spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1683

Singapura Tetapkan Aturan Untuk Lelang Spektrum, Apa Saja?

0

Telko.id – Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) telah mengumumkan kerangka untuk alokasi spektrum untuk layanan International Mobile Telecommunications (IMT) dan IMT-Advanced (layanan 4G). IDA berharap dapat mengalokasikan spektrum tersebut tahun ini, dengan total 235 MHz spektrum yang akan disediakan untuk layanan mobile.

Dilansir dari Telecompaper, Jumat (19/2), regulator juga ingin memfasilitasi masuknya MNO baru dalam rangka meningkatkan inovasi dan persaingan di pasar ponsel. Sebagai hasilnya, lelang akan berlangsung selama dua tahap. Pertama, lelang untuk peserta baru (New Entrant Spectrum Auction), dimana hanya mereka yang lolos pra-kualifikasi serta saat ini tidak mengoperasikan jaringan seluler nasional di Singapura yang akan memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Di sini, IDA menyediakan 60 MHz spektrum dari pita 900 MHz dan 2,3 GHz. Lelang untuk spektrum ini akan dimulai pada harga penawaran SGD 35 juta. Hak spektrum akan dimulai pada April 2017.

Tahap kedua, adalah lelang spektrum umum (General Spectrum Auction) yang akan diadakan setelah kesimpulan dari lelang pertama diperoleh. Lelang ini akan terbuka untuk MNO incumbent, seperti M1, Singtel Mobile dan StarHub Mobile serta MNO baru lainnya yang muncul setelah lelang sebelumnya.

IDA akan mengharuskan MNO baru untuk mencapai cakupan layanan outdoor pada Oktober 2018.

Direktur IT BEI tentang Link Net, “Selama Ini Relatif Tidak Pernah Ada Insiden”

0

Telko.id – Direktur IT dan Manajemen Risiko BEI, Sulistyo Budi mengungkap alasan dibalik diperpanjangnya kontrak Link Net sebagai penyedia layanan koneksi data untuk JTPM di pasar modal. Menurutnya, Link Net telah mampu memberikan akses internet yang baik sehingga memenuhi requirement untuk jaringan di pasar modal.

“Yang paling utama di sini adalah availability. Jaringan tidak pernah putus,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini Link Net berhasil memenuhi kriteria itu, karena jaringan yang disediakan relatif tidak pernah mengalami gangguan atau mati. Kalau mati satu ada, tapi tidak terlalu menganggu aktivitas pasar modal karena di sini kita menggunakan dua jaringan. Jadi jika yang satu mati masih ada jaringan yang satu lagi, tambahnya.

Sebagai industri yang dinamis, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) merasa perlu untuk melakukan berbagai inovasi di pasar modal sebagai respon logis atas kebutuhan pelaku pasar, pemodal, maupun stake holders. Dan penyediaan sistem perdagangan yang andal sehingga memungkinkan setiap orang dapat langsung bertransaksi di pasar modal di mana saja secara real time melalui fasilitas perdagangan secara online (online trading) adalah salah satu bentuknya.

“Tren penerapan ‘online trading’ yang selama ini telah dimiliki oleh mayoritas perusahaan efek telah membuat rata-rata jumlah transaksi harian BEI mengalami peningkatan, yakni sebesar 196.312 atau 987 persen kali transaksi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum “booming era online trading” yakni pada 2009 rata-rata nilai transaksi harian di BEI mencapai 87.040 kali transaksi. Setelah “era online trading” di 2010, rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi 105.790 kali transaksi dan terus tumbuh hingga mencapai 216.192 kali transaksi di 2016.

Sebagai informasi, Link Net telah mendukung BEI dalam menciptakan perdagangan efek yang wajar, teratur, dan efisien melalui penyediaan layanan koneksi data berkecepatan tinggi selama 10 tahun terakhir. Layanan koneksi data yang andal dari Link Net juga telah membantu SRO dalam memberikan pelayanan perdagangan maupun akses informasi kepada pemodal, anggota bursa, maupun para stake holders.

Link Net Kembali Digandeng BEI untuk Optimalkan JTPM

0

Telko.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mengumumkan perpanjangan kontrak perjanjian dan pemeliharaan perangkat Jaringan Terpadu Pasar Modal (JTPM) milik self regulatory organization (SRO) dengan PT Link Net Tbk. Melalui kerjasama baru ini, yang akan berlangsung selama 5 tahun ke depan, terhitung sejak 30 Desember 2015, Link Net akan menyediakan layanan koneksi data berkecepatan tinggi lewat JTPM.

JTPM merupakan jaringan telekomunikasi dan data yang digunakan untuk menghubungkan antara BEI, KPEI dan KSEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Anggota Bursa, Bank Kustodian dan Bank Umum. Jaringan-jaringan yang ada di lingkungan pasar modal mulai dikonsolidasikan menjadi JTPM sejak akhir tahun 2010 dan selesai pada akhir tahun 2011. JTPM saat ini telah menjadi infrastruktur utama dalam mendukung operasional bisnis Pasar Modal.

CEO PT Link Net, Richard Kertawijaya mengungkap rasa senangnya karena dapat terus bekerjasama dengan BEI untuk menyediakan koneksi data dalam mendukung kegiatan Pasar Modal.

“Ini adalah tahun ke-16 bagi Link Net, dan kami merasa bangga dapat kembali menerima kepercayaan dari BEI untuk menyediakan dan memelihara JTPM hingga tahun ke-20,” ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di BEI, Jakarta, Jumat (19/2).

Hal senada diuntai Sulistyo Budi, Direktur IT PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui kerjasama dengan Link Net, yang sudah berjalan cukup lama ini, ia berharap bursa efek Indonesia bisa semakin maju di masa mendatang.

Lewat perpanjangan kerjasama ini, PT Link Net juga akan meningkatkan kecepatan (bandwidth) JTPM menjadi 20 Mbps dari yang sebelumnya 10 Mbps.

“Kami percaya dengan mengupgrade kecepatan menjadi dedicated 20 Mbps akan membantu mengoptimalkan pekerjaan para pengguna jaringan untuk mendapat pengalaman koneksi data yang maksimal,” pungkas Richard.

 

Akhirnya MAP Juga Ikut Jualan Online

0

Telko.id – Perusahaan retail raksasa yang berbasis pada fashion dan gaya hidup yakni PT. Mitra Adi Perkasa Tbk. atau yang lebih dikenal dengan nama MAP akhirnya jua ikut kedalam bisnis online. MAP membuka toko e-commerce mereka secara keseleuruhan yang mencakup semua brand yang mereka miliki.

Bertempat di salah satu Hotel mewah di Jakarta pada (18/2), MAP membuka toko online mereka dengan nama Mapemall.com, gerai oline ini menawarkan berbagai macam pilihan dari merek-merek global terkemuka di dunia fashion, olahraga, travel, lifestyle serta kategori anak.

VP Sharma, CEO MAP Group menyatakan, “Melalui peluncuran MAP EMALL, pelanggan kami di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia, tanpa perlu mengkhawatirkan keasliannya,” ujarnya pada saat peluncuran Mapemall di Jakarta.

Guna memuluskan urusan pembayaran, MAP juga menggandeng Standart Chartered Bank sebagai mitra kartu kredit eksklusif MAP EMALL.Hal ini tentunya akan memberikan beberapa benefit bagi nasabah Bank ini dengan memberikan sejumlah penawaran khusus.

Sekedar informasi, beberapa merek ternama yang tergabung kedalam grup MAP diantaranya adalah Stradivarius, ZARA, Lacoste, Mango, Converse, NIKE, Swatch serta Adidas. setidaknya terdapat lebih dari 150 merek dagang terkemuka di duniayang tergabung kedalam grup ini.

Sharma juga menjelaskan, mengapa mereka tidak memulai bisnis e-commerce tersebut setidak nya sejak dua tahun yang lalu, Ia mengungkapkan, “Mengapa kami tidak meluncurkan ini sejak 2 tahun lalu, karena kami menganggap ini adalah hal yang tergesa-gesa dan menurut pengalaman kami, hal yang tergesa-gesa akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ucapnya.

Melalui peluncuran MAP EMALL, diharapkan pelanggan mereka di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia serta pelanggan juga akan lebih praktis dengan pilihan paket pengiriman, karena jika pembeli tidak menginginkan pengiriman produk secara kurir, mereka juga dapat mengambil produk tersebut di berbagai store MAP yang tersebar luas di Indonesia.

Sharma juga menyebut, MAP EMALL akan tersedia dalam versi aplikasi mobile untuk perangkat bersistem operasi Android dan iOS pada kuartal dua tahun ini. Sementara itu, pada kuartal tiga, MAP akan memulai proses digitalisasi gift voucher sehingga dapat digunakan untuk berbelanja di EMALL.

Ini Tanggapan Lenovo soal VoLTE

0

Telko.id – Seperti pada bahasan sebelumnya, layanan voice over LTE atau VoLTE merupakan salah satu fitur utama yang dihadirkan oleh jaringan 4G. Di negara-negara maju seperti di India dan Amerika Serikat, layanan voice berbasis jaringan 4G ini tengah bahkan telah diimplementasikan. Di Indonesia sendiri, barulah Smartfren yang paling berani menghadirkan layanan ini, walaupun belum secara komersial tentunya.

Berbicara mengenai VoLTE, perlu juga adany handset yang mendukun teknologi ini. Walaupun syarat utama dari handset tersebut adalah mampu berjalan di jaringan 4G, namun tentunya pihak vendor masih perlu untuk setidaknya melakukan update firmware terhadap handset tersebut.

Salah satu vendor yang sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikn handset 4G mereka yait Lenovo, memberikan sedikit pandangn mereka mengenai layanan yang menawarkan kualitas suara HD ini.

Anvid Erdian, 4P Manager Lenovo Indonesia mengungkapkan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren mampu menudukung layanan VoLTE. “Waktu itu pak Sukoco bilang Lenovo A6010 bisa VoLTE, dan sekarang memang sedang dalam tahap proses testing, secara chipset nya sudah support voLTE dan sekarang yang sedang di lakukan test adalah parameter-parameter VoLTE,” ucapnya disela-sela kegiatan sponshorship Lenovo untuk film AADC 2.

Nantinya, para pengguna yang ingin menggunakan layanan VoLTE dari Smartphone A6010 bisa mengunduh update firmware. Hanya saja saat ini belum diberikan oleh pihak Lenovo. Sekedar informasi, saat ini belum ada handset Lenovo yang sudah mendukung VOLTE, namun kedepannya Anvid menyebut akan ada Handset Lenovo yang langsung mendukung VoLTE, mengingat para operator 4G akan meluncurkan layanan VoLTE.

“Hanya saja tidak semua operator meluncurkan VoLTE secara bersamaan, jadi kami juga akan meluncurkan update tersebut secara bertahap,” tuturnya.

Disinggung Mengenai kerjasama lagi dengan Smartfren, Anvid menjawab,”tunggu aja lah,” Namun, Ia mengungkapkan ingin kerjasama dengan semua operator 4G karena perangkat yang mereka tawarkan adalah perangkat 4G. Berbicara mengenai perangkat 4G Lenovo yang ada di pasaran saat ini, Anvid menjawab secara chipset beberapa sudah mendukung namun mereka belum menyediakan update firmware.

“Di dalam VoLTE itu kan terdapat banyak parameter dan itu semua harus di test, karena VoLTE itu kan ada video call, conference call dan itu semua harus dilakukan test sehingga butuh waktu untuk melakukan itu semua,” ucapnya lagi.

Mengenai kemungkinan bisa digunakan, Anvid mengatakan bahwa Smartphone 4G di pasaran saat ini sebenarnya belum bisa digunakan untuk layanan VoLTE, namun Ia menyebut bahwa chipset yang ada di dalamnya sudah mendukung layanan tersebut.

Disinggug mengenai kapan Lenovo akan melakukan update firmware pada smartphone 4G mereka yang ada di pasaran, Anvid menjawab denga aksen khasnya “tunggu aja lah”. Nampaknya mereka belum mau memberikan kapan waktu yang tepat untk melakukan update firmware, namun sekali lagi Ia menjelasskan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren sudah dalam tahap testing, mengingat Smartfren akan meluncurkan layanan VoLTE secepatnya.

Sekedar Informasi, untuk Lenovo A6010 sejatinya sudah bisa dignakan untuk layanan VoLTE, mereka bekerjasama dengaan salah satu operator terbesar di India yakni Reliance Jio untuk sama – sama menghadirkan layanan VoLTE bagi masyarakat India.

Minim Investasi, Indosat Ooredoo Tetap Berikan Layanan 1 Gbps

0

Telko.id – Anda ingin semakin akrab dengan keluarga? Mungkin dengan berlangganan akses internet hingga 1 GBps, bisa lebih akrab lagi karena memungkinkan untuk nonton film box office terbaru bersama di ruang keluarga. Untuk itu, Anda bisa menggunakan GIG dari Indosat Ooredoo yang baru saja diluncurkan. GIG ini adalah layanan Giga Speed Home Internet. Memang, ada beberapa provider lain yang juga sudah memberikan layanan yang mirip, hanya saja, yang memberikan belum sampai 1 GBps.

Dengan berlangganan GIG, pelanggan akan mendapatkan manfaat dari koneksi full fiber optic tanpa batas, dapat diandalkan, dan koneksi internet yang stabil mulai dari 15MBps hingga 1GBps untuk meningkatkan pengalaman digital yang lebih baik.

“Ini merupakan kelanjutan dari semangat baru kami dalam membangun Indonesia Digital Nation. Dengan hadirnya GIG, kami ingin memberikan akses yang lebih baik dan lebih banyak di tempat tinggal sehingga para anggota keluarga tetap terhubung dengan dunia digital dan menikmati semua hiburan digital bersama-sama. Kami memahami bahwa semua perjalanan berawal dari rumah,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli. “Itulah mengapa, GIG dapat menjadi solusi terpadu dan mengubah gaya hidup pelanggan menjadi lebih digital di tempat tinggalnya.”

GIG sendiri adalah merek yang dimiliki oleh Indosat Ooredoo, demikian juga dengan jaringannya yang dipakai. Yang merupakan ‘perkawinan’ dari network mobile yang sudah dimiliki oleh provider ini ditambah dengan jaringan Fiber Optic nya. Sedangkan layanan nya ini sendiri sudah sejak kuartal 2 tahun lalu sudah dipasarkan oleh IndosatM2. “Saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan layanan ini sudah mencapai 100 ribu,” ujar Prashant Gokarn, Chief New Business and Innovation Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

‘Dengan ‘perkawinan’ jaringan ini, maka agak sulit jika kami ditanya tentang investasinya,” ujar Alexander menjelaskan. Selanjutnya, Alex juga menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memaksimalkan jaringan sudah ada dan tinggal disambungkan ke apartemen, atau area residensial. Artinya, investasi yang dikeluarkan bukan dalam bagian CAPEX saja, tetapi ada OPEX juga. Sayang, Alex tidak mau terbuka untuk masalah ini.

Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh Telko.id, Indosat Ooredo untuk meluncurkan layanan ini minim sekali investasinya. Pertama karena menggunakan jaringan yang sudah ada, ke dua, untuk masuk ke apartemen, tinggal ‘colok’ saja, karena biasanya, apartemen sudah memiliki akses di dalam gedung. Sedangkan untuk perluasan dari layanan ini, IndosatM2 baru akan mengajukan investasi di tahun 2016 ini. Besarannya seperti apa, masih belum diungkapan.

Bahkan untuk promosi pun, Indosat Ooredoo menggandeng Google. Memang, dengan kerjasama dengan Google maka benefit yang diberikan oleh GIG ini juga bertambah karena setiap berlangganan layanan ini, pelanggan akan diberikan Google Chromecast, Chromebooks, dan Drive.

“Ini pertama kalinya Google merilis Chromecast di Indonesia, hasil kerja sama dengan Indosat. Produk ini sangat populer di negara lain, sudah terjual lebih dari 20 juta unit, dan kami percaya produk ini juga akan sukses di Indonesia,” ujar Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia menjelaskan.

Dengan berlangganan GIG, para pelanggan akan mendapatkan paket internet dengan Google Chromecast dan 50GB dari penyimpanan Google Drive tanpa biaya tambahan. Sebagai tambahan untuk Chromecast dan Google Drive, Google Chromebooks juga tersedia dengan beberapa paket bundling. Sekarang ini, produk bundling tersebut hanya tersedia dengan berlangganan GIG di Indonesia. Tarif yang dipatok untuk layanan internet broadband ini berkisar dari Rp 250 ribu sampai Rp 5,5 juta.

Selama sembilan bulan terakhir, peminat GIG sudah cukup banyak terutama untuk area high residential seperti apartemen di Jabodetabek dan Bandung. Tahun ini, GIG juga akan memperluas pasarnya ke kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makasar, Balikpapan, dan Bali baik di high residential seperti apartemen dan kawasan komplek perumahan (landed house). “Kami akan menambah cakupan di 10 sampai 12 kota tahun 2016 ini,” ujar Arpad Istvan Kiraly Commercial and Business Director IM2 menjelaskan. (Icha)

Alasan Pentingnya VoLTE Segera Diimplementasi di Indonesia

0

Telko.id – Layanan Suara berbasis 4G LTE dirasa perlu segera diimplementasikan di Indonesia. Pasalnya, banyak operator di beberapa negara maju yang tengh atau bahkan sudah mendeploy layanan ini. Seperti diketahui, VoLTE atau Voice over LTE merupakan sebuah layanan voice berbasis data dan berjalan di jaringan 4G LTE. Layanan ini juga memanfaatkan skema paket switching yang tentunya tidak akan menurunkan signal 4G pengguna ketika sedang melakukan panggilan voice. Hal ini tentunya berbeeda dengan skema panggilan lawas yang masih memanfaatkan circuit switching yang menyebabkan signal 4G pengguna harus turun ke 3G atau bahkan 2G ketika sedang melakukan panggilan voice.

Hadirnya layanan VoLTE di Indonesia juga akan semakin mempermudah para operator dalam melakukan perawatan dari infrastruktur mereka. Seperti diketahui, saat ini para operator setidaknya minimal perlu me maintance dua teknologi yakni 2G dan 4G, dengana catatan BTS 3G para operator sudah di switch pindah ke teknologi 4G.

Dengan hanya me maintance satu infrastruktur untuk semua layanan mereka, yakni voice dan data, tentunya para operator akan lebih efisien dalam hal perawatan. Penyebaran jaringan 4G pun saat ini sudah semakin meluas di Indonesia. Disinggung mengenai hal ini, Roberto Saputra, Direktur Smartfren membenarkan adanya kemungkinan hal ini. “Dengan hanya melakukan maintanance pada 4G saja, tentunya kami akan lebih efisien dalam hal perawatan,” ucapnya kepada tim Telko.id (17/2).

Namun, Ia juga menjelaskan bahwa saat ini mereka belum akan melakukan subtitusi terhadap teknologi 3G yang mereka miliki, Ia mengungkapkan bahwa masih banyak revenue Smartfren yang berasal dari jaringan EVDO mereka.

Sekedar informasi, Smartfren adalah operator 4G pertama di Indonesia yang akan meluncurkan layanan VoLTE dalam waktu dekat ini.

Alasan lain perlunya pengimplementasian VoLTE di Indonesia adalah dari segi kualitas, seperti diketahui layanan VoLTE menjanjikan kualitas suara yang Full HD, dengan menghilangkan berbagai macam noise yang timbul ketika melakukan panggilan telepon. Tidak seperti panggilan voice konvensional, layanan VoLTE juga dapat menghadirkan fitur video call dengan set up yang sederhana. Pengguna juga tidak perlu khawatir dengan kuota data mereka yang terkuras, karena operator akan membebani pengguna dengan tarif pulsa biasa.

Pengguna juga tidak perlu khawatir ketika sedang melakukan pengunduhan data ketika sedang ada panggilan masuk. Pasalnya, pengguna masih bisa menerima panggilan melalui VoLTE tanpa khawatir kecepatan download mereka turun atau bahkan konektifitas internet mereka terputus, seperti halnya yang terjadi pada panggilan konvensional.

Pengguna juga dapat melakukan set up panggilan dengan lebih cepat. Tercatat, ketika Tim Telko.id melakukan pengujian VoLTE milik Smartfren, kami hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 detik untuk set up panggilan.

Di negara maju lainnya seperti India, pengimplementasian VoLTE sudah bukan isapan jempol belaka. Pasalnya pada Kamis(11/2), regulator telekomunikasi mereka telah merekomendasikan amandemen yang cocok di lisensi telekomunikasi untuk membuka jalan bagi sistem interkoneksi yang terjadi pada IP atau tingkat protokol internet antar operator berlisensi.

Namun, di Indonesia sendiri belum diberlakukan satuan tarif interkoneksi untuk layanan VoLTE. Hal ini menjadi hambatan sekaligus tantang bagi para operator untuk merealisasikan layanan VoLTE di masyarakat Indonesia.

Diharapkan, dengan Smartfren yang sudah berani meluncurkan layanan ini, akan ada keberanian dari operator lain untuk segera mengkomersialisasikan layanan VoLTE di Indonesia, serta akan banyak juga handset yang mendukung layanan ini dengan harga yang terjangkau dan sesegera mungkin di buat peraturan tarif interkoneksi.

Samsung dan Qualcomm Berkolaborasi untuk LTE-U

0

Telko.id – Raksasa elektronik Samsung telah mengumumkan kerjasamanya dengan pemimpin pasar chip mobile, Qualcomm untuk mengembangkan small cell atau sel-sel kecil yang dirancang untuk meningkatkan LTE melalui spektrum tak berlisensi (LTE-U).

Qualcomm telah lama menjadi juara dalam LTE-U, yang menggunakan pita spektrum tak berlisensi, termasuk yang saat ini digunakan oleh wifi, untuk menambah sinyal LTE. Ini telah menjadi isu berkelanjutan, terutama di Amerika Serikat, di mana sejumlah pihak yang berkepentingan telah menyatakan keprihatinannya tentang sinyal wifi yang terdegradasi oleh teknologi ini.

Produk utama dalam kemitraan ini adalah sel Samsung LTE-U eFemto, yang menggabungkan chipset Qualcomm FSM9955. Teknologi kunci dalam sel kecil ini adalah enhanced Carrier Sensing Adaptive Transmission (eCSAT), yang dirancang untuk mengatasi masalah gangguan wifi ini.

“Kami sangat senang bekerjasama dengan pemimpin industri seperti Samsung dalam mempercepat inovasi sel kecil dan memperluas manfaat dari LTE untuk spektrum tak berlisensi,” kata Neville Meijers, VP Bussines Development di Qualcomm. “Memanfaatkan kedua band spektrum berlisensi dan tidak berlisensi secara memadai sangat penting untuk memenuhi permintaan data dan memberikan pengguna akhir dengan pengalaman mobile terbaik.”

“Kami bangga untuk membawa teknologi inovatif LTE-U ini ke portofolio sel kecil kami,” kata Kiho Cho, VP sistem jaringan desain laboratorium di Samsung Electronics.

Ia menambahkan, oerator dan perusahaan memerlukan kombinasi teknologi mutakhir dan keterjangkauan untuk memenuhi tingginya permintaan akan data, baik hari ini dengan 4G dan seterusnya. Sel Samsung LTE-U eFemto akan menguntungkan pengguna akhir dengan memungkinkan komunikasi data yang lebih cepat, dengan mobilitas mulus dan kinerja yang handal, dan meminimalkan gangguan dengan wifi. ”

Selain Samsung, dalam berita jelang MWC lainnya Qualcomm juga mengumumkan penambahan tiga mitra ODM baru, yakni Borqs, Compal dan Infomark. Ketiganya digandeng untuk membuat desain referensi berdasarkan pada platform Snapdragon Wear-nya.

Apple Tolak Permintaan FBI untuk akses ‘backdoor’

0

Telko.id – Apple masih terus berjuang untuk melindungi data penggunanya. Hal itu dibuktikan perusahaan dengan kembali menolak permintaan pemerintah AS untuk memberikan akses backdoor terkait penyelidikan terorisme. Kasus ini menyangkut serangan di San Bernardino, California yang terjadi Desember 2015 silam.

CEO Apple Tim Cook mengatakan dalam sebuah posting di website perusahaan bahwa Apple telah bekerja sama dengan FBI untuk kasus ini, dengan memberikan data yang diminta, sesuai dengan surat perintah dan panggilan dari pengadilan dan mengerahkan insinyurnya untuk membantu menyelidiki perangkat mobile yang mungkin digunakan oleh tersangka. Namun, perusahaan menolak permintaan FBI untuk membuat versi baru dari sistem operasi iPhone yang akan menghindari beberapa fitur keamanan penting. Ini akan dipasang pada iPhone yang ditemukan selama penyelidikan dalam upaya memulihkan informasi lebih lanjut.

Cook mengatakan, seperti dilansir Telecompaper, Kamis (18/2), akses ‘backdoor’ seperti itu kini sudah tidak ada, dan perusahaan khawatir bahwa kalaupun itu dibuat, perangkat lunak tersebut bisa jatuh ke tangan yang salah. Keberadaan kode sandi tersebut pada sistem enkripsi iOS akan mengekspos semua pelanggan Apple dan berpotensi pada risiko keamanan serta invasi privasi.

Implikasi dari permintaan FBI sendiri, yang didasarkan pada surat perintah Undang-Undang tahun 1789, bisa berdampak buruk bagi Apple secara bisnis.

“Jika pemerintah dapat menggunakan Undang-Undang untuk memudahkan dalam membuka iPhone Anda, itu akan memiliki kekuatan untuk mencapai ke perangkat siapa pun untuk mengambil data mereka,” katanya. “Pemerintah bisa memperpanjang pelanggaran privasi ini dan meminta Apple membuat perangkat lunak mata-mata untuk mencegat pesan Anda, mengakses catatan kesehatan Anda atau data keuangan, melacak lokasi Anda, atau bahkan mengakses mikrofon ponsel atau kamera tanpa sepengetahuan Anda.”

Cook menambahkan bahwa Apple tidak menentang perintah FBI, tetapi merasa harus angkat bicara dalam menghadapi apa yang dinilainya melampaui batas. Pernyataan CEO Apple ini hadir menyusul perintah dari pengadilan federal di California 16 Februari dimana perusahaan diharuskan untuk memberikan bantuan teknis kepada FBI dalam kasus tersebut. Bantuan tersebut mencakup pembukaan kode PIN pada iPhone, yang mengunci perangkat secara otomatis setelah beberapa upaya penggunaan PIN yang salah.

OTT Sepakat Lakukan Self Cencorship untuk Konten Negatif

0

Telko.id – Konten negative memang sulit dicegah penyebarannya. Itu sebabnya, perlu adanya self cencorship. Bagitu juga dengan aplikasi Over The Top atau OTT. Untuk itu, Kementerian Kominfo bersama perwakilan Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif khususnya Panel 1 tentang Pornogrofi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet serta Panel 2 tentang Terorisme, SARA, dan Kebencian telah mengundang perwakilan penyelenggara OTT di Indonesia antara lain Twitter Indonesia, Blackberry Indonesia, dan Line Indonesia.

Dari wakil panel menyampaikan bahwa konten-konten yang sudah jelas dilarang Undang-undang seperti pornografi, perjudian, dan terorisme/SARA agar bisa dilakukan filtering secara efektif dari sisi penyedia OTT. Yang dimaksud efektif disini adalah sebelum terjadi suatu kasus yang menimbulkan polemik di masyarakat sudah ter-eskalasi dulu di sisi penyelenggara OTT sehingga dapat meminimalisir keresahan yang terjadi di masyarakat. Pemenuhan terkait Undang-undang ini adalah tanggung jawab bersama baik dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait (penyelenggara OTT).

Penyelenggara OTT diharapkan untuk lebih aktif dalam mencegah konten negatif beredar di Indonesia. Panel menyampaikan bahwa terkait penangan konten negatif ini harus disikapi secara serius, panel juga meminta agar permintaan dari perwakilan pemerintah bisa di proses secepatnya, dan harus segera ditangani tanpa diseleksi terlebih dahulu.

Yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kominfo adalah pencegahan, belum masuk kepada ranah hukum, sebagaimana amanat dalam UU ITE No.11/2008 Pasal 27 dan Pasal 28.

Lebih lanjut diharapkan ada mekanisme teknis yang bisa diimplementasikan. Sebagai contoh untuk market Indonesia, seharusnya konten yang diedarkan harus sesuai dengan aturan, norma, dan budaya Indonesia, karena  negara Indonesia dibangun diatas konstruksi yang sangat menjunjung tinggi agama. Manakala dibutuhkan maka bisa dibentuk tim khusus dalam mengecek konten-konten tersebut, dan akan lebih baik lagi kalau tim khusus tersebut berada di Indonesia, sehingga kerja sama antara pemerintah dan penyedia konten berjalan lebih efektif dan efisien.

Perwakilan penyelenggara OTT menyambut baik inisiatif pemerintah dalam melakukan komunikasi dengan para penyelenggara OTT, lebih lanjut mereka menegaskan bahwa sebagai perusahaan global mereka tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Masing-masing penyelenggara OTT telah melakukan beberapa langkah untuk menangani konten internet bermuatan negatif, dan sepakat untuk melakukan self cencorship terhadap konten-konten yang beredar pada masing-masing aplikasi OTT. Selanjutnya akan diadakan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan hari ini dapat dijalankan. (Icha)