spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1684

Klarifikasi Kominfo Tentang Pemblokiran Tumblr

0

Telko.id – Beberapa hari belakangan, ramai diberitakan bahwa kominfo akan melakukan pemblokiran Tumblr. Sehubungan dengan pemberitaan tentang wacana pemblokiran beberapa situs terutama Tumblr oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika maka ada beberapa point yang ditegaskan ulang oleh Kominfo tentang Tumblr tersebut.

Yang pertama adalah Panel Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet menemukan unsur pornografi pada beberapa dari 477 situs yang dilaporkan. Di dalamnya termasuk Tumblr.

Memang, konten pornografi tersebut tidak terdapat pada seluruh akun Tumblr, namun sampai saat ini tidak memungkinkan bagi operator dan Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran per akun sehingga Kominfo meminta kepada Thumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

Kominfo pun telah mengirimkan surat pada Tumblr untuk melakukan self-censorship terhadap konten pornografi kepada akun-akun yang memanfaatkan layanan tersebut. Selanjutnya, Kominfo melalui Panel akan melakukan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat dijalankan. Hasil dari rapat tersebut akan diserahkan kepada Kemkominfo sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan. (Icha)

Huawei Targetkan 60 Kontrak Untuk Komersialkan LTE-A Pro di 2016

0

Telko.id – Huawei memprediksikan bahwa Teknologi LTE-A tahun ini akan booming. Itu sebabnya, perusahaan asal Cina ini menargetkan dapat kontrak untuk pembangunan LTE-Advanced Pro-Based teknologi 4.5G pada akhir 2016 ini. Demikian yang diungkapkan oleh Qui Heng, president of wireless network marketing operation Huawei menjelaskan, seperti yang dilansir dari RCR Wireless.

Pada akhir tahun 2015, transmisi 1 gigabit per detik telah digelar oleh operator seluler di Kanada, Norwegia, Jerman, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, China, Hong Kong dan Singapura.

“Kami melihat bahwa operator di seluruh wilayah tertarik dalam penyebaran solusi 4.5G,” kata Heng menambahkan. Sudah lebih dari 20 operator di dunia yang melakukan demonstrasi atau test komersial 4.5G teknologi dan bekerjasama dengan Huawei sejak 2014. “Saat ini kami juga sudah memulai negosiasi dengan beberapa operator untuk membangun teknologi 4.5G secara komersial. Kami percaya bahwa teknologi ini akan booming ditahun ini dan akan 4.5G akan komersial secara global.

Bagaimana dengan penyebaran teknologi 4.5G sendiri di Cina? Heng menjelaskan bahwa China Mobile sudah menunjukan minatnya untuk teknologi berbasis TDD atau Time Division Duplex. Demikian juga dengan operator lain di Cina sudah mulai membicarakan evolusi jaringan mereka ke 4G.

Sebelumnya, Huawei pernah mengatakan bahwa teknologi 4.5G akan memungkinkan operator seluler untuk meningkatkan pengalaman para pelanggannya dan mendukung dalam peningkatan komunikasi M2M atau Machine to Machine serta Internet of Things. Termasuk juga aplikasi baru untuk internet mobile, seperti kacamata virtual-reality dan teknologi pesawat tanpa awak.

“Implementasi dari evolusi jaringan ini dapat menggunakan peralatan yang ada sehingga pengembalian atas investasi yang pernah dikeluarkan untuk 4.5G juga akan lebih cepat,” ujar Heng menjelaskan.

Pada presentasinya, Huawei juga memperkenalkan produk 4.5G yakni Giga Radio. Termasuk juga di dalamnya, portfolio remote radio unit dan active antenna unit. Perusahaan ini juga mengatakan bahwa GigaRadio ini adalah diimplementasikan secara komersila dalam skala besar tahun ini. Dan akan membantu akselerasi dalam adopsi 4.5G secara global.

Sebagai tambahan informasi, pada bulan Oktober 2015, 3GPP menyebutkan bahwa teknologi 4.5G sebagai LTE-Advanced Pro. Beberapa aspek dari LTE-Advanced standar Pro adalah termasuk Small Cell dual-connectivity dan arsitektur,carrier aggregation enhancement, interworking dengan WiFi, licensed assisted access di di 5 GHz, indoor positioning, single cell-point to multi-point dan pengurangan latency. (Icha)

6 Point Penting Agar Small Cell Efektif dan Efisien

0

 

Telko.id – Teknologi Small Cell, adalah teknologi yang pas untuk memenuhi kebutuhan akan data wilayah atau area yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan utama secara maksimal dan dalam skala kecil. Saat ini, masih dikembangkan terus agar perpindahan dari jaringan utama ke small cell dapat berjalan mulus. Pasalnya, konsumen tidak akan pernah mentolelir jika ada spot kosong, terutama di kota besar yang begitu hype dengan data.

Menurut Alan Law, ketua Forum Small Cell, seperti yang di lansir dari RCR Wireless, bahwa ke depan, ada 6 point yang perlu diperhatikan ketika akan mengembangkan small cell ini.

Yang pertama adalah perusahaan. Tidak dapat dipungkiri, para pebisnis banyak membutuhkan akses data di mana saja dan kapan saja. Itu sebabnya, area perkantoran atau pusat bisnis menjadi penting untuk dibangun small cell. Small Cell Forum juga merencanakan untuk lebih fokus dalam pengembangan Small Cell ini agar dapat sesuai dengan semua scenario berbagai jenis perusahaan. Selain itu di daerah rural dan perumahan juga menjadi penting.

Pada perusahaan di Amerika misalnya, tahun 2015 lalu tumbuh sangat signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Mobile Experts, terjadi pertumbuhan 110% di 2015 atau lebih dari 400 ribu units small cell yang terpasang. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan IGR, ada sekitar 75% bisnis besar dan menengah di Amerika sudah menyadari membutuhkan small cell ini. Bahkan dua pertiga perusahaan sudah tertarik untuk membangun sendiri.

Point ke dua adalah Virtualization. Law menyebutkan bahwa pada pengembangan small cell lebih lanjut harus fokus pada network intelligence yang bekerja. Small cell harus mampu melakukan distribusi dengan baik dan arsitektur jaringan radio access yang ada pun harus mendukung.

Lebih lanjut, Law juga menyebutkan bahwa forum menyarankan agar melakukan pemisahan antara API dengan physical layer dan MAC layer. Dengan demikian, cloud dapat mendukung penurunan transportasi dan persyaratan latency serta biaya agregasi pun jadi lebih murah.

Forum juga menyarakan, penggunaan small cell antar generasi pertama dengan kedua dibedakan, tergantung dari area atau wilayah yang disasar. Pasalnya, small cell generasi ke dua sudah mencakup langkah menuju virtualisasi.

Usulan ketiga dari Forum Small Cell ini adalah gunakan Small Cell pada unlicensed technologies. Untuk masalah agregasi licensed dan unlicensed spectrum small cell terus didorong agar menjadi bagian dari perkembangan agregasi LTE WiFi atau licence-assisted access. Di mana semua itu akan di standarisasi pada LTE Release 13 yang rencananya segera dikeluarkan. Saat ini, Verizon sudah melakukan test untuk penerapkan LTE Unlicensed Technology, bekerjasama dengan Qualcomm.

Point ke empat adalah Neutral Host Small Cell. Menurut Law, Small cell yang saat ini adalah sudah multi-technology. Tapi ke depan, pada generasi ke dua dari small cell diharapkan sudah mendukung multi-operator. Forum Small Cell melihat bahwa licensed radio small cell adalah solusi yang disukai oleh pasar, begitu juga dengan multi-operator. IGR juga mengidentifikasi yang hal yang sama sebagai syarat untuk menggarap enterprise.

Point ke lima yang menjadi usulan dari Forum Small Cell adalah Self-organizing networks dan hetnets. Saat ini, Forum sudah mensposori SON plugfest untuk lebih meningkatkan otomatisasi dan ke depan menjadi tujuan agar pembangunan small cell jauh lebih mudah pada network yang heterogen di macro site. Termasuk juga distribusi system antenna dan WiFi nodes. Selain itu juga Forum menyatakan bahwa interoperable dan multi-vendor SON system adalah kritial enabler yang perlu diperhatikan karena menjadi tidak praktis ketika harus mengimplemtasikan small base station dalam jumlah banyak. Tanpa memperhatikan otomatisasi dan fleksibilitas.

Saat ini banyak small cell di bangun hanya untuk memenuhi kebutuhan coverage dan capacity saja. Untuk itu, Forum menargetkan bahwa penyebaran small cell selanjutnya menjadi lebih terencana dan menjadi layer ke dua dan posisinya berdekatan. Itu sebabnya, dibutuhkan penanganan yang sangat ketat dengan sisa jaringan yang ada.

Point ke enam atau yang terakhir adalah peran Small Cell pada era Internet of Things dan 5G. Harapan dari industry telekomunikasi dari 5G itu adalah ultra-low latencies, ultra-high capacities dan pemanfaatan spekturm high band untuk aplikasi mobile dan stasionary. Itu sebabnya, diharapkan ke depan small cell ini menjadi pusat untuk arsitektur jaringan 5G yang dapat digunakan untuk manusia maupun untuk IoT. (Icha)

‘Diusir’ dari Spektrum 1900 Mhz, Smartfren Tetap Pertahankan CDMA

0

Telko.id – Smartfren diminta untuk meningggalkan frekuensi 1900 Mhz dengan batas maksimal setidaknya hingga akhir tahun 2016 mendatang. Hal tersebut dikarenakan aktifitas mereka di frekuensi ini mengganggu blok 11 dan 12 pada frekuensi 2100 Mhz yang dulunya dimiliki oleh Axis.

Pihak regulasi dalam hal ini Kementrian Kominfo meminta Smartfren untuk meninggalkan frekuensi 1900 Mhz dengan memberikan pengalokasian spektrum yang cukup ‘lega’ yakni sebesar 30Mhz di frekuensi 2300 Mhz, dan setelah mereka meninggalkan frekuensi 1900 Mhz, nantinya pemerintah akan melakukan pelelangan kembali pada Blok 11 dan 12 di spektrum 2100 Mhz tadi.

Jika berkaca pada komentar Menkominfo Rudiantara kepada tim Telko.id November tahun lalu, Ia menyatakan bahwa Pemerintah memberikan tenggat waktu kepada PT. Smartfren Tbk untuk mengosongkan frekuensi ini hinga akhir tahun 2016 mendatang.

Berbicara mengenai refarming, Chief RA menambahkan, “Sementara untuk pengalokasian spektrum 2100 Mhz bisa lebih cepat dari akhir tahun 2016, tapi implementasi tergantung dari kita bersih-bersih frekuensinya,” ucapnya kepada Tim Telko.id pada November 2015 silam.

Yang menjadi permasalahan adalah spektrum 1900 Mhz Smartfren ini merupakan spektrum yang dihuni oleh pelanggan CDMA mereka. Bahkan, sempat terdengar desas-desus bahwa masa aktif layanan CDMA milik smartfren akan tamat pada akhir tahun 2016 mendatang.

Hal ini tentunya akan menjadi sebuah kerisauan bagi para pelanggan CDMA mereka, mengingat mereka memiliki pelanggan CDMA lebih dari 10 juta pelanggan sampai dengan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Direktur mereka, Roberto Saputra menegaskan bahwa Smartfren akan tetap mempertahankan layanan CDMA mereka meski harus bermigrasi ke spektrum lainnya. Ia juga menambahkan bahwa frekuensi CDMA mereka juga terdapat di frekuensi lainnya sehingga jika memang harus pindah maka Smartren masih bisa mempertahankan layanan CDMA mereka.

“Kami memiliki dua sprktrum untuk layanan CDMA kami, yakni di frekuensi 850 Mhz dan juga di frekuensi 1900 Mhz sehingga kalaupun kami harus pindah dari 1900 Mhz, maka layanan CDMA masih bisa digunakan karena kita juga memiliki device CDMA yang mendukung dual band, dalam arti bisa digunakan untuk frekuensi 850 Mhz dan 1900 Mhz,”tutunya kepada tim Telko.id (16/2).

Jawaban dari Roberto Saputra ini tentu menjadi sebuah kabar yang sangat mengembirakan bagi pelanggan CDMA Smartfren. Bukan hanya itu, komentar ini juga sekaligus menjawab opini publik akan nasib pengguna CDMA di Indonesia. Seperti diketahui bersama, belum lama ini Bakrie telecom yang juga menjadi salah satu pemain CDMA di Indonesia telah mengumumkan untuk menuup layanan CDMA mereka.

Berbicara mengenai perpindahan spektrum ini, apa dampak yang dirasakan oleh pengguna mereka? Menjawab pertanyaan tersebut, Hartadi Novianto selaku Mass Production Dept. Head Smartfren mengungkapkan, “Sebenarnya tidak terlalu terasa bagi para pelanggan kita, hanya saja kapasitasnya yang akan kurang, mengingat 1900 Mhz memiliki kapasitas yang lebih besar ketimbang 850 Mhz,”ucapnya.

Ia juga mengungkapkan Smartfren akan tetap mengembalikan spektrum 1900 Mhz kepada Pemerintah. Disinggung mengenai migrasi ke frekuensi 850 Mhz, Hartadi juga mengngkapkan sampai dengan saat ini, hampir semua pelanggan CDMA di 1900 Mhz sudah berhasil di migrasikan ke spektrum 850 Mhz.

Sekedar informasi, di frekuensi 850 Mhz, Smartfren saat ini telah mengalokasikan 5 Mhz untuk layanan CDMA. Smartfren akan benar-benar menghilangkan layanan CDMA ketika semua pengguna layanan ini telah bermigrasi ke 4G LTE mereka.

Siap Luncurkan VoLTE, Smartfren Hadirkan Handset terbaru

0

Telko.id – Smartfren sebagai operator layanan 4G dengan cakupan terluas mengaku telah siap dalam meluncurkan layanan Voice over LTE (VoLTE) pada minggu ini. Seperti diketahui, VoLTE atau Voice over LTE merupakan sebuah layanan voice berbasis data dan berjalan di jaringan 4G LTE.

Walaupun berbasis data, pengguna VoLTE milik Smartfren juga tidak perlu khawatir karena kuota data mereka akan habis terpakai, pasalnya layanan VoLTE ini nantinya akan memotong pulsa para pengguna seperti halnya layanan voice konvensional di 3G ataupun 2G.

Namun, hadirnya layanan VoLTE juga memerlukan sebuah perangkat 4G yang juga mendukung layanan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Smartfren mengambil langkah kongkret dengan menghadirkan dua handset 4G terbaru yang akan dirilis pada Jumat pekan ini.

Lalu, bagaimana dengan pengguna Smartfren di Handset selain Andromax seperti Lenovo A6010 dan Samsung generasi J? Mengenai hal tersebut, Sukaca Purwokardjono, Selaku Division Head Smartphone Business Smartfren menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan pihak Samsung dan Lenovo terkait update firmware pada handset tersebut.

Khusus untuk Lenovo A6010, Sukaca menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan uji coba untuk layanan VoLTE pada handset tersebut.

IMG_20160217_3963

Nantinya, layanan VoLTE milik Smartfren akan memiiki beberapa fitur seperti kualitas HD, Video Call Conference, Video Call dan memiliki Call swipe yang mudah dari voice ke voice call. Kecepatan internet minimum untuk menggunakan layanan ini adalah 2Mbps. Smartfren pun memberikan garansi bahwa selama mendapatkan jaringan 4G mereka, pengguna masih bisa menggunakan layanan VoLTE.

IMG_20160217_29192

Seperti diketahui, Hadirnya layanan VoLte akan memberikan Smartren sebuah efisiensi. Hadirnya layanan ini juga sekaligus mampu menjadi subtitusi dari layanan voice lawas milik Smarftren. Mengenai hal ini, Roberto Saputra selaku Direktur Smartfren mengaku bahwa saat ini mereka belum akan melakukan subtitusi terhadap teknologi EVDO yang mereka miliki. Pasalnya, masih banyak revenue Smartfren yang berasal dari jaringan EVDO mereka.

Disinggung mengenai kenaikan ARPU, Roberto juga menjelaskan bahwa hadirnya layanan VoLTE milik Smartfren diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemasukan layanan voice mereka. Namun, Ia mengungkapkan saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan mengenai kenaikan ARPU Mereka. Smartfren pun saat ini masih berfokus pada penyebaran dari layanan VoLTE miliknya sambil memperkaya ekosistem di layanan tersebut.

Kunjungi AS, Presiden Joko Widodo Sempatkan Mampir ke Markas Twitter

0

Telko.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (@jokowi) telah sampai di Amerika Serikat untuk menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) US – ASEAN Summit yang pertama di Sunnylands, California.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Twitter di San Francisco untuk bertemu dengan CEO Twitter, Jack Dorsey (@jack), pada tanggal 17 Februari mendatang waktu setempat (18 Februari pagi hari, WIB).

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif beliau untuk menekankan peran Indonesia dalam meningkatkan keamanan dan pra-deteksi, di mana platform komunikasi dan sosial seperti Twitter memainkan peran yang sangat penting dalam melawan dan mencegah terorisme dan tindakan ekstrimis.

Sebelum meluncurkan kembali akun Twitternya, @jokowi telah memiliki lebih dari 2.3 juta pengikut. Sampai hari ini, akun Presiden Joko Widodo telah mempunyai lebih dari 4.43 juta pengikut. Beliau juga menjadi Presiden pertama di kawasan Asia Pasifik yang memiliki dan menggunakan Periscope, aplikasilive broadcast milik Twitter (dengan nama akun: @presidenjokowidodo) untuk berbicara langsung dengan masyarakat saat #KarnavalKhatulistiwa di Pontianak bulan Agustus 2015 lalu.

Dengan menggunakan Twitter memungkinkan Presiden Joko Widodo untuk tetap terhubung dengan masyarakat dan memberikan beliau kesempatan menjadi lebih transaparan mengenai kinerja pemerintah dalam hal pembangunan, keamanan, hukum, sosial, politik, dan budaya. Beliau juga menggunakan Twitter sebagai media untuk melakukan diplomasi dengan pemimpin dari berbagai negara. Presiden @jokowi juga menggunakan Twitter untuk menjawab beragam isu yang sedang terjadi serta mengambil tindakan sebagai balasan dari Tweet masyarakat. (Icha)

Sequans Luncurkan Low Cost Chipset LTE Cat-M Untuk IoT

0

Telko.id – Tipikal dari pemasaran LTE biasanya mengenai kecepatan tinggi dan teknologi bandwith yang tinggi Padahal, tidak semua melihatnya seperti itu. Produsen chipset asal Perancis, Sequans beberapa tahun terakhir ini fokus untuk mengembangkan chipset LTE berdaya rendah dengan tujuan mencipatakan modem LTE yang mudah untuk mendukung perkembangan Internet of Things,

“Tidak semua orang membutuhkan kecepatan tinggi, banyak juga yang mementingkan konsumsi daya yang rendah. Pilihannya adalah menggunakan tknologi Cat-M,” ujar Georges Karam, CEO Sequans, seperti yang dilansir dari RCR Wireless.

Cat-M sendiri mengacu kategori M, generasi kedua dari chipset LTE ini dimaksudkan untuk mengakomodir aplikasi IOT. Kategori M berikut nya adalah Kategori-1 LTE, bagian dari standar 3GPP LTE yang ada, yang memungkinkan untuk mengurangi konsumsi daya dan biaya dengan capping speed pada 10 megabit per detik.

Sequans sendiri adalah pembuat chip pertama yang mengumumkan solusi Cat-M, yang mampu bekerja dengan kecepatan 300 kilobit per detik. Chipset ini mengintegrasikan baseband, transceiver RF, RAM dan manajemen daya yang bebentuk 6. X 8 mm. Penyedia solusi seperti Gemalto akan menambahkan baterai, power amplification, switches dan antenna untuk melengkapi IoT module. Dan Gemalto sendiri akan menciptakan Cat-M LTE module dengan menggunakan chipset milik Sequans, meneruskan keberhasilan dari Module Cat-1 yang juga menggunakan modem dari Sequans.

Selanjutnya, Sequans menargetkan bahwa modul ini dapat dijual dengan harga sekitar US $ 8,00 atau sekitar setengah harga dari module katagori 1 yang saat ini ada di pasaran. Bahkan Karam berharap, harga jual dari Cat-M ini dapat lebih rendah lagi. Paling tidak bisa mencapai US$ 6,00.

“Saat ini, di pasar banyak yang menggunakan Cat-1 untuk semua aplikasinya karena tidak ada yang lain,” ujar Karam lebih lanjut. Padahal semua aplikasi untuk M2M harus pindah dari 2G dan yang terbaik dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Cat-1. Baik untuk yang berkecepatn tinggi maupun berkecepatan sangat rendah. Jika memang bisa terjangkau tidak masalah. Tapi, pada kenyataanya tidak demikian.

Itu sebabnya, Sequans masuk dengan menawarkan Cat-M. Solusi yang lebih baik untuk melayani konsumen dengan lebih murah. Cat-M diprediksikan akan meningkatkan skala ekonomi dari IoT seperti smart energy meter, industriak IoT sensor, asset tracker, smart city controller, dan consumer wearable.

Cat-M ini sendiri sudah compliant dengan 3GPP Release 13 LTE Advanced Pro standard yang menjadi definisi baru terhadap kapabilitas dari LTE untuk machine-type-communications. (Icha)

Setelah Jio, TCS Juga Hadirkan VoLTE di India

0

Telko.id – Tata Consultancy Services (TCS) telah meluncurkan solusi untuk mengaktifkan layanan Voice over LTE untuk jaringan virtual menggunakan platform TCS ‘Network Function Virtualization (NFV) Concerto. Perusahaan IT terkemuka di India ini berkolaborasi dengan Brocade, Metaswitch dan Ixia, pada Intel Xeon platform untuk menunjukkan penyebaran dan verifikasi layanan Voice over LTE dalam jaringan virtual yang mereka buat.

Solusi ini tentunya akan membantu dalam menciptakan peluang bisnis baru, menyederhanakan pengembangan produk, dan membantu pelanggan dengan pengadopsian virtualisasi jaringan. Dalam VoLTE atau yang lebih dikenal dengan Voice over LTE, panggilan voice akan berjalan melalui jaringan data 4G LTE dan bukan menggunakan skema lawas circuit-switched yang biasa digunakan di jaringan 2G atau 3G yang saat ini digunakan. Teknologi VoLTE, juga memungkinkan layanan voice yang dapat berjalan pada jaringan data LTE.

VoLTE juga merupakan standar teknologi bagi para penyedia dalam memberikan layanan broadband kecepatan tinggi, yang saat ini dikenal sebagai 4G. V Rajanna, Wakil Presiden dan Global Head of Technology Unit Bisnis, TCS mengatakan, “TCS ‘NFV Concerto secara signifikan mengurangi pengembangan dan siklus tes untuk fungsi-fungsi jaringan virtual dengan mengotomatisasi fungsional, kinerja, skalabilitas dan penyesuaian testing. solusi ini merupakan bukti keahlian TCS ‘pada platform berbasis prosesor Intel dan OpenStack, pemahaman mitra VNFs dan pengalaman yang luas terhadap teknologi generasi sebelumnya,” ucapnya seperti dikutip dari laman ETTelecom(17/2).

Platform NFV Concerto TCS juga ‘mengintegrasikan Brocade virtual Evolved Packet core, virtualisasi Sistem Internet Multimedia Metaswitch dan Session Border controller, serta Ixia IxLoad Wireless, platform ini juga berhasil menunjukkan panggilan voice melalui layanan LTE di jaringan seluler virtual. Solusi ini digunakan pada Intel Xeon server berbasis prosesor memanfaatkan Red Hat OpenStack.

“Dengan interface terbuka dan desain ground-up untuk lingkungan virtual, vEPC kami cocok dalam framework Concerto dan juga cukup efisien dalam melayani volume data yang tinggi dan latency VoLTE yang sensitif,” ucap Nishi Kant , Wakil Presiden Mobile Networking di Brocade.

Sekedar informasi Reliance Jio adalah operator pertama di India yang menyelenggarakan teknologi VoLTE untuk menawarkan layanan suara di negara ini. Pada tahun lalu, mereka memilii kontrak senilai $ 100 juta (sekitar Rs 670 crore) dengan Nokia untuk penyebaran VoLTE di seluruh India. Sementara Bharti Airtel dan Vodafone juga menggunakan jasa Nokia untuk penyebaran teknologi VoLTE berbasis IMS pada jaringan mereka yang diharapkan akan mulai beroperasi segera dengan layanan berbasis teknologi ini pada bulan April.

Nokia Harapkan Banyak Permintaan VoLte di India

0

Telko.id – Nokia mengharapkan banyak klien mereka dari operator di India yang menginginkan implementasi dari layanan VoLte. Pasalnya, operator telekomunikasi India menunjukkan banyak kepentingan untuk segera mengimplementasikan layanan voice HD ini.

VoLte juga memungkinkan para pelanggan dari operator tersebut untuk melakukan panggilan suara melalui jaringan data 4G. Bahkan, kata seorang pejabat Nokia menambahkan bahwa perusahaan pendukung industri Telekomunikasi ini berada pada posisi yang baik untuk menerima penawaran VoLte.

“India terlihat sangat positif ketika terlihat peluang di segmen VoLTE atau Voice over LTE, Kami juga berada pada posisi yang baik secara signifikan di India,” ucap Amit Marwah, Head of Technology Nokia India, seperti dilansir dari ETTelecom (16/2).

Sekedar informasi, peluncuran komersial pertama dari teknologi ini dijadwalkan secepatnya oleh Reliance Jio Infocomm. Seperti diketahui, teknologi VoLTE memungkinkan suara menjadi data yang naik pada jaringan data LTE, yang membutuhkan layanan mobile broadband berkecepatan tinggi.

Marwah mengatakan bahwa operator telekomunikasi di India tengah mempersiapkan diri untuk menawarkan layanan VoLTE, mereka juga berharap bahwa akan ada banyak permintaan yang lebih besar dari end user setelah peluncuran Jio. ETTelecom sebelumnya juga melaporkan bahwa Nokia telah mengantongi kontrak dari dua perusahaan telekomunikasi terkemuka India, yakni Bharti Airtel dan Vodafone India untuk penyebaran IMS berbasis teknologi VoLTE pada jaringan mereka.

Kedua kontrak tersebut diharapkan akan mulai beroperasi dengan layanan berbasis teknologi ini pada bulan April mendatang. Selain itu, Nokia juga sedang dalam pembicaraan aktif dengan Idea Cellular untuk kesepakatan IMS / VoLTE.

Namun, berbicara mengenai VoLte, Marwah masih menolak untuk mengomentari lebih detail tawaran dari Reliance Jio. “Kami terlibat dalam semua peluang IMS / VoLTE,” ucapnya

Reliance Jio, yang juga bagian dari perusahaan Mukesh Ambani, Reliance Industries, pada tahun lalu memiliki kontrak senilai $ 100 juta (sekitar Rs 670 crore) ke Nokia untuk penyebaran VoLTE di seluruh negeri. saat ini mereka tengah melakukan penggelaran teknologi VoLTE di tingkat nasional.

Menurut Marwah, operator telekomunikasi perlu agresif dan melihat investasi di VoLTE sebagai teknologi dan layanan untuk melawan VoIP (voice over internet protocol) dan ancaman aplikasi OTT (over-the-top). Dia juga menunjukkan bahwa adanya mekanisme yang memungkinkan perusahaan Telekomunikasi untuk mendapatkan tagihan dari pelanggan dengan basis per menit untuk panggilan VoLTE bahkan ketika menggunakan paket data sekalipun.

“VoLTE memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan VoIP,” kata Marwah. VoLTE juga akan menjadi layanan gratis untuk sebagian besar perusahaan telekomunikasi yang memberikan layanan circuit switch voice.

Mengantisipasi pengimplementasi yang lebih tinggi dari layanan VoLTE, Marwah mengatakan kerangka peraturan perlu dibuat dalam mekanisme interkoneksi VoLTE di negara ini. Sementara itu, pada hari Kamis pekan lalu waktu setempat, regulator telekomunikasi telah merekomendasikan amandemen yang cocok di lisensi telekomunikasi untuk membuka jalan bagi sistem interkoneksi yang terjadi pada IP atau tingkat protokol internet antar operator berlisensi.

Jika diterima oleh pemerintah, pengguna pada jaringan 4G berbasis VoLTE milik Jio dapat memanggil pelanggan dari operator lain serta untuk melakukan sharing VoLTE dan sebaliknya.

Marwah mengatakan tarif interkoneksi VoLTE saat ini tidak didefinisikan antara dua operator telekomunikasi di negara tersebut. Layanan roaming VoLTE Internasional dan nasional dalam tahap baru akan lahir secara global, dan dapat menimbulkan beberapa tantangan pada awalnya, tetapi akan berkembang setelah skala dari penyebarannya menjadi lebih luas.

Dia menambahkan bahwa perusahaan telekomunikasi akan mendorong sebuah pemikiran untuk roaming dan interkoneksi setelah VoLTE tersebar di negara ini.

Ia juga menambahkan, bahwa perangkat ekosistem merupakan tantangan bagi teknologi VoLTE, karena smartphone juga tidak tersedia dalam kategori terjangkau. “Ekosistem tergantung pada skala dan volume, namun ada beberapa smartphone yang dapat dikonversi menjadi perangkat VoLTE,” tutup Marwah.

Yotaphone Masih Lakukan Penjajakan Untuk Urusan TKDN

0

Telko.id – Masalah TKDN atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang diwajibkan oleh pemerintah, terutam bagi vendor yang meluncurkan produk 4G, memang baru akan dilaksanakan pada awal 2017 nanti. Namun, para vendor smartphone sudah berlomba-lomba untuk membuat manufaktur sendiri, walapun hanya perakitan, atau berpartner dengan perusahaan manufaktur.

Yotaphone sendiri, ketika meluncurkan Yotaphone 2 ini masih belum memenuhi aturan TKDN tersebut. “Kami masih melakukan identifikasi manufaktur mana yang pas untuk diajak kerjasama karena Yotaphone ini memiliki teknologi yang inovasi dari Rusia sehingga tidak semua manufaktur siap untuk bekerjasama,” ujar Ted Samuel, Wakil Direktur, Maxindo Telemedia Nusantara menjelaskan.

Terlebih yang memiliki wewenang dari pemilihan manufaktur ini adalah pihak principal. Jadi diskusi untuk penentuan dari manufaktur ini juga cukup panjang.

Seperti diketahui, saat ini ada beberapa manufaktur di Indonesia yang siap memproduksi smartphone pesanan dari vendor. Sebut saja PT Haier Electrical Appliaces, LG Innotek, Tridharma Kencana dan Sat Nusapersada.

Sedangkan brand lain, lebih memilih membuat pabrik sendiri ketimbang melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Yotaphone sendiri, ketika ditanya untuk membuat pabrik sendiri masih belum bisa banyak bicara karena ketika siap membuat pabrik maka volume produksi pun harus memenuhi hitung bisnis. “Jadi dalam jangka pendek Yotaphone memiliki untuk melakukan partner dengan manufaktur,” ujar Ted menjelaskan. (Icha)