spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 3

SATSPAM Jadi Studi Kasus AI London Business School

0

Telko.id – SATSPAM, inisiatif perlindungan masyarakat dari scam dan spam berbasis kecerdasan artifisial (AI) besutan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Tanla Platforms, menuai pengakuan internasional.

London Business School (LBS), salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia, resmi mengangkat SATSPAM sebagai studi kasus dalam kajian akademisnya.

Dalam kajian tersebut, London Business School menyoroti SATSPAM sebagai contoh konkret bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman scam digital yang terus berevolusi.

Studi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem perlindungan digital yang lebih kuat, aman, dan terpercaya.

Content image for article: London Business School Jadikan SATSPAM Studi Kasus AI Anti-Scam Global

Pengakuan ini sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara dunia usaha dan pemerintah, termasuk dukungan Komdigi dalam menciptakan ekosistem transformasi digital yang kondusif.

Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison sekaligus Chair Global Anti-Scam Alliance (GASA) Indonesia Chapter, Reski Damayanti, mengatakan pengakuan dari LBS membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata bagi masyarakat.

“Pengakuan dari London Business School ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan epidemi penipuan digital global, tetapi juga mampu menghadirkan inisiatif yang memberikan dampak nyata. Dari perspektif GASA, SATSPAM merupakan contoh konkret bagaimana kolaborasi antara operator telekomunikasi dan regulator dapat menghasilkan perlindungan yang berdampak sistemik bagi masyarakat”.

Menurut Reski, model kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperluas dan diperkuat bersama stakeholder lain seperti penyedia jasa keuangan, platform digital, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya, karena penipuan digital bersifat lintas sektor, sehingga upaya perlindungannya pun harus dilakukan secara kolaboratif lintas ekosistem.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Komdigi dan OJK yang memungkinkan kolaborasi ini dapat terwujud.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, SATSPAM telah mendeteksi lebih dari 2 miliar indikasi scam dan spam di jaringan Indosat. Sistem ini memanfaatkan AI untuk menganalisis berbagai sinyal komunikasi secara real-time guna mengenali pola ancaman yang terus berkembang.

Dengan tingkat akurasi deteksi di atas 90 persen, SATSPAM mencakup perlindungan terhadap SMS dan panggilan suara. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan daftar blokir statis, SATSPAM dirancang untuk terus mempelajari pola ancaman baru sehingga mampu beradaptasi terhadap modus penipuan digital yang semakin dinamis.

Keberhasilan SATSPAM tidak lepas dari dukungan regulator. Komdigi memberikan landasan yang memungkinkan pengembangan kapabilitas perlindungan berbasis AI dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan data pribadi, dan kepentingan konsumen.

Sinergi ini diwujudkan antara lain melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), forum koordinasi lintas lembaga jasa keuangan yang dikoordinasikan OJK dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria mengatakan pendekatan berbasis AI menjadi semakin penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital.

“Transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan publik. Pemanfaatan AI untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari scam dan spam merupakan langkah penting dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan terpercaya. Kecepatan perkembangan modus penipuan digital membuat pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Karena itu, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi menjadi sangat penting. Inisiatif yang telah mulai dikembangkan oleh pelaku industri menunjukkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dari scam digital dapat diperkuat langsung di level jaringan telekomunikasi”.

Lebih lanjut, Nezar juga menyatakan bahwa hal tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendorong seluruh industri telekomunikasi memperkuat sistem keamanannya, termasuk dengan membangun sistem anti-scam untuk melindungi pelanggan dari berbagai percobaan penipuan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK selaku Dewan Pembina Satgas PASTI, Dicky Kartikoyono, menambahkan, “OJK menyambut baik inisiatif Indosat melalui SATSPAM sebagai bagian dari penguatan ekosistem perlindungan konsumen keuangan nasional.

OJK memandang penguatan perlindungan konsumen keuangan digital perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan operator telekomunikasi, lembaga jasa keuangan, platform digital, regulator, dan aparat penegak hukum.

Penipuan digital tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja, karena modusnya kerap berawal dari kanal komunikasi dan bermuara pada kerugian finansial masyarakat. Karena itu, OJK melalui IASC akan terus mendorong sinergi untuk memperkuat pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penipuan digital.

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital, perlindungan masyarakat tidak lagi dapat bergantung pada satu institusi atau sektor saja. Pengalaman SATSPAM menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang didukung kolaborasi lintas sektor dapat menjadi pendekatan penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan.

Pengakuan dari London Business School semakin menegaskan relevansi pendekatan tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia mampu memberikan kontribusi bagi diskusi global mengenai masa depan keamanan digital.

Sebelumnya, Telko.id telah memberitakan berbagai inovasi dari Indosat, termasuk Fitur AI Tangkal Penipuan yang menjadi cikal bakal SATSPAM. Inisiatif ini terus dikembangkan untuk menjawab tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

Pengakuan dari London Business School menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia memiliki relevansi global dalam menjawab tantangan keamanan digital.

Pengalaman SATSPAM juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat di era digital.


Samsung TV Micro RGB, Menonton Lebih Personal di Rumah

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan inovasi terbaru melalui Samsung TV Micro RGB yang mengusung Samsung Vision AI.

Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih personal, intuitif, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari di rumah.

Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa ekspektasi konsumen terhadap TV terus berkembang seiring perubahan gaya hidup.

Jika sebelumnya kualitas gambar menjadi faktor utama, kini di era AI yang pesat, konsumen menginginkan lebih dari sekadar spesifikasi teknis. Mereka mencari pengalaman yang terasa personal dan relevan.

“Masa depan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi mampu memahami kebutuhan penggunanya,” ujar Harry Lee.

Menurut Harry, AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi, tetapi sebagai solusi yang memberikan nilai nyata. Karena itu, AI perlu bekerja natural di balik layar untuk menghadirkan pengalaman yang seamless, meaningful, dan nyaman bagi konsumen.

Content image for article: Samsung TV Micro RGB Bawa Pengalaman Menonton Lebih Personal di Rumah

Inovasi Micro RGB AI Engine Pro

Samsung menghadirkan inovasi melalui Micro RGB AI Engine Pro. Teknologi ini secara otomatis mengatur warna untuk terasa lebih nyata dan hidup tanpa pengaturan manual. Hasilnya, setiap tayangan terlihat lebih akurat, presisi, dan realistis.

TV ini juga mengusung desain elegan tanpa batas yang bisa menyatu dengan interior rumah modern. Ditambah teknologi Glare Free milik Samsung, konsumen dapat menikmati tayangan dengan nyaman tanpa terganggu pantulan cahaya, baik dari lampu maupun sinar matahari.

Inovasi ini membuat pengalaman menonton lebih hidup dan imersif. Samsung telah mempertahankan posisinya sebagai Global No.1 TV Brand selama 20 tahun, dan TV Micro RGB menjadi bukti komitmen tersebut.

AI Soccer Mode Pro untuk Pengalaman Olahraga

Lebih dari sekadar visual, Samsung Micro RGB menjadi wahana untuk menghadirkan Samsung Vision AI secara nyata. Teknologi ini bekerja natural sesuai konteks konten yang sedang dinikmati.

Melalui AI Soccer Mode Pro, TV secara otomatis membuat warna lapangan lebih hidup, setiap pergerakan pemain tetap tajam dan realistis meski berlangsung cepat, dan suara komentator terdengar lebih jelas. Pengalaman menonton olahraga pun terasa maksimal dan berkesan.

Harry Lee menambahkan, TV saat ini tidak lagi hanya perangkat hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari cara keluarga menikmati waktu bersama, mengekspresikan lifestyle, hingga menjalani kehidupan digital di rumah.

“Kami percaya TV akan berevolusi menjadi intelligent companion yang dapat menjadi teman keseharian di rumah,” ujarnya.

Semangat ini mendorong Samsung memperluas Vision of Art tahun ini. Pengalaman premium yang sebelumnya eksklusif pada lini The Frame kini diperluas melalui Samsung Micro RGB. Dengan pendekatan ini, TV dapat bertransformasi menjadi living canvas yang menyatu harmonis dengan interior rumah.

Konsumen juga bisa mengekspresikan gaya hidup dan preferensi personal mereka. Samsung memahami bahwa TV merupakan investasi jangka panjang bagi banyak keluarga Indonesia. Karena itu, Samsung menghadirkan pembaruan 7 Years OS Update dengan Samsung Tizen OS.

Melalui pembaruan ini, konsumen dapat terus menikmati pengalaman yang terus berkembang tanpa perlu mengganti perangkat dalam waktu singkat. Dalam rumah yang semakin terkoneksi, rasa aman dan kepercayaan juga menjadi penting.

Melalui Samsung Knox Security, Samsung memastikan pengalaman digital konsumen tetap aman. Sementara melalui SmartThings, TV dapat terhubung secara seamless dengan berbagai perangkat lain di rumah untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Sebagai informasi, Samsung juga telah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global di pasar commercial display selama 17 tahun berturut-turut. Ini menunjukkan konsistensi Samsung dalam menghadirkan inovasi berkualitas.

Dengan Samsung Micro RGB dan Samsung Vision AI, Samsung ingin membawa masa depan teknologi lebih dekat ke rumah setiap keluarga Indonesia.

Pengalaman yang dihadirkan bukan hanya lebih canggih, tetapi juga lebih personal, lebih human-centric, dan lebih bermakna dalam setiap momen kebersamaan.

Telkomsel Pertegas Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup

Telko.id – Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan dampak bermakna melalui bisnis berkelanjutan, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Bagi operator telekomunikasi ini, sustainability merupakan bagian integral dari cara perusahaan Melayani Sepenuh Hati, yang bertujuan memberdayakan generasi masa depan.

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, menyatakan bahwa perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan.

“Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Diaz menambahkan, perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya Telkomsel yang terus berinovasi untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menekankan bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang.

“Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun. Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” jelasnya.

Content image for article: Telkomsel Pertegas Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup

Komitmen penciptaan dampak bermakna tersebut telah diterjemahkan ke dalam tiga pilar fokus keberlanjutan perusahaan: Jaga Cita, Jaga Data, Jaga Bumi. Ketiga pilar ini menjadi fondasi dalam setiap langkah operasional Telkomsel.

Jaga Cita: Memberdayakan Talenta Digital

Melalui fokus Jaga Cita, Telkomsel terus memberdayakan talenta Indonesia sekaligus memperluas akses agar lebih banyak masyarakat bisa ikut maju, berpartisipasi, dan bertumbuh dalam ekonomi digital.

Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Perusahaan didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 360 desa blank spot.

Telkomsel pun aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital. Di saat yang sama, perusahaan terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitas inovasi tenaga kerja di berbagai lini operasional dengan penguatan keahlian kritikal, termasuk AI, cybersecurity, dan data science.

Jaga Data dan Jaga Bumi

Pada pilar Jaga Data, Telkomsel menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang aman, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan.

Perusahaan terus memperkuat tata kelola melalui sistem manajemen informasi berstandar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data dan siber yang andal. Keamanan data menjadi prioritas utama di era digital saat ini.

Content image for article: Telkomsel Pertegas Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup

Sementara itu, melalui Jaga Bumi, Telkomsel meminimalkan jejak karbon dan menjaga operasional layanan tetap hadir saat dibutuhkan. Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah menggunakan energi terbarukan solar panel dan mikrohidro.

Perusahaan juga memastikan 100% limbah elektronik dikelola melalui skema recycle, reuse, atau refurbish, serta 100% kemasan kartu SIM sudah menggunakan material kertas ramah lingkungan.

Upaya carbon offsetting juga didukung aktivitas penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025. Telkomsel juga terus menjalankan beragam inisiatif untuk memperkuat ketahanan aset fisik yang berkaitan dengan kesinambungan layanan – seperti BTS, TTC, sampai dengan gedung operasional – dari ancaman perubahan iklim.

Dampak keberlanjutan juga terus dirasakan lebih luas, bukan hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi mitra, pemerintah, dan ekosistem yang tumbuh bersama perusahaan.

Sepanjang 2025, Telkomsel mendistribusikan kembali sekitar 83% dari total pendapatan ke pemerintah, shareholders, suppliers di rantai pasok, dan karyawan.

Kontribusi ini didukung lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel di berbagai daerah, yang turut membuka peluang bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi.

“Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.

Telkomsel turut menjalankan sustainability sebagai bagian dari implementasi terkonsolidasi atas strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group.

Selanjutnya, Telkomsel akan terus berkontribusi dalam mendorong pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan Telkom Group.

Ragam inisiatif keberlanjutan Telkomsel dapat diakses di laman resmi perusahaan. Dengan langkah konkret ini, Telkomsel membuktikan bahwa bisnis berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang berdampak luas bagi lingkungan dan masyarakat. (Icha)

Eropa Kurangi Ketergantungan pada Google, Beralih ke Qwant

Telko.id – Pemerintah Denmark mulai mengurangi ketergantungan terhadap layanan teknologi asal Amerika Serikat, termasuk produk-produk Google, sebgaai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital nasional.

Uni Eropa yang semakin gencar membasmi praktik monopoli melalui aturan Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA), kian menekan posisi Google. Aturan DSA dan DMA bertujuan menyehatkan iklim kompetisi agar pengguna bisa mendapat layanan terbaik.

Langkah anti-monopoli Uni Eropa sepertinya tak main-main. Mulai Kamis (4/6) waktu setempat, Parlemen Eropa akan menggantikan Google sebagai mesin pencari default selama ini, dengan Qwant yang merupakan mesin pencari buatan Prancis.

Mengutip dari Politico, Jumat (5/6/2026), semua komputer yang ada di lingkungan Parlemen Eropa akan menggunakan Qwant secara default, berdasarkan komunikasi internal lembaga tersebut.

“Mulai 4 Juni 2026, Qwant akan menggantikan Google sebagai mesin pencari default di komputer-komputer Parlemen Eropa. Hal ini sejalan dengan komitmen Parlemen terhadap kedaulatan digital dan perlindungan data pribadi,” kata para pejabat kepada anggota parlemen dalam sebuah email yang dilihat Politico.

Komisi Eropa akan meluncurkan paket kedaulatan teknologi yang telah lama ditunggu-tunggu pada Rabu (3/6) waktu setempat, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia teknologi asing dan meningkatkan alternatif Eropa.

Email tersebut menggambarkan Qwant sebagai “mesin pencari Eropa yang berfokus pada privasi” yang dirancang untuk menghindari pelacakan pengguna atau pengumpulan data pribadi. Didirikan pada 2013, Qwant memasarkan dirinya sebagai alternatif Google yang mengutamakan privasi.

Baca Juga:

Pencarian yang dilakukan melalui bilah alamat di browser Firefox dan Edge akan secara otomatis dialihkan melalui Qwant, meskipun anggota parlemen tetap bebas untuk menggunakan mesin pencari pesaing atau mengubah pengaturan default mereka.

Keputusan tersebut tidak hanya didorong oleh faktor teknologi, tetapi juga berkaitan dengan isu perlindungan data, regulasi privasi, dan ketergantungan terhadap perusahaan teknologi asing.

Langkah ini menjadi bagian dari konsep digital sovereignty atau kedaulatan digital, yaitu kemampuan suatu negara untuk mengelola data, infrastruktur cloud, dan layanan digitalnya sendiri.

Konsep tersebut semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya penggunaan cloud computing, AI dan layanan digital yang sebagian besar masih didominasi perusahaan Amerika seperti Google, Microsoft, dan Amazon.

Meski demikian, migrasi dari ekosistem teknologi besar seperti Google bukanlah proses yang mudah.

Pemerintah perlu memastikan bahwa layanan pengganti memiliki tingkat keamanan, stabilitas, dan kompatibilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas administrasi dan operasional sehari-hari. Karena itu, proses transisi kemungkinan akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Google Rilis Fitur AI Fake Call Detection untuk Hindari Penipuan

Telko.id – Maraknya penipuan melalui panggilan telepon membuat Google menghadirkan keamanan baru untuk pengguna Android.

Google mengumumkan fitur keamanan baru, yakni Fake Call Detection atau Deteksi Panggilan Palsu. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi pola percakapan yang mencurigakan secara real-time dan memberikan peringatan kepada pengguna saat terindikasi sedang berinteraksi dengan pelaku penipuan (scam) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Fitur ini dirancang untuk mencegah modus penipuan yang kian marak, di mana pelaku menggunakan AI deepfake untuk meniru suara orang lain, seperti anggota keluarga, teman, atasan, tokoh terkenal dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Google mengatakan, fitur Fake Call Detection akan mulai digulirkan secara global pada bulan Juni 2026 melalui aplikasi Phone by Google untuk perangkat Android 12 keatas. Peluncuran perdananya dilakukan untuk lini ponsel Pixel.

Untuk cara kerjanya, saat seseorang dalam daftar kontak menelepon pengguna, dan kedua pihak sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google, perangkat penelepon akan mengirimkan sinyal verifikasi khusus ke perangkat penerima.

Sistem AI akan mengenali berbagai pola yang umum digunakan pelaku penipuan, seperti permintaan transfer uang mendadak, instruksi untuk membagikan kode OTP, hingga ipaya meminta data pribadi atau informasi perbankan.

Jika ditemukan indikasi mencurigakan, perangkat akan menampilkan notifikasi atau peringatan agar pengguna lebih waspada sebelum melanjutkan percakapan.

Google menjelaskan bahwa fitur ini akan aktif secara default dan bekerja otomatis di latar belakang.

Adapun sinyal verifikasi khusus ini berfungsi sebagai bukti bahwa panggilan memang berasal dari perangkat asli milik kontak yang tersimpan di ponsel pengguna.

Kehadiran fitur ini menunjukkan tren baru dalam keamanan digital, di mana AI tidak hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi alat pertahanan terhadap ancaman siber yang semakin kompleks.

Google sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus menambahkan berbagai fitur keamanan berbasis AI ke Android, mulai dari deteksi pesan penipuan hingga perlindungan terhadap aplikasi berbahaya.

Melansir dari Tech Crunch, Google mengatakan, fitur ini dibangun di atas teknologi Rich Communication Services (RCS), yakni standar komunikasi yang juga digunakan untuk berbagai fitur pesan modern di Android.

Karena berbasis RCS, Google mengeklaim bahwa teknologi serupa ini berpotensi diadopsi oleh aplikasi maupun perusahaan lain di masa mendatang.

Teknologi ini dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan saat menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

Meski tidak dapat menggantikan kewaspadaan pengguna sepenuhnya, kemampuan mendeteksi indikasi penipuan secara langsung berpotensi mengurai risiko menjadi korban scam yang kini semakin canggih dan sulit dibedakan dari komunikasi biasa.

Telkom Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital Bersama Regulator

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional pada Rabu (3/6) di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Forum bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat” ini mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, serta mitra teknologi global untuk merumuskan cetak biru kedaulatan digital Indonesia.

Forum ini merupakan kelanjutan dari deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” pada 20 Mei 2026. Jika deklarasi tersebut menegaskan visi bersama, forum ini menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi melalui tiga pilar utama: Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Kehadiran Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas ekosistem untuk menyelaraskan arah pembangunan cloud, AI, dan keamanan siber dengan kebutuhan nasional.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana, menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi dalam memastikan transformasi digital nasional berlangsung secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Content image for article: Telkom Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital Bersama Regulator dan Mitra Global

“Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Sonny.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan bahwa kedaulatan digital kini telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.

“Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujar Seno.

Seno menambahkan bahwa melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang lebih resilien, aman, dan mandiri.

Tiga Pilar Fondasi Kedaulatan Digital

Forum ini mengangkat tiga fokus utama yang menjadi fondasi kedaulatan digital Indonesia. Pertama, Sovereign Cloud yang memastikan data nasional dikelola di dalam negeri dengan standar keamanan tertinggi.

Kedua, Sovereign AI yang mengembangkan kapabilitas kecerdasan buatan secara mandiri. Ketiga, Sovereign Cybersecurity yang memperkuat sistem pertahanan siber nasional.

Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka kolaborasi untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di dalam negeri.

Telkom sebelumnya telah mendorong inisiatif serupa melalui Forum Tech Sovereignty yang digelar awal tahun ini.

Sebagai bagian dari forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik.

AdyaCakra mencakup kapabilitas Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure; Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox; serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.

Kolaborasi Global untuk Ekosistem Berdaulat

Dalam kesempatan yang sama, delapan global technology partners turut berpartisipasi dalam diskusi strategis. Mereka juga melakukan penandatanganan Intentional Collaboration sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, resilien, dan berdaulat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan upaya Telkom Solution yang siap mempercepat transformasi digital BUMN di tanah air.

Melalui Forum Kedaulatan Digital Nasional, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, dan mitra teknologi global.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat fondasi cloud, AI, dan cybersecurity nasional.

Seluruh langkah ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.

Infrastruktur seperti NeutraDC yang telah berusia empat tahun menjadi bukti komitmen Telkom dalam memperkuat fondasi digital ecosystem hub dan infrastruktur AI nasional. (Icha)

Telkom Percepat Ekspansi NeutraDC Batam, Ini Alasannya!

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, NeutraDC, mempercepat ekspansi kapasitas data center di Batam.

Gedung pertama NeutraDC Nxera Batam (BTM-1) yang dijadwalkan beroperasi tahun ini telah terisi penuh oleh mitra strategis, mendorong persiapan pembangunan gedung kedua (BTM-2).

Tingginya permintaan pasar di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, Riau) menjadi pendorong utama percepatan ini.

Salah satu mitra yang telah mengamankan kapasitas di BTM-1 adalah Gorilla Technology, perusahaan global penyedia solusi AI dan keamanan digital asal London. Kolaborasi ini akan dimanfaatkan untuk mendukung implementasi infrastruktur AI di kawasan Asia.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan pencapaian ini memperkuat posisi TelkomGroup dalam transformasi menuju perusahaan digital infrastructure.

“Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus dan kompetitif,” ujarnya.

Seno menambahkan bahwa Batam menjadi gerbang konektivitas digital yang menghubungkan pasar domestik dengan ekosistem regional.

“Melalui pengembangan digital infrastructure berkelas dunia, Telkom ingin memastikan Indonesia menjadi bagian penting dari ekosistem digital regional,” jelasnya.

CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, mengungkapkan antusiasme terhadap kepercayaan mitra global.

“Tingginya minat pasar menjadi validasi atas kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan yang kami bangun,” pungkasnya.

Content image for article: Data Center Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi NeutraDC Batam

Ekspansi Cepat untuk Kebutuhan AI dan Cloud

Pengembangan gedung kedua (BTM-2) merupakan langkah strategis menjawab lonjakan permintaan layanan digital. CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, menekankan potensi besar Batam sebagai pusat data digital strategis.

“Batam memiliki konektivitas internasional kuat dan kedekatan dengan pusat ekonomi regional,” jelasnya.

NeutraDC Nxera Batam dirancang dengan kapasitas total 100 MW dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Perusahaan menerapkan teknologi efisien energi dan tata kelola operasional berstandar global. Hal ini sejalan dengan komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan infrastruktur hijau.

Selain dampak industri, kehadiran data center ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru. Pengembangan talenta digital lokal dan peningkatan aktivitas ekonomi kawasan menjadi target utama. Batam diharapkan semakin menarik sebagai destinasi investasi teknologi.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Digital Regional

Langkah Telkom memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai digital Asia Tenggara. Kebutuhan AI, cloud computing, dan layanan digital yang terus meningkat menjadikan data center sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital. Dengan ekspansi ini, Telkom optimistis mampu menangkap peluang pertumbuhan di kawasan.

Kolaborasi dengan mitra strategis seperti Medco Power juga mendukung pengembangan data center hijau. Ini memperkuat komitmen Telkom terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing regional. (Icha)

Acer Luncurkan Empat Desktop Veriton Baru, Semua Siapkan AI

Telko.id – Acer resmi memperkenalkan empat model desktop dan workstation komersial terbaru dari lini Veriton di ajang Computex 2026, Taiwan.

Jajaran produk ini mencakup Acer Veriton RA110 AI Mini Workstation, Veriton Vero 6000 Mini, Veriton Vero 4000 Mini, serta Veriton 1000 Compact Tower.

Keempatnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi stasioner yang beragam, mulai dari pengembang AI, perusahaan besar, UKM, hingga profesional kreatif.

Veriton RA110 AI Mini Workstation menjadi bintang utama dalam peluncuran ini. Perangkat berbentuk ringkas ini merupakan Copilot+ PC berbasis Windows 11 yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan grafis AMD Radeon 8060S.

Sistem ini mampu menjalankan hingga 126 TOPS dan mendukung model AI hingga 200 miliar parameter per sistem.

Veriton RA110 dirancang khusus untuk para pengembang dan profesional kreatif yang membutuhkan kemampuan menjalankan beban kerja AI tingkat lanjut secara lokal.

Untuk menunjang performa tinggi, Veriton RA110 dibekali memori LPDDR5X empat saluran hingga 128 GB dan penyimpanan SSD M.2 2280 hingga 2 TB.

Konektivitasnya juga sangat lengkap dengan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan port USB 4 Type-C.

Perangkat ini juga dilengkapi Acer Sense Pro, sebuah dasbor AI DevOps yang menampilkan metrik seperti Token per Second (TPS) dan Time to First Token (TTFT) secara real-time.

Selain workstation AI, Acer juga menghadirkan Veriton Vero 6000 Mini dan Veriton Vero 4000 Mini. Kedua model ini mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan tersedia dalam bentuk yang sangat ringkas.

Veriton Vero 6000 Mini juga memiliki opsi platform Intel vPro untuk keamanan kelas enterprise. Keduanya mendukung memori DDR5 dual-channel hingga 64 GB dan penyimpanan SSD M.2 2280 PCIe Gen 4 hingga 2 TB.

Fitur keamanan bawaan mencakup chip TPM 2.0 dan Kensington Lock.

Selain itu, Acer menyertakan rangkaian solusi komersial seperti Acer Office Manager, Acer ProShield Plus, dan Acer System Health Indicator.

Menariknya, kedua model Vero ini telah memperoleh sertifikasi EPEAT Gold dan TCO Certified, serta dibuat dengan rangka dari plastik daur ulang pasca-konsumen (PCR).

Melengkapi jajaran, Acer Veriton 1000 Compact Tower hadir sebagai solusi desktop bisnis yang terjangkau. Meski ringkas, perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan mendukung memori DDR5 hingga 64 GB serta penyimpanan SSD 1 TB.

Keunggulannya terletak pada fleksibilitas ekspansi berkat slot PCIe yang memungkinkan penambahan kartu grafis atau penyimpanan tambahan.

Acer sebelumnya juga telah meluncurkan berbagai inovasi di segmen komputasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lini produk terbaru, Anda bisa membaca artikel terkait Desktop Veriton Baru dan Mini Workstation AI lainnya di Telko.id.

Semua produk ini diperkenalkan di Computex 2026. Spesifikasi, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di setiap kawasan.

Dengan peluncuran ini, Acer memperkuat posisinya di segmen komputasi komersial dan AI. Perusahaan yang juga dikenal dengan lini Laptop Bisnis Baru dan inisiatif AI untuk Pendidikan ini terus menghadirkan solusi yang menjembatani manusia dan teknologi.

Bagi yang tertarik dengan performa desktop ringkas, Review Acer TCX bisa menjadi referensi tambahan. (Icha)

Telkom AIcosystem, Ekosistem AI Terpadu untuk Industri

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem AI terpadu yang menyatukan seluruh kapabilitas Artificial Intelligence di lingkungan TelkomGroup.

Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan solusi AI yang kuat, terintegrasi, dan adaptif di tengah pesatnya adopsi digital di Indonesia.

Peluncuran AIcosystem dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad di Jakarta, Kamis (4/6).

Acara bertajuk “Beyond Innovation, Impact for the Nation” ini menegaskan posisi Telkom sebagai Indonesia’s End-to-End AI Ecosystem Enabler.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa AIcosystem merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan AI sebagai fondasi transformasi digital yang memberikan nilai nyata.

“AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ujar Dian.

AIcosystem dirancang untuk mengorkestrasi berbagai kapabilitas TelkomGroup dalam satu arah strategis. Melalui ekosistem ini, pengembangan AI yang sebelumnya dilakukan oleh masing-masing Operating Company (OpCo) kini dapat terhubung dan bergerak lebih sinergis.

Ekosistem ini menghimpun portofolio dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, dan AI Digiserve, hingga Telkom University.

Content image for article: Telkom Luncurkan AIcosystem, Ekosistem AI Terpadu untuk Industri

Sebagai penggerak utama, Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) memainkan peran strategis melalui lima pilar: AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

Kelima pilar ini diformulasikan untuk mendorong adopsi AI secara lebih luas melalui penguatan talenta, kolaborasi, serta pengembangan solusi yang relevan dan berdampak nyata.

AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI, sementara AI Playground membuka ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas.

AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif, sedangkan AI Hub mempercepat transformasi ide menjadi solusi siap pakai. AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar semakin cepat dan efisien.

Pendekatan Fullstack AI

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa yang membedakan AIcosystem dari inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack yang dibangun secara end-to-end.

“AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform.

Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia,” jelas Faizal.

Pendekatan fullstack mencakup tiga lapisan utama. Pertama, AI Infrastructure yang menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI.

Kedua, AI Models & Platforms yang mencakup AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) berbahasa Indonesia. Ketiga, AI Solutions & Applications yang telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case sesuai kebutuhan spesifik industri dan layanan publik.

Berbeda dengan AI individual, solusi AI TelkomGroup fokus mendukung kebutuhan enterprise dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis.

Solusi ini mampu menghasilkan insight dan keputusan strategis berbasis real data serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.

Implementasi di Berbagai Sektor

Solusi AI TelkomGroup telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur.

Implementasinya mencakup pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI.

Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten. AI juga digunakan untuk mendukung solusi media dan komunikasi yang lebih efektif.

AIcosystem dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks Indonesia. Dukungan terhadap Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta pemanfaatan infrastruktur dalam negeri mencerminkan komitmen Telkom dalam mendukung transformasi digital sekaligus memperkuat kedaulatan AI dan kedaulatan digital nasional.

Dari perspektif generasi muda, UKP Muda Seni Raffi Ahmad melihat bahwa perkembangan AI membuka peluang luas untuk belajar dan berinovasi.

“Generasi muda adalah kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI. Yang penting bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kehadiran AIcosystem menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya sebagai pengguna, namun pencipta AI,” pungkas Raffi.

Melalui AIcosystem, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran AI sebagai penggerak transformasi digital.

Perusahaan juga terus melakukan inovasi dengan teknologi terkini lainnya untuk mendukung ekosistem digital nasional. Langkah ini sejalan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang ditandai dengan penunjukan komisaris baru di anak usaha. (Icha)

Acer Pamer Monitor QD-OLED dan Proyektor 4K di Computex 2026

Telko.id – Acer resmi memperkenalkan jajaran produk visual terbaru di ajang Computex 2026, termasuk monitor profesional QD-OLED, proyektor laser 4K, portable monitor, hingga wearable digital.

Deretan produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan kreator konten, prosumer, hingga pengguna mobile yang membutuhkan solusi tampilan berkualitas tinggi.

Acer menghadirkan monitor Acer ProDesigner PE320QK G0 dan Acer CE320QK G yang sama-sama mengusung panel QD-OLED. Kedua monitor ini menawarkan akurasi warna tinggi, refresh rate 120 Hz, serta respons super cepat 0,03 ms.

Selain itu, Acer juga meluncurkan proyektor laser Acer HL6820GTV dengan resolusi 4K Ultra HD dan dongle Google TV terintegrasi, serta smart proyektor portable Acer HD1500.

Untuk produktivitas mobile, Acer memperkenalkan portable monitor PM161Q JB dan PM131QT yang bisa terhubung langsung ke smartphone. Tak ketinggalan, Aspire Badge (AD19) menjadi wearable digital yang dirancang untuk kreator muda dengan fitur keamanan dan ekspresi personal.

Monitor QD-OLED untuk Kreator Profesional

Monitor Acer ProDesigner PE320QK G0 menjadi andalan utama bagi profesional kreatif. Dengan layar 31,5 inci 4K UHD (3840 x 2160), panel QD-OLED, dan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500, monitor ini mampu menampilkan detail visual yang sangat tinggi.

Akurasi warna Delta E <1, sertifikasi Calman Verified, serta cakupan warna DCI-P3 99% dan Adobe RGB 98% memastikan setiap proyek kreatif memiliki spektrum warna yang luas.

Monitor ini juga mendukung refresh rate 120 Hz dan waktu respons 0,03 ms (GTG) untuk kelancaran workflow video. Acer Smart Dial memungkinkan pengguna mengontrol brightness, kontras, dan input dari jarak jauh. Software Creator Hub juga disertakan untuk menyesuaikan color space dan menghubungkan color calibrator eksternal.

Sementara itu, Acer CE320QK G hadir untuk prosumer dan kreator konten. Monitor 31,5 inci 4K QD-OLED ini menawarkan akurasi warna Delta E <2, cakupan DCI-P3 99%, serta dukungan AMD FreeSync Premium Pro untuk mengurangi tearing dan stuttering.

ErgoStand dengan pengaturan tilt, swivel, dan height adjustment memberikan kenyamanan kerja jangka panjang.

Proyektor Laser 4K dengan Google TV

Acer HL6820GTV adalah proyektor laser dengan resolusi 4K Ultra HD dan dongle Google TV terintegrasi.

Proyektor ini menawarkan kecerahan 4.000 ANSI Lumens, rasio kontras dinamis 3.500.000:1, serta konsumsi daya 35% lebih rendah dibandingkan proyektor lampu tradisional. Dukungan 1080p 240 Hz, latensi 1 ms, dan VRR hingga 144 Hz membuatnya ideal untuk gaming.

Proyektor ini juga mendukung penggunaan 24/7 untuk display publik, proyeksi 360 derajat, dan sertifikasi IP5X untuk ketahanan debu. Umur pakai sumber cahaya laser mencapai 30.000 jam.

Dengan Google TV, pengguna bisa mengakses aplikasi streaming tanpa perangkat tambahan.

Untuk hiburan portabel, Acer HD1500 menawarkan resolusi Full HD 1080p, kecerahan 8.000 LED lumens, serta fitur Auto-Focus, Auto Screen Fit, dan Auto Obstacle Avoidance.

Stand swivel dengan rotasi 360 derajat dan kemiringan 180 derajat memberikan fleksibilitas proyeksi. Sistem pintar bawaan memungkinkan streaming dari berbagai aplikasi.

Portable Monitor untuk Profesional Mobile

Acer PM131QT adalah portable monitor 12,3 inci yang dirancang untuk digital nomad dan pelajar.

Perangkat ini mendukung koneksi plug-and-play satu kabel ke smartphone, resolusi 1920 x 720, serta touch 5 titik. G-sensor bawaan memungkinkan rotasi otomatis horizontal atau vertikal, cocok untuk navigasi GPS.

Sementara itu, Acer PM161Q JB berukuran 15,6 inci dengan panel IPS Full HD 1920 x 1080, sudut pandang lebar, serta keyboard pogo yang disertakan. Kedua model mendukung VESA mount untuk fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.

Aspire Badge: Wearable Digital dengan Fitur Keamanan

Aspire Badge (AD19) adalah wearable digital dengan layar 1,85 inci resolusi 360 x 360. Perangkat ini dapat menampilkan gambar, animasi, dan memutar musik.

Terhubung melalui Bluetooth 5.4 ke aplikasi mobile, wearable ini bisa digunakan sebagai pin, lanyard, atau magnet.

Fitur keamanan mencakup alarm darurat, SOS alert dengan kode Morse, serta mode lampu malam. Baterai 400 mAh bertahan hingga 8 jam pada kecerahan minimum dan 4 jam pada kecerahan maksimum.