spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1761

Indosat- Ideabox Loloskan 5 Startups Terbaik ke Batch Tiga

0

Jakarta – Program Akselerasi bacth ketiga yang diselenggarakan Indosat – Ideabox akhirnya memilih 5 startups terbaik dari 25 peserta setelah melewati 48 jam bootcamp. Rangkaian ini sudah melewati seleksi ketat dari 300 aplikasi yang masuk. Baik dari Indonesia maupun luar negeri.  Para pemenang bootcamp akan berkesempatan mengikuti program akselerasi selama 4 bulan, yang akan dimulai bulan November nanti di Jakarta.

“Indosat berkomitmen untuk terus membangun ekosistem digital di Indonesia. Melalui Ideabox dan Dana Ventura Indosat-Softbank, kami ingin mendorong semangat para startups untuk meningkatkan inovasi dan kewirausahaan mereka. Harapan ke depan, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna aplikasi tetapi juga pembuat aplikasi yang digunakan secara mendunia,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat, menjelaskan.

Prashant Gokarn, Chief Digital Service Officer Indosat menambahkan, “Ideabox telah banyak menarik perhatian industri selama 2 tahun terakhir dan telah menjadi referensi industri. Mitra global kami yang baru akan membawa startup ideabox ke level selanjutnya dengan memberikan nilai tambah melalui bimbingan tatap muka dan juga akses ke spesial aplikasi dan layanan. Melalui akses langsung ke perusahaan global seperti Facebook. Microsoft Bizspark Plus, IBM Soft Layer dan Growth Hacking Asia akan membuka kunci bagi startup ideabox untuk berkesempatan mendapatkan global best practice di segala aspek, mulai strategi, pengembangan produk sampai ke manajemen merek dan marketing. Ideabox telah menjadi akselerator berkelas dunia.”

Program akselerasi Ideabox memberikan modal awal sampai dengan 50,000 USD dan 4 bulan program dengan fasilitas khusus, bimbingan secara penuh, kurikulum terstruktur dan dan akses ke salah satu jaringan terbesar advisors lokal maupun internasional  di Indonesia. Idebox fokus terhadap kualitas daripada kuantitas, oleh karena itu jumlah perusahaan terpilih mengikuti program ini akan dibatasi. Startups juga akan mendapatkan dukungan komersial yang kuat dari Indosat setelah lulus nanti untuk membantu mereka berkembang dengan cepat.

Berikut adalah lima startups yang berkesempatan masuk ke dalam Progam Akselarasi Indosat Ideabox:

  1. Sociabuzz (Sociabuzz.com), platform yang memfasilitasi para pemilik merek untuk mencapai target mereka melalui marketing influencer (akun social media).
  2. Lakuin (lakuin.com), platform yang memungkinkan UKM untuk memperluas penawaran produk melalui e-commerce online
  3. Ripple (ripple.co.id), sistem layanan online payment gateway yang terintegrasi di multi platform
  4. Dheket (dheket.com), direktori bisnis yang dilengkapi dengan data lokasi yang berada dekat dengan pengguna.
  5. Karental (karental.id), platform penyewaan mobil online dan manajemen armada.

“Program akselerasi ideabox telah menjadi bagian terpenting dari ekosistem teknologi startup. Melalui program ini, kita telah membangun startup yang lebih baik, lebih kuat dan berkualitas untuk pendanaan tingkat lanjut. Kami menggabungkan kurikulum dengan  bimbingan Mentor dan dukungan Komersial dari mitra-mitra kami untuk membantu Startups berkembang”, demikian disampaikan oleh Andy Zain, Managing Partner Mountain Kejora Ventures.

Untuk menarik startups pada batch ketiga, Ideabox telah melakukan roadshow di 8 kota di Indonesia – Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Malang, Surabaya and Bali, dan berhasil menarik ratusan peserta dari komunitas startup dan komunitas developer. Roadshow juga telah menarik perhatian global. Salah satu dari 25 peserta bootcamp adalah Startup Singapura yang berfokus pada pasar Indonesia.

Ideabox adalah salah satu akselerator startup terkemuka di Indonesia yang merupakan kerjasama Indosat dan Mountain Kejora Ventures dan didukung oleh Ooredoo Group. Beberapa penghargaan Internasional telah di dapat antara lain dari International Business Award (The Stevies), Global Telecoms Business Innovation Award, dan Asia Communications Award. (Icha)

Indigo Buka Pendaftaran Startup Batch II

0

Jakarta – Setelah sukses dengan program indigo Incubator dan indigo Accelerator pada awal 2015 lalu, indigo kembali membuka penerimaan startup pada batch II di tahun 2015 ini.

Berbeda dengan program sebelumnya, dimana penerimaan dan seleksi Program Indigo Incubator dan Program Accelerator dilakukan terpisah, mulai Batch II dan ke depan seleksi startup dilakukan secara bersama oleh Telkom Group yang terdiri dari Telkom Innovation & Design Center (IDeC), Divisi Digital Business (DDB), PT. Metra Digital Investama (MDI).

Sebagai informasi, Telkom memberi kesempatan bagi para startup untuk merealisasikan karya kreatif mereka melalui program indigo ini. Baik yang masih dalam bentuk ide, produk yang sudah memiliki pengguna, bisnis yang sudah mendatangkan pendapatan, serta bisnis yang membutuhkan akselerasi dan pendanaan lebih lanjut.

Khusus untuk Batch II 2015 panitia tidak lagi menerima karya inovasi yang masih dalam tahap Ide. Karya yang akan diterima hanya untuk kategori Innovative product dan Innovative Business.

Indigo Batch II diluncurkan pada 13 Oktober silam. Sementara untuk registrasi, para startup akan diberikan rentan waktu mulai dari tanggal 15-28 Oktober 2015.

Untuk seleksi on desk, akan diadakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 4 November 2015 dan untuk pitching final pada periode 7-12 November 2015.

Untuk kali ini, ada 4 kategori yang dihadirkan bagi para startup, diantaranya Mobile & Personal Ecosystem, Home Ecosystem, SME Ecosystem, Smart City, Goverment and Public Service.

Sementara itu, Startup yang terpilih akan mendapat dukungan program inkubasi selama 7 bulan sampai dengan 18 bulan tergantung tahapannya serta mendapatkan berbagai fasilitas seperti, workspace, funding, mentoring, dan akses pasar melalui channel pemasaran Telkom Group.

Pendanaan yang akan diberikan melalui program ini adalah mulai dari Rp 120 juta sampai dengan Rp 2 miliar untuk share saham mulai 6% hingga 25% per startup, ditambah dengan kesempatan untuk memperoleh fasilitas kerja yang nyaman dan dinamis di Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley.

Investasi IT Berimbas Pada Peningkatan Pendapatan

0

Jakarta – Global Technology Adoption Index (GTAI) 2015 merupakan kegiatan survei tahunan yang dilakukan oleh Dell. Tahun ini merupakan kedua kalinya Dell melakukan survei ini.

Dalam survei tersebut, diketahui bahwa organisasi yang secara aktif menggunakan teknologi cloud, mobilitas dan big data serta sistem keamanan menikmati peningkatan pendapatan sebanyak 53 persen lebih tinggi dibandingkan organisasi yang tidak atau belum melakukan investasi pada teknologi-teknologi tersebut. Namun demikan, meskipun terdapat hubungan kuat antara penggunaan teknologi dan peningkatan pendapatan, faktor biaya disebut menjadi hambatan utama upaya implementasi atau pengembangan keempat teknologi tersebut.

Sementara berbagai perusahaan di seluruh dunia telah mengakui keunggulan dari teknolgi keamanan dan menjadi semakin strategis dalam mengambil keputusan pada investasi mereka.

Rata-rata 54 persen anggaran keamanan sebuah perusahaan dihabiskan untuk menerapkan strategi keamanan, bukan reaktif terhadap ancaman keamanan saja. Faktanya adalah organisasi yang menempatkan faktor “security” sebagai tujuan bisnisnya, memiliki peluang lebih besar untuk mengatasi sebagian atau semua masalah keamanan.

Bukan hanya itu, perusahaan yang menerapkan sistem BYOD juga mengalami pertumbuhan sebanyak 53 persen lebih tinggi serta perusahaan mobile aplikasi memiliki pertumbuhan sebanyak 44 persen.

Survei GTAI ini juga menemukan sebuah fakta yang unik, survei tersebut menyebutkan faktor biaya dan investasi yang mahal menjadi hambatan bagi setiap perusahaan yang akan menggelar teknologi big data pada unit bisnis mereka.

GTAI 2015 mewawancarai para pengambil keputusan TI dan bisnis dari organisasi-organisasi kelas menengah di seluruh dunia untuk memahami perspektif, rencana dan bagaimana mereka memanfaatkan empat teknologi utama saat ini yaitu cloud, mobilitas, keamanan dan big data.

Pada keterangan pers yang diterima oleh tim Telko.id, (18/10), Paul J. Walsh selaku CIO dari Dell mengaku sangat antusias melihat semakin banyak organisasi yang menyadari arti penting dan strategis dari investasi teknologi. Ia juga meyakini bahwa hasil riset terbaru ini akan membantu perusahaan melihat korelasi antara pemanfaatan teknologi dan peningkatan pendapatan, serta peningkatan efisiensi dan pertumbuhan perusahaan. [AK/IF]

XL Tanggapi Positif Upaya Penertiban Kartu SIM

0

Jakarta – Rencana Pemerintah untuk menertibkan kartu SIM, dimana nantinya KTP menjadi sebuah kewajiban ketika seseorang akan membeli kartu SIM, ditanggapi positif oleh operator telekomunikasi. XL misalnya, mengaku tidak merasa ada yang buruk dengan peraturan yang akan resmi diterapkan pada Desember 2015 mendatang ini.

Dampakya untuk bisnis XL tidak akan negatif ya, karena sudah dari awal tahun kita ini transfer bisnis model. Jadi tidak lagi bertumpu pada jumlah sim card atau akuisisi yang banyak,” kata Dian Siswarini, Direktur Utama sekaligus CEO PT XL Axiata Tbk saat ditemui di Graha XL belum lama ini.

Hal senada disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Menurutnya, sekarang ini bukan lagi saatnya bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengejar jumlah pelanggan, tetapi lebih merujuk pada revenue atau pendapatan.

Lupakan soal jumlah pelanggan, yang perlu diperhatikan adalah revenue share dan EBITDA share. Karena pertumbuhan perusahaan itu ada di sana,” ungkapnya.

Tak heran, XL pun tetap percaya diri meskipun terang-terangan telah mengalami penurunan jumlah pelanggan.

Berdasarkan catatan laporan perusahaan, total pelanggan XL pada kuartal kedua lalu adalah sekitar 46 juta orang. Dian menambahkan, bahwa akan ada penurunan jumlah pelanggan di kuartal ketiga ini, namun ia belum bersedia menyebutkan berapa angkanya.

Tunggu saja laporannya. Jumlah pelanggan memang turun, tapi revenue dan EBITDA naik,” sambungnya.

Mengenai persiapan penerapan penertiban kartu SIM sendiri, XL mengaku sudah melakukan berbagai persiapan, baik itu dalam hal sistem IT dan perangkat lunaknya, ataupun dalam hal edukasi.

Seperti diketahui, penertiban jual beli kartu SIM yang akan resmi diterapkan pada 15 Desember mendatang ini nantinya tak hanya akan membawa manfaat bagi industri telekomunikasi saja, tetapi juga pelanggan.

Dari sisi pelanggan, aturan ini akan mengurangi tindakan penyalahgunaan nomor telepon, entah itu untuk berbuat kejahatan, menipu ataupun berbagai spam lainnya. Sementara bagi operator telekomunikasi, penertiban ini akan membuat mereka mudah mendapatkan pelanggan berkualitas serta bisa mendorong pendapatan.

Industri Game Indonesia Jadi Sasaran Hacker

0

Jakarta – Para hacker seakan tak henti-hentinya melakukan serangan cyber kepada perusahaan ataupun perorangan. Khusus untuk perusahaan, para hacker bukan hanya menyerang industri teknologi ataupun perbankan, sektor lainnyaa juga tak luput dari ancaman.

Terakhir, Industri game juga menjadi salah satu target dari para penjahat cyber ini. Karpersky Lab selaku penyedia solusi antivirus mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan pengamatan terhadap kelompok winnti dan menemukan ancaman aktif yang dinamakan HDRoot.

Sebagai Informasi, kelompok winnti merupakan kelompok hacker yang terkenal dengan aksi spionase cyber dengan target utama mereka adalah perusahaan software yang bergerak dibidang game.

HDRoot sendiri merupakan sebuah platform universal untuk memberi tampilan berkelanjutan dan terus-menerus dalam suatu sistem. Dimana aplikasi ini dapat digunakan untuk meluncurkan aplikasi lainnya.

Para peneliti GReAT mampu mengidentifikasi dua jenis backdoors yang diluncurkan dengan bantuan platform ini, atau bahkan mungkin lebih. Salah satu backdoor ini bahkan mampu melewati produk anti-virus terkenal di Korea Selatan seperti, V3 Lite milik AhnLab, V3 365 Clinic milik AhnLab dan ALYac milik ESTsoft. Oleh karena itu Winnti mempergunakan backdoor tersebut untuk meluncurkan produk malware pada perangkat yang menjadi sasaran mereka di Korea Selatan.

Menurut data Kaspersky Security Network, Korea Selatan merupakan target utama dari kelompok Winnti di Asia Timur dan Tenggara, dengan target lainnya di wilayah ini mencakup perusahaan di Jepang, Cina, Bangladesh dan tidak ketinggalan pasar industri game yang sedang bertumbuh yakni Indonesia.

Kaspersky Lab juga mendeteksi adanya infeksi HDRoot di sebuah perusahaan di Inggris dan Rusia, dimana kedua perusahaan tersebut memang sebelumnya telah ditargetkan oleh kelompok Winnti.

“Tujuan utama dari setiap kelompok APT adalah untuk tetap berada di bawah radar dan tidak dikenali. Itulah sebabnya kita jarang melihat kode enkripsi yang rumit, karena hal itu akan menarik perhatian para staf IT, sementara itu sistem administrator harus selalu mengetahui segala sesuatunya, dan jika tim yang ada kecil, maka kemungkinan aktivitas kriminal cyber untuk tetap tidak terdeteksi bahkan akan lebih tinggi,” ungkap Dmitry Tarakanov, Senior Security Researcher di tim GReAT Kaspersky Lab dalam keterangan tertulisnya, (16/10).

Bukan hanya itu, berdasarkan data yang sama dari Kaspersky Lab, kelompok winnti baru-baru ini juga mengintai beberapa perusahaan farmasi di dunia. [AK/IF]

Gandeng Milestone, WD Hadirkan Solusi Surveillance

0

Jakarta – Western Digital selaku penyedia solusi penyimpanan hard disk dan NAS berhasil bermitra dengan salah satu penyedia layanan keamanan dalam software manajemen video, yakni Milestone. Bentuk kerjasama ini ditandai dengan hadirnya software surveilllance, yang diberi nama Millestone Acrus pada sistem network attached storage (NAS) WD My Cloud pada lini Business Series.

 Selain pada lini Business series yang akan hadir pada awal bulan November ini, diharapkan pula ke depannya software untuk keamanan ini akan hadir juga pada sistem My Cloud lainnya seperti My Cloud Expert Series.

Milllestone Acrus  sendiri adalah platform surveillance video yang dirancang untuk dibenamkan ke dalam hardware seperti pada sistem NAS WD My Cloud yang kompatibel dengan software ini.

Mengenai penetrasinya, para pengguna OS WD My Cloud dapat mengubah sisteem NAS My Cloud Business mereka menjadi sistem perekaman video jaringan utuk kantor atau rumah. Pengguna hanya tinggal mengunduh software Millestone Acrus tadi ada My Cloud App Store.

Bukan hanya itu, pengguna juga akan mendapatkan dua lisensi kamera secara gratis, sementara lisensi pada kamera lainnya tersedia di distributor resmi WD.

Sebagai informasi, pengguna dapat menginstal software ini pada 16 kamera cctv. Namun sangat disayangkan, solusi ini hanya akan bekerja pada perusahaan atau rumah yang memiliki perangkat cctv. Pihak WD belum berani memastikan apakah solusi ini juga menyediakan perangkat cctv bagi para pengguna mereka.

Pihak Milestone sendiri mengaku bangga  dapat bermitra dengan WD utuk menawarkan solusi tersebut kepada para pelanggan WD. Mereka juga mengungapkan pegguna juga dengan mudah dapat melakukan setup serta dapat mengakses fitur ini melalui perangkat mobile.

Industri Surveillance di Indonesia sedang mengalami perkembangan, terlihat dari grafik yang terus tumbuh di setiap tahunnya,” tutur Tjhin Merry, Territory Sales Manager WD, Jumat (16/10).

Seperti diketahui, Milesstone sendiri merupakan perusahaan penyedia software manajemen video IP Platform. Solusi mereka yang mudah dikelola menjadikan perusahaan ini dapat di terima di 100 negara.

Baik Milestone maupun WD mengharapkan dengan kemitraan ini dapat memberikan solusi keamanan bagi para pengguna mereka serta solusi ini dapat diterima di industri surveillance Indonesia yang sedang bertumbuh ini. [AK/IF]

Apple Usul Indonesia ‘Tiru’ Brasil

0

Berdasarkan Permenkominfo mengenai Ketetapan Pemerintah bagi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), untuk smartphone berbasis Long Term Evolution atau LTE harus mencapai minimal 30%.

Ternyata, beberapa vendor smartphone sudah ada yang berminat. Salah satunya adalah Apple. Sebuah perusahaan perangkat telekomunikasi asal Amerika ini berminat untuk melakukan investasi di Indonesia. Pertemuan dengan pihak Indonesia pun sudah dilakukan, seperti yang diakui oleh Menkoinfo, Rudiantara.

“Apple mengusulkan agar sistem investasi yang dilakukan adalah seperti yang dilakukan oleh Brasil. Namun, seperti apa sistem nya, pihak Apple masih belum menyampaikan secara detail,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menjelaskan.

Dalam pertemuan itu juga, terungkap bahwa Apple berkeinginan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Pihak Indonesia sendiri, saat ini masih melakukan penggodokan tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang harus diikuti oleh para vendor device maupun perangkat yang berbasis LTE tersebut. Disebutkan dalam aturan bahwa dasar kewajiban kandungan lokal untuk semua smartphone yang 4G LTE (FDD) harus mempuyai kandungan lokal minimum 30% sedangkan TDD-nya akan ditetapkan pada tahun berikutnya, oleh karena economic costnya kill-nya berbeda. Sedangkan untuk network mencapai 40%. Dan aturan itu akan berlaku pada 1 Januari 2017.

“Pihak Kementerian Perindustrian saat ini sedang mempersiapkan aturan 30% tersebut. Seperti apa turunannya. Sehingga dapat menjadi acuan bagi yang berminat untuk masuk ke Indonesia,” sahut Rudiantara.

Nantinya, TKDN 30% itu akan dibagi menjadi dua, yakni Development dan Manufaktur. Untuk yang Development termasuk di dalamnya tentang Research & Development dan device. Sedangkan, Hardware dan software akan masuk dalam bagian Manufaktur. “Kemenperin yang akan merinci pembagiannya sehingga semuanya bisa minimal 30%,” ujar Rudiantara.

Masalah TKDN ini dilandasi bahwa setiap tahun ada 3.5 miliar dolar Indonesia itu dibelanjakan untuk membeli ponsel. Nilai itu merupakan deficit transaksi perdagangan yang setiap tahunnya berpotensi semakin besar. Untuk itu, Indonesia memberlakukan TKDN ini.

Sebagai informasi, selama ini, Indonesia import smartphone sekitar 70 juta unit di tahun 2012 dan 2014 turun menjadi 54 juta atau turun sekitar 23%. Diharapkan ke depan, angka ini turun terus.

Dari data yang ada, selama ini, memang selama ini kita import smartphone sekitar 70 juta unit pada Tahun 2012, dan Tahun 2014 dapat diturunkan turun menjadi 54 juta atau sekitar 23 %. Diharapkan dapat menurun terus. Disamping itu, sudah ada 16 merek ponsel perakitannya sudah dilakukan dalam negeri dan memenuhi telah TKDN sebesar 20 %.  (Icha)

Regulator Argentina Blokir Penjualan Telecom Italia

0

Telecom Italia, pada November 2013, sepakat untuk menjual sahamnya pada perusahaan telekomunikasi Argentina, perusahaan holding Sofora ke Fintech. Harga yang sudah disepakati adalah $960.000.000. Kala itu, dana hasil penjualan akan digunakan untuk pembayaran hutang miliki Telecom Italia.

Namun, dengan berjalannya waktu, ternyata Fintech dianggap oleh regulator tidak dalam posisi untuk mengoperasikan dan mengendalikan Telecom Argentina. Bahkan, Fintech dituding tidak memiliki pengalaman dan keahlian. Tentu, dengan adanya pemblokiran ini, pihak Fintech akan melakukan banding.

Pasar saham Argentina sendiri terlihat tidak terlalu pusing dengan pemblokiran ini. Lihat saja, saham Telecom Italia tetap naik 0,6 persen pada 0724 GMT sejalan dengan indeks saham blue-chip Italia.

Pada penjualan dulu, ada 17 saham Sofora yang dipindahkan ke Fintech. Tepatnya pada bulan Oktober 2014 sebesar $ 216.000.000. Sedangkan 51% sisanya akan dijual jika sudah ada lampu hijau dari regulator.

Berdasarkan kesepatan juga, Telecom Italia dan Fintech akan memilikinya hingga akhir April 2017 untuk menutup penjualan.

Jika tidak tercapai maka, Telecom memiliki waktu 6 bulan untuk membeli kembali saham 17% yang sempat terjual itu dan menjual kembali 51% sisanya ke pihak ketiga. Fintech menjamin bahwa Telecom dapat mengantongi setidaknya $630.000.000 atas kesepakatan ini.

Jika penjualan saham ke investor yang berbeda tidak selesai pada akhir Oktober 2019, maka Fintech harus membayar Telecom Italia sebesar $ 175.000.000. Dan, Telecom Italia masih memiliki waktu enam bulan untuk membeli kembali saham minoritasnya.

Ternyata, kesepakatan tersebut sulit diwujudkan. (Icha)

Indosat Kerjasama dengan Ideabox dan Facebook

0

Perusahaan startup memang membutuhkan berbagai dorongan, baik dari sisi financial maupun jaringan. Tujuannya tidak lain adalah untuk membangun industry kreatif di Indonesia sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Indosat adalah salah satu yang cukup agresif dalam mendukung para startup ini. Salah satu yang baru saja dilakukan adalah bekerjasama dengan Ideabox dan Facebook.

Dengan kerjasama ini, para startup Indoast Ideabox  akan memiliki kesempatan untuk mendaftar program FbStart Facebook yaitu program bimbingan dari Facebook dengan memanfaatkan fasilitas dan utilitas yang dimilikinya. Tujuan kerja sama ini adalah agar para startup Ideabox mampu mempelajari praktik terbaik yang dilakukan para startup global untuk meraih kesuksesan.

“Program startup akselerator Ideabox Indosat telah menjadi perintis dalam komunitas startup di Indonesia dan telah bertumbuh semakin kuat sejak didirikan pada tiga tahun lalu. Kerja sama dengan Facebook akan memungkinkan kami untuk mendukung pertumbuhan startup Indonesia ke tingkat berikutnya, dikombinasikan dengan basis program bimbingan Ideabox yang telah memenangkan banyak penghargaan. Kontribusi Facebook dalam program Ideabox ini akan membantu startup di Indonesia untuk menerapkan best practices di industri secara global, memungkinkan mereka untuk benar-benar meningkatkan kualitas produk mereka dan model bisnisnya, “demikian diungkapkan oleh Prashant Gokarn, Chief Digital Services Officer Indosat.

Melalui kemitraan ini, startup Ideabox Indosat yang lulus dan diterima dalam program FbStart Facebook akan mendapatkan bimbingan langsung dan manfaat lain senilai lebih dari USD 80.000 bagi setiap startup. Indosat juga berencana untuk membawa pemenang demo day hari ketiga Ideabox untuk mengunjungi kampus Facebook Menlo Park di Silicon Valley. Demo day sendiri adalah kegiatan demo setelah inkubasi Ideabox berakhir yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti seluruh peserta Ideabox. (Icha)

New TCash: Mobile Money Telkomsel Gunakan Teknologi NFC

0

Jakarta – Perlahan tapi pasti, alternative pembayaran melalui Mobile Money mulai banyak dipergunakan. Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi yang sudah memperkenalkannya melalui TCASH. Kini generasi baru dari TCASH pun sudah ada.

Dengan lisensi dari Bank Indonesia, TCASH kini hadir dengan teknologi Near Field Communication (NFC), yang dinamakan TCASH TAP. Hal ini akan memberikan kemudahan dan pengalaman unik kepada pelanggan dalam melakukan transaksi. Layanan ini dapat digunakan di semua jenis ponsel baik feature phone maupun smartphone.

Cukup dengan menempelkan sticker NFC ke ponsel, mengaktifkan layanan, dan pelanggan dapat melakukan ‘TAP’ di mesin NFC merchants. Transaksi TCASH pun sangat aman karena menggunakan PIN 6 digit PIN.

“New TCASH diluncurkan untuk menunjang gaya hidup digital pelanggan dan juga mendukung pemerintah Indonesia di dalam membangun Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) serta mempercepat inklusi keuangan. Pada waktunya kami juga berharap dapat mengembangkan TCASH, sebagai layanan keuangan yang lebih luas dari fasilitas pembayaran, melalaui kerjasama dengan bank, “ Ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

Untuk itu, Telkomsel bekerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk studi kelayakan penggunaan uang elektronik TCASH dalam distribusi bantuan dan subsidi pemerintah. Harapannya, alternative cara bayar baru ini dapat memberikan akses keuangan yang nyaman ke berbagai kalangan masyarakat. Bukan hanya diperkotaan, tetapi juga pedesaan. Termasuk masyakarat yang belum terlayani oleh lembaga keuangan resmi (unbanked).

Saat ini, TCASH sudah dapat dipergunakan pada beberapa merchant ternama, diantaranya Coffee Bean, Baskin Robbins, Wendy’s, McDonald’s, Bakmi GM, 7Eleven, Indomaret dan Cinema XXI. Pada saat ini di Jabodetabek TCASH TAP telah diterima di lebih dari 1,000 outlets merchant dan kedepannya akan dikembangkan ke kota-kota lain hingga dapat menjangkau secara nasional.

“Kami terus mengembangan produk yang memiliki fokus pada pengalaman pelanggan dan pengembangan fitur. Ke depannya TCASH akan dikembangkan untuk layanan lainnya seperti transportasi publik, taksi, parkir dan ke berbagai layanan finansial lainnya. Kami berharap, dengan variasi inovasi produk dan nilai yang ditawarkan, TCASH dapat menjadi standar nasional dalam pembayaran digital dan memberikan berbagai manfaat kepada pelanggan untuk bisa bertransaksi dengan mudah, cepat dan aman”, tutup Ririek.