spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1574

Kemenkoinfo Bakal Terapkan Dua Pilihan Sertifikasi Ponsel

0

Telko.id – Proses sertifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika akan dihapuskan. Namun, penghapusan tersebut tidak berlaku untuk semua produsen. Jadi nanti akan ada dua cara untuk memperoleh sertifikasi. Pertama adalah tanpa menempuh jalur pengujian. Cara kedua adalah mengukuti pengujian di laboratorium yang tersedia di tanah air.

“Sertifikasi perangkat ini nantinya bisa dua cara. Pertama, tanpa test report, dengan cara mengajukan pengujian perangkat di laboratorium di Indonesia. Kedua, dengan melampirkan hasil tes laboratorium atau standar internasional,” terang Noor Iza selaku Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, seperti dikutip dari Kompas Tekno.

Secara detail Noor menjelaskan, para vendor yang ingin menginginkan sertifikasi untuk ponsel mereka tetapi tidak melengkapinya dengan laporan pengujian, mereka wajib menjalankan uji laboratorium terlebih dahulu di Indonesia.

Apabila setelah hasil pengujian dari laboratorium lokal tersebut dicek sesuai dengan standar nasional yang telah di tetapkan di Indonesia, maka ponsel tersebut lolos dan selanjutnya akan mendapatkan sertifikasi Postel.

Tetapi untuk ponsel yang telah memiliki laporan untuk hasil pengujian, hanya diperlukan menyertakan dokumen yang diperlukan serta telah memenuhi standar internasional.
Kemudian setelah itu akan dilakukan pengecekan terhadap dokumen. Apabila komponen perangkat genggam tersebut telah memenuhi standar nasional, sertifikat pun akan dikeluarkan.

Dalam hal ini Noor memberikan contoh untuk standar nasional yang telah diuji. Diantaranya seperti Electromagnetic Compatibility (EMC), emisi liat (emisi spurious), frekuensi telekomunikasi, dan daya yang diperlukan untuk perangkat untuk berfungsi.

“Jadi tidak ada uji perangkat. Meski demikian, tetap terjadi (kontrol). Pasalnya sertifikat ini mesti terbit dulu baru bisa memproses barang masuk. Begitu juga pengujian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tetap berlaku,” jelasnya.

Noor melihat bahwa kedua pilihan dalam proses sertifikasi itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000 mengenai Penyelenggaraan Telekomunikasi.

“Tinggal pembuatan Peraturan Menteri (Permen) saja, soal tata caranya,” tambahnya.

Menkominfo Rudiantara sebelumnya pernah menyampaikan keinginannya untuk menghilangkan sistem sertikasi ponsel di bulan Januari 2017 nanti. Mengenai prosedur yang nantinya dihilangkan ialah mengenai pengujian perangkat, dimana ini merupakan persyaratan guna memperoleh sertifkasi.

Latar belakang adanya rencana itu untuk bisa mempercepat prosedur bagi ponsel impor. Jadi tidak diperlukan lagi proses birokrasi yang panjang untuk ponsel itu masuk ke Indonesia, apabila ponsel tersebut mereknya sudah lolos sertifikasi internasional.

Terkait dengan masalah perlindungan konsumen, Kemenkominfo akan berkolaborasi bersama Kementerian Perdagangan guna mengadakan uji petik yang dilakukan di pasar ponsel Indonesia. (Icha)

STC Gandeng Intelsat Untuk Garap Pasar Minyak dan Gas

0

Telko.id – Ladang minyak dan gas memang jauh dari keramaian. Namun, komunikasi di wilayah tersebut harus didukung dengan kualitas yang optimal karena bagi sebuah negara minyak dan gas menjadi sumber devisa yang luar biasa. Hal itu yang membuat Saudi Telecom Company atau STC menggandeng Intelsat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi tersebut.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Saudi Perusahaan Telekomunikasi (STC) dengan Intelsat baru saja dilakukan (14/09) seperti yang dilansir dari Trade Arabia. Intelsat adalah perusahaan yang memberikan layanan video dan broadband. Sebenarnya, kerjasama ini merupakan perpanjangan dari kemitraan yang terdahulu untuk STC menggunakan menggunakan solusi satelit untuk mendukung operasi bagi produsen minyak & gas terbesar.

Intelsat yang merupakan operator jaringan global pertama di dunia mengatakan bahwa pihaknya menggabungkan backbone satelit terbesar di dunia dengan infrastruktur terestrial, managed services, interoperable architecture yang memungkinkan pelanggan untuk mendorong pendapatan dan memberikan layanan pada generasi baru selanjutnya.

Berdasarkan perjanjian multi-tahun, STC, operator telekomunikasi terbesar di Arab Saudi, akan menggunakan konektivitas yang disediakan oleh Intelsat 2/10, terletak pada 1 ° Barat, untuk memberikan layanan satelit untuk sektor minyak dan gas. Dan, pada tahun 2016, STC dan Intelsat terus memperluas hubungan mereka untuk mendukung pertumbuhan sektor VSAT di Arab Saudi.

Intelsat sendiri sudah melayani beberapa operator telekomunikasi dengan menggunakan beberapa satelit untuk menyediakan jaringan broadband berkualitas tinggi bagi pelanggan korporasi di perbankan, pemerintah dan sektor minyak & gas yang beroperasi di seluruh Timur Tengah dan Asia.
“Operasi perusahaan minyak dan gas sangat penting untuk Arab Saudi maupun ekonomi global.

Komunikasi broadband yang diandalkan adalah bagian penting dari operasi sehari-hari untuk kedua sektor tersebut,” kata Walid Al Wabel, General Manager Manajemen Operasi, STC menjelaskan seperti dilansir dari Trade Arabia.

Lebih lanjut, Walid juga menjelaskan bahwa “Intelsat telah menjadi mitra yang berharga dalam mendukung kami sebagai klien yang memiliki pelanggan utama dari industri minyak dan gas dengan memberikan konektivitas satelit yang menjamin layanan broadband yang selalu tersedia. Dengan dukungan Intelsat, STC memiliki infrastruktur satelit terbaik yang tersedia dan terintegrasi ke dalam jaringan. Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan layanan dengan kualitas terbaik bagi pelanggan perusahaan kami terlepas dari lokasi, “tambahnya.

Shahrokh Khanzadeh-Amiri, Director of Sales at Intelsat RegionMiddle East and North Africa, mengatakan, “Permintaan untuk konektivitas VSAT di Arab Saudi dan Timur Tengah tetap kuat, menunjukkan bahwa satelit merupakan pilihan terbaik untuk memberikan layanan komunikasi yang handal untuk perusahaan besar dengan ratusan lokasi yang tersebar di wilayah yang luas dan kadang-kadang jauh. ”

Upaya yang terus menerus dilakukan oleh Intelsat untuk meningkatkan teknologi memastikan pelanggan akhir akan memperoleh keuntungan dari “aplikasi VSAT terbaru yang tersedia,” lanjut Shahrokh menambahkan. (Icha)

Demi Bayar Utang, Axiata Jual Kepemilikan Saham di Indonesia?

0

Telko.id – Menyusul upayanya mengurangi utang, Axiata baru-baru ini menegaskan bahwa perusahaan sedang melihat kemungkinan untuk mengatasinya dengan mengurangi sahamnya di beberapa perusahaan di luar negeri.

“Sejak pertengahan tahun lalu, Axiata telah menjajaki pilihan untuk lebih mengoptimalkan neraca dan struktur grup, berpotensi meliputi, namun tidak terbatas pada, rebalancing portofolio dan ulasan dari kepemilikan saham di anak perusahaan,” kata operator Malaysia ini, dalam sebuah pernyataan.

Komentar itu dikeluarkan dalam merespon laporan Bloomberg awal pekan ini, yang menyatakan bahwa Axiata berencana untuk memangkas sahamnya di berbagai anak perusahaan dengan kesepakatan yang bisa mengumpulkan hingga US$ 700 juta atau sekitar Rp 9 Triliun.

Sumber yang dikutip dalam laporan itu mengatakan bahwa Axiata ingin menjual sekitar 11% dari sahamnya di XL Axiata (Indonesia), serta sampai dengan 30% dari bisnisnya di Sri Lanka yang dipegang Dialog Axiata, dan 30% dari operasinya di Kamboja lewat Smart Axiata.

Sebagian dari hasil penjualan akan digunakan untuk membayar utang, yang menurut Bloomberg mencapai US$ 5.2 miliar pada akhir Juni.

Axiata sendiri masih bungkam terkait kebenaran berita ini. Perusahaan mengatakan akan mengungkap semua hal yang diperlukan pada waktu yang tepat. “Sampai saat ini, laporan tersebut adalah spekulatif,” kata Axiata, seperti dilansir Totaltelecom, Kamis (15/9).

Pelanggan Mobile Arab Saudi Tembus 48 Juta

0

Telko.id – Menurut statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Komisi Komunikasi dan Informasi Teknologi (CITC) Arab Saudi, jumlah pelanggan mobile di negara tersebut telah mencapai 48 juta pada akhir Q2 2016.

Pelanggan prabayar masih mendominasi dengan lebih dari 84% dari semua pelanggan mobile, lapor ITP.

Saluran telepon tetap mencapai 3,6 juta pada akhir Q2 2016, dimana sekitar 1,9 juta atau 52% adalah jalur perumahan. Ini mewakili teledensitas rumah tangga sekitar 31,1%, sedangkan teledensitas populasi sekitar 11%.

Jumlah pelanggan mobile broadband mencapai sekitar 26,6 juta, mewakili tingkat penetrasi penduduk 83,5%.

Langganan broadband tetap termasuk DSL, nirkabel tetap (WiMax), FTTx dan jaringan tetap lainnya mengalami penurunan mencapai sekitar 3.06 juta langganan pada akhir Q2 2016. Tingkat penetrasi broadband tetap untuk perumahan adalah sekitar 41%.

Jumlah pengguna internet telah meningkat pesat tahun lalu dan menjadi sekitar 22,4 juta pada akhir Q2. Peningkatan permintaan untuk layanan internet dan broadband diamati karena penggunaan aplikasi jejaring sosial, video on demand (YouTube, Snapchat) dan game yang tinggi.

Eropa akan Berlakukan Standar yang Sama antara Operator & OTT

0

Telko.id – Standar yang sama seperti halnya operator akan diberlakukan Uni Eropa pada beberapa pemain OTT. Sebuah rancangan usulan baru dari Uni Eropa akan segera memperpanjang aturan keamanan yang saat ini berlaku secara eksklusif untuk operator telekomunikasi seperti Vodafone, Orange, dan Deutsche Telekom untuk layanan web seperti Whatsapp milik Facebook, Skype, dan FaceTime milik Apple.

Aturan baru, seperti dilaporkan Digitaltrends, Rabu (14/(0,  ini akan mewajibkan perusahaan web yang juga memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan dan mengirim pesan untuk menjamin keamanan dan integritas layanan mereka, termasuk melaporkan pelanggaran kepada pihak berwenang dan memiliki rencana kontingensi dan strategi kelangsungan pelayanan.

Tentu saja, ini merupakan kabar baik bagi perusahaan telekomunikasi, yang selama bertahun-tahun menilai pemain OTT seperti Google, Microsoft, dan Facebook tidak menghadapi peraturan ketat yang sama dengan perusahaan-perusahaan komunikasi yang lebih tradisional seperti mereka, meskipun penyediaan layanannya sangat mirip. Perubahan baru yang diusulkan ini juga dapat membantu untuk menyamai skor antara penyedia layanan Eropa dan sebagian besar perusahaan internet yang berbasis di AS, yang telah lama menjadi subjek perdebatan dalam Uni Eropa.

Namun, tidak semua layanan web akan diminta untuk menegakkan kewajiban keamanan yang sama, karena beberapa dari layanan ini “tidak melakukan kontrol atas transmisi jasa mereka melalui jaringan telekomunikasi,” lapor Reuters.

“Penyedia layanan seperti ini harus memastikan tingkat keamanan yang sepadan dengan tingkat risiko yang ditimbulkan terhadap keamanan layanan komunikasi yang mereka berikan,” bunyi draft dokumen itu.

Oleh karena itu, jika ada pelanggaran keamanan yang berdampak signifikan pada layanan mereka, aplikasi dan perusahaan harus memberitahukan otoritas nasional “tanpa penundaan.”

Setelah diresmikan minggu ini, proposal yang baru masih akan memerlukan persetujuan dari Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa, yang berarti perubahan undang-undang masih dimungkinkan.

Deutsche Telekom Capai 1.2 Gbps Dalam Uji Coba LTE-A Pro

0

Telko.id – Ericsson dan Telstra boleh saja berbangga hati, pasca keberhasilannya menembus angka 978 Mbps dalam uji coba LTE-A terbaru, namun pencapaian yang jauh lebih baik dicetak Deutsche Telekom. Bekerjasama dengan Huawei, operator raksasa Jerman ini melesat dengan kecepatan 1,2 Gbps dalam demo LTE.

Demo ini dilakukan di Berlin, dengan melibatkan salah satu BTS makro DTyang digabungkan dengan small cell. Throughput tertinggi dicapai dengan menggabungkan lima operator dan menggunakan 4×4 multiple-input, multiple-output (MIMO).

“Akses internet cepat tidak bisa terbatas hanya untuk jaringan tetap dan serat optik – pelanggan kami juga menginginkan kecepatan setinggi mungkin untuk kenyamanan maksimal saat di perjalanan,” kata Claudia Nemat, anggota dewan Deutsche Telekom untuk Eropa dan Teknologi, dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Deutsche Telekom mengatakan demonstrasi yang digelar hari Senin lalu dengan mudah memecahkan rekor kecepatan jaringan sebelumnya di Berlin yang tercatat sebesar 340 Mbps.

“Huawei senang bisa mendukung Deutsche Telekom untuk membuktikan manfaat dari langkah terbaru evolusi teknologi ini, LTE Advanced Pro, dalam penerapan di dunia nyata”, tambah Lin Baifeng, President Huawei Technologies deutschland GmbH disadur dari Totaltelecom, Rabu (14/9)..

Deutsche Telekom bisa dibilang hanyalah satu dari beberapa operator yang mencapai kecepatan LTE lebih dari 1 Gbps.

Akhir Agustus lalu, perusahaan telekomunikasi Finlandia, Elisa juga mengklaim rekor dunia kecepatan LTE baru setelah mencapai 1,9 Gbps, meskipun di bawah kondisi laboratorium.

Sementara itu, Dialog dan Mobitel di Sri Lanka, TDC Denmark, SK Telecom Korea Selatan, Swisscom Swiss, dan tentu saja Telstra Australia telah berbagi rencananya masing-masing untuk menggelar LTE-A Pro.

Global Mobile Suppliers Association (GSA) sendiri memang telah menyatakan pada bulan Agustus lalu, bahwa sembilan jaringan LTE-A Pro sudah terbangun dan berjalan, dan bahwa mereka mengharapkan layanan mobile Gigabit ini akan bisa dikomersialkan pada akhir 2016.

Solusi Terbaru Ericsson Hadirkan Efisiensi

0

Telko.id – Vendor jaringan telekomunikasi dan software, Ericsson  mengumumkan solusi mobile broadband terbaru untuk pasar telekomunikasi di negara berkembang.

Solusi mobile broadband, yang meliputi perangkat lunak dan perangkat keras penambahan Ericsson Radio System, memberikan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengurangi total biaya kepemilikan hingga 40 persen ketika menggunakan total solusi situs Ericsson untuk mobile broadband.

Pemanfaatan solusi mobile broadband terbaru dari Ericsson akan memungkinkan operator jaringan telekomunikasi untuk memastikan pengembalian dari investasi di pasar rendah ARPU.

Dilaporkan TelecomLead (14/9), perangkat mobile broadband Ericsson memungkinkan operator untuk mengidentifikasi sites di daerah cakupan GSM / EDGE yang memiliki jumlah pengguna tertinggi yang sudah memiliki perangkat yang siap akan internet. Operator telekomunikasi nantinya dapat menentukan di lokasi mana yang lebih masuk akal untuk mengkonversi situs tersebut menjadi HSPA atau 4G LTE.

“Ericsson mendukung target International Telecommunication Union Connect 2020 untuk memastikan bahwa lebih dari 50 persen orang di negara berkembang menggunakan internet pada tahun 2020. Untuk mencapai tujuan ini, kita akan perlu untuk menghubungkan sekitar 500.000 pengguna baru ke internet setiap hari, “kata Arun Bansal, kepala unit Bisnis Jaringan Produk, Ericsson.

Solusi mobile broadband yang baru ini mengatasi kesenjangan yang signifikan dalam adopsi internet antara negara maju dan berkembang. Karena pada saat ini, hanya empat dari sepuluh orang di negara-negara berkembang yang terhubung ke internet dan sekitar 15 persen dari populasi dunia tidak memiliki akses listrik.

Solusi baru termasuk Ericsson Site Manager software akan dipasangkan dengan Ericsson Site Controller, Radio 2219, Antenna Radio Terpadu, AIR 2488, MINI-LINK 6363, MINI-LINK 6651 unit indoor dan tambahan baru untuk keluarga Ericsson Enclosure. Ini mencakup perangkat lunak baru untuk Zero Touch WCDMA dan Aliran solusi Pengguna.

Sertifikasi Smartphone Merek Global Bakal Dihapus

0

Telko.id – Saat ini, untuk memasok telepon selular ke Indonesia diperlukan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kominfo melalui dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. Dan baru saja, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan pihaknya akan menghapus sertifikasi telepon seluler terutama untuk merek-merek global (global brand) pada Januari 2017 mendatang, seperti yang dilansir dari kantor berita Antara (13/09).

“Rencananya mulai Januari 2017, tidak perlu proses sertifikasi brand global. Katakanlah brand besar Iphone, Samsung, memang balai uji kita lebih canggih dari brand global?” katanya dalam diklat manajemen perubahan di Jakarta, Selasa.

Dirgantara menambahkan bahwa balai uji global brand jauh lebih mumpuni. Sehingga bila suatu barang lulus standarisasi internasional dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Untuk melindungi konsumen, Kementerian Komunikasi dan Informatika nantinya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan melakukan uji petik di pasar. “Brand ini spesifikasinya memenuhi standar internasional, nanti kita lakukan pengecekan di pasar bersama Kementerian Peradagangan,” katanya.
Harapannya, dengan penghapusan uji sertifikasi pada ponsel tersebut akan semakin memperlancar arus teknologi yang masuk sehingga masyarakat lebih diuntungkan.

Saat ini, untuk memperoleh sertifikasi dibutuhkan sekitar satu bulan sebelum ponsel tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini merugikan, karena teknologi terkini yang ada di dalam ponsel tersebut, baik aplikasi, maupun feature lainnya terlambat dimanfaatkan.
Padahal, dengan teknologi-teknologi yang baru tersebut diharapkan masyarakat dapat segera memanfaatkan sehingga semakin mendorong dan mendukung perkembangan perekonomian.

Dengan adanya penghapusan sertifikasi tersebut masyarakat akan lebih cepat dapat merasakan sentuhan teknologi terbaru yang lebih bermanfaat. Bila dalam setahun sebuah global brand meluncurkan dua varian produk, maka waktu yang dihemat sekitar 16 persen.
Dirgantara pun mengatakan bahwa rencana tersebut, telah dikomunikasikan dengan sejumlah global brand dan mendapat tanggapan positif.

Sementara itu, untuk produksi lokal, nantinya Kementerian komunikasi dan informatika akan masuk seperti misalnya saat desain, sehingga produsen tidak perlu lagi melakukan sertifikasi atas produk yang sudah jadi. Kementerian Komunikasi dan Informatika, nantinya akan melakukan uji petik saja atas barang yang telah ada di pasar.

Rencana Kominfo tersebut, menurut Rudiantara sudah dibicarakan dengan asosiasi manufaktur industri ponsel lokal.

Menurut Rudiantara dalam kesempatan tersebut, kebijakan yang dilakukan kementerian komunikasi dan informatika harus mampu menjadi ‘enabler’ (pengembang) perekonomian dan bermanfaat bagi masyarakat.(Icha)

Vodafone Akuisisi Operator MVNO Australia?

0

Telko.id – Vodafone akan mengambil alih operasi lokal dari mitra mobile virtual network operator (MVNO) Lebara Mobile beserta 130.000 pelanggan mereka, dengan biaya akuisisi yang dirahasiakan.

Dilansir dari ITNews (13/9), Lebara Mobile telah menjadi Vodafone MVNO sejak 2009 ketika membawa operasinya ke Australia.

Perusahaan MVNO ini juga merupakan keluarga dari Lebara Group, yang berkantor pusat di Inggris, didirikan pada tahun 2001 dan memiliki 1000 karyawan dan 5 juta pelanggan aktif di seluruh operasinya di delapan negara, yang semuanya terletak di Eropa dengan pengecualian Australia.

Bisnis diarahkan membantu para migran untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman di negara lain.

Akuisisi ini berarti Vodafone akan menjalankan bisnis Lebara seluler di Australia. Namun Vodafone menolak untuk memberikan nilai terhadap kesepakatan ini.

“Lebara Mobile telah membangun kehadiran merek yang kuat dan basis pelanggan setia di Australia, dan kami melihat peluang untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut,” ucap chief strategy officer Vodafone, Dan Lloyd dalam sebuah pernyataan.

“Dengan sumber daya perusahaan dari VHA di balik itu, kami berharap merek Lebara Mobile untuk menjadi kekuatan lebih kuat di pasar ponsel Australia.”

Vodafone mengatakan akan menjalankan bisnis seperti biasa untuk pelanggan Lebara Mobile, yang sudah menggunakan jaringan Vodafone 4G, dan karyawan perusahaan.

Perusahaan telko ini akan terus menjual produk Lebara Mobile melalui mitra ritel yang ada termasuk Coles, Woolworths dan toko-toko.

Fortinet : Mobil Tanpa Pengemudi dan Bahaya yang Mengintai

0

Telko.id – Mobil merupakan salah satu alat transportasi favorit bagi sebagian besar masyarakat dunia. Dengan perkembangan teknologi di industri otomotif, kedepannya diperkirakan akan tersedia mobil tanpa pengemudi yang harusnya menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id mengungkapkan, Negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Swiss telah menguji bentuk mobil otonom di jalanan umum. Menurut Gartner, kendaraan tanpa pengemudi akan mewakili sekitar 25 persen dari populasi pengguna kendaraan berpenumpang di pasar yang matang pada tahun 2030.

Tapi seperti biasa, hadirnya inovasi teknologi juga berbanding lurus dengan kejahatan siber yang kerap mengintai.

Mungkin untuk sebagian orang, jalan raya penuh dengan mobil tanpa pengemudi merupakan visi cemerlang untuk masa depan, namun dari sudut pandang peretas, mereka mewakili kesempatan lain untuk menghadirkan malapetaka. Mengingat kenaikan serangan siber yang semakin canggih dan pembobolan data selama beberapa tahun terakhir, memastikan keselamatan pengemudi dari ancaman siber telah menjadi fokus utama pembangunan dan tantangan dalam industri otomotif dan keamanan.

Seperti diketahui, mobil tanpa pengemudi adalah moda transportasi yang sangat canggih, bahkan mungkin tanpa adanya alat kemudi. Mereka memiliki komponen yang jauh lebih kompleks dibanding mobil tradisional, dan bergantung pada sensor, radar, peta GPS, serta berbagai kecerdasan buatan untuk mengaktifkanpengemudi otomatis.

Sistem panduan dan keselamatan yang baru ini harus diintegrasikan ke dalam sistem elektronik onboard yang sudah ada dalam kendaraan modern, melakukan koneksi nirkabel ke produsen, dan mungkin bahkan menawarkan jasa pihak ketiga melalui Internet.

Disitulah masalah dimulai,  dengan peretasan dari jarak jauh yang dapat mengakses kendaraan dan mengorbankan salah satu sistem onboard, sehingga berbagai risiko, dari mulai risiko privasi, pencurian data komersial dan risiko fisik bagi awak dan properti.

Fortinet mencoba memprediksi beberapa serangan yang mungkin akan menargetkan mobil-mobil yang memiliki koneksi tinggi dan otonom, seperti :

Keistimewaan eskalasi dan sistem yang saling bergantung satu dengan yang lainnya 

Tidak semua sistem dan jaringan dalam mobil akan dibuat sama. Penyerang akan mencari kerentanan dalam layanan yang kurang memiliki pertahanan, seperti sistem hiburan, dan mencoba untuk “lompat” lintas jejaring intra-mobil untuk sistem yang lebih sensitif melalui sistem komunikasi terpadu dari mobil. Misalnya, jumlah komunikasi yang terbatas biasanya diperbolehkan antara sistem manajemen mesin dan sistem hiburan untuk menampilkan isyarat (“Kesalahan Mesin” atau “Cruise Control Aktif”) yang berpotensi untuk dimanfaatkan oleh peretas.

Stabilitas dan prediktabilitas sistem

Sistem lama mobil yang konvensional sudah serba lengkap, dan biasanya datang dari produsen tunggal. Sebagai mobil otonom yang baru dikembangkan, mereka akan sangat perlu menyertakan perangkat lunak yang disediakan oleh berbagai vendor termasuk software dengan sumber terbuka. Teknologi Informasi (IT), berbeda dari sistem kontrol industri seperti sistem mobil lama, dan tidak mengenal prediktabilitas. Sistem TI, pada kenyataannya, cenderung gagal dengan berbagai cara yang tak terduga. Hal ini mungkin ditoleransi jika hanya soal situs web yang tidak aktif sampai server dinyalakan kembali.

Hal ini kurang dapat diterima dalam sistem panduan yang mengalami penurunan bahkan ketika sebuah sistem Wi-Fi di mobil mengalami crash atau hang.

Ransomware

ransomware tentu meningkat pada PC dan ponsel. Tapi mobil tanpa pengemudi menunjukkan target yang hampir ideal. Pperetas menggunakandisplay dalam mobil untuk menginformasikan kepada pengemudi yang mobilnya telah bergerak dan bahwa uang tebusan harus dibayar untuk mengembalikan kendaraan untuk beroperasi normal. Sementara laptop atau tablet relatif mudah untuk dipulihkan dengan potensi tidak adanya kerusakan, dengan asumsi backup yang tersedia, sedangkan mobil memiliki cerita yang sangat berbeda.

Tentu beberapa dealer akan terbiasa dengan menyelesaikan masalah seperti ini, dan spesialis bantuan kemungkinan besar akan diperlukan untuk mengatur ulang komponen yang terkena dampak. Sedangkan Biaya tebusan tersebut diperkirakan akan sangat tinggi, dan kemungkinan akan memakan waktu. Sementara itu, kendaraan mungkin harus diderek.

Spyware

Mungkin menjadi sasaran yang lebih menarik bagi para peretas yaitu mengumpulkan data tentang Anda melalui mobil Anda. Mobil tanpa pengemudi menampung data dalam jumlah besar, dan mengetahui banyak informasi mengenai Anda seperti tujuan favorit Anda, rute perjalanan Anda, di mana Anda tinggal, bagaimana dan di mana Anda membeli sesuatu, dan bahkan orang-orang yang bepergian dengan Anda. Bayangkan seorang peretas, mengetahui bahwa Anda sedang bepergian jauh dari rumah, menjual informasi ke kelompok kriminal yang kemudian menerobos masuk ke rumah Anda, atau menggunakan kredensial online Anda untuk mengosongkan rekening bank Anda.