spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1697

Layanan Self Service Digital ala Telkomsel

0

Telko.id – Dalam era digital banyak layanan yang dapat dieksplorasi, termasuk layanan mandiri bagi para pelanggan selular. Telkomsel sebagai salah satu operator besar di Indonesia pun memberikan alternatif layanan mandiri via digital. Namanya MyGrapari.

“Kehadiran MyGraPARI sebagai media digital untuk pelayanan Walk In diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kami dalam memberikan pelayanan, salah satunya dalam hal waktu, sehingga hal ini diharapkan juga akan meningkatkan kenyamanan pelanggan, ujar Andri Wibawanto, Vice President Customer Care Management Telkomsel menjelaskan.

MyGrapari ini dapat diakses secara mandiri atau self service oleh pelanggan Telkomsel, baik di pusat layanan Telkomsel atau Grapari maupun di area publik. Adanya layanan ini maka pelanggan tidak harus bertatap muka langsung dengan costumer care. Cukup lakukan secara mandiri. Mulai dari layanan fisik dan non fisik yang berupa informasi, permintaan, pengaduhan keluhan dan pembelian produk Telkomsel.

Selain itu, MyGrapari ini pun dapat melayani berbagai aktivitas secara mandiri seperti upgrade ganti kartu USIM (simcard 4G LTE) langsung aktif, pembayaran tagihan kartuHalo, pembelian isi pulsa menggunakan kartu kredit atau kartu debit, informasi profil pelanggan, aktivasi fitur dan VAS, registrasi kartuHalo, ganti kartu hilang dan lainnya

Saat ini MyGraPARI sudah tersebar di 10 GraPARI yang terdapat di Medan Sun Plaza, Mall SKA (Pekanbaru), Gandaria City (Jakarta), Central Park (Jakarta), Banda (Bandung), Pahlawan (Semarang), Yogyakarta, Malang, Denpasar,Balikpapan dan segera hadir di 30 titik lainnya secara bertahap mulai dari awal hingga akhir bulan Februari.

Sesuai dengan visi untuk bertransformasi menjadi digital company, Telkomsel secara berkala melakukan perubahan interaksi layanan dari media legacy (GraPARI dan Call Center) ke media digital (Selfcare & Ecare). Selama tahun 2015, interaksi pelanggan Telkomsel di media pelayanan yang dilayani oleh media digital (Selfcare & Ecare) meningkat sebesar 42%.

Dalam mengembangkan produk dan layanannya sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan di era digital, sebelumnya Telkomsel juga melakukan berbagai inovasi seperti dengan memperkuat customer touch point digital-nya yaitu Web MyTelkomsel yang hadir dengan tampilan dan fitur baru yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan selulernya.

Telkomsel saat ini call center Telkomsel aktif 24 jam dan memiliki lebih dari 400 pusat layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia. (Icha)

 

 

 

Right Issue, XL Ingin Lunasi Pinjaman Sebesar USD 500 juta

0

Telko.id – Selain mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015 yang berakhir 31 Desember 2015, hari ini PT XL Axiata Tbk (XL) juga mengumumkan rencananya untuk menerbitkan saham baru (rights issue). Adapun dana yang dihasilkan dari rights issue itu sendiri nantinya akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta.

Penggalangan dana ini memungkinkan semua pemegang saham XL untuk berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan ke depannya. Untuk menunjukkan komitmennya yang terus menerus selaku pemegang saham utama dari XL, Axiata Group, yang saat ini memiliki sekitar 66,4% saham XL, haknya secara pro rata atas penerbitan saham baru tersebut.

Sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham dalam penerbitan saham baru (rights issue) ini direncanakan akan dijamin sepenuhnya oleh pembeli siaga.

Melalui keterangan resminya, Senin (1/2), CEO XL Dian Siswarini mangatakan bahwa XL telah elihat kemajuan yang signifikan dan mendapatkan momentum atas agenda transformasi yang telah dijalankan sejak 2015. Perusahaan telah menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management Initiatives) untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mengurangi resiko serta dampak valuta asing.

“Penerbitan saham baru (rights issue)  merupakan  langkah   penting   untuk   memperkuat   fondasi   kami   dalam  menyongsong agenda transformasi berikutnya. Dana dari rights issue akan kami gunakan untuk membayar kembali pinjamanUS Dollar kepada pemegang saham,” katanya.

Rencananya, XL akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) pada 10 Maret 2016 mendatang guna mendapat persetujuan pemegang saham, serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan pendaftaran yang sebelumnya harus disampaikan oleh XL.

Proses ini diharapkan selesai pada semester pertama  2016. Harga saham akan ditentukan dan ditetapkan secara bersama oleh  XL Axiata dan para pembeli siaga.  Diskon harga saham diperkirakan tidak lebih dari 20% TERP pada tanggal penetapan harga. Ketentuan atas penerbitan saham baru (rights issue) termasuk harga saham yang terkait dengan penawaran dan jumlah saham yang ditawarkan akan diumumkan pada waktunya.

Credit Suisse dan Mandiri Sekuritas dalam hal ini telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk proses penerbitan saham baru ini (rights issue).

XL Catat Pertumbuhan Pendapatan 2%, EBITDA Naik 6%

0

Telko.id – Setelah berhasil mencetak hasil positif di tahun 2015, sebagai hasil dari transformasi yang dilakukan sejak awal tahun, hari ini PT XL Axiata Tbk (XL) akhirnya mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015 yang berakhir 31 Desember 2015.

“Kami telah menutup tahun 2015 dengan berbagai pencapaian positif sebagai hasil dari transformasi yang yang sudah kami lakukan sejak awal 2015 yang lalu. Kami telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan finansial guna membangun pondasi perusahaan yang lebih kuat untuk meraih pencapaian kinerja yang lebih baik di tahun 2016,” ungkap Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini dalam keterangan resminya, Senin (1/2).

XL berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal secara berturut-turut, dengan tumbuh sebesar 2% QoQ pada 4Q 15, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan penggunaan layanan utama (voice dan SMS) sebesar 2% QoQ, serta dari pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data (naik 15% QoQ).

Peningkatan terbesar ada pada Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) yang meningkat 6% QoQ menjadi Rp 2,3 triliun, yang kemudian meningkatkan EBITDA margin menjadi 39% atau naik1% QoQ.  Peningkatan  ini  merupakan  dampak  positif  dari  terbentuknya kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan-pelanggan yang lebih menguntungkan, serta adanya upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk. Pencapaian ini sekaligus juga merupakan peningkatan EBITDA dan EBITDA margin selama tiga kuartal berturut-turut.

XL terus fokus untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan internet mobile di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut dan juga adanya peningkatan adopsi pelanggan terhadap ponsel dengan kemampuan layanan data, telah mendorong pertumbuhan yang kuat untuk trafik layanan data.

Trafik data tumbuh 54% YoY di tahun 2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total pengguna layanan data sebesar 22,5 jutaatau 54% dari total pelanggan XL.

Pertumbuhan smartphone telah berhasil mendorong peningkatan adopsi layanan Data di Indonesia. Penetrasi smartphone XL telah tumbuh dan berkembang sebesar 42% pada akhir 2015. Pengguna smartphone XL tumbuh10% YoY dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna.

Pada kuartal tersebut, setelah peluncuran komersialisasi layanan 4G LTE pada spektrum 1800 MHz secara nasional, XL memperkenalkan paket HotRod 4G yang menawarkan kuota LTE dengan harga terjangkau.

Dengan layanan ini pelanggan dapat menikmati manfaat internet cepat dan berkualitas. Sepanjang tahun, XL juga terus mendorong adopsi ponsel 4G oleh pelanggan sejalan dengan agenda transformasi yang memang mengutamakan pelanggan yang mampu memberikan nilai lebih tinggi. Untuk itu, XL menawarkan program bundling denganpilihan berbagai smartphone, mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, hingga Sharp.

XL juga telah berhasil menjalankan kampanye pemasaran (marketing campaigns), salah satunya “60 Mazda, 60 Hari, 60 Pemenang”. Kampanye pemasaran ini untuk meningkatkan dan mendorong isi ulang pulsa olehpelanggan di tahun 2015 dengan menawarkan hadiah menarik. Selain itu, XL juga meningkatkan aktivitas distribusi melalui modern channel dengan memperkenalkan program “Harga Pas” untuk penjualan isi ulang pulsadi toko-toko seperti Indomaret dan 7-Eleven.

4G LTE merupakan bagian penting dari strategi XL untuk menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan mobile internet. Layanan 4G LTE merupakan upaya untuk memenuhi permintaan konsumen atas internet berkecepatan tinggi.

Untuk mendukung layanan 4G LTE, XL telah membangun 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015, yang tersebar di lebih dari 35 kota. XL juga terus berinvestasi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G hingga akhir 2015, yang menjadi bagian dari total58.879 BTS.

Selama tahun 2015, XL telah membelanjakan belanja modal (capex) sebesar Rp 4,1 triliun, terutama guna upaya memperluas infrastruktur Data dan layanan mobile, yang didanai melalui dana internal. Total utang menurun menjadi Rp 27.0 triliun dari Rp 29.6 triliun pada akhir 2014. Sementara itu, Net Debt / EBITDA meningkat sedikit dari 2,6x ke 2,8x.

Untuk periode 2015, XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 25 miliar yang terutama disebabkan oleh dampak forex dari penguatan US Dollar. Menyesuaikan dampak tersebut, XL mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesarRp 51 miliar.

XL memulai tahun 2015 dengan menerapkan agenda transformasi yang disebut dengan “3R – Revamp, Rise & Reinvent,” yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Revamp (Mengubah) berarti mengubah model bisnis pencapaian pelanggan (dari‘volume’ menjadi ‘value’) disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan; Rise (Meningkatkan) berarti meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda; dan Reinvent (Menemukan kembali) berarti menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini.

 

Google Fiber Uji Layanan Telepon dengan Kecepatan Internet Ultra

Telko.id – Google tampaknya sangat serius dengan peluncuran Google Fiber, sebuah inisiatif dari raksasa pencari untuk memberikan kota dengan akses internet berkecepatan tinggi agar dapat meningkatkan layanan telepon mereka seperti menghadirkan layanan call screening.

Selain menghadirkan layanan call screening, Google Fiber juga nantinya akan menyediakan fitur do not distrub dan filterisasi terhadap spam.

Saat ini, Google Fiber tersedia di Atlanta, Austin, Charlotte, North Carolina, Kansas City, Missouri, Nashville, Provo, Utah, Raleigh-Durham, Salt Lake City dan San Antonio.

Dilansir dari laman Mashable, Senin (1/2), para undangan yang ditunjuk untuk menjajal teknologi ini adalah anggota program “Fiber Trusted Tester” Google, yang muncul pada hari Jumat lalu.

Menggambarkan Fiber Phone sebagai layanan telepon rumah, Google mengatakan layanan ini memiliki fitur pesan suara, nomor telepon yang berada di cloud dan mengakhiri kekhawatiran pengguna dalam hal baterai. Sekedar informasi, saat ini banyak pengguna yang telah menggunakan ponsel mereka sebagai telepon rumah.

Seperti Google Voice, Fiber Phone juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan nomor telepon baru atau mentransfer nomor yang sudah ada (ponsel atau telepon rumah) untuk Fiber Phone pengguna. Layanan ini juga duplikat dari layanan pesan suara transkripsi Google Voice.

Fiber Phone juga sejatinya masih seperti layanan VoIP (Voice over IP), yakni solusi yang telah ada selama bertahun-tahun. Untuk berpartisipasi dalam program ini, pengguna Google Fiber perlu untuk memungkinkan pekerja ke rumah mereka untuk menginstal beberapa tambahan peralatan.

Namun, yang perlu diingat adalah kecepatan Google Fiber yang konon katanya mencapai 100 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan broadband saat ini dari ISP lain, dengan kecepatan seperti itu, bisa terbayangkan akan kualitas panggilan yang tentunya bisa lebih baik dari layanan VoIP saat ini.

Sekedar informasi, beberapa kota-kota berikutnya yang dijadwalkan untuk mendapatkan layanan Google Fiber adalah Chicago, Los Angeles, Oklahoma City, Tampa, Jacksonville, Florida, Louisville, Kentucky, Portland, Oregon, Phoenix, Arizona, San Diego, San Jose dan Irvine, California.

Apakah layanan Google Fiber ini sama seperti layanan VoLte yang saat ini sedang dipersiapkan oleh para operator di dunia, kita tunggu saja. [ak/if]

Western Digital Berhasil Patenkan 100 Lisensi IBM

0

Telko.id – Salah satu penyedia layanan storage, Western Digital, baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan telah mengakuisisi lebih dari 100 aset paten dari perusahaan server IBM. Western Digital juga telah menandatangani perjanian paten silang.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Senin (1/2), paten yang diambil alih oleh Western Digital adalah paten penyimpanan terdistribusi, penyimpanan objek, dan memori non-volatile baru. Western Digital mengharapkan IP dapat lebih memperkuat posisi unggulnya di bidang teknologi dan mendorong penciptaan nilai bagi perusahaan dan pelanggannya. Paten-paten tersebut akan menambah portofolio Western Digital, yang saat ini telah mencapai lebih dari 10.000 paten dan aplikasi paten.

Mike Cordano, President and Chief Operating Officer, Western Digital mengungkapkan, “Perjanjian ini mencerminkan fokus kami pada inovasi dan menetapkan basis untuk kemajuan yang jauh lebih cepat dan komersialisasi solusi penyimpanan data baru,”

Ia menambahkan, mereka juga sedang membangun hubungan kuat dengan IBM dan akan berkolaborasi serta membuka peluang bisnis masa depan.

Sementara itu, William LaFontaine, General Manager, Kekayaan Intelektual IBM menyebutkan bahwa Kesepakatan dengan Western Digital ini menunjukkan nilai penemuan-penemuan IBM yang telah dipantenkan, serta keunggulan mereka akan akses lisensi terhadap portofolio paten yang luas. Ia menambahkan, “Kami mengharapkan hubungan yang produktif dengan Western Digital,”.

Sekedar informasi, IBM telah memimpin daftar tahunan penerima paten di AS selama 23 tahun berturut-turut. Sementara Western Digital merupakan perusahaan storage yang kini memanfaatkan era cloud computing sebagai varian baru dari lini produk mereka.

Ericsson Buka Global ICT Center Pertama Di Swedia

0

Telko.id – Ericsson baru-baru ini telah meresmikan pusat R&D pertamanya di Rosersberg, Swedia. Bangunan seluas 20.000 meter persegi ini nantinya akan dipanggil Global ICT Center dan diposisikan sebagai ‘langkah penting dalam perjalanan transformasi ICT yang sedang berlangsung di perusahaan.’

Bagi Ericsson, ini merupakan situs pertama yang ditujukan untuk penelitian, meskipun fasilitas serupa sebelumnya sudah ada di markas Ericsson di Linköping. Perusahaan berencana untuk membuka pusat ICT baru lagi di Montreal, Kanada dalam beberapa bulan ke depan.

Dilansir dari Telecom, Senin (1/2), tujuan utama dibangunnya fasilitas baru ini adalah untuk memungkinkan pemodelan langsung jaringan operator skala besar untuk menguji produk dan solusi baru. Saat ini, lingkungan pengujian perusahaan tersebar di lebih dari 50 lokasi di seluruh dunia dan Ericsson menganggap memusatkan mereka di pusat-pusat ini akan memperpendek siklus pengembangan.

“Melalui peresmian global ICT Center kedua kami hari ini, Ericsson kian dekat dengan visi Networked Society,” kata Anders Lindblad, Kepala Unit Bisnis Cloud dan IP di Ericsson. “Dengan perampingan R&D melalui Global ICT Center kami yang ditenagai cloud, kami akan memungkinkan layanan dan inovasi baru yang akan menciptakan manfaat bagi orang, bisnis dan masyarakat.”

Ia menambahkan, perjalanan Transformasi ICT Ericsson adalah mempercepat, dan Global ICT Center akan mendukung kolaborasi 24/7 dan memastikan perusahaan dapat memanfaatkan keterampilan globalnya. Pada saat yang sama, dengan ledakan lalu lintas data yang terjadi saat ini, Ericsson dengan kepemimpinannya dalam teknologi dan layanan dapat menghadirkan kecepatan yang lebih baik dari sebelumnya kepada para pelanggan.

Meksiko Luncurkan Tender Jaringan Mobile Bersama

0

Telko.id – Meksiko akan meluncurkan tender untuk keseluruhan proyek jaringan selulernya pada hari Jumat. Hal ini dilakukan sebagai upaya memangkas biaya pergelaran 4G di negara tersebut. Demikian diutarakan Menteri Telekomunikasi Monica Aspe belum lama ini.

Pemenang tender akan diberikan akses murah ke spektrum di band 700 MHz dan kemitraan swasta dan publik selama 20-tahun untuk membangun jaringan LTE. Operator seluler dan para MVNO kemudian akan dapat menyewa kapasitas pada jaringan itu.

Namun, pemenang tidak akan diizinkan untuk menyewakan spektrum, demikian dilaporkan Totaltelecom, Senin (1/2), mengutip perkataan Menteri komunikasi dan Transportasi Meksiko, Gerardo Ruiz Esparza.

Ia menambahkan bahwa jaringan harus mencakup minimal 85% dari populasi.

Menurut perkiraan pemerintah, menggelar cakupan 85% akan menelan biaya sekitar USD 3,5 miliar, sementara mencapai cakupan 95% akan membutuhkan investasi ganda, yaknis sekitar USD 7 miliar.

Sementara itu, tim Aspe mengatakan bahwa pemerintah federal akan membuat ribuan situs di gedung-gedung publik tersedia untuk disewakan kepada industri telekomunikasi untuk membantu mempercepat peluncuran jaringan dan menjaga harga turun. Jaringan juga akan dapat menyewa infrastruktur dari perusahaan spesialis menara seperti Telesites dan Amerika Tower.

Aspe mengatakan pemerintah telah mengadakan pembicaraan dengan operator seluler Meksiko dan percaya mereka akan tertarik untuk menyewa kapasitas pada jaringan, meskipun mereka mungkin akan lebih suka jika spektrum dilelang.

Perusahaan telekomunikasi yang ingin menggunakan jaringan akan harus melewati berbagai tes untuk memastikan mereka tidak memiliki link anti-kompetitif untuk operasinya, pungkas Aspe.

Operator Tak Mampu Bayar Spektrum, Thailand Adakan Lelang Ulang

0

Telko.id – Regulator telekomunikasi Thailand, NBTC dilaporkan akan segera mempersiapkan kemungkinan jika harus melakukan putaran lelang pengganti untuk spektrum 900 MHz. Hal tersebut dikarenakan salah satu pemenang lelang spektrum, dirumorkan tidak mampu membayar.

Dilansir dari Telecom Asia, Senin (1/2), sebuah sumber tingkat tinggi dalam NBTC mengungkapkan bahwa regulator berencana untuk membawa masalah ini ke panel hukum pekan depan, termasuk kondisi potensi untuk melakukan lelang ulang.

Hal ini diperkuat dengan rumor yang menyebutkan bahwa Bangkok Bank telah menolak rencana Jasmine International untuk meminjam uang yang dibutuhkan untuk pembayaran lelang frekuensi ini, dikarenakam biaya tersebut juga tergolong besar.

Sekedar informasi, Jasmine International melakukan penawaran yang besar dan kuat yakni sekitar 75, 65 miliar bath atau sekira USD 2,11 miliar untuk mengamankan 10MHz di spektrum 900 MHz selama lelang spektrum diperebutkan, sementara TrueMove mengajukan tawaran 76, 29 baht untuk lisensi tersebut.

Seorang mitra potensial Jasmine asal Korea Selatan juga baru-baru ini membatalkan aliansi mereka. Hal ini mengarah pada ketidakpastian mengenai apakah Jasmine akan dapat menyiapkan dana yang cukup. Dengan keadaan seperti ini, tentu akan membuat NBTC kembali melakukan pengalokasian spektrum.

Jasmin harus merogoh kocek sebesar 80,4 miliar bath untuk pembayaran spektrum pada bulan Maret. Sementara itu, pihak regulator memiliki kewenangan untuk menyita uang jaminan sebesar 645 juta baht yang diberikan oleh perusahaan sebelum lelang berlangsung sebagai hukuman atas potensi pelanggaran ketentuan lelang. [ak/if]

Wow, 10% Warga AS Miliki Kecepatan Internet Dibawah Standar

0

Telko.id – Disebut sebagai negara Super Power tidak serta merta membuat warga Amerika Serikat memiliki kecepatan internet sesuai standar. Hal tersebut tercermin dari laporan FCC mengenai kecepatan broadband warga di Amerika Serikat, dimana sebanyak 34 juta warga Amerika Serikat tidak memiliki akses internet broadband dengan kecepatan benchmark mencapai 25 Mpbs untuk download dan 3 Mbps untuk upload.

Menurut Federal Communications Commission’s 2016 Broadband Progress Report, sekitar 40 persen masyarakat pedesaan dan suku di Amerika Serikat tidak memiliki akses ke layanan internet dengan standar kecepatan benchmark milik FCC.

Bukan hanya itu, sebanyak 41 persen sekolah juga belum memenuhi tujuan jangka pendek FCC untuk konektivitas yang mampu mendukung aplikasi pembelajaran digital.

Dilansir dari Telecom Lead, Senin (1/2), sebanyak 34 juta orang Amerika atau 10 persen dari populasi negara Super Power ini tidak memiliki akses ke fixed broadband pada kecepatan minimal 25 Mbps untuk download dan 3 Mbps untuk upload.

Sekedar informasi, penyebaran broadband di Amerika Serikat sejatinya meningkat secara signifikan ketimbang laporan tahun lalu, dimana sekitar 55 juta atau 17 persen masyarakat masih berada di bawah standar FCC untuk kecepatan broadband yakni 25/3 Mbps.

39 persen dari penduduk pedesaan (23,4 juta orang Amerika), dan 41 persen dari penduduk tanah “Tribal” (1,6 juta orang Amerika) tidak memiliki akses internet dengan kecepatan 25 / Mbps.

Sementara 4 persen warga Amerika Serikat di perkotaan tidak memiliki akses internet yang sama, berdasarkan laporan FCC. Angka-angka ini menunjukkan peningkatan dari laporan tahun lalu, ketika 53 persen dari penduduk pedesaan tidak memiliki akses, dan 63 persen dari penduduk Tribal kekurangan akses.

Selama periode pelaporan, tidak terlihat adanya layanan satelit boradband, baik itu fixed terestrial dan satelit fixed broadband yang mencapai kecepatan standar dari benchmark tersebut. [ak/if]

Xiaomi Mi 5

0

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Mi 5 bertumpu pada Snapdragon 820, 3/4 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 16 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2016, February ini dibekali sistem operasi Android 6.0 (Marshmallow), upgradable to Android 8.0 (Oreo), MIUI 10 dan layar berukuran 5.15″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Mi 5. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, White, Gold, Ceramic) dan memiliki body berdimensi 144.6 x 69.2 x 7.3 mm (5.69 x 2.72 x 0.29 in) dengan berat 129 g / 139 g (Ceramic) (4.90 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 4), glass back (Gorilla Glass 4), aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Mi 5

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 820 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Quad-core (2×1.8 GHz Kryo & 2×1.36 GHz Kryo) – Standard editionQuad-core (2×2.15 GHz Kryo & 2×1.6 GHz Kryo) – Prime & Pro edition dan prosesor grafis / GPU Adreno 530. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 3/4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB/64GB/128GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 3000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 5.15″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×1920 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 4,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Mi 5 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / EVDO / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (3CA) Cat12 600/150 Mbps. Selain itu ada juga konektifitas USB Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, DLNA, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (front-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, .

Kamera Xiaomi Mi 5

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Mi 5 :

  • 16 MP, f/2.0, 1/2.8″, 1.12µm, PDAF, 4-axis OIS.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 16 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 4 MP, f/2.0, 1/3″, 2µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.