spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1632

Verizon Siapkan US$ 3 Miliar untuk Aset Inti Yahoo

0

Telko.id – Verizon akan mengajukan tawaran putaran kedua sebesar US$ 3 miliar untuk bisnis inti internet Yahoo, Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang akrab dengan masalah.

Batas waktu terakhir tanggal 6 Juni. Yahoo diperkirakan akan membuat setidaknya satu siklus penawaran lagi, dan penawaran bisa berubah pada babak akhir, kata sumber itu lagi.

Verizon menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik untuk mengakuisisi aset tertentu Yahoo, seperti hak paten dan real estate, sebagai bagian dari kesepakatan.

Sebelumnya, lebih tepatnya awal tahun ini, Yahoo sempat mengatakan bahwa perusahaan tengah menjajaki penjualan aset non-inti, termasuk real estate dan paten. Langkah ini diperkirakan bisa menghasilkan setidaknya US$ 1 miliar.

Menurut laporan Telecompaper, Selasa (7/6), selain Yahoo, perusahaan ekuitas swasta TPG juga diharapkan mengajukan tawaran putaran kedua sebelum batas waktu. Tidak jelas apakah para pelamar lain yang sebelumnya berpartisipasi dalam lelang mengajukan penawaran baru. Mereka termasuk Advent Internasional dan Vista Equity Partners, serta kelompok yang dipimpin oleh pendiri Quicken Loans Dan Gilbert.

Ada kemungkinan bahwa tidak semua penawar akan mengajukan tawaran untuk semua bisnis inti dan bahwa proposal akan disusun secara berbeda.

Dalam menyampaikan penawarannya, Verizon mengatakan pada Yahoo bahwa mereka akan bersedia membayar lebih atau kurang dari apa yang sudah diajukan, tergantung kondisinya. Misalnya, Verizon kemungkinan akan membayar harga yang lebih tinggi jika Yahoo setuju untuk membayar pesangon setiap pekerja yang di-PHK akibat akuisisi ini. Sebagian besar dari US$ 35 miliar kapitalisasi pasar Yahoo terdiri dari sahamnya di Alibaba dan Yahoo Jepang.

China mobile Tunjuk Nokia Gelar GPON Mobile Backhaul

0

Telko.id – Saat ini trafik data mobile sedang mengalami ledakan. Tumbuh secara eksponensial. Namun, disisi lain, untuk mendukung kebutuhan data pelanggan nirkabel para operator juga membutuhkan dukungan backhaul yang baik untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya. Salah satu yang bisa diaplikasikan adalah pembangunan jaringan serat tetap seperti Gigabit Passive Optical Network atau GPON.

Teknologi ini juga yang digunakan oleh China Mobile dan menunjuk Nokia untuk menggelar GPON mobile backhaul network di provinsi Jiangsu dan Henan, Tiongkok. Teknologi ini memberikan China Mobile infrastruktur backhaul yang dibutuhkan untuk mendukung pelanggan residensial, perusahaan, hotel, bank, sekolah dan rumah sakit yang tersebar di beberapa area paling padat di Tiongkok, serta memberikan pengalaman data selular kualitas tinggi yang diharapkan para pelanggan di era 4G/5G ini.

Dengan fokus memperluas coverage dalam ruang dan luar ruang di area-area perkotaan, China Mobile berinvestasi pada base station-base station baru serta lebih dari seratus ribu small cell LTE, yang akan disertakan ke dalam jaringan menggunakan teknologi backhaul serat GPON.

GPON memberikan infrastruktur backhaul hemat biaya serta skalabel pada akses mil terakhir – sebuah enabler penting untuk penggelaran massal small cell. Solusi backhaul selular GPON Nokia memungkinkan China Mobile mengembangkan basis pengguna broadband LTE-nya lebih jauh lagi, sambil di saat yang sama memperluas jejak kaki FTTH (fiber-to-the home) yang dibutuhkan untuk mengkoneksikan lebih banyak pengguna residensial dan perusahaan.

China Mobile akan mendapatkan kapasitas, fleksibilitas dan skala jaringan yang dibutuhkan untuk mendukung kenaikan 54% traffic data yang diperkirakan akan terjadi di seluruh Asia Pasifik hingga tahun 20201. Perampingan operasi jaringan juga akan menurunkan total biaya kepemilikan dan secara bersamaan meningkatkan pengalaman layanan selular pelanggan.

“GPON ini sesuai dengan kebutuhan operator untuk memenuhi kebutuhan backhaul mereka. Selain itu juga lebih efisien serta menghemat biaya yang harus dikeluarkan. GPON juga menghapuskan kebutuhan untuk menciptakan jaringan paralel dan khusus untuk backhaul, sambil pada saat yang sama memperluas jejak kaki serat untuk memenuhi permintaan ultra-broadband dari pelanggan residensial dan bisnis,” ujar Federico Guillèn, presiden Fixed Networks grup bisnis Nokia menjelaskan. (Icha)

Ini Tips Hemat Belanja Online di Bulan Ramadhan Versi Mataharimall

0

Telko.id – Menyambut bulan suci Ramadhan, berbagai perusahaan eCommerce lokal maupun asing berlomba-lomba untuk melakukan promosi untuk menarik pelanggan. Dihadapkan dengan ratusan pilihan, pelanggan e-commerce haruslah memilih tempat berbelanja yang tepat agar tidak hanya mendapatkan harga terbaik, tapi juga memperoleh manfaat terbanyak.

Mataharimall.com sebagai salah satu e-commerce yang menghadirkan berbagai diskon di bulan suci Ramadhan ini membagikan beberapa tips agar pelanggan dapat berbelanja secara aman dan nyaman:

1. Selidiki Situs Belanja Online

Luangkan sedikit waktu untuk mencari tahu lebih banyak mengenai kredibilitas situs belanja online pilihan. Riset berdasarkan Alexa.com menunjukkan bahwa beberapa situs belanja online ternama, yakni MatahariMall, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli termasuk dalam 50 situs belanja online yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.

2. Cek Koleksi dan Bandingkan Harga

Bagi pelanggan yang gemar belanja, ada baiknya mencari situs dengan koleksi yang beragam dengan harga yang pas di kantong. Tanpa disadari, pilihan yang beragam akan memudahkan customer untuk menemukan produk yang tepat. Anda juga dapat membandingkan harga produk serupa dalam beberapa situs belanja online sekaligus untuk mendapatkan harga terbaik.

3. Pilihan Alternatif Untuk Metode Pembayaran

Kini, situs-situs belanja online semakin menyaingi ritel offline dalam konteks penyediaan metode pembayaran. Sebuah situs berbelanja online yang bekerjasama dengan berbagai bank di Indonesia, akan menyediakan potongan harga atau bunga cicilan yang rendah, sebut saja cicilan 0% di MatahariMall.com. Kuncinya adalah memerhatikan situs-situs belanja online yang memberikan diskon sesuai dengan kartu yang dimiliki.

Bila tidak memiliki kartu kredit namun perlu mencicil, pilihlah situs belanja online yang menyediakan layanan cicilan tanpa kartu kredit, seperti penyedia program Super Cintaku (Super Cicilan Tanpa Kartu).

Bila merasa ragu akan kualitas barang ketika berbelanja online, pilihlah situs belanja online yang menerapkan sistem COD (Cash On Delivery), salah satunya MatahariMall.com yang merupakan pelopor fitur O2O (Online-to-Offline) yang memungkinkan customer untuk mengambil, membayar, dan mengembalikan produk di seluruh cabang Matahari Department Store maupun eLocker yang tersebar di PT Pos Indonesia, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, apartemen, dan universitas.

4. Metode Pengiriman Barang

Ketika berbelanja online, seorang pelanggan harus cermat dalam memilih metode pengiriman barang yang diterapkan situs belanja online. Sekalipun harga barang di sebuah situs terlihat murah, belum tentu biaya yang dikeluarkan akan tetap lebih murah ketika ditambahkan dengan biaya kirim. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan harga akhir yang tertera merupakan harga terbaik.

5. Memperhitungkan diskon dan promosi

Di bulan Ramadhan, ini banyak situs online yang menawarkan berbagai macam diskon dan promosi khusus. Customer harus cermat memilih situs berbelanja yang mampu memberikan harga terbaik, sebut saja gadget yang dijual seharga 1,6 juta pada sebuah situs, dijual seharga 1,8 juta di situs lainnya dengan menyediakan diskon khusus, dan harganya menjadi 1,4 juta saja. Karena metode pencarian diskon ini memerlukan upaya lebih, pelanggan sering kali mengabaikan keberadaannya.

“Secara berkala, MatahariMall menghadirkan diskon dan promosi. Kami mengharapkan agar pelanggan dapat teliti dalam mencari diskon yang disediakan oleh eCommerce lainnya juga, misalnya dengan memperhatikan banner website, newsletter, membuka laman kategori produk pilihan, dan lain-lain. Tentunya pelanggan tidak ingin melewatkan kesempatan memeroleh barang lebih murah dengan diskon dan promosi khusus,” jelas Regan Dwinanda, Head of Communication and Partnership MatahariMall.com, pada keterangan rilis yang diterima Tim Telko.id

6. Berlangganan newsletter dan mengikuti akun media sosial eCommerce favorit

Pengunjung situs berbelanja online seringkali dihadapkan dengan pilihan untuk memasukkan alamat email dan penawaran berlangganannewsletter.

Sejatinya, bagi pelanggan yang gemar berbelanja online, newsletter dapat menjadi fitur yang praktis. Melalui newsletter, pelanggan dapat selalu mengetahui koleksi, promo, dan penawaran menarik dari situs-situs tersebut. Fitur ini juga mempermudah customerdalam membandingkan harga antara eCommerce satu dengan yang lainnya.

Microsoft Jual 1500 Paten Pada Xiaomi

0

Telko.id – Xiaomi merupakan merek Cina yang begitu agresif untuk menguasai pasar di luar negeri nya sendiri. Namun, banyak kendala yang dihadapi, terutama masalah paten. Untuk itu, kerjasama dengan Microsoft ini menjadi salah satu jalan menuju sukses bagi Xiaomi. Setidaknya, ada sekitar 1500 paten yang dijual oleh Microsoft Corp pada Xiaomi ini, seperti yang dilansir dari Reuter. Kerjasama ini pun diharapkan akan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang bagi kedua perusahaan tersebut.

Dalam kesepakatan tersebut, juga termasuk paten cross-licensing arrangement dan komitmen Xiaomi untuk install Microsoft Software. Termasuk juga Office dan Skype pada produk ponsel dan tablet yang diproduksinya. Sayang, kedua pihak tidak mau terbuka untuk masalah nilai dari kerjasama ini.

“Ini adalah kesepakatan kolaborasi yang sangat besar antara kedua perusahaan,” ujar Wang Xiang, wakil presiden senior di Xiaomi, melalui telepon menjelang kesepakatan, seperti yang dilansir dari Reuters.

Beberapa analis melihat bahwa ambisi Xiaomi untuk menjadi pemain utama di luar Cina akan sangat terbantu dengan adanya kesepakatan tersebut. “Kesepakatan ini memberikan Xiaomi cukup bekal dalam hal ini paten untuk pindah ke pasar Barat,” kata Sameer Singh, seorang analis yang berbasis di Inggris. Bahkan Singh menambahkan bahwa posisi Xiaomi di Cina telah diserang secara terus meneru oleh vendor Android lainnya, sehingga Xiaomi perlu untuk mencari pasar di luar Cina.

Berdasarkan data dari Strategy Analytics, pengiriman ponsel Xiaomi turun 9 persen pada kuartal pertama dari tahun ke tahun (YoY). Untuk pangsa pasarnya pun turun menjadi 12 persen dari 13 persen. Kondisi tersebut bukan hanya karena adanya pesaing dari Huawei dan Samsung Eelectronis yang memang pemain besar, tetapi juga oleh Oppo dan Vivo.

Wang mengatakan Xiaomi sudah mengajukan akusisi paten dari Microsoft sejak tahun lalu. Ada sekitar 3700 paten yang diajukan, termasuk komunikasi suara, multimedia dan komputasi awan. “Hal ini merupakan langkah penting dalam rangka ekspansi kami secara internasional,” ujar Wang menjelaskan.

Awal bulan ini, Xiaomi meluncurkan produk pertamanya di Amerika, yakni satu set-top box TV yang merupakan hasil kerjasama dengan Alphabet Inc Google. Produk ini memiliki sistem operasi Android yang juga digunakan dalam perangkat Xiaomi lainnya. Selain itu, Xiaomi juga telah meluncurkan tablet yang menjalankan versi sistem operasi Microsoft Windows.

Jonathan Tinter, wakil presiden perusahaan di Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft mensasar para pengguna Xiaomi yang masih muda, berpengaruh dan berpendidikan agar dapat memiliki produk pra install Microsoft di perangkat yang mereka gunakan. Namun, ketika ditanya tentang seberapa jauh kerjasama dengan Xiaomi ini, Tinter hanya menjelaskan bahwa yang dilakukan dengan Xiaomi adalah kerjasama strategis pada beberapa paten saja.

Seperti diketahui, Microsoft banyak menyelesaikan kesepatan lisensi pada produsen Android beberapa tahun belakangan ini. Namun, disisi lain, Microsoft memiliki sedikit keberuntungan dengan produsen Cina.

Florian Mueller, seorang ahli paten yang berkonsultasi untuk Microsoft di masa lalu, mengatakan bahwa kerjasama dengan Xiaomi ini sangat jarang sekali dilakukan oleh Microsoft. Microsoft jarang sekali benar-benar menjual paten. Mueller menambahkan bahwa “Microsoft akan lebih mudah mengenakan pajak paten Android pada Xiaomi sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas yang juga melibatkan transfer paten”. (Icha)

Kerjasama Nokia Dengan Operator di Seluruh Dunia Pekan Ini

0

Telko.id – Raksasa jaringan asal Finlandia yakni Nokia telah bekerja sama dengan operator Amerika Serikat Sprint untuk menunjukkan siaran streaming video 4K   di sebuah acara di Silicon Valley.

Acara berlangsung di Stadion Levi, rumah dari San Francisco 49ers, lebih tepatnya di Sprint experience zone. Ujicoba ini menggunakan sistem gelombang milimeter hidup yang berjalan pada 73GHz yang mendukung beam steering, dengan dukungan kecepatan hingga 2,3 Gbps dengan bandwidth spektral sebesar 1GHz dan tingkat latency mencapai 1ms.

“Kami sangat senang bahwa Sprint telah menghadirkan 5G, inovasi ini sekaligus menggaris bawahi komitmen Amerika Serikat untuk ambil bagian dalam kepemimpinan revolusi komunikasi penting ini,” kata Ricky Corker, head of North America for Nokia.

Ia menambahkan, Sebagai yang terdepan dalam pengimplementasian 5G, Nokia bekerja untuk memajukan solusi end-to-end global untuk 5G. Mereka juga telah menjadi mitra lama untuk Sprint, dan sekarang kedua perusahaan ini akan bekerjasama untuk memberikan solusi komersial yang siap dan sejalan dengan rencana mereka.

“Demonstrasi kemampuan 5G adalah salah satu dari beberapa langkah yang kami ambil untuk membawa kemampuan 5G dalam uji coba lapangan. Kami berharap dapat memanfaatkan pengalaman penyebaran kami dan bekerja sama dengan Nokia untuk memperluas penggunaan 2,5 GHz dan pita spektrum yang lebih tinggi seperti halnya berevolusi untuk 5G.” Ujar John Saw, CTO Sprint, seperti dilaporkan Telecoms (7/5).

Bukan hanya operator seluler saja, Di sisi fixed broadband Nokia telah membantu perusahaan telko asal Estonia yakni Starman. Mereka bahkan mengklaim menjadi penyedia kabel pertama di Eropa yang menyediakan layanan internet komersial berkecepatan 10 Gbps untuk perumahan.

“Ketika berinvestasi dalam layanan Internet yang kami bawa ke rumah pelanggan, kami memastikan bahwa teknologi ini merupakan portofolio penting, Hari ini kita memilih solusi yang dapat memungkinkan untuk koneksi simetris lebih besar dari 1Gbps, memungkinkan kita untuk melewati beberapa perkembangan teknologi saat ini dan mengambil tempat duduk di kereta berkecepatan tinggi 10Gbps yang baru.” Ucap Starman Group Technology Director, Jaanus Erlemann.

Sementara itu, pihak Nokia yang diwakili oleh Federico Guillèn, President Fixed Networks business group Nokia mengungkapkan bahwa selain kasus bisnis, operator kabel harus mempertimbangkan evolusi cepat dari perilaku konsumen, serta kualitas pengalaman pengguna. Ia menambahkan, “Pilihan Starman ini sekaligus mengakui nilai produk serat Nokia untuk mendukung evolusi kapasitas, bandwidth dan layanan di jaringan mereka.”

Di tempat lain Nokia telah membantu Vodacom Tanzania untuk memulai jaringan 4G, khususnya peluncuran 4G di Dar es Salaam baru-baru ini.

“Kami telah bermitra dengan Nokia untuk menggelar jaringan 4G tercepat di Tanzania, dengan semua situs yang terhubung ke jaringan serat metropolitan kami,” kata Ian Ferrao, Vodacom TZ MD.

Demikianlah beberapa proyek kerjasama Nokia dengan beberapa operator di Dunia, baik itu mobile maupun fixed broadband.

Ini Strategi China Mobile Untuk Perangi OTT

0

Telko.id – ZTE telah mengumumkan bahwa China Mobile telah resmi memulai komersialisasi jaringan untuk layanan Rich Communication Suite (RCS), dan mengklaim menjadi pemilik jaringan NFV IMS terbesar di dunia saat ini.

Sebagai mitra strategis, ZTE bekerja bersama tim di China Mobile untuk mengembangkan proyek RCS berdasarkan Virtual IP multimedia subsystem (VIMS). Proyek ini awalnya dilaporkan pada tahun lalu oleh China Mobile yang tampaknya mencari peluang untuk memerangi ancaman OTT yang meningkat, terutama meningkatnya popularitas WeChat di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dilaporkan Telecoms (7/6), RCS milik ZTE memusatkan layanan sistem komunikasi untuk mendefinisi ulang layanan komunikasi dasar yang memungkinkan China Mobile dapat membangun layanan panggilan, pesan dan kontak service.

Gong Dehua, VP dari lini produk Core network ZTE mengungkapkan, “Hal ini juga memungkinkan peningkatan pengalaman suara dan layanan pesan tradisional, mewujudkan platform layanan informasi baru dengan membuka kapabilitas dan saluran,” ungkapnya.

Setelah menjalankan berbagai uji coba antara 550.000 karyawan, China Mobile berani mengklaim bahwa kapasitas awal yang direncanakan berada di angka 100 juta pelanggan, dan mendukung layanan RCS termasuk pesan multimedia, network voice calling, panggilan video dan kemampuan pengalamatan. Sebagai perbandingan, WeChat diperkirakan memiliki hampir 700 juta pengguna (jika berkaca pada Q4 2015), menghasilkan pendapatan melalui Moments iklan, iklan berdasarkan lokasi dan kerjasama brand. Pemilik WeChat yakni Tencent baru-baru ini melaporkan pendapatan tahunan berada diangka USD 15,8 miliar, atau meningkat 30% dari periode sebelumnya. Bisa dibayangkan, jika RCS yang dimiliki oleh China Mobile ini berjalan mulus, maka mereka akan memperoleh pendapatan lebih dari layanan itu, sekaligus dapat memperkecil pendapatan dari WeChat itu sendiri.

Sekadar informasi, China Mobile telah lama melakukan upaya untuk bersaing dengan OTT, setelah menjadi salah satu yang pertama dalam memanfaatkan platform seperti layanan Fetion SMS berbasis internet miliknya. Ketika layanan ini yang awalnya menjadi populer, platform yang lebih kecil dan lebih gesit seperti WeChat dan Youku mampu menciptakan penawaran yang lebih fleksibel untuk penyedia konten dan platform yang lebih relevan bagi pengguna. Fetion akhirnya pensiun setelah jumlah pengguna mereka menurun pada 30 Juni lalu.

Diharapkan, hadirnya RCS ini dapat menjadi pesaing kuat bahkan ‘membunuh’ para OTT yang hadir di China, sekaligus dapat menumbuhkan pemasukan baru mereka.

Mungkin strategi seperti ini dapat diadopsi oleh operator-operator di Indonesia, untuk setidaknya menghentikan dominasi OTT asing, sembari menunggu sepak terjang dari OTT lokal yang masih menjadi minoritas.

Operator Italia Ini Gandeng Ericsson Untuk Ciptakan R&D 5G

0

Telko.id – Sebuah inisiatif baru yang dirancang untuk menciptakan ekosistem open 5G melalui R&D telah diluncurkan di Italia oleh perusahaan jaringan Ericsson dan operator yang TIM.

Program ‘5G for Italy’ akan bertujuan untuk bersama-sama mengajak masyarakat, organisasi swasta dan akademik untuk tidak hanya mengembangkan teknologi tetapi juga menguji proyek 5G dan jasa serta contoh perilaku untuk inisiatif seperti kota pintar, IOT dan Industri 4.0.

“Program ini memungkinkan kita untuk mengembangkan jaringan baru secara bersamaan untuk layanan-layanan dan aplikasi yang dalam waktu dekat akan diaktifkan ketika jaringan 5G hadir, program ini ditujukan untuk kebutuhan transformasi digital perusahaan Italia dan pengembangan komunikasi multi-media baru bagi konsumen,” kata Mario di Mauro, Kepala Strategi & Inovasi di TIM, seperti dilaporkan Telecoms (7/6).

Lebih lanjut, Mauro juga menyebutkan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting yang akan mengubah masyarakat dengan model bisnis baru dan akan memungkinkan warga dan bisnis untuk memanfaatkan potensi 5G.

Sementara itu, Nunzio Mirtillo, Head of Region Mediterranean Ericsson menuturkan bahwa kedua perusahaan akan bekerja sama dengan industri untuk memahami kebutuhan jaringan tertentu dalam rangka mewujudkan manfaat penuh dari teknologi 5G.

“Dengan memperluas program untuk mitra kunci, TIM dan Ericsson dapat menguji dan memberikan prioritas kepada layanan dan fitur mereka yang akan menjadi bagian dari jaringan 5G dalam waktu dekat, penting untuk mempercepat digitalisasi di Italy, agar dapat menghasilkan manfaat bagi warga negara, bisnis dan masyarakat,” ungkap Mirtillo.

Di tempat lain, Ericsson juga telah mengumumkan kesepakatan dengan Fox Networks Timur Tengah untuk memberikan pemutaran pada tiga saluran HD TV terbaru yakni Fox Action Movies, Fox Family Movies dan FX.

Belgia Bebaskan Spektrum untuk Uji Coba 5G

0

Telko.id – Lampu hijau telah diberikan Pemerintah Belgia kepada regulator telekomunikasi di negara tersebut, untuk membuka spektrum high-bandwidth bagi perusahaan yang ingin melakukan uji coba teknologi mobile 5G.

Selain itu, pemerintah juga menginstruksikan regulator untuk menyediakan lisensi sementara bagi para peneliti 5G.

Alexander De Croo, menteri telekomunikasi dan agenda digital Belgia mengkonfirmasi kabar ini kepada koran Belgia L’Echo, mengatakan bahwa negara menginstruksikan Belgian Institute for Postal services and Telecommunications (BIPT) untuk menemukan spektrum yang untuk sementara bisa dialokasikan untuk pusat bisnis dan penelitian untuk melakukan uji coba 5G.

BIPT sudah bekerja dengan Ericsson untuk menganalisa pita frekuensi terbaik untuk 5G, berkonsentrasi terutama pada pita spektrum yang tinggi, lapor Totaltelecom, Senin (6/6).

Negara juga telah menetapkan sejumlah ketentuan yang mengatur izin sementara, termasuk mengharuskan peneliti Belgia atau start-up terlibat dalam setiap proyek.

Belum ada ketetapan mengenai bagaimana investasi di 5G akan dilakukan, tetapi metode ada guna menghindari seluruh beban jatuh pada operator.

5G sendiri, sebagai teknologi terbaru dalam teknologi mobile direncanakan akan meluncur secara komersial sebelum 2020. Dengan beberapa negara seperti Rysia dan Korea Selatan mengklaim akan menjadi yang pertama menggelarnya.
b

Rampungkan Survey, Advan Siap Hadirkan Smartphone Unggulan

0

Telko.id – Advan yang belum lama ini melakukan riset bersama dengan lembaga riset MARS telah merampungkan riset mereka terkait pilihan smartphone unggulan yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia.

Hasnul Suhaimi, selaku kepala project dari riset tersebut menjelaskan, “saat ini masyarakat lebih melihat kualitas, kalau kualitas bagus, maka Brand akan ikut menyusul. Tantangan kita adalah dengan permintaan yang tinggi ini sanggupkah kita menyediakan handset dengan harga yang cocok,” ujarnya pada saat jumpa media di Jakarta (6/5).

Bekerjasa dengan Samsung dan Mediatek, Advan nampaknya akan menggunakan kualitas kamera serta prosesor yang mumpuni besutan dua vendor raksasa ini.

Pada kesempatan yang sama, MARS selaku lembaga riset yang dipilih oleh Advan untuk project ini memaparkan bahwa hasil riset yang meliputi 209 responden di Jakarta dan sekitarnya ini menghadirkan beberapa hasil seperti, daya tahan baterai yang mumpuni, kapasitas RAM dan memori internal yang lega, kamera yang mendukung serta kemampuan prosesor yang mumpuni dan tambahan fitur fast charging.

Riset tersebut juga menjelaskan, sekitar 31% responden mencari smartphone untuk mendapatkan sesuatu yang baru, dan 80% pengguna mengganti smartphone mereka dalam kurun waktu dua tahun.

Lebih dalam, sekitar 86% responden lebih menginginkan OS Android, dengan 50% responden menginginkan RAM sebesar 2 GB. Sementara untuk kecepatan prosesor, sekitar 50 persen pengguna lebih menyukai smartphone dengan kecepatan 2GHz. Hasil mengejutkan terjadi pada sisi konektivitas, dengan konektivitas 4G tidak terlalu diinginkan oleh responden dan hanya 1 persen saja dari responden yang menginginkan hadirnya konektivitas 4G. Meskipun konektivitas 4G hanya 1 persen saja, namun Advan tetap akan menghadirkan layanan 4G pada smartphone terbaru mereka.

Berbicara mengenai Brand, lebih dari 50% responden menyukai brand asal Indonesia, dengan branding dan desain yang lebih Indonesia. Responden juga menginginkan aplikasi lokal sudah tertanam pada smartphone.

Secara keseluruhan, beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti daya tahan baterai, Operating System (OS), resolusi kamera (8 MP untuk belakang dan 5 MP untuk depan), sensitivitas layar serta kapasitas memori menjadi fokus dari pengembangan ini dengan diharapkan beberapa aspek tadi bisa hadir dengan spesifikasi mumpuni namun tetap memiliki harga yang bersahabat.

Andi Gusena, Brand Director Advan mengaku bahwa mereka juga melakukan riset secara internal mengenai smartphone unggulan yang harus dihadirkan oleh Advan.

“Selain riset dari MARS, kami juga sudah melakukan internal research, dengan mencoba melihat fitur-fitur yang tidak terlalu diperlukan oleh pengguna untuk tidak dibenamkan kedalam smartphone Advan agar bisa memotong cost, Advan juga akan berfokus pada kualitas dan user experience dari para pengguna,”

Andi juga tidak tanggung-tanggung untuk memperkenalkan nama dari smartphone yang digadang-gadang akan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia ini dan nama Smartphone ini adalah Advan Gold 1(G1).

Andi menuturkan, nantinya Advan G1 akan menggunakan Megapiksel kamera yang tidak terlalu besar namun optimal layaknya Iphone serta kemudahan untuk selfie, berbahan metal, full Unibody, finger print, speaker berbahan metal agar menghasilkan suara yang berkualitas, Advan juga akan menggunakan desain yang lebih Indonesia pada User Interface mereka.

Disinggung mengenai harga dan ketersediaan, Andi mengungkapkan bahwa smartphone ini rencananya akan dibanderol dengan harga 2 juta rupiah. Namun, untuk ketersediaan di market, Andi belum bisa memastikan kapan smartphone anyar ini akan selesai dibuat. Pasalnya, mereka harus menunggu kesiapan dari MediaTek sekaligus Samsung sebagai pemasok komponen.

Pajak Komponen Berpotensi Jadi Kendala

Peraturan TKDN yang diberlakukan oleh pemerintah memang cukup menjadi kendala dari setiap vendor smartphone untuk bermanuver di pasar Indonesia. Aturan TKDN juga memaksa para vendor smartphone khususnya 4G untuk setidaknya merakit smartphone mereka di Indonesia, sedangkan komponen-komponen inti masih belum tersedia disini. Selain harus impor, komponen tersebut nyatanya juga dibebankan pajak komponen. Sedangkan, untuk vendor yang mengimpor langsung produk smartphone tanpa perlu merakit disini tidak dikenakan pajak. Hal inilah yang tentu cukup menyulitkan para vendor yang ingin menaati peraturan TKDN.

Mengenai hal ini, Hasnul mengungkapkan bahwa itu merupakan sebuah tantangan lain bagi Advan. Ia mengunkapkan, “salah satu strategi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menghadirkan smartphone yang dari segi spek tidak terlalu maksimum, tapi cukup optimal sehingga bisa menekan jumlah tax yang timbul,” ujar Hasnul pada sesi doorstep.

Dengan vendor smartphone yang dituntut untuk memenuhi TKDN, akan lebih baik jika pajak komponen ikut dihapuskan, karena pajak ini akan menyulitkan para vendor untuk memenuhi TKDN, minimal untuk merakit smartphone di Indonesia.

Revenue 4G Lampaui 3G di 2016, Koneksi Capai 1.9 Miliar

Telko.id – Menurut laporan terbaru dari Strategy Analytics, pendapatan yang dihasilkan oleh langganan 4G akan melampaui apa yang dihasilkan 3G untuk pertama kalinya pada tahun 2016.

Diperkirakan juga, total pendapatan layanan nirkabel (tidak termasuk M2M) akan mencapai puncaknya pada tahun 2019 dengan US$ 882 miliar dan setelah itu mulai menurun. Pertumbuhan ini sudah cukup datar, dengan angka di 2019 yang hanya 3% naik dibanding 2015 dengan tekanan persaingan dan peraturan membatasi peluang pertumbuhan.

Jumlah koneksi 4G global diperkirakan akan meningkat dari 1.1 miliar menjadi 1.9 miliar selama tahun ini dan mencapai 5,6 miliar pada akhir 2022.

Di saat yang bersamaan, GSA juga secara kebetulan mengumumkan hasil penelitiannya hari ini mengatakan bahwa jumlah total jaringan 4G global telah mencapai 500 lebih.

“Pasar maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan akan melihat sebagian besar pendapatan mereka berasal dari layanan LTE 4G tahun ini, meskipun China juga akan memberikan kontribusi yang signifikan,” kata analis SA, Phil Kendall seperti dilansir Telecoms, Senin (6/6).

Ia menambahkan, dengan menyalip Amerika Serikat untuk menjadi pasar 4G terbesar di dunia pada Q3 2015, China akan membuat iri pasar berkembang lainnya dengan lebih dari setengah dari pendapatan 2016-nya diproyeksikan berasal dari 4G LTE.

“Layanan 5G komersial akan dimulai di beberapa pasar pada tahun 2020, terutama di Amerika Serikat dan pasar Asia yang maju,” kata Susan Welsh de Grimaldo dari SA.

Ia memperkirakan pengguna yang terkoneksi dengan 5G akan tumbuh dari 2 juta pada tahun 2020 menjadi 116 juta pada tahun 2022, dengan modem dan router mendorong adopsi awal.

Lewat grafik yang dibuatnya, SA juga menunjukkan bahwa butuh waktu dua tahun bagi 4G untuk berjalan dan kemudian lebih lanjut empat tahun untuk menjadi generator pendapatan utama. SA menilai proses yang sama juga akan terulang pada 5G, mulai dari tahun 2020.

SA-service-revenue-chart