spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1604

Tiga Langkah Ini Bisa Lindungi Data Anda Dari Ransomware

0

Telko.id – Norton by Symantec memaparkan laporan mengenai ancaman Ransomware serta tren yang sedang merebak di Indonesia. Seperti diketahui, serangan Ransomware telah berkembang menjadi salah satu ancaman cyber yang

“Krypto Ransomware dapat mengenkrip semua data anda termasuk foto, video dan semua data dengan enkripsi yang sangat kuat,” ucap Choon Choon Chee, Director Asia Consumer Business Symantec pada Jumpa Media (21/7).

Pertumbuhan serangan yang sangat meningkat terjadi pada tahun 2014 hingga 2015 silam dengan merajai jumlah serangan yang ada di tahun tersebut. Pada tahun 2015 saja, tercatat sebesar 362 ribu serangan dengan rata-rata perharinya sebesar 992 serangan krypto ransomware.

Sementara untuk target dari Ransomware sendiri, lebih didominasi oleh sektoral konsumer dengan 57% dari total serangan menimpa para korban dari sektoral ini, sementara untuk segmen enterprise berada di angka 43% dari total serangan mereka.

Norton memprediksi, kedepannya ransomware akan mengancam perangkat mobile serta perangkat IOT. Sedangkan untuk sistem operasi, selain Windows, MAC (iOS) dan Android juga menjadi incaran dari Ransomware, dengan nama terakhir menjadi paling rawan karena bersifat open source.

Sekadar informasi, Indonesia sendiri berada di peringkat ke 13 di Asia Pasifik sebagai negara yang sering terkena serangan Ransomware. Sementara peringkat teratas masih dipegang oleh Jepang serta Australia. Meskipun berada di peringkat ke 13 dengan rata-rata 14 serangan perharinya, namun jika melihat dari jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak ini, bukan tidak mungkin peringkat tersebut akan semakin meningkat.

Laporan tersebut juga menyebutkan industri yang kerap menjadi korban dari serangan Ransomware. Tercatat, industri Jasa merupakan sektor bisnis yang paling terpengaruh oleh serangan Ransomware, dengan presentase sebesar 38% dari seluruh serangan global. Sedangkan sektor bisnis lain yang juga menjadi ancaman adalah Manufaktur dengan 17%, Keuangan, Asuransi, serta Properti dan Administrasi publik dengan presentase sama yakni 10%.

Langkah yang Perlu diambil perusahaan

Sedia payung sebelum hujan, ungkapan ini sejatinya cocok bagi tiap perusahaan jika tidak ingin masuk kedalam daftar korban dari Ransomware ataupun Krypto Ransomware. Symantec memiliki strategi yang dapat melindungi pengguna dari ransomware dalam 3 tahapan seperti,

Melindungi
Mencegah infeksi merupakan langkah terbaik. Email dan exploit kit merupakan vector infeksi paling umum untuk ransomware. Layanan seperti Symantec Email Security.cloud, Symantec Messaging Getaway, dan Symantecs Browser Protection memberi perlindungan terhadap resiko infeksi.

Menahan
Jika terjadi serangan, langkah terpenting adalah untuk mencegah penyebaran infeksi. Teknologi berbasis file dari Symantec memastikan bahwa file apapun yang diunduh dari komputer tidak akan bekerja.

Tim 24/7 Security Technology and Response (STAR) melakukan pengawasan secara terus-menerus untuk meningkatkan identifikasi dan deteksi dini.

Merespon
Symantec Incident Response dapat membantu pelaku bisnis dalam merespon serangan dan mengambil keputusan untuk langkah selanjutnya.

Sementara pendekatan keamanan multilapis mengurangi resiko infeksi, mendidik pengguna mengenai ransomware dan mendorong pelaksanaan praktik aman juga menjadi langkah vital. Pelaku bisnis harus terus meninjau kembali dan meningkatkan keamanan mereka dalam menghadapi ancaman yang berkembang pesat ini.

L’Occitane Tambah Panjang Daftar Dagangan JD.ID

0

Telko.id – JD.ID resmi memasukkan nama L’Occitane ke dalam daftar dagangannya. Dengan ditunjuknya JD.ID sebagai mitra retail online, merek premium untuk bodyandbeautyproduct asal Perancis ini kini telah bisa dijangkau oleh lebih banyak pelanggan di tanah air. Lengkap dengan kemudahan dalam hal hal pembayaran dan pengiriman.

“Kehadiran brand L’Occitane menunjukkan kepercayaan mitra kepada kami sebagai platform belanja online terdepan di Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian JD.ID di ritel online dan produk-produk premium dari L’Occitane yang berkualitas tinggi, kemitraan ini akan memperluas akses para pengguna JD.ID dan para loyalis L’Occitane untuk mendapatkan kebutuhan akan produk-produk premiumnya serta ini memberikan nilai tambah berupa pengalaman belanja online yang mudah, cepat dan aman,” kata Wenni Setiorini Head of Marketing, JD.ID melalui keterangan resmi.

L’Occitane sendiri merupakan produk kecantikan premium yang dibuat di Provence, Perancis. Diolah secara alami dengan bahan organik, produk ini menawarkan produk ramah lingkungan yang kaya akan bahan aktif alami dan essential oils dengan aromaterapi yang khas.

“Karakteristik pasar di Indonesia terus berkembang, termasuk salah satunya meningkatnya pola belanja online. Kami yakin dengan menjalin kerjasama dengan JD.ID akan melengkapi aksesbilitas belanja online yang telah kami miliki serta membantu kami untuk menjangkau pelanggan lebih luas lagi di seluruh kota besar di Indonesia dan menempatkan produk kami di jajaran terdepan pilihan belanja online mereka,” tambah Lina Darmali, Head of Marketing, L’Occitane Indonesia.

Produk kecantikan L’Occitane, mulai dari perawatan kulit, wajah dan parfum, dapat diperoleh secara lengkap di JD.ID dengan harga spesial dengan memanfaatkan promo yang berlaku dan didukung oleh 14 bank. Pelanggan dapat memperoleh layanan terbaik dari JD.ID untuk pengiriman tercepat, cicilan 0%, dan bebas biaya pengiriman.

Ke depannya pelanggan JD.ID akan menemukan lagi lebih banyak produk dari merek-merek premium yang ditawarkan di sini dengan berbagai keuntungan yang akan melengkapi nilai tambah belanja online mereka
.

Gandeng Opera, Tri Indonesia Jualan Aplikasi Premium

0

Telko.id – PT Hutchison 3 Indonesia, berkolaborasi dengan perusahaan software global terkemuka Opera untuk menghadirkan toko online aplikasi premium dan games TriXogo bagi pelanggan Tri.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima oleh Tim Telko.id (21/7), TriXogo hadir untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup digital pelanggan Tri yang sangat aktif menggunakan aplikasi dan games dalam kesehariannya.

“TriXogo merupakan salah satu layanan inovatif Tri yang memberikan kemudahan bagi pelanggan Tri untuk bisa menikmati aplikasi premium dan ekstra konten (in-app purchase) sepuasnya dengan biaya berlangganan mulai Rp 2.500. TriXogo juga menawarkan ratusan lebih games dan aplikasi top premium tanpa iklan, dan minimal memiliki rating empat bintang,” ujar Dolly Susanto Chief Sales Marketing Officer Tri.

Dolly menambahkan bahwa Tri berkomitmen untuk menghadirkan beragam inovasi sesuai dengan gaya hidup pelanggan Tri. Tren yang terjadi selama tiga tahun ini adalah gaya hidup yang berbasis digital dan ditandai dengan tingginya penetrasi smartphone di jaringan Tri yaitu 80%. Umumnya, OS yang digunakan adalah android yaitu sekitar 80% diantaranya. Para pengguna ponsel ini sangat aktif menggunakan beragam aplikasi dan games berbasis mobile internet. “TriXogo sangat pas untuk para pengguna smartphone android yang memiliki kebutuhan tinggi atas aplikasi berskala premium,” imbuh Dolly.

Sementara itu, Sunil Kamath, Vice President for South Asia and Southeast Asia Opera mengungkapkan antusiasnya dapat bekerjasama dengan Tri Indonesia, pasalnya melalui kerjasama ini tentu akan semakin memudahkan pelanggan Tri Indonesia untuk mengakses lebih dari 400 aplikasi premium.

“Melalui kerjasama ini, pengguna Tri tidak perlu lagi khawatir tentang pembelian in-app dan iklan. Pengguna juga mendapatkan akses untuk membuka versi unlocked aplikasi dan games popular dengan tarif rendah per minggu.” Tambah Suniln

Tri memberikan bebas akses selama 7 hari sejak masa aktivasi bagi pelanggan baru TriXogo. Untuk berlangganan, pengguna hanya tinggal mengakses ke BimaTri, atau hubungu *393#. Pilihan cara berlangganan lainnnya adalah melalui SMS dengan cara ketik “XOGO” lalu kirim ke 97333, atau kunjungi http://trixogo.tri.co.id , atau download app-store TriXogo, lalu piih “join”.

Harga layanan Rp 5,500 per-minggu atau Rp 2,500 per 3-hari dipotong dari pulsa pelanggan. Saat ini aplikasi ini dapat diakses oleh pelanggan Tri yang menggunakan ponsel Android. Beberapa aplikasi dan games unggulan yang bisa diunduh oleh pengguna diantaranya seperti Angry Bird ataupun Talking Tom’s.

Ransomware Kini Ancam Pengguna Mobile

0

Telko.id – Meningkatnya pengguna mobile di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan jumlah ancaman pada perangkat mobile terutama data penting di dalamnya.

Mayoritas, pengguna mobile di Indonesia sendiri berasal dari Operating Sistem (OS) Android dan iOS, dengan nama pertama merupakan OS yang paling rentan terkena serangan malware.

Saat ini, perusahaan kelas medium sudah mulai membelanjakan perangkat mobile untuk para karyawan mereka yang bekerja secara mobile.

Ary Pryanto ST, selaku Product Manager OPTIMA, yakni distributor resmi produk kaspersky di Indonesia mengungkapkan bahwa ancaman ransomware untuk mobile mulai menyerang dan sebuah kryptolocker yang mampu mengenkrip data pengguna mobile dan meminta sejumlah uang.

“Ini trafiknya meningkat sekali sejak tahun 2014 hingga 2016 tercatat sudah puluhan ribu ransomware yang menyerang perangkat pengguna ,” ujar Ary, saat ditemui tim Telko.id di Jakarta (20/7).

Demam Pokemon Go juga menjadi salah satu cara para hacker untuk menyusupkan malware kedalam ponsel pengguna, dengan memberikan link palsu yang menyebabkan pengguna mengunduh file yang salah. Tren BYOD juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya Ransomware. Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan pengguna yang lebih sering mengakses email menggunakan smartphone mereka.

“Karena tidak ada yang aware, akhirnya para hacker bisa meremote semua malware yang mereka tanamkan untuk menjalankan misi mereka tersebut,” tambah Ary.

Kaspersky sendiri memiliki security for mobile yang mampu memberikan tingkat keamanan yang tinggi serta memiliki geo location.

Sekadar informasi, beberapa fitur Kaspersky security for mobile enterprise seperti Anti Theft, Web Protection, Containers, Device Management, Wireles Network Management, Application Control serta Third Part App Control.

Kaspersky sejatinya masih menjadi pemain baru dalam security for mobile ini, namun mereka mengklaim bahwa teknologi yang dibawa sangat komperhensif dan bukan musiman.

Optima  yang juga merupakan sebuah distributor resmi untuk platform Kaspersky Security For Mobile di Indonesia menegaskan bahwa jumlah pengguna mobile security sudah terlihat meningkat.

“Awal 2016, mulai meningkat dari 15% hingga 20% pengguna lisensi, sementara target kita untuk peningkatan sekitar 25%. Secara keseluruhan, tiga sektoral industri yang telahvmenggunakan solusi ini adalah perusahaan Telekomunikasi, jasa pelayanan masyarakat, serta Perbankan,” tutur Ary.

Berbicara mengenai harga lisensi sendiri, OPTIMA sejatinya mematok harga sekitar 1/4 dari harga device di pasaran. Selain mendistribusikan Kaspersky, OPTIMA juga mendistribusikan produk Autodesk dan juga Microsoft.

Australia Buat Aliansi Agar Siap Sambut Era IoT

0

Telko.id – Internet of things dipercaya banyak pihak akan mendatangkan peluang bisnis baru dan tentu saja pendapatan atau revenue. Hal ini juga yang dipercaya oleh Australia. Itu sebabnya negara Kangguru ini membentuk aliansi.

Aliansi ini dibentuk oleh pemerintahan Australia dengan merangkul perusahaan teknologi besar maupun pemain telekomunikasi lainnya. Targetnya adalah bersama-sama mengembangkan internet of things.

Setidaknya, ada 25 organisasi yang telah ditunjuk untuk menjadi dewan eksekutif dalam Internet of Things Alliance Australia (IoTAA), sebuah aliansi baru non profit ini. Aliansi ini juga menyatakan bahwa memiliki lebih dari 200 ahli dan 100 organisasi papan atas.

keanggotaan eksekutif aliansi termasuk segelintir kelompok industri teknologi serta instansi pemerintah Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), Australian Communications and Media Authority (ACMA), Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Departemen Komunikasi, Departemen Perdana Menteri, Office of the Australian Information Commissioner (OAIC), dan Australia New Broadband Network NBN Co yang didalamnya termasuk perusahaan telekomunikasi seperti Telstra dan Optus. Kemudian juga perusahaan teknologi maupun telekomunikasi seperti Hewlett Packard Enterprise (HPE), IBM, Intel, Huawei, Nokia, dan Ericsson.

Konsep dasarnya sendiri berasal dari think tank yang dijalankan oleh sekelompok industri Aliansi Komunikasi tahun lalu untuk melihat apa yang perlu dilakukan oleh Australia agar mendapatkan manfaat dari internet of things ini. Kelompok ini akan dikelola dari kampus Broadway dari University of Technology, Sydney.

Tugas dari aliansi ini terbagi menjadi enam bagian. Pertama adalah Kolaborasi industri di Australia dengan melakukan pengembang sebuah komunitas IoT yang koheren, kolaboratif dan berfikiran global. Sehingga Australia dalam hal ini industri, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mampu mendorong inovasi dan menginformasikan kebijakan yang tepat dan pengaturan regulasi.

Kedua adalah melibatkan beragam sektoral demi mengembangkan, menyelaraskan dan memajukan IoT. Termasuk di dalamnya aktifitas pemerintah dalam Industry Growth Centre, Australia Infrastructur dan sektor penting lainnya. Dengan fokus pada pertambangan, pertanian, transportasi dan telekomunikasi.

Ketiga, open data. Di mana, perlu adanya keterbukaan data, berbagi prinsip dan pedoman sehingga lebih fokus pada peluang yang akan terjadi pada lintas sektoral. Namun, diberi catatatn juga tentang data pribadi yang tetap mengedepankan pedoman privasi dalam penggunaan data IoT.

Keempat, ketersediaan Spectrum. Beberapa pihak yang terkait, termasuk ACMA dan pemangku kepentingan yang lebih luas diharapkan dapat mengatasi pengaturan spektrum dan kebutuhan lisensi untuk layanan nirkabel rendah bit rate, seperti Low-Power, Wide-Area atau LPWA.

Kelima, masalah keamanan. Aliansi ini juga akan mengembangkan pedoman security atau keamanan untuk layanan IoT dan elemen layanan. Termasuk juga bagai mana melakukan perlindungan data.

Keenam, IoT Start-up inovasi. Di mana aliansi ini juga memiliki tugas untuk mengembangkan kebijakan dan kerangka ekosistem IoT untuk mendukung program IoT nasional, yang terkait dengan Industry Growth Centres milik Australia.

Jason Clare, Menteri Komunikasi Autralia dalam peresmian aliansi ini menyatakan bahwa Australia membutuhkan pijakan yang tepat sehingga tidak tertinggal dari moment internet of things ini.

“Banyak negara yang sudah berada di depan kita dalam menyongsong kehadiran IOT ini. Jika kita tidak mengubahnya maka kita akan kehilangan banyak lapangan kerja baru, lebih banyak investasi dan bisnis baru,” kata Clare menjelaskan, seperti dilansir dari IT News.

Aliansi ini akan memulai menggali potensi yang dinilainya cukup besar dampaknya pada masyarakat yakni pada industri autonomous vehicles, smart building, smart water management.

“Dengan keunggulan dari teknologi 5G, IoT akan mengubah peta indutsri maupun ekonomi Australia. Selain itu juga akan mendorong terjadinya revolusi metode dalam industri dan rantai pasokan yang ada saat ini. Kini saat nya memikirkan segala sesuatu yang belum pernah dibayangkan untuk memprediksi dan mengontrol masa depan,” ujar Clare menambahkan. (Icha)

elevania Tawarkan Kemudahan Mencicil Tanpa Kartu Kredit

0

Telko.id – Inovasi baru kembali dihadirkan elevenia dalam hal pembayaran. Kali ini berupa skema pembayaran cicilan, namun tanpa menggunakan kartu kredit.

Adalah Kredit Plus, mitra yang digandeng elevania untuk inovasinya kali ini. Kredit Plus sendiri merupakan brand yang dimiliki PT. Finansia Multi Finance, sebuah perusahaan yang memegang ijin usaha untuk menjalankan roda usaha pembiayaan, anjak piutang dan kartu kredit.

Minimnya jumlah transaksi yang menggunakan kartu kredit, dimana masih berkisar 18%, disebut elevania menjadi peluang tersendiri untuk hadirnya metode pembayaran baru. Dan ini adalah hal yang menarik, terutama bagi konsumen yang tidak memiliki kartu kredit.

Sekedar informasi, saat ini 78% dari layanan cicilan didominasi oleh kategori ponsel, 13% berasal dari pembelian produk elektronik, 7% dari pembelian Komputer & Kamera, dan 2% dari kategori Home Living & Hobby. Sementara untuk produk item yang bisa dicicil dengan menggunakan jasa KreditPlus ada lebih dari 1500. Dan akan terus bertambah.

“Kami berusaha untuk memberikan langkah paling mudah dan sederhana kepada konsumen. Tidak hanya harga terbaik dan produk berkualitas, namun juga kemudahan layanan pada konsumen menjadi satu nilai penting bagi kami sebagai penyedia layanan marketplace,” kata Madeleine Ong De Guzman, Chief Marketing Officer elevenia dalam keterangan resmi.

Untuk menggunakan pilihan metode pembayaran ini, konsumen cukup mengisi halaman pengajuan yang ada di elevenia, lalu dalam 2 hari, konsumen akan dihubungi dan disurvey, sehingga dalam waktu kurang dari 5 hari setelah permohonan disetujui, akan dapat langsung memiliki barang yang diidamkan.

Saat ini, layanan KrediPlus dapat dinikmati oleh konsumen di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi dan akan berkembang ke wilayah lainnya.

Vodafone Inggris Gulirkan Broadband Berkecepatan Tinggi Untuk UKM

0

Telko.id – Menyasar sektor UKM, operator Inggris Vodafone baru-baru ini telah memperkenalkan produk barunya yang ditujukan untuk usaha kecil di negara tersebut.

Vodafone mengklaim, penawaran ini akan berupa serat broadband berkecepatan tinggi dan mobilitas telepon. Perusahaan mengatakan, proposisi utamanya adalah memungkinkan konektivitas generasi berikutnya untuk usaha kecil dengan memberikan kecepatan hingga 76 Mbps dan beberapa inovasi fixed broadband.

Menurut Vodafone, teknologi beamforming merupakan inti dari router nirkabel generasi berikutnya perusahaan. Beamforming mampu mengarahkan sinyal nirkabel ke perangkat tertentu, sehingga menghasilkan efisiensi spektrum yang lebih besar di pita >5 GHz. Vodafone mengatakan fitur ini memungkinkan pemilik usaha untuk memprioritaskan sinyal ke perangkat yang dipilih untuk kecepatan download lebih cepat dan meningkatkan kontrol berkat aplikasi pendamping mobile.

Bersama dengan broadband perumahan, layanan telepon IP Vodafone menawarkan koneksi kabel auto-divert ke ponsel.

“Kedatangan broadband Vodafone untuk usaha kecil adalah berita yang menggembirakan bagi Inggris,” kata Direktur Vodafone UK Enterprise Phil Mottram, seperti dilansir Telecoms, Rabu (20/7)..

Ia menambahkan, broadband supercepat, handal, dan aman adalah sangat penting untuk bisnis di Inggris. “Kami telah berinvestasi dalam jaringan khusus kami sendiri, broadband serat optik dan kini dapat menawarkan paket broadband dan telepon kabel yang kaya fitur dengan manfaat dari peningkatan level layanan.

Luncurkan Smartphone 4G, Berapa TKDN Evercoss?

0

Telko.id – Evercoss kembali menghadirkan jenis smartphone 4G mereka yang lebih mengandalkan kapasitas besar pada baterainya. Adalah Evercoss Elevate Y2 Power yakni ponsel terbaru dari vendor lokal ini yang memiliki kapasitas baterai yang mencapai 6200 mAh.

Sekadar informasi, kapasitas baterai yang tinggi sejatinya diperlukan oleh setiap smartphone berteknologi 4G LTE. Pasalnya, diperlukan kapasitas baterai jumbo untuk bisa selalu mengakses jaringan 4G LTE di Indonesia, terlebih saat ini juga semakin banyak pengguna yang tersambung ke berbagai OTT seperti Whatsapp, serta kecenderungan pengguna yang semakin sering mengakses layanan streaming seperti youtube, Netflix hingga Spotify.

Jika berkaca dari riset yang di paparkan oleh JFK, pengguna smartphone di Indonesia tercatat menghabiskan waktu sekitar 5,5 jam dalam sehari dengan ponsel pintar mereka. Hal ini tentunya akan menyebabkan pengguna sering kehabisan daya baterai ketika menggunakan smartphone dengan kapasitas baterai yang kecil.

“Y2 Power merupakan produk yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki kapasitas baterai sebesar  6200 mAh,” ujar Nina Ratna Wardhani, CMO Evercoss pada peluncuran smartphone ini di Jakarta (20/7).

Ia juga menambahkan, kapasitas baterai yang besar juga merupakan selling point mereka, pasalnya dengan kapasitas sebesar itu, Y2 Power dapat bertahan selama 4 hari untuk pemakaian normal.

DSC_0057_1

Selain itu, hadirnya teknologi 4G LTE pada smartphone ini, membuat Evercoss kembali menggandeng salah satu operator 4G LTE di Indonesia yakni Telkomsel. Namun sayangnya, smartphone ini hanya mendukung teknologi FDD dari 4G di Indonesia.

Kerjasama bundling dari Telkomsel berupa free kartu perdana 4G dan pengguna hanya perlu mengisi pulsa senilai Rp.49.000,- dengan kuota sebesar 10 GB.

Sekilas mengenai spesifikasi, Evercoss Elevate Y2 Power dibenamkan prosesor sebesar 1.3 Ghz Quadcore dengan dukungan RAM sebesar 2GB serta internal memori sebesar 16 GB. Sementara untuk kamera, smartphone ini memiliki rear camera dengan resolusi sebesar 13 MP with AF + flash, sedangkan untuk front camera dibenamkan kamera sebesar 8 MP.

Selain kapasitas baterai yang mencapai 6200 mAh, smartphone ini memiliki fitur Quick Charge, serta OTG Cable yang memungkinkan pengguna dapat menjadikan smartphone ini sebagai Powerbank.

TKDN

Berbicara mengenai TKDN sendiri, sampai dengan saat ini setidaknya Evercoss telah mengantungi sekitar 20 sampai 25% kandungan lokal, dengan kecenderungan mereka mengarah ke software.

“Di OS, punya kesempatan lebih banyak untuk membantu meningkatkan TKDN, karena secara infrastruktur hardware kami belum memilikinya,” ujar Ricky Tanudibrata selaku Director for Business Developement Evercoss.

Sementara itu, disinggung mengenai peraturan baru,  Ricky menjawab bahwa saat ini yang terpenting adalah mereka harus ikut andil sehingga Indonesia bukan hanya menjadi sekadar pasar.

“kita sudah menggandeng anak SMA yang berminat untuk mendevelope game lokal. Bukan hanya game, ada juga software untuk IOT yang bisa digunakan oleh banyak masyarakat di semua sektor di Indonesia seperti  pertanian dan perikanan,” tukasnya.

Cara Ini Mungkin Bisa Penuhi TKDN Lenovo

0

Telko.id – Peraturan Tingkat kandungan lokal yang harus dipenuhi oleh para vendor smartphone 4G adalah sebesar 30% dari keseluruhan komponen smartphone tersebut. Seperti diketahui, peraturan ini akan mulai berlaku pada awal tahun 2017 mendatang yang hanya tinggal menyisakan beberapa bulan saja.

Bagi Lenovo, yang setidaknya telah memenuhi jumlah presentasi TKDN sebesar 20% dengan kerjasama pabrikasi mereka di Indonesia tentunya bukan menjadi permasalahan yang serius dalam menambah jumlah tersebut menjadi 30%. Pasalnya, vendor smartphone asal negeri Tirai Bambu ini selalu berusaha compile dengan peraturan pemerintah yang sejatinya ingin mengatrol industri smartphone di Tanah Air melalui kontribusi pabrik (hardware) ataupun startup lokal (software).

Salah satu cara untuk memenuhi 10% kekurangan TKDN mereka adalah melalui preloaded game besutan developer lokal kedalam smartphone 4G mereka yang mampu mengkonversi game biasa menjadi VR melalui fitur Theater Max.

Adalah Anvid Erdian selaku MBG 4P Manager, Lenovo Indonesia yang menyebutkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menghadirkan teknologi VR (Virtual Reality) sekaligus mengajak para developer game Indonesia untuk ikut berpartisipasi dengan mereka dalam menghadirkan game berteknologi VR tersebut.

Anvid juga menuturkan, melakukan preloaded game buatan para developer lokal bisa menjadi solusi untuk memenuhi peraturan TKDN dari Pemerintah.

“Bisa jadi kearah sana sih, tapi saat ini kita fokus dengan developer karena kita memiliki experience Virtual Reality dan itu semua membutuhkan konten. Namun bisa jadi kearah sana, kalau nanti TKDN membutuhkan software, why not kita akan menggunakan mereka (developer game lokal,” ujar Anvid pada saat peluncuran Lenovo Vibe K5 Plus di Jakarta (19/7).

“Saat ini yang kita pahami adalah ada dua jalur kan, hardware atau software. Untuk hardware kita sudah compile 100% dengan adanya pabrikasi, jika nanti dibutuhkan untuk arah software, tentu kita akna mencari developer ataupun aplikasi dan ini salah satu aplikasi yang sudah di tes di tempat kita sehingga bisa menjadi salah satu kandidat lah untuk di preloaded,” tambahnya.

Sementara itu, disinggung mengenai peraturan TKDN yang baru yakni 100% software ataupun 100% hardware, Anvid berujar bahwa yang terpenting hanya ikut peraturan pemerintah saja dan yang pasti mereka juga siap akan kemungkinan dibutuhkan software untuk TKDN.

Sekadar informasi, peraturan TKDN juga menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini mereka belum juga menghadirkan smartphone dengan brand Motorola di Indonesia. Sejatinya mereka masih menimbang-nimbang untuk memenuhi 100% software ataupun 100% hardware pada diri Motorola.

Pada skema hardware, komposisinya adalah manufaktur 70 persen, pengembangan 20 persen dan aplikasi 10 persen. Sebaliknya, pada skema software, aplikasi mendapat komposisi besar yaitu 70 persen, pengembangan 20 persen dan manufaktur 10 persen. Perlu diketahui juga mengenai adanya takaran harga impor piranti keras (hardware) bagi investasi ponsel 4G dengan skema TKDN 100% software.

Laporan Keuangan Jeblok, Ericsson Gandakan Penghematan

0

Telko.id – Ericsson belum lama ini mengumumkan akan menggandakan sasaran pemotongan biaya sebagai akibat dari penjualan kuartal kedua yang menurun pada tingkat ekonomi di beberapa pasar serta belanja lebih rendah pada jaringan mobile broadband.

Dilansir dari TotalTelecom (20/7), Vendor jaringan asal Swedia ini mengharapkan adanya perbaikan dalam tren pasar di semester kedua 2016. Sebelumnya, mereka menargetkan akan mengurangi biaya dengan margin sebesar 9 miliar kronor atau setara dengan € 949.500.000 per tahun pada 2017.

Namun, Pada Selasa kemarin Ericsson mengatakan akan memotong investasi R & D di properti intelektual dan mencari keuntungan efisiensi dari struktur perusahaan yang baru yang diresmikan pada bulan April dan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli dalam upaya untuk melakukan penghematan lebih lanjut.

Secara bersama-sama kegiatan ini sama dengan melipat gandakan penghematan sebelumnya yang bertarget pada biaya operasional. Hal ini diutarakan langsung oleh CEO Ericsson Hans Vestberg, dalam sebuah pernyataan.

Sekadar informasi, fokus penghematan pada biaya operasional muncul setelah Ericsson melaporkan laporan penjualan Q2 sebesar SEK 54.1 miliar, atau turun sekitar 11% secara year-on-year.

“Tren industri yang negatif dari kuartal pertama telah berdampak intensif pada permintaan untuk mobile broadband,” kata Vestberg.

Secara khusus, kelemahan makro-ekonomi terjadi di Brazil, Rusia dan Timur Tengah, dan penyelesaian upgrade jaringan seluler di Eropa telah membebani hasil yang didapat oleh Ericsson. Sementara itu, kinerja mereka di China dan Amerika Utara masih tergolong stabil, berkat penyebaran berkelanjutan 4G sebelumnya dan upgrade kapasitas yang terakhir.

Pada bisnis jaringan sendiri, Ericsson memperoleh pendapatan yang menurun, terhitung dalam tiga bulan sampai 30 Juni tahun ini. Pendapatan mereka turun sekitar 14% secara year-on-year menjadi SEK 26.8 miliar. Sedangkan pada divisi layanan, pendapatan mereka turun ke SEK 24.5 miliar dari SEK 26.4 miliar. Hal serupa juga terjadi pada support business solution Ericsson yang mebgalami penurunan pendapatan sekitar 7% yakni sebesar SEK 2.9 miliar dari sebelumnya SEK 3.1 miliar tahun sebelumnya.

Diharapkan, Arus tren penjualan dan bisnis campuran dapat unggul untuk paruh kedua tahun ini. Vestberg menambahkan bahwa selain rencana pemotongan biaya tersebut, Ericsson juga akan melihat ke biaya yang lebih rendah dari penjualan dan beradaptasi dengan pasar yang lemah.

“Saya yakin bahwa strategi kami dan tindakan yang kita lakukan sekarang akan menciptakan nilai yang baik dimasa depan bagi para pemegang saham,” katanya.

Terkait isu ini, Tim Telko.id juga sempat menghubungi perwakilan Ericsson Indonesia beberapa waktu lalu, namun mereka masih enggan berkomentar mengenai hal ini, terutama mengenai badai PHK yang mungkin akan menghampiri vendor asal Swedia ini.