spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1701

Atas Nama Penghematan, Sprint Corp Pangkas 2.500 Pekerja

0

Telko.id -Perlambatan ekonomi yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia tampaknya mulai menunjukkan dampak di sektor telekomunikasi. Operator seluler asal AS, Sprint, dalam hal ini adalah salah satunya.

Menurut laporan Reuters, Rabu (27/1), Sprint Corp baru-baru ini telah memangkas setidaknya 2.500 pekerjaan dan menutup enam pusat layanan pelanggannya, yang berlokasi di New Mexico, Tennessee, Texas, Virginia dan Colorado.

sprint

Pemutusan Hubungan Kerja di Sprint sebagian besar terjadi di layanan pelanggan (customer service), yakni sekitar 2.000 pekerjaan. Sisanya, sekitar 574 posisi berasal dari markas besar Sprint di Overland Park, Kansas. Pekerjaan-pekerjaan itu termasuk mereka yang berada di area jaringan, teknologi, marketing, IT dan pekerjaan lain yang cenderung berbayaran tinggi.

Sprint mengirimkan email ke karyawannya minggu lalu, untuk memberitahu mereka mengenai penutupan call center yang akan merumahkan sekitar 2.000 karyawan itu. Sementara email terpisah ditujukan untuk mereka yang berada di kantor pusat.

Senior vice president of customer care Sprint, Marci Carris, seperti dilansir dari Kansascity, mengatakan bahwa semua karyawan yang terkena PHK akan mendapatkan pesangon, plus tambahan uang sebesar USD 1.000.

Keputusan Sprint untuk merumahkan pekerja ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Dalam dua tahun terakhir, dengan alasan penghematan, Sprint juga telah merumahkan 1.700 pekerjanya pada musim gugur 2014 lalu.

ITU: Perlu Aturan Tentang ‘Privacy dan Security’ di Era Internet of Things

Telko.id – Era Internet of Things yang akan menghubungkan satu perangkat terhubung dengan perangkat lain dan melahirkan banyak kemudahan bagi manusia sangat ditunggu-tunggu. Pada era itu, berbagai industry akan saling terhubung dan begitu banyak data yang lalu lalang. Lalu bagaimana dengan keamanan data-data tersebut dan tentu saja interoperability antar perangkat? Hal ini menjadi perhatian International Telecommunication Union atau ITU.

ITU meliris laporan “Harnessing the Internet of Things for Global Development,” yang merupakan hasil kerjasama dengan Cysco Sytem. Pada laporan tersebut terlihat bahwa dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IOT) untuk memecahkan berbagai masalah yang mendesak di Negara berkembang. Seperti masalah pertanian, pengelolaan ternak, deteksi dan pencegahan bencana alam dan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih efisien sehingga mampu meningkatkan pelayanan.

Menurut laporan itu, ada sejumlah definisi dari IOT. ITU Mendefinisikan sebagai “infrastruktur global untuk informasi masyarakat yang memungkinkan dilayani secara canggih dengan menggunakan interkoneksi, baik secara physical maupun virtual. Dan berdasarkan interoperability teknologi informasi dan komunikasi yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan.

IOT dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti monitoring pemberian vaksin dan penyimpanan secara real time dengan menggunakan thermometer, kamera maupun sensor yang terhubung dengan smartphone dan tablet yang dimiliki oleh petugas. Dengan demikian petugas pun mampu melakukan diagnosis jarak jauh dan menentukan tindakan yang akan dilakukan.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa IOT ini dapat digunakan untuk mencerminkan kondisi masyarakat di suatu daerah dengan menggunakan social media. Hal ini akan mempercepat penanganan ketika ada wabah atau potensi kekerasan yang mungkin akan timbul.

Di sisi lain, dengan infrastruktur yang sama di mana setiap orang membuat, menyimpan dan berbagai informasi terdapat celah yang membahayakan untuk privasi dan keamanan masyarakat. Apalagi, kita bicara tentang data dalam jumlah besar dan banyak.

Untuk itu, dalam pengembangan IoT ini diperlukan peraturan, termasuk perijinan, standard, keamanan dan privasi. Menurut laporan tersebut, strategi untuk melindungi privasi adalah wajib memperhitungkan berbagai risiko dari berbagai sumber yang berbeda serta beradaptasi dengan peraturan daerah. (Icha)

Akuisisi Altair, Sony Berambisi Kembangkan LTE dan IoT

0

Telko.id – Januari sepertinya menjadi bulan yang sibuk bagi raksasa elektronik Jepang, Sony. Setelah membentuk Sony Interactive Entertainment (SIE) dari semua unit kontribusi untuk Playstation, hardware, software, dan jaringan, perusahaan asal Jepang itu kini membuat langkah besar untuk meningkatkan kemampuan LTE. Sony berambisi menaklukkan pasar IoT dengan mengakuisisi pembuat chip asal Israel, Altair Semiconductor.

Menurut laporan Telecom, Rabu (27/1), Sony akan membayar USD 212 juta untuk kesepakatan yang diharapkan selesai dalam beberapa minggu ini.

Altair mengkhususkan diri dalam modem LTE dan baru-baru ini berkolaborasi dengan Ericsson dan AT&T untuk mengembangkan ‘mode hemat daya’ khusus untuk LTE, yang dirancang khusus dengan Internet of Things. Sebuah fitur penting yang tertanam dalam modul IoT LTE akan memiliki konsumsi daya yang rendah, dengan daya tahan baterai mencapai tahunan atau bahkan puluhan tahun.

“Dengan akuisisi Altair, Sony bertujuan untuk tidak hanya mengembangkan bisnis Altair yang ada, tetapi juga untuk bergerak maju dengan penelitian dan pengembangan teknologi penginderaan baru,” kata Sony dalam sebuah pengumuman baru-baru ini.

Dengan menggabungkan teknologi penginderaan Sony – seperti GNSS (Global Navigation Satellite System) dan sensor gambar – dengan teknologi chip Altair yang memiliki kinerja tinggi, hemat daya dan berharga kompetitif, serta dengan lebih lanjut mengembangkan keduanya, Sony akan berusaha untuk mengembangkan perangkat penginderaan yang terhubung seluler.

Sebelumnya, Sony juga telah membeli anak usaha Toshiba yang bermain di sensor gambar, yang merupakan bagian dari rencana strategis yang sama, yakni menjadi produsen utama chip dan sensor IoT.

Perkuat Pijakan di Sektor IoT, SK Telecom Gandeng Cisco

0

Telko.id – Banyak cara dilakukan SK Telecom untuk membangun pijakan yang kuat di sektor Internet of Things. Salah satunya adalah dengan menggandeng beberapa partner global. Jika sebelumnya nama Qualcomm dan Ericsson telah lebih dulu hadir, kini giliran perusahaan telekomunikasi yang berbasis di San Fransisco, Cisco, yang menjadi partner mereka.

Menurut laporan Korea Herald, baik SK Telecom maupun Cisco akan bersama-sama mengembangkan produk baru Internet of Things (IoT), dan telah sepakat untuk menggabungkan kemampuan platform ThingPlug IoT milik SK Telecom dengan solusi Fog Computing milik Cisco.

ThingPlug didasarkan pada standar OneM2M terbuka, yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan ekosistem IoT dengan memungkinkan siapa saja mengembangkan layanan ini, sementara Fog Computing Cisco meliputi node jaringan yang disebar lebih dekat ke perangkat IoT. Node menganalisis data yang masuk dari perangkat ini sebelum akhirnya mengirim ke awan. Hal ini disebut-sebut akan meminimalisasi latency dan mengurangi lalu lintas jaringan.

SK Telecom dan Cisco berencana untuk bersama-sama mengembangkan aplikasi mobile baru dan sensor yang kompatibel dengan kedua solusi tersebut.

Kemitraan SK Telecom dengan Cisco ini datang tak lama setelah perusahaan berhasil menunjukkan interworking antara dua standar IoT yang berbeda, yakni oneM2M dan Open Internet Consortium (OIC).

Standar oneM2M dirancang untuk mendukung komunikasi antara perangkat yang jaraknya berjauhan, sementara OIC ditujukan untuk menghubungkan perangkat yang dekat satu sama lain.

‘Tes Drive’ 4G Smartfren di Lenovo A6010

0

Telko.id – Operator 4G TDD, Smartfren baru-baru ini bekerjasama dengan brand smartphone asal China, Lenovo melakukan program bundling Lenovo A6010 dengan paket perdana Smartfen 4G LTE Advanced.

Lewat bundling ini, pengguna Lenovo A6010 tidak hanya akan diuntungkan dengan data 2GB yang dapat digunakan hingga lima hari setelah aktivasi. Mereka juga akan mendapatkan top up bonus sebesar 500 MB data untuk setiap isi ulang min Rp 20 ribu (max 12 kali isi ulang dalam jangka waktu 12 bulan).

Tim Telko.id mendapatkan kesempatan untuk menguji jaringan 4G LTE Smartfren dengan smartphone Lenovo A6010. Dengan berbekal benchmark speedtest dan nperf, kami mencoba melakukan pengujian di tiga lokasi di Jakarta.

Ketiga lokasi tersebut adalah jalan Sabang, kawasan Thamrin dan kawasan sentral bisnis SCBD. Adapun alasan pemilihan tempat ini dikarenakan lokasi tersebut menjadi lokasi sibuk di Jakarta. Selain itu, beberapa pusat perbelanjaan mewah juga terdapat di tiga lokasi ini. Berikut hasil pengujian jaringan 4G LTE Smartfren di tiga lokasi tersebut menggunakan benchmark speedtest dan nperf.

coverage
Berdasarkan hasil nperf tersebut, kawasan Jabodetabek sudah tercover penuh oleh jaringan 4G dari Smartfren, bahkan di beberapa titik di Jabodetabek. Nperf juga mencatat di kawasan Bekasi terdapat beberapa titik yang belum tercover jaringan 4G mereka.

Kawasan Sabang

Lokasi ini sejatinya merupakan “markas besar” dari operator 4G TDD ini. Dari pengujian menggunakan speedtest kami mendapatkan hasil kecepatan maksimal untuk download mencapai 25.82 Mbps. Sementara untuk kecepatan upload, operator TDD ini hanya mampu memberikan kecepatan maksimal sebesar 5.43 Mbps.
speedtest1Sementara menggunakan benchmark nperf, Smartfren 4G menyediakan kecepatan download sebesar 31.76 Mbps dan kecepatan upload 4.12 Mbps.

Kawasan Thamrin

Aplikasi Speedtest mencatat kecepatan maksimum di wilayah Thamrin untuk download adalah 27.34 Mbps dan untuk kecepatan upload berada pada angka 7.77 Mbps.spedtest2
Sementara untuk nperf, aplikasi ini mencatat kcepatan maksimal download mencapai 31.76 Mbps dan untuk kecepatan upload mencapai 7.76 Mbps.

Kawasan SCBD

Kawasan ini menjadi wilayah terakhir pengujian. Pada kawasan ini, kecepatan internet 4G Smarfren tidak bisa dibilang mengesankan. Bahkan, bisa dikatakan anjlok. Hal ini tergambar dari hasil dua benchmark yang  kami gunakan.
nperf
Pada aplikasi nperf saja, Kecepatan maksimum untuk download hanya berada pada angka 0.78 Mbps, sementara untuk upload mencapai kecepatan 3.16 Mbps. Sementara untuk Speedtest, angka yang dihasilkan pada benchmark mencapai 3.57 Mbps untuk kecepatan download dan 2.34 Mbps untuk kecepatan upload.
speedtest 3
Dari hasil tersebut, kami berasumsi bahwa kecepatan upload data pada jaringan 4G Smartfren masih tergolong lemah, namun kecepatan download tergolong cepat dengan rata-rata 17.99 Mbps.

Inilah “Senjata” 4G terbaru Lenovo

0

Telko.id – Lenovo kembali menghadirkan “Senjata” 4G terbaru mereka dari seri P. Seperti diketahui, seri P merupakan rangkaian produk smartphone lenovo dengan kapasitas baterai ukuran besar.

Smartphone yang bernama Lenovo Vibe P1 turbo ini mengusung kapasitas baterai sebesar 5000 mAh yang akan mengakomodir kebutuhan pengguna untuk aktifitas sehari-hari. Smartphone kelas premium ini juga dibenamkan fitur fingerprint yang tentunya untuk memberikan rasa aman serta kemudahan pada saat mengaktifkan smartphone dalam keadaan sleep mode.

Berbicara mengenai konektivitas,Anvid Erdian, 4P Manager Lenovo Indonesia mengungkapkan Lenovo vibe P1 turbo sejatinya mendukung frekuensi FDD dan TDD namun untuk di Indonesia hanya tipe frekuensi FDD saja yang dihadikan oleh vendor smartphone asal China ini.

“Secara Spesifikasi memang tersedia band 40, namun di Indonesia yang hadir hanyalah band FDD dan kita memang menginginkan kerjasama dengan semua operator di Indonesia,”

Lenovo vibe P1 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 615. Namun sangat disayangkan, chipset ini masih mengusung 4G kategori 4. Pihak Qualcomm menegaskan bahwa LTE modem dalam prosesor mereka memiliki kulaitas yang baik dan menentukan kualitas koneksi yang dihasilkan dari internet provider seluler.

Dalam peluncuran ini, Lenovo juga menggandeng Indosat Ooredoo sebagai perwakilan dari operator 4G. kerjasama ini akan menjadikan para konsumen mendapatkan starter pack Indosat 4G dengan free 6GB selama 3 bulan.

Mengenai TKDN, Adrie R. Suhadi, Country Head Smartphone Division Lenovo Indonesia mengungkapkan bahwa produk yang hadir di Indonesia saat ini melalui proses impor dikarenakan mendapatkan sertifikat postel sebelum peraturan TKDN diberlakukan.

“Saat ini sih msih import, karena kami mendapatkan sertifikat postel untuk perangkat ini sebelum peraturan TKDN yang berlaku,” jelas Adrie.

Sebagai informasi, sampai dengan saat ini jumlah TKDN Lenovo masih berada pada kisaran 20%. Namun, mereka masih akan menambah 10% lagi untuk memenuhi permintaan dari Pemerintah. Untuk memenuhi angka tersebut, sejatinya ada dua opsi yakni memperbanyak produksi hardware atau menambah software.

620 Juta Orang Akses Internet Secara Mobile di China

0

Telko.id – Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, China tak bisa dipungkiri lagi menjadi destinasi utama para produsen smartphone. Tak hanya untuk menjadikan negara itu sebagai tempat produksi, tetapi juga pasar untuk menjajakan perangkatnya. Akibatnya, China tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak di dunia.

Di akhir 2015 saja, sekitar 620 juta orang China, atau hampir setengah dari total populasi negara tersebut, telah menggunakan ponsel untuk mengakses internet.

Jumlah orang China yang berselancar di Internet melalui ponsel meningkat sebesar 63.03 juta pada tahun 2015, mewakili 90,1 persen dari total 688 juta pengguna internet di negara itu. Demikian diwartakan Xinhua, mengutip laporan yang dirilis oleh China Internet Network Information Centre (CNNIC) belum lama ini.

Menurut laporan tersebut, ponsel menjadi penggerak utama pertumbuhan populasi pengguna internet China, menambahkan sekitar 127 juta akses Internet China hanya dengan ponsel.

Ekspansi cakupan internet telah membantu meningkatkan pelayanan publik, standar hidup, dan e-commerce.

Masih menurut laporan itu, jumlah orang yang menggunakan layanan pembayaran mobile, konsultasi dokter online atau belajar melalui internet masing-masing mencapai 358 juta, 152 juta dan 110 juta pada tahun 2015.

Selain itu, sekitar 96.6 juta orang China, atau satu dari 14, memesan taksi secara online pada 2015, dengan sebagian besar menggunakan ponsel untuk melakukannya.

Di sektor e-commerce, China juga menunjukkan prestasi yang tak kalah mengesankan, dengan memiliki 413 juta pembeli online. Tahun lalu, lebih dari 50 juta orang mencoba belanja online untuk pertama kalinya.

Capai 3 Juta Sambungan, FTTH Dongkrak Pasar Broadband Spanyol

0

Telko.id – Menurut statistik baru dari regulator, serat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar broadband di Spanyol. Saat ini, penyerapan serat (FTTH) di negara tersebut diperkirakan telah mencapai 3 juta koneksi.

Berdasarkan angka baru yang diterbitkan oleh Comision Nacional de Mercados y Competencia (CNMC) pada hari Senin, ada 2,9 juta sambungan FTTH di Spanyol pada akhir November, berkat penambahan 178.491 sambungan selama 30 hari sebelumnya.

Dengan asumsi negara mengalami tingkat pertumbuhan bulanan yang sama setelah itu, jumlah sambungan FTTH mungkin telah merayap di atas 3 juta pada akhir tahun lalu.

FTTH atau kependekan dari Fiber to the Home sendiri merupakan suatu format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (provider) ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai medium penghantaran. Perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari kemajuan perkembangan teknologi serat optik yang dapat mengantikan penggunaan kabel konvensional. Dan juga didorong oleh keinginan untuk mendapatkan layanan yang dikenal dengan istilah Triple Play Services yaitu layanan akan akses internet yang cepat, suara (jaringan telepon, PSTN) dan video (TV Kabel) dalam satu infrastruktur pada unit pelanggan.

Penghantaran dengan menggunakan teknologi FTTH ini disinyalir dapat menghemat biaya dan mampu mengurangkan biaya operasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Saat ini, Movistar milik Telefonica menjadi pemimpin di pasar FTTH di Spanyol, yang disebut regulator menguasai sekitar tiga perempat dari semua koneksi. Namun, operator incumbent ini kehilangan 1,4 poin persentase pangsa dibandingkan dengan tanggal yang sama tahun lalu, sementara para pesaingnya ada yang menunjukkan pertumbuhan pangsa pasar, ada juga yang tetap datar.

Pasar fixed broadband keseluruhan Spanyol terdiri dari 13.13 juta sambungan pada akhir November, pertumbuhan di sektor FTTH mengimbangi kerugian sambungan DSL yang hanya lebih dari 139.000. Negara ini memiliki tingkat penetrasi broadband tetap 28,3 sambungan per 100 penduduk.

Sementara itu, jumlah koneksi fixed-line tumbuh 32.131 selama bulan itu untuk mencapai 18,80 juta dan tingkat penetrasi 40,5%.

Vietnam Targetkan 40% Wilayah Terjangkau Broadband pada 2020

0

Telko.id – Pemerintah Vietnam menargetkan cakupan broadband tetap sebanyak 40 persen pada tahun 2020. Target ini ditetapkan menyusul telah disetujuinya program broadband nasional oleh Perdana Menteri Nguyễn Tấn Dũng.

Menurut laporan Vietnam News, Perdana Menteri Nguyen Tan Dung ingin 60% dari orang-orang dengan cakupan broadband menerima kecepatan downlink minimal 25 Mbps. Berdasarkan program tersebut, semua jalur akses internet publik juga akan diminta untuk menggunakan koneksi broadband tetap, dengan setidaknya setengah terhubung ke layanan 50 Mbps.

Bicara tentang mobile, Vietnam telah menetapkan target untuk menyediakan kecepatan downlink minimal 4 Mbps di daerah perkotaan dan 2 Mbps di daerah pedesaan. Demikian dilaporkan Total Telecom, Selasa (26/1).

Program ini juga bertujuan untuk merangsang investasi di bidang infrastruktur, serta konten digital dan IT dalam upaya untuk memfasilitasi pengembangan e-government, e-commerce, layanan pemulihan bencana, dan banyak lainnya.

Selain rencana broadband, Vietnam ingin mempromosikan persaingan yang sehat dengan memastikan tidak ada diskriminasi antara perusahaan milik negara dan swasta.

Dalam urusan internet, Vietnam sendiri memang bisa dikatakan agak terlambat. Namun tak bisa dipungkiri memiliki pertumbuhan yang cukup kuat. Pada tahun 2015 saja, diperkirakan ada 31 juta pengguna internet di negara ini dari total sekitar 92 juta orang. 6 juta diantaranya adalah pelanggan broadband tetap, atau sekitar 5 kali dari pelanggan mobile broadband. Sementara untuk penetrasi broadband rumah tangga, diperkirakan mencapai 29%.

Arab Wajibkan Pengguna Selular Rekam Sidik Jari Untuk Dapat Simcard

Telko.id – Communications and Information Technology Commission (CITC) Arab memberlakukan para pelanggan telekomunikasi untuk mendaftarkan sidik jarinya. Peraturan tersebut berlaku juga bagi pengunjung, warga teluk, haji dan umrah, seperti yang dikutip dari arabnews.com.

Sebenarnya, keputusan tersebut sudah diumumkan tahun lalu, tetapi implementasi ditunda karena beberapa operator layanan seluler di kawasan tersebut masih memerlukan waktu untuk mendapatkan perangkat pendaftaran sidik jari. Beberapa peralatan dicoba tetapi masih belum bekerja optimal jadi memerlukan waktu. Baru sekarang bisa diaplikasikan.

Pada tahap pertama dari keputusan baru akan mencakup pelanggan baru. Di mana para pelanggan baru akan didaftarkan sidik jarinya untuk mendapatkan Simcard baru. Alat deteksi sidik jari tersebut akan terhubung dengan Pusat Informasi Nasional untuk Memastikan identitas pemilik sim akurat. Di sisi lain, pemerintah Arab juga memastikan bahwa informasi pemegang SImcard akan dilindungi dan akan digunakan untuk mencegah kepemilikan ponsel dengan identitas palsu.

Sebelumnya, pihak The CITC sudah memberlakukan persyaratan yang ketat untuk Mendapatkan pra-bayar kartu SIM, termasuk kontrak tertulis yang membutuhkan nama lengkap pemohon, nomor identitas nasional, kebangsaan, nomor telepon, rincian tentang layanan yang diminta, tanggal dan tanda tangan.

Menurut Abdur Rahman al-Mazi, seorang ahli komunikasi dan teknologi informasi menyatakan bahwa perusahaan telekomunikasi berpotensi kehilangan 18 juta pelanggan karena adanya peraturan baru ini. Dan tentu saja akan mengurangi pendapatannya.

Dikawasan Arab ini terdapat 53 juta pelanggan yang populasinya hanya 30 juta. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang memiliki dua Simcard atau lebih dan tidak dapat teridentifikasi data nya. Itulah sebabnya, peraturan ini diberlakukan. (Icha)