spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 23

Apple Kembangkan Kacamata Pintar dan AirPods Berkamera, Tantang Meta?

0

Telko.id – Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple, dilaporkan tengah memperluas portofolio produknya secara agresif dengan mengembangkan serangkaian perangkat wearable baru.

Laporan terbaru mengungkap bahwa perusahaan sedang mengerjakan kacamata pintar Apple, liontin berbasis kecerdasan buatan (AI), serta AirPods yang dilengkapi dengan kamera terintegrasi.

Langkah strategis ini menandakan ambisi Apple untuk menghadirkan teknologi Visual Intelligence ke lebih banyak perangkat di luar iPhone dan headset Vision Pro.

Berdasarkan informasi dari jurnalis teknologi Mark Gurman, inisiatif ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing utamanya, Meta, yang telah sukses mencuri perhatian pasar melalui kolaborasi kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Eksplorasi ini dilakukan setelah tim internal Apple melakukan studi mendalam mengenai potensi pasar perangkat wearable masa depan.

Perusahaan ingin memastikan bahwa ekosistem Apple Intelligence dapat diakses dengan lebih mudah dan praktis oleh pengguna tanpa harus selalu bergantung pada layar ponsel pintar.

Eksplorasi Kacamata Pintar Pesaing Ray-Ban

Fokus utama dari laporan tersebut adalah pengembangan kacamata pintar yang konsepnya mirip dengan produk Amazon Echo Frames atau Ray-Ban Meta.

Perangkat ini tidak dirancang sebagai kacamata Augmented Reality (AR) penuh seperti Vision Pro yang memiliki layar visual kompleks. Sebaliknya, kacamata ini akan berfungsi sebagai pendamping audio pintar yang dilengkapi dengan kamera dan sensor canggih.

Apple dikabarkan telah memulai inisiatif internal dengan kode nama “Project Atlas”. Dalam proyek ini, tim produk mengumpulkan umpan balik dari karyawan mengenai kacamata pintar yang sudah ada di pasaran saat ini.

Tujuannya adalah untuk memahami fitur apa yang paling disukai pengguna dan kelemahan apa yang harus diperbaiki dalam versi Apple nantinya.

Langkah ini mirip dengan strategi yang dilakukan pesaing. Misalnya, Lenovo AI Glasses yang menawarkan solusi serupa untuk produktivitas.

Apple tampaknya ingin mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati namun mematikan, memastikan produk mereka memiliki integrasi ekosistem yang jauh lebih mulus dibandingkan kompetitor.

AirPods dengan Kamera dan Liontin AI

Selain kacamata, Apple juga sedang menjajaki ide untuk menyematkan kamera pada jajaran AirPods mereka. Konsep ini memungkinkan earbud nirkabel tersebut untuk “melihat” lingkungan sekitar pengguna.

Data visual yang ditangkap kemudian akan diproses oleh AI untuk memberikan informasi kontekstual secara audio kepada pengguna.

Teknologi ini berkaitan erat dengan fitur Visual Intelligence yang baru saja diperkenalkan pada seri iPhone 16. Dengan memindahkan sensor kamera ke telinga atau wajah, pengguna bisa mendapatkan bantuan AI secara hands-free, mulai dari menerjemahkan teks di dunia nyata hingga mengidentifikasi objek di sekitar mereka.

Laporan tersebut juga menyebutkan perangkat berbentuk liontin atau klip yang tidak memiliki layar. Perangkat ini kemungkinan besar akan berfungsi sebagai asisten AI murni yang dapat dipasang di pakaian.

Konsep ini mengingatkan pada perangkat Humane AI Pin yang sempat ramai diperbincangkan. Anda bisa membaca lebih lanjut mengenai konsep serupa di artikel Wearable AI Apple yang pernah kami bahas sebelumnya.

Tantangan dan Strategi Masa Depan

Meskipun inovasi ini terdengar menjanjikan, Apple menghadapi tantangan besar dalam hal privasi dan penerimaan sosial. Menambahkan kamera pada perangkat kecil yang tidak mencolok seperti AirPods atau kacamata sering kali memicu kekhawatiran privasi bagi orang-orang di sekitar pengguna.

Namun, CEO Apple Tim Cook tampaknya optimis dengan arah perusahaan.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, pimpinan Apple tersebut pernah menegaskan komitmen inovasi mereka. Seperti yang pernah dilaporkan, Tim Cook meyakinkan investor bahwa Apple selalu memiliki kejutan teknologi yang sedang dipersiapkan di laboratorium mereka.

Penting juga bagi pengguna untuk mengingat aspek kebersihan saat menggunakan perangkat wearable yang menempel langsung di tubuh. Mengingat perangkat seperti AirPods dan kacamata pintar akan sering digunakan di luar ruangan, menjaga kebersihannya sama pentingnya dengan merawat ponsel.

Faktanya, Ponsel Lebih Kotor dari yang kita bayangkan, dan hal yang sama bisa berlaku untuk perangkat wearable baru ini.

Hingga saat ini, belum ada jadwal rilis resmi untuk ketiga perangkat tersebut. Namun, dengan intensitas riset yang dilakukan Apple, pasar teknologi global dapat mengharapkan kehadiran salah satu dari inovasi ini dalam beberapa tahun mendatang, kemungkinan besar dimulai pada tahun 2027. (Icha)

Infinix Note 60 Series Resmi Diungkap: Bawa Vapor Chamber dan Baterai 6.000 mAh

0

Telko.id – Infinix kembali membuat gebrakan di pasar smartphone global dengan mengungkap kehadiran seri terbarunya, Infinix Note 60 dan Note 60 Pro.

Dalam pengumuman terbarunya, perusahaan teknologi ini menyoroti dua peningkatan spesifikasi utama yang menjadi nilai jual seri ini, yakni sistem pendingin berbasis vapor chamber dan kapasitas baterai masif yang melampaui angka 6.000 mAh.

Langkah ini menandakan keseriusan Infinix dalam menghadirkan perangkat dengan daya tahan tinggi dan manajemen suhu optimal untuk pengguna kelas menengah.

Peluncuran ini menarik perhatian banyak pengamat teknologi karena kombinasi fitur yang ditawarkan jarang ditemukan pada segmen harganya.

Penggunaan baterai berkapasitas di atas 6.000 mAh menjanjikan durasi penggunaan yang jauh lebih panjang dibandingkan standar industri saat ini yang umumnya masih berkutat di angka 5.000 mAh.

Peningkatan kapasitas ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kebutuhan konsumen yang semakin intens dalam penggunaan perangkat seluler, mulai dari produktivitas hingga hiburan.

Selain sektor daya, sorotan utama tertuju pada integrasi teknologi pendingin vapor chamber pada kedua model tersebut. Fitur ini biasanya menjadi andalan pada smartphone flagship atau perangkat yang dikhususkan untuk gaming berat.

Kehadiran sistem pendingin canggih ini mengindikasikan bahwa Infinix Note 60 dan Note 60 Pro dirancang untuk menangani beban kerja tinggi tanpa mengalami penurunan performa akibat panas berlebih atau throttling.

Hal ini tentu menjadi peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya seperti Infinix Note 10 yang masih menggunakan sistem pendingin konvensional.

Strategi Infinix untuk menyematkan baterai super besar dan sistem pendingin mutakhir ini sejalan dengan tren pasar yang menuntut perangkat serba bisa.

Pengguna tidak hanya menginginkan performa cepat, tetapi juga ketahanan daya yang mampu menunjang aktivitas seharian penuh tanpa perlu sering mengisi ulang daya.

Dengan bekal baterai lebih dari 6.000 mAh, seri Note 60 diprediksi mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan sangat baik.

Manajemen Suhu dengan Vapor Chamber

Implementasi vapor chamber pada Infinix Note 60 dan Note 60 Pro merupakan langkah strategis untuk meningkatkan stabilitas performa. Mekanisme pendinginan ini bekerja dengan cara menyebarkan panas secara lebih merata ke seluruh permukaan perangkat, sehingga mencegah penumpukan panas di satu titik, terutama di area prosesor.

Teknologi ini sangat krusial, terutama jika mengingat adanya spekulasi bahwa seri ini mungkin mengadopsi Chipset Snapdragon yang membutuhkan manajemen termal yang efisien untuk mengeluarkan potensi maksimalnya.

Sistem pendingin yang mumpuni tidak hanya berdampak pada kenyamanan genggaman saat ponsel digunakan dalam waktu lama, tetapi juga memperpanjang umur komponen internal.

Panas yang terkontrol dengan baik akan menjaga kesehatan baterai dan komponen vital lainnya dalam jangka panjang.

Dengan demikian, keputusan Infinix menyematkan fitur ini pada seri Note terbaru menunjukkan komitmen mereka terhadap durabilitas perangkat.

Standar Baru Kapasitas Baterai

Beralih ke sektor daya, keputusan untuk menanamkan baterai berkapasitas lebih dari 6.000 mAh menempatkan Infinix Note 60 series di posisi yang sangat kompetitif. Di tengah gempuran smartphone dengan desain tipis namun mengorbankan kapasitas baterai, Infinix justru menawarkan solusi bagi pengguna yang memprioritaskan screen-on-time.

Kapasitas Baterai Jumbo ini memungkinkan pengguna untuk melakukan aktivitas berat seperti streaming video resolusi tinggi, bermain game, atau navigasi GPS dalam durasi yang lebih lama.

Selain itu, kapasitas baterai yang besar juga relevan dengan integrasi teknologi modern lainnya yang mungkin hadir di masa depan, seperti pemrosesan AI yang intensif.

Berbicara mengenai teknologi cerdas, Infinix juga terus berinovasi dalam aspek proteksi data, seperti kerja sama baru-baru ini untuk menghadirkan solusi Keamanan Siber berbasis AI di perangkat mereka.

Kombinasi antara daya tahan baterai yang kuat dan sistem keamanan yang andal akan menjadikan seri Note 60 sebagai pilihan menarik bagi profesional muda maupun pelajar.

Peluncuran Infinix Note 60 dan Note 60 Pro ini mempertegas posisi perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar massal.

Dengan fokus pada manajemen suhu melalui vapor chamber dan ketahanan daya melalui baterai 6.000+ mAh, Infinix tampaknya siap kembali mendominasi segmen pasar menengah yang kompetitif. (Icha)

Xiaomi Pimpin Pasar Smartphone Indonesia 2025, Market Share 19%

0

Telko.id – Xiaomi Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang dalam industri teknologi tanah air. Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset independen Omdia, perusahaan teknologi raksasa ini sukses mengukuhkan posisinya sebagai vendor smartphone nomor satu di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Data tersebut mencatat bahwa Xiaomi berhasil menguasai pangsa pasar (market share) sebesar 19%, sebuah angka yang merefleksikan dominasi kuat di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Keberhasilan Xiaomi memuncaki klasemen penjualan ponsel pintar ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang konsisten menghadirkan teknologi premium yang relevan bagi berbagai segmen konsumen.

Selain lini utama Xiaomi, performa sub-brand POCO juga memberikan kontribusi signifikan. Dengan proposisi “The True Flagship”, POCO sukses mengamankan ceruk pasar high-performance dan menjadi pilihan utama bagi komunitas penggemar mobile gaming di Indonesia.

Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme konsumen tanah air. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa strategi inovasi Xiaomi yang inklusif dapat diterima dengan baik oleh pasar.

Ia menilai masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih perangkat, tidak hanya tergiur oleh spesifikasi di atas kertas, tetapi juga mempertimbangkan ekosistem yang dapat meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh seluruh konsumen di Indonesia. Pencapaian ini adalah buah dari komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang inklusif.

Kepercayaan inilah yang menjadi energi bagi Xiaomi untuk melangkah ke fase yang lebih ambisius di tahun 2026,” ungkap Wentao Zhao dalam keterangan resminya.

Visi Ekosistem Human x Car x Home

Momentum kesuksesan di tahun 2025 ini dijadikan landasan kuat bagi Xiaomi untuk memperluas cakupan teknologinya. Memasuki tahun 2026, perusahaan berencana mentransformasi peran smartphone dari sekadar alat komunikasi menjadi pusat kendali kehidupan digital.

Hal ini sejalan dengan visi global baru perusahaan, yakni “Human x Car x Home”, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan konektivitas tanpa batas (seamless connectivity).

Dalam skenario ekosistem ini, smartphone Xiaomi diposisikan sebagai gerbang utama (gateway). Perangkat tersebut akan menghubungkan berbagai aspek kehidupan pengguna, mulai dari mobilitas pribadi, sistem transportasi, hingga perangkat rumah tangga pintar.

Integrasi ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol berbagai perangkat AIoT dan elemen gaya hidup lainnya dalam satu harmoni teknologi yang terpadu.

Wentao menekankan bahwa fokus utama perusahaan di tahun 2026 adalah memastikan teknologi bekerja secara intuitif. Kompleksitas fitur tidak lagi menjadi tolak ukur utama, melainkan seberapa alami interaksi teknologi tersebut dengan rutinitas harian pengguna.

Xiaomi ingin teknologinya hadir sebagai pendukung produktivitas yang bekerja efektif di balik layar, namun memberikan dampak nyata yang memudahkan aktivitas masyarakat.

Peran Xiaomi HyperOS 3

Guna merealisasikan visi ekosistem yang ambisius tersebut, Xiaomi mengandalkan Xiaomi HyperOS 3 sebagai fondasi utamanya. Sistem operasi ini didapuk sebagai “The Great Connector” yang bertugas menyatukan seluruh perangkat dalam ekosistem Xiaomi ke dalam satu platform yang solid.

Kehadiran sistem operasi ini sangat krusial, terutama bagi pengguna yang memiliki berbagai perangkat pintar, mulai dari smartphone hingga smart audio glasses.

Xiaomi HyperOS 3 tidak hanya sekadar sistem operasi, melainkan platform yang telah diperkuat dengan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk memahami pola gaya hidup dinamis masyarakat Indonesia, memastikan transisi antar perangkat berjalan mulus tanpa hambatan.

Hal ini memberikan kendali penuh kepada pengguna untuk menciptakan lingkungan hidup yang benar-benar cerdas dan terintegrasi.

Menutup pernyataannya, Wentao menegaskan kembali janji perusahaan untuk terus mendengarkan aspirasi pasar. Xiaomi berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang memecahkan kendala sehari-hari, bukan sekadar pamer teknologi.

Dengan dukungan layanan purna jual yang kuat dan inovasi berkelanjutan, Xiaomi siap menemani perjalanan konsumen Indonesia menuju masa depan digital yang lebih cerdas. (Icha)

Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material untuk Efisiensi

0

Telko.id – PT Telkom Akses (Telkom Akses), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi meresmikan implementasi LENSA Invoice Material sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola berbasis digital.

Sistem inovatif ini dirancang menggunakan teknologi Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) guna mempercepat seluruh rangkaian administrasi penagihan bagi mitra material proyek.

Peluncuran yang berlangsung pada 18 Februari 2026 ini menandai babak baru dalam transformasi digital perusahaan yang bertujuan mendorong efisiensi operasional sekaligus mempercepat arus kas mitra secara akuntabel dan terstandarisasi.

LENSA Invoice Material, yang merupakan kependekan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, hadir sebagai solusi terintegrasi untuk mentransformasi proses penagihan yang sebelumnya bersifat konvensional.

Melalui sistem ini, Telkom Akses berupaya menghilangkan hambatan manual yang selama ini rentan terhadap kesalahan manusia, serta mengalihkan seluruh alur kerja menjadi proses digital yang paperless dan otomatis.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda besar transformasi digital TelkomGroup melalui penguatan tata kelola bisnis yang berbasis pada teknologi terkini.

Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menyampaikan bahwa pengembangan sistem LENSA Invoice Material tidak sekadar mengejar aspek efisiensi semata, melainkan juga berfokus pada penguatan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.

Hery menekankan bahwa digitalisasi ini memastikan setiap tahapan verifikasi hingga pembayaran berjalan dengan transparansi tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, perusahaan dapat Integrasikan AI dan otomasi untuk menjawab tantangan akurasi dalam pengelolaan dokumen finansial yang masif.

Sebelum implementasi sistem digital ini, seluruh proses administrasi proyek di lingkungan Telkom Akses masih sangat bergantung pada penggunaan dokumen fisik. Alur kerja lama tersebut melibatkan penggunaan tanda tangan basah serta mekanisme verifikasi berlapis yang harus melewati berbagai tingkatan, mulai dari unit di area hingga ke kantor pusat.

Kondisi ini sering kali memicu terjadinya inefisiensi sumber daya manusia, peningkatan biaya operasional yang signifikan, serta munculnya keluhan dari pihak mitra akibat durasi proses pembayaran yang tidak menentu.

Transformasi Digital Melalui Teknologi RPA dan OCR

Penerapan LENSA Invoice Material membawa perubahan fundamental dengan mengalihkan seluruh proses penagihan ke dalam skema digital automation.

Sistem ini bekerja mulai dari tahap penerbitan purchase order, verifikasi dokumen pendukung, hingga eksekusi pembayaran kepada mitra. Penggunaan teknologi Robotic Process Automation (RPA) memungkinkan sistem untuk menjalankan tugas-tugas rutin tanpa memerlukan intervensi fisik dari staf administrasi, sehingga risiko kesalahan input dapat diminimalisir secara drastis.

Selain RPA, teknologi Optical Character Recognition (OCR) juga menjadi pilar utama dalam sistem ini. OCR berfungsi untuk membaca, mengenali, dan memvalidasi setiap data yang tertera dalam dokumen digital secara otomatis.

Dengan kemampuan ini, proses pencocokan data antara tagihan mitra dengan catatan internal perusahaan dapat dilakukan dalam waktu singkat namun tetap memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan terus melakukan Efisiensi Operasional demi menjaga kesehatan finansial dan ekosistem bisnis secara keseluruhan.

Dampak nyata dari implementasi sistem LENSA Invoice Material ini sangat terukur, terutama dalam hal penghematan biaya operasional. Telkom Akses memproyeksikan penghematan hingga ratusan juta rupiah per tahun yang berasal dari pengurangan biaya cetak dokumen dan biaya distribusi fisik.

Selain itu, penggunaan tanda tangan digital dan e-meterai telah mempercepat sirkulasi penandatanganan dokumen hingga mencapai standar 3 x 24 jam. Kecepatan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan metode manual yang memakan waktu jauh lebih lama.

Dari sisi sumber daya manusia, digitalisasi ini mendorong peningkatan produktivitas yang signifikan. Karyawan yang sebelumnya terbebani oleh pekerjaan administratif repetitif kini dapat dialokasikan untuk menangani aktivitas yang bersifat lebih strategis bagi pertumbuhan perusahaan.

Proses pembayaran yang kini menjadi lebih cepat dan terprediksi juga secara langsung memperbaiki arus kas para mitra material. Hal ini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan Index Partnership Satisfaction, yang merupakan fondasi penting bagi hubungan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

Memperkuat Kemitraan Melalui Standarisasi Proses

Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, memandang bahwa LENSA Invoice Material merupakan instrumen vital dalam mempercepat siklus bisnis perusahaan. Dalam perspektif manajemen vendor, sistem ini menciptakan standar baru dalam proses pengadaan dan penagihan yang lebih transparan dan akuntabel.

Dengan adanya kepastian proses, mitra material dapat lebih fokus pada kualitas pengerjaan proyek dan kecepatan eksekusi di lapangan tanpa perlu khawatir akan kendala administrasi yang berulang. Penguatan sistem ini serupa dengan upaya global dalam mengoptimalkan Supply Chain melalui teknologi digital.

Sistem LENSA Invoice Material ini tidak muncul secara instan, melainkan telah melalui tahap piloting yang komprehensif sejak Januari 2025. Setelah melalui proses evaluasi yang ketat selama satu tahun, sistem ini akhirnya resmi diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026.

Keberhasilan peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan Unit IT, Procurement, Inventory, hingga Finance, dengan dukungan penuh dari jajaran Board of Directors serta senior leaders di lingkungan TelkomGroup.

Implementasi teknologi ini juga dipandang sebagai sebuah Lompatan Besar dalam adopsi otomasi cerdas di industri telekomunikasi Indonesia. Telkom Akses menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan solusi digital bagi kepentingan internal, tetapi juga untuk membangun ekosistem tata kelola yang efisien bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depannya, perusahaan berencana untuk terus mengembangkan kapabilitas digital berbasis teknologi otomasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi TelkomGroup dan para mitranya.

Dengan hadirnya LENSA Invoice Material, Telkom Akses kini memiliki alat kontrol yang lebih kuat dalam memonitor setiap transaksi material proyek secara real-time.

Transparansi yang ditawarkan oleh sistem digital ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dengan data yang akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan memperkuat integritas perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya di seluruh wilayah Indonesia. (Icha)

.

Pendaftaran OPPO Hyper Legend Cup Dibuka, Rebut Total Hadiah USD 100.000

0

Telko.id – OPPO bersama pengembang gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) secara resmi membuka pendaftaran untuk turnamen esports OPPO Hyper Legend Cup x MLBB Campus Series 2026.

Kompetisi tingkat universitas ini kembali hadir untuk menjaring talenta muda berbakat dari kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia dengan menawarkan total hadiah yang sangat besar mencapai USD 100.000.

Turnamen ini merupakan evolusi dari ajang sebelumnya, Smooth Legends Cup, yang kini bertransformasi menjadi era Hyper Legend dengan skala kompetisi yang jauh lebih luas.

Tidak hanya bersaing di tingkat nasional, mahasiswa terbaik dari Indonesia nantinya akan dipertemukan dengan tim-tim unggulan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina dalam sebuah persaingan regional yang ketat.

Kolaborasi antara raksasa teknologi dan pengembang gim ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam mendukung ekosistem esports di Asia Tenggara.

Melalui kolaborasi strategis ini, OPPO menyediakan wadah bagi generasi juara baru untuk membawa semangat kampus mereka menuju panggung internasional.

Jadwal Lengkap Kualifikasi hingga Final Regional

Bagi mahasiswa yang ingin berpartisipasi, periode pendaftaran telah dibuka mulai tanggal 16 hingga 25 Februari 2026. Setelah proses registrasi ditutup, rangkaian kompetisi akan segera dimulai dengan babak kualifikasi dan eliminasi yang diselenggarakan secara daring (online) pada tanggal 28 Februari dan 1 Maret 2026.

Tahap ini akan menjadi saringan awal untuk menentukan tim mana yang memiliki strategi dan kekompakan terbaik.

Sebanyak delapan tim terbaik dari babak kualifikasi online akan melaju ke babak Final Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2026. Pertandingan di tahap ini diprediksi akan berjalan sangat sengit karena hanya dua tim terkuat yang berhak mewakili Indonesia ke jenjang selanjutnya.

Puncak dari rangkaian turnamen ini adalah Final Lintas Negara yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16–19 April 2026. Di ajang turnamen multinasional tersebut, dua tim perwakilan Indonesia akan berhadapan dengan dua tim terbaik dari masing-masing negara peserta lainnya.

Persaingan bergengsi tingkat Asia Tenggara ini akan menentukan satu tim yang layak menyandang gelar juara regional Hyper Legend.

Dukungan Performa Tinggi OPPO Reno15 Series

Kompetisi tahun ini didukung penuh oleh perangkat OPPO Reno15 Series yang diklaim mampu memberikan pengalaman gaming maksimal.

Smartphone ini menghadirkan kemampuan visual hingga 120FPS yang mulus, memastikan pergerakan hero terasa presisi dan animasi skill terlihat halus, terutama pada momen-momen krusial pertempuran di Land of Dawn.

Content image for article: Pendaftaran OPPO Hyper Legend Cup Dibuka, Rebut Total Hadiah USD 100.000

Selain visual, ketahanan daya menjadi sorotan utama. Reno15 Series dibekali baterai berkapasitas besar hingga 7.000mAh yang didukung teknologi pengisian daya cepat 80W SUPERVOOC Flash Charge.

Kombinasi ini memungkinkan para atlet esports kampus untuk bertanding tanpa henti tanpa rasa khawatir kehabisan daya di tengah pertandingan.

Berdasarkan pengujian internal, perangkat ini mampu digunakan untuk bermain MLBB selama lebih dari 8 jam secara stabil dengan manajemen suhu yang tetap terjaga.

Fitur lain yang tak kalah penting adalah teknologi AI LinkBoost 3.0, yang berfungsi menjaga koneksi internet tetap responsif meskipun kondisi jaringan sedang tidak optimal, sebuah fitur vital dalam ranah kompetitif.

Rincian Hadiah Fantastis

OPPO Hyper Legend Cup x MLBB Campus Series 2026 menyiapkan struktur hadiah yang sangat menggiurkan bagi para peserta. Total hadiah keseluruhan mencapai USD 100.000, yang terbagi ke dalam fase Final Nasional dan Final Lintas Negara, ditambah dengan berbagai reward eksklusif lainnya.

Pada Final Nasional, total hadiah yang diperebutkan adalah USD 8.000 beserta ribuan Diamond MLBB. Berikut adalah rincian hadiah untuk para pemenang di tingkat nasional:

  • Juara 1: USD 3.000, 5 Gold Skin Card, dan 25.000 Diamond.
  • Peringkat 2: USD 2.000, 5 Gold Skin Card, dan 20.000 Diamond.
  • Peringkat 3: USD 1.500, 5 Gold Skin Card, dan 15.000 Diamond.
  • Peringkat 4: USD 1.000, 5 Gold Skin Card, dan 10.000 Diamond.
  • Peringkat 5: USD 500, 5 Gold Skin Card, dan 10.000 Diamond.

Sementara itu, pada tahap Final Lintas Negara di Kuala Lumpur, total hadiah melonjak menjadi USD 80.000. Sang juara regional akan membawa pulang hadiah utama sebesar USD 32.000. Peringkat kedua akan mendapatkan USD 20.000, disusul peringkat ketiga dengan USD 12.000, dan peringkat keempat sebesar USD 8.000.

Tim yang menempati peringkat kelima dan keenam masing-masing akan memperoleh USD 3.000, sedangkan peringkat ketujuh dan kedelapan masing-masing mendapatkan USD 1.000.

Selain uang tunai, tim yang berhasil melaju ke tahap akhir juga berkesempatan mendapatkan total 1.200.000 Diamond MLBB, unit smartphone OPPO Reno15 Series, serta merchandise eksklusif.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian skill, tetapi juga kesempatan emas bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer kompetisi profesional. Mirip dengan kompetisi serupa yang pernah diadakan, ajang ini menuntut strategi matang dan mental juara.

Mahasiswa yang berminat dapat mendaftarkan timnya segera melalui situs resmi OPPO Indonesia. Setelah registrasi berhasil, kapten tim akan dihubungi pihak penyelenggara untuk detail teknis pertandingan selanjutnya. (Icha)

Robot Humanoid China Mulai Patroli Perbatasan

Telko.id – China mulai mengoperasikan robot humanoid untuk membantu tugas patroli di wilayah perbatasannya dengan Vietnam, sebuah langkah yang menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan kini benar-benar diterapkan di lapangan. Robot yang digunakan adalah Walker S2, dikembangkan oleh perusahaan robotik asal China, UBTech Robotics.

Robot ini dirancang menyerupai manusia, mampu berjalan secara mandiri, serta dilengkapi sensor visual dan sistem AI untuk mengenali lingkungan sekitar. Salah satu keunggulan teknisnya adalah kemampuan mengganti baterai secara otomatis, memungkinkan operasional hampir 24 jam tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung.

Melansir dari DetikInet, dalam implementasinya, robot humanoid ini tidak menggantikan petugas keamanan, melainkan berperan sebagai asisten untuk tugas-tugas rutin seperti membantu pengaturan antrean, memantau area publik, hingga memberikan informasi dasar kepada pengunjung.

Secara teknologi, Walker S2 menggabungkan sistem navigasi berbasis sensor, pemrosesan data real-time, serta algoritma kecerdasan buatan untuk merespons situasi di sekitarnya. Hal ini menunjukkan perkembangan robot humanoid yang kini tak lagi sebatas demonstrasi teknologi, melainkan mulai masuk ke infrastruktur operasional resmi.

Baca juga:

Meskipun proyek ini terjadi di Asia, ide yang sama juga mulai menarik perhatian di Eropa, terutama di tengah tekanan migrasi yang terus meningkat.

Menurut Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, László Palkovics, teknologi robot humanoid kini telah mencapai titik produksi massal menjadi realistis.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini sudah melewati fase eksperimental dan siap diproduksi massal, terutama dengan keterlibatan sektor otomotif yang kuat di Hungaria. “Teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal,” kata Palkovics, dikutip dari Hungarian Conservative, Senin (16/2/2026).

Langkah China ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan AI dan robotik yang semakin agresif di sektor publik. Bagi masyarakat luas, penerapan robot humanoid di perbatasan menjadi sinyal bahwa otomatisasi berbasis AI akan semakin sering ditemui di ruang-ruang publik, terutama untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi kerja, dan dukungan operasional jangka panjang.

realme 16 Pro Series 5G Hadir kan Desain Urban Wild Naoto Fukasawa

0

Telko.id – realme secara resmi mengumumkan kembalinya kolaborasi strategis dengan desainer industri kelas dunia, Naoto Fukasawa, untuk lini produk terbarunya, realme 16 Pro Series 5G.

Mengusung tema besar Urban Wild Design, kerja sama ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sentuhan artistik Fukasawa diterapkan pada lini Number Series, setelah sebelumnya sukses mempercantik seri flagship brand tersebut.

Peluncuran konsep desain ini di Jakarta pada 18 Februari 2026 menandai babak baru dalam estetika smartphone kelas menengah. Tiga tahun setelah proyek kolaboratif terakhir mereka, realme dan Fukasawa kembali menyatukan visi untuk memadukan nuansa naturalisme dengan teknik kerajinan kontemporer yang presisi.

Hasilnya adalah sebuah perangkat yang tidak hanya menonjolkan spesifikasi, tetapi juga membawa filosofi desain mendalam bagi penggunanya.

Inti dari Master Design pada seri terbaru ini berangkat dari eksplorasi “utopia spiritual” di tengah dinamika kehidupan urban. Naoto Fukasawa, yang dikenal dengan konsep desain “without thought”—bentuk keindahan yang terasa intuitif saat disentuh atau dilihat—menerjemahkan kerinduan masyarakat kota akan alam ke dalam wujud fisik smartphone.

Desain ini digambarkan sebagai undangan bagi anak muda untuk menemukan ruang kebebasan mereka sendiri di sela-sela ritme kota yang padat.

Inspirasi Alam Savana Indonesia

Salah satu aspek paling menarik dari Urban Wild Design adalah sumber inspirasinya yang spesifik. Material dan pewarnaan pada realme 16 Pro Series 5G mengambil ilham dari lanskap savana di Indonesia, khususnya saat musim kemarau.

Fenomena alam di mana hamparan rumput berubah menjadi keemasan, memantulkan cahaya matahari dengan hangat dan tenang, diterjemahkan ke dalam varian warna Master Gold.

Warna Master Gold ini tersedia untuk varian realme 16 Pro+ 5G dan realme 16 Pro 5G. Teksturnya dirancang untuk memberikan sensasi lembut namun berkarakter, layaknya rumput kering di alam terbuka.

Sementara itu, varian warna kedua, Master Grey, hadir secara eksklusif untuk realme 16 Pro+ 5G. Warna ini terinspirasi dari tekstur batu sungai yang terpoles alami oleh aliran air, menawarkan permukaan yang berkilau halus dan menenangkan. Kedua warna ini diciptakan melalui proses tuning warna multidimensi untuk menangkap esensi paling murni dari palet alam.

Content image for article: realme 16 Pro Series 5G Hadir dengan Desain Urban Wild Naoto Fukasawa

Inovasi Material Silikon Organik Bio-based

Tidak hanya bermain pada visual, realme 16 Pro Series 5G juga membawa terobosan material. Perangkat ini menjadi pionir di industri smartphone dengan penggunaan silikon organik bio-based.

Material ini dibuat dari jerami berbahan dasar tumbuhan yang diproses melalui metode ramah lingkungan. Langkah ini menegaskan komitmen realme terhadap keberlanjutan (sustainability) tanpa mengorbankan kualitas premium.

Penggunaan material organik ini memberikan keuntungan ganda. Secara taktil, pengguna akan merasakan tekstur lembut yang menyerupai permukaan alami. Secara fungsional, material ini memiliki sifat elastis, tahan terhadap penuaan, serta resisten terhadap kotoran, bakteri, dan abrasi.

Hal ini memastikan perangkat tetap terlihat baru dan bersih meski digunakan dalam jangka waktu lama, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan material polikarbonat atau kaca konvensional.

Keunggulan material ini disempurnakan dengan desain All-Nature Curve buatan tangan pertama di industri. Lengkungan halus ini mengalir mulus dari panel belakang, melewati bingkai tengah, hingga menyatu dengan layar.

Meski memiliki detail konstruksi yang kompleks untuk mengakomodasi lengkungan ergonomis tersebut, realme berhasil menjaga profil perangkat tetap ramping dengan ketebalan hanya 8,49 mm, membuatnya nyaman digenggam berlama-lama.

Detail Mewah pada Modul Kamera

Menyeimbangkan unsur alami, realme menyematkan elemen urban modern yang kuat pada sektor kamera. Konsep Metal Mirror Camera Deco dihadirkan untuk memberikan sentuhan kemewahan kontemporer.

Modul kamera ini diproses menggunakan Luxury PVD Craftsmanship, sebuah teknik yang umumnya ditemukan pada pembuatan jam tangan mewah.

Hasil akhir dari proses ini adalah permukaan mirror-gloss tingkat tinggi yang jarang ditemui pada desain smartphone di kelasnya. Untuk menjaga keindahannya, realme melapisinya dengan Nanoscale Metal Coating yang meningkatkan ketahanan terhadap goresan.

Desain modul yang disebut sebagai Volcanic Camera Deco ini terintegrasi secara seamless dengan panel belakang, menciptakan transisi visual yang dramatis namun tetap harmonis.

Bingkai tengah atau mid-frame juga mendapat perhatian khusus dengan penggunaan Luxury Metallic Mid-Frame. Kombinasi antara tekstur organik di bagian belakang dan kilau metalik pada bingkai serta modul kamera menciptakan keseimbangan estetika yang unik—sebuah representasi fisik dari perpaduan jiwa alam dan gaya hidup urban.

Sebagai penerus kesuksesan seri sebelumnya, seperti realme 15 Pro, kehadiran seri terbaru ini diharapkan dapat memenuhi ekspektasi pasar yang semakin tinggi terhadap desain smartphone.

realme 16 Pro Series 5G bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medium bagi anak muda untuk mengekspresikan diri dan gaya hidup mereka yang dinamis.

Bagi konsumen yang mencari perangkat dengan ketahanan ekstra seperti fitur anti-air yang ada pada realme C85 5G, realme 16 Pro Series menawarkan pendekatan berbeda yang lebih fokus pada pengalaman sentuhan dan estetika artistik.

Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan harga resmi di Indonesia akan diumumkan dalam waktu dekat melalui kanal resmi realme. (Icha)

Disney Tuding ByteDance Langgar Hak Cipta AI

Telko.id – Sebuah konflik antara industri hiburan dan pengembang AI kembali memanas. Kali ini The Walt Disney Company menuding ByteDance menggunakan karakter-karakter ikonik seperti dari Marvel dan StarWars untuk melatih AI video terbarunya, SeeDance 2.0 tanpa adanya izin resmi.

SeeDance 2.0 sendiri adalah teknologi text-to-video, artinya pengguna cukup mengetik perintah teks dan sistem akan menghasilkan video secara otomatis. Masalahnya, dalam sejumlah contoh yang beredar, AI ini bisa menampilkan karakter yang sangat mirip dengan tokoh-tokoh milik Disney. Di sinilah isu hak cipta mulai dipertanyakan.

Mengutip dari Kumparan, ketua dan CEO Motion Picture Association, Charles Rivkin, meminta ByteDance segera menghentikan aktivitas yang dianggap melanggar. Koalisi kreatif Human Artistry Campaign yang mencakup SAG-AFTRA dan Directors Guild of America mendesak otorias menggunakan seluruh instrumen hukum untuk menghentikan praktik tersebut.

Secara teknis, model AI seperti SeeDance 2.0 bekerja dengan cara mempelajari jutaan hingga miliaran data visual di internet. Jika dalam data pelatihan itu terdapat materi berhak cipta – seperti film, karakter, atau animasi – maka ada potensi AI ‘meniru’ gaya atau bentuk karakter tersebut saat menghasilkan video.

Disney menilai ini sebagai bentuk pelanggaran kekayaan intelektual. Sementara ByteDance menyatakan akan memperkuat sistem pengamanan agar konten berhak cipta tidak digunakan secara sembarangan.

Baca juga:

Pada Desember 2025, Disnet juga mengirim surat ke Google terkait video AI yang menampilkan karakter Disney tanpa izin. Tak lama setelah itu, puluhan video dilaporkan dihapus.

Disney, bersama NBCUniversal, pernah menggugat Midjourney atas dugaan pelanggaran hak cipta pada Juni tahun lalu. Kemudian, Disney bekerja sama dengan NBCUniversal dan Warner Bros. DIscovery untuk menggugat perusahaan AI asal China, MiniMax, atas tuduhan pembajakan skala besar.

Di sisi lain, Disney juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan AI dengan skema lisensi yang jelas. Pada tahun lalu, Disney melakukan teken kontrak / kesepakatan komprehensif dengan OpenAI dan menjadi mitra lisensi konten besar pertama untuk platform video sosial Sora. Dalam kesepakatan itu, Disney juga menyuntikkan investasi ekuitas sebesar USD$ 1 miliar ke OpenAI.

Kasus ini memperlihatkan tantangan besar dalam perkembangan AI generatif. Di satu sisi teknologinya makin canggih dan mudah diakses publik. Di sisi lain, regulasi dan perlindungan hak cipta belum sepenuhnya siap menghadapi kecepatan inovasi tersebut.

Google Rilis Android 17 Beta 1: Fokus Privasi dan Performa Kamera

0

Telko.id – Google secara resmi merilis Android 17 Beta 1 hari ini, menandai langkah besar dalam evolusi sistem operasi seluler mereka dengan fokus utama pada privasi, keamanan, dan peningkatan kinerja yang lebih halus.

Peluncuran ini tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga mengubah cara Google menyajikan pembaruan kepada komunitas pengembang melalui program Android Canary yang menggantikan model Developer Preview tradisional.

Matthew McCullough, VP Product Management Android Developer, menyatakan bahwa rilis ini melanjutkan upaya Google untuk membangun platform yang lebih adaptif.

Build terbaru ini menghadirkan penyempurnaan signifikan pada kemampuan kamera dan media, alat baru untuk mengoptimalkan konektivitas, serta profil yang diperluas untuk perangkat pendamping. Perubahan mendasar dalam siklus rilis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi fitur baru di ekosistem Android.

Pergeseran dari Developer Preview ke saluran Canary yang “always-on” menawarkan tiga keuntungan utama bagi pengembang. Pertama, akses yang lebih cepat di mana fitur dan API mendarat di Canary segera setelah lulus pengujian internal.

Kedua, stabilitas yang lebih baik karena pengujian awal di Canary menghasilkan pengalaman Beta 1 yang lebih matang. Ketiga, kemudahan pengujian melalui pembaruan OTA (Over-The-Air) yang menghilangkan kebutuhan flashing manual dan integrasi yang lebih mudah dengan alur kerja CI.

Adaptasi Layar Besar dan Antarmuka

Memasuki fase berikutnya dari peta jalan adaptif, Android 17 (API level 37) menghapus opsi bagi pengembang untuk menolak pembatasan orientasi dan ukuran ulang pada perangkat layar besar. Aturan ini berlaku untuk perangkat dengan lebar layar lebih dari 600dp, seperti Tablet Android maupun ponsel lipat.

Aplikasi yang menargetkan SDK 37 wajib beradaptasi dengan berbagai kondisi layar. Pengguna mengharapkan aplikasi mereka bekerja di mana saja, baik saat multitasking di tablet, membuka perangkat lipat, atau menggunakan lingkungan windowing desktop. Antarmuka pengguna (UI) harus mengisi ruang yang tersedia dan menghormati postur perangkat.

Beberapa atribut manifest dan API runtime yang diperkenalkan di Android 16 kini akan diabaikan pada layar besar jika aplikasi menargetkan Android 17. Atribut seperti screenOrientation (termasuk portrait dan landscape), resizeableActivity, serta rasio aspek minimum dan maksimum tidak lagi berlaku mutlak.

Namun, pengecualian diberikan untuk aplikasi yang dikategorikan sebagai game. Pengguna juga tetap memegang kendali penuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan perilaku default aplikasi melalui pengaturan sistem.

Peningkatan Kamera dan Media Profesional

Sektor media mendapatkan perhatian serius dalam pembaruan ini. Android 17 menghadirkan alat tingkat profesional untuk aplikasi kamera dan media, termasuk transisi yang mulus dan standar kenyaringan suara.

Fitur baru updateOutputConfigurations() pada CameraCaptureSession memungkinkan pengembang melampirkan dan melepaskan permukaan output secara dinamis tanpa perlu mengonfigurasi ulang seluruh sesi penangkapan kamera.

Kemampuan ini memungkinkan transisi mulus antara mode penggunaan kamera, seperti beralih dari memotret gambar diam ke merekam video. Hal ini mengurangi biaya memori dan kompleksitas kode, serta menghilangkan gangguan visual atau pembekuan (freeze) yang sering terlihat oleh pengguna saat pengoperasian kamera.

Selain itu, Google memperkenalkan dukungan metadata perangkat multi-kamera logis. Pengembang kini dapat meminta metadata tambahan dari semua kamera fisik aktif yang terlibat dalam penangkapan gambar, bukan hanya kamera utama.

Fitur ini sangat berguna saat terjadi peralihan lensa untuk zoom, memberikan informasi lebih rinci untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam aplikasi kamera.

Untuk perekaman video, Android 17 menambahkan dukungan standar Versatile Video Coding (VVC) dan mode kualitas konstan (Constant Quality) pada MediaRecorder.

Mode ini memberikan kontrol lebih halus atas kualitas video dibandingkan pengaturan bitrate sederhana, sejalan dengan Fitur Baru yang sering dibutuhkan kreator konten.

Optimasi Performa dan Keamanan

Dalam hal performa, Android 17 memperkenalkan implementasi MessageQueue yang bebas kunci (lock-free). Perubahan ini bertujuan meningkatkan kinerja dan mengurangi frame yang hilang, meskipun mungkin berdampak pada klien yang menggunakan refleksi pada metode privat.

Selain itu, pengumpulan sampah (garbage collection) generasional diperkenalkan pada ART Concurrent Mark-Compact collector untuk mengurangi biaya CPU dan durasi waktu pengumpulan sampah.

Google juga memperketat aturan pemrograman dengan membuat kolom “static final” benar-benar final. Aplikasi yang menargetkan Android 17 tidak lagi dapat memodifikasi kolom ini, bahkan melalui refleksi, yang akan memicu IllegalAccessException. Langkah ini memungkinkan runtime menerapkan optimasi kinerja secara lebih agresif.

Dari sisi keamanan, atribut android:usesCleartextTraffic kini tidak lagi disarankan (deprecated). Aplikasi yang menargetkan Android 17 atau lebih tinggi dan mengandalkan atribut ini tanpa konfigurasi keamanan jaringan yang sesuai akan secara default menolak lalu lintas teks jelas (cleartext). Google juga memperkenalkan antarmuka penyedia layanan publik untuk kriptografi hibrida HPKE guna komunikasi yang lebih aman.

Konektivitas dan Produktivitas Pengembang

Pembaruan juga mencakup sektor konektivitas dengan peningkatan riwayat panggilan VoIP. Sistem kini mendukung URI avatar penelepon dan peserta dalam dialer sistem, memberikan kontrol privasi log panggilan yang lebih terperinci kepada pengguna. Wi-Fi Ranging juga ditingkatkan dengan kemampuan deteksi jarak yang mendukung pengukuran berkelanjutan dan penemuan peer-to-peer yang aman.

Bagi pengembang aplikasi perangkat pendamping, CompanionDeviceManager kini memiliki dua profil baru: Perangkat Medis dan Pelacak Kebugaran. Profil perangkat medis memungkinkan aplikasi meminta semua izin yang diperlukan dengan satu ketukan, menyederhanakan proses pengaturan.

Sementara itu, profil pelacak kebugaran memastikan pengalaman pengguna yang akurat dengan ikon berbeda dan penggunaan kembali izin peran jam tangan yang ada.

Google menargetkan pencapaian Platform Stability pada bulan Maret mendatang. Pada tahap tersebut, API SDK/NDK final dan perilaku aplikasi akan dikunci.

Perangkat yang Rilis Segera di masa depan kemungkinan besar akan langsung mengadopsi standar baru ini. Pengguna perangkat Pixel yang didukung sudah dapat mendaftar untuk mendapatkan pembaruan Beta ini melalui udara (OTA). (Icha)

Telkomsel Gandeng Muslim Pro, Hadirkan Paket Bundling Spesial Ramadan

0

Telko.id – Menyambut momentum suci Ramadan dan Idulfitri tahun ini, Telkomsel secara resmi mengumumkan langkah strategis terbaru mereka.

Operator seluler terbesar di Indonesia ini berkolaborasi dengan platform gaya hidup muslim global, Muslim Pro, untuk menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro. Penawaran eksklusif ini kini tersedia dan dapat diakses langsung melalui aplikasi MyTelkomsel.

Integrasi perdana di Indonesia melalui skema bundel paket ini dirancang untuk memberikan kemudahan praktis bagi pelanggan. Melalui kerja sama ini, pengguna dapat menemukan, mengaktifkan, dan mengelola layanan spiritual harian mereka dalam satu aplikasi terpadu.

Inisiatif ini bertujuan memastikan pelanggan dapat menjalani ibadah dengan lebih nyaman, tenteram, dan terhubung secara digital selama bulan puasa.

Kolaborasi antara Telkomsel dan Muslim Pro ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam kampanye “Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati”.

Langkah ini diambil untuk mendampingi masyarakat di setiap momen spesial, khususnya saat bulan Ramadan. Upaya beyond connectivity ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman pelanggan, tidak hanya dari sisi komunikasi, tetapi juga dalam aspek spiritualitas harian.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya layanan ini bagi pelanggan. Menurutnya, kebutuhan beribadah sehari-hari, seperti pengingat waktu salat, akses ke Al-Qur’an, dan doa, menjadi prioritas utama selama Ramadan.

Telkomsel merancang paket bundling ini agar cepat dan mudah diakses, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh pengguna.

Content image for article: Telkomsel Gandeng Muslim Pro, Hadirkan Paket Bundling Spesial Ramadan di MyTelkomsel

“Kami berharap fitur Premium dengan harga bersahabat ini bisa mendukung pelanggan untuk fokus beribadah, memperkuat silaturahmi, dan menjalani Ramadan sepenuh hati,” ujar Lesley.

Ketersediaan konektivitas digital yang dipadukan dengan konten religius menjadi kunci utama dalam penawaran terbaru ini.

Fitur Premium untuk Ibadah yang Lebih Kusyuk

Muslim Pro dikenal luas sebagai platform yang mendukung keterhubungan spiritual melalui kombinasi teknologi dan konten reflektif. Aplikasi ini menawarkan fitur inti bebas biaya yang meliputi jadwal salat akurat, pengingat azan, penunjuk arah kiblat, kalender hijriah, hingga doa harian.

Namun, melalui paket bundling ini, pelanggan Telkomsel mendapatkan akses ke fitur Premium yang jauh lebih lengkap.

Fitur Premium memberikan pengalaman ibadah yang lebih mendalam tanpa gangguan. Pengguna dapat menikmati tayangan Qalbox tanpa iklan, sebuah fitur yang menyediakan konten video reflektif.

Selain itu, tersedia fitur unduh audio tilawah untuk pemutaran offline, yang sangat berguna ketika pengguna ingin mendengarkan lantunan ayat suci tanpa menghabiskan kuota data secara terus-menerus.

Kelebihan lain dari akun Premium ini mencakup beragam pilihan suara azan yang dapat disesuaikan dengan selera pengguna, berbagai tema warna aplikasi, serta terjemahan dan tafsir Al-Qur’an tambahan.

Dukungan pelanggan prioritas juga menjadi salah satu keuntungan yang ditawarkan dalam paket ini, memastikan setiap kendala teknis dapat diselesaikan dengan cepat.

Nafees Khundker, Chief Executive Officer Muslim Pro, menyambut baik kerja sama perdana dengan Telkomsel ini. Ia menekankan bahwa paket bundling eksklusif di MyTelkomsel membuat akses terhadap layanan premium Muslim Pro menjadi lebih sederhana dan terjangkau bagi jutaan pengguna di Indonesia.

“Fokus kami adalah menjaga keterhubungan ibadah secara berkelanjutan, lebih menekankan kontinuitas dan empati. Memadukan teknologi, konten reflektif, komunitas, dan aktivasi nyata, di Ramadan kali ini kami mengajak pelanggan untuk Re:Charge,” tambah Nafees.

Konsep Re:Charge ini mengajak setiap orang untuk kembali terhubung dengan Sang Pencipta tanpa tekanan dan sesuai dengan ritme hidup masing-masing.

Pilihan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro

Untuk mengakomodasi kebutuhan data dan layanan spiritual masyarakat, Telkomsel menyediakan beberapa opsi paket dengan harga yang sangat kompetitif. Semua paket ini sudah termasuk akses Muslim Pro Premium dan kuota internet yang dapat digunakan di jaringan Telkomsel.

Berikut adalah rincian paket yang tersedia:

  • Data Bundle 3 Hari: Dengan harga Rp13.000, pelanggan mendapatkan akses Muslim Pro Premium selama 3 hari ditambah kuota internet sebesar 1.5 GB.
  • Data Bundle 7 Hari: Paket mingguan ini dibanderol seharga Rp16.000, mencakup akses Premium dan kuota internet 512 MB.
  • Data Bundle 30 Hari: Untuk pengalaman sebulan penuh, tersedia paket seharga Rp37.000 yang menyertakan akses Premium dan kuota internet 1 GB.

Harga yang terjangkau ini dirancang agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas ibadah digital berkualitas tinggi tanpa membebani pengeluaran bulanan, terutama di masa persiapan menjelang hari raya.

Selain mempersiapkan aplikasi ibadah, banyak pelanggan juga mulai melirik perangkat elektronik baru untuk menemani bulan puasa, seperti promo TV Samsung Ramadan yang kerap menjadi incaran.

Cara Aktivasi yang Mudah dan Cepat

Pelanggan Telkomsel tidak perlu repot untuk mendapatkan layanan ini. Proses pembelian dan aktivasi dapat dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi MyTelkomsel dengan langkah-langkah yang sederhana:

  1. Buka aplikasi MyTelkomsel di ponsel Anda.
  2. Pilih menu Beli Paket.
  3. Masuk ke kategori Digital Lifestyle (biasanya ada di bagian Digital & Music).
  4. Pilih opsi Muslim Pro.
  5. Pilih varian paket atau promo yang diinginkan (3 hari, 7 hari, atau 30 hari).
  6. Cek detail paket serta Syarat & Ketentuan yang berlaku, lalu ketuk tombol Beli untuk menyelesaikan pembayaran.

Setelah transaksi berhasil, pelanggan akan menerima SMS notifikasi aktivasi. Saat itu juga, fitur Muslim Pro Premium siap digunakan untuk menemani aktivitas ibadah harian. Kemudahan akses ini sejalan dengan misi Telkomsel untuk membuka peluang melalui solusi inovatif.

Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel terus berupaya mendukung transformasi digital di Indonesia. Dengan jaringan 4G yang telah menjangkau 97% wilayah populasi dan kepemimpinan dalam teknologi 5G, kolaborasi dengan mitra global seperti Muslim Pro mempertegas posisi Telkomsel dalam menghadirkan produk bernilai tambah beyond telco.

Sementara itu, Muslim Pro yang telah diunduh lebih dari 180 juta kali di seluruh dunia terus berkembang dari sekadar aplikasi waktu salat menjadi platform gaya hidup komprehensif.

Fitur-fitur seperti kompas kiblat, perhitungan zakat, hingga tanya jawab dengan AI kini menjadi andalan komunitas muslim global. Integrasi dengan Telkomsel ini diharapkan dapat mempermudah umat muslim di Indonesia dalam meraih keberkahan Ramadan. (Icha)