spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1768

Manisnya Android 6.0 Marshmallow Bakal Mulai Terasa di Nexus

0

Google memang sangat agresif. Operating system Android yang dibuatnya selalu update. Bahkan tidak sampai 1 tahun sudah muncul OS barunya. Hanya dalam kurun waktu 2009 hingga 2015 sudah ada 9 operating system yang dikeluarkan. Itu belum termasuk upgrade dari setiap OS nya. Mulai dari Cupcake sampai dengan Lollipop.

Terakhir adalah Marshmallow yang baru saja diumumkan oleh Google bahwa manisnya OS baru nya ini sudah dapat dirasakan pada device Nexus. Baik Nexus yang sudah beredar maupun Nexus 5X dan Nexus 6P.

Seperti yang dilansir pada Official Android Blogspot, Marshmallow ini dianggap paling manis, pintar dibandingkan dengan OS sebelumnya. Ada fitur Now on Tap yang akan membantu Anda dalam mengoperasikan device berbasis Android Marshmallow ini. Kemudian ada Fitur Battery-Smart yang akan membuat device aktif lebih lama. Dan new app permission yang akan mengontrol atau mengendalikan data-data pribadi.

Device yang sudah mengadopsi Android Marshmallow ini antara lain Nexus 5, Nexus 6, Nexus 7 (2013), Nexus 9 and Nexus Player dapat memperoleh update OS baru ini melalui over the air.

Belum diinformasikan oleh Google seperti apa cara update Marshmallow ini ke device lama. Yang pasti lewat Over The Air atau OTA, hanya saja, apakah digratiskan atau berbayar, masih belum ada info.

Dalam sejarah, boleh dibilang Android ini sangat fenomenal. Mulai dari update OS yang begitu cepat hingga begitu banyak brand global maupun lokal yang menggunakan OS ini. Benar-benar mendobrak arogansi brand yang ada pada waktu kelahirannya itu.

Saat ini, OS Android berdasarkan data dari IDC sudah menguasai 82.8% market share di dunia pada Q2 2015. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan dari tahun sebelumnya dalam periode yang sama yakni 84.8%. Sedangkan pada tahun 2013 sebesar 79.8% dan tahun 2012 sebesar 69.3%.

Kontributor terbesar pada tahun ini adalah Samsung terutama ketika brand asal Korea ini meluncurkan Galaxy S6 dan S6 Edge. Trend peningkatan dibandingkan dengan Q1 205 juga terjadi karena pengapalan device oleh Huawei, Xiaomi dan ZTE yang cukup agresif. (Icha)

Hacker Kembali Beraksi, Kini Giliran 7 Hotel Donald Trump

0

Jakarta – Hacker tak pernah pandang bulu saat melancarkan serangannya. Tak peduli itu sebuah produsen film, perusahaan telekomunikasi, atau bahkan jaringan hotel. Kasus terakhir adalah yang paling anyar, dimana tak kurang 7 hotel milik Donald Trump, yang notabene merupakan jaringan hotel bintang lima dan memiliki cabang di berbagai negara besar di dunia mengkonfirmasi bahwa keamanan mereka telah diretas.

Data yang diambil oleh para hacker meliputi kartu kredit pelanggan dan nomor kartu debit yang mungkin telah dicuri di tujuh hotel Trump setelah sistem pembayaran diretas selama lebih dari setahun.

Perwakilan Trump Hotel mengatakan dalam situsnya bahwa hacker memperoleh akses ke sistem mereka antara bulan Mei 2014 hingga Juni 2015, dari meja resepsionis hotel tersebut. Restoran hotel dan toko cinderamata juga dikabarkan berhasil dibobol oleh para hacker. Demikian seperti dilansir Phys, Selasa (6/10).

 

Operator hotel mengatakan penyelidikan forensik independen belum menemukan bukti terkait informasi pelanggan yang disalah gunakan. Perusahaan juga menawarkan pelanggan yang terkena dampak dari kejadian ini perlindungan pencurian identitas secara gratis.

Adapun ketujuh hotel Trump yang menjadi ‘korban’ hacker ini adalah Trump SoHo New York, Trump International New York, Trump National Doral di Miami, Trump International Chicago, Trump International Waikiki di Hawaii, Trump International Hotel and Tower Las Vegas dan Trump International Toronto.

Saat ini, pihak Trump Hotel mengaku telah bekerjasama dengan pihak berwenang di AS, termasuk Biro Investigasi Federal untuk membantu menangkap penjahat ini dan menuntut mereka untuk sepenuhnya dihukum.

Selain Trump Hotel, jaringan hotel mewah lainnya, seperti Mandarin Oriental juga telah melaporkan pelanggaran data serupa tahun ini.

 

Gandeng FireEye, F5 Networks Siap Hadang Serangan Siber

0

Jakarta – Tembok kokoh untuk menghalau serangan siber tampaknya tak hanya dibangun oleh Trend Micro. F5 Networks, hari ini juga melakukan langkah serupa, dengan menggandeng perusahaan penyedia layanan keamanan FireEye, Inc untuk menghentikan serangan siber yang canggih.

Melalui kerjasama ini, kedua perusahaan menghadirkan solusi keamanan lengkap untuk melindungi enterprise dari ancaman siber yang semakin berkembang, baik dalam hal jumlah maupun tingkat kecanggihan.

Caranya adalah dengan mengkombinasikan infrastruktur pengiriman aplikasi (application delivery) dari F5 dan solusi advanced threat protection dari FireEye Network Security. Selain itu, kedua perusahaan juga menyatukan sistem penjualan, penerapan, serta dukungan di seluruh dunia agar kemitraan ini dapat memberikan pengalamanend-to-end terbaik kepada pelanggan.

“Kemitraan kami dengan F5 ini bertujuan untuk memberikan jawaban atas salah satu masalah utama yang sering di hadapi enterprise di wilayah Asia Pasifik, yaitu menyelaraskan pertumbuhan IT dan sistem keamanannya untuk mampu mendukung laju bisnis,” ungkap Bryce Boland, Chief Technology Officer for Asia Pacificat FireEye dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

Berbagai fitur-fitur utama dari teknologi pengiriman aplikasi (application delivery) dan platform advanced threat management untuk mempercepat penerapan serta meningkatkan kinerja & keamanan aplikasi pun disediakan lewat kemitraan F5 dengan FireEye ini. Disamping hal-hal lainnya, seperti Solusi keamanan komprehensif; Kemampuan untuk memastikan kinerja, skalabilitas, dan tingginya tingkat ketersediaan akses; dan Arsitektur keamanan terpadu.

Solusi keamanan komprehensif, dalam hal ini mengkombinasikan infrastruktur pengiriman aplikasi dengan advanced content security, yang mencakup: network segmentation dan policy management, protocol conformance, DDoS mitigation, SSL inspection, advanced threat protection, intrusion prevention, threat intelligence, forensics, serta analytics.

Kemampuan untuk memastikan kinerja, skalabilitas, dan tingginya tingkat ketersediaan akses, dalam hal ini mengacu pada ekosistem jaringan yang memiliki trafik padat, yakni dengan menyediakan health monitoring dan kemampuan load-balancing dari platform BIG-IP. Sedangkan Arsitektur keamanan terpadu, hadir dengan kelengkapan berupa advanced content security yang berfungsi untuk meningkatkan visibilitas ke dalam aliran trafik data yang terenkripsi.

Solusi lainnya yang juga ditawarkan adalah solusi intelegensi keamanan terkemuka di industri yang mampu menganalisis dan mengenali pola serangan / ancaman di banyak kejadian serta peringatan. Dengan tidak mengkotak-kotakkan analisis setiap kejadian maupun peringatan, sistem ini mampu menyediakan informasi yang menyeluruh tentang aktivitas berbahaya di dalam sistem enterprise.

Tren Internet of Things, Cloud, dan mobilitas yang semakin berkembang dianggap F5 sebagai salah satu mesin pendorong meningkatnya kompleksitas dan kecanggihan serangan siber modern. Oleh karena itu, perubahan terhadap pendekatan keamanan TI dinilai sangat diperlukan.

Kemitraan F5 dengan FireEye melampaui integrasi teknologi semata. Bersama-sama kami mengombinasikan dukungan dan penyediaan solusi kepada pelanggan di seluruh dunia untuk membantu mereka menghadapi tantangan keamanan yang semakin berat di wilayah Asia Pasifik,” pungkas Senior Vice President, F5 Networks, Manu Bonnassie.

Operator Kanada Siapkan Triliunan Rupiah Untuk Serat Optik

0

Jakarta – Perusahaan telekomunikasi asal Kanada, Telus, belum lama ini mengumumkan rencananya untuk menghubungkan sebagian besar rumah dan perusahaan di kota langsung melalui jaringan serat optik. Untuk merealisasikan niatnya ini, Telus menginvestasikan dana sebesar CAD 1 miliar.

Dalam sebuah pernyataan yang dibuat akhir pekan lalu, perusahaan Kanada itu mengatakan bahwa mereka akan menghubungkan setidaknya 400.000 rumah, perusahaan, rumah sakit, pusat-pusat komunitas dan kantor pemerintah kota dalam lima tahun ke depan.

Ketika lingkungan Vancouver pertama terhubung sepenuhnya awal tahun depan, penduduk lokal dan pelaku bisnis akan dapat mengambil keuntungan dari kecepatan internet rumah hingga 150 Mbps.

Telus berencana untuk menawarkan keluarga dan pelaku bisnis di Vancouver kecepatan yang semakin tinggi melalui jaringan gigabit mereka ini di tahun-tahun mendatang, mengingat permintaan terus meningkat. Selain itu, Telus juga mengatakan bahwa infrastruktur serat optik baru ini juga akan menjadi tulang punggung jaringan nirkabel operator, sehingga memungkinkan kapasitas dan kecepatan nirkabel yang lebih. Demikian seperti dilaporkan Telecompaper, Selasa (6/10).

“Membawa infrastruktur serat optik langsung ke rumah dan perusahaan adalah investasi berkelanjutan, dan kontribusi paling signifikan organisasi kami dapat mendorong infrastruktur komunikasi Kanada dan memastikan daya saing global selama beberapa dekade yang akan datang,” kata CEO Telus, Darren Entwistle, seperti dikutip dari Totaltele.

Penyebaran jaringan ini, konon juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang Telus yang berniat untuk menginvestasikan dana sebesar CAD 4 miliar pada British Columbia hingga 2018.

Oracle Jualan Data Analitik untuk Perusahaan Telekomunikasi

0

Jakarta – Raksasa perangkat lunak, Oracle baru-baru ini meluncurkan portofolio produk barunya yang disebut Oracle Communications Analytics. Solusi ini ditujukan untuk para penyedia komunikasi.

Dilansir dari Telecoms (6/10), portofolio tersebut meliputi empat solusi, diantaranya Oracle Communications Customer Experience Analytics, Oracle Communications Network Assurance Analytics, Oracle Communications Analytics Big Data Platform, dan Oracle Communications Analytics Diameter Adapter.

Keempat solusi tersebut datang dengan keunggulannya  masing-masing. Solusi Customer Experience Analytics, misalnya, dirancang untuk menawarkan bagian customer care sekumpulan informasi dan analitik di satu tempat  yang sangat berguna. Solusi Network Assurance Analytics menawarkan wawasan ke dalam kinerja jaringan Diameter. Solusi Plattform Analytics Big Data melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh platform big data lainnya, sedangkan Adapter Big Data dirancang untuk memberikan informasi dalam bentuk data yang besar.

 

“CSP memiliki keuntungan – mereka memiliki banyak data tentang bagaimana jaringan mereka beroperasi dan jenis pengalaman yang didapat pelanggan,” kata Doug Suriano, GM Oracle Communications.

Namun, seperti ditambahkannya lagi, tanpa tools analisis dan big data yang tepat, data tersebut akan tetap terpakai dan terkunci didalam berbagai sistem. “Portofolio Oracle Communications Analytics kami yang diperluas dirancang dengan memikirkan tantangan ini, menawarkan keahlian Oracle yang lebih luas dalam big data juga pemahaman khusus industri dari pasar komunikasi,” ungkapnya.

Oracle sendiri sejatinya telah menghadirkan beberapa solusi untuk big data. Ada setidaknya 5 solusi, dan untuk yang terbaru ini mereka memanfaatkan big data untuk menciptakan solusi data analitik.

Stop Cyberbullying, Kaspersky Lab Rangkul Organisasi Anti Bully

0

Jakarta – Survei membuktikan, hampir seperempat (22%) orang tua merasa khawatir tidak bisa mengontrol apa yang dilihat dan dilakukan anak-anaknya pada saat online, dan hampir setengahnya (48%) merasa khawatir anak-anak mereka kemungkinan menghadapi cyberbullying.

Berkaca dari penelitian tersebut, Kaspersky Lab baru-baru ini mengumumkan kemitraannya dengan ENABLE (European Network Against Bullying in Learning and Leisure Environments) dalam rangka membina inovasi TI muda serta mengatasi isu global bullying. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga turut mendukung acara Hackathon yang digelar ENABLE.

Hadir sebagai bagian dari Europeran Coding Week 2015, yakni sebuah ajang coding yang akan mempertemukan 80-100 orang, termasuk anak-anak muda, ahli dan pembuat kebijakan bidang pendidikan, hak-hak anak dan anti-bullying, ENABLE Hackathon akan berlangsung pada 13 Oktober.

ENABLE Hackaton sendiri mendorong anak-anak muda, berusia 9-17 tahun, bekerja sama dalam tim untuk merancang sebuah aplikasi atau alat kreatif, yang dapat membantu mengurangi tindak bullying.

Sebagai mitra terkait, Kaspersky Lab akan memilih tim yang membawa terobosan terbaru dalam hal solusi teknologi terhadap bullying. Tim yang menang akan  mendapatkan hadiah berupa kunjungan ke pabrik dan museum Ferrari di Maranello, Italia, untuk kemudian bertemu dan menyapa langsung pembalap Scuderia Ferrari Formula One.

PrintDalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10), Janice Richardson, Senior Advisor di European Schoolnet, sekaligus mantan co-ordinator Insafe Network dan co-ordinator dari ENABLE mengungkapkan rasa senangnya atas keterlibatan Kaspersky Lab dalam perhelatan ini. Menurutnya, Kaspersky Lab tidak hanya memiliki pengetahuan teknis yang luar biasa, tetapi juga paham akan pentingnya mengurangi tindak bullying – khususnya cyberbullying – di seluruh dunia.

Kami ingin melihat anak-anak muda mengembangkan keterampilan online mereka, sementara kami juga membantu mereka untuk memahami dinamika yang terjadi di bullying serta memberikan pengarahan kepada mereka ketika bekerja dalam tim supaya dapat menemukan solusi kreatif untuk menghentikan tindak bullying ini,” katanya.

Hal senada diuraikan David Emm, Kepala Peneliti Keamanan, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab. Menurutnya, membuat internet menjadi tempat yang lebih aman merupakan komitmen perusahaan. Bullying – terutama cyberbullying dianggap sebagai masalah yang sangat serius yang memiliki implikasi sosial dan emosional. Oleh karena itu, mendidik serta memberikan dukungan kepada anak-anak dan orang tua mereka dalam memerangi ancaman yang mereka hadapi ketika online sangatlah penting.

Dengan mendukung Hackathon, kami memiliki kesempatan lain untuk melakukan hal itu. Kaspersky Lab juga merupakan sponsor resmi tim balap Scuderia Ferrari Formula One, jadi kami merasa senang untuk memberikan hadiah fantastis bagi tim pemenang dari anak-anak muda di acara tersebut,” bebernya.

Kaspersky Lab secara teratur bekerja sama dengan organisasi-organisasi seperti European Schoolnet, yang terbukti berhasil melawan cyberbullying. Di bulan Maret 2015 perusahaan menyelenggarakan panel tingkat tinggi untuk memperdebatkan masalah ini pada Mobile World Congress di Barcelona.

Perusahaan juga berkomitmen untuk menyumbangkan satu Euro ke Insafe Helpline Fund untuk setiap Kaspersky Total Security – Multi-Device yang terjual secara online di Eropa selama bulan Desember 2014, dengan jaminan demi mengamankan minimum sumbangan yang diperlukan untuk memenuhi tambahan 9.000 panggilan mengenai masalah online, seperti cyberbullying dan penyiksaan, pada tahun 2015.

5G Baru akan Komersial 2025!

0

Belum lagi 4G LTE di Indonesia komersial secara keseluruhan di Bumi Pertiwi ini, isu 5G sudah mulai didengungkan oleh para perusahaan jaringan. Bahkan beberapa Negara sudah mulai mengadakan uji jaringan. Seperti DoCoMo, operator besar di Jepang.

Berdasarkan hasil kajian dari dari Jupiter Research, akan ada 240 juta koneksi 5G pada 2025 mendatang. Dan pendapatan yang akan dicapai adalah lebih dari 65 miliar US$. Dengan pertumbuhannya mencapai 266% antara 2020 sampai 2025.

Melihat dari angka yang disuguhkan oleh Jupiter Research ini tentu cukup menggiurkan. Walau demikian, lembaga riset ini mengingatkan bahwa data tersebut hanya merepresentasikan 3% dari koneksi Global Mobile. Artinya, setelah 2025, 5G ini akan jauh lebih besar lagi menghasilkan revenue untuk operator. Di sisi lain, tentu konsumen pun akan mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan komunikasi.

International Telecommunication Union (ITU) sendiri, sebagai organisasi telekomunikasi dunia baru akan mengkomersialkan 5G pada tahun 2010. Lembaga ini akan mengatur teknis sistem radio untuk memfasilitasi 5G dengan mempertimbangkan persyaratan jangkauan dari skenario masa yang komprehensif, termasuk teknologi antar generasi. Dengan demikian, 5G akan dapat berkembang perpindahan konsumen ke teknologi baru ini juga dapat berjalan mulus.

Teknologi 5G ini menawarkan kecepatan setidaknya10Gbps dan menggunakan frekuensi 6-100Ghz. Teknologi ini akan menyediakan efisiensi spectral yang tinggi, latency dan memiliki sistem untuk meningkatkan kapasitas. ITU menyatakan bahwa komersial 5G ini baru dapat dilakukan setelah 2020. Baru pada 2025 adopsi besar-besaran terjadi.

Dengan adanya teknologi 5G ini maka para produsen sudah bersiap-siap. Selain untuk mempermudah dalam konektifiti, juga akan mengadopsi Internet of Everything (IoE) yang mampu melakukan koneksi antara decives, Appliances, Vehicles dan infrastruktur di Smart Home dan Smart Cities.

Indonesia sendiri, saat ini masih konsentrasi untuk mengimplemntasikan 4G. “Penerapan teknologi 5G makan waktu lama karena belum adanya model bisnis 5G yang siap digunakan Indonesia,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika

usai konferensi Indosat IDByte 2015 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2015).

Rudiantara baru akan memikirkan implementasinya setelah model bisnisnya sudah ada. “Kami belum memiliki model bisnisnya. Kalau model bisnisnya sudah ada, baru kita laksanakan. Bahkan Jepang membangun teknologi 5G dengan target selesai pada 2020. Mereka ingin memanfaatkan teknologi tersebut untuk Olympic dan Paralympic,” imbuhnya. (Icha)

 

 

Data Pelanggan Hilang, CEO T-Mobile Naik Pitam

0

Jakarta – CEO T Mobile, John Legere, mengaku geram dengan pelayanan yang diberikan Experian, sebuah perusahaan layanan informasi yang selama ini menjadi mitranya. Pasalnya, perusahaan tersebut dianggal lalai hingga bisa menyebabkan sekitar 15 juta data  pelanggan di AS dicuri.

Informasi profil tersebut terkait dengan siapa saja yang pernah menggunakan layanan T-Mobile dan termasuk data tentang pemeriksaan kredit pada pengguna dan pembiayaan perangkat.

“Jelas saya sangat marah dengan pencurian data ini,” kata John Legere dalam surat langsungnya kepada pelanggan.

Lebih jauh, seperti dilansir dari Telecoms, (5/10), Legere juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh terkait hubungannya dengan Experian.

“Sekarang kekhawatiran utama saya adalah setiap konsumen yang terpengaruh. Saya ingin meyakinkan pelanggan kami bahwa sistem  T-Mobile atau jaringan adalah bagian dari industri ini dan tidak melibatkan nomor kartu pembayaran atau informasi rekening bank,” ungkapnya.

Data yang dicuri termasuk nama, tanggal lahir, alamat dan nomor Jaminan Sosial. Untungnya tidak ada transaksi pembayaran kartu atau informasi akuisisi perbankan.

Disisi lain, pihak Experian menyebutkan bahwa mereka sejatinya menjaga data yang bersifat rahasia itu. “Kami mohon maaf atas kekhawatiran dan stres yang disebabkan oleh persoalan ini, “kata Craig Boundy, CEO dari Experian Amerika Utara.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada mereka yang terkena insiden ini dan akan terus berkoordinasi dengan penegak hukum selama penyelidikan.” tambahnya.

Experian mengatakan butuh tindakan segera setelah menemukan pelanggaran ini, dengan cara mengamankan server, dan memulai penyelidikan. Hal ini juga langsung dilaporkan ke penegak hukum di AS dan penegakan hukum internasional.

Sebagai kompensasi, setiap pelanggan yang mungkin telah dipengaruhi telah ditawarkan dua tahun layanan monitoring kredit dan resolusi identitas gratis di program Experian’s Protect My ID.

Cara Baru Hacker Lumpuhkan Platform Android

0

Jakarta – Sistem Operasi Android tak bisa dipungkiri menjadi salah satu platform dengan tingkat kerentanan yang rendah terhadap infeksi virus ataupun malware. Pola open source yang diadopsi seolah menjadi celah tersendiri bagi para hacker untuk menyelipkan virus di dalam aplikasinya.

Kasus terdekat mengenai rentannya platform besutan Google ini adalah hadirnya bug Stagefright pada pesan teks yang ditemui pada Juli lalu dan dinilai sebagai lubang besar dalam keamanan Android. Bug Stagefright 2.0 ini konon dapat mempengaruhi kinerja smartphone, khususnya yang dirilis mulai tahun 2008 silam.

Seperti dilansir dari Telegraph (4/10), para hacker memiliki cara baru untuk membobol sistem keamanan pada Android, yakni dengan cara memasukan jenis malware yang mirip seperti lagu atau video.

Dengan menggunakan fungsi preview untuk mendengarkan atau menonton video, seperti membuat file MP3 atau MP4, hacker bisa mengakses kode perangkat Android dan membuat perubahan dari jarak jauh, dengan hanya mengirimkan sebuah MMS pada sistem smartphone dalam bentuk video. File MMS itu bahkan tidak perlu sampai dibuka oleh para pengguna untuk bisa memberikan dampak kepada smartphone. Para hacker juga bisa menghilangkan MMS yang mereka kirimkan setelah serangan dilancarkan.

Itu artinya, tanpa diketahui sebab yang jelas, semua notifikasi untuk pesan-pesan multimedia yang belum Anda baca bisa hilang dengan sendirinya. Tanpa Anda sadari, para penjahat siber tersebut akan memiliki akses menuju kamera, microphone, dan berbagai data-data penting lainnya.

Beruntung, karena kelemahan ini tidak akan sampai membeberkan keseluruhan data yang Anda miliki, meski tetap saja akan merugikan para pemilik smartphone. Terlebih, para penjahat siber ini juga bisa melacak keberadaan para korban.

 

Bayangkan, jika di saat yang bersamaan hacker dan korban berada di jaringan Wi-Fi publik yang sama, sebut saja di sebuah kedai kopi, maka para hacker dapat langsung meggetahui siapa pemilik ponsel Android yang dimaksud.

Jualan Internet.org, Indosat Sasar Pedagang Pasar

0

JakartaSepertinya tidak berlebihan jika kita menyebut bahwa layanan internet kini telah digunakan oleh berbagai kalangan. Tak hanya lagi sekadar pekerja kantoran, tetapi juga masyarakat luas, tak terkecuali pedagang di pasar. Tak heran, jika Indosat kemudian mulai melihat pegadang pasar tradisional sebagai target potensialnya.

Untuk memudahkan penjualan layanan internetnya ke pasar ini, Indosat pun menggandeng APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) dan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman  Bersama (Memorandum of Understanding/MoU).

MoU APPSI2APPSI sendiri merupakan asosiasi yang mewadahi pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing, menciptakan pengelolaan pasar yang profesioanl dan menyediakan tempat usaha yang layak yang akan meningkatkan kesejahteraan puluhan juta pedagang pasar.

Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses internet melalui layanan internet.org bagi para pedagang pasar di Indonesia. Para pedagang dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai informasi lainnya seperti berita umum, info kesehatan, info lapangan pekerjaan, info pendidikan, info layanan publik, dan ke depannya info harga komoditas pokok harian, dimana informasi tersebut dapat membantu pedagang pasar di Indonesia dalam memonitor harga komoditas.

 ”Kami berharap internet.org yang kami hadirkan melalui kerjasama ini akan memudahkan para pedagang  pasar dalam memperoleh informasi dan mendukung kegiatan perdagangan mereka, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10).

Harapan yang sama diutas Ketua APPSI Supriyatno. Menurutnya, kerjasama dengan Indosat ini akan membantu APPSI dalam memberikan kemudahan akses Internet bagi para pedagang pasar di Indonesia.

“Kami sangat senang dengan kerjasama ini dan kami berharap kerjasama ini akan membantu upaya kami untuk terus berjuang meningkatkan daya saing dan kesejahteraan para pedagang pasar,” katanya.

Seperti diketahui, internet.org adalah sebuah inisiatif dari Facebook yang bertujuan untuk membuat akses iInternet tersedia bagi dua pertiga populasi dunia yang belum terhubung dengan internet.

Di Indonesia, Indosat adalah operator pertama yang menyediakan akses internet mudah tanpa pulsa bagi masyarakat Indonesia. Indosat menyediakan akses internet tanpa pulsa melalui layanan internet.org baik untuk pelanggan IM3 & Mentari (prabayar) maupun pelanggan Matrix (paskabayar).