spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1765

‘Project Loon’ Google Tinggal Tunggu Waktu untuk Lepas Landas

0

Jakarta – Masih ingat dengan proyek ambisius Google untuk menghubungkan dunia melalui balon? Ya, inisiatif yang diberi nama Project Loon itu konon telah siap lepas landas menyusul laporan raksasa web yang nengatakan bahwa teknologinya “hampir sempurna” dan akan mengumumkan mitra operator pertamanya di Afrika segera.

Dalam konferensi GSMA Mobile 360 yang berlangsung di Afrika Selatan, kabar baik ini disampaikan pimpinan bisnis regional Google, Wael Fakharany. Fakharany percaya bahwa ini adalah saatnya untuk memperluas teknologi di Afrika, dan menghubungkan orang ke seluruh dunia melalui broadband kecepatan tinggi.

Tentu saja, ada masalah lebih lanjut yang harus diatasi ketika proyek ini bergerak dari percobaan ke rilis komersial, karena pastinya memerlukan akses ke spektrum dan pelanggan. Untuk mengatasi hal ini, Google berniat  menggandeng operator di negara tersebut yang memiliki pengalaman di pasar lokal dan akses ke aset yang akan dibutuhkan Google.

Ini berarti bahwa Google akan menyediakan infrastruktur, sementara operator akan mengontrol distribusi dan pemasaran seperti biasa. Mobile World Live mengutip ucapan Fakharany yang mengatakan, “Hubungan pelanggan adalah dengan perusahaan telekomunikasi, kami hanya penyedia infrastruktur.”

Nah, mengingat proyek ini melibatkan udara, Google juga dipastikan akan memerlukan izin dan negosiasi dari otoritas terkait di Afrika untuk melakukan penerbangan dan memastikan Project Loon tidak membahayakan, baik di langit ataupun hanyut ke wilayah udara terbatas.

Pasalnya, dalam sebuah ujicoba yang berlangsung di Los Angeles bulan lalu, balon Project Loon menabrak halaman depan rumah seseorang di lingkungan pinggiran kota yang tenang. Pemilik rumah, Janet Olaffson, mengurai rasa kagetnya kepada CBS News.

“Kami berlari keluar, dan polisi mengatakan jangan mendekati itu. Saat itu mereka mendapat telepon dari perusahaan yang [salah] mengatakan bahwa itu balon cuaca,” katanya.

Rencananya, selain Afrika, Google juga akan memperluas Project Loon ke lokasi pedesaan lainnya di Sri Lanka dan India. Perusahaan ini bahkan ingin membawanya ke pedesaan di AS di tahun-tahun mendatang. Demikian dilansir dari Telecomtechnews, Kamis (15/10).

Netflix Targetkan Rangkul 74 Juta Pelanggan Hingga Akhir Tahun

0

Jakarta – Perusahaan TV Streaming raksasa asal Amerika Serikat, Netflix, belum lama ini merilis total pelangan global yang tumbuh hingga 69.170.000 dan bersiap untuk ekspansi lebih lanjut.

Namun, update empat bulanan Netflix yang menurun, jauh dari perkiraan, telah membuat saham mereka turun 6,9 persen menjadi USD 110,23 dalam perdagangan elektronik.

Dilansir dari Phys.org (15/10), Netflix mengatakan akan menambah 3,6 juta pelanggan lagi dalam tiga bulan terakhir. Hal ini didorong oleh rencana peluncuran yang akan dilakukan di Spanyol, Italia dan Portugal minggu depan, yang diprediksi akan menggenapi total pelanggan menjadi 74 juta di akhir tahun.

Sebagai informasi, Netflix kini tersedia di lebih dari 50 negara dan telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan layanan di Korea Selatan, Singapura, Hong Kong dan Taiwan. Target ambisius mereka adalah berada di 200 pasar di tahun-tahun mendatang. Netflix memulai debutnya di Asia awal tahun ini, denganmeluncurkan layanan di Jepang.

“Kami tetap di jalur yang benar untuk menjadi penguasa global pada akhir 2016, sementara pertumbuhan global sendiri sesuai yang kami harapkan,” ungkap David Wells, Chief Financial Officer Netflix.

Di kuartal terakhir, pengguna Netflix bertambah sebanyak 880.000 pengguna baru di AS dan 2,74 juta di pasar lain.

Ekspansi yang cepat ini akan berdampak pada neraca perusahaan, yang memimpin pasar untuk televisi berbasis Internet.

Untuk kuartal terakhir, Netflix membukukan laba bersih sebesar USD 29.400.000 dengan pendapatan total sebesar USD 1,7 miliar. Sedangkan revenue tumbuh sebanyak 23 persen dari tahun lalu.

Netflix menaikkan harga di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya dalam seminggu terakhir yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memperoleh dan menawarkan konten berkualitas tinggi.

Eksekutif Netflix percaya bahwa jaringan linear yang mengacu pada permintaan dan pengiriman internet seperti yang mereka miliki, akan menjadi lebih berharga dan akan mengalami pertumbuhan baru.

“Pergeseran sekuler ke konsumsi on-demand paling tepat digambarkan sebagai ‘perkembangan konsumen vs kebiasaan lama’ daripada ‘Netflix vs media tradisional.’ Kita semua berlomba untuk memenuhi keinginan konsumen,” pungkasnya. [AK/IF]

 

4 Operator Perancis Ambil Bagian dalam Lelang Spektrum 700MHz

0

Jakarta – Regulator telekomunikasi Perancis, Arcep, baru-baru ini membuat pengumuman lewat akun Twitter resminya, bahwa lelang untuk spektrum 700 MHz akan dimulai pada 16 November mendatang. Sampai saat ini, regulator telah menunjukkan bahwa lelang akan berlangsung pada bulan November untuk frekuensi yang akan dialokasikan pada akhir tahun.

Keempat operator mobile Perancis, seperti Orange, Free, Bouygues Telecom dan Numericable-SFR dijadwalkan akan mengambil bagian dalam lelang ini.

Menurut laporan Telecompaper, Kamis (15/10), lelang ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari. Proses ini akan melibatkan delapan putaran penawaran sehari, dengan harga untuk masing-masing 5 MHz naik EUR 5 juta dalam setiap putaran. Harga awal adalah EUR 416 juta per blok.

Kini, sebanyak enam blok, atau 30 MHz, sedang disiapkan untuk lelang dengan total minimal EUR 2,5 miliar. Free, yang sebelumnya tidak mengambil bagian dalam lelang 800 MHz akan dapat membeli hingga tiga blok, sementara pesaingnya dibatasi dengan masing-masing maksimal dua blok. Spektrum baru ini akan digunakan untuk LTE dan akan memungkinkan transisi ke 5G nantinya.

 Saat ini, seperti diketahui, spektrum 700MHz digunakan untuk terestrial TV digital, namun dijadwalkan akan ditata ulang untuk komunikasi mobile dari April 2016 di wilayah terpadat di Perancis dan antara Oktober 2017 dan Juni 2019 untuk sisa wilayah lainnya.
Di Indonesia sendiri, sebelum beranjak ke spektrum 900MHz dan akhirnya memutuskan berlabuh di spektrum 1800MHz, spektrum 700MHz sejatinya memang dianggap sebagai ‘rumah’ yang paling ideal untuk 4G LTE. Apalagi sebagian besar perangkat juga telah menggunakan frekuensi rendah yang ada di 700 Mhz.

 

Nokia Network Sediakan Teknologi TD-LTE untuk China Mobile

0

Jakarta – Nokia Networks telah ditugaskan untuk menyediakan teknologi TD-LTE-Advanced terbaru untuk operator seluler China Mobile. Rencananya, pihak operator akan membangun jutaan BTS TD-LTE  pada akhir 2015.

Dilansir dari Telecoms (15/10), teknologi TD-LTE-Advanced didasarkan pada Flexi Multiradio 10 Base Station. Ini mendukung berbagai pita frekuensi termasuk 2,6 GHz (Band 41), 2,3 GHz (pita 40) dan 1,9 GHz (Band 39). Menggunakan perangkat lunak pembawa agregasi yang dapat membuat sel-sel baik makro maupun mikro dan berjalan lebih efisien dengan menggabungkan berbagai spektrum yang tersedia untuk membuat transmisi data yang lebih cepat.

Peralatan Nokia juga dipilih untuk Flexi Zona sel kecil, yang diatur oleh Flexi Zona Controller, yang akan digunakan China Mobile untuk mendukung lokasi lalu lintas tinggi, di kedua lokasi internal dan eksternal.

Fitur lain diidentifikasi sebagai  perencanaan jaringan dan optimasi layanan peralatan LTE. Ini akan membantu China Mobile untuk memulai perencanaan sel kecil, jaminan kinerja dan optimasi.

Mike Wang, Presiden Nokia Networks untuk China menjanjikan pelayanan global yang ‘mulus dan ‘cepat’. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan sebuah prestasi besar yang membuat Nokia Networks menjadi vendor jaringan non-China nomor satu di China untuk tahun ketiga berturut-turut.

 

Pada bulan September, China Mobile mendemostrasikan kecepatan maksimal 220 Mbps di ajang Mobile World Congress 2015 yang berlangsung  di Shanghai. Ini diciptakan Nokia Networks pada aggregasi 3,5 GHz interband TD-LTE-Advanced. Mereka juga bersama-sama menunjukkan kecepatan 4,1 Gbps dengan agregasi operator TDD-FDD Nokia.

Saat ini, Nokia Networks mengatakan bahwa perusahaan memiliki 50 referensi komersial di enam benua untuk pengiriman teknologi radio TD-LTE. [AK/IF]

 

Regulasi Uni Eropa Ancam Pemulihan Pasar Telekomunikasi

0

Jakarta – Prospek industri jasa telekomunikasi Eropa kini telah beralih dari yang awalnya negatif menjadi stabil, ungkap Moody Investors Service dalam laporan yang diterbitkan hari ini. Laporan ini memprediksi bahwa pendapatan kolektif akan tumbuh sebanyak 1-2 persen dalam 12-18 bulan ke depan, dalam hal peningkatan permintaan pelanggan untuk broadband dan mungkin lebih banyak lagi. Namun, peraturan Uni Eropa bisa mengancam pemulihan tersebut.

Laporan bertajuk Telecommunications Service Providers – EMEA: Revenue Growth Rings in Change of Outlook to Stable EMEA, mengatakan bahwa peningkatan permintaan untuk broadband, melebihi kapasitas belanja konsumen dan pergeseran dari persaingan harga untuk kualitas layanan akan meningkatkan pendapatan perusahaan telekomunikasi dan dapat menaikkan harga mereka tanpa mengurangi permintaan pelanggan. Demikian dikutip dari laman Telecoms (15/10).

“Kenaikan harga ini akan mendukung penyedia layanan telekomunikasi Eropa untuk kembali ke pertumbuhan pendapatan pada tahun 2016,” kata Carlos Winzer, Analis Moody, sekaligus penulis laporan ini.

Banyak perusahaan telah menawarkan paket premium dan mengenai biaya langsung dari layanan ini, ungkap Winzer, Telefónica misalnya, melaporkan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebesar € 71,80 per bulan pada kuartal kedua 2015, yang naik dari € 68,80 / bulan pada kuartal pertama. Tren ini tercermin di Jerman, di mana Moody mengharapkan ARPU positif bagi Deutsche Telekom, yang baru-baru ini meningkatkan harga serta kecepatan untuk klien premium.

Prospek untuk Afrika, Timur Tengah dan pasar telekomunikasi Turki juga stabil. Namun, di beberapa pasar yang didorong komoditas, di mana pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) melambat, industri telekomunikasi akan mengalami tekanan negatif pada pertumbuhan pendapatan. Pasar nasional yang terpengaruh termasuk Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab dan Nigeria.

Tiga besar operator seluler Rusia, Mobile TeleSystems, MegaFon dan Vimpel-Communications, akan tetap mengalami hasil negatif mengingat krisis ekonomi di Rusia terus menurunkan profitabilitas.

Moody mengharapkan merger dan akuisisi perusahaan telekomunikasi di Eropa terus berlanjut. “Konsolidasi ini sebagian besar mungkin di Perancis, Italia, Denmark, Polandia, Swedia dan Spanyol, tapi kami tidak mengharapkan perusahaan melakukan akuisisi dengan dana yang diperoleh dari utang, yang akan menekan modal dan secara negatif menekan performa mereka saat ini,” kata Winzer.

Namun, Komisi Eropa baru-baru ini menghentikan panggilan dari perusahaan telekomunikasi untuk pendekatan yang lebih lunak mengenai merger di sektor ini. Banyak pihak yang takut bahwa konsolidasi di sektor ini bisa dihentikan setelah kepala digital Uni Eropa, Andrus Ansip, mengatakan dalam konferensi yang diselenggarakan oleh ETNO bahwa “melonggarkan aturan kompetisi bukanlah jawaban dari permasalahan ini dan konsolidasi industri juga belum menjadi jawaban terbaik.” [AK/IF]

 

ZTE Bangun Jaringan Transportasi Optik 100G di India

0

Jakarta – Perusahaan asal China, ZTE, telah mencapai kesepakatan untuk membangun jaringan transportasi optik (OTN) 100G untuk perusahaan telekomunikasi India, Reliance Communications.

ZTE akan merancang, merawat, menginstal, mengoperasikan dan memelihara jaringan optik 100G di Pune dan Hyderabad dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan juga akan menyediakan serangkaian peralatan ZXONE untuk menyediakan akses multi-layanan dan integrasi. Menurut ZTE, meminimalkan total biaya kepemilikan (TCO) dari jaringan adalah faktor utama dalam keputusan pembelian perusahaan mobile telekomunikasi India.

Reliance saat ini menjadi operator terbesar keempat di India dengan pangsa pasar 14,35% dan juga berinvestasi dalam solusi 100G OTN ZTE dalam upaya untuk mempercepat pengembangan Pune dan transmisi wilayah metro Hyderabad 100G serta meringankan tekanan kebutuhan bandwidth LTE. Menurut ZTE, hirarki sinkronisasi digital (SDH) Reliance telah gagal memenuhi tuntutan komunikasi data. Peralatan ZTE mendukung kecepatan akses mulai dari E1 / T1 untuk 100GE, dan dapat menggabungkan panjang gelombang padat dan kasar.

Dilansir dari Telecoms (15/10), Reliance kemarin meluncurkan Digital Social Media Smartcare di Twitter untuk memberikan layanan manajemen akun pengguna untuk pelanggan nirkabel melalui platform publik live. Inisiatif layanan pelanggan baru akan memungkinkan pengguna mengeksplorasi berbagai akun informasi dan layanan tanpa harus menjangkau customer service tradisional terlebih dahulu.

Menurut laporan terbaru mengenai pasar produk jaringan optik yang dibuat Ovum, ZTE meningkatkan pangsa pasarnya di produk-produk jaringan optik hingga 28% secara global di Q2 2015, lebih tinggi dari vendor lainnya di Asia Pasifik. Pada Q4 2014, ZTE telah menyelesaikan penyebaran lebih dari 200 jaringan 100G OTN dengan tiga operator domestik utama di China Mobile, China Telecom dan China Unicom. [AK/IF]

i-Doser Tidak Termasuk Golongan Narkotika

0

Aplikasi i-Doser tiba-tiba ramai dibicarakan. Aplikasi berbasis teknologi audio ini dapat diunduh secara bebas melalui internet. Disebut-sebut, sebagai Narkoba dalam bentuk digital.

Dari pemberitaan yang beredar di media sosial, banyak anak remaja yang merasakan sensasi memakai Narkoba setelah mendengarkan konten berupa binaural (dua suara) berdurasi 30 – 40 menit melalui aplikasi tersebut. Binaural merupakan sebuah teknologi yang diklaim dapat menstimulasi otak dan merubah keadaan psikis dan mental. Namun, para peneliti dari berbagai universitas tidak menemukan perubahan pola otak pada pengguna I-Doser.

Tak dapat dipungkiri, suara, nyanyian, atau gelombang suara dalam ritmik tertentu mampu mempengaruhi emosional manusia. Seseorang yang mendengarkan sebuah lagu dapat merasakan ketenangan dalam dirinya atau bahkan menjadi gundah dan gelisah, bergantung pada jenis musik apa yang didengarkan. Hal ini dikarenakan gelombang suara merangsang sel-sel saraf dan menghantarkannya ke otak.

Badan Narkotika Nasional (BNN), menanggapi issue tersebut, menegaskan bahwa I-Doser tidak termasuk dalam golongan Narkotika. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 disebutkan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu, meskipun gelombang suara yang dihasilkan oleh I-Doser diklaim dapat memberikan sensasi seperti memakai Narkoba oleh pendengarnya, I-Doser tidak termasuk dalam golongan Narkotika.

Namun, mengingat informasi ini telah menimbulkan keresahan masyarakat, maka Kementerian Kominfo sementara ini telah meminta kepada Internet Service Provider (ISP) untuk memfilter empat nama domain (i-doser.com, idoseraudio.com, idosersofware.com, dan istoner.com) agar tidak dapat diakses oleh publik.

Pemblokiran ini masih bersifat sementara dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan Rapat Anggota Panel yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2015, untuk mengambil keputusan apakah keempat domain tersebut akan diblokir permanen atau dibuka kembali. (Icha)

Sigfox Lebarkan Sayap Ke Timur Tengah dan Afrika

0

Jakarta – Perusahaan spesialis IoT, Sigfox telah mengumumkan ekspansi ke Timur Tengah dan Afrika (MEA) dengan membuka kantor baru di Dubai dan meluncurkan kapasitas jaringan nirkabel untuk mendukung perangkat daya rendah.

Operasi MEA perusahaan ini akan dipimpin oleh Thierry Siminger, yakni seseorang yang memiliki pengalaman 20 tahun lebih di industri mobile telekomunikasi dan didapuk sebagai presiden Sigfox untuk wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menggenjot ekspansi global dari IoT milik Sigfox, menyusul peluncuran jaringan perusahaan di 10 area metropolitan utama di AS.

Siminger direkrut dari spesialis keamanan mobile Oberthur Teknologi untuk pengetahuannya tentang letak demografis suatu daerah. Sebagai informasi, Siminger adalah presiden Oberthur untuk Rusia, Timur Tengah dan Afrika (RMEA). Dalam peran sebelumnya, ia adalah MD untuk operasi EMEA untuk Gemplus (sekarang Gemalto). Demikian dikutip dari laman Telecoms (14/10).

Negara-negara MEA perlu manfaat dari Internet of Things untuk aplikasi seperti keamanan, pelacakan aset, smart city dan pembayaran utilitas layanan, menurut Siminger. Dalam pengalamannya, negara-negara MEA serasa putus asa untuk terhubung ke jaringan global. Ia mengatakan, “Sigfox adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang bisa melakukan itu dengan konektivitas penerbangan murah dan hemat energi.”

Sigfox mengkhususkan diri dalam sistem-bandwidth tinggi secara ekonomis, dua arah transmisi hemat energi dalam jumlah kecil untuk data jarak jauh. Ini target IoT dan M2M di mana memperpanjang masa pakai baterai dan pelayanan perangkat yang terhubung menjadi sebuah prioritas. Jejak saat ini mencakup sembilan negara dan satu juta kilometer persegi tanah, dengan lima juta terhubung layanan perangkat yang menawarkan untuk mendukung populasi 165 juta orang.

Sementara itu, kantor pusat perusahaan tetap di Labège, Perancis, tetapi perusahaan sekarang memiliki kantor di Paris, Boston, Dubai, Madrid dan San Francisco.

“Sigfox selalu merencanakan untuk membangun jaringan internet terdedikasi, Hal yang mencakup dunia dan menyediakan konektivitas di mana-mana dan tanpa batas ke miliaran objek yang akan menggunakan IoT,” kata Xavier Drilhon, wakil CEO Sigfox.

Ia menambahkan, Timur Tengah dan wilayah Afrika adalah langkah logis berikutnya dalam strategi ini. Kita tunggu saja apakah Sigfox akan benar-benar berhasil melebarkan sayap mereka dan menjadi “raja” IoT dunia. [AK/IF]

VMWare Hadirkan Solusi untuk Mempercepat Penyebaran NFV

0

Jakarta – VMware telah mengumumkan program dan fungsi baru untuk membuat perysahaan telekomuniasi lebih cepat dan lebih mudah dalam meningkatkan jaringannya dengan teknologi visualisasi fungsi jaringan (NFV).

Di antara inisiatif untuk platform V Cloud tersebut adalah VMware siap untuk program akreditasi baru NFV dan layanan carrier-grade baru yang akan disampaikan oleh vendor dan mitra-mitranya. Penawaran ini diresmikan di VMworld 2015 Eropa di Barcelona.

The vCloud NFV combines core virtualization and management components in order to speed up NFV deployment, said the vendor. It achieves this by giving the CSPs a unified, multi-vendor and multi-function platform to supports any application through all stages of cloud evolution. The vendor claims it supports 40 virtual network functions from 30 virtualized network functions (VNF) vendors, which will help telco staff to use their existing VMware skills and operational experience.

 

Dilansir dari Telecoms (14/10), vCloud NFV menggabungkan visualisasi inti dan komponen manajemen dalam rangka mempercepat penyebaran NFV. Ini dapat dicapai dengan memberikan CSP platform multi fungsi dan multi vendor terpadu untuk mendukung aplikasi apapun melalui semua tahapan evolusi. VMWare mengklaim solusi ini mendukung 40 fungsi jaringan virtual dari 30 fungsi jaringan virtual (VNF), yang tentunya akan membantu staf IT untuk menggunakan keterampilan mereka dan pengalaman operasional.

Sementara itu, VMware Virtual SAN akan diintegrasikan ke dalam VMware stack untuk mendukung core mobile dan fungsi IP sistem multi-media (IMS) dalam rangka meningkatkan kinerja. Bukan hanya itu, VMware NSX akan menyediakan fitur jaringan L2 / L3 dalam perangkat lunak untuk membantu memanfaatkan CSP dari virtualisasi server di pusat data mereka.

VMware juga berjanji CSP akan memberikan keterbukaan dan pilihan dalam manajemen awan, dengan pilihan fleksibel untuk manajemen infrastruktur virtual (VIM) melalui fitur vCloud Director-SP dan Integrated OpenStack mereka. Dikatakan bahwa ini akan membuat CSP mengkonfigurasu NFV-nya sendiri untuk membuat penyesuaian kecil pada aplikasi dan mencegah kemacetan.

Sementara itu, program dukungan carrier-grade bertujuan untuk membantu CSP mengurangi risiko penurunan kinerja dan penghentian dalam pekerjaan. Dukungan akan disampaikan oleh VMWare dan mitra-mitranya.

“Kami dua kali lipat di atas upaya kami untuk membantu CSP menciptakan infrastruktur yang konsisten,” kata Shekar Ayyar, General Manager dari Telco NFV Group di VMware.

Beberapa fitur lain juga di hadirkan pada solusi ini, seperti load-balancing as a service (LBaaS) dan Service Assurance with Day 2 and Ongoing Operations. [AK/IF]

Ketika Layanan Pelanggan Tak Seindah Harapan

0

“Kita Tidak ingin hanya sekadar copy paste dari apa yang bisa ditemukan di luar, kemudian dibawa ke sini. Kita ingin membuat sesuatu di Indonesia, yang kemudian bisa Dibawa ke luar (negeri).”

Jakarta – Perubahan pola pikir dan kecenderungan menggunakan internet tak bisa dipungkiri menjadi pemicu utama munculnya banyak startup di luar sana, khususnya yang bergerak dan memanfaatkan industri IT sebagai dasar dari bisnis mereka. BULP, dalam hal ini hanyalah salah satunya. Ini adalah startup yang menjadikan dirinya sebagai wadah bagi para konsumen untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dalam hal ini terkait pelayanan dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan, seperti provider internet atau makanan siap saji.

Arie Nasution, Founder BULP mengungkapkan, butuh waktu kurang lebih satu tahun baginya hingga akhirnya dapat secara resmi memperkenalkan aplikasi ini. Diawali dari kumpul-kumpul bersama beberapa temannya, lalu muncullah ide untuk membuat sesuatu yang keren. Bukan sesuatu yang semata hasil copy paste dari apa yang bisa ditemukan di luar negeri, yang kemudian diterapkan di Indonesia. Melainkan sesuatu yang dibuat di Indonesia, yang nantinya akan bisa juga diaplikasikan di luar negeri.

Bulan puasa tahun lalu, diakui Arie membawa hikmah tersendiri bagi dia dan teman-temannya, khususnya terkait hadirnya BULP.

Jadi bulan puasa tahun kemarin tuh kulkas rumah tiba-tiba rusak. Kita cobalah tektok lah sama customer service-nya. Janji dateng minggu depan, ditunggu-tunggu ngga dateng, terus kita telpon lagi, janji dateng besok lusa, besoknya ngga dateng-dateng juga. Saat itu kita kesel banget sama satu brand ini,” terang Arie.

Rasa kesal yang lumrah, yang mungkin pernah dirasakan semua orang. Bedanya, alih-alih terus-terusan memendam emosi pada brand kulkas yang dimaksud, lulusan Universitas ITB ini lebih memilih untuk menjadikan rasa kesalnya itu sebagai pelajaran. Akhirnya, Arie dan teman-temanpun menjadikan ini sebagai tonggak munculnya BULP.

Bernaung dibawah sebuah perusahaan bernama PT Bina Usaha Lima Prima, BULP yang dibesut oleh lima sekawan – Arie, Dwi, Hasbi, Kahfi dan Ridwan – ini menjadi penghubung antara pihak perusahaan dan konsumen dalam menyampaikan aspirasi yang positif dan komprehensif.

Arie dkk kemudian memutuskan untuk membawa buah karyanya, yang bahkan belum jadi itu dan masih sebatas konsep, ke sebuah ajang Start up Asia, yang kala itu kebetulan digelar di Jakarta. Modalnya satu, nekat, tutur Arie.

Saat itu kita ingin tahu saja bagaimana pendapat orang-orang tentang aplikasi kami. Soalnya yang datang di acara itu kan banyak, ada investor, ada perusahaan, ada media, ada juga pengguna masyarakat,” ungkapnya.

Dan ibarat pepatah, tak ada usaha yang sia-sia. Tak lama setelah mempresentasikan produk mereka, Arie dkk pun akhirnya mendapat kabar baik. Beberapa investor mulai menunjukkan ketertarikannya pada BULP. Sepuluh orang diantaranya – yang membentuk konsorsium – bahkan benar-benar bersedia untuk memberikan dukungan. Nah, hal ini jugalah yang kemudian mendasari keputusan Arie dkk untuk tidak mengikuti kegiatan inkubasi yang kini marak diadakan oleh beberpa perusahaan TI terkemuka.

BULP, antara Keluhan dan eward

Visi dan misi dari BULP sederhana, yakni merangkul sebanyak-banyaknya perusahaan dari berbagai sektor untuk menggunakan jasa mereka. Jika saat ini setiap perusahaan menambahkan logo Facebook, Twitter dan Instagram di bawah logonya, Arie berharap di masa mendatang akan melihat logo BULP bertengger diantaranya.

Kami harapkan kedepannya akan ada logo kami disamping ketiga logo tadi. Dan bagi perusahaan yang tidak memasang logo itu artinya mereka tidak terbuka dengan aspirasi pelanggan,” tuturnya.

Diluncurkan dalam versi beta pertama kali pada Januari lalu, saat ini beberapa perbaikan pun mulai tampak pada BULP, entah itu yang berkaitan dengan bug, jumlah merchant yang lebih banyak ataupun reward yang kini lebih beragam. Seperti diketahui, BULP memungkinkan pengguna mengumpulkan poin dari setiap keluhan, kritik atau kesan yang mereka sampaikan, yang nantinya akan bisa ditukarkan dengan reward yang tersedia, seperti t-shirt, tiket nonton, voucher dan banyak lagi.

Dalam konteks aplikasi, BULP datang dengan real time analitic pada dashboard-nya yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai data insight dari konsumen. Hal ini tentunya akan membantu perusahaan untuk dapat berimprovisasi guna meningkatkan pelayanan mereka serta memberikan penyelesaian atas setiap masalah yang dihadapi, sebelum akhirnya membantu konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang baik.

Saat ini, Arie mengaku memiliki banyak rencana untuk mengembangkan BULP, termasuk didalamnya dengan menggandeng para opini leader seperti komunitas, perusahaan yang menjadi klien mereka ataupun organisasi-organisasi masyarakat seperti YLKI dan organisasi sejenisnya.

Sampai saat ini, BULP diakui Arie telah mendapatkan setidaknya 9000 feedback, dengan 6 perusahaan yang telah resmi menjadi klien-nya. Sementara untuk perusahaan-perusahaan yang belum menjadi klien – ada setidaknya 1000 perusahaan yang berasal dari 38 sektor di database mereka – BULP mencoba melakukan pendekatan dengan cara mengirimkan blasting email yang diharapkan akan menjadi acuan bagi perusahaan tersebut untuk kemudian mulai memikirkan BULP sebagai solusi. Melalui BULP, perusahaan tak hanya dapat mendengar kritikan dari masyarakat, tetapi juga saran, pujian dan hal positif lainnya. Beberaoa fitur pun dihdirkan di aplikasi ini, misalnya saja share, mee too dan fedback. Sebagai informasi, menurut riset BULP, 96% pengguna yang tidak puas dengan pelayanan masyarakat lebih memilih diam sementara 91% diantaranya lebih memilih tidak menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Berkaca dari riset ini, hadirnya aplikasi BULP menjadi sebuah jawaban atas permasalahan tersebut. Pasalnya para pengguna yang menggunakan aplikasi ini diminta memberikan keluhan atau saran dan pujian mereka kepada salah satu perusahaan penyedia layanan jasa dan pengguna tersebut mendapatkan reward atas komentar yang mereka berikan.

Saat ini, BULP yang baru tersedia di platform Android – iOS menyusul, telah diunduh oleh setidaknya 2000 pengguna. Meskipun tidak semuanya aktif dalam menyuarakan aspirasi mereka.

4 Paket Hemat

Berbicara tentang strategi bisnis perusahaan, Arie mengungkapkan ada strategi khusus ya g diterapkan untuk dapat menjangkau para perusahaan dan end user. Mulai dari menggandeng komunitas, perusahaan dan organisasi lainnya hingga menggelar promo khusus bagi perusahaan yang ingin berlangganan BULP, dimana mereka akan memberikan layanan gratis sampai akhir tahun bagi perusahaan yang ingin mendapatkan dashboard. Menariknya lagi, setiap perusahaan yang ingin menggunakan jasa BULP juga tidak perlu lagi repot-repot menginstal aplikasi, karena dashboard yang mereka sediakan nantinya akan berbentuk web dan bukannya aplikasi.

Saat ini, penggodokan atas BULP masih dilakukan oleh Arie dkk. Tak hanya terkait aplikasi, tetapi juga satuan harga yang nantinya akan menjadi acuan saat aplikasi ini mulai digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Meskipun beberapa paket telah disediakan.

Fitur baca dan balas pesan bisa Anda temukan di pilihan paket pertama. Dimana perusahaan yang berlangganan paket ini hanya akan memiliki akses untuk membaca dan membalas setiap feedback yang datang kepadanya. Paket kedua memungkinkan pelanggan tak hanya sekadar membaca dan membalas pesan, tetapi juga mendapatkan data analisis dari letak demografis si pemberi feedback. Paket ketiga akan dilengkapi oleh fitur tren analitic, disamping tentunya fitur-fitur standar lainnya, dimana berbekal paket ini perusahaan dapat melakukan analisis berdasarkan tren yang ada dan sedang berkembang, seperti keluhan meningkat dan tren kerja menurun. Sementara paket keempat akan menghadirkan fitur analisis berdasarkan rekapitulasi, yang memungkinkan perusahaan dapat menganalis bagian mana yang perlu dievaluasi sedangkan BULP memberikan data dan fakta untuk perusahaan tersebut. Data ini akan diberikan dalam bentuk periodik setiap bulannya.

Keamanan Sekelas Facebook

Dikarenakan ini adalah sebuah startup, bukanlah sesuatu yang mengherankan jika BULP masih menggunakan public cloud sebagai server mereka. Salah satu alasan adalah karena investasi public cloud yang cukup terjangkau. Diakui Arie, yang memilih VPS dari perusahaan data center di Singapura, ia dan teman-temannya menghabiskan tak sampai Rp 1 juta untuk keperluan ini. “Jadi kalau ditanya kita kelurin berapa untuk BULP, praktis hanya untuk server saja,” jelasnya.

Untuk sistem keamanan, meski mengaku tidak bisa menjamin 100% aman, namun Arie dkk mengaku sangat berkonsentrasi untuk urusan yang satu ini. Untuk itu, langkah preventif pun mereka lakukan dengan bekerjasama dengan salah satu perusahaan penyedia solusi keamanan terbaik.

Kita concern banget dengan yang namanya security, maka dari itu kita saat ini telah bekerjasama dengan DigiCert yang juga menjadi mitra security dari Facebook dan Yahoo. Digicert yang nantinya akan mengurus security dari SSL kita,” pungkas Arie ketika ditemui tim Telkoid di kawasan SCBD, Jakarta belum lama ini.

Invasi dalam 5 tahun ke depan 

Saat ini, konsentrasi terbesar Arie dkk adalah merampungkan BULP hingga menjadi produk yang benar-benar jadi dan layak digunakan, baik itu di platform mobile ataupun desktop. BULP juga akan memperluas aksesnya ke berbagai jenis industri di Indonesia dalam setahun ke depan, dengan peningkatan analitik pada dashboard. Sementara dalam lima tahun mendatang, invasi ke luar negeri menjadi tujuannya. [AK/IF]