Telko.id – Pertumbuhan bisnis AI milik Anthropic, yaitu Claude, disebut semakin melesat dalam beberapa bulan terakhir. Model AI ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan karena dinilai unggul dalam kemampuan analisis, penulisan, hingga pemrosesan dokumen dalam skala besar.
Kondisi tersebut membuat Claude kini menjadi salah satu pesaing terkuat bagi ChatGPT dan Gemini di pasar AI generatif.
Melansir dari Kompas Tekno, perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik Claude, Anthropic, dikabarkan menyalip OpenAI dalam hal valuasi di pasar sekunder (secondary market).
CEO Forge Global, Kelly Rodriques, mengonfirmasi bahwa valuasi Anthropic di platform tersebut kini berada di kisaran 1 triliun dollar AS. Sementara OpenAI diperdagangkan di sekitar 880 miliar dollar AS atau setara Rp 14.886 triliun di platform yang sama.
Baca Juga:
- Ini Daftar Model AI dengan Skor ‘IQ’ Tertinggi, Siapa yang Teratas?
- Claude Kini Terhubung ke Software Kreatif, Permudah Buat Design
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Claude adalah meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja profesional. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk membantu produktivitas harian, seperti merangkum dokumen, membuat laporan, membantu coding, hingga menganalisis data.
Dalam hal ini, Claude dianggap memiliki keunggulan pada kemampuan memahami konteks panjang dan menghasilkan jawaban yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis.
Anthropic juga dinilai berhasil membangun citra Claude sebagai AI yang lebih aman dan terkontrol. Perusahaan sejak awal fokus mengembangkan pendekatan constitutional AI, yaitu metode pelatihan yang dirancang agar AI dapat memberikan respons lebih sesuai aturan dan mengurangi risiko jawaban berbahaya atau menyesatkan.
Pendekatan tersebut membuat banyak perusahaan lebih percaya menggunakan Claude untuk kebutuhan enterprise.
Selain itu, integrasi Claude ke berbagai platform kerja juga menjadi alasan pertumbuhannya semakin cepat. AI ini kini mulai terhubung dengan software produktivitas, tools coding, hingga aplikasi kreatif, sehingga pengguna dapat memanfaatkan AI langsung di dalam workflow mereka tanpa harus berpindah platform.
Strategi ini membuat penggunaan AI menjadi lebih praktis dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dari sisi bisnis, Anthropic juga mendapat dukungan besar dari berbagai perusahaan teknologi global. Investasi miliaran dolar dari Amazon dan Google membantu perusahaan memperluas infrastruktur komputasi AI sekaligus mempercepat pengembangan model terbaru Claude.
Dukungan tersebut membuat Anthropic mampu bersaing di tengah kebutuhan komputasi AI yang semakin mahal.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan industri AI kini tidak lagi hanya soal siapa memiliki chatbot paling populer, tetapi juga siapa yang mampu menghadirkan AI yang paling berguna untuk kebutuhan nyata di dunia kerja.
Jika tren ini terus berlanjut, Claude berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi penggunaan AI di sektor enterprise.


