spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

Cara Baru Hacker Lumpuhkan Platform Android

Jakarta – Sistem Operasi Android tak bisa dipungkiri menjadi salah satu platform dengan tingkat kerentanan yang rendah terhadap infeksi virus ataupun malware. Pola open source yang diadopsi seolah menjadi celah tersendiri bagi para hacker untuk menyelipkan virus di dalam aplikasinya.

Kasus terdekat mengenai rentannya platform besutan Google ini adalah hadirnya bug Stagefright pada pesan teks yang ditemui pada Juli lalu dan dinilai sebagai lubang besar dalam keamanan Android. Bug Stagefright 2.0 ini konon dapat mempengaruhi kinerja smartphone, khususnya yang dirilis mulai tahun 2008 silam.

Seperti dilansir dari Telegraph (4/10), para hacker memiliki cara baru untuk membobol sistem keamanan pada Android, yakni dengan cara memasukan jenis malware yang mirip seperti lagu atau video.

Dengan menggunakan fungsi preview untuk mendengarkan atau menonton video, seperti membuat file MP3 atau MP4, hacker bisa mengakses kode perangkat Android dan membuat perubahan dari jarak jauh, dengan hanya mengirimkan sebuah MMS pada sistem smartphone dalam bentuk video. File MMS itu bahkan tidak perlu sampai dibuka oleh para pengguna untuk bisa memberikan dampak kepada smartphone. Para hacker juga bisa menghilangkan MMS yang mereka kirimkan setelah serangan dilancarkan.

Itu artinya, tanpa diketahui sebab yang jelas, semua notifikasi untuk pesan-pesan multimedia yang belum Anda baca bisa hilang dengan sendirinya. Tanpa Anda sadari, para penjahat siber tersebut akan memiliki akses menuju kamera, microphone, dan berbagai data-data penting lainnya.

Beruntung, karena kelemahan ini tidak akan sampai membeberkan keseluruhan data yang Anda miliki, meski tetap saja akan merugikan para pemilik smartphone. Terlebih, para penjahat siber ini juga bisa melacak keberadaan para korban.

 

Bayangkan, jika di saat yang bersamaan hacker dan korban berada di jaringan Wi-Fi publik yang sama, sebut saja di sebuah kedai kopi, maka para hacker dapat langsung meggetahui siapa pemilik ponsel Android yang dimaksud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU