Latest Phone

Welcome to BESPOKE AI, Cara Samsung Pamer Teknologi AI Home

Telko.id - Welcome to BESPOKE AI merupakan cara Samsung...

Tecno Perkenalkan Robot Anjing Lucu di MWC Barcelona

Telko.id – Tecno kembali ikut meramaikan MWC Barcelona 2024...

Oppo Pad Air2

ATSI Kritisi Keberadaan Satelit Starlink Di Indonesia

Telko.id – ATSI mengkritisi kehadiran Starlink boleh dibilang sangat mulus ke Indonesia, tidak banyak ini dan itu tetiba sudah diberikan ijin oleh Pemerintah untuk memberikan layanannya. Memang saat ini baru pada tahap kerjasama dengan Telkomsat untuk Backhaul dan untuk layanan corporate.

Namun kedepan, layanan satelit milik Elon Musk ini bakal memberikan layanan Direct to Cell, langsung pada masyarakat Indonesia. Ini bakal membuat industri telekomunikasi Indonesia pun akan terganggu.

Tentu ini membuat operator juga gundah gulana. Pasalnya, operator seluler sudah merasa melakukan investasi banyak, bahkan setiap tahunnya harus membayar regulator charging yang begitu besar pada negara.

Tapi layanan satelit LEO (Low Earth Orbit) ini dikabarkan hanya dikenakan Ijin Stasiun Radio yang notabene, ijin ini cocok nya untuk layanan satelit GEO yang memiliki satu satelit untuk coverage yang luas.

Baca juga : Starlink Masuk, Proses Merger Smartfren dan XL Axiata Jalan teruss!

Sedangkan satelit LEO, terutama Starlink, di atas Indonesia saja kini sudah ada satelit yang jumlah nya ratusan. Ini yang menjadi perhatian dari ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) mengingat setiap teknologi harus ada aturan dan ijin tersendiri.

“Kita pengin itu diatur. Izin dia Jartup dan Vsat dan ISP, kok bisa masuk direct-to-cell? ini harus diatur kita minta diatur,” kata Sekjen ATSI Marwan O Baasir, Senin (10/6/2024).

Dia mengingatkan harus ada konsultasi publik saat membuat sebuah aturan. Semua pihak yang terlibat harus memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

“Kalau bikin aturan harus ada public consultation, setelah itu tanggapan semua pihak. Ini kan industri ratusan triliun bukan industri yang ecek-ecek dibangun puluhan tahun,” ungkap dia.

Sebagai informasi Direct-to-Cell memungkinkan pengguna bisa melakukan layanan langsung di HP. Mulai dari berkirim pesan, telepon, hingga berselancar internet.

Elon Musk, bos SpaceX yang memiliki layanan Starlink, menjelaskan Direct-to-Cell menyediakan konektivitas di lokasi manapun di Bumi. Dukungan bandwidth hanya 7 mb per pancaran sinyal.

Perangkat dengan dukungan jaringan 4G LTE bisa langsung terhubung Direct-to-Cell. Pengguna juga tak perlu menambahkan aksesoris tambahan, firmware, atau aplikasi khusus.

“Direct-to-Cell bisa bekerja dengan HP LTE yang ada saat ini di mana saja Anda bisa melihat langit,” tulis informasi di website resmi SpaceX.

Musk berusaha menenangkan pemain seluler jika layanannya bukan untuk mengalahkan mereka. Menurutnya Direct-to-Cell tak akan mampu bersaing dengan operator.

“Jadi walaupun ini adalah solusi luar biasa untuk lokasi tanpa konektivitas seluler, [Direct-to-Cell] tidak akan mampu bersaing dengan jaringan seluler terestrial yang sudah ada,” kata Musk.

ATSI sendiri mengusulkan, salah satunya adalah Starlink itu diberikan Ijin Pita Frekuensi Radio. Di mana, setiap satelit Leo milik Elon Musk itu, kena biaya.

“Seharusnya ijin yang diberikan adalah ijin pita Frekuensi Radio bukan Ijin Stasiun Radio,” ujar Marwan menambahkan.

“Selain itu juga masalah TKDN, dulu kita akan gelar 4G, pemerintah bisa tuh minta kita untuk semua peralatan disesuaikan dengan peraturn TKDN. Sekarang juga dong,” ujar Marwan.

Lalu, masalah kualitas service. Ini juga perlu perhatian. Ya, sekarang layanannya masih bagus karena penggunanya belum banyak. Bagaimana nanti kalau sudah banyak.

“Kita di operator ada standar kualitas layanan, plus ada juga kewajiban pembangunan dan itu semua perlu effort, bukan hanya tenaga tetapi juga investasi lho!,” sahut Marwan. (Icha)

Latest

Telkomsel Hadirkan Aplikasi Fita di IndiHome TV, Ini Tujuannya!

Telko.id - Telkomsel menghadirkan layanan aplikasi Fita melalui layanan...

Pembelian Tiket WCG 2024 Siap Dibuka, Ini Jadwal dan Harganya!

Telko.id - Turnamen esport internasional bergengsi WCG (World Cyber...

Huawei MateBook X Pro dan Huawei MateBook 14, Yuk Intip Spek Lengkapnya!

Telko.id -Huawei MateBook X Pro dan Huawei MateBook 14...

Galaxy Watch FE, Hadirkan Banyak Teknologi Pemantauan Kesehatan

Telko.id – Samsung hadirkan Galaxy Watch FE, tambahan terbaru...

Rekomendasi

Starlink Masuk, Proses Merger Smartfren dan XL Axiata Jalan teruss!

Telko.id – Proses merger Smartfren dan XL Axiata yang saat ini sedang berlangsung due diligence, sebagai tahap awal tidak akan terpengaruh dengan hadirnya Starlink...

Merger XL Axiata dan Smartfren Diharapkan Selesai Akhir Tahun

Telko.id - Axiata Group Bhd berharap rencana merger antara anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di Indonesia, PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom...

PDKT Smartfren dan XL Axiata Semakin Serius, Akankah Berakhir Merger?

Telko.id – Rumor bahwa Smartfren dan XL Axiata akan merger sudah melanglang buana di dunia telekomunikasi sejak beberapa tahun belakangan. Akhirnya, 15 Mei 2024, terjadi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini