spot_img
Latest Phone

Garmin Dorong Gaya Hidup Aktif di Hari Olahraga Nasional 2025

Telko.id - Garmin mendorong masyarakat Indonesia untuk menjalani gaya...

Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone

Telko.id - Elon Musk melalui perusahaan xAI dan xAI...

iPhone Lipat Apple Akan Gunakan Touch ID, Bukan Face ID

Telko.id - Apple dikabarkan akan menggunakan teknologi Touch ID,...

Apple Gagal Wujudkan iPhone Lipat Tanpa Lipatan, Rilis 2026?

Telko.id - Apple dikabarkan gagal mewujudkan iPhone lipat dengan...

Google Pixel Watch 4, Dukung Koneksi Satelit dan Baterai Lebih Besar

Telko.id - Google secara resmi meluncurkan Pixel Watch 4...
Beranda blog Halaman 1433

Riset: Pendapatan di Sektor IT Tembus US$2,7 Triliun di 2020

0

Telko.id – IDC (International Data Corporation) memperkirakan bahwa pendapatan di seluruh dunia untuk produk dan layanan teknologi informasi akan tumbuh dari hampir US$ 2,4 triliun di tahun 2016 menjadi lebih dari US$ 2,7 triliun di tahun 2020 – tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,3% untuk perkiraan periode 2015-2020.

Menurut IDC, perkiraan ini melihat momentum positif di industri besar seperti jasa keuangan dan manufaktur, di mana perusahaan terus berinvestasi dalam solusi awan, mobilitas, dan Big Data sebagai bagian dari upaya transformasi digital mereka.

Industri telekomunikasi diperkirakan akan tetap relatif lamban, meskipun tingkat pengeluaran diharapkan secara bertahap meningkat dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, lapor convergedigest, Selasa (230/8).

Gabungan dari keempat industri ini, termasuk perbankan, manufaktur diskrit, proses manufaktur, dan telekomunikasi, yang juga merupakan industri dengan pengeluaran IT terbesar, akan menghasilkan hampir sepertiga dari pendapatan IT di seluruh dunia.

“Sementara sektor konsumer dan publik telah menyumbang pengeluaran TI secara keseluruhan sejauh ini di tahun 2016, kami melihat momentum kuat dalam industri kunci lainnya termasuk jasa keuangan dan manufaktur,” kata Stephen Minton, wakil presiden, Customer Insights and Analysis at IDC.

Ia melanjutkan, investasi perusahaan dalam inisiatif berbasis proyek baru, termasuk analisis data dan aplikasi kolaboratif, tetap kuat dan perusahaan menengah telah sangat gesit ketika berurusan dengan adopsi teknologi dan solusi ketiga platform yang dimaksud.

“Dengan asumsi perekonomian tetap stabil pada tahun 2017, usaha kecil juga akan mulai menggunakan ketiga platform ini dalam jumlah yang lebih besar,” katanya.

MASTEL Bicarakan Interkoneksi

0

Telko.id – Polemik penurunan tarif interkoneksi yang menjadi isu hangat beberapa pekan kebelakang seakan memecah persatuan operator seluler di Indonesia.

Seperti diketahui, rencana penurunan tarif yang dimulai pada awal September ini menuai berbagai pro dan kontra dari para pemangku kepentingan. Telkomsel yang notabene menjadi operator BUMN secara tegas menolak penurunan tarif ini karena dianggap dapat merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Sementara itu, dari pihak operator seluler lainnya justru menyetujui penurunan ini karena dapat memberikan efisiensi bagi mereka ketika melayani panggilan offnet ke operator lainnya.

Lantas, bagaimana menurut pandangan MASTEL? Ditemui pada salah satu acara di Jakarta(29/8), Ketua Umum MASTEL Kristiono mengungkapkan jikalau perubahan tarif ini merupakan proses reguler yang kerap dilakukan dan tidak perlu ada ribut-ribut.

“Menurut saya interkoneksi itu adalah suatu proses reguler yang dilakukan adjustment setiap tahun dilakukan penyesuaian, kenapa dilakukan penyesuaian itu karena faktor dari interkoneksi itu ada beberapa hal termasuk dari luasnya coverage operator itu sendiri. Kaitannya dengan opec dan policy goverment yang punya policy tertentu dan tujuan tertentu pula,”.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan jikalau perubahan tarif interkoneksi bukan kali ini saja terjadi.

” Bukan kali ini saja soal interkoneksi ini dilakukan perubahan. Interkoneksi itu setiap tiga tahun dilakukan perubahan dan tidak pernah ada polemik. Jadi begini artinya, interkoneksi itu sebenarnya sudah ada formulanya, data-data yang diperlukan setiap operator juga ada, policynya juga ada dari pemerintah yang berubah setiap periode.Jadi sebenarnya dengan formula yang ada, data-data yang diperlukan sudah jelas, harusnya ada mekasisme resolusi untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan,” tambahnya.

Disinggung mengenai ribut-ribut antar operator, Ia menjawab bahwa setiap operator pasti memiliki banyak kepentingan yang berbeda.

“Begini, perbedaan itu selalu ada ya wajar, karena setiap operator punya kepentingan masing-masing dan tujuan masing-masing. Nah, Pemerintah ini kan harusnya menjadi jembatan masing-masing operator dan disepakati yang menguntungkan semuanya. Baik operator maupun pemerintah, agar industri semakin baik dan masyarakat diuntungkan,” jawabnya.

“Mungkin ada benefit yang lebih dan operator nantinya juga mampu untuk terus tumbuh. Jadi ini sebenarnya bukan suatu yang baru, perbedaan itu wajar, biasanya selalu ada resolusi untuk menjembatani itu semua dan itu kan dilakukan oleh pemerintah, karena domainnya ada di pemerintah. Jadi ini hanya proses saja,” tutupnya.

Pertama di Dunia, Taksi Tanpa Pengemudi Debut di Singapura

0

Telko.id – Sementara raksasa teknologi seperti Google dan Apple masih sibuk dengan rencananya untuk menghadirkan mobil tanpa pengemudi (driverless), sebuah start yp bernama nuTonomy mencuri start dengan menerjunkan mobil-mobil tanpa pengemudinya ke jalanan Singapura.

Minggu ini, pengembang perangkat lunak asal AS ini menjadi perusahaan pertama yang mulai menawarkan mobil tanpa pengemudi kepada publik di negara bebas macet itu.

nuTonomy mengumumkan bahwa pengujian dimulai pada hari Kamis, di distrik bisnis nan tenang di Singapura. Peluncuran penuh sendiri ditargetkan baru akan terjadi pada tahun 2018, lapor usnews, Senin (29/8).

Dalam uji coba layanannya ini, nuTonomy memungkinkan warga Singapura untuk menggunakan aplikasi yang dikembangkan perusahaan untuk mendapat tumpangan gratis baik di kendaraan listrik Renault Zoe maupun Mitsubishi i-MiEV yang telah dikonfigurasi untuk mengemudi sendiri.

Seorang insinyur duduk di belakang kemudi untuk memantau sistem dan mengambil kendali jika diperlukan.

Dalam sebuah wawancara, Chief Executive sekaligus co-founder nuTonomy, Karl Iagnemma mengatakan bahwa manfaat dari melakukan pengujian di Singapura adalah untuk mengumpulkan data mengenai tanggapan pelanggan mengenai mobil itu. Dan itu akan terus dilakukan hingga lebih banyak data didapatkan.

“Ada semacam hadiah besar untuk kesempatan ini,” kata Iagnemma, memperkirakan bahwa industri global ini suatu hari nanti bisa bernilai US$ 2 hingga US$ 4 triliun.

Pemilihan Singapura sebagai lokasi uji coba pertama juga bukannya tanpa alasan. Singapura dinilai menawarkan lingkungan yang menarik. Selain itu, memiliki mobil di kota ini juga merupakan sesuatu yang mahal dan seperti di kota-kota Asia lainnya seperti Hong Kong, taksi ada di mana-mana dan murah. Tentu saja, itu belum termasuk pola lalu lintas Singapura yang juga sangat teratur.

Demi Hadapi Reliance Jio, Airtel Pangkas Harga 4G Hingga 80%

0

Telko.id – Sebagai salah satu upaya untuk melawan Reliance Jio, operator telekomunikasi terbesar di India, Bharti Airtel, dikabarkan telah memangkas biaya internet mobile untuk layanan 4G dan 3G miliknya. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan memberi diskon hingga 80 persen ke harga Rs 51 atau setara Rp 10 ribu per gigabyte (GB).

Untuk memanfaatkan keuntungan dari skema khusus ini, saat melakukan pengisian seharga Rs 1.498, pelanggan Airtel akan mendapatkan kuaota 4G atau 3G sebesar 1GB yang berlaku selama 28 hari. Setelah mengkonsumsi hingga limit berakhir, mereka bisa mendapatkan kembali kuota 1GB untuk 4G atau 3G hanya dengan harga Rs 51 selama satu tahun ke depan, di mana tidak akan ada batasan pada jumlah pengisian kembali.

Saat ini, kuota internet 1GB 3G atau 4G Airtel dibanderol dengan harga Rs 259 dan berlaku selama 28 hari.

Dilaporkan Business Insider, Senin (29/8), operator ini juga akan meluncurkan skema yang sama untuk paket seharga Rs 748 (Rp 148 ribu), di mana konsumen akan mendapatkan kuota 1GB 4G seharga Rs 99 (Rp 20 ribu) selama enam bulan.

“Dengan paket inovatif, kami mendefinisikan kembali nilai proposisi pada paket data kami dan memungkinkan pelanggan mendapatkan lebih banyak dalam harga yang sama,” kata Direktur – Operasi (India & Asia Selatan) Ajai Puri dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Airtel telah memberikan banyak penawaran kepada pelanggannya, mulai dari skema hingga 67% lebih banyak data untuk 4G dan 3G yang sudah ada, hingga gratis panggilan suara.

Kominfo Diminta ‘Tegas’ Kepada Operator yang Tak Mau Bangun Jaringan

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara diminta untuk tegas kepada operator yang kepemilikan sahamnya dikuasai oleh pihak Asing dalam urusan pembangunan infrastruktur untuk remote area.

Sejauh ini, pembangunan infrastrktur Telekomunikasi di Daerah Terluar Indonesia hanya dilakukan oleh BUMN Telekomunikasi yakni Telkom Group.

Pekan lalu, pada saat Komisi I DPR RI memanggil Menkominfo, Rudiantara serta para operator terkait polemik Revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 serta rencana penurunan tarif interkoneksi. Dalam pemanggilan tersebut, juga dibahas mengenai kewajiban setiap operator untuk membangun jaringan di wilayah terluar untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI.

Wakil Ketua Desk Ketahaan dan Keamanan Cyber Nasional, Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Ir Prakoso, menegaskan jikalau Menkominfo harus bertindak tegas kepada para operator untuk menyelenggarakan pembangunan jaringan di wilayah terpencil.

Padahal, dalam pasal 28F UUD 1945 dijelaskan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

“Jika perusahaan telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki asing tak mau membangun di daerah terpencil, lalu bagaimana pemerintah bisa memenuhi hak mereka. Selama ini Menkominfo tidak pernah tegas kepada perusahaan telekomunikasi asing tersebut,”kata Prakoso.

Prakoso juga menganggap bahwa Menkominfo tidak mengerti filosofi UU RPJM 2015 – 2019 serta prinsip dasar UU Telekomunikasi No 36 tahun 1999 dan Rencana Pitalebar Indonesia tahun 2014 – 2019.

Di dalam pasal 16, UU Telekomunikasi No 36 tahun 1999 ditulis dengan jelas bahwa setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. Namun kenyataannya para operator yang sahamnya dimiliki oleh asing ini hanya mengambil keuntungan bisnis saja di Indonesia. Tanpa mempedulikan nasib masyarakat Indonsia di daerah terpencil dan perbatasan.

Padahal, di dalam Rencana Pitalebar Indonesia tahun 2014 – 2019 tertulis dengan jelas bahwa pemerintah akan membangun Konektivitas Nasional yang merupakan bagian dari dari konektivitas global. Tujuannya agar pelayanan dasar telekomunikasi ini dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan dalam rangka pemerataan pembangunan.

Sejauh ini, terlihat hanya Telkom dan Telkomsel yang memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam membangun jaringan. Komitmen ini dibuktikan dengan mereka yang mau membangun tak hanya di daerah yang menguntungkan saja tetapi juga di daerah terpencil yang selama ini tidak menguntungkan. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Evita Nursanty, Msc. selaku anggota Komisi 1 DPR RI.

“Kita berharap komitmen yang sama juga akan diikuti oleh operator-operator lainnya,”terang Evita.

Program Palapa Ring yang rencananya rampung pada tahun 2019 mendatang sangat diharapkan dapat mengatasi permasalahan minimnya akses internet di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.

Kominfo sendiri bukan tanpa solusi, setidaknya dengan program network sharing yang digagas pemerintah dapat menurunkan jumlah wilayah Indonesia yang belum tercover sarana telekomunikasi. Namun tentunya hal ini juga perlu diiringi oleh pembangunan jaringan dari seluruh operator telekomunikasi agar tidak menjadi beban bagi operator lainnya.

Sebelumnya, Menkominfo sempat merencanakan untuk merevisi PP Nomor 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan perubahan terhadap PP Nomor 53/2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit.

Revisi PP ini sejatinya akan semakin menguatkan skema active network sharing untuk percepatan pita lebar di Indonesia sekaligus memberikan efisiensi untuk industri Telekomunikasi di Indonesia. Namu, pihak operator tetap tidak bisa melupakan kewajiban mereka untuk membangun jaringan sebagaimana tertuang dalam pasal 16, UU Telekomunikasi No 36 tahun 1999.

Palapa Ring Paket Tengah Resmi Boleh Membangun Setelah Dapat Kredit Rp. 975 Miliar

0

Telko.id – LEN Telekomunikasi Indonesia sudah memenangkan tender untuk mengerjakan proyek Palapa Ring Paket Tengah. Proyek tersebut merupakan salah satu bagian dari Masterplan of National Broadband 2014 – 2019. 

Untuk menjalankan proyek tersebut, LEN Telekomunikasi Indonesia baru saja menandatangani perjanjian pembiayaan dari sindikasi Indonesia Infrastructure Finance atau IIF, BNI dan SMI atau Sarana Multi Infrastruktur. Kredit yang diberikan sebesar Rp.975 Miliar dari total nilai proyek Rp.1.7 Triliun.

Dengan telah terpenuhi kebutuhan pendanaan ini maka LEN Telekomunikasi Indonesia sudah dapat melanjutkan proses pembangunan proyek Palapa Ring Paket Tengah ini. Targetnya, pada bulan Maret 2018 sudah mulai dapat beroperasi.

“Saat ini sudah mengerucut menjadi 2 vendor yang akan menyuplai peralatan yang akan digunakan dalam proyek ini. Setidaknya, tiga bulan lagi baru mulai membangun,” ujar Raden Wahyu Pantja Gelora, Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia menjelaskan usai penandatanganan perjanjian pembiayaan (29/08), di Jakarta.

Sebagai informasi, LEN Telekomunikasi Indonesia akan membangun di lima provinsi, 17 kota atau kabupaten. Total panjang kabel serat optik yang akan dibangun sekitar 1.676 km.

“Kami harus minta ijin pada pemda-pemda sebagi pemilik lahan. Namun, kita tidak sendiri karena semua yang terlibat akan melakukan beragam-sama,” sahut Raden optimis.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara bahwa “Kominfo juga akan ikut ke Pemda-pemda agar perijinan dapat cepat keluar”.

Khusus untuk submarine, Raden menyebutkan bahwa LEN Telekomunikasi Indonesia menginginkan agar kabel yang ditarik untuk proyek ini merupakan kabel yang tersambung terus. “Dengan spesifikasi kabel serat optik yang kami perlukan ada perusahaan dari Asia dan Eropa yang memiliki teknologi tersebut”, sahut Raden menambahkan. Hanya saja, belum diberikan siapa yang akan dipilih. “Bulan September ini baru akan diputuskan,” kata Raden menambahkan.

Sebagai tambahan informasi, berdirinya LEN Telekomunikasi Indonesia ini tidak lepas dari peran Konsorsium Pandawa Lima yang memenangkan tender Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang kemudian sepakat mendirikan Badan Usaha Pelaksana atau BUP. Dengan komposisi kepemilikan LEN Telekomunikasi Indonesia atau LTI terdiri dari 51% LEN Industri, Teknologi Riset Global Investama 39%, Multi Kontrol Nusantara 5% dan Bina Nusantara Perkasa sebesar 5%. (Icha)

Indonesia ICT Summit 2016 Siap Digelar

0

Telko.id – Indonesia ICT Summit 2016 segera di gelar, untuk tahun ini, Indonesia ICT Summit 2016 memiliki tiga tema besar yakni Broadband, Broadcasting Digital serta Wirelles Broadband.

“Dalam pameran ini akan hadir berbagai exibitor dari berbagai sektor seperti IoT, Networking, IT Solution Provider, cloud hingga Big Data,” ujar Ben Wong, Presiden Direktur PT. Pamerindo Indonesia pada Jumpa Media di Jakarta (29/8).                   

“Dalam event ini, kita akan mengundang 120 pembicara dari berbagai belahan dunia. Seperti Telkom Indonesia, IBM, hingga Iflix dan akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla,” tambahnya.

Sementara itu, Kristiono selaku ketua umum MASTEL menegaskan bahwa Event ini merupakan dua kombinasi event yang saling berkolaborasi.

“Dimana ICT Summit yang memiliki tiga tema besar yakni broadband dan IoT yang menjadi isu yang sangat sentral dalam industri ini, Broadcasting Digital dan wirelles broadband,” ungkapnya.

Kristiono menambahkan, outlook industri ICT untuk semester kedua akan merepresentasikan rencana Kominfo untuk efisiensi industri telekomunikasi, TKDN dan pengembangan wirelles broadband.

Seperti diketahui, Broadcasting juga menjadi isu hangat di industri telekomunikasi, pasalnya dengan kecanggihan broadband yang mulai meningkat di Indonesia, tentu akan mengkonversi siaran televisi analog ke digital serta konten digital yang semakin inovatif.

Sementara untuk wirelles broadband juga tidak kalah seru, dengan rencana perubahan PP Nomor 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan perubahan terhadap PP Nomor 53/2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit, akan sangat memungkinkan hadirnya operator dengan model MVNO.

Lebih lanjut, Ismail MT perwakilan Kominfo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan industri ini. Ia juga menegaskan, kominfo sendiri memiliki rencana yang sejalan dengan summit ini yakni Broadband, Digitalisasi Broadcasting dan internet.

“Ada tiga pilar yang sangat penting yang saling terkait dan mempengaruhi industri ICT dan Broadcasting yakni Regulasi, pemilik modal dan Broadband,” ujar Ismail.

Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 31 Agustus hingga 3 September yang bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Kegiatan ini juga akan diikuti oleh 264 peserta pameran yang berasal dari 28 negara di dunia. Dalam event ini juga akan ada kegiatan Commune Indonesia Showcase dan Broadcast Indonesia.

SK Telecom Kenalkan Sistem Logistik Berbasis Cloud

0

Telko.id – Operator Korea Selatan, SK Telecom, baru-baru ini telah memperkenalkan layanan logistik baru yang diberi nama ‘Smart FreshX,’ yang berbasis pada teknologi cloud. Sebagai awalan, layanan ini akan tersedia di truk pengiriman belanja online Home Plus.

Dilaporkan Telecompaper, Senin (29/8), SK juga berencana untuk meningkatkan layanan Smart FreshX-nya sebagai sistem manajemen bahan makanan logistik terpadu dengan menambahkan navigasi pengiriman dan fungsi kontrol cold storage.

“Di tengah masalah sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh debu yang sangat kecil, Smart FreshX akan menyediakan layanan ramah lingkungan yang sesuai dengan upaya pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Kwon Song, EVP Divisi Layanan IoT SK Telecom.

Ia menjelaskan, perusahaan juga berencana untuk memperluas aplikasi Smart FreshX dari bahan makanan ke lebih banyak item logistik sensitif ke depannya, salah satunya kedokteran.

SK Telecom juga mengatakan Smart FreshX akan terhubung ke server cloud dan menyediakan data termasuk suhu cold storage, lokasi mobil dan tanda-tanda alarm secara real time untuk pengguna.

Taiwan Mobile Tawarkan Layanan IoT untuk Perusahaan

0

Telko.id – Taiwan Mobile berencana untuk menawarkan layanan IoT perusahaan di pasar Taiwan, dengan menggunakan platform Cisco Jasper Control Center.

Operator ini berencana untuk menawarkan layanan IoT plug-and-play yang dapat dikonfigurasi untuk memberikan analisis, otomatisasi dan intelijen diagnostik.

Dilaporkan TelecomAsia, Senin (29/8), perusahaan akan menawarkan jasa untuk industri apapun, dengan fokus khusus pada segmen termasuk mobil terhubung, pembayaran mobile, manufaktur, kota cerdas dan transportasi umum.

“Perusahaan di seluruh Taiwan bersemangat untuk memberikan layanan IoT yang baru dan memiliki nilai tambah kepada pelanggan mereka,” kata Direktur Senior Taiwan Mobile untuk Pemasaran mobile dan layanan IoT Eddie Chan.

Ia menjelaskan, perusahaan semakin fokus menawarkan layanan yang menghasilkan recurring revenue sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan. Taiwan Mobile sangat tertarik untuk berada di garis depan untuk memungkinkan transformasi bisnis ini di seluruh Taiwan melalui platform Cisco Jasper IoT ini.

Sebelumnya, seperti diketahui, Cisco telah mengakuisisi Jasper yang berbasis di AS dan platform layanan IoT berbasis cloudnya seharga US$1,4 miliar pada bulan Maret, sebagai bagian dari upaya untuk mendapatkan pijakan kuat di segmen pasar baru yang berkembang.

Cisco Jasper Control Center sendiri menawarkan monitoring, manajemen dan kontrol real-time atas layanan IoT, dan ini terukur untuk implementasi global berkat kemitraan perusahaan dengan 30 kelompok operator seluler global yang mewakili lebih dari 120 jaringan mobile di seluruh dunia.

Kominfo Blokir Situs Cektkp.com

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, ramai di media sosial tentang cek KTP melalui ektp.cektkp.com. Ternyata, laman tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri.

Terkait dengan persoalan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan Kementerian Dalam Negeri telah melakukan pemblokiran terhadap laman ektp.cektkp.com.

Sebelumnya laman tersebut memberikan layanan untuk pengecekan rekam data e-KTP dengan cara meminta pengisinya memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Informasi tentang laman tersebut tersebar melalui berbagai media sosial dan dikaitkan dengan adanya kebijakan pemerintah melakukan rekam data e-KTP. Padahal dalam laman resmi Kementerian Dalam Negeri disebutkan jelas bahwa laman ektp.cekktp.com bukan dibuat oleh Kemendagri.

Dengan demikian informasinya tidak bisa dipercaya. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo meminta masyarakat tidak menghiraukan pesan hoax tersebut.

Namun, ternyata pemilik cektkp.com menyatakan pernyataan dan keberatannya atas pemblokiran yang disampaikan melalui lamannya tersebut. Menurut si pemilik, banyaknya antusias masyarakat yang mengecek status eKTP secara online, menunjukkan bahwa masyarakat butuh informasi yang secara cepat dapat diakses tanpa harus ngantri ke DUKCAPIL untuk mengecek status kependudukan mereka.

Si pemilik laman pun mengelak jika lamanya dikatakan sebagai hoax karena data yang tertera adalah valid. Dan, keberatannya tersebut sudah disampaikan melalui surat elektronik ke Kominfo dan memintanya untuk membuka blokir domain utama. (Icha)