spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1700

Gandeng Developer Lokal, Polytron Luncurkan Keluarga ZAP 6

0

Telko.id – Polytron menggandeng partner lokal untuk mendukung peraturan TKDN pada smartphone mereka. Dengan menggandeng perusahaan developer Fira OS, Polytron akan membenamkan User Interface dari Fira di keluarga smartphone ZAP 6 mereka.

Fira OS sendiri merupakan lokal konten yang baru berumur 1 tahun. Sekedar informasi, Fira OS juga dibangun dan dukembangkan oleh Polytron yang tentunya menjadi salah satu cara dari Polytron untuk menambah kadar kandungan lokal. Fira sendiri memiliki beberapa fitur menarik yang berbeda dibandingkan dengan ussr Interface pada umumnya.

Beberapa fitur unik dari FiraOS yakni, Fira UI dengan Smart Directory, Call Dialing yang mempermudah pengguna dalam mengangkat telepon ketika sedang bermain games atau menjalankan aplikasi lain. Kemudian hadir juga fitur Fira Store, yang akan mempermudah pengguna dalam melakukan pembayaran seperti voucher pulsa, voucher games dan token listrik secara online dengan menggunakan credit card.FiraOS juga menyediakan Fira Pay, Fira Id dan yang sedang dikembangkan adalah Fira TV.

Berbicara mengenai Produk yang diluncurkan pada hari ini (28/1), Polytron menghadirkan 5 varian produk dari generasi ZAP 6 seperti Posh Note 4G551, Posh 4G501, Note 4G550, Cleo 4G500 serta Power 4G502.

Polytron juga membenamkan fitur fingerprint pada smartphone andalan mereka yakni ZAP 6 Power dengan kapasitas baterai jumbo yang mencapai 5800 mAh.

Disinggung mengenai networking, Kelima varian ZAP6 ini sejatinya mendukung semua band FDD di Indonesia. Namun, smartphone yang digadang-gadang sebagai affordable 4G ini belum mendukung 4G cat 6 yang menjadi syarat utama dari pengoptimalisasian carrier aggregation (CA). Mengenai hal ini, Eben Haezar selaku asistant Product Manager Polytron mengungkapkan bahwasanya mereka masih menunggu jaringan LTE Advanced dari para operator 4G di Indonesia.

Bukan hanya itu, keluarga ZAP6 ini masih belum mendukung teknologi VoLte yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Namun, Eben menyebut, “Untuk VoLte hanya tinggal kita update saja Firmware dari smartphone nya saja dan kedepannya kami akan fokus dulu terhadap VoLte,” ucapnya.

Berbicara mengenai TKDN, Pihak Polytron mengklaim jika mereka sudsh memenuhi sekitar 35% kandungan lokal sejak meluncurkan varian ZAP5 yang lalu. Hal tersebut terlihat dari pernyataan Marketing Director Polytron, Tekno Wibowo yang menyebut, “Polytron sudah memiliki basic manufacturing dengan lima lini pabrik di Kudus, untuk ZAP 5 saja, kami telah memiliki 35% kandungan lokal dan pada peluncuran ZAP6 juga kami hadirkan FiraOS sebagai lokal konten,”ucapnya.

Dari kelima smartphone keluarga ZAP 6 tersebut, terdapat dua produk bundling dengan operator Indosat berupa paket perdana dengan total kuota internet sebesar 16GB untuk pembelian ZAP 6 Pose dan Pose Note secara preorder di Blibli.com.

UC Browser Akhiri 2015 dengan Raih 50% Pangsa Pasar di Indonesia

0

Telko.id – 2015 sepertinya menjadi tahunnya UC Browser di Indonesia. Hal itu ditandai dengan keberhasilan penyedia perangkat lunak dan layanan Internet mobile ini dalam mencapai pangsa pasar sebesar 55,27% pageviews per bulan.

Prestasi ini diraih sekitar setengah tahun setelah UC Browser mengamankan tempat pertama di industri lokal, dimana satu dari setiap dua halaman seluler yang dilihat di Indonesia diproses oleh UC Browser, dan UC Browser telah menjadi jalur penting dalam lalu lintas mobile di negara ini.

Melihat kembali pasar mobile browser di Indonesia pada tahun 2015, StatCounter menunjukkan bahwa hanya UC Browser yang terus memiliki rata-rata pertumbuhan hingga 3 persen per bulan sepanjang tahun. UC Browser menutup tahun 2015 dengan menggandakan pangsa pasar dibandingkan dengan pangsa pada awal 2015, yaitu saat mereka meraih kemenangan.

“Kami akan mempertahankan pertumbuhan kami dengan memperbesar jaringan mitra lokal selain tetap terus menjaga berbagai inovasi produk kami. Semua pembelajaran yang berasal dari kemitraan dengan e-tailers, penyedia konten, dll, tahun lalu telah membuat kami tetap teguh dalam meningkatkan komitmen kami untuk masyarakat setempat,” ungkap Kenny Ye, Director of UCWeb International Business dalam keterangan resminya, Kamis (28/1).

Popularitas UC Browser dapat dikaitkan dengan citra merek dan fitur-fitur unik yang disukai oleh pengguna Indonesia, seperti kecepatan membuka halaman dan mengunduh video serta konten in-app sepakbola widget – Sepakbola UC.

Komitmen UC Browser untuk pasar Indonesia tercermin dalam langkah besar tahun lalu, termasuk merilis versi 10.7 untuk Android, penunjukkan Indonesia sebagai kantor pusat regional, menunjuk Raffi Ahmad sebagai brand ambassador dan menjadi No.5 di daftar iklan YouTube terpopuler di 2015.

Baru-baru ini, UC Browser versi 10.8 untuk Android juga diluncurkan untuk menawarkan pengalaman browsing yang lebih cepat dan stabil bagi pengguna, juga memberikan kontrol untuk pengalaman browsing yang mulus dalam waktu yang bersamaan. Hal ini bertujuan untuk membina hubungan yang lebih erat dan dinamis dengan komunitas pengguna.

Upgdare ke DOCSIS 3.1, Operator Denmark Pilih Huawei Sebagai Partner

0

Telko.id – Operator asal Denmark, TDC, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk meluncurkan kabel broadband 1-Gbps dengan menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Eropa yang meng-upgrade jaringannya ke DOCSIS 3.1 (D3.1).

Penyebaran akan dimulai pada kuartal terakhir tahun ini dan dijadwalkan akan selesai pada akhir 2017, di mana titik jaringan upgrade akan melewati 1,5 juta tempat.

“Kami ingin infrastruktur di Denmark menjadi yang terbaik di dunia,” kata Pernille Erenbjerg, CEO TDC, pada konferensi pers di London belum lama ini, menambahkan bahwa upgrade ke D3.1 adalah “salah satu tujuan strategis utama perusahaan.”

Saat ini, jaringan kabel TDC menggunakan DOCSIS 3.0, yang mendukung kecepatan downlink puncak 300 Mbps.

“Ini jelas merupakan upgrade jaringan keseluruhan pertama (ke D3.1) di Eropa,” tambah kepala kantor teknologi TDC, Carsten Bryder.

TDC telah menghabiskan waktu satu tahun untuk merencanakan upgrade ini, dengan mengamati sejumlah perusahaan seperti Cisco dan lainnya, yang memiliki keahlian di bidang ini. Meskipun, pada akhirnya Huawei yang terpilih untuk memasok peralatan yang diperlukan untuk menggelar D3.1 TDC ini.

Berdasarkan kesepakatan itu, vendor China tersebut juga akan menyediakan jasa rekayasa terkait untuk mendukung penyebaran.

“Huawei memiliki ambisi yang sama untuk menjadi penggerak pertama dalam hal ini,” kata Bryder.

Menurut Daniel Tang, CTO Huawei untuk bisnis jaringan tetap, DOCSIS 3.1 memungkinkan perusahaan untuk menggunakan infrastruktur yang ada, yang membantu dalam menghemat biaya.

Bryder sendiri mengakui bahwa meluncurkan sebuah jaringan fibre-to-the-home (FTTH) baru memang akan menelan biaya delapan kali lebih mahal daripada upgrade ke D3.1.

Chief Operating Officer TDC, Peter Schleidt, mengatakan bahwa setelah upgrade D3.1, perusahaan akan mengenakan biaya premium kepada pelanggan untuk kabel broadband 1-Gbps, namun ia menolak untuk mengungkapkan secara persis berapa biaya yang akan dikenakan itu.

Sebagai permulaan, TDC tidak akan tergesa-gesa untuk memperluas jangkauan laayanannya ini, dan ‘memaksa’ pelanggan untuk mendaftar. Namun, ia mengharapkan pelanggan akan tergoda untuk berlangganan ketika mengetahui bahwa mereka memiliki pilihan untuk meng-upgrade kecepatan di kemudian hari.

NTT DoCoMo Hasilkan 5G Berkecepatan 2Gbps

0

Telko.id – Raksasa operator asal Jepang, NTT DoCoMo telah bekerja sama dengan sejumlah vendor besar untuk melakukan uji coba 5G di ‘lingkungan yang sebenarnya” di Tokyo, hasil ujicoba tersebut berhasil mencapai kecepatan transmisi data lebih dari 2Gbps.

Dilansir dari Telecom Asia, Operator bekerja dengan Huawei, Nokia Networks, Samsung, Ericsson dan Fujitsu di sebuah lokasi yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi di Tokyo.

Sekedar informasi, uji coba ini menggunakan milimeter-gelombang yang memiliki frekuensi sinyal yang sangat tinggi yakni 70 GHz untuk transmisi data.

DoCoMo mengatakan ini adalah pertama kalinya transmisi data 5G telah dicapai dalam kompleksitas komersial karena masalah sebelumnya tak terpecahkan yang melibatkan BTS berada di luar jangkauan serta refleksi sinyal yang disebarkan.

Operator dan mitranya mengatasi masalah ini dengan menggunakan dua teknologi baru yaitu beamforming, yang berfokus pada gelombang radio dalam arah tertentu, dan beam tracking untuk mengendalikan arah berdasarkan lokasi perangkat mobile.

DoCoMo bekerjasama dengan Samsung pada bulan November lalu untuk melakukan uji coba 5G secara terpisah  di Suwon, salah satu kota di Korea Selatan. Ujicoba ini menggunakan frekuensi 28 GHz untuk mengirimkan data pada kecepatan lebih dari 2.5Gbps dalam kendaraan yang bergerak dengan kecepatan 60km / jam.

Operator juga baru-baru berkolaborasi dengan Ericsson, Fujitsu dan Huawei pada uji coba teknologi yang diharapkan menjadi komponen standar 5G, termasuk menggunakan teknologi multi-user multiple-input multiple-output (MU- MIMO).

Oracle Bawa Solusi di Indonesia

0

Telko.id – Bersamaan dengan perkenalan Country Managing Director untuk Indonesia yang baru, Oracle juga memperkenalkan strategi solusi cloud computing untuk segala industri di Indonesia. berkaca dari komentar Country Managing Director mereka, Erwin Sukiato yang menyebut,  “Ke depannya, perusahaan-perusahaan akan beralih menggunakan cloud, untuk keperluan menyimpan data secara aman. Kita bisa mengakses kapan dan di mana saja, selama masih tetap terhubung dengan internet,” ucapnya.

Berdasarkan hasil riset yang dimiliki Oracle, 80 persen aplikasi produksi pada cloud, tetapi baru sekitar 25 persen yang terpenuhi. Sebanyak 100 persen pengembangan perangkat lunak/usaha pengujian akan dilakukan dalam cloud. Dan, semua data perusahaan akan disimpan secara virtual melalui komputasi awan.

Saat ini, Oracle mengklaim sebagai satu-satunya penyedia solusi bagi korporasi, selain yang dilakukan oleh Microsoft. Oracle menawarkan tiga area layanan komputasi awan, yakni software as a service (SaaS), platform as a service (PaaS), dan infrastructure as a service (IaaS).

Guna membantu pelanggannya dalam menerapkan cloud, Oracle pun menghadirkan enam rumus desain yang terdiri atas rendah biaya, reliabilitas, kinerja, desain berbasis standar, kompatibilitas lengkap, dan keamanan yang selalu ada.

Oracle juga memiliki solusi yang menjadi keunggulan mereka berbasis cloud. Solusi tersebut adalah Oracle Ennterprise Resource Planning (ERP) Cloud. Solusi ini merupakan solusi cloud paling komprehensif untuk perusahaan global. Solusi-solusi untuk Enterprise Performance Management, Governance Risk dan Compliance, Supply Chain Management, serta integrasi dengan portfolio Oracle SaaS lainnya untuk Human Capital Management dan Customer Experience memungkinkan pelanggan untuk melakukan proses pengadopsian yang cepat, praktis, dan didorong oleh bisnis.

Oracle ERP Cloud memberian beberapa fitur seperti

Oracle Financials Cloud

Oracle Financials Cloud didesainuntukmengontroloperasidanaksesinformasi yang cepat,dengankemampuananalitik yang sudah tertempel langsung. Cash positioning dan forecasting yang komprehensif memberikan kontrol likuiditas jangka pendek melalui perencanaan dan penyeimbangan transfer tunai atau pembayaran.

Financial Reporting Center yang ditingkatkan memberikan model distribusi laporan yang aman dan kolaboratif, ditujukan untuk pengguna bisnis dan keuangan, menyediakan titik akses yang tunggal dan konsisten untuk semua kebutuhan pelaporan standar dan kustom kepada pelanggan.

Oracle Procurement Cloud

Oracle Procurement Cloud kini menambah kedalaman melalui dukungan bahan langsung untuk manufaktur dan orkestrasi rantai suplai, yang memungkinkan pelanggan di industri produk untuk mengadopsi cloud.

Direct Materials Support meliputi bahan dan layanan tidak langsung untuk mendukung proses manufaktur dan bahan langsung, termasuk barang yang dikonfigurasi, pengapalan barang, dan pemesanan back-to-back.

Integrasi Oracle Sourcing dengan Oracle PPM Cloud telah menyederhanakan manajemen dan pelacakan kegiatan negosiasi yang rumit.

Oracle Project Portfolio Management (PPM) Cloud

Oracle PPM Cloud didesain untuk pekerja proyek modern, dengan analitik yang sudah menempel di pelaporan dan dashboard yang interaktif. Oracle PPM Cloud telah memperluas integrasinya di solusi cloud danon-premise.

Dashboard yang real-time, mudah untuk digunakan, dan menyatu untuk manajemen keuangan proyek dan eksekusi proyek, menyediakan wawasan proyek yang ditingkatkan dengan analitik kinerja untuk proyek yang dimonitor sendiri.

PPM Cloud kini terintegrasi dengan Oracle Sourcing Cloud untuk mengatur negosiasi dan telah memperluas kemampuan untuk proses pengembangan produk dengan integrasi ke Innovation Management Cloud.

Oracle Supply Chain Management (SCM) Cloud

Oracle SCM Cloud memungkinkan perusahaan untuk berinovasi dan eksekusi dengan cepat, serta menskalakan rantai suplai mereka. Pelanggan dapat menerapkan fungsionalitas manajemen rantai suplai Oracle dengan risiko rendah, biayakecil, dan fleksibilitas tinggi, baik sebagai bagian dari transformasi ERP ke cloud, atau sebagai layanan berbasis cloud untuk fungsi rantai suplai tertentu. Selain dukungan yang sudah ada di cloud untuk inventarisasi, costing, Product Master Data Management, Product Lifecycle Management, Transportation and Global Trade Management, Oracle Supply Chain Management kini termasuk juga:

Oracle Order Management – Pengisian dan manajemen pemesanan multi-channel, ditambah fiturcapture, pricing, dan konfigurasi pemesanan yang terintegrasi.

Oracle Planning Central – Perencanaan suplai dan permintaan yang terintegrasi, didesain untuk merampingkan proses perencanaan dari analisis, optimisasi, hingga eksekusi.

Manufacturing – Dukungan yang terintegrasi untuk berbagai metode manufaktur (Build to Stock, Build to Order, CTO, Outsourced) dari inovasi produk, produksi, hingga manajemen biaya.

Inilah Country Managing Director terbaru Oracle Untuk Indonesia

0

Telko.id – Penyedia solusi layanan berbasis Cloud, Oracle akhirnya menunjuk Country Managing director untuk Indonesia. Pada Jumpa Pers di salah satu Hotel di Kawasan Senayan, Jakarta (27/1) Oracle menunjuk Seorang Erwin Sukiato sebagai bos baru mereka untuk Indonesia.

Erwin merupakan seorang veteran di industri Teknologi Informasi dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, ia pernah menduduki peran pemimpin strategis dan taktis di sejumlah perusahaan. Sejatinya, Erwin bukanlah muka baru di perusahaan solusi ini, Ia juga pernah bekerja di Oracle dari tahun 1996 sampai 1998, dengan posisi terakhirnya adalah sebagai Sales Director untuk Sektor Publik, Energi dan Telekomunikasi.

Penasaran dengan Country Managing Director terbaru Oracle ini, berikut tim Telko.id merangkum rekam jejaknya di Industri IT Indonesia.

Erwin memulai karirnya di perusahaan outsourcing TI di Auckland, Selandia Baru, kemudian kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai konsultan di perusahaan perangkat lunak pertambangan. Di tahun 1994, ia mulai terjun ke bidang manajemen TI, pengembangan penjualan dan bisnis. Bersamaan dengan itu, Erwin mendirikan perusahaannya sendiri di tahun 1998, dan sempat masuk bursa saham di tahun 2001.

Pria yang telah menikah dan memiliki lima orang anak ini kemudian melanjutkan pertualangannya di industri IT Indonesia. Padatahun 2003, ia menjual sahamnya di perusahaan tersebut dan bergabung dengan IBM sebagai ASEAN Business Unit Executive untuk Channel Business.

Erwin adalah salah satu dari sekian banyak profesional IT yang mengecap pendidikan diluar negeri. Ia merupakan lulusan dari Waikato Technical Institute. Pada tahun 2008, Erwin meninggalkan IBM untuk bergabung dengan SAS, di mana ia menghabiskan 4,5 tahun berkarir disana, Ia juga sempat merasakan bekerja untuk VeriFone Sebelum akhirnya “pulang kampung” dan bergabung kembali dengan Oracle.

Sekedar informasi, sebelumnya Oracle menujuk seorang Uday Matkhar sebelum akhirnya posisi tesebut digantikan oleh Erwin. Pada saat Jumpa Pers, Erwin juga mengungkapkan mengenai fenomena cloud computing yang mulai bemunculan di setiap bisnis di Indonesia.

Perangkat Pendukung Small Cell Jenis Baru ala Nokia

Telko.id – Small Cell adalah salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan kapasitas koneksi di wilayah padat. Yang sangat cocok untuk di dalam gedung atau indoor. Wajar jika para pengusaha teknologi seperti Nokia pun giat meluncurkan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ada beberapa perangkat pendukung small cell yang diluncurkan oleh Nokia, antara lain Nokia Flexi Zone Mini-Macro Base Station.

“Kami sangat fokus untuk mendorong evolusi jaringan kearah Ultra Dense, Multi koneksi HetNets yang akan sangat mudah untuk dibangun dan juga dapat memenuhi kebutuhan pengalaman pelanggan para operator,” ujar Randy Cox, head of Small Cells Product Management Nokia menjelaskan.

Selanjutnya, Randy juga menambahkan bahwa dengan inovasi solusi Flexi Zona small cell ini membuat daya RF yang belum pernah terjadi sebelumnya ditingkatkan kemampuan jangkauannya. Produk SC ini merupakan jalan baru bagi operator untuk menggunakan teknologi small cell untuk memenuhi kebutuhan atas coverage dan capacity yang dibutuhkan oleh para pelanggan operator yang terus bertumbuh terutama yang berada di daerah perkotaan, perumahan dan pedesaan.

Nokia Flexi Mini-Macro Base Station ini sangat kompak dan mudah untuk dipasang seperti small cell. Namun, mampu mengirim 2 x 20W daya yang membuat operator dengan cepat dan biaya yang efektif untuk memenuhi kebutuhan seluruh coverage nya. Inovasi ini diperkenalkan oleh Nokia pada ajang Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Amerika.

flexizone_mini_macro_bts_d817536_copy_original

Pada kesempatan tu, Nokia juga memperkenalkan LTE-Advanced Pro LWA yang dapat diintegrasikan dengan small cells. Yang dapat digunakan pada unlicensed spectrum dalam pengiriman data yang besar dengan cepat kepada pelanggan. Dan merupakan pilihan sinkronisasi baru yang memberikan penurunan biaya secara signifikan dalam penyembaran small cell.

Selain itu, Nokia juga memperkenalkan Nokia Flexi Zona multiband BTS G2. Sebuah perangkat yang pertama dengan kemampuan mendukung LWA 80MHz small cell secara terpadu dengan LTE-Advanced standar Pro. Perangkat ini memungkinkan operator memberikan layanan yang unggul karena mampu menggunakan WiFi pada spektrum tak berlisensi tetapi tetap memberikan kecepatan data yang tinggi pada pelanggan. Paling tidak, hingga kecepatan tertinggi lebih dari 1Gbps.

Produk sejenis sudah diluncurkan tahun lalu namun sudah ditingkatkan kemampuannya dengan kemampuan multiband. Lalu, produk yang baru ini mampu mendukung juga teknologi akses tiga radio dalam satu unit.

Nokia juga melakukan demostrasi inovasi teknologi interference mitigation yakni Flexi Zone Controller. Perangkat ini mampu melakukan penjadwalan untuk downlink dan uplink Coordinated Multi-Point atau (CoMP) yang akan meningkatkan performance sampai ujung jaringan lebih dari 150%. Manajemen interfernsi inter-cell yang otomatis membuat teknologi ini dapat dibangun dengan menekan biaya karena kebutuhan akan indoor radio network dapat dikurangi dan bahkan pengurangan pada rencana ke depannya.

Nokia juga memperkenalkan SCORE (Site Certified for Overall Relative Efficiency) yang berguna untuk mencari lokasi terbaik dalam penyebaran small cell. Nokia menggunakan data GIS dan alat lokasi Geo yang memenuhi syarat untuk menilai site dan menentukan biaya pembangunan, kinerja jaringan dan biaya pemeliharaan, serta menentukan nilai relatif dari satu ke 100. Hal ini memungkinkan operator untuk membandingkan site dengan mudah dan mempercepat pembangunan. Tentu nya dengan biaya terendah. Nokia sendiri memiliki database lebih dari 1 juta site berkualitas yang dapat dijadikan acuan bagi operator. (Icha)

Setelah Johannesburg, Gameloft Ekspansi Lagi ke Nigeria

0

Telko.id – Afrika adalah wilayah yang paling dinamis dalam industry telekomunikasi selular. Di pasar global, Afika berada diurutan ketiga dalam hal jumlah pelanggan.

Gameloft sendiri sudah hadir di Johannesburg sejak 2012. Dan terus berkembang dengan kenaikan pendapatan sebesar 536% selama empat tahun terakhir. Perkembangan yang eksponansial ini yang membuat Gameloft membuka kantor perdagangan baru di Nigeria. Harapannya, Gameloft akan dapat memperkuat kehadirannya di pasar telekomunikasi selular yang tumbuh cepat di Afrika.

Pertumbuhan yang begitu tinggi disebabkan karena sejumlah kemitraan dengan operator lokal dan produsen untuk wilayah tersebut. Sebagai informasi, di sepanjang 2013 – 2014, aliran smartphone entry-level baru dan model tablet touchscreen (Android dan Windows) yang tersedia membuka kesempatan bagi Gameloft untuk memperbesar skala usaha nya dan pangsa pasarnya di wilayah ini.

“Pembukaan kantor perdagangan baru kami di Afrika akan memungkinkan kami untuk mengambil keuntungan dari potensi yang cukup besar dari pasar yang sudah mencakup lebih dari 367 juta pengguna,” kata Vincent Brezillon, Direktur Penjualan Gameloft Afrika menjelaskan.

Lebih lanjut, Vincent juga menyebutkan bahwa keberhasilannya di Afrika sejak pembukaan akntor di Johannesburg dan melonjaknya penjualan di Afrika selama dua tahun terakhir, membuat Gameloft memantapkan membuka anak perusahaan di Nigeria, yang merupakan perekonomian terkuat Afrika. Selain itu, kehadiran ini akan memfasilitasi interaksi dengan mitra lokal yang sudah terjalin saat ini dan di masa depan.

Saat ini, Gameloft sudah bekerja dengan sejumlah operator seluler bergengsi Afrika, seperti MTN, Orange, Vodafone, Safaricom, Ooredoo, dan Etisalat, yang memungkinkan perusahaan untuk saat ini menikmati kehadiran di sebagian besar negara di Afrika (Afrika Selatan, Nigeria, Mesir, Ghana , Pantai Gading, Maroko, Aljazair, dll). Sejumlah kerjasama kemitraan sebagai kunci distribusi di Negara ini pun akan dilakukan segera yang akan memperluas jangkauan Gameloft untuk negara-negara Afrika lainnya seperti Ethiopia dan Tanzania. (Icha)

Finalis NexDev Di ‘Suruh’ Pulang Kampung Sebagai Inspirasi

0

 

Telko.id – NexDev adalah program dari Telkomsel yang bertujuan untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia, dimana salah satunya melalui pengenalan digipreneurship atau kewirausahaan di bidang digital. Ekosistem yang terbentuk tentu diharapkan, bukan hanya berpusat di major city saja, tetapi juga merata di seluruh Indonesia. Itu sebabnya, Telkomsel ‘menggiring’ 20 finalis NexDev pulang kampung.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para calon developer muda Indonesia di berbagai daerah, serta menjembatani kolaborasi antara duta NextDev dengan pemerintah kota setempat dalam mencari solusi yang tepat untuk kota tersebut,” ujar , Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel menjelaskan.

Dalam rangka “NextDev Pulang Kampung” ini, para finalis akan kembali ke 10 kota asalnya yakni ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Malang, Pontianak, Makassar dan Gorontalo.

NextDev Pulang Kampung berlangsung selama dua hari di masing-masing kota. Pada hari pertama, akan diadakan ekhibisi karya para duta NextDev, dimana mereka akan berbagi pengalaman, melakukan sosialiasi ide dan hasil karya mereka kepada masyarakat luas. Selain itu ada pula seminar “Smart City for Smart Generation” dengan topik seperti e-Tourism, e-Government, e-Education, e-Transportation dan/atau e-SME.

Sedangkan di hari kedua, akan diadakan workshop dan simulasi untuk para calon developer maupun developer lokal, dengan topik lengkap dan menyeluruh seputar digipreneurship yang terdiri dari pengembangan aplikasi digital, perencanaan finansial, dan perumusan pemasaran. Seminar dan workshop NextDev Pulang Kampung akan menghadirkan pembicara berpengalaman di bidangnya yang merupakan para ahli keuangan, developer, sampai dengan para diginopreneur.

Program ini akan dimulai pada tanggal 3 Februari 2016, dengan Pontianak sebagai kota pertama yang dikunjungi oleh para pemenang serta finalis The NextDev 2015 dari kota yang bersangkutan. (Icha)

KT dan Nokia Lakukan Ujicoba eMTC Pertama di Dunia Pada Jaringan LTE

0

Telko.id – KT, salah satu operator terkemuka di Korea bersama dengan Nokia melakukan ujicoba eMTC atau Enhanced Machine Type Communication. Teknologi radio yang memungkinkan penanganan kasus konektivitas Internet of Things dengan tingkat data menengah. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 akan ada 50 miliar perangkat yang saling terhubung.

Ini adalah ujicoba pertama kalinya di dunia dan menawarkan sebuah platform solid untuk mempromosikan aplikasi layanan-layanan yang telah tersebar luas yang ditenagai oleh teknologi IoT dengan cara mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang menghambat penyebaran serta jangkauannya. “Bersama dengan Nokia, kami akan memainkan peran penting dalam merintis kemunculan IoT sebagai teknologi pilihan utama di Korea serta negara-negara lainnya,” ujar Chang Seok Seo, Wakil Presiden Senior dan Pimpinan Network Strategy Unit, KT menjelaskan.

“Dengan ujicoba ini, kami telah sukses mendemonstrasikan kapabilitas LTE sebagai backbone yang sesungguhnya untuk kasus-kasus penggunaan IoT yang jumlah terus meningkat,” ujar Andrew Cope, Pimpinan Nokia Korea menjelaskan.

Ujicoba ini dilakukan pada jaringan LTE milik KT dengan menggunakan Flexi Multiradio 10 Base Station milik Nokia. Di mana eMTC hanya menggunakan 1,4 MHz dari keseluruhan 20 MHz sistem LTE, sehingga spektrum yang tersisa bebas digunakan untuk lalu lintas normal LTE. Ujicoba ini merupakan tonggak penting dalam Internet of Things karena memungkinkan konsistensi dengan jaringan LTE yang telah ada seraya menyediakan jangkauan lebih luas.

eMTC, yang juga dirujuk sebagai LTE-M dengan bandwidth 1,4 MHz, adalah sebuah fitur yang akan sepenuhnya distandarisasi dengan 3 GPP Release 13, adalah langkah evolusi pertama dari LTE-Advanced menuju LTE-Advanced Pro.

eMTC akan menyediakan tingkat data hingga 1 Mbps dengan jangkauan empat kali lebih luas, yang juga akan menurunkan kompleksitas perangkat hingga 80%, dibandingkan dengan LTE konvensional. Hal ini memungkin konektivitas hemat biaya untuk sensor-sensor yang menggunakan lebih banyak data, seperti monitoring lingkungan atau pemantauan gedung, pada jaringan-jaringan LTE yang berlokasi di area-area pedesaan dan gedung-gedung. (Icha)