkan pemasangan dan peringkat aplikasi belanja populer, serta menyebarkan sejumlah iklan yang dapat mengganggu pengguna.

Trojan yang dijuluki “Shopper” ini pertama kali menarik perhatian para peneliti setelah kebingungan yang menyebar dari penggunaan Layanan Aksesibilitas Google. Layanan ini memungkinkan untuk mengatur suara yang dapat membacakan konten aplikasi dan mengotomatisasi interaksi antarmuka pengguna (layanan ini dirancang untuk membantu orang-orang disabilitas).

Namun, di tangan pelaku kejahatan siber, fitur ini dapat menghadirkan ancaman serius bagi pemilik perangkat.

Setelah memiliki izin menggunakan layanan ini, malware dapat memperoleh peluang hampir tak terbatas untuk berinteraksi dengan antarmuka sistem dan aplikasi. Itu dapat menangkap data yang ditampilkan di layar, menekan tombol bahkan meniru gerakan pengguna.

Belum diketahui bagaimana cara aplikasi berbahaya ini disebarkan, namun peneliti Kaspersky berpendapat bahwa itu dapat diunduh oleh pemilik perangkat dari iklan palsu atau toko aplikasi pihak ketiga saat mencoba untuk mendapatkan aplikasi yang sah.

Aplikasi ini menyamar sebagai aplikasi sistem dan menggunakan ikon sistem bernama ConfigAPK untuk menyembunyikan diri dari pengguna. Setelah layar tidak terkunci, aplikasi meluncur, mengumpulkan informasi tentang perangkat korban dan mengirimkannya ke server pelaku kejahatan siber. Server kemudian mengembalikan perintah untuk dieksekusi oleh aplikasi. Bergantung pada perintah, aplikasi dapat melakukan hal sebagai berikut:

  • Menggunakan akun Google atau Facebook pemilik perangkat untuk mendaftar di aplikasi belanja dan hiburan populer, termasuk AliExpress, Lazada, Zalora, Shein, Joom, Likee, dan Alibaba;
  • Meninggalkan ulasan aplikasi pada Google Play atas nama pemilik perangkat;
  • Memeriksa hak untuk menggunakan Layanan Aksesibilitas. Jika izin tidak diberikan, ia akan mengirimkan permintaan phishing untuk mereka;
  • Mematikan Google Play Protect, fitur yang menjalankan pemeriksaan keamanan pada aplikasi dari Google Play Store sebelum diunduh;
  • Membuka tautan yang diterima dari server jarak jauh di jendela yang tidak terlihat dan menyembukan diri dari menu aplikasi setelah sejumlah layar diblokir;
  • Menampilkan iklan saat membuka blokir layar perangkat dan membuat label untuk menyebarkan iklan di menu aplikasi
  • Mengunduh aplikasi dari Apkpure [.] Com ‘market’ dan menginstalasinya.
  • Membuka dan mengunduh aplikasi yang diiklankan di Google Play;
  • Mengganti label aplikasi yang diinstal dengan label halaman yang diiklankan

Pangsa tertinggi pengguna yang terinfeksi oleh Trojan-Dropper.AndroidOS.Shopper.a dari Oktober hingga November 2019 adalah di Rusia. Jumlahnya cukup mengejutkan yaitu sebanyak 28,46% pengguna yang dipengaruhi oleh aplikasi shopaholicyang berlokasi di negara tersebut. Selanjutnya hampir seperlima (18,70%) dari infeksi berada di Brasil dan 14,23% di India.

“Terlepas dari kenyataan bahwa saat ini, risiko nyata aplikasi berbahaya tersebut sebatas iklan yang tidak diminta, ulasan dan peringkat palsu yang dilakukan atas nama korban, tidak ada yang dapat menjamin bahwa pembuat malware ini tidak akan mengubah muatan mereka untuk motif lainnya. Sekarang, fokus dari aplikasi berbahaya ini adalah ritel, tetapi dengan kemampuannya yang canggih, memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan informasi palsu melalui akun media sosial pengguna dan platform lainnya. Misalnya, membagikan video dengan konten apapun yang diinginkan operator di belakang Shopper pada halaman pribadi akun pengguna secara otomatis dan mungkin membagikan informasi tidak jelas di internet”, kata Igor Golovin, analis malware di Kaspersky.

Produk Kaspersky telah berhasil mendeteksi dan memblokir malware Shopper dengan nama deteksi berikut: Trojan-Dropper.AndroidOS.Shopper. Baca lebih lanjut tentang Shopper di Securelist.com.

Agar terhindar dari risiko infeksi oleh ancaman malware seperti ini, Kaspersky menyarankan pengguna untuk mengikuti rekomendasi sebagai berikut:

  • Selalu waspada terhadap aplikasi yang mengharuskan penggunaan Layanan Aksesibilitas, jika aplikasi tidak membutuhkan fungsi tersebut
  • Selalu memeriksa permohonan aplikasi untuk melihat apa saja yang boleh dilakukan aplikasi saat sudah terinstal
  • Jangan memasang aplikasi dari sumber yang tidak dipercaya, sekalipun mereka diiklankan secara aktif, dan memblokir instalasi program dari sumber yang tidak dikenal di pengaturan ponsel cerdas Anda
  • Gunakan solusi keamanan seluler andal, seperti Kaspersky Internet Security for Android. Solusi ini dapat membantu mengidentifikasi permintaan dengan potensi bahaya atau ketidakjelasan permintaan dari aplikasi yang diunduh, dan menjelaskan risiko terkait dengan berbagai jenis izin pada umumnya. (Icha)

Keren, Madrasah ini Bayaran Sekolah Pakai Fintech

0

Telko.id – Akhir 2019, viral berita Madrasah ibtidaiyah(MI) Miftahul Akhlaqiyah Semarang berinisiatif menggunakan metode transfer sesama pengguna e-money untuk mempermudah para orang tua murid membayar biaya registrasi siswa baru. Akhirnya, MI Miftahul Akhlaqiyah kini menjadi madrasah pertama di Indonesia yang menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS sehingga dapat menerima pembayaran dari dompet digital apapun yang sudah disertifikasi QRIS oleh Bank Indonesia.

Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, Miftahul Arief, menjelaskan “Proses pengajuan QRIS ternyata cukup mudah. Ketika semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap, kami dibantu pihak GoPay untuk pengajuan QRIS. Sebagai MI pertama yang memiliki QRIS, kami dapat menerima pembayaran dari berbagai uang elektronik dengan satu kode QR,” ujar Arief.

Sebelumnya, madrasah ini menggunakan fitur transfer sesama pengguna. Arief berharap, langkah go digital dapat menginspirasi madrasah lainnya karena menghemat waktu dan tentunya mempermudah orang tua murid membayar iuran yang berkaitan dengan keperluan belajar.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan semangat pihak madrasah untuk menerapkan metode non-tunai, oleh karena itu kami segera menghubungi Pak Arief dan membantu pihak MI untuk mendapatkan QRIS. Sekarang wakil dan orang tua murid dapat membayar administrasi sekolah dengan GoPay dan juga uang elektronik lain.

Langkah ini merupakan komitmen kami mendukung Bank Indonesia untuk memperluas penerapan QRIS, ”ungkap Winny Triswandhani, Head of Corporate Communications GoPay Indonesia.

Hingga saat ini, GoPay telah bekerja sama dengan lebih dari 420.000 rekan usaha di seluruh Indonesia, 90% diantaranya adalah UMKM yang termasuk pedagang kaki lima, kantin, dan warung kelontong. GoPay juga dapat digunakan di 390 kota di Indonesia, bahkan ada di kota-kota yang Gojek belum beroperasi sekalipun.

Pada tahun 2018, GoPay juga telah bekerjasama dengan puluhan kantin SMK di Jakarta, puskesmas, layanan transportasi publik dan institusi lain memfasilitasi pembayaran non-tunai.

 

 

Sepanjang 2018 – 2019 Ada 4020 Situs Fintech Ilegal Diblokir Pemerintah

0

Telko.id – Financial technology atau fintech adalah salah satu yang menjamur dengan berkembangnya digitalisasi di dunia maupun di Indonesia. Namun, saya tidak semua layanan fintech itu legal, berkembang juga yang illegal dan cukup meresahkan masyarakat. Itu sebabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika pun aktif melakukan pemblokiran bagi fintech yang ilegel.

Bahkan sepanjang 2018 – 2019, Sudah ada 4020 situs fintech illegal yang diblokir. Pemantauan terhadap layanan financial technology (fintech) illegal yang dilakukan kominfo itu memang sangat proaktif. Tidak hanya berdasarkan aduan yang diterima, namun juga secara proaktif memantau melalui mesin AIS. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo dalam melindungi masyarakat dari layanan fintech ilegal maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Berdasarkan data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, tercatat ada 4020 situs dan aplikasi fintech yang telah ditangani dan diblokir oleh Kementerian Kominfo selama Agustus 2018 – Desember 2019,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam pernyataan tertulisnya.

Kementerian Kominfo bergerak proaktif dalam menangani pemantauan layanan financial technology (fintech) ilegal. Tidak hanya berdasarkan aduan yang diterima, namun juga secara proaktif memantau melalui mesin AIS. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo dalam melindungi masyarakat dari layanan fintech ilegal maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, tercatat ada 4020 situs dan aplikasi fintech yang telah ditangani dan diblokir oleh Kementerian Kominfo selama Agustus 2018 – Desember 2019.

Pada tahun 2018, Kementerian Kominfo menangani dan memblokir 211 situs dan 527 aplikasi fintech yang terdapat di Google Playstore

Sementara di tahun 2019, jumlah situs dan aplikasi yang diblokir meningkat tajam menjadi 3282, dengan rincian 841 situs, 1085 aplikasi di Google Playstore, serta 1356 aplikasi yang terdapat di platform selain Google Playstore.

Website dan Aplikasi Fintech Illegal yang Telah Diblokir
 (Agustus 2018 – 31 Desember 2019)

Kementerian Kominfo sejak 2016 juga merupakan anggota Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hadirnya Satgas ini bertujuan untuk melindungi konsumen atau masyarakat Indonesia dari maraknya fintech ilegal.

Tak hanya itu, Kementerian Kominfo di tahun 2017 juga meluncurkan portal cekrekening.id yang bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi rekening bank yang diduga terindikasi tindak pidana.

Melalui portal ini, masyarakat dapat melaporkan sekaligus melakukan cek rekening yang terindikasi tindakan penipuan apabila menerima permintaan transfer atau pembayaran uang dari pihak lain. Rekening yang dapat dilaporkan dalam situs ini adalah rekening terkait Tindak Pidana adalah penipuan, investasi palsu, narkotika dan obat terlarang, terorisme, dan kejahatan lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan layanan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, dan tetap waspada dalam menggunakan layanan situs maupun aplikasi fintech. (Icha)

 

Lindungi HAKI, Kominfo Sudah Blokir 1745 Situs

0

Telko.id – Di Indonesia masih banyak berseliweran konten-konten bajakan. Padahal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) layak nya dilindungi. Itu sebabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya melindungi HKI ini dengan melakukan pemblokiran. Tercatat sudah ada 1745 situs yang diblokir oleh pemerintah.

Jumlah tersebut merupakan pemblokiran yang dilakukan oleh Kemenkominfo sepanjang tahun 2017 hingga 2019. Yang diblokir adalah situs dan konten dengan kategori pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diblokir Kementerian Kominfo.

“Pemblokiran situs yang memuat konten bermuatan pelanggaran HKI ini dilakukan untuk menghargai hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki bangsa Indonesia ataupun negara lain,” ungkap Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, tahun 2017, konten bermuatan pelanggaran HKI yang diblokir oleh Kementerian Kominfo berjumlah 190. Angka ini meningkat di tahun 2018 menjadi 412 konten. Sementara di tahun 2019, tercatat sebanyak 1143 konten bermuatan pelanggaran HKI yang telah diblokir Kementerian Kominfo.

Menteri Kominfo pun turut mengapresiasi kesadaran pemilik atau pengelola laman situs konten bajakan yang memutuskan untuk menutup layanan. Tindakan tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih dewasa dan cerdas dalam memanfaatkan internet. (Icha)

 

Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel Yang Baru

0

Telko.id – Setyanto Hantoro, diangkat menjadi direktur utama Telkomsel yang baru menggantikan posisi kosong yang ditinggalkan oleh Emma Sri Martini usai Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya Emma Sri Martini, menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Hal ini disampaikan oleh Denny Abidin, VP Corporate Communications Telkomsel yang menyatakan bahwa PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) selaku pemegang saham PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengangkat Setyanto Hantoro sebagai Direktur Utama Telkomsel dan Venusiana Papasi sebagai Direktur Network Telkomsel.

Dengan demikian, susunan Direksi Telkomsel saat ini selengkapnya adalah:

  • Direktur Utama : Setyanto Hantoro
  • Direktur Sales : Ririn Widaryani
  • Direktur Finance : Heri Supriadi
  • Direktur HCM : Irfan A. Tachrir
  • Direktur Network : Venusiana Papasi
  • Direktur Planning & Transformation : Edward Ying
  • Direktur Information Technology : Bharat Alva
  • Direktur Marketing : Rachel Goh

“Pengangkatan Direktur Utama dan Direktur Network Telkomsel yang baru ini dilakukan sejalan dengan strategi perusahaan dalam melanjutkan transformasi perusahaan menjadi telco digital company yang siap mengakselerasikan negeri dengan menghadirkan pemanfaatan teknologi hingga penjuru negeri,” ungkap Denny.

Siapa Setyanto Hantoro?

Berdasarkan informasi yang diambil dari berbagai sumber, sebelum menjabat sebagai Dirut Telkomsel, Setyanto Hantoropernah menjadi komisaris PT Telkomunikasi Indonesia Internasional sejak 2013 sampai 2019. Bersamaan dengan itu, Ia juga menjabat beberapa posisi di Telkom Group yakni sebagai VP Strategic Business Development (Jun 2012 – Nov 2019) dan EVP Strategic Investment (Jun 2015 – Nov 2019).

Selain itu, pria lulusan dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom dari tahun 1991 dan selesai tahun 1995 ini juga menjabat sebagai President Komisaris di PT. Jalin pembayaran Nusantara (Jun 2017 – Sekarang) dan Komisaris di PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sejak Juni 2019 sampai sekarang.

Lalu pria yang lulus S2 dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung dari tahun 2000 sampai 2002 ini juga pernah menjabat Chief Excecutive officer di PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) mulai dari November 2019 sampai sekarang. (Icha)

 

Program Loyalitas Ini Diikuti 2 Juta Pelanggan XL, Siapa Pemenangnya?

0

Telko.id – XL Axiata kembali memberikan apresiasi kepada pelanggan setianya melalui program loyalitas “XTRAVAGANZA & FANTAXIS” sesi ke-11. Program diikuti oleh 2 juta pelanggan XL. Siapa pemenangnya?

Program “XTRAVAGANZA & FANTAXIS” sesi ke-11 ini berlangsung selama 90 hari sejak 26 Juli 2019 hingga 23 Oktober 2019 ini menyediakan hadiah dengan total Rp 775 Juta Melalui pengundian hadiah utama yang disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta, Notaris, dan Kepolisian pada hari Kamis, 14 November 2019 di Jakarta, XL Axiata telah mendapatkan para pemenang.

Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang di Jakarta, pada Kamis (9/1).

“Program loyalitas ini telah berlangsung hingga memasuki periode kesebelas. Kami melihat antusiasme pelanggan terhadap program apresiasi ini masih terus tinggi, tercatat jumlah pelanggan yang mengikuti program Xtravaganza dan FantAXIS periode ini lebih dari 2 juta peserta,” ungkap David Arcelus Oses, Chief Marketing Officer XL Axiata.

Hadiah bagi para pemenang dilakukan dengan pengundian setiap bulan yang juga selalu disaksikan petugas dari Kementrian Sosial, Dinas Sosial, dan Kepolisian. Pengundian dilakukan dengan sistem komputer yang terhubung dengan database peserta.

XL Axiata telah melakukan pengundian sebanyak 3 kali untuk Periode Bulanan dan 1 kali Periode Grandprize dengan total 34 pemenang, yang terdiri dari total pemenang periode bulanan 12 pemenang babak gratis dan 12 pemenang babak Premium. Dan untuk total pemenang periode grandprize dengan 4 pemenang babak gratis dan 6 babak premium.

Program “XTRAVAGANZA & FANTAXIS” merupakan program kompetisi dan layanan berlangganan berbasis SMS dengan kode SMS *123*444# berhadiah ratusan juta rupiah yang bertujuan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan serta memperat ikatan antara XL dan pelanggan.

Hadiah bagi pemenang pada Xtravaganza & FantAXIS periode kesebelas ini berupa masing-masing uang tunai Rp 5 juta dan Rp 10 Juta untuk hadiah babak gratis, Rp 20 hingga 250 juta untuk hadiah babak premium.

Untuk kategori Babak Premium pelanggan dari Subang, Jawa Barat, berhasil meraih hadiah utama berupa uang tunai Rp 250 juta. Pelanggan dari Palembang, Sumatera Selatan, meraih hadiah uang tunai Rp 100 juta, dan pelanggan asal Nusa Tenggara Timur berhasil meraih hadiah uang tunai Rp 50 juta serta pelanggan asal Serang, Banten berhasil meraih hadiah uang tunai Rp 20 juta.

Sementara itu, pelanggan dari Mataram dan Jakarta Timur berhasil menjadi pemenang kategori Babak Gratis. (Icha)

 

 

Nokia ‘Happy’ Punya 63 Kontrak 5G Komersial Di Seluruh Dunia

0

Telko.id – Nokia mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai 63 kontrak 5G komersial di seluruh dunia, memposisikannya sebagai penyedia pengiriman global atau solusi 5G ujung ke ujung.

Angka tersebut mencakup pelanggan seperti AT&T, KDDI, Korea Telecom, LG Uplus, NTT DOCOMO, O2, SK Telecom, SoftBank, Sprint, STC, T-Mobile AS, Verizon, Vodafone Italy, dan Zain Saudi dari pasar utama adopter awal dan progresif.

“Tonggak sejarah ini menyoroti kualitas dan kepercayaan pelanggan pada portofolio 5G kami dan kami berharap ini akan berlanjut tahun ini dengan penambahan banyak lagi kesepakatan baru,” kata Tommi Uitto, presiden Mobile Networks di Nokia.

“Portofolio end-to-end global kami meliputi produk dan layanan untuk setiap bagian dari jaringan, yang membantu operator jaringan untuk mengaktifkan kemampuan 5G utama seperti pengiris jaringan, cloud terdistribusi dan Industrial Internet of Things. Kami senang bahwa teknologi kami membantu membentuk pengiriman dan penyebaran teknologi 5G di seluruh dunia dan berbagai manfaat yang akan dihasilkan oleh bisnis dan konsumen ini. ”

63 kontrak komersial yang ditandatangani mengecualikan segala jenis perjanjian 5G lainnya, seperti uji coba jaringan berbayar, pilot atau demonstrasi. Jika perjanjian tersebut dimasukkan, jumlah total perjanjian 5G akan mencapai lebih dari 100. Nokia juga merupakan vendor pilihan untuk hampir semua pasar 5G adopter awal yang terkemuka.

Ini termasuk AT&T, Sprint, T-Mobile US dan Verizon di AS; Korea Telecom, LG Uplus, dan SK Telecom di Korea Selatan; NTT DOCOMO, KDDI dan SoftBank di Jepang; Vodafone di Italia; O2 di Inggris, Optus dan Vodafone Hutchison di Australia; Elisa dan Telia di Finlandia dan du di UEA dan STC dan Zain di Arab Saudi.

“Nokia adalah satu-satunya pemasok jaringan yang teknologinya 5G telah dikontrak oleh keempat operator nasional di AS, ketiga operator di Korea Selatan dan ketiga operator nasional di Jepang,” kata Uitto.

“Kami memiliki lebih dari 350 pelanggan di 4G, tetapi 63 pelanggan pertama ini mewakili sekitar dua pertiga dari bisnis Radio Access Networks global kami pada tahun tertentu.”

Lebih jauh lagi, 63 kontrak ini – melintasi pasar perintis yang paling penting, lintas band rendah, band menengah, dan band tinggi, dan melintasi arsitektur jaringan cloud dan tradisional – memberi kita pengalaman dan wawasan awal yang tak ternilai untuk kepentingan seluruh dunia. Jadi, ini awal yang bagus, “lanjutnya.

Nokia adalah satu-satunya vendor dengan portofolio produk end-to-end yang tersedia secara global yang mencakup semua elemen jaringan 5G, termasuk radio, inti, cloud dan transportasi serta manajemen, otomasi, dan keamanan.

Nokia menawarkan operator dan pelanggan perusahaan dengan peningkatan langkah-langkah yang sederhana dan efisien untuk akses radio, inti, dan domain transportasi yang ada yang membantu pelanggan ke jalur yang lebih cepat menuju 5G. Sekitar 60% atau 5G pelanggan Nokia memilih lebih dari sekadar Radio Baru dari portofolio ujung ke ujung.

Momentum dalam 5G ini ditopang oleh kepemimpinan berkelanjutan perusahaan dalam R&D teknologi dan standardisasi. Nokia juga menyatakan lebih dari 2.000 keluarga paten 5G sebagai hal yang penting untuk 5G, setahun setelah membuat deklarasi pertama untuk standar tersebut.

Didorong oleh inovasi kelas dunia dari seluruh organisasi, termasuk Nokia Bell Labs yang terkenal, itu telah memainkan peran utama dalam berkontribusi teknologi ke 5G, bekerja dengan 3GPP untuk menetapkan standar 5G dan memungkinkan peluncuran jaringan 5G. Sekarang berkontribusi terhadap set standar berikutnya, Rilis 16. (Icha)

Microsoft Perkenalkan Alat Sebagai Pendeteksi Predator Seks Anak

Telko.id – Dalam dunia maya banyak yang mengintai anak-anak. Itu sebabnya, Microsoft mengeluarkan alat yang dimasukan dalam layanan permainan Xbox untuk memindai obrolan teks online dan mendeteksi orang dewasa yang ingin merawat dan mengeksploitasi anak-anak untuk tujuan seksual.

Nama kode Project Artemis, teknik menyisir pesan sejarah dan mencari pola dan karakteristik indikatif sebelum menetapkan peringkat probabilitas. Itu kemudian dapat digunakan oleh perusahaan untuk memutuskan percakapan mana di platform mereka yang harus dilihat lebih dekat oleh moderator manusia, tulis Courtney Gregoire, kepala petugas keamanan digital Microsoft, dalam sebuah posting blog.

Perusahaan-perusahaan teknologi sedang bergulat dengan cara memilih gelombang pornografi dan eksploitasi anak yang meningkat secara online karena gambar dan teks jahat membanjiri moderator dan aplikasi obrolan pribadi membuat deteksi menjadi lebih sulit.

Perusahaan-perusahaan di industri ini melaporkan 45 juta gambar online tentang pelecehan seksual anak pada 2018, rekor tertinggi, New York Times melaporkan pada September. Predator dewasa menggunakan fungsi obrolan bawaan pada permainan video populer dan aplikasi perpesanan pribadi untuk merawat anak-anak dan mengumpulkan foto-foto telanjang, terkadang dengan menyamar sebagai anak-anak sendiri.

Teknik deteksi perawatan grooming yang dijanjikan Microsoft berjanji untuk membantu dalam perilaku itu dengan komunikasi tekstual, tetapi masih menyisakan obrolan suara di game multipemain seperti Fortnite yang tidak tertangani, yang berfungsi sebagai jalan lain bagi predator seks anak.

Proyek ini dimulai pada November. 2018 hackathon disponsori bersama dengan dua kelompok kesejahteraan anak yang tidak hanya melihat ide-ide teknologi baru tetapi juga masalah hukum dan kebijakan.

Sejak itu, Microsoft telah mengembangkan alat-alat dalam kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di belakang Roblox video game online dan aplikasi messenger Kik, The Meet Group, yang memiliki aplikasi pertemuan sosial seperti MeetMe dan Skout, dan Thorn, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh aktor Ashton Kutcher dan Demi Moore untuk memerangi pelecehan seks anak.

Tim tersebut dipimpin oleh Profesor Ilmu Komputer Dartmouth College Hany Farid, yang sebelumnya bekerja dengan Microsoft untuk membangun PhotoDNA, alat yang telah digunakan oleh 150 perusahaan dan organisasi untuk menemukan dan melaporkan gambar eksploitasi seksual anak.

Farid telah menulis bertentangan dengan proliferasi atau enkripsi ujung ke ujung dalam layanan pesan sosial dan pribadi, dengan alasan hal itu membuat mendeteksi dan mencegah pelecehan anak menjadi lebih sulit.

Mulai Januari 10, Thorn akan menangani lisensi atau Project Artemis, yang dibangun di atas paten Microsoft dan tersedia secara gratis untuk layanan online yang memenuhi syarat, yang dapat mendaftar untuk itu dengan mengirim email ke antigrooming@thorn.org. Microsoft mengatakan sudah menggunakan teknik untuk obrolan Xbox dan melihat melakukan hal yang sama untuk Skype. (Icha)

Sepanjang 2019, Kominfo Terima Lebih Dari 430 Ribu Aduan Konten Negatif

Telko.id – Sepanjang tahun 2019, Kementerian Kominfo menerima 431.065 aduan masyarakat terkait konten bermuatan negatif yang diterima melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id, maupun melalui akun Twitter @aduankonten.

“Kategori terbanyak yang diadukan oleh masyarakat adalah konten terkait pornografi dengan total 244.738 konten sepanjang tahun 2019. Lalu konten bermuatan fitnah sebanyak 57.984, serta aduan terkait konten yang meresahkan masyarakat sebanyak 53.455,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfodalam pernyataan tertulisnya.

Konten lainnya yang mendominasi aduan masyarakat sepanjang 2019 adalah konten terkait perjudian sebanyak 19.970, konten penipuan sebanyak 18.845, dan konten hoaks sebanyak 15.361.

Konten bermuatan SARA, terorisme/radikalisme, pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan kekerasan pada anak juga tercatat dalam aduan masyarakat sepanjang 2019.

Aduan yang masuk melalui kanal-kanal tersebut diverifikasi oleh Tim Aduan Konten untuk menguji apakah konten tersebut menyalahi aturan perundangan sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Jika ditemukan pelanggaran peraturan perundangan maka Tim Aduan Konten akan meneruskan proses pemblokiran ke penyedia platform. Tim Aduan Konten menetapkan prioritas untuk pelaksanaan pemblokiran dan dipantau oleh Tim Panel Ahli.

Selain menerima aduan masyarakat, Kementerian Kominfo juga secara aktif terus melakukan patroli siber untuk melakukan pengaisan, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di ruang maya Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya menggunakan mesin AIS yang dikelola oleh Subdirektorat Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo.

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari penyebaran konten yang melanggar ketentuan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Jika menemukan atau menerima informasi elektronik yang patut diragukan kebenarannya, masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id, maupun melalui akun Twitter @aduankonten. (Icha)