spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1647

Geliat Tri Dalam Tingkatkan Pelayanan

0

Telko.id – Hutchison 3 atau yang lebih dikenal dengan nama Tri Indonesia melakukan beberapa langkah konkret dalam mengembangkan kualitas layanan mereka kepada para pelanggan di Indonesia.

Baru-baru ini, Tri menyewa data center milik Telkom yang berlokasi di Sentul. Sekadar informasi, data center ini merupakan data center ketiga milik Tri. Dengan dua data center Tri sebelumnya berada di Menara Mulia dan Plaza Kuningan, Jakarta.

Nantinya, data center ketiga mereka ini akan berfungsi sebagai pusat integrasi jaringan IT dan network. Selain itu, ia juga akan difungsikan sebagai Disaster Recovery Center (DRC), meski dua data center Tri lainnya juga dilengkapi dengan DRC.

Sekadar informasi, setelah melakukan peresmian data center ini, Tri berencana untuk menempatkan sarana telekomunikasi lain seperti Metro Ethernet dan IP Transit.

“Kita kan tidak memiliki properti yang banyak, namun kita tahu, salah satu mitra terbesar kita yaitu Telkom yang mempunyai banyak STO yang kosong, dan kita sama-sama berdiskusi bagaimana memanfaatkan properti ini dan tercetuslah ide bagaimana kita menjadikan STO ini sebagai data cener kita, ” ujar Danny Buldansyah, Vice President Director Hutchison 3 Indonesia ketika ditemui Tim Telko.id pada ajang FTTH Summit di Jakarta (27/4).

Danny menambahkan, mereka akan menyewa STO milik Telkom ini dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Ia juga berujar, “Dengan pola kerjasama ini, kita akan menambah lagi data center di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kita selalu melihat, bahwa Telkom ini punya banyak tempat yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danny mengungkapkan bahwa sampai akhir tahun kemungkinan mereka akan menambah satu data center lagi yang akan di tempatkan di wilayah Kalimantan.

Bukan hanya data center, Geliat Operator yang belum lama meresmikan 4G ini juga terlihat dari kerjasama mereka dengan vendor jaringan, Nokia.

Nokia nantinya akan didapuk untuk memperluas jaringan inti Tri guna memenuhi permintaan layanan data mobile yang meningkat di pasar Indonesia. Hal ini dikarenakan,Tri melihat peningkatan lalu lintas data sebesar dua kali lipat setiap sekitar sembilan bulan.

Nokia sendiri akan mendukung Tri dengan paket teknologi inti di beberapa kota penting di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, Solo dan Yogyakarta, yang dianggap sebagai kota-kota dengan penduduk yang paling padat di Indonesia.

Sekadar informasi, Teknologi Nokia akan membantu Tri memanfaatkan sumber daya jaringan dengan lebih baik dan memberikan pengalaman layanan yang berbeda, seraya meletakkan pondasi untuk evolusi jaringan sehingga memungkinkan untuk memenuhi permintaan layanan data pelanggan di masa depan.

Beberapa layanan yang akan diberikan oleh Nokia diantara nya :

  • Perencanaan Jaringan dan Optimisasi, Implementasi dan Perawatan Jaringan,
  • Elemen Jaringan  Inti Layanan meliputi Evolved Packet Core-ready Nokia, Flexi Network Gateway dan Flexi Network Server
  • Nokia Flexi Convergent Mediation Device
  • Sistem Pendukung Operasional Nokia NetAct.

Dengan kerjasama ini, diharapkan kualitas layanan dari Tri akan semakin baik dan efisien. Kerjasama ini juga sekaligus menjadi angin segar bagi 55,5 juta pelanggan mereka di Indonesia.

Celcom Axiata Tunjuk Ericsson dan Huawei Untuk Gelar Jaringan LTE

0

Telko.id – Celcom Axiata Bhd memilih Ericsson Malaysia Sdn Bhd dan Huawi technologies sebagai partner infrastruktur jaringan utama untuk mengintegrasikan, menyebarkan dan mengelola perkembangan jaringan generasi keempat (4G) Long Term Evolution (LTE).

Chief executive officer (CEO) Datuk Seri Shazalli Ramly mengatakan bahwa penyedia telekomunikasi seluler telah menyiapkan dana RM1.8bil untuk RM2.2bil, yang meliputi biaya refarming spectrum dan untuk menyebarkan infrastruktur selama lima tahun ke depan. Lebih lanjut disampaikan bahwa kemitraan dengan Ericsson dan Huawei merupakan salah satu komponen besar dari rencana migrasi Celcom dari traditional voice menjadi real voice, data dan digital centric player, karena telah berhasil menyelesaikan rencana transformasi lima tahun nya di September 2014, menjelang tenggat waktu 2015-nya.

Kontrak kemitraan ini mengikat kedua perusahaan tersebut untuk bertanggung jawab dalam penyediaan penuh turnkey dan pengiriman produk, peralatan, sistem, karya dan jasa untuk Celcom Radio Access Network (RAN) yang akan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

“Kami akan mengadopsi teknologi baru yang dari Ericsson dan Huawei, yang akan mengurangi jumlah site namun mendapatkan cakupan yang lebih luas. Hal Ini akan mendorongan penghematan yang besar. Selain itu, Celcom juga akan menjadi lebih siap menghaapi era 5G di masa depan,” ujar Shazalli, seperti dikutip dari The Star usai penandatanganan kerjasama yang menandai kolaborasi Celcom dengan Ericsson dan Huawei.

“Sementara itu, Celcom akan lebih fokus untuk melakukan penguatan pada layanan, para pelanggan, iklan dan interaktif pendapatan, juga bertujuan untuk menjadi jaringan terbesar di Malaysia,” ujar Shazalli menambahkan lebih lanjut.

“Langkah ini pun akan membuat Kami ingin menjadi efisien dalam penggunaan teknologi dan lebih bijaksana dalam membelanjakan modal atau CAPEX. Pada 25 wilayah utama di Malaysia akan terjadi throughput data yang kuat, dengan cakupan 95%,” sahut Shazalli menjelaskan.

Celcom juga menyatakan bahwa akan mengalokasikan investasi setidaknya RM1.2bil sebagai belanja modal tahun ini yang akan dipergunakan untuk memperluas area layanan 4G-nya, serta membangun cakupan kualitas lebih di 25 daerah kota utama diidentifikasi.

Langkah ini pun dianggap sebagai “smart-belanja” dan “menghemat biaya” sehingga mampu memberikan margin yang signifikan ditengah persaingan yang ketat di industry ini.

Sementara itu, berkenaan dengan akan diluncurkannya infrastruktur jaringan 5G, CEO Huawei Abraham Liu mengatakan akan memulai uji coba 5G 2018 dengan jaringan metro komersial untuk dirampingkan pada tahun 2020.

Mengomentari tantangan yang dihadapi dalam industri, Shazalli mengatakan penyedia telekomunikasi harus siap menghadapi perubahan yang terjadi terus menerus dalam teknologi dan berkembang kebutuhan konsumen. “Kami membangun beberapa kemungkinan dan itu adalah tantangan migrasi baru,” tambah Shazalli.

Pada kuartal keempat 2015, Celcom memiliki 12.250.000 pelanggan, dimana 9.450.000 pelanggan menggunakan kartu prabayar. (Icha)

Ericsson Umumkan Program IOT Accelerator

0

Telko.id – Setelah program akselerator HTC untuk VR startups, Ericsson juga mengumumkan Accelerator IOT di Hannover Messe Trade Fair. Program ini rencananya akan dapat dinikmati oleh pelanggan secara global pada akhir Q3 tahun ini.

Program ini mengklaim bahwa akan memberikan layanan pada semua pihak yang mencari cara untuk menghilangkan hambatan, seperti biaya dan solusi dalam mengembangkan solusi Internet of Things atau IoT. Tujuannya adalah mengkombinasikan IoT platform dengan layanan Ericsson dan marketplace yang memungkinkan menjangkau customer dari berbagai sector. Seperti public safety, transport dan lainnya untuk dapat berkoneksi dengan partner dan menghasilkan uang. Ericsson juga mengatakan bahwa customer IoT Accelerator dapat menggunakan laboratorium bisnis di regional untuk membantu mereka melaksanakan kemampuan global secara lokal.

Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh perusahaan, kemampuan IOT platform akan mencakup manajemen data, penagihan, manajemen perangkat, layanan konektivitas dan analisis. Selain itu, modul ekspansi yang direncanakan seperti portal self-service, lingkungan pengembang dan software development kit juga akan disertakan. Sekaligus juga mendapatkan benefit dari Ericsson Cloud System yang akan menudukung pengembangan hybrid cloud dan memenuhi persyaratan yang terkait dngan data dan keamanan.

Ericsson juga mengklaim bahwa semua konektivitas standar utama mendukung, dan Accelerator akan memanfaatkan Ericsson Seluler secara besar-besaran untuk solusi perangkat lunak IOT, termasuk dukungan untuk NB-IoT, LTE Cat-M1 dan teknologi EC-GSM-IOT berdaya rendah namun menjangkay area yang luas.

“Kami yakin dengan memberdayakan organisasi untuk menghubungkan orang, perangkat, dan lainnya akan lebih cepat dan lebih mudah. Kami awalnya akan fokus pada keselamatan publik, utilitas, transportasi dan pelanggan smart city, kemudian akan dilakukan penyesuaian berdasarkan umpan balik yang diperoleh. Selanjutnya akan lebih mudah melakukan peningkatan dalam penggunaan dan meneruskan melalui pendekatan DevOps untuk pengembangan perangkat lunak. Dan, semua itu kami memberikan kepada pelanggan kami melalui IOT Accelerator,” Orvar Hurtig, Head of Industry & Society Ericsson menjelaskan. (Icha)

FTTH Summit Jadi Perangsang Perkembangan Fixed Broadband?

0

Telko.id – Ajang Indonesia FTTH Association Summit yang diprakarsai oleh MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia) dan IFA selaku asosiasi FTTH Indonesia, serta dukungan dari Menkominfo dan Huawei Indonesia digadang-gadang dapat memberikan batu loncatan terhadap perkembangan fixed broadband di Indonesia.

Seperti diketahui, bila dibandingkan dengan mobile broadband, perkembangan fixed broadband di Indonesia memang sangat jauh ketinggalan. Hal ini dikarenakan penerapan FTTH (Fiber To The Home) di Indonesia memerlukan biaya yang cukup mahal.

Untuk Mobile sendiri, tahun lalu Indonesia telah memiliki jaringan 4G LTE yang tentunya menjadikan pengguna mobile di Indonesia bisa menikmati kecepatan internet dengan bandwith yang lumayan. Berkaca dari laporan  Opensignal beberapa waktu lalu, setidaknya di Indonesia bagian Barat, kecepatan internet rata-rata mencapai 7Mbps, namun angka tersebut cukup timplang dengan wilayah Indonesia tengah ataupun timur yang hanya dapat menikmati internet dengan kecepatan 300Kbps.

Mengatasi hal ini, Rudiantara selaku Menkominfo mengharapkan fixed broadband sebagai true broadband untuk memberikan internet yang lebih cepat, stabil hingga ke pelosok negeri.

“Orang-orang di Jakarta menikmati troughput internet sebesar 7 Mbps, berdasarkan opensignal. Sementara di Indonesia Timur seperti Ambon, kecepatan internet di wilayah tereebut hanya sekitar 300 kbps. Dengan adanya proyek palapa ring, kami berharap agar keceoatan internet rata2 di Indonesia mencapai 10 Mbps,” ujarnya pada saat keynote speech di ajang Indonesia FTTH Association Summit, di Jakarta (27/4).

Kegiatan Summit ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, dengan mempersatukan semua pemangku kepentingan yang hadir, semoga percepatan pita lebar Indonesia menjadi segera terlaksana dan hasil nyatanya dapat segera di nikmati oleh semua kalangan.

Ajang ini juga merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk perkembangan fixed broadband tadi. Pasalnya akan ada beberapa program kerja yang dilakukan guna memberikan pelayanan internet fiber di rumah-rumah dan kantor di Indonesia.

“Kedepannya, kita akan buat tiga kelompok kerja, pertama membahas regulasi, kedua standar teknologi, dan ketiga adalah bisnis model dari teknologi ini,” Ujar ketua IFA, Suwanto Gunawan.

Krstiono, selaku ketua MASTEl menyebutkan, nantinya mereka akan bekerjasama dengan para operator dan juga pihak dinas terkait dalam pengimplementasian FTTH ini. Ia juga mencontohkan Surabaya, yang mana telah sukses dalam penanaman serat fiber yang tidak menganggu keseimbangan jalan karena meletakan serat fiber tersebut pada dinding bawah gorong-gorong, bukannya menanamkan langsung seperti yang kerap terjadi di Jakarta.

“Solusinya adalah infrastruktur sharing dan open akses yg bebas digunakan oleh semua pemain operator. Hal ini juga sejatinya dapat menguntungkan konsumen yang sering merasa di monopoli oleh satu operator saja,” ucap Kristiono.

Kristiono juga menuturkan, alasan dari lambatnya perkembangan fixed broadband di Indonesia, yang setidaknya terdapat dua masalah besar. “Fixed broadband ketinggalan jauh dari mobile, persoalan ada dua yaitu right of way,  dan investasi yang lebih mahal ketimbang wireless broadband,” tuturnya.

Semoga saja, FTTH Summit ini dapat menstimulus perkembangan dari Fixed Broadband di Indonesia, serta banyak provider internet yang juga bermain disana, sehingga pengguna akhir dapat memiliki pilihan yang banyak dan sesuai dengan mereka dari segi harga, kualitas dan juga layanan secara keseluruhan.

 

Mengintip Penerapan Smart City di Surabaya

0

Telko.id – Seperti yang sering diberitakan sebelumnya, bahwa tren smart city di Negara berkembang semakin marak dan menjadi sebuah solusi untuk menghadirkan tata kelola kota yang baik.

Sama halnya dengan di Indonesia, tercatat sudah banyak kota besar di Indonesia yang mengimplementasikan smart city unuk mendukung pemerintahan kota tersebut. Bukan dari Ibukota, justru penerapan e-goverment yang paling dekat dengan kata sukses justru diimplementasikan di Surabaya.

Tim Telko.id mencoba menghadirkan secara singkat mengenai penerapan smart city di kota Surabaya, seperti berikut.

Untuk penerapan smart city mereka tertuang dari pelayanan e-goverment yang nyatanya telah dilakukan sejak tahun 2002 silam. Hal ini diungkapkan langsung oleh walikota mereka Tri Rismaharini yang menyebutkan, “Kami di Surabaya sudah mengimplementasikan hal ini sejak tahun 2002,  Kami juga memiliki eketronik SDM untuk tes CPNS, dan semua proses nya melalui online,” ujarnya ketika di temui Tim Telko.id pada ajang Indonesia FTTH Summit, di Jakarta (27/4).

E-goverment di Surabaya sendiri mencangkup Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah, e-SDM, e-Monitoring, e-education, e-permit, e-office, e-health,e-dishub, serta Media Center dan Sistem Siaga Bencana.

Dilihat dari banyaknya sub yang di hadirkan pada program e-goverment tadi, bisa disimpulkan bahwa kota Surabaya dinilai paling maju dalam mengimplementasikan tren smart city dan juga sistem IoT, dengan kesemua nya terkoneksi pada internet.

“Kami memberikan akses internet gratis bagi semua warga kami agar bisa mengakses semuanya menggunakan internet, serta tidak perlu antri lagi untuk ke Puskesmas, dan bisa menunggu jadwal dirumah,” ucap Risma.

Untuk Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari beberapa poin yakni e-musrenbang yang disusun untuk mendukung sinergi perencanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hadir juga e-budgeting, e-project, e-procurement, e-delivery, e-controlling, e-performance unuk melihat performa dari para staff pemerintahan di Surabaya. Para saff ini nantinya akan mendapatkan nilai dari kinerja mereka. Selain itu, ada juga e-SIMBADA, e-payment, e-tax e- Audit dan fasum-fasos, yakni untuk memantau serta terkait dengan pengadaaan fasilitas umum dan sosial di Surabaya.

Sementara untuk E- SDM, fitur ini mengurusi beberapa hal seperti test CPNS, gaji berkala, kenaikan pangkat, mutasi serta pensiun bagi para staff. E-SDM ini memungkinkan para staff pemerintahan di Surabaya mulai dari level terkecil, untuk mengakses semua nya melalui jalur internet.

E-Education , akan membawahi berbagai urusan seperti penerimaan siswa baru, tryout online, rapor online, penerimaan kepala sekolah online serta radio visual.

E-Monitoring yang bertujuan untuk memonitor keadaan di Surabaya secara real-time, dengan mengkoneksikan CCTV/SITS, untuk penertiban reklame, pajak dan retribusi, Operasi yustisi, Monitoring sampah serta monitoring pemakaman.

E-office untuk mengakomodir kebutuhan e-surat dan e-jadwal, sehingga meminimalisir bahkan meniadakan penggunaaan kertas. Yang mana hal ini dapat mempersedikit beban sampah serta perawatan lingkungan.

Hadir juga E-Health, yang memungkikan warga untuk tidak perlu antri di puskesmas, karena bisa menjadwalkan kapan ingin berobat disana dan dapat menunggu dari rumah. Nantinya, jika para warga dirujuk ke rumah Sakit terdekat, mereka tidak perlu membawa surat rujukan, karena pihak rumah sakit dapat memeriksa nya mengguunakan perangkat tablet.

E-Permit yang berguna untuk mengurus segala macam perizinan secara online. Seperti, pernikahan, surat kematian, akta lahir dan sebagainya.

E-Dishub yang diperuntukan bagi Uji Kir, arus lalu lintas, parkir, perijinan, terminal serta angkutan.

Pada e-goverment di Surabaya juga menyediakan media center yang tentunya dapat memberikan komunikasi dua arah antara pemrintah Surabaya dengan para warganya seperti, e-sapawarga, surabaya.go.id, twitter, facebook, youtube, email dan call center. serta hadir juga layanan Sistem Siaga Bencana 112.

Platform smart city ini dapat diakses oleh para warga mengggunakan mobile device ataupun perangkat PC, dengan aliran internet gratis bagi warga Surabaya, tentunya akan semakin memanjakan para warga untuk menikmati fasilitas tersebut.

 

Seperti Apa Masa Depan 5G?

0

Beberapa penelitian dan diskusi terjadi di seluruh dunia antara ahli teknologi, peneliti, akademisi, vendor, operator, dan pemerintah tentang inovasi, implementasi, kelangsungan hidup, dan keamanan dari 5G.

Seperti yang diusulkan, sarat dengan beberapa fitur canggih mulai dari layanan internet kecepatan super tinggi untuk kelancaran layanan di mana-mana, 5G akan membuka banyak masalah. Namun, pertanyaannya adalah – dalam situasi, di mana teknologi sebelumnya (4G dan 3G) masih dalam proses dan di banyak bagian belum dimulai; bagaimana masa depan 5G?

future_scopeTeknologi generasi ke-5 ini dirancang untuk memberikan kemampuan data yang luar biasa, volume panggilan tanpa hambatan, dan data beragam yang disiarkan dalam sistem operasi mobile terbaru. Singkat kata, ini teknologi yang lebih cerdas, yang akan menghubungkan seluruh dunia tanpa batas. Dengan demikian, dunia kita akan memiliki akses universal dan tidak terganggu untuk informasi, komunikasi, dan hiburan yang akan membuka dimensi baru untuk hidup kita dan akan mengubah gaya hidup kita.

Selain itu, pemerintah dan regulator dapat menggunakan teknologi ini sebagai kesempatan untuk pemerintahan yang baik dan dapat menciptakan lingkungan yang sehat, yang pasti akan terus mendorong investasi dalam 5G, teknologi generasi berikutnya.

India Perintahkan Semua Smartphone Diserta Tombol Panik, Kenapa?

0

Telko.id – Tingginya tingkat kriminalitas di India, salah satunya yang terkait kekerasan seksual, mau tak mau membuat Pemerintah lebih waspada. Terbukti, India telah menyatakan bahwa, mulai 2017, semua ponsel harus dijual dengan tombol panik didalamnya. Ini ditujukan agar pengguna dapat langsung mengingatkan layanan darurat. Setahun kemudian, semua perangkat yang dijual juga harus datang dengan GPS sebagai standar agar pihak berwenang dapat cepat menemukan korban kekerasan seksual.

Menurut surat kabar setempat, menekan lama baik tombol 5 atau 9 pada fitur ponsel akan segera menghubungkan pengguna ke polisi. Selain itu, smartphone juga akan harus menyediakan tombol darurat pada layar atau memungkinkan panggilan panik – misalnya – dengan menekan tombol sleep/wake tiga kali berturut-turut.

Dilaporkan Engadget, Rabu (27/4), peraturan ini tidak hanya harus dipatuhi oleh produsen lokal, tetapi juga perusahaan multinasional seperti Samsung dan Apple.

Ini bukan pertama kalinya produsen harus men-tweak desain mereka untuk berurusan dengan undang-undang setempat. Di Rusia, pemerintah memberlakukan retribusi impor 25 persen pada semua smartphone yang tidak mendukung sistem navigasi buatan mereka, GLONASS. Sementara di Indonesia, kita tentu tidak lupa dengan adanya aturan TKDN, bukan?

Langkah Pemerintah India ini datang dari sang Menteri Telekomunikasi, Ravi Shankar Prasad, yang mengatakan bahwa ia membuat keputusan untuk melindungi perempuan di negaranya.

Seperti diketahui, India saat ini berurusan dengan apa yang digambarkan Daily Beast sebagai krisis perkosaan. Jumlah laporan terkait serangan kekerasan seksual di negeri ini sudah naik hampir 13.000 dalam lima tahun terakhir. Itu belum termasuk korban yang tidak melapor. Konon, setiap 15 menit sekali seorang wanita diperkosa di India.

“Teknologi semata-mata dimaksudkan untuk membuat kehidupan manusia lebih baik, dan apa yang lebih baik daripada menggunakannya untuk keamanan perempuan,” kata Prasad seperti dikutip Mashable.

T-Mobile Sukses Tambah 2.2 Juta Pelanggan Baru di Q1 2016

0

Telko.id – Operator AS, T-Mobile menuai hasil positif selama kuartal pertama 2016. Hal ini ditandai dengan keberhasilan perusahaan dalam mengakuisisi 2,2 juta pelanggan baru secara total, dimana lebih dari 1 juta diantaranya adalah pelanggan pasca bayar.

Jumlah tersebut jauh melampaui pencapaian sang pesaing, Verizon, yang dikabarkan hanya berhasil menambah 640.000 pelanggan pasca bayar pada kuartal yang sama. Meskipun, secara total pelanggan T-Mobile – memiliki 65,5 juta pelanggan – masih jauh dibawah Verizon dengan 112.6 juta pelanggan.

Namun, bisnis inti perusahaan menunjukkan hasil yang baik. Menurut laporan Engadget, Rabu (27/4), total pendapatan T-Mobile naik lebih dari 10 persen menjadi US$8.8 juta, dan itu membuat perusahaan untung US$479 juta. Meski sekali lagi, itu bukan apa-apa dibanding keuntungan yang diraih kompetitor terbesar, Verizon, yang mencetak angka US$4.4 miliar kuartal ini.

Bagaimanapun, dengan pencapaian ini masa depan cerah menanti T-Mobile. Perusahaan ini secara dramatis memiliki harapan untuk menambah jumlah pelanggan pasca bayarnya tahun ini, dari minimal 2,4 juta menjadi setidaknya 3,2 juta, dan sekarang berharap untuk meraup setidaknya US$9.7 juta pendapatan untuk 2016 dibandingkan dengan estimasi sebelumnya sebesar US$9.1 miliar.

Kurangi Penipuan, Bangladesh Perketat Registrasi SIM

0

Telko.id – Menteri telekomunikasi Bangladesh, Tarana Halim telah mengungkapkan bahwa SIM card yang pada saat melakukan registrasi tidak disertai dengan otentikasi biometrik akan dinonaktifkan setelah batas waktu pendaftaran 30 April.

Sang Menteri mengatakan bahwa SIM card yang tidak terdaftar pada awalnya akan dinonaktifkan selama tiga jam pada tanggal 1 Mei sebagai peringatan, TelecomAsia melaporkan (27/4).

“SIM yang tidak terdaftar tetap akan dinonaktifkan secara permanen dalam waktu yang sangat singkat setelah tiga jam peringatan tadi,” katanya.

Sekadar informasi, hanya sekitar 70 juta dari total 130 juta pengguna ponsel di Bangladesh yang telah berada pada posisi ‘reregistered’ untuk SIM card mereka melalui sistem otentikasi biometrik. Namun, Tarana mengungkapkan sebuah harapan bahwa semua pengguna ponsel di Bangladesh akan mengikuti proses pendaftaran sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan oleh Pemerintah.

Bangladesh sendiri memperkenalkan persyaratan untuk mendaftarkan SIM card pengguna dengan otentikasi biometrik sebagai bagian dari upaya untuk mencegah kegiatan kriminal termasuk operasi ilegal dari bisnis VoIP. Sementara itu, Pakistan sebagai negara tetangga juga telah siap dengan persyaratan seperti itu.

Pemerintah, regulator BTRC dan operator sekarang bekerja untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pengguna ponsel tentang perlunya melakukan registrasi SIM card mereka menggunakan otentikasi biometrik dalam waktu yang ditentukan.

Apa yang dilakukan oleh ‘Kominfo’ nya Bangladesh ini sejatinya perlu dicontoh di Indonesia. Pasalnya, dengan registrasi semacam itu, tentunya akan semakin meminimalisir tindakan penipuan melalui jaringan selular yang tersedia bagi seluruh pengguna.

Di Indonesia sendiri, tercatat per 15 Desember tahun lalu, Kemenkominfo telah mewajibkan para operator di Indonesia untuk melakukan registrasi prabayar sesuai dengan kode gerai ataupun counter pulsa tempat dimana pengguna membeli SIM card tersebut. Kewajiban ini berlaku bagi nomor baru yang diregistrasi per 15 Desember 2015.

Diharapkan, setelah melakukan tindakan seperti ini, tidak akan ada lagi penipuan berkedok ‘layanan seks’ via SMS ataupun penipuan ‘Mama Minta Pulsa’.

Microsoft Bicara Soal Smart City di Indonesia

Telko.id – smart city menjadi salah satu topik terhangat yang sedang melanda setiap negara berkembang di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia sendiri tren smart city memang sedang berkembang, terlihat dari beberapa kota besar yang mencoba menerapkan tren ini, namun sangat disayangkan penetrasi smart city tersebut tidak berlangsung di berbagai aspek yang sebetulnya menjadi sebuah kebutuhan bagi warga di kota tersebut.

Microsoft Sendiri, melalui Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia menyebutkan bahwa setidaknya terdapat beberapa kota di Indonesia yang telah menerapkan smart city, meskipun Ia enggan menyebutkan nama kota tersebut.

“Kita pernah melakukan survey di 12 kota secondary di Indonesia, ke 12 kota tersebut sudah cukup baik implementasi dari smart city nya. jadi kalau kita bicarakan smart city sampai level mana di Indonesia, ya setiap kota memiliki leve smart city yang berbeda,” ujar Tony pada diskusi tertutup dengan tim Telko.id di kantor Microsoft Indonesia (26/4).

Ia juga menyebutkan setidaknya ada satu standar yang bisa menjadi tolak ukur untuk smart city yakni ISO 18091. “ISO 18091 berbicara mengenai empat hal, yakni tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pembangunan sosial yang inklusif yang setiap orang dilibatkan, serta pelestarian lingkungan,” sebutnya.

Tony menyebutkan jikalau empat hal ini berbeda-beda levelnya di setiap kota yang mereka survey tadi. Ia juga mengungkapkan bahwa di Indonesia masih banyak kepala daerah yang kurang paham dengan konsep dari smart city sendiri.

Baca Juga : IDC Cerita Tentang Tren Smart City di Indonesia

“Mereka hanya berfikir bahwa smart city adalah kota yang sistem IT nya canggih, atau misalnya kota yang semuanya serba elektronik, padahal gak seperti itu. Karena smart city adalah masyarakatnya smart,Dia bisa membangun social economy yang bagus berdasarkan resources yang baik juga,” ucap Tony.

Tony menambahkan, kalau dari sisi akademis smart city membutuhkan masyarakat pintar dan ada Universitas di dalamnya, karena Universitas ini nantinya akan mencetak orang-orang pintar.

“Orang-orang pintar nantinya akan menjadi sebuah motor penggerak dari smart city di suatu wilayah,” tambah Tony.

Ia juga mengungkapkan bahwa smart city di setiap wilayah tentu berbeda-beda tema nyaseperti tem pembangunan ekonomi ataupun pariwisata. “Kita (Microsoft) bekerjasama dengan ISO, yakni organisasi standar dunia dan pembangunan smart city berpaduan pada pendekatan itu. Jadi untuk setiap kota itu tergantung mau nya apa dan kita telah mempersiapkan aplikasi-aplikasi smart city dengan tenaga programmer lokal sebagai pembuatnya.” ungkapnya.

Microsoft juga sejatinya memasukan berbagai aplikasi untuk smart city tadi ke cloud dan kedepanya akan memasukan aplikasi tersebut kedalam e-katalog mereka, sehingga mempercepat pengadaan dari peragkat ataupun platform smart city di sebuah wilayah atau kota.

Tony juga menjelaskan alasan mengapa smart city di setiap kota tersebut berjalan sendiri-sendiri. ia menyebutkan, “karena adanya otonomi daerah yang menginginkan berbeda. Ini merupakan suatu tugas dari Kominfo utuk menjadika smart city ini menjadi suatu framework yang nasional yang  mana di dalam fraework tersebut terdapat ‘interoprabilitas’, namun saat ini belum ada aturan atau undang-undang yang mendorong adanya interoperabilitas sehingga kota A membuat sebuah solusi dan kota B membuat sebuah solusi, maka kota A dan B tidak akan nyambung,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan solusi smart city apa yang dibutuhkan oleh Ibukota Jakarta. “Saya itu pernah melakukan survey di Jakarta, ada beberapa yang dinilai urgent mengenai kepastian hukum di Jakarta yang dinilai belum terlalu bagus,”

Kepastian hukum yang dimaksud adalah, jikalau seorang karyawan melakukan sebuah kegiatan sesuai dengan prosedur, namun tidak ada kepastian kalau karyawan tersebut pasti aman dan tidak akan dipecat.

“Jadi di Jakarta itu, Kepastian hukum tersebut yang masih kurang,” tutup Tony.