spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1776

Polisi Belanda Tangkap Dua Hacker Penyebar Ransomware

0

Jakarta – Belum lama ini, Polisi Belanda mengungkapkan bahwa mereka telah menangkap dua hacker muda yang menyusupkan malware yang dikenal sebagai “ransomware” untuk menginfeksi ribuan komputer di seluruh dunia. Tujuannya sederhana, untuk kemudian meminta sejumlah  uang kepada para korban yang komputernya terjangkit virus tersebut.

Warga negara Belanda, berusia 18 dan 22 tahun ini diduga mengirimkan virus ke puluhan ribu komputer di seluruh dunia.

Virus yang mereka sebut sebagai “CoinVault” ini pertama kali muncul pada Mei 2014. Virus ini berhasil mengunci sekitar 1.500 komputer, yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows.

Sebagian besar korban berdomisili di kawasanBelanda, Inggris, Jerman, Perancis dan Amerika Serikat. Keterangan tersebut di dapat dari perusahaan keamanan cyber Kaspersky yang dibantu polisi Belanda dalam penyelidikannya.

Seperti dilansir dari laman phys.org, Jumat (18/9), puluhan  orang membayar uang tebusan untuk dapat mengkases kembali komputer mereka, namun sebagian lagi menolak permintaan tersebut.

“File foto dan video liburan serta presentasi korban hilang, akibat mereka tidak mau membayar tebusan kepada para hacker,”tambahnya.

Polisi tidak mengatakan berapa banyak uang yang dihasilkan oleh dua hacker ini. Sebagai informasi, mereka di tangkap pada hari senin waktu setempat di pusat kota amersfoort.

Para hacker rupanya menuntut pembayaran Bitcoins, yaitu jenis mata uang digital yang tidak didukung oleh pemerintah atau bank sentral, dan sangat sulit untuk dilacak.

Identitas pria itu tidak terungkap dan mereka diserahkan dalam tahanan ketika mereka muncul di pengadilan Rotterdam, pada Kamis kemarin.

Menurut Kaspersky, versi baru dari CoinVault muncul pada April 2015 yang memiliki frase tulisan “bahasa Belanda Tanpa Cacat.”

“Bahasa Belanda adalah bahasa yang relatif sulit untuk ditulis tanpa kesalahan, sehingga kami menduga dari awal penelitian kami bahwa ada hubungan negara Belanda untuk penyebar malware,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Menurut Symantec, ahli keamanan cyber dari US, kasus “ransomware” terjadi lebih dari dua kali lipat di seluruh dunia pada tahun 2014. [AK/IF]

ViaSat Siap Persenjatai Pesawat Baru Boeing dengan Wi-Fi

0

Jakarta – Menjelajah internet untuk mengisi waktu luang, khususnya ketika Anda harus menempuh perjalanan panjang dengan pesawat, tampaknya benar-benar bukan lagi impian semata. Pasalnya, perusahaan konektivitas satelit ViaSat baru-baru ini mengumumkan kesepakatan dengan Boeing, yang menginginkan terminal satelit udara Ka-band terpasang di pesawat komersial Boeing terbaru.

Seperti dilaporkan Telecoms, Kamis (17/9), pihak Boeing meskipun tampak belum sepenuhnya berkomitmen, namun menunjukkan tanda-tanda sepakat untuk merealisasikan kerjasama ini. ViaSat mengklaim, layanannya ini menawarkan kecepatan internet di dalam pesawat (in-flight) hingga sepuluh kali lebih cepat dibanding apa yang tersedia saat ini.

“Kesepakatan kami dengan Boeing merupakan tonggak penting yang memberikan pelanggan maskapai kami kemampuan untuk mendapatkan sistem Wi-Fi onboard terbaik untuk dihadirkan di pesawat baru mereka,” kata Don Buchman, GM of Coomercial Mobility ViaSat.

Lebih lanjut, Don menambahkan, bahwa dengan memilih komunikasi in-flight ViaSat untuk armada Boeing, penerbangan kini dapat membedakan layanan internet dalam pesawatnya dengan model bisnis yang lebih fleksibel dan berkelanjutan yang akan terus mendatangkan nilai tambah seiring dengan semakin banyaknya pelanggan yang menggunakan layanan itu.

“Dalam memulai proses evaluasi dengan partner lama ViaSat, kami kini ingin menambahkan terminal udara ViaSat sebagai pilihan,” kata John Craig, Chief Engineer Cabin and Network System Boeing Commercial Airplanes. “Ini akan memberikan pelanggan maskapai penerbangan komersial Boeing sebuah pilihan biaya baru dan waktu efektif dengan konektivitas pita lebar tinggi baru untuk pesawat terbang mereka.”

Bicara tentang aktivitas di ruang satelit, belakangan ini kita telah melihat ada cukup banyak kegiatan. Spesialis konektivitas IoT (Internet of Things), SIGFOX belum lama ini telah mengumumkan akan menggunakan teknologi satelit yang dikembangkan oleh Eutelsat untuk menambah pengalur jaringan antara BTS-nya. Sementara itu Inmarsat, telah meluncurkan satelit ketiga di konstelasi Global Xpress miliknya pada akhir Agustus dan konferensi VSAT juga sedang berlangsung di London saat ini.

Broadband 1 Gbps dan Uang Rp 160 Miliar Tandai Pergantian Nama Eircom

0

Jakarta – Perusahaan telekomunikasi Irlandia Eircom belum lama ini mengumumkan pergantian nama menjadi ‘eir’. Menurut CEO Richard Moat, identitas baru ‘eir’ nantinya adalah dinamis dan modern serta mencerminkan ambisi perusahaan untuk menjadi organisasi yang dinamis dan progresif dalam menyediakan infrastruktur dan layanan berkualitas tinggi.

Diluncurkannya layanan broadband 1 Gbps baru, yang diklaim perusahaan sebagai yang tercepat di Irlandia, secara tidak langsung menandai pergantian nama ini. Sebelum akhirnya, seperti ditambahkan Moat, perusahaan akan menghadirkan broadband 24/7 dan dukungan teknis bagi pelanggan TV di bulan-bulan berikutnya.

Perubahan nama menjadi eir ini tidak akan berdampak pada Meteor, yang akan tetap menjadi merek mandiri dalam Grup eir. Divisi konsumer dan bisnis akan beroperasi di bawah merek eir baru, sedangkan unit bisnis grosir dan jaringan akan beroperasi secara terpisah di bawah ‘Open eir’ untuk mencerminkan komitmennya atas jaringan akses terbuka.

Sementara produk e-suite, termasuk eMobile, eVision dan eFibre kini telah digantikan oleh masing-masing eir Mobile, eir Vision dan eir Fibre. Perubahan nama ini diperkirakan menelan biaya sebesar EUR 16 juta atau sekitar Rp 260 miliar.

Nokia Networks Pamerkan Small Cell 1 Gbps Pertamanya

0

Jakarta – Sementara Indonesia masih berada dalam tahap inisiasi serta perkenalan kepada publik dan pemangku kepentingan terkait, beberapa negara di Asia Tenggara – Singapura, Malaysia dan Thailand, telah lebih dulu mengaplikasikan teknologi small cell. Dan secara tidak langsung menjadi pasar baru bagi penyedia layanan. Nokia Networks salah satunya, yang belum lama ini berhasil merampungkan small cell berkemampuan 1 Gbps pertamanya dan meluncurkan layanan baru yang dirancang untuk mengoptimalkan penyebaran small cell tersebut.

Diberi nama Flexi Zone G2, small cell baru perusahaan asal Finlandia itu konon memungkinkan operator untuk menggabungkan sampai tiga gelombang radio sekaligus. Tiga slot modul frekuensi radio (RF) yang ada di sini artinya operator dapat menggabungkan frekuensi LTE berlisensi, LTE tanpa lisensi (LTE-U), dan WiFi. Demikian dilaporkan Total Telecom, Kamis (17/9).

Selain itu, Nokia juga memperkenalkan layanan baru yang diklaim akan membantu perusahaan telekomunikasi untuk menggelar small cell 30% lebih cepat, dengan biaya 20% lebih rendah, dan melayani pelanggan 10% lebih dibandingkan dengan penggelaran small cell ‘standar’.

Disebut HetNet Engine Room, layanan ini menggunakan peta permukaan jalan 3D untuk dijadikan sumber tanda untuk setiap kemungkinan lokasi small cell. Tanda ini, yang disebut Nokia ‘indeks nilai situs’, menunjukkan kemungkinan laba atas investasi (ROI) pada penyebaran small cell di lokasi tertentu.

“Menyebarkan small cell di salah satu sisi jalan menelan biaya sepuluh kali lebih besar dibanding di lokasi yang hanya beberapa meter di sisi jalan lain,” kata Randy Cox, Head of Small cell Product Nokia Networks. “Kami membawa pendekatan baru yang memungkinkan para operator untuk memilih situs terbaik dan kemudian menyebarkan small cell dan backhaul-nya dengan cepat dan dengan biaya yang jauh lebih rendah.”

 

 

Gandeng Indomaret, XL Jual Pulsa dengan Harga ‘Pas’

0

Jakarta – Dalam sebuah kerjasama eksklusif dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT XL Axiata Tbk (XL) kembali hadir dengan tawaran menarik. Kali ini dalam bentuk opsi pembelian pulsa, dimana pelanggan XL dapat membeli pulsa dengan harga sama sesuai nilai pulsa yang dibelinya.

“Jadi kalau pelanggan beli pulsa 15.000, bayarnya ya cukup Rp 15.000 saja,” kata Chief Commercial Officer XL, Danny chew Kar Wei, dalam acara peluncuran yang berlangsung di Indomaret Point Kemang, Jakarta, Rabu (16/9).

Kerjasama dengan Indomaret ini, selain merupakan salah satu bentuk penyesuaian XL terhadap trend yang berkembang, dimana masyarakat Indonesia cenderung bergeser ke toko-toko modern ketimbang toko tradisional, juga ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan produk layanan XL.

“Kerjasama dengan Indomaret ini sekaligus untuk memberikan pengalaman kepada pelanggan untuk merasakan bahwa membeli pulsa di Indomaret lebih menguntungkan,” tambah Danny.

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Wiwiek Yusuf, Marketing Director Indomaret. Menurutnya, selain mudah membeli pulsa XL di Indomaret juga bisa lebih hemat.

“Sesuai dengan motto Indomaret, mudah dan hemat, maka pelanggan bisa dengan mudah membeli pulsa XL hanya dengan datang ke Indomaret. Ditambah harga pulsa yang dibeli juga sesuai dengan denomnya,” ucapnya.

Layanan pembelian pulsa dengan harga pas ini sudah mulai bisa dilakukan sejak 1 September 2015, dan berlaku di seluruh Indomaret di Indonesia. Saat ini, sebagai informasi, telah terdapat lebih dari 11.000 outlet Indomaret di seluruh pelosok tanah air.

Selain di Indomaret, pulsa XL dengan harga pas juga bisa didapatkan di Seven Eleven, namun hanya yang berlokasi di Jabodetabek saja.

Denominasi baru

Selain bermitra dengan Indomaret, XL juga melengkapi strategi perluasan distribusi pulsanya dengan menghadirkan denominasi baru yaitu Rp 15.000 dan Rp 30.0000 yang hanya bisa didapatkan di Indomaret. Dengan dikeluarkan denominasi baru dengan nilai yang lebih terjangkau ini, XL berharap pelanggan akan bisa lebih mudah menyesuaikan kebutuhan atas layanan telekomunikasinya secara lebih fleksibel.

Diakui Danny Che Kar Wai, selama dua minggu program ini berjalan, tanggapan atau respon masyarakat cukup baik. Hal itu ditandai dengan kenaikan revenue penjualan pulsa yang mencapai 42 persen. Sebelumnya, seperti diungkap Danny, rata-rata penjualan pulsa XL di Indomaret secara nasional adalah sebesar Rp 12 miliar per minggu, dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta.

“Target kita sih sampai akhir tahun tumbuh 30%, saya pikir angka itu sudah sangat bagus,” katanya, seraya menyebut denominasi 15.000 sebagai primadona pada program ini.

Demi Kualitas Layanan Data, StakeHolder Telekomunikasi Bentuk Aliansi Small Cell

0

Jakarta – Sebuah perkumpulan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia resmi didirikan. Perkumpulan yang dinamakan Small Cell Alliance ini adalah perkumpulan para penggerak dari sebuah teknologi yang dinamakan Small Cell. Perkumpulan ini terdiri dari beberapa pemangku kepentingan yang terkait seperti, Industri Telekomunikasi, Buliding Owner, Operator Seluler, serta beberapa stakeholder lainnya.

“Kami ingin membuat dan membangun standar smallcell Indonesia kedepan dan kami ingin mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan internet di Indonesia,” kata Ir. Gunawan wibisono, Chairman SmallCell Alliance Indonesia.

Sejatinya, hampir semua negara di kawasan Asia Tenggara sudah mengimplementasikan hal ini. Hanya tinggal di Indonesia baru tahap inisiasi. Namun, pihak regulasi telah menyetujui gagasan ini.

Small Cell sendiri merupakan sebuah perangkat yang tertanam di setiap BTS ataupun antenna pada gedung-gedung perkantoran, dan tempat ramai lainnya. Sejatinya Small Cell memiliki coverage yang kecil, namun saat ini Coverage bukan lagi menjadi masalah, yang menjadi sebuah permasalahan atas lambatnya internet di Indonesia adalah karena kapasitas dari frekuensi jaringan yang cenderung sempit, dan disanalah perangkat Small Cell berfungsi. Perangkat ini akan membagi-bagi kapasitas dari jaringan internet di suatu lokasi yang tentunya akan menghasilkan kapasitas yang lebih besar di setiap lokasinya.

Sebagai contoh di gedung perkantoran atau di tempat ramai lainnya, akses data tentunya akan sangat sulit di dapatkan walaupun coverage jaringan memadai. Hal ini dikarenakan kapasitas dari pita frekuensi yang penuh sesak oleh para pengguna lainnya. Dengan hadirnya small cell pada lokasi tersebut, tentunya akan memberikan kapasitas yang lebih besar dan tentunya akan berdampak pada baiknya kualitas internet di wilayah tersebut.

Namun, perangkat ini tidak sama dengan repeater atau penguat sinyal. Mengenai penyatuan jaringan FDD dan TDD pada 4G LTE, perangkat ini dimungkinkan untuk menyatukan keduanya, namun masih harus ada kajian lagi tentunya.

Dari segi efisiensi, Small Cell juga menawarkan efisiensi karena perangkat ini terintegrasi dengan perangkat lain seperti BTS Indoor ataupun perangkat wifi, ketimbang para operator membangun jaringan konvensional yang baru, yang notabene lebih membutuhkan biaya serta waktu pengerjaan yang jauh lebih lama.

Beberapa nama besar di Industri telekomunikasi Indonesia sudah berniat bergabung dan menjadi partner dari perkumpulan ini, sebut saja Telkom Tbk, XL axiata, Indosat, Ericsson, Huawei, Samsung dan beberapa pelaku bisnis Telekomunikasi lainnya.

Tahun 2020, Telkom Group “Akan” Jadi Raja Digital di Indonesia

0

Jakarta – PT. Telkom Tbk, selaku salah satu perusahaan penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia, mencanangkan target baru mereka yang dimulai dari tahun 2016-2020. Target ini adalah target yang cukup besar mengingat kualitas dan infrastruktur internet di Indonesia masih kurang terlalu mendukung.

Telkom menargetkan setidaknya pada tahun 2020, mereka ingin menjadi King Of Digital In The Region, hal tersebut didasari dari total pertumbuhan pengguna internet di Indonesia serta penggunaan mobile broadband yang meningkat drastis pada tahun ini.

“Kami akan memperkuat layanan serta perkembangan dari digital ekosistem atau virtual network serta people network dan Aplication,” ungkap Pramasaleh Hario Utomo, vice president Of Infrastructure Strategi & Governance PT. Telkom Tbk.

Sebagai Informasi, penetrasi ekosistem digital dari Telkom meliputi, smart business, smart digital life, smart machine dan beberapa penetrasi lainnya. Sementara untuk sektor network, implementasi mereka, Telkom sedang berusaha mengembangkan program Internet Of Things yang saat ini memang sedang menjadi topik hangat di beberapa pemangku kepentingan terkait.

Sementara People Network mereka dibalut dengan program Smart Digital Planet. Program tersebut terlihat dari keseriusan PT. Telkom membangun dan mengembangkan para startup yang berpotensi di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari program Indigo Incubator yang sudah di gelar selama beberapa tahun.

Untuk tahun ini saja, para starup sudah memasuki masa inkubasi yang tersebar di tiga wilayah di Indonesia. Tiga wilayah tersebut diantaranya adalah Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley serta Jakarta Digital Valley. Dan Bandung Digital Valley adalah lokasi inkubasi yang paling besar diantara ketiga lokasi tersebut.

Mereka juga membuka channel networking dengan para anak perusahaan mereka dalam bentuk Loop Station, Telkomsel Digital Lounge dan lain-lain. Pada beberapa tempat tersebut, sejatinya disediakan co-working space bagi para mahasiswa, pekerja ataupun startup untuk lebih mengembangkan ide mereka dan merealisasi ide tersebut.

Program lain yang dibangun oleh Telkom guna memuluskan target mereka tersebut adalah membangun Indonesia Digital Society. Dalam pengimplementasiannya, Telkom juga berencana membangun Smart City. Dalam pembangunan Smart city ini, Telkom bekerja sama dengan Smart Cell untuk dapat membantu menyebarkan jaringan internet dan juga memberikan coverage yang lebih banyak serta memberikan kecepatan 4G bahkan 5G nantinya.

Hal tersebut disambut baik oleh perkumpulan Smart Cell Indonesia yang notabene baru terbentuk pada pertengahan September ini.

“Kami ingin membuat dan membangun standar smallcell Indonesia kedepan dan kami ingin mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan internet di Indonesia,” kata Ir. Gunawan wibisono, Chairman SmallCell Alliance Indonesia.

SmallCell sendiri adalah penyelenggaraan LTE Ultra Broadband yang memungkinkan operator meningkatkan kapasitas dan penyebaran diberbagai area sibuk seperti mall, stadion olahraga, serta area dengan lalulintas tinggi lainnya, dengan lebih meningkatkan koneksi kepada pengguna.

SmallCell memberikan sinyal selular di are-area yang mengalami kekurangan jangkauan selular atau hambatan akibat interferensi dari gedung-gedung, hambatan geografis, atau jauhnya jarak menara selular. SmallCell juga menambah kapasitas di area-area yang memiliki pengguna yang terkonsentrasi di area tertentu. Sebagai contoh ketika kita sedang menyaksikan konser “Bon Jovi” beberapa waktu lalu, walaupun sinyal pada ponsel terlihat penuh, namun tetap saja para pengguna sulit untuk mengakses internet, mengupload foto ke social media atau berinteraksi melalui aplikasi chatting. Hal tersebut di karenakan jaringan data pada sim card ponsel mereka penuh sesak, dan disinilah SmallCell sejatinya berperan.

Teknologi ini juga dapat membantu para penyelenggara layanan telekomunikasi untuk memperluas layanan data mereka secara lebih cepat dan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan jaringan selular konvensional yang tentunya lebih mahal dan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama.

Kerjasama Telkom dengan SmallCell dapat dilihat dari Wifi Id. Wifi id Carried dan integrated smartcell akan menghadirkan coverage sebesar 183.000 hotspot sampai dengan tahun ini. Dan pada tahun depan diharapkan jumlah coverage tersebut akan naik 2 hingga 3 kali lipatnya.

Lewat Kolaborasi Alcatel-Lucent dan Chunghwa Telecom, G.fast Sambangi Taiwan

0

Jakarta – Penyedia infrastruktur telekomunikasi raksasa asal Perancis, Alcatel-Lucent, baru-baru ini mengumumkan penyebaran teknologi broadband G.fast komersial pertama di dunia di Taiwan.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam kemitraannya dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di negara tersebut, yakni Chunghwa Telecom, selain juga merupakan bagian dari perkenalan FTTP nasional, yang neliputi teknologi tembaga canggih seperti G.fast.

“Sebagai inovator dalam akses fixed ultra-broadband, Alcatel-Lucent adalah perusahaan pertama yang membawa G.fast ke pasar,” demikian diungkapkan Ken Wu, Presiden Alcatel-Lucent Taiwan sebagaimana dilaporkan Telecom.com, Rabu (16/9/2015).

Wu juga menambahkan bahwa perusahaan untuk tahun lalu juga telah bekerjasama dengan operator terkemuka di seluruh dunia untuk menguji teknologi ini.

“Tahun ini, pasar Taiwan telah dengan cepat memperkenalkan teknologi terbaru dan meluncurkan layanan komersial lebih dulu dibanding pasar lain untuk memungkinkan konsumen di Taiwan merasakan layanan broadband super cepat G.fast CHT. Hari ini kami senang melihat Chunghwa Telecom menjadi pionir dan menjadi operator pertama di dunia yang menyebarkan ini secara komersial,” tambahnya.

Hal yang tak jauh berbeda diuntai Mu-Piao Shih, President Chunghwa Telecom. Menurutnya, Alcatel-Lucent telah membuat langkah besar untuk secara proaktif meningkatkan layanan jaringan broadband ini selama beberapa tahun terakhir. Dan Chunghwa Telecom merasa bangga karena menjadi operator pertama di dunia yang menyediakan layanan tersebut secara komersial.

“Dengan teknologi G.fast Alcatel-Lucent, kami akan dilengkapi dengan baik untuk meluncurkan layanan jaringan berkecepatan ultra tinggi ini menjelang akhir tahun dan menawarkan pelanggan kami pengalaman layanan broadband tertinggi, sehingga memperkuat kepemimpinan kami dalam pasar layanan broadband serat optik mulai dari 100Mbps hingga 1Gbps,” pungkas Mu-Piao Shih.

G.fast telah berada di sekitar kita selama beberapa waktu, sehingga penting bagi kita untuk akhirnya mulai melihat penyebarannya secara komersial. Apalagi masalah logistik dan ekonomi juga masih menjadi kendala dalam pembuatan serat di mana-mana dan G.fast merupakan alternatif yang semakin layak.

Teknologi ini memungkinkan para penyelenggara layanan menyediakan akses ultra-broadband ke lokasi-lokasi di mana penyebaran erat sulit dilaksanakan, dengan cara menggunakan bagian akhir infrastruktur tembaga yang disambungkan ke lokasi-lokasi untuk menghantarkan kecepatan ultra-tinggi.

 

Gapai ASEAN, China Unicom Bangun Kabel Bawah Laut Internasional

0

Jakarta – Operator seluler asal Tiongkok, China Unicom dikabarkan tengah membangun kabel bawah laut internasional. Operator ini mengklaim sistem tersebut merupakan kabel bawah laut internasional pertama China.

Menurut Jiang Zhengxin, Vice General Manager China United Telecommunications, yang tak lain merupakan induk usaha dari China Unicom, sejumlah upaya telah dilakukan China Unicom untuk merealisasikan proyek ini. Salah satunya adalah dengan menggandeng operator telekomunikasi Myanmar.

Zhengxin menyebutkan, seperti dilansir dari Telecompaper, Rabu (16/9/2015), sistem kabel ini akan membawa aliran informasi dan data antara China dan ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Sebuah kabel tanah antara China dan Myanmar juga tengah dalam pembangunan dengan investasi yang diperkirakan mencapai USD Rp 50 juta.

Kabel komunikasi bawah laut, seperti diketahui, merupakan kabel yang diletakkan di bawah laut untuk menghubungkan telekomunikasi antar negara-negara. Komunikasi kabel bawah laut pertama membawa data telegrafi. Generasi berikutnya membawa komunikasi telepon, dan kemudian data komunikasi. Seluruh kabel modern menggunakan teknologi optik fiber untuk membawa data digital, yang kemudian juga untuk membawa data telepon, internet, dan juga data pribadi.

Lakukan Ini ketika Anak Anda Hobi Bermain Internet

1

Jakarta – Perkembangan internet yang sangat cepat seakan merubah pola fikir serta kebiasaan setiap orang di dunia. Tak terkecuali anak kecil, jika melihat pada beberapa tahun silam, anak kecil yang berusia 8 hingga 12 tahun lebih suka bermain bersama teman mereka ketimbang duduk manis di depan layar komputer. Namun saat ini, kebiasaan anak tersebut menjadi berubah dan mereka cenderung lebih betah berlama-lama di dunia maya dan berselancar dengan menggunakan akses internet.

Sejumlah orang tua pun mengizinkan jika anaknya sering bermain internet dan cenderung memberikan kebebasan kepada mereka. Namun sayang, kebebasan yang diberikan itu tidak diiringi dengan pengetahuan yang cukup mengenai keamanan berinternet.

Tanpa orang tua sadari, sebenarnya banyak sekali bahaya yang mengintai anak mereka ketika bermain internet seprti, cyber bullying, mengakses konten yang berbau kekerasan, pornografi serta SARA dan propaganda, bahkan sang anak juga dapat disusupi oleh Hacker yang mencoba meretas IP Adress dari komputer si anak.

Untuk menghindari anak dari bahaya internet, berikut adalah beberapa tips untuk memberikan internet sehat kepada anak.

  • Memberikan edukasi kepada sang anak tetang bahaya online
  • Gunakan perangkat lunak Parental Control untuk membuat batasan mengenai apa saja yang diperbolehkan, berapa lama waktu (dan kapan) yang mereka bisa habiskan untuk online, konten apa saja yang diblokir serta jenis kegiatan apa yang harus diblokir (chat room, forum, dan lain-lain). Filter Parental Control dapat dikonfigurasi dengan profil komputer yang berbeda-beda, dan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan filter bagi anak-anak Anda yang berbeda usia.
  • Lindungi komputer Anda dengan menggunakan perangkat lunak keamanan Internet.
  • Menetapkan dasar aturan yang jelas tentang apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan ketika online dan menjelaskan mengapa Anda memberlakukan hal tersebut kepada mereka. Anda juga harus meninjau ulang kembali aturan ini kepada anak Anda ketika mereka beranjak dewasa.
  • Jangan lupa dengan smartphone anak Anda. Perangkat ini adalah komputer canggih dan bukan sekadar telepon saja. Kebanyakan smartphone kini disertai dengan fitur Parental Control dan penyedia perangkat lunak keamanan yang dapat menawarkan aplikasi untuk menyaring konten tidak pantas, pengirim pesan SMS gangguan, dan lain-lain.

Demikianlah beberapa tips yang kami hadirkan untuk Anda, bagi anda yang mempunyai tips lain atau pengalaman tentang bahaya internet, silahkan memberikan komentar pada artikel ini. (AK/HZ)