spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1631

Ini Negara Dengan Penetrasi Smartphone Tertinggi di Asia Tenggara

Telko.id – Singapura terus memimpin di wilayahAsia Tenggara dalam kedua hal yakni penetrasi smartphone dan penetrasi pengguna mobile broadband dari keseluruhan penduduk, ujar laporan Ericsson Mobility Report.

Dilaporkan TelecomAsia (8/6), penetrasi smartphone di Singapura telah melebihi 100% dan pelanggan mobile broadband telah menyentuh angka 140% dari total penduduk mereka. Hal ini menunjukan bahwa satu orang penduduk berlangganan mobile broadband pada lebih dari satu provider. Sementara itu, laporan menunjukkan bahwa tingkat penetrasi rata-rata di Asia Tenggara untuk smartphone dan mobile broadband berada pada angka 40% dan 60%.

Secara global, pelanggan mobile tumbuh sekitar 3% secara year-on-year dan mencapai 7,4 miliar pada Q1 2016. Sedangkan Indonesia dan Myanmar diidentifikasi sebagai salah satu lonjakan pasar utama di Asia Tenggara, dengan tambahan 5 juta pelanggan di masing-masing negara untuk Q1 2016. Sementara di Asia Pasifik, diperkirakan langganan smartphone akan mencapai 1,7 juta pada tahun 2021.

Pada akhir 2015, hanya Singapura memiliki penetrasi pelanggan smartphone di atas 100% di Asia Tenggara. Pada 2021, Singapura diperkirakan akan mencapai hampir 130% penetrasi pengguna smartphone.

Pertumbuhan ini telah dan pada gilirannya, memicu permintaan besar untuk konten premium dari pelanggan, dengan YouTube sekarang menjadi aplikasi kedua yang paling populer di Singapura dibelakang WhatsApp, serta menjadi aplikasi nomor satu di Indonesia dan semakin menenggelamkan nama Blackberry dengan BBM nya.

Sebelum revolusi smartphone, sebagian besar perhatian dalam operasi jaringan seluler difokuskan pada pengelolaan cakupan voice. Untuk voice sendiri saat ini memiliki porsi yang kurang dari lima persen dari lalu lintas mobile. Pengguna masih berharap cakupan voice yang bagus, namun mereka juga mengharapkan pengalaman pengguna yang baik ketika mereka mengakses internet melalui aplikasi yang berjalan pada perangkat pintar mereka. Berbicara mengenai kualitas jaringan, Singapura memiliki hasil teratas dari keseluruhan negara di Asia Tenggara untuk kecepatan downlink dan latency terendah.

Laporan ini juga menyoroti pertumbuhan besar diharapkan pada perangkat yang terhubung dengan IOT di Asia Pasifik, yang secara global diperkirakan akan melampaui langganan ponsel pada tahun 2018. Ini akan didorong oleh aplikasi dan model bisnis yang muncul, dan didukung oleh penurunan biaya perangkat.

Secara global, perangkat yang terhubung dengan IOT diperkirakan meningkat dan mendekati angka 16 miliar pada tahun 2021. Asia Pasifik akan menjadi wilayah dengan tingkat adopsi tertinggi, dengan dengan perhitungan mencapai sekitar 5 miliar koneksi IOT.

IOT, yang merupakan bagian mendasar dari Smart Nation vision Singapura, akan berfokus pada dua segmen utama – yakni koneksi besar dan koneksi kritikal. koneksi IOT besar yang ditandai dengan volume koneksi yang tinggi, biaya rendah, kebutuhan energi yang rendah dan volume lalu lintas data yang kecil. Sebagai contoh termasuk smart building, transportasi logistik, smart meter dan pertanian.

koneksi IOT kritis ditandai dengan persyaratan untuk keandalan ultra dan ketersediaan, dengan tingkat latency yang sangat rendah. Ini termasuk keselamatan lalu lintas, autonomous cars, aplikasi industri, manufaktur terpencil dan kesehatan, termasuk juga operasi jarak jauh.

Martin Wiktorin, Country Head for Singapore & Brunei, Ericsson, mengatakan, “Laporan ini menyoroti pertumbuhan yang luar biasa dari mobile broadband dan teknologi smartphone di Singapura dan di seluruh wilayah. Hal ini juga menunjukkan bagaimana IOT berjanji untuk mengubah masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Sebuah studi IDC baru-baru ini memprediksi bahwa pada 2019, kita akan melihat investasi senilai USD1,3 triliun ke dalam teknologi IOT global yang akan memberdayakan transformasi digital dari semua kehidupan kita, mempercepat kemajuan kita menuju menjadi Masyarakat yang benar-benar terkoneksi. “Tukasnya.

Sambut 5G, Hong Kong Perlu Investasi Lebih di R&D

0

Telko.id – Lembaga Penelitian Teknologi dan Sains Terapan Hong Kong atau ASTRI telah mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan untuk memastikan kawasan itu tidak tertinggal dari negara lainnya, khususnya menjelang era 5G.

Berbicara dalam upacara pembukaan EmTech Hong Kong, sebuah konferensi tentang teknologi yang sedang berkembang dan diselenggarakan oleh MIT Technology Review, ketua ASTRI Wong Ming-Yam mengatakan Hong Kong tertinggal dari rekan-rekannya di Asia dalam hal belanja R&D.

“Hong Kong adalah kota yang hidup dari semua standar, tapi kami masih memiliki banyak hal untuk dikejar. Pada tahun 2014, pengeluaran R&D kota hanya menyumbang 0,74% dari PDB, sementara angka di China 2,05%, Singapura 2%, Jepang 3,58%, dan Korea Selatan 4,29%,” kata Wongseperti dilansir Computerworld, Rabu (8/6).

Karenanya, ia merasa bahwa Hong Kong perlu melakukan investasi lebih dalam R&D dan menarik lebih banyak bakat teknologi global.

Dalam konferensi yang sama, para ahli ASTRI juga membahas potensi aplikasi dari proyek R&D di industri yang berbeda dan untuk masa depan Hong Kong.

CTO ASTRI Meikei Yung, Linda Ieong mengatakan pihaknya tengah mengerjakan serangkaian proyek penelitian, mulai dari jaringan generasi berikutnya, keamanan cyber manufaktur cerdas hingga teknologi pembelajaran mesin.

Adapun area penelitian kunci lain untuk ASTRI adalah blockchain, yakni teknologi kriptografi yang mendasari mata uang virtual seperti Bitcoin. Teknologi ini diharapkan memiliki dampak besar pada mata uang, sistem pembayaran, DRM, manajemen catatan kesehatan dan berbagai industri lainnya.

Ini Dia Rahasia Foxconn Sampai Dipercaya oleh Merek Global

0

Telko.id – Foxconn terkenal karena dominasinya sebagai manufaktur oursourcing di sektor 3C (Computer, Communication, and Consumer-electronics). Sehingga populer di kalangan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas. Kualitas tinggi telah menjadi standard yang tidak bisa dikompromi sehingga dipercaya oleh berbagai perusahaan kelas dunia seperti Apple, Amazon, Sony, BlackBerry, Xiaomi, Motorola, Huawei, dan sebagainya.

Apa yang membuat Foxconn bisa dipercaya oleh perusahaan global terkemuka? Perusahaan yang didirikan oleh Terry Gou pada 1974 dengan nama Hon Hai Precision Industry Company Ltd ini memiliki keunggulan kompetitif yang berasal dari model bisnis eCMMS dan budaya Foxconnian – sebutan untuk karyawan yang bekerja di Foxconn – yang unik.

eCMMS adalah singkatan dari e-enabled Components, Modules, Moves and Services. Ini adalah model bisnis one stop shopping vertikal yang mengintegrasikan kemampuan mekanik, listrik, dan optik sekaligus. Ini mencakup solusi mulai dari pencetakan, perkakas, bagian mekanis, komponen, modul, sistem perakitan, desain, manufaktur, pemeliharaan, logistik, dan lain-lain.

Melalui model bisnis eCMMS ini, Foxconn tidak hanya menjadi manufaktur 3C terbesar di dunia, tetapi juga di waktu yang sama memiliki rantai pasokan (supply chain) terpendek. Mereka mendefinisikan produk perusahaan pada kecepatan, kualitas, engineering services, fleksibilitas dan hemat biaya. Foxconn juga mengklaim sebagai perusahaan perttama yang menggunakan teknologi CNC untuk produksi yang meliputi lebih dari 80.000 mesin.

Kerangka pengembangan teknologi Foxconn saat ini diklaim mencakup seluruh spektrum teknologi. Mereka memproduksi berbagai jenis perangkat dari seperti wearable, smartphone, tablet, notebook, komputer desktop, TV portable, papan tulis digital, signage digital, kendaraan listrik, dan robot. Juga mengembangkan produk jaringan dan solusi untuk internet, internet of things, dan smart grid.

Proses Pembuatan Smartphone di Foxconn

Foxconn dikenal sebagai produsen untuk smartphone maupun tablet populer seperti iPhone, iPad, Amazon Kindle, Sony Xperia, dan sebagianya. Mereka juga memproduksi beberapa perangkat smartphone yang mana terlibat dari pengembangan sejak awal.

Perusahaan yang berkantor pusat di Taiwan ini menerapkan standard kualitas level tinggi dalam memproduksi setiap perangkat. Sebagai contoh saat memproduksi smartphone InFocus, proses desainnya body-nya dibuat dengan keahlian yang presisi memakai logam dengan 8 CNC process.

“Proses ini digunakan di sektor manufaktur yang melibatkan penggunaan komputer untuk mengontrol peralatan mesin (computer numeric control) yang mencakup internal structure & processing, the antenna structure processing, screen structure processing, 3D side hoe machining, 360 drilling Qieja, structure end milling, dan overall polishing process. Semuanya dilakukan dengan ketelitian tingkat tingggi menggunakan teknologi mutakhir,” ungkap Terry Gou, CEO Foxconn.

Hal yang sama dilakukan pada produksi iPhone. Namun prosesnya lebih rumit lagi karena tiap komponennya didatangkan dari berbagai Negara, kemudian disatukan dan dirakit di pabrik Foxconn sebelum diedarkan ke seluruh dunia.

Memperkuat Sumber Daya Dengan Robot

Foxconn tak henti-hentinya melakukan inovasi demi terus meningkatkan kualitas produksi. Sebagai upaya untuk meningkatkan teknologi otonom demi kelancaran produksi, Foxconn belum lama ini mengaplikasikan robot. Apakah dengan begitu, karyawan manusia tidak lagi dibutuhkan? Sebaliknya, peran manusia tak akan pernah tergantikan robot hingga kapanpun, terutama yang menyangkut kemampuan otak.

Karena pekerjaan yang mengandalkan robot adalah yang sifatnya monoton dan hanya mengandalkan fisik. Perusahaan menggunakan robot untuk mengurangi tugas yang sifatnya repetitive atau berulang-ulang yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan manusia.

Sehingga dengan adanya bantuan robot ini, maka pekerja manusia bisa lebih fokus ke bagian manufaktur lain seperti riset dan pengembangan (R&D) dan kontrol kualitas. Dengan kata lain, Foxconn akan terus memanfaatkan tenaga robot otonom dan kekuatan manusia untuk bersinergi dalam operasi manufaktur sehingga baik kualitas maupun kuantitas produksi bisa meningkat secara signifikan. (Icha)

 

Gandeng ZTE, China Mobile Komersialisasikan Jaringan RCS

0

Telko.id – China Mobile telah resmi memulai komersialisasi jaringan RCS atau rich communication service-nya.

Operator terbesar China itu berkolaborasi dengan ZTE untuk virtual IP multimedia subsystem (vIMS) berbasis penyebaran RCS. Demikian diberitakan Telecomasia, Rabu (8/6).

Pada bulan Oktober 2014, ZTE memenangkan tender untuk menjadi sistem integrator proyek ini.

Vendor tersebut memberikan solusi RCS berbasis IMS lengkap, yang dirancang untuk mendukung kapasitas awal 100 juta pelanggan, dan mendukung RCS termasuk pesan multimedia, panggilan suara jaringan, panggilan video dan kemampuan buku alamat.

ZTE mengatakan membangun RCS di platform standar vIMS berbasis NFV akan memungkinkan decoupling layanan dan hardware, penyebaran otomatis dan fleksibilitas dalam memperbesar atau memperkecil service bearer networks, meningkatkan rasio pemanfaatan sumber daya.

Hal ini akan menjamin kecepatan respon sistem dan memperpendek penyebaran layanan serta periode ekspansi, membantu operator untuk mengurangi total biaya kepemilikan dan menjamin sistem evolusi yang halus.

Sejauh ini, ZTE mengatakan telah mengerahkan jaringan inti virtual NFV di 12 penyebaran komersial dan 32 proyek demonstrasi, bekerjasama dengan operator seperti Vodafone, Telefonica, VimpelCom dan beberapa operator utama lainnya.

Telefonica Perangi Polusi Udara dengan Data Selular

0

Telko.id – Operator Telefonica Jerman berpartner dengan perusahaan big data analisis, Teralytics, South Pole Group selaku spesialis solusi berkelanjutan, dan kota Nuremberg untuk menemukan sistem data yang cerdas untuk polusi udara.

Telefonica akan mengumpulkan data untuk mengidentifikasi hotspot polusi udara utama dengan menggunakan data seluler, yang dianggap sebagai metode yang efektif, akurat, dan terukur secara biaya. Sementara Teralytics akan membantu operator telekomunikasi seperti Telefonica untuk mengubah sejumlah besar data sinyal selular menjadi wawasan yang berguna tentang lalu lintas dan pola kerumunan mobilitas secara real-time dan dalam skala nasional.

Data pelanggan sendiri akan tetap dilindungi sepenuhnya selama proses tersebut.

Menurut laporan Telecompaper, Rabu (8/6), data tersebut akan digunakan untuk melihat, misalnya, seberapa cepat mobil melaju, jalanan mana yang paling padat, atau mode transportasi apa yang paling banyak digunakan komuter.

Telefonica akan meng-anonim-kan data menggunakan tiga langkah proses, menghapus setiap informasi pribadi dalam data. Kesimpulan hanya dapat dibuat mengenai kelompok orang yang lebih besar, bukan individu. Dengan menghubungkan jumlah data sinyal selular dengan pola lalu lintas yang sesuai, estimasi seputar emisi polusi udara diperoleh.

Proyek percontohan pertama akan berlangsung di Nuremberg, dengan Telefonica menyediakan data mobile anonim, Teralytics mengubah data dan South Pole Group menyediakan analisis untuk menghitung emisi polusi udara. Pemeriksaan kualitas data akan dilakukan dengan menggunakan data historis untuk perbandingan.

Kota Nuremberg sendiri akan menerapkan proses ini di daerah-daerah yang memiliki kualitas udara terburuk. Misalnya, dewan kota bisa mengganti pilihan transportasi yang memiliki emisi tinggi dengan pilihan yang menghasilkan emisi yang lebih rendah, atau mereka bisa mengidentifikasi area untuk memperluas jalur sepeda. Dengan memiliki lalu lintas data yang lebih baik, kota-kota seperti Nuremberg kini memiliki amunisi baru dalam memerangi asap.

Huawei Sediakan infrastruktur Internet di UGM

0

Telko.id – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), sebagai penyedia solusi ICT memperkuat komitmen mereka untuk mendukung perkembangan teknologi di Indonesia dengan meningkatkan kualitas pendidikan para guru dan mahasiswa.

Hal ini dimaksudkan agar para pendidik serta mahasiswa menjadi menjadi lebih produktif di era yang semakin kompetitif ini. Komitmen tersebut dibuktikan dengan terselenggaranya peningkatkan kinerja infrastruktur jaringan internet di lingkungan Universitas Gajah Mada (UGM) ,Yogyakarta, untuk menyediakan kemudahan akses bagi civitas akademika.

Berdasarkana keterangan pers yang diterima tim Telko.id, dipilihnya Universitas Gajah Mada (UGM) diharapkan agar Huawei mampu menyelesaikan permasalahan teknologi yang dihadapi oleh pihak universitas.

Solusi yang dihadirkan oleh Huawei Enterprise Indonesia yakni sebuah teknologi Networks Agile di Kampus UGM untuk menghadirkan jaringan WiFi yang jauh lebih baik dan dapat diakses oleh 13,000 pengguna secara bersamaan.

“Huawei Indonesia divisi Enterprise merasa bangga dipercaya oleh UGM  untuk menyediakan solusi teknologi yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar para mahasiswa dan dosen di UGM. Hal ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan yang meyakini kemajuan pada sistem pendidikan di suatu negara merupakan cerminan dari kemajuan bangsa tersebut,” ungkap E. Wiryadi, Product Manager Huawei Enterprise Indonesia.

Lebih lanjut, Wiryadi menjelaskan bahwa Akses Internet yang lebih luas berarti memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan konten pendidikan secara lebih cepat. Dosen UGM juga dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan terobosan dalam sistem mengajar.

Tidak hanya di Indonesia, Huawei secara global telah berhasil mengatasi berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan. Di Arab Saudi contohnya, yang mengimplementasikan Huawei Cloud Computing pada Arab TVTC (Teknis dan Pelatihan Kejuruan Perusahaan). Lain halnya dengan di Newcastle University, Inggris, yang menggunakan Huawei Core Network  dan solusi WLAN yang mampu mengatasi permasalahan mahasiswa dalam mengakses internet dengan menyediakan ketersediaan jaringan berkecepatan tinggi baik kabel maupun nirkabel.

Hauwei Indonesia divisi Enterprise bersama UGM juga menggelar workshop dengan mengundang para pelaku pendidikan dari seluruh universitas di Indonesia. Acara workshop ini dihadiri lebih dari 40 peserta, yang terdiri dari 21 institusi perguruan tinggi dan beberapa mitra perusahaan. Dalam acara workshop ini, Huawei Enterprise Indonesia melakukan pemaparan mengenai solusi teknologi dari perusahaan serta para peserta diajak untuk melihat secara langsung solusi teknologi perusahaan yang diterapkan di kampus UGM.

Widyawan, S.T., M.Sc., Ph.D, Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan “UGM merupakan sebuah institusi pendidikan berkualitas tinggi dan telah menghasilkan para alumni yang memiliki kompetensi unggul di berbagai bidang. Untuk dapat terus mempertahankan kualitas dan reputasi baik tersebut, kami membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Setelah melalui berbagai evaluasi, kami melihat bahwa solusi teknologi yang dihadirkan oleh Huawei Enterprise Indonesia dapat menjawab kebutuhan kami,” tuturnya.

Selain menyediakan solusi terbaik, Huawei sebagai perusahaan TIK terkemuka juga mendukung sistem pendidikan di Indonesia dengan memberikan pelatihan kepada para siswa dan bekerja sama dengan Kominfo.

Kerjasama ini berupa pelatihan siswa bersertifikat sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia Kerja (SKKNI) di Pusat TIK Nasional (Pustiknas, Jakarta) dan mengirimkan pelajar terbaik untuk berpartisipasi dalam training ‘Seeds for the Future’ di Cina yang dihadiri oleh pelajar terbaik dari seluruh dunia. Kedua kegiatan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2014.

Bukan hanya itu, perusahaan juga mengadakan program TOT (Training untuk Trainer) di Jakarta pada bulan April 2016. Program ini melatih dua dosen untuk Huawei Certified Network Associate (HCNA).

Verizon Lakukan VoLTE Roaming dengan KBBI

0

Telko.id – Pelanggan KDDI Jepang sekarang mampu memanfaatkan akses  jaringan VoLTE Verizon pada bulan ini, sementara pelanggan Verizon akan memiliki kemampuan yang sama pada akhir tahun ini.

Dilaporkan RcrWirelles (8/6), pelanggan Verizon Wireless mungkin masih kurang mampu menjelajah layanan Voice over LTE nasional untuk roaming, namun diharapkan mereka memperoleh kemampuan ini pada akhir tahun ketika mereka bepergian ke Jepang.

Verizon Wireless dan KDDI mengumumkan kesepakatan untuk menyediakan kemampuan VoLTE roaming yang dimulai pada bulan ini. Langkah awal akan melihat pelanggan KDDI yang bepergian ke Amerika Serikat memiliki akses ke jaringan LTE Verizon Wireless ‘dan roaming dengan perangkat yang kompatibel dengan KDDI. Layanan ini direncanakan akan hadir pada Verizon di akhir tahun ini ketika pelanggan mereka yang hendak pergi ke Jepang.

Verizon Wireless mengatakan, mereka adalah operator pertama asal Amerika Serikat yang menawarkan wisatawan asing untuk menggunakan VoLTE roaming, serta mengklaim telah menguji kemampuan dengan beberapa operator.

Sekadar informasi, untuk roaming secara domestik masih ‘suram’ tatkala operator telah mengumumkan bahwa layanan VoLTE mereka masih memiliki kemampuan yang terbatas, meskipun tiga dari empat operator nasional dipasar mengklaim memiliki layanan jaringan yang lebar.

Sebagai contoh, AT & T Mobility pada akhir tahun lalu mengatakan bahwa VoLTE Mereka mulai mendukung layanan lintas operator di beberapa daerah saja menyusul pengumuman pada akhir 2014 antara AT & T Mobility dan Verizon Wireless yang menyatakan bahwa mereka bisa saling terhubung untuk roaming, dengan T-Mobile AS juga menambahkan telah bekerjasama dengan operator untuk interoperabilitas lebih lanjut. Klaim selanjutnya datang dari T-Mobile AS yang menyatakan bahwa setengah dari jumlah lalu lintas voice mereka melalui jaringan LTE.

Disamping itu, meskipun manfaatnya terasa, laporan menunjukkan layanan VoLTE tetap bermasalah. Sebuah laporan awal tahun ini dari Amdocs meneemukan pengguna VoLTE mengalami tiga sampai empat kali lebih banyak menderita ‘dropped calls’ karena mereka mengalami gangguan. Isu-isu menyebutkan, gangguan tersebut dikarenakan cakupan yang kurang luas. Namun, lebih dalam karena masalah jaringan akses radio, menurut Konstantinos Stavropoulos, yang bertanggung jawab untuk pemasaran produk di Amdocs dan penulis laporan tersebut.

Di Indonesia sendiri, sejatinya layanan VoLTE roaming internasional telah diimplementasikan oleh Smartfren. Operator penyelenggara VoLTE pertama di Indonesia ini menggandeng LG Uplus dari Korea Selatan sebagai partner untuk roaming internasional.

Melakukan roaming internasional, namun Smartfren belum melakukannya di Indonesia karena di Tanah Air belum ada operator yang menyelenggarakan layanan Voice over LTE.

Ini Strategi ‘Berani’ T-Mobile Untuk Dapatkan Banyak Pelanggan

0

Telko.id – T-Mobile AS telah meluncurkan inisiatif baru yang mereka namakan #GetThanked dengan melibatkan pelanggan existing sekaligus merekrut pengguna baru, kampanye ini menawarkan berbagai hadiah menarik termasuk saham di perusahaan.

Melakukan sebuah inovasi yang tergolong berani dimana para pesaingnya hanya menawarkan hadiah sebagai insentif bagi pelanggan yang menghabiskan lebih banyak uang, inisiatif T-Mobile menawarkan satu lembar saham dalam perusahaan untuk setiap pelanggan utama saat ini. saham tambahan juga dapat diperoleh melalui referral yang menghasilkan kontrak pasca bayar baru, dengan melakukan jenis teknik pemasaran viral umum di media sosial sebagai taktik marketing yang dipilih perusahaan.

“Bersiap untuk menerima ucapan terimakasih Amerika! semua yang kami lakukan adalah bentuk rasa terimakasih kami kepada Anda. Hanya ‘terima kasih untuk menjadi pelanggan!’ “Kata John Legere, CEO dari T-Mobile.

Ia menambahkan, “Di T-Mobile, kami bangun setiap hari, bekerja untuk pelanggan kami – jadi Saya memutuskan untuk membuatnya resmi dan mengubah pelanggan T-Mobile menjadi pemilik T-Mobile dengan menawarkan saham, dan wujud terima kasih kami kepada pelanggan, setiap minggu kami akan memberikan hal-hal keren dari brand yang dicintai banyak orang, gratis setiap Selasa!” Tambahnya.

Screenshot_2016-06-08-00-37-24_1

Dilaporkan Telecoms (8/6), pelanggan baru akan menerima satu lembar saham untuk setiap referral yang sukses, sedangkan mereka yang telah menjadi pelanggan selama lima tahun atau lebih akan menerima dua. Seorang individu dapat menerima hingga 100 lembar saham setahun pada skema yang dikelola oleh mitra broker T-Mobile, LOYAL3. Selain saham, pelanggan juga dapat menerima imbalan konvensional, termasuk tiket penerbangan gratis, Domino pizza, liburan ke Las Vegas, hiking perjalanan ke Machu Picchu, serta hadiah lainnya.

Sekadar informasi, T-Mobile saat ini menyumbang 15,8% dari pangsa pasar AS, menurut statistik layanan WCIS dari Ovum, yang terus meningkat dari 13,9% pada bulan Juni 2014. Sementara Inisiatif dari operator ini diluncurkan pada Maret 2013, yang tampaknya sebagai sarana untuk membedakan mereka dengan brand di Amerika Serikat. Mereka membuat langkah lebih kuat ke pasar dan peningkatan loyalitas dari pasca bayar. Sementara inisiatif saham dapat berdampak pada loyalitas merek, sebagai pelanggan mungkin merasa lebih memiliki T-Mobile meskipun hanya memiliki sebagian kecil dari perusahaan, selain itu, inisiatif ini mampu memperoleh pelanggan pasca bayar yang baru.

Keseluruhan strategi ini sendiri akan muncul menjadi inisiatif sukses, hal ini terlihat dari laporan Q1 perusahaan baru-baru ini memberikan hasil yang sehat, termasuk penambahan pelanggan baru, pertumbuhan pendapatan, pengurangan ‘churn’ dan perkiraan peningkatan untuk sisa waktu ditahun 2016. Perusahaan juga mengklaim, telah mengakuisisi 2,2 juta pelanggan selama periode tersebut, menandai kuartal ke-12 berturut-turut mengantongi lebih dari 1 juta akuisisi pelanggan. Ovum menunjukkan T-Mobile berada di antara pemenang terbesar dari Q1 dengan AT & T membawa 1,8 juta pelanggan baru, Verizon 2,2 juta dan Sprint hanya 500.000 pelanggan.

XL Raih Gelar Best Data Plan Di Ajang ICS Awards 2016

0

Telko.id – Gelar ‘Best Data Plan’ sukses disabet operator XL Axiata dalam ajang Indonesia Cellular Show Awards 2016. XL meraih penghargaan atas produk layanan berupa paket data internet cepat 4G LTE.

“Kami selalu berusaha memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Paket-paket data internet 4G LTE yang kami tawarkan kepada pelanggan pun kami sajikan berdasarkan apa yang mereka butuhkan,” kata Chief of Prepaid Business Officer XL, David Arcelus Oses dalam keterangan resmi, Selasa (7/6).

Salah satu paket yang dimaksud, lanjut David, adalah apa yang disebut sebagai paket Combo Xtra yang baru-baru ini diperkenalkan perusahaan.

Penilaian dalam ajang Indonesia Cellular Show Awards 2016 sendiri dilakukan oleh para pakar di bidang telekomunikasi dan teknologi digital. Ajang ini diinisiasi oleh Dyandra Promosindo bekerja sama dengan tabloid SINYAL.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan layanan internet cepat 4G LTE kepada XL. Penghargaan ini akan semakin memacu kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik ke depan,” tambah David.

Sementara itu, operator juga menerima penghargaan di bidang lain, lebih tepatnya untuk bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

XL berhasil meraih Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Bendera Emas, yang merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Indonesia dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Sebagai perusahaan yang mempekerjakan karyawan/buruh lebih dari 100 orang pekerja, XL wajib menjalankan SMK3, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 50 thn 12 mengenai pelaksanaan SMK3.

XL telah mencapai 86% dari 166 kriteria yang ada di peraturan tersebut untuk gedung Jakarta Network Building (Bintaro) dan Jakarta Network Building 2 (Cibitung). Dalam menerapkan K3, XL mempunyai Safety Committee /P2K3 (Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Three UK Minta Regulator Batasi Kepemilikan Spektrum BT

0

Telko.id – Operator Inggris, Three, menyerukan regulator telekomunikasi di negara itu untuk menyediakan lebih banyak spektrum dalam lelang berikutnya, sementara di saat yang bersamaan memberi batasan pada BT.

Seruan dari CEO Three UK ini datang setelah Brussel memblokir usulan merger sebesar £10,5 miliar-nya dengan O2 bulan lalu. CEO Three UK, David Dyson mengatakan kepada Financial Times bahwa BT berpotensi mengalahkan pesaingnya yang tidak memiliki kebutuhan memperluas spektrum.

Akuisisi BT sebesar £12,5 miliar atas EE telah memposisikan operator dalam posisi dominan, dengan kepemilikan “hampir setengah” dari spektrum di Inggris.

Menurut Dyson, hal ini bisa menyulitkan ‘hidup’ operator lainnya yang notabene lebih kecil dari BT. Khususnya dalam meningkatkan portofolio spektrumnya.

“Pemain yang lebih kecil seperti Three UK bisa dengan mudah kalah oleh operator besar seperti BT dan Vodafone,” katanya seperti dilansir GTB, Selasa (7/6).

Sebab itu, Dyson mendesak regulator untuk memberi batasan pada kedua perusahaan dalam lelang berikutnya, seperti memaksa keduanya untuk menyerahkan spektrum sebelum melakukan penawaran lebih lanjut.

Dyson mengatakan bahwa Inggris memiliki kepemilikan spektrum yang paling tidak seimbang di Eropa dan menambahkan bahwa dibutuhkan pembatasan kompetitif untuk menghentikan ketidakseimbangan ini agar tidak semakin buruk.

Rencananya, Ofcom akan melelang spektrum di band 700MHz, 2300MHz dan 3400MHz band pada akhir tahun.