spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1605

Baru Menjabat, Kepala ICT Filipina Perintahkan Audit Spektrum

0

Telko.id – Kepala Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (DICT) Filipina yang baru telah memerintahkan inventarisasi atas spektrum telekomunikasi di negara tersebut, untuk mengetahui spektrum mana saja yang digunakan dan mana yang tidak.

Dalam temu wartawannya baru-baru ini, Sekretaris DICT Rodolfo Salalima mengatakan bahwa frekuensi adalah sumber daya publik yang langka dan merupakan warisan bangsa. Oleh karena itu tidak seharusnya didiamkan tanpa dimanfaatkan.

Dia menjelaskan bahwa tindakan ini bertentangan dengan Konstitusi Filipina dan hukum pelayanan publik yang menyatakan bahwa frekuensi harus diberikan hanya kepada mereka yang bisa menggunakannya secara efektif dan efisien.

Nah, jika mereka – dalam hal ini perusahaan telekomunikasi – tidak menggunakan frekuensi yang telah diberikan atau diserahkan itu dalam waktu yang wajar sebagaimana dinyatakan dalam kesepakatan, maka lebih baik untuk mencabutnya dan memberikannya pada perusahaan telekomunikasi lain yang bisa dengan efektif dan efisien memanfaatkannya.

Kepala DICT juga memberi jaminan bahwa proses hukum akan diamati jika departemen ingin mencabut lisensi spektrum atau memberi izin jika beberapa perusahaan telekomunikasi ditemukan tidak menggunakannya dalam jangka waktu yang ditentukan.

“Kami akan mendengar penjelasan mereka,” katanya, seraya menjelaskan bahwa apa yang dibayar oleh perusahaan telekomunikasi hanyalah penggunaan frekuensi. “Mereka tidak menjadi pemilik dari frekuensi ini karena mereka tidak pernah dapat memilikinya di bawah Konstitusi Filipina.”

Masalah ini muncul setelah pembelian San Miguel Corporation (SMC) oleh dua operator yang dominan di negara itu – PLDT dan Globe Telecom, dimana badan antitrust pemerintah, Komisi Persaingan Filipina (PCC) kini menginginkan penyelidikan.

Salalima mengatakan bahwa frekuensi sangat penting untuk operasi perusahaan telekomunikasi dalam melayani masyarakat.

“Ini alasannya kenapa, PLDT dan Globe harus membeli kontrol dari perusahaan induk SMC sehingga setidaknya mereka dapat memiliki bagian dari frekuensi (tidak seluruhnya) yang diperlukan bagi mereka untuk lebih meningkatkan layanan,” katanya seperti dilansir TelecomAsia, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, telah menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke PCC untuk memutuskan apakah kesepakatan pembelian perusahaan telekomunikasi ini adalah demi kepentingan masyarakat atau tidak. Perhatiannya lagi-lagi kembali pada efisiensi penggunaan spektrum, terutama mengingat kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan koneksi internet di negara dan pelayanan publik.

Eropa Targetkan Broadband 100 Mbps untuk Setiap Rumah

0

Telko.id – Komisi Eropa sedang membuat perombakan pada aturan telekomunikasi di benua biru itu, yang akan mencakup target untuk ‘mendadani’ setiap rumah tangga dengan broadband berkecapatan 100 Mbps dalam satu dekade.

Menurut Financial Times, salinan awal dari rencana Komisi Eropa itu telah ada di tangan mereka dan rencananya akan dipublikasikan pada bulan September, yang akan mengatur sejumlah target yang dirancang untuk mendorong investasi swasta di bidang infrastruktur fixed-line. Dan 100 mbps hanyalah awal, dengan target 1 Gbps untuk sekolah dan bisnis.

Menurut dokumen yang bocor, sebanyak €155 miliar akan diperlukan untuk mendorong infrastruktur yang sangat kuat ini. Jumlah yang mungkin akan membutuhkan lebih dari beberapa aspirasi yang tinggi dan beberapa token subsidi untuk mengekstrak dari perusahaan telekomunikasi yang haus margin.

Sebuah indikasi yang memungkinkan mengenai seberapa serius Komisi Eropa merangsang investasi telekomunikasi akan menjadi puncak dari penyelidikan Komisi Eropa ke dalam rencana Deutsche Telekom untuk meng-upgrade jaringan tembaganya.

Rencana DT telah disetujui oleh regulator dalam negeri Jerman, tapi Komisi Eropa ingin melihat lagi. Masalah potensial adalah bahwa teknologi vectoring yang digunakan untuk meningkatkan kinerja kabel tembaga akan meninggalkan kapasitas cukup untuk perusahaan telekomunikasi Jerman lainnya yang menyewanya dari DT.

Diharapkan, keputusan sudah akan ada akhir pekan ini, lapor Telecoms, Selasa (19/7).

McDonald dan Starbucks Setuju Untuk Blokir Situr Porno

0

Telko.id – Pelanggan McDonald maupun Starbucks kini tidak bisa lagi sembarangan mengakses situs tertentu ketika berada di area mereka. Pasalnya, kedua ‘tempat nongkrong’ ini kini telah menerapkan teknologi filtering yang akan menghalangi pelanggan yang menggunakan Wi-Fi untuk mengakses situs porno.

Langkah ini diambil menyusul kampanye dari kelompok anti-pornografi Enough is Enough dan Pusat Nasional untuk Eksploitasi Seksual yang meminta kedua perusahaan untuk menyaring konten tersebut.

Dilaporkan Phys, Selasa (19/7), McDonald mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa filtering Wi-Fi telah diaktifkan di sebagian besar restoran yang mencapai hampir 14.000 jaringan secara nasional. Sementara juru bicara Starbucks mengatakan bahwa kedai kopi yang berbasis di Seattle itu akan menerapkan teknologi filtering ketika mereka telah menemukan sebuah sistem yang “juga tidak sengaja memblokir konten yang tidak diinginkan.”

Presiden Enough is Enough, Donna Rice Hughes memuji langkah ini dan mengatakan organisasi berencana untuk mendorong bisnis dan tempat-tempat lain untuk menyaring Wi-Fi mereka.

Sementara itu, Pusat Nasional untuk Eksploitasi Seksual mengatakan bahwa tempat-temoat seperti Chick-fil-A dan Panera Bread telah lebih dulu memblokir pornografi di Wi-Fi.

Meskipun tidak ada statistik mengenai seberapa sering Wi-Fi publik di McDonald dan Starbucks telah digunakan untuk mengakses pornografi, Hughes mengatakan kepada CNN Money bahwa ada laporan berita tentang hotspot Wi-Fi publik semakin sering digunakan untuk lalu lintas pornografi anak dan ajakan seksual anak-anak.

Warga Jakarta Ingin Transportasi dan Keamanan Yang Lebih Baik

Telko.id – Gelombang urbanisasi terjadi hampir diseluruh dunia. Keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik masih dipersepsikan dengan hidup di kota. Dengan adanya fenomena ini, Microsoft memiliki program Microsoft CityNext. Sebuah program yang bertujuan untuk mendorong kota-kota agar lebih berkelanjutan, sejahtera, dan berdaya saing tinggi secara ekonomi – dengan menggunakan pendekatan yang sederhana.

Harapannya adalah inisiatif ini dapat membantu kota-kota agar bisa jauh lebih berpotensi dengan memberikan layanan-layanan digital inovatif, yang mampu membawa penduduknya ke kehidupan yang lebih aman, sehat, dan berpendidikan.

Salah satu agendanya adalah melakukan survey yang bertajuk Microsoft City Next Asia Pacific Survey: Your City, Your Future. Survey ini dilakukan pada beberapa negara dan salah satunya adalah Jakarta. Survey ini meneliti respon lebih dari 200 penduduk di Jakarta terkait harapan dan prioritas mereka dalam sepuluh tahun ke depan di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi.

Penduduk Jakarta sangat optimis dengan kualitas hidup mereka di masa mendatang, sebagaimana terlihat dari hasil survey yang menyatakan hampir 67 persen responden meyakini kehidupan mereka akan berubah menjadi lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Hasil tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota kedua paling optimistis setelah Mumbai. Pun demikian, responden menekankan perbaikan infrastruktur transportasi adalah faktor yang paling membutuhkan penanganan di kota ini (82 persen), diikuti oleh keamanan dan ketertiban umum (78 persen), lowongan pekerjaan (77 persen), dan pendidikan (74 persen).

Survey CityNext juga mengungkapkan bahwa penduduk Jakarta memandang teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan kondisi kehidupan di kota-kota. Sebanyak 93 persen responden menyetujui peran teknologi yang paling signifikan adalah dalam penyampaian informasi mengenai layanan-layanan kota kepada warganya. Sementara di posisi kedua, 90 persen responden sepakat peran teknologi adalah untuk menyediakan konektivitas yang lebih baik melalui jaringan Wi-Fi dan seluler, serta untuk meningkatkan komunikasi antara warga dan kotanya guna menciptakan kepedulian masyarakat yang lebih baik. Peran teknologi lainnya adalah untuk menciptakan peluang-peluang ekonomi baru (88 persen), dan untuk membantu perencanaan kota yang lebih baik dengan menggunakan analisis Big Data (85 persen).

“Mulai dari solusi layanan komputasi awan sampai aplikasi-aplikasi mobile dan Big Data, teknologi memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengubah kota menjadi komunitas yang lebih aman, pintar, dan berkelanjutan. Bagi pemerintah Indonesia, teknologi memiliki potensi guna membantu para perancang kota dalam menangani permasalahan yang kerap mereka hadapi seperti transportasi dan ketertiban umum,” jelas Peter Sutiono, Director of Public Sector, Microsoft Indonesia.

“Sebagai contoh, pemakaian alat analisis bisa dimanfaatkan untuk mengobservasi kedatangan bus dan kereta api agar bisa tiba lebih tepat waktu dan terhindar dari kemacetan lalu lintas. Sedangkan lebih banyak kamera pengawas yang dipasang di tempat-tempat umum dapat membantu pihak berwenang untuk menekan angka kriminalitas seperti pencopetan sehingga Jakarta bisa menjadi kota yang lebih aman untuk ditinggali,” tambahnya.

Berkaitan dengan kota-kota lain di Asia Pasifik yang dikagumi, survei menunjukkan warga Jakarta lebih memilih untuk tinggal di Singapura karena kebersihan dan ketertibannya. Kota selanjutnya adalah Tokyo yang jauh lebih populer di kalangan responden yang berusia lebih muda karena citra kota ini yang menyenangkan. Sementara Sydney dan Melbourne masuk ke dalam daftar kota yang aman karena responden mengagumi pemerintahan Sydney yang stabil serta sistem transportasi Melbourne yang terjamin.

Di saat urbanisasi membuka gelombang tantangan baru, kota-kota di Asia Pasifik yang telah dan tengah berkembang menghadapi tekanan yang berat untuk memodernisasi infrastruktur yang sudah dimakan waktu. Mereka pun dituntut untuk menyediakan layanan yang lebih beragam kepada warganya sambil berhadapan dengan penghematan ekonomi dan berkurangnya sumber-sumber daya keuangan. Melalui partisipasi dengan sektor publik, Microsoft CityNext bertujuan untuk membantu kota-kota mengukur solusi dan pelayanan untuk melaksanakan ‘New with Less’. Pelayanan ini memungkinkan kota-kota tersebut bisa lebih bersaing di pasar global, meningkatkan keterlibatan penduduk kota, serta mendorong keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Survei Jakarta merupakan bagian dari studi regional yang melibatkan kota-kota lain, yaitu Bangkok, Beijing, Shanghai, Delhi, Mumbai, Manila, Seoul, Singapura, Sydney, Taipei, Tokyo, dan Osaka. (Icha)

Solusi Huawei Bantu Operator Jalankan Digital Transformasi

0

Telko.id – Huawei telah mengumumkan upgrade suite pada aplikasi CEM dalam upaya untuk membantu strategi operator dalam menjalankan transformasi digital.

Dilansir dari Telecoms (19/7), penawaran tersebut telah diperbarui dengan dinamakan Digital Customer Care (DCC) yang dimaksudkan untuk memprovide operator dengan dengan berbagai tools untuk melengkapi pelanggan dengan self-service yang lebih maju dan kemampuan interfacing pelanggan, Huawei mengatakan. DCC tampaknya mencakup semua aspek strategi CEM, dari front-end hingga back office operation, dan Huawei mengatakan bahwa solusi ini sudah memberikan manfaat bagi opex operator.

“Penggunaan seri Digital Customer Care   akan membantu operator untuk meningkatkan pemanfaatan saluran swalayan digital dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kami telah bekerja dengan berbagai operator di mana solusi DCC kami telah menghasilkan penghematan biaya hingga 30% di OPEX layanan pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 10%. Kami percaya bahwa solusi DCC akan menjadi enabler kunci untuk transformasi digital CSP ini. ” ucap Jacky Zhou, Vice President of Huawei Global Technical Services.

Huawei mengatakan DCC akan membantu operator dalam memprovide end user mereka dengan resolusi instan untuk masalah kualitas layanan, seperti manajemenvkeluhan pelanggan melalui self-service atau jejaring sosial, atau analisis data dan masalah konektivitas layanan. Sistem deteksi kesalahan juga DCC diduga menggunakan machine learning untuk menganalisis keluhan pelanggan, dan dengan tepat merekomendasikan tindakan korektif untuk pengguna melalui set instruksi sederhana yang disampaikan melalui Portal self-service milik operator.

Sementara itu, Huawei juga bermitra dengan spesialis SAPconsulting SNP AG untuk membantu kelancaran jalur menuju transformasi digital dengan menyelaraskan penawaran mereka. Menurut SNP, Huawei akan menyediakan infrastruktur hardware SAP HANA, dengan SNP menyediakan software SAPTransformation Backbone-nya dalam sebuah langkah yang tampaknya akan memungkinkan perusahaan untuk cepat, mudah dan efisien dalam mengubah ke S4 HANA atau SAP Business Suite di HANA.

“Sebagai hasil dari kemitraan baru ini kita dapat lebih mendukung klien untuk berhasil membentuk perubahan digital dan untuk memanfaatkan peluang pasar baru. Kombinasi terdepan hardware yang kuat dan perangkat lunak standar industri memungkinkan transformasi cepat model bisnis dan proses teknologi HANA. Ini menawarkan pelanggan kami keuntungan yang signifikan dalam biaya dan efisiensi pada proyek-proyek yang sangat kompleks,”SNP CEO, Andreas Schneider-Neureither.

Ini Dia Pemenang Tender Palapa Ring Paket Timur

0

Telko.id – Setelah sempat pengulangan lelang Palapa Ring Paket Timur, akhirnya pemenang lelang yang mengerjakan jaringan broadband wilayah timur ini pun sudah ditentukan oleh pemerintah. Pengumuman ini tertuang dalam surat pengumuman lelang nomor 319/KOMINFO/BP3TI.31.9/PL.02.02/06/2017.

Konsorsium Moratelindo, IBS dan Smart Telecom lah yang dinyatakan lulus dan akan mengerjakan proyek kerjasama dengan pemerintah untuk membangun jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring Paket Timur. Sedangkan Konsorsium XL, Indosat dan Alita dinyatakan diskualifikasi dan gugur.

Paket timur ini membutuhkan dana paling besar dibandingkan paket Barat dan Timur. Pasalnya, pembangunan jaringan banyak berada di laut. Setidaknya mencapai 80% dan darat hanya 20%. Itu sebabnya, valuasi proyek ini pun mencapai Rp. 14 Triliun dengan skema availability payment pemerintah selama kurun waktu 15 tahun.

Sebagai informasi, paket Timur ini menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km di darat dan di laut. Jaringan ini akan membentangkan jaringan tulang punggung serat optik di 35 kabupaten kota di Indonesia.

Pemerintah menargetkan Proyek Palapa Ring akan selesai pada akhir tahun 2018. Pada 1 Januari 2019 mulai beroperasi sepenuhnya. (Icha)

Meski Network Sharing, Operator Tidak Boleh ‘Malas’ Bangun Jaringan

0

Telko.id – Operator telekomunikasi diminta untuk tidak ‘malas’ dalam membangun jaringan tanpa harus menunggu keluarnya aturan soal berbagi jaringan aktif (Network Sharing).

“Pembangunan jaringan oleh operator melekat dalam kewajiban modern lisensi. Seandainya ada network sharing tak boleh melupakan khitah operator penyelenggara jaringan untuk tetap membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia,” tegas Wakil Ketua Desk Ketahaan dan Keamanan Cyber Nasional, Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Marsekal Pertama Ir Prakoso.

Ia menambahkan, selama ini operator telekomunikasi yang sahamnya dikuasai investor asing hanya mau membangun di daerah yang mempunyai nilai ekonomis saja. Padahal, Indonesia bukan hanya di Jakarta atau di Pulau Jawa saja. “Jangan sampai network sharing hanya dijadikan alasan bagi operator telekomunikasi untuk tak membangun jaringan telekomunikasi di daerah terpencil,” lanjutnya.

Sampai dengan saat ini, pada industri telekomunikasi seluler terdapat beberapa pemain seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren telecom, serta tak ketingalan Hutchison Tri Indonesia. Diantara deretan pemain ini, memang Telkomsel yang paling giat dalam membangun jaringan hingga ke pelosok. Hal ini juga dikarenakan Telkomsel memiliki mayoritas saham yang dikuasai pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut, operator telekomunikasi yang sahamnya dikuasai asing juga seharusnya ikut terlibat dalam membangun jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan pemerintah hingga tempat terpencil dan daerah perbatasan. Sehingga tak hanya satu jaringan telekomunikasi saja yang ada di daerah perbatasan atau di daerah terpencil. Tujuannya adalah jika terjadi kegagalan dalam satu jalur jaringan tidak akan menyebabkan kegagalan jaringan dalam waktu yang lama (system redundansi).

“Meskipun mereka adalah perusahaan asing, namun mereka juga harus memiliki kontribusi positif terhadap pembangunan nasional khususnya dalam ketahanan nasional di bidang telekomunikasi dan Cyber. Karena mereka telah melakukan kegiatan usaha dan memakai sumber daya terbatas (frekuensi) yang dimiliki oleh Indonesia ,” ujar Marsekal Pertama.

Hal senada juga diutarakan oleh Anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DetikNas) Garuda Sugardo. Ia menambahkan, jika network sharing tidak diikuti dengan komitmen pembangunan infrastuktur, pihak yang paling diuntungkan adalah operator telekomunikasi asing. Sebab Operator telekomunikasi asing tak perlu capek-capek membangun jaringan di wilayah terpencil atau kurang menguntungkan. Mereka cukup mendompleng operator penyelenggara jaringan yang sudah ada.

“Menurut saya konsep berbagi jaringan itu saling berbagi bukan yang satu berbagi tapi yang lain minta bagian. Itu tidak adil dan bertendensi berpihak. Apalagi kepada operator yang sudah ‘menggadaikan’ jaringan kepada vendor secara managed service,” ujarnya.

“Pemerintah harus mewaspadai operator ‘pemalas’ yang engan membangun infrastruktur telekomunikasi. Padahal mereka telah mengantungi ijin penyelenggaraan Operator Jaringan dan Operator Layanan,” lanjut Garuda.

Sekadar informasi, pintu masuk network sharing di Indonesia tengah berusaha dibuka dengan direvisinya Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53 tahun 2000 tentang spektrum sharing.

Revisi PP No 52 rencananya akan mengubah perihal modern licensing bagi penyelenggara telekomunikasi dengan tidak lagi menitikberatkan kepada pembangunan infrastruktur tetapi di service level agreement (SLA). Sedangkan Revisi PP No 53 rencananya akan membuka peluang penggunaan frekuensi secara bersama oleh operator.

Sementara itu, Network sharing dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai tingkat efisiensi dalam industri telekomunikasi. Dan ini diakui betul oleh sejumlah operator, tak terkecuali di Indonesia. Tak heran, jika beberapa diantaranya pun telah mencoba mengimplementasikannya. Network Sharing sendiri, pada dasarnya merupakan mekanisme penggunaan bersama infrastruktur aktif telekomunikasi antar operator telekomunikasi di suatu negara.

“Kita harus melihatnya bukan dari scoop operator, melainkan scoop Nasional,” ungkap Merza Fachys, selaku pengamat telekomunikasi yang juga menjabat sebagai ketua ATSI.

“Sebut saja ada sebuah kota kecil di Indonesia dengan penduduk 300 ribu jiwa dan hanya setengahnya yang menggunakan layanan telepon dan dilayani oleh lima operator di Indonesia sendiri-sendiri. Padahal kapasitas dari jaringan yang dibangun untuk masing-masing operator melebihi dari jumlah pengguna di wilayah tersebut. Untuk apa devisa negara dihamburkan untuk membeli lima network di wilayah tersebut, kebayang gak pemborosan negara kita ini,” ujarnya seraya memberi contoh kasus.

Indosat Ooredoo Buka Kelas Coding Untuk Anak-anak Karyawan

0

Telko.id – Bukan hanya karyawan Indosat Ooredoo saja yang disekolahkan supaya ‘pintar’. Anak-anak karyawanpun diakomodir supaya ‘tanggap,’ terhadap teknologi. Salah satu programnya adalah Coding Class yang diselenggarakan sebagai pengisi masa liburan sekolah.

Program ini diikuti oleh anak dari kelas 3 SD hingga kelas 3 SMP. Anak-anak mendapatkan pengenalan dan pelatihan Coding setiap harinya mulai jam 08.30 – 11.00 WIB sejak sejak tanggal 11 sampai 15 Juli 2016 di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta.

“Kami menyelenggarakan Coding Class sebagai upaya perusahaan untuk memberikan fasilitas bagi keluarga karyawan terutama bagi anak umur SD dan SMP untuk mengisi waktu liburan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat. Kami berharap dengan kegiatan ini anak-anak mampu menyalurkan kreativitas sekaligus melihat potensi dan minat mereka yang kiranya sudah dapat diarahkan sejak dini,” ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo menjelaskan.

Coding sendiri adalah proses pembuatan program komputer untuk aplikasi, permainan, web design, dan banyak bentuk lainnya. Manfaat Coding untuk anak-anak antara lain untuk melatih pola pikir sistematis, mengoptimalkan fungsi dari komputer dan internet, serta menanamkan mindset bahwa mereka dapat melakukan kegiatan yang produktif dan kreatif.

Penyelenggaraan Coding Class bekerjasama juga dengan Coding Indonesia, sebuah lembaga pelatihan dan pengenalan coding untuk anak usia dini dan dewasa. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan melakukan coding membuat games sederhana seperti Flappy Bird dan Labyrinth. Antusiasme peserta yang sangat tinggi dalam mengikuti program ini sudah terlihat dari hari pertama yang menyebabkan kelas harus terlambat selesai 30 menit.

“Melihat antusiasme peserta yang mengikuti Coding Class ini, mengispirasi kami untuk membuat program sejenis secara reguler,” tambah Deva Rachman.

Tidak hanya mengikuti Coding Class, peserta juga diberi kesempatan untuk mengunjungi Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC), pusat pemantauan jaringan Indosat Ooredoo secara nasional. Pada kunjungan ini, peserta diberikan informasi bagaimana cara Indosat Ooredoo menjaga performansi jaringan untuk melayani kebutuhan komunikasi masyarakat Indonesia. (Icha)

Telkomsel Rangkul Pelanggan KartuHalo Nonton Gratis “Star Trek Beyond”

0

Telko.id – Namanya pelanggan memang harus dijaga loyalitasnya. Demikian juga dengan para pelanggan paskabayar. Walaupun jumlahnya hanya sekitar 10% dari total pelanggan, tetap diperlukan program yang dapat menjaga agar tetap setia.

Untuk itu Telkomsel menggelar nonton gratis film “Star Trek Beyond” di Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar yang diperuntukkan bagi pelanggan yang telah berpartisipasi dalam aktivitas #HALOSTARTREK di media sosial.

Selain itu, pelanggan Telkomsel yang menggunakan smartphone Android yang sudah mengikuti aktivitas digital tersebut juga dapat menikmati konten film “Star Trek” di Google Play™  dengan diskon hingga 75%.

“#HALOSTARTEK kami gelar untuk mengapresiasi pelanggan setia Telkomsel, khususnya ‘Trekkies’ atau para penggemar film ‘Star Trek’. Pelanggan bisa mengikuti digital activity yang seru untuk kemudian meraih berbagai hadiah spesial,” ujar Nirwan Lesmana, Vice President Brand & Communications Telkomsel menjelaskan.

Pelanggan yang mendapatkan tiket nonton gratis film “Star Trek Beyond” sebelumnya sudah mengikuti aktivitas digital #HALOSTARTREK dengan mengakses TELKOMSEL.COM/HALOSTARTREK dari smartphone. Pelanggan melakukan login di situs tersebut dengan akun Twitter, Facebook, atau Google Plus yang dimiliki untuk kemudian mengisi identitas lengkap di formulir online dalam situs tersebut.

Selain kesempatan untuk nonton gratis, pelanggan Telkomsel yang menggunakan smartphone Android yang telah melakukan share aktivitas digital di media sosial juga memperoleh kode unik voucher diskon sebesar 75% yang bisa digunakan untuk menyaksikan salah satu dari 14 film “Star Trek” yang tersedia di Google Play™.

Di samping melalui aktivitas digital, pelanggan kartuHalo Priority & Gold juga bisa memperoleh tiket nonton gratis hanya dengan menukarkan Telkomsel Poin. Pelanggan dapat menghubungi *700*990# untuk menukarkan Telkomsel POIN. Selain tiket nonton dan makanan ringan, pelanggan juga memperoleh official merchandise “Star Trek Beyond” eksklusif dan berbagai benefit menarik lainnya. Khusus di Jakarta, pelanggan Priority terpilih akan mendapatkan benefit private dinner serta meet & greet dengan Joe Taslim yang juga bermain dalam film ini.

Telkomsel telah memilih ratusan pelanggan yang masing-masing mendapatkan dua tiket elektronik gratis menonton “Star Trek Beyond” pada 23 Juli 2016 di bioskop yang telah dipilihkan, yakni Centre Point (Medan), Trans Studio Mall (Bandung), Grand City (Surabaya), dan Mall Panakkukang (Makassar).

Untuk menyemarakkan kehadiran film “Star Trek Beyond”, Telkomsel juga berpartisipasi dalam penayangan perdana (premiere) film tersebut untuk yang pertama kalinya di seluruh dunia di Epicentrum, Jakarta (18/7). Pada kesempatan tersebut, Telkomsel menghadirkan Joe Taslim, aktor Indonesia yang menjadi salah satu pemeran film “Star Trek Beyond”. Joe, yang juga merupakan brand ambassador KartuHalo, berkesempatan untuk menyapa dan berfoto bersama “Trekkies” yang hadir dalam event tersebut. Film yang menceritakan petualangan seru awak pesawat USS Enterprise ini mulai tayang di Indonesia pada 20 Juli 2016. ( Icha)

XL Manfaatkan Pokemon Go Untuk Jualan Paket Data 4G

0

Telko.id – Pokemon Go, games yang berbasis location-based augmented reality mobile game yang merupakan hasil pengembangan oleh Niantic dan dipublished oleh The Pokémon Company sungguh fenomenal. Tentu hal ini menjadi kabar gembira bagi operator karena akan merangsang penggunaan data 4G yang saat ini sedang gencar dipasarkan.

“Sebagai operator penyedia layanan internet cepat 4G LTE dan layanan Data, XL menyambut baik munculnya produk-produk inovatif yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Pokemon Go adalah salah satunya,” ujar Dian Siswarini, CEO XL Axiata ketika dimintai keterangannya melalui What’s Up.

Dian juga menambahkan bahwa XL berharap fenomena Pokemon tersebut berdampak positif pada pelaku industri digital, termasuk mampu mendorong kreativitas developer dalam negeri untuk lebih maju dan tampil di pasar produk digital.

Namun, jikapun ada kemungkinan dampak negatifnya, Dian berharap masyarakat mampu menyikapinya secara bijak dengan mempertimbangkan dampak yang bisa timbul dari permainan tersebut.

Tren Pokemon Go inipun akan dimanfaatkan oleh XL sebagai communication angle dalam memasarkan paket data 4G. Pasalnya,  pelanggan XL dalam memainkan Pokemon Go tentunya akan membutuhkan paket data dengan speed, quality dan quota yg tepat agar selalu nyaman dlm memainkan game ini.

“Untuk itu, kami juga memberikan diskon 20% paket data via modern channel agar pelanggan senantiasa lebih nyaman menggunakan paket data XL dalam setiap aktifitasnya. Sehingga kami berharap hal ini juga membantu meningkatkan penetrasi 4G di masyarakat,” ujar Dian menjelaskan. (Icha)