spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 5

Vivo X300 Ultra, Kamera 200MP Ganda Jadi Andalan

Telko.id – Vivo akhirnya mengonfirmasi jadwal peluncuran ponsel flagship terbarunya, vivo X300 Ultra, di Indonesia. Perangkat ini dijadwalkan resmi meluncur pada 11 Mei mendatang.

Bocoran spesifikasi yang beredar menyebutkan bahwa ponsel ini akan membawa konfigurasi kamera ganda 200MP yang menjadi daya tarik utama.

Kabar ini menjadi angin segar bagi para penggemar fotografi mobile di Tanah Air. Vivo X300 Ultra bukan sekadar ponsel biasa; ia diposisikan sebagai flagship yang siap bersaing di segmen premium.

Kehadirannya di Indonesia menunjukkan komitmen Vivo untuk terus menghadirkan inovasi terbaru di pasar smartphone.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, vivo X300 Ultra akan menggunakan sensor kamera utama 200MP. Yang lebih menarik, ponsel ini juga dibekali sensor kedua dengan resolusi 200MP untuk lensa telefoto.

Konfigurasi ini memungkinkan pengguna mengambil foto dengan detail luar biasa, bahkan dari jarak jauh.

Keunggulan kamera ganda 200MP ini diyakini akan menjadi game changer di industri fotografi ponsel. Dengan resolusi setinggi itu, pengguna bisa melakukan cropping ekstrem tanpa kehilangan kualitas gambar. Vivo tampaknya serius ingin merebut hati para pecinta fotografi yang selama ini mengandalkan kamera profesional.

Selain kamera, vivo X300 Ultra juga dikabarkan akan ditenagai oleh prosesor terkini. Meski belum ada konfirmasi resmi, spekulasi menyebutkan ponsel ini akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 4. Performa tinggi ini akan mendukung pengalaman bermain game dan multitasking yang mulus.

Dari segi daya tahan, vivo X300 Ultra kabarnya akan dibekali baterai berkapasitas 7.000mAh. Kapasitas sebesar ini cukup untuk penggunaan seharian penuh. Dukungan pengisian cepat 100W juga dikonfirmasi melalui sertifikasi yang sudah beredar. Ini memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu singkat.

Spesifikasi Unggulan Lainnya

Vivo X300 Ultra juga diprediksi akan membawa layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Layar ini akan memberikan pengalaman visual yang halus dan responsif, ideal untuk menonton konten atau bermain game. Resolusi layar kemungkinan mencapai QHD+ untuk ketajaman maksimal.

Sektor memori juga tidak kalah menarik. Ponsel ini diperkirakan hadir dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal 512GB. Kombinasi ini memastikan performa multitasking yang lancar dan ruang penyimpanan yang lega untuk berbagai aplikasi dan file.

Dari segi desain, vivo X300 Ultra dikabarkan akan mengusung bodi premium dengan material kaca dan logam. Modul kamera belakang yang besar menjadi ciri khas tersendiri. Vivo tampaknya tidak ragu untuk menonjolkan kemampuan fotografi sebagai identitas utama ponsel ini.

Konteks Pasar dan Persaingan

Peluncuran vivo X300 Ultra di Indonesia terjadi di tengah persaingan ketat pasar ponsel flagship. Beberapa kompetitor seperti Samsung dan Xiaomi juga telah merilis perangkat andalan mereka dengan fitur kamera canggih. Vivo perlu menawarkan sesuatu yang unik untuk bisa menonjol.

Kamera ganda 200MP menjadi senjata utama Vivo dalam persaingan ini. Belum banyak ponsel di pasaran yang menawarkan konfigurasi serupa. Ini bisa menjadi nilai jual yang kuat bagi konsumen yang mengutamakan kualitas fotografi.

Vivo juga memiliki basis penggemar yang cukup loyal di Indonesia. Brand ini dikenal dengan inovasi kamera dan desain yang stylish. Peluncuran perangkat ini diharapkan bisa memperkuat posisi Vivo di segmen premium.

Informasi mengenai sertifikasi global juga sudah mulai beredar. Ini menandakan bahwa Vivo serius memasarkan perangkat ini ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadiran vivo X300 Ultra di pasar global akan menjadi ujian bagi daya saing produk ini.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel terkait tentang Sensor Multispektral Besar yang juga menjadi fitur andalan. Selain itu, pastikan untuk menyimak update terbaru seputar Sertifikasi Rilis Global yang mengonfirmasi ketersediaan perangkat ini.

Peluncuran pada 11 Mei nanti akan menjadi momen penting bagi Vivo. Semua mata akan tertuju pada bagaimana ponsel ini tampil di hadapan publik. Apakah vivo X300 Ultra mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah terbangun?

Dengan segala bocoran spesifikasi yang beredar, vivo X300 Ultra tampaknya siap menjadi salah satu ponsel paling menarik di tahun ini.

Kombinasi kamera 200MP ganda, baterai besar, dan pengisian cepat 100W menjadi paket yang sulit ditolak. Kita tunggu saja kejutan apa lagi yang akan dihadirkan Vivo pada acara peluncuran nanti. (Icha)

Bisnis AI Claude Makin Kencang, Ini Penyebabnya!

Telko.id – Pertumbuhan bisnis AI milik Anthropic, yaitu Claude, disebut semakin melesat dalam beberapa bulan terakhir. Model AI ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan karena dinilai unggul dalam kemampuan analisis, penulisan, hingga pemrosesan dokumen dalam skala besar.

Kondisi tersebut membuat Claude kini menjadi salah satu pesaing terkuat bagi ChatGPT dan Gemini di pasar AI generatif.

Melansir dari Kompas Tekno, perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik Claude, Anthropic, dikabarkan menyalip OpenAI dalam hal valuasi di pasar sekunder (secondary market).

CEO Forge Global, Kelly Rodriques, mengonfirmasi bahwa valuasi Anthropic di platform tersebut kini berada di kisaran 1 triliun dollar AS. Sementara OpenAI diperdagangkan di sekitar 880 miliar dollar AS atau setara Rp 14.886 triliun di platform yang sama.

Baca Juga:

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Claude adalah meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja profesional. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk membantu produktivitas harian, seperti merangkum dokumen, membuat laporan, membantu coding, hingga menganalisis data.

Dalam hal ini, Claude dianggap memiliki keunggulan pada kemampuan memahami konteks panjang dan menghasilkan jawaban yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis.

Anthropic juga dinilai berhasil membangun citra Claude sebagai AI yang lebih aman dan terkontrol. Perusahaan sejak awal fokus mengembangkan pendekatan constitutional AI, yaitu metode pelatihan yang dirancang agar AI dapat memberikan respons lebih sesuai aturan dan mengurangi risiko jawaban berbahaya atau menyesatkan.

Pendekatan tersebut membuat banyak perusahaan lebih percaya menggunakan Claude untuk kebutuhan enterprise.

Selain itu, integrasi Claude ke berbagai platform kerja juga menjadi alasan pertumbuhannya semakin cepat. AI ini kini mulai terhubung dengan software produktivitas, tools coding, hingga aplikasi kreatif, sehingga pengguna dapat memanfaatkan AI langsung di dalam workflow mereka tanpa harus berpindah platform.

Strategi ini membuat penggunaan AI menjadi lebih praktis dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dari sisi bisnis, Anthropic juga mendapat dukungan besar dari berbagai perusahaan teknologi global. Investasi miliaran dolar dari Amazon dan Google membantu perusahaan memperluas infrastruktur komputasi AI sekaligus mempercepat pengembangan model terbaru Claude.

Dukungan tersebut membuat Anthropic mampu bersaing di tengah kebutuhan komputasi AI yang semakin mahal.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan industri AI kini tidak lagi hanya soal siapa memiliki chatbot paling populer, tetapi juga siapa yang mampu menghadirkan AI yang paling berguna untuk kebutuhan nyata di dunia kerja.

Jika tren ini terus berlanjut, Claude berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi penggunaan AI di sektor enterprise.

Redmi Watch 6, Layar 2 Inci dan Baterai 24 Hari

Telko.id – Xiaomi akhirnya membawa jam tangan pintar terbarunya, Redmi Watch 6, ke pasar global. Perangkat yang pertama kali diperkenalkan di China pada November lalu ini kini sudah terdaftar di situs global Xiaomi, menandai dimulainya ekspansi internasional.

Redmi Watch 6 hadir dalam dua varian, yaitu dengan NFC dan tanpa NFC. Salah satu daya tarik utamanya adalah layar AMOLED 2,07 inci dengan resolusi 432×514 piksel, refresh rate 60Hz, dan tingkat kecerahan puncak mencapai 2.000 nit. Dimensi perangkat ini adalah 46,45 x 40,03 x 9,94 mm dengan bobot hanya 31 gram tanpa tali.

“Kami senang dapat menghadirkan Redmi Watch 6 ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia,” demikian pernyataan resmi Xiaomi. Jam tangan ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Obsidian Black, Silver Gray, dan Glacier Blue.

Content image for article: Redmi Watch 6 Global Resmi dengan Layar 2 Inci dan Baterai 24 Hari

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Redmi Watch 6 dibekali sensor detak jantung yang juga mendukung pemantauan saturasi oksigen darah (SpO2). Selain itu, terdapat akselerometer, giroskop, sensor cahaya sekitar, dan kompas elektronik. Untuk navigasi, perangkat ini mendukung GPS, Galileo, Glonass, BeiDou, dan QZSS, serta konektivitas Bluetooth 5.4.

Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual utama. Xiaomi mengklaim Redmi Watch 6 mampu bertahan hingga 24 hari dalam penggunaan normal berkat baterai berkapasitas 550 mAh.

Content image for article: Redmi Watch 6 Global Resmi dengan Layar 2 Inci dan Baterai 24 Hari

Jam tangan ini juga memiliki penyimpanan internal 512MB, ketahanan air 5ATM, serta dilengkapi speaker dan mikrofon. Bingkai perangkat terbuat dari paduan aluminium yang memberikan kesan premium.

Konteks Pasar dan Persaingan

Peluncuran global Redmi Watch 6 terjadi di tengah persaingan ketat pasar jam tangan pintar. Dengan layar besar dan baterai tahan lama, Xiaomi tampaknya ingin menawarkan nilai lebih di segmen harga menengah.

Sebelumnya, Xiaomi juga meluncurkan berbagai produk lain seperti Xiaomi Electric Scooter 6 Series yang menjadi solusi mobilitas perkotaan.

Kehadiran fitur NFC pada salah satu varian juga menunjukkan keseriusan Xiaomi dalam mengadopsi teknologi pembayaran nirsentuh. Tren ini sejalan dengan perkembangan ekonomi digital 2026 yang semakin mengandalkan perangkat wearable.

Analisis dan Implikasi

Layar 2,07 inci yang besar menjadi pembeda utama Redmi Watch 6 dibandingkan pendahulunya. Dengan resolusi tajam dan kecerahan tinggi, pengguna dapat melihat notifikasi dan data olahraga dengan lebih jelas, bahkan di bawah sinar matahari langsung. Bobot yang ringan, hanya 31 gram, juga membuat perangkat ini nyaman dipakai seharian.

Dukungan multi-satelit untuk GPS memastikan akurasi pelacakan aktivitas luar ruangan, sementara ketahanan air 5ATM memungkinkan penggunaan saat berenang atau di tengah hujan.

Baterai 550 mAh yang diklaim mampu bertahan 24 hari menjadi nilai tambah signifikan, mengurangi frekuensi pengisian daya.

Sebagai perbandingan, produk kompetitor seperti OPPO A5i Pro 5G juga menawarkan daya tahan baterai besar, meskipun di segmen ponsel. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin mengutamakan ketahanan baterai dalam memilih perangkat elektronik.

Dengan spesifikasi yang kompetitif dan harga yang diperkirakan tetap terjangkau, Redmi Watch 6 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari jam tangan pintar fungsional tanpa harus merogoh kocek dalam.

Ekspansi global ini juga menandai strategi Xiaomi untuk memperkuat ekosistem perangkatnya di berbagai pasar. (Icha)

Samsung Galaxy Ring 2 Meluncur Awal 2026, Ini Bocoran Spesifikasi nya!

Telko.id – Samsung dikabarkan akan meluncurkan Galaxy Ring 2 pada awal tahun depan. Informasi ini datang dari laporan terbaru media Korea Selatan yang menyebut penerus cincin pintar pertama Samsung itu akan hadir berdampingan dengan seri Galaxy S27.

Galaxy Ring generasi pertama dirilis pada tahun 2024. Artinya, perangkat tersebut akan berada di pasaran selama hampir tiga tahun sebelum digantikan. Siklus ini tergolong panjang di industri teknologi saat ini, di mana banyak produk mengalami pembaruan setiap satu atau dua tahun sekali.

Fokus utama Samsung pada Galaxy Ring 2 adalah peningkatan daya tahan baterai, kenyamanan, dan akurasi sensor. Tiga aspek ini disebut sebagai titik lemah dari pendahulunya, sehingga strategi pengembangan ini dinilai tepat sasaran.

Perangkat anyar ini akan hadir dengan desain lebih tipis dan ringan dibandingkan versi sebelumnya. Dengan bobot yang lebih ringan, Samsung berharap pengguna bisa memakainya lebih nyaman sepanjang hari, terutama saat tidur untuk memantau kualitas istirahat.

Content image for article: Samsung Galaxy Ring 2 Meluncur Awal 2026, Bocoran Spesifikasi Terungkap

Baterai Tahan Hingga 10 Hari

Salah satu peningkatan signifikan ada pada ketahanan baterai. Samsung Galaxy Ring 2 diklaim mampu bertahan 9 hingga 10 hari dalam sekali pengisian daya. Angka ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang kerap lupa mengisi daya perangkat wearable.

Selain itu, analisis tidur juga akan lebih akurat berkat peningkatan algoritma dan sensor. Samsung juga berencana menambahkan wawasan baru terkait kesehatan kardiovaskular. Fitur ini diharapkan memberi pengguna pemahaman lebih mendalam tentang kondisi jantung mereka.

Teknologi Cek Gula Darah Non-Invasif

Meski tidak hadir di Galaxy Ring 2, Samsung dikabarkan sedang mengembangkan teknologi pengukuran kadar gula darah non-invasif. Fitur ini rencananya akan disematkan pada generasi cincin pintar berikutnya di masa mendatang.

Teknologi ini memungkinkan pengguna memantau gula darah tanpa harus menusuk jari. Inovasi semacam ini bisa menjadi terobosan besar bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil.

Kehadiran Galaxy Ring 2 menunjukkan komitmen Samsung mengembangkan perangkat wearable yang lebih fungsional. Dengan fokus pada kenyamanan dan akurasi, perangkat ini diharapkan bisa menjadi alternatif smartwatch bagi pengguna yang menginginkan pelacak kesehatan minimalis.

Peluncuran Galaxy Ring 2 yang berdekatan dengan Galaxy S27 menunjukkan strategi Samsung untuk memperkuat ekosistem perangkatnya. Pengguna yang memiliki ponsel flagship Samsung bisa mendapatkan pengalaman terintegrasi yang lebih baik.

Belum ada informasi resmi mengenai harga Galaxy Ring 2. Namun, melihat peningkatan spesifikasi yang ditawarkan, kemungkinan besar harganya akan sedikit lebih tinggi dari pendahulunya yang dibanderol sekitar Rp 5 jutaan.

Dengan segala bocoran yang beredar, Galaxy Ring 2 tampaknya akan menjadi salah satu perangkat wearable yang paling dinantikan tahun depan.

Samsung sepertinya serius mendengarkan masukan pengguna dan menerapkannya pada produk terbaru mereka. (Icha)

Startup Bangun Data Center AI di Tengah Laut

Telko.id – Kebutuhan infrastruktur AI yang terus meningkat mulai mendorong munculnya konsep pusat data generasi baru. Salah satunya datang dari startup bernama Panthalassa, yang mengembangkan data center AI di tengah laut dengan memanfaatkan tenaga ombak sebagai sumber listrik utama.

Energi laut lepas dan komputasi lepas pantai akan berkembang lebih cepat daripada pusat data di darat membuat perusahaan ini berhasil mengantongi pendanaan Seri B sebesar US$140 juta (sekitar Rp 2,2 triliun). Dana ini akan digunakan untuk mengubah prototipe mereka menjadi perangkat keras komersial perdana.

Panthalassa menghadirkan konsep pusat data terapung yang bekerja secara mandiri di laut lepas. Sistem ini menggunakan platform khusus bernama nodes, yaitu struktur baja besar yang bergerak mengikuti gelombang laut untuk menghasilkan energi listrik.

Energi tersebut kemudian langsung digunakan untuk menjalankan chip dan server AI di dalam kapsul komputasi yang tertutup rapat.

Menariknya, listrik yang dihasilkan tidak dialirkan ke darat. Seluruh energi dipakai langsung di lokasi untuk menjalankan proses komputasi AI, sementara hasil pengolahan data dikirim melalui koneksi internet satelit seperti Starlink.

Baca Juga:

Pendekatan ini dianggap lebih efisien karena mengurangi kebutuhan transmisi listrik jarak jauh yang selama ini menjadi tantangan proyek energi laut.

Selain memanfaatkan ombak sebagai sumber energi, laut juga digunakan sebagai sistem pendingin alami bagi server AI.

Pendinginan menjadi salah satu tantangan terbesar data center modern karena beban kerja AI menghasilkan panas yang sangat tinggi.

Dengan memanfaatkan suhu laut yang stabil, perusahaan mengklaim konsumsi energi pendingin bisa ditekan sekaligus membantu memperpanjang umur perangkat keras.

“Salah satu wawasan utama yang kami miliki adalah sangat penting untuk menggunakan listrik di tempat,” ungkap CEO dan salah satu pendiri Panthalassa, Garth Sheldon-Coulson. “Kami tidak akan pernah mentransmisikan listrik kembali ke pantai. Itulah yang membuat kami sangat berbeda dari semua proyek energi laut yang pernah dicoba di masa lalu.”

Suntikan dana segar ini akan digunakan untuk menyelesaikan fasilitas manufaktur percontohan di dekat Portland, Oregon. Proyek ambisius ini turut menarik perhatian sejumlah investor kelas kakap, termasuk Peter Thiel, Marc Benioff (TIME Ventures), dan Max Levchin (SciFi Ventures).

Setelah sukses menguji prototipe awal (Ocean-1, Ocean-2, dan Wavehopper), Panthalassa kini bersiap meluncurkan seri Ocean-3 di Pasifik Utara mulai tahun 2026, dengan target ekspansi komersial pada tahun 2027.

Sheldon-Coulson, yang juga mantan peneliti energi dan AI, meyakini bahwa ombak pada dasarnya adalah bentuk energi matahari yang tersimpan.

“Ombak diciptakan oleh angin, dan angin diciptakan oleh panas dari matahari. Jadi ombak adalah sinar matahari yang terkonsentrasi dua kali lipat, dan mereka terus bergerak bahkan saat angin berhenti. Ombak seperti baterai untuk sinar matahari, dan kita bisa memanfaatkannya 24/7,” pungkasnya, dikutip dari Financial Times, Kamis (7/5/2026).

Jika konsep ini berhasil diterapkan dalam skala besar, data center masa depan kemungkinan tidak lagi sepenuhnya dibangun di daratan.

Infrastruktur AI bisa mulai bergerak ke laut demi mendapatkan sumber energi yang lebih stabil, pendinginan alami, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi.

ESET Rilis Cloud Protection Gratis di Indonesia

Telko.id – ESET, perusahaan keamanan siber global, resmi meluncurkan fitur baru ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia.

Langkah ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah meningkatnya adopsi cloud oleh organisasi di Tanah Air.

Modul baru ini dirancang untuk melindungi cloud workload pengguna, termasuk memperkaya telemetri untuk deteksi dan respons terhadap ancaman siber.

Selain itu, fitur ini mengkonsolidasikan tata kelola keamanan di seluruh endpoint dan berbagai lingkungan cloud melalui satu tampilan terpadu (single pane of glass), sehingga memudahkan pemantauan.

“Semakin banyak organisasi di Indonesia sekarang yang menganggap bahwa public cloud itu sebagai urat nadi inisiatif bisnis digital mereka,” ujar Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.

Yudhi menambahkan bahwa dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise.

Kehadiran fitur ini sangat relevan mengingat pesatnya migrasi ke cloud di Indonesia. Menurut laporan Mordor Intelligence, pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2,81 miliar pada 2026 dan diprediksi tumbuh hingga US$ 5,5 miliar pada 2031. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, keamanan seringkali menjadi aspek yang terabaikan.

Secara global, studi IBM menunjukkan bahwa kerugian rata-rata akibat pelanggaran data di public cloud mencapai US$ 5,17 juta per insiden, angka tertinggi dibandingkan lingkungan IT lainnya.

Banyak organisasi, terutama UKM, belum memiliki proteksi yang kuat di layer cloud. Mereka rentan menjadi sasaran ransomware, mengalami misconfiguration, visibilitas terbatas, dan memiliki tim keamanan IT yang terbatas.

Seluruh pengguna ESET PROTECT, kecuali paket PROTECT ENTRY, sudah dapat menikmati keunggulan ESET Cloud Workload Protection tanpa biaya tambahan. Pelanggan cukup mengintegrasikan ESET PROTECT mereka dengan lingkungan cloud yang dipakai, seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform (GCP).

Modul ini akan melindungi virtual machine (VM) di public cloud dengan memasukkan data VM cloud ke dalam Platform ESET PROTECT XDR untuk mendapatkan visibilitas yang lebih luas.

Admin bisa langsung melakukan deployment agen proteksi, dan otomatis VM mereka terlindungi dari berbagai ancaman siber. Fitur ini juga bisa memproteksi pengguna private cloud dan VM di on-premise.

Fitur baru ini sudah ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan deteksi anomali, mendeteksi ancaman berbasis perilaku (behavior-based), hingga otomatisasi respons.

Semuanya membantu tim IT untuk tidak hanya tahu ada serangan, tapi juga langsung merespons sebelum dampaknya meluas.

Modul ESET Cloud Workload Protection dirancang super ringan sehingga tim IT tak perlu mengkhawatirkan performa server akan drop. Fitur ini akan membantu manajer IT untuk memvalidasi kontrol keamanan dan memudahkan pembuatan laporan bukti audit.

Sistem ini bisa membantu menghasilkan audit evidence yang dibutuhkan untuk memenuhi standar seperti NIST, CIS, hingga PCI DSS.

Hal ini menjadi solusi di tengah makin ketatnya aturan kepatuhan (compliance), serta audit yang makin sering dari pemerintah dan regulator.

Dengan kontrol keamanan yang kuat dan kemudahan implementasi di lingkungan on-premise dan private cloud, modul ESET Workload Protection akan membantu organisasi di Indonesia mematuhi berbagai ketentuan perlindungan data sensitif seperti UU Perlindungan Data Pribadi dan pedoman keamanan dari BSSN, serta menghadirkan ekosistem IT yang aman dan berdaulat.

Peluncuran ini menegaskan komitmen ESET dalam mendukung transformasi digital yang aman di Indonesia, terutama di era hybrid dan multi-cloud yang semakin kompleks. (Icha)

XLSMART Siap Replikasi Smart City ke Berbagai Daerah

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui lini bisnis enterprise-nya, XLSMART for BUSINESS, menyatakan kesiapannya untuk mereplikasi berbagai solusi smart city yang telah berhasil diimplementasikan di Jakarta ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan sebagai digital ecosystem enabler yang mendukung transformasi digital nasional.

Chief Enterprise & SME Officer XLSMART, Feby Sallyanto, menegaskan bahwa pihaknya hadir bukan sekadar penyedia konektivitas.

“XLSMART for BUSINESS hadir bukan hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi sebagai mitra transformasi digital. Smart city membutuhkan fondasi teknologi yang kuat, mulai dari jaringan yang andal, solusi IoT yang relevan, hingga automasi berbasis AI yang mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan produktivitas kota,” ujarnya.

Feby menambahkan bahwa ukuran kota global saat ini tidak lagi semata-mata dari infrastruktur fisiknya. Menurutnya, kemampuan teknologi dalam mendukung kreativitas, mobilitas, dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan menjadi indikator yang tak kalah penting.

Salah satu implementasi nyata yang telah dijalankan XLSMART for BUSINESS di Jakarta adalah dukungan terhadap program Jakwifi. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses internet di ruang publik seperti taman dan area permukiman.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan solusi berbasis IoT untuk mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan infrastruktur kota yang lebih responsif.

XLSMART for BUSINESS juga menghadirkan platform Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA). Platform ini merupakan solusi berbasis AI dan data analytics yang dirancang untuk mendukung automasi layanan, efisiensi operasional, serta pengelolaan sistem digital bagi sektor pemerintahan maupun enterprise.

Partisipasi XLSMART for BUSINESS dalam Color of Jakarta 2026 juga menjadi bukti penguatan ekosistem digital di ibu kota. Acara yang merupakan inisiatif kolaboratif dari Diskominfotik DKI Jakarta ini bertujuan memperkuat city branding dan ekonomi kreatif digital melalui kompetisi foto dan video bertema “Proud to be Jakartans”.

Kehadiran XLSMART dalam ajang tersebut sejalan dengan positioning perusahaan sebagai digital ecosystem enabler yang mendukung ekonomi kreatif, public engagement, serta integrasi teknologi. Semua itu diarahkan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang semakin connected, intelligent, dan future-ready.

Replikasi ke Berbagai Daerah

Ke depan, XLSMART for BUSINESS membuka peluang untuk mereplikasi berbagai use case smart city ke berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan akan mengembangkan solusi yang lebih spesifik, mulai dari smart public space hingga layanan publik berbasis AI yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi penting mengingat kebutuhan transformasi digital di daerah-daerah Indonesia masih sangat besar. Berbagai kota di Tanah Air mulai berlomba mengadopsi konsep smart city untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan daya saing wilayah.

Sebelumnya, berbagai inisiatif serupa juga telah dicoba oleh sejumlah pihak. Misalnya, uji coba Smart Pole untuk pengembangan smart city di Sumedang yang dilakukan oleh Alita. Ada pula pendirian Smart Pole pertama oleh Telkom untuk mendukung smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Solusi Berbasis AI dan IoT

Feby Sallyanto menekankan bahwa smart city membutuhkan fondasi teknologi yang kuat. Menurutnya, jaringan yang andal menjadi syarat mutlak, namun tidak cukup.

Diperlukan juga solusi IoT yang relevan dan automasi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan produktivitas kota.

Platform ESTA yang dikembangkan XLSMART for BUSINESS menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut. Dengan mengandalkan AI dan data analytics, platform ini mampu mendukung automasi layanan dan efisiensi operasional di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.

Selain itu, solusi IoT yang dihadirkan juga berperan penting dalam pengelolaan infrastruktur kota. Contohnya, sistem pengendalian banjir yang lebih responsif berkat pemantauan real-time dan analisis data yang akurat.

XLSMART sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi terpadu yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Dengan mengusung semangat “innovation with heart”, perusahaan ini melayani lebih dari 73 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Peta jalan smart city di Indonesia sendiri masih memerlukan banyak perbaikan. Menurut IMD Smart City Index 2024, Indonesia perlu melakukan perbaikan serius terkait masalah kemacetan dan korupsi untuk bisa bersaing dengan kota-kota global lainnya.

Dengan pengalaman dan portofolio yang dimiliki, XLSMART for BUSINESS optimistis dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan smart city. Perusahaan telah membuktikan kemampuannya melalui berbagai implementasi di Jakarta, mulai dari konektivitas publik hingga solusi berbasis AI.

Langkah XLSMART ini juga sejalan dengan upaya pemerintah yang terus mendorong pembangunan smart city di berbagai wilayah. Seperti yang dilakukan PINS Indonesia yang siap menawarkan solusi smart city di IKN, ekosistem digital di tanah air terus berkembang.

Ke depan, XLSMART for BUSINESS berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Dengan pendekatan yang spesifik dan adaptif, perusahaan berharap dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia secara merata. (Icha)

ASUS Zenbook DUO 2026, Layar Ganda 3K OLED Harga Rp55 Juta

Telko.id – ASUS resmi memperkenalkan laptop terbaru ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) di Indonesia, sebuah perangkat dengan dua layar 3K ASUS Lumina Pro OLED yang dirancang untuk produktivitas maksimal.

Laptop ini dibanderol dengan harga Rp54.999.000 dan menjadi bagian dari jajaran Copilot+ PC yang ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H, menawarkan performa AI hingga 180 platform TOPS.

Generasi terbaru dari lini Zenbook ini hadir dengan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya. Celah antar layar berhasil dikurangi hingga 70 persen, sementara bezel dibuat lebih tipis antara 22 hingga 37 persen.

Hasilnya, tampilan visual hampir tanpa batas saat kedua layar digunakan dalam mode 180 derajat lay-flat. Material eksklusif Ceraluminum™ juga diaplikasikan pada seluruh bagian chassis, membuat bodi tiga kali lebih kuat namun 30 persen lebih ringan dari material konvensional.

Featured image for ASUS Zenbook DUO 2026 Resmi, Layar Ganda 3K OLED Rp55 Juta

Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi momen di mana kecerdasan buatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi bagian integral dari interaksi pengguna dengan perangkatnya.

“Melalui jajaran ASUS Zenbook dan ASUS Vivobook terbaru ini, kami menghadirkan teknologi AI lokal yang lebih personal dan aman. Kami percaya inovasi ini akan menjadikan produk kami sebagai laptop rekomendasi bagi siapa saja yang menginginkan efisiensi maksimal tanpa kompromi,” ujarnya saat peluncuran ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Spesifikasi Layar Ganda dan Performa AI

Dari sisi visual, ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) memanjakan pengguna dengan dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED beresolusi 3K, refresh rate 144Hz, dan tingkat kecerahan puncak 1.000 nits. Sistem audio enam speaker dengan dukungan Dolby Atmos® melengkapi pengalaman multimedia yang imersif.

Content image for article: ASUS Zenbook DUO 2026 Resmi, Layar Ganda 3K OLED Rp55 Juta

Untuk performa, selain prosesor Intel Core Ultra 9 386H, laptop ini juga dilengkapi dengan sistem baterai ganda berkapasitas total 99Wh yang siap mendukung produktivitas tingkat tinggi sepanjang hari.

Perangkat ini juga mendukung ekosistem Copilot+ PC dengan NPU yang mampu menghasilkan performa AI hingga 50 TOPS. ASUS turut memperkenalkan Omni Virtual Assistant, solusi asisten pintar berbasis AI lokal yang dapat berjalan secara offline dan responsif langsung di perangkat.

Ini memungkinkan pengguna merasakan pengalaman asisten virtual tanpa perlu terhubung ke internet, menjaga privasi dan keamanan data.

Selain Zenbook DUO, ASUS juga memamerkan jajaran produk lain di area demo, termasuk lini gaming ROG dan TUF Gaming, serta komponen seperti motherboard, monitor, NUC, dan router.

Kehadiran berbagai lini ini menegaskan posisi ASUS sebagai pemimpin pasar yang menyediakan solusi teknologi end-to-end bagi pengguna di Indonesia.

Bagi yang mencari alternatif, beberapa Fitur Terbaru dari kompetitor juga bisa menjadi pertimbangan.

Harga dan Layanan Premium

ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) dibanderol dengan harga Rp54.999.000. Pembeli juga mendapatkan ASUS Premium Service yang mencakup pengiriman dua arah, Laptop Spa, dan FastLane Priority Handling.

Layanan ini memastikan perangkat mendapat perawatan optimal dan prioritas dalam penanganan jika terjadi kendala.

Dengan kombinasi layar ganda paling canggih di kelasnya, material eksklusif, dan performa AI yang mumpuni, Zenbook DUO generasi terbaru ini menjadi pilihan menarik bagi profesional kreatif dan pengguna yang membutuhkan Spesifikasi Lengkap dari perangkat multitasking. Kehadiran perangkat ini juga menambah persaingan di segmen laptop premium, di mana beberapa merek seperti Acer juga meluncurkan Laptop Hybrid untuk kebutuhan kerja dan gaming.

Peluncuran ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) menandai langkah maju dalam integrasi AI pada perangkat personal.

Teknologi AI lokal yang ditawarkan tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga memberikan lapisan keamanan tambahan karena data tidak perlu dikirim ke server eksternal. Inovasi ini diharapkan dapat mendorong adopsi AI di kalangan pengguna laptop di Indonesia. (Icha)

Ini Daftar Model AI dengan Skor ‘IQ’ Tertinggi, Siapa yang Teratas?

Telko.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus menunjukkan lonjakan signifikan, termasuk dalam hal kemampuan kognitif yang kini mulai diukur menggunakan pendekatan seperti IQ.

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic saling berlomba untuk menghadirkan AI canggih dengan tingkat kepintaran yang terus ditingkatkan.

Saat dirilis, setiap perusahaan juga kerap membagikan hasil benchmark yang menunjukkan kepiawaian model AI terbarunya.

Praktik serupa dilakukan Tracking AI, platform yang secara khusus menguji dan membandingkan performa berbagai model AI.

Platform ini mengukur tingkat kepintaran model AI menggunakan tes IQ. Datanya kemudian divisualisasikan oleh perusahaan media independen, Visual Capitalist.

Tracking AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia untuk menguji tingkat kepintaran model AI dari setiap perusahaan. Pengujian yang dilakukan pada April 2026, melibatkan setidaknya 26 model AI dari berbagai perusahaan AI.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa, model AI Grok-4.20 dari xAI dan OpenAI 5.4 Pro (Vision) dengan skor yang sama yaitu 145 menempati posisi teratas dengan skor tertinggi dibandingkan model lain.

Gemini 3.1 Pro Preview diurutan selanjutnya dengan skor 141.

Grok dinilai unggul dalam kemampuan memahami konteks kompleks, menyelesaikan soal logika tingkat lanjut, serta memberikan jawaban yang lebih konsisten dalam berbagai skenario pengujian.

Baca Juga:

Skor tertinggi model AI dalam pengujian ini terbilang telah meningkat dibandingkan dengan pengujian tahun 2025 lalu, dimana skor tertingginya hanya 135 poin.

Model-model ini umumnya diuji menggunakan berbagai benchmark yang mengukur kemampuan analisis, matematika, bahasa, serta penalaran abstrak. Hasilnya, perbedaan antar model semakin tipis, menandakan bahwa perkembangan AI kini bergerak sangat cepat dan kompetitif.

Penggunaan istilah “IQ” pada AI sebenarnya masih menjadi perdebatan. Berbeda dengan manusia, kecerdasan AI diukur berdasarkan performa pada tugas tertentu, bukan kemampuan umum yang menyeluruh.

Oleh karena itu, skor yang dihasilkan lebih tepat dianggap sebagai indikator kemampuan teknis dalam menyelesaikan masalah, bukan ukuran kecerdasan dalam arti luas.

Selain model AI dari perusahaan besar tersebut, pemain asal China juga mulai menunjukkan daya saing yang kuat. Dari sejumlah model yang diuji, Qwen 3.5 menjadi model AI asal China dengan peringkat tertinggi, menandakan kemampuannya sudah mampu bersaing di level global.

Berikut rincian daftar model AI dengan ‘IQ’ tertinggi

  1. Grok-4.20 Expert Mode – 145
  2. OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) – 145
  3. Gemini 3.1 Pro Preview – 141
  4. OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) – 139
  5. OpenAI GPT-5.3 – 136
  6. Grok-4.20 Expert Mode (Vision) – 133
  7. OpenAI GPT-5.4 Thinking – 133
  8. Meta Muse Spark – 133
  9. Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) – 132
  10. Qwen 3.5 – 130
  11. Claude 4.6 Opus – 130
  12. Kimi K2.5 – 127
  13. Manus – 115
  14. DeepSeek R1 – 112
  15. DeepSeek V3 – 111
  16. Gemini 3.1 Flash – 110
  17. Llama 4 Maverick – 110
  18. GPT-5.3 (Vision) – 109
  19. Claude 4.6 Sonnet – 106
  20. Bing Copilot – 101
  21. Perplexity – 97
  22. Mistral Medium 3.1 – 96
  23. Claude 4.6 Sonnet (Vision) – 94
  24. Claude 4.6 Opus (Vision) – 82
  25. Llama 4 Maverick (Vision) – 79
  26. GPT-5.4 Pro (non-vision) – 73

Meski demikian, peningkatan kemampuan ini menunjukkan bahwa AI semakin mendekati cara berpikir manusia dalam beberapa aspek.

Model AI kini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan sederhana, tetapi juga dapat melakukan analisis kompleks, memahami konteks, hingga membantu pengambilan keputusan.

Perkembangan ini berarti layanan berbasis AI akan menjadi semakin cerdas dan responsif. Mulai dari asisten digital hingga tools produktivitas, kemampuan AI yang terus meningkat berpotensi memberikan pengalaman yang lebih akurat, cepat, dan relevan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

Namun perlu dicatat bahwa skor ini hanya sebagai perbandingan saja, tidak menjadi patokan pasti kecerdasan AI secara menyeluruh. Pasalnya, tes berbasis IQ hanya mengukur satu aspek, yakni kemampuan penalaran pola, tidak mengukur aspek lainnya, dihimpun Visual Capitalist.

12.500 Pelari Siap Ramaikan Digiland Run 2026

Telko.id – Telkomsel mengumumkan penyelenggaraan Digiland Run 2026 yang akan digelar pada 17 Mei 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Mengusung tema “The RACEvolution”, acara ini menggabungkan olahraga, hiburan, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu konsep festival sportainment yang menyasar masyarakat luas.

Digiland Run 2026 akan diikuti lebih dari 12.500 peserta yang terbagi dalam tiga kategori lomba, yaitu Half Marathon, 10K, dan 5K. Ajang ini juga telah mengantongi World Athletics Label Road Races, sementara rute Half Marathon dan 10K sudah tersertifikasi secara International Measurement Certificate dari World Athletics dan AIMS.

Tingginya minat masyarakat terlihat sejak awal penjualan tiket, di mana seluruh kategori tiket, mulai dari Super Early Bird hingga penjualan reguler, dengan total kurang lebih 12.500 tiket telah habis terjual dalam waktu singkat.

Direktur Marketing Telkomsel, Lionel Chng, mengatakan, “Melalui Telkomsel Digiland Run 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang melampaui ajang lari. ‘The RACEvolution’ menjadi wujud bagaimana teknologi seperti 5G dan AI dapat mendukung gaya hidup yang lebih sehat, connected, dan meaningful.”

Ia juga menambahkan bahwa Telkomsel ingin menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan relevan bagi peserta di setiap momen acara.

Baca Juga:

Sementara itu, Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menyampaikan, “Kami mengapresiasi antusiasme dan partisipasi pelanggan serta komunitas yang terus menjadikan teknologi sebagai bagian dari gaya hidup mereka.”

Ia menegaskan bahwa Digiland Run 2026 menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat menjalani gaya hidup aktif dan produktif.

Untuk memberikan pengalaman langsung terhadap keandalan jaringan 5G, Telkomsel menghadirkan beragam penawaran eksklusif.

Mulai dari Flash Sale Poin berupa diskon tiket di semua kategori melalui Telkomsel Poin, Surprise Deals Digiland Run berupa paket data spesial yang hanya tersedia pada 17 Mei 2026 di GBK, hingga 5G Experience dengan penawaran kuota 5G sebesar 5GB seharga Rp10.

Antusiasme masyarakat terhadap Digiland Run 2026 sudah terlihat sejak awal penjualan tiket dibuka. Seluruh tiket, mulai dari fase Super Early Bird, Flash Sale, hingga penjualan reguler, langsung terjual habis di hari yang sama.

Tingginya minat dari masyarakat ini menandakan besarnya ketertarikan masyarakan terhadap ajang lari yang tidak hanya menawarkan olahraga, namun juga hiburan dan berbagai pengalaman menyenangkan dalam satu rangkaian acara.

Tidak hanya berfokus pada ajang lari, Digiland Run 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas lain yang terbagi dalam tiga area utama. Pada area Digiland Music & Entertainment, pengunjung dapat menikmati penampilan musisi seperti .Feast, Hindia, Aldi Taher, Feel Koplo, Moluccan Soul, hingga DJ Una.

Selain itu, terdapat Smart MSME Market yang menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, fashion, hingga produk kreatif lokal yang tentu saja didukung oleh pengalaman transaksi digital, serta Tech & Innovation Experience yang menawarkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung.

Dukungan terhadap acara ini juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Digiland Run 2026 yang dinilai mampu mendorong sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan komunitas dan UMKM.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan, Digiland Run 2026 juga menghadirkan program keberlanjutan melalui inisiatif GoZero% dan Telkomsel Jaga Bumi dari Telkom Group dan Telkomsel dengan program Carbon Offset Program (Kompensasi Jejak Karbon).

Dalam program ini, setiap peserta secara otomatis berkontribusi dalam penanaman pohon, di mana satu bibit pohon akan disumbangkan untuk setiap 5 kilometer yang ditempuh.

Digiland Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghadirkan pengalaman terpadu yang menggabungkan berbagai aktivitas dalam satu acara berskala besar.