spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1434

Rupiah Melemah, Bisnis Must Go on

0

Telko.id – Rupiah terhadap dolar AS terus melemah beberapa hari ini. Sampai siang ini saja, (5/09) sudah tembus angka Rp.15.000 per dolar nya. Angka yang terus melonjak ini tentu akan banyak mempengaruhi industri dalam menjalankan bisnis.

“Tentunya kami mengharapkan dolar AS jangan sampai naik lagi, karena bagaimanapun juga untuk jangka panjang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan,” kata Presiden Direktur/CEO XL Axiata, Dian Siswarini usai meresmikan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa (4/9).

Bila rupiah terus melemah, belanja modal kemungkinan akan terganggu karena separuh anggaran belanja modal masih menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Di sisi lain, pendapatan perusahaan menggunakan mata uang rupiah.

Dengan demikian, nilai pendapatan terhadap barang yang akan dibeli semakin rendah. Dia menyebut perusahaan memiliki toleransi di kisaran Rp15.000 per US$.

“Enggak ada yang bisa meramalkan bisa sampai Rp16.000, Rp17.000 atau Rp18.000. Jangan sampai naik lagi nih. Hedge kita di sekitar Rp15.000,” katanya.

Jadi untuk Capex, XL pun menyatakan tidak akan mengurangi nya. Hanya saja, tentu dengan dolar yang terus meningkat itu akan mempengaruhi belanja infrastruktur yang akan dilakukannya tahun ini. “Dengan harga dolar yang sama, tentu barang yang bisa kita beli akan berkurang. Ini yang akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur,” ujar Dian.

Walau demikian, Dian menjamin kondisi tersebut tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. “Sekalipun pembelian teknologi informasi perusahaan sebesar 50 persen menggunakan produk impor, namun kinerja perusahaan tetap baik dan tidak terlalu berpengaruh,” kata Dian.

Dia mengatakan, perusahaan akan terus melakukan pemantauan dan kalkulasi ulang melihat kondisi seperti saat ini. Perusahaan juga akan tetap dalam komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan jaringan di Indonesia, sehingga bisa memuaskan pelanggan dalam memperoleh akses komunikasi dan data.

XL Axiata adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan digital untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat serta mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia. (Icha)

 

XL Kasih Gratis Layanan Pada Pelanggan Sesuai Profile nya

0

Telko.id – Dengan jumlah pelanggan yang kini berjumlah 52,9 juta dan pada era digital, maka penanganan pun tidak bisa biasa saja. Harus dapat sesuai dengan profile pelanggannya. Hal ini dapat dilakukan oleh XL Axiata karena memang back end yang dimilikinya sudah mampu melakukannya.

Nah, bertepatan dengan Hari Pelanggan 2018 ini, XL pun memberikan layanan gratis pada para pelanggannya. Dan, tidak asal menggratiskan. XL melihat dari profile masing-masing pelanggannya dan kebiasaanya dalam berkomunikasi.

Hal ini dilakukan karena bagi XL, tidak mungkin memberikan apresiasi yang sama pada setiap pelanggan. Jadi agar lebih bermanfaat, dalam program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik ini, XL akan memberikan gratis saat meng-akses Facebook, Path, LINE, WhatsApp seharian, data sampai dengan 10GB atau nelpon sesama selama 1440 menit tapi disesuaikan dengan profile pelanggannya. Layanan gratis ini berlaku di tanggal 4 September 2018 yang dapat diperoleh melalui UMB *123#, aplikasi myXL dan AxisNet.

“Semua itu dilakukan XL karena Hari Pelanggan selalu menjadi saat yang istimewa bagi kami setiap tahunnya, dimana hal tersebut menjadikan kami selalu teringat setinggi apa kualitas layanan yang sudah kami berikan kepada pelanggan, karena memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi dan mampu memuaskan pelanggan merupakan misi kami dan sekaligus menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan, karena bagi kami kepercayaan pelanggan adalah modal yang sangat berharga dalam bisnis,” ujar Allan Bonke, Direktur Komersial XL Axiata.

Pada kesempatan yang sama, XL juga meresmikan pusat layanan XPLOR yang baru di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan. Menandai komitmen perusahaan untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, manajemen XL Axiata mengundang sejumlah pelanggan dan memberikan hadiah khusus kepada mereka. Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini bersama Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke menyerahkan hadiah khusus tersebut di Jakarta, Selasa (4/9).

XL Axiata Tower ini merupakan gerai ke-78 ini sudah menerapkan layanan one stop shopping di mana pelanggan bisa melakukan pembelian produk seperti isi ulang, paket layanan data/internet, atau pun paket bundling smatphone. Semua kegiatan di gerai ini sudah mengedepankan konsep digital dengan menggunakan LED TV untuk semua materi komunikasi dan untuk nomor antrian pelanggan menggunakan SMS.

Selain itu, di tempat ini, pelanggan juga bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai penawaran menarik dari XL Axiata dan bereksperimen dengan live demo unit.  Tidak ketinggalan, pelanggan pun tentunya bisa mendapatkan bantuan atas permasalahan yang terjadi pada layanan XL.

Selanjutnya disediakan juga penawaran khusus dan hadiah spesial untuk setiap aktivasi XL PRIORITAS  dan transaksi baik layanan pelanggan maupun pembelian produk di gerai XL Center/XPLOR tertentu. Selain itu top management XL Axiata di masing-masing region juga terjun langsung untuk melayani customer dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional.

Dalam melayani, XL memiliki sebanyak 78 gerai dan 135 XL Booth yang tersebar di 89 kota di 28 propinsi Indonesia. Selain itu, XL Axiata juga menyediakan sekitar 500 petugas layanan contact pelanggan (call center). Layanan kepada pelanggan ini bersiaga selama 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan. (Icha)

iPhone XS Bakal Meluncur 12 September Apa Kemampuannya?

0

Telko.id – Setiap Apple meluncurkan produk, pasti membuat penasaran. Seperti apa kemampuan yang akan disandangnya. Maklum saja, apa yang dibuat oleh perusahaan asal Amerika ini pasti akan menjadi trend baru dan akan diikuti oleh merek lain. Lalu, seperti apa kemampuan Apple XS ini?

Kabar tentang peluncuran iPhone terbaru ini berdasarkan undangan yang dikirim ke sejumlah media dan akan diselenggarakan pada 12 September 2018 di Apple Campus, Cupertino, California, Amerika Serikat.

Berdasarkan info dari macrumors, ada tiga jajaran iPhone yang akan diperkenalan. Yang pertama dikatakan sebagai versi generasi kedua dari iPhone X, dengan layar OLED 5,8 inci yang sama, sedangkan yang kedua dapat dianggap sebagai “iPhone X Plus,” juga dengan layar OLED 6,5 inci yang lebih besar.

Bersama dengan dua iPhone OLED ini, yang akan sama harganya dengan iPhone X saat ini, Apple berencana untuk memperkenalkan iPhone baru 6,1 inci yang lebih terjangkau dengan layar LCD. Perangkat ini mungkin dapat menggunakan layar LCD Aktif Penuh, yang akan menawarkan teknologi yang ditingkatkan di atas layar iPhone 8 dan 8 Plus.

Info yang bocor menunjukkan Apple akan menggunakan nama “iPhone XS” untuk dua iPhone OLED baru, yang merupakan skema penamaan yang telah digunakan di masa lalu untuk ponsel generasi “S” di mana fokusnya adalah pada fitur baru daripada desain baru .

Ketiga iPhone akan menampilkan layar tepi-ke-tepi dengan bezel hampir-hampir tidak ada sama dengan iPhone X, dan semua akan dilengkapi dengan sistem kamera TrueDepth yang mendukung ID Wajah. Itu berarti 2018 akan menandai akhir resmi tombol Home dan sensor sidik jari Touch ID di jajaran unggulan Apple.

Sementara model OLED iPhone XS 5,8 inci dan 6,5 inci akan dilengkapi dengan semua lonceng dan peluit iPhone X, Apple akan memangkas beberapa fitur dari model 6,1 inci yang dirumorkan untuk menjaga biaya tetap rendah. Perangkat itu akan memiliki bingkai aluminium bukan rangka baja tahan karat, itu akan memiliki kamera belakang lensa tunggal, dan layar mungkin tidak mendukung 3D Touch.

Dengan menghilangkan fitur-fitur ini, Apple diharapkan dapat menjual perangkat ini seharga $ 600 hingga $ 700 atau berkisar antara Rp.8.8 juta – Rp. 10 jutaan namun dari sisi kemampuan setara dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Rumor juga menyebutkan Apple akan menjual iPhone XS 5,8 inci seharga $ 800 hingga $ 900 atau sekitar Rp. 11.8 juta – Rp. 13.3 jutaan dan iPhone XS 6.5 inci seharga $ 900 hingga $ 1.000 atau sekitar Rp. 13.3 juta sampai Rp. 14.8 jutaan, sehingga iPhone 6,1 inci jauh lebih terjangkau.

Model OLED iPhone XS 5,8 dan 6,5 inci diperkirakan akan menawarkan kamera belakang lensa ganda dan RAM 4GB. Versi yang lebih besar tentu saja akan mendukung baterai yang lebih besar untuk daya tahan baterai yang lebih lama, dan model 6,1 dan 6,5 inci diharapkan menawarkan fungsionalitas dual-SIM di beberapa negara. Apple 2018 lineup iPhone bisa datang dalam berbagai warna, dengan perangkat OLED tersedia dalam perak, ruang Gray, dan emas, sedangkan iPhone 6,1 inci bisa tersedia dalam warna yang meliputi abu-abu, putih, biru, merah, dan oranye.

Apple pada akhir Agustus secara tidak sengaja membocorkan gambar dari dua model iPhone XS mendatang yang memastikan kita dapat melihat opsi ukuran 5,8 dan 6,5 inci bersama dengan opsi warna emas. Gambar dari iPhone 6,1 inci belum bocor.

Selain Face ID dan sistem kamera TrueDepth, ketiga iPhone baru ini kemungkinan akan menyertakan prosesor A12 yang ditingkatkan, peningkatan chip LTE dari Intel (hanya model OLED) yang akan mendukung koneksi LTE yang lebih cepat, dan USB-C ke Kabel petir untuk kecepatan pengisian lebih cepat.

Dengan peluncuran XS iPhone 5,8 inci dan iPhone XS 6,5 inci yang lebih besar, desas-desus mengatakan Apple mungkin akan menghentikan iPhone X saat ini daripada menurunkan label harganya dan menjualnya sebagai perangkat generasi tua yang lebih murah.

Manufaktur iPhone X akan berhenti dengan peluncuran perangkat baru, dan itu akan secara efektif dihentikan. Hal ini pernah dilakukan juga oleh Apple ketika produksi iPhone 5 dihentikan ketika iPhone 5s dan 5c diluncurkan pada tahun 2013.

Kemungkinan besar, menurut macrumors.com, Apple akan membuat preorder tapi hanya untuk dua iPhone terbaru nya dulu yakni untuk iPhone XS 5,8 inci dan iPhone XS 6,5 inci. iPhone 6,1 akan menyusul kemudian karena lebih mahal dan produksi nya cukup rumit. (Icha)

 

Kominfo Rombak Struktur Demi Antisipasi Pesatnya Digitalisasi

0

Telko.id – Pada era digital ini, semua bergerak sangat cepat. Termasuk juga konten digital. Pemerintah pun, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi merasa perlu untuk elakukan penataan ulang organisasi dan sumberdaya manusia demi antisipasi digitalisasi yang berkembang pesat.

Penataan ulang organisasi dan sumberdaya manusia ini dilakukan pada sektor aplikasi informatika yang juga tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri Kominfo Rudiantara meminta penataan dan penyegaran sumberdaya manusia yang berlangsung di lingkungan Ditjen Aplikasi Informatika dapat meningkatkan kinerja dan layanan kepada masyarakat.

Secara khusus, Rudiantara mendorong pejabat yang baru dilantik untuk memberikan nilai tambah kepada sektor digital yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Menjadi pejabat itu harus memaknai aturan, harus bisa memberikan nilai tambah. Saya mendorong hal ini masalahnya kita tidak berubah hanya tinggal tunggu waktu kita diubah,” katanya dalam Pelantikan Pejabat Administratur dan Pengawas di lingkungan Kementerian Kominfo, Senin (03/09/2018)

Rudiantara menekankan jabatan harus menjadi sarana untuk memberikan nilai tambah kepada layanan masyarakat. “Selama bisa memeberikan nilai tambah, posisi apapun tidak masalah. Jangan jadikan jabatan itu tujuan dalam kinerja,” tandasnya.

Kini, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang dipimpin oleh Semuel Abrijani Pangerapan itu mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penatakelolaan aplikasi informatika.

Ditjen Aplikasi Informatika terdiri dari Sekretariat Ditjen, Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika, Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Direktorat Ekonomi Digital, Direktorat Pemberdayaan Informatika, dan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika.

Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika yang kini dipimpin Mariam Fatima Barata fokus pada bidang penatakelolaan aplikasi informatika, serta pencatatan intensifikasi penerimaan negara bukan pajak.

Sementara bidang layanan aplikasi informatika pemerintahan dikelola di bawah Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan yang dipimpin oleh pelaksana tugas atas nama Bambang Dwi Anggono.

Adapun Direktorat Ekonomi Digital yang akan menangani pengembangan dan fasilitasi ekonomi digital di semua sektor prioritas pemerintah seperti pendidikan, kesehatan dan pertanian serta sektor lainnya dijabat oleh pelaksana tugas Nizam Waham.

Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika yang dijabat Slamet Santoso, memiliki tugas menangani literasi digital, pemberdayaan komunitas teknologi informasi dan komunikasi, pemberdayaan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi, dan pemberdayaan kreativitas teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu pengendalian sistem elektronik, ekonomi digital dan perlindungan data pribadi, pengendalian konten internet, penyidikan dan penindakan, dan pengendalian penyelenggaraan sertifikasi elektronik di bawah wewenang Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika. Pelaksana tugasnya saat ini dijabat oleh Riki Arif Gunawan. (Icha)

 

 

ZTE Melaporkan Kerugian $1 ,1 Miliar Pada Semester 1 2018

0

Telko.id – Akibat adanya larangan pemasok domestik melakukan bisnis dengan perusahaan China karena pelanggaran sanksi Iran dan Korea Utara oleh pemerintah Amerika, ZTE melaporkan kerugian bersih $ 1,1 miliar pada semester pertama 2018 ini atau sebesar 7,8 miliar yuan.

Yang akhir nya memaksa perusahaan ini menghentikan operasi selama tiga bulan. Padahal tahun lalu, perusahaan ini mampu membukukan keuntungan 2,3 miliar yuan. Dari sisi pendapatan operasi terjadi penurunan 27% menjadi 39,4 miliar yuan.

Larangan itu, sebenarnya akan diberlakukan selama tujuh tahun. Namun, pada pertengahan Juli setelah perusahaan mencapai kesepakatan, produksi pun akhir nya bisa dilanjutkan. Setidaknya, perusahaan asal Cina ini mengeluarkan dana untuk membayar denda US $ 1,4 miliar.

Saat pertemuan pemegang saham luar biasa, Presiden Xu Ziyang mengatakan ZTE tetap berada di “garis depan” sektor komunikasi. Seperti dikuti dari Nikkei Asian review (30/08).

“Produksi inti kembali normal, dan kami sekarang akan fokus pada pengembangan semikonduktor in-house,” kata Xu lebih lanjut.

“Tingkat pesanan saat ini pun sudah setara dengan tahun lalu,” tambahnya.

“Walau demikian, sebenarnya, ZTE kehilangan banyak proyek yang sedang berjalan karena untuk mendapatkan kembali kepercayaan klien itu tidak mudah,” ungkap seorang karyawan ZTE yang bertanggung jawab atas penjualan di luar negeri.

Terlebih, ZTE saat ini sedang gencar mempersiapkan peluncuran layanan 5G dengan kecepatan 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan 4G. Setidaknya, ZTE selain menjual peralatan komunikasi di AS, ZTE memasok tiga operator seluler teratas di Jepang, NTT Docomo, KDDI, dan SoftBank.

Dana yang sudah dikeluarkan untuk memperluas pangsa pasar global juga tidak sedikit. Jika saja, ada negara lain yang mengikuti kebijakan AS tersebut maka ZTE pun akan menderita lebih dalam lagi. (Icha)

Pada Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Berbagi Hadiah Menarik

0

Telko.id – Pelanggan sebagai raja memang harus dilayani dengan baik. Pada Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap bulan September,Telkomsel pun memanjakan pelanggannya yang selama ini telah setia menggunakan produk dan layanan nya.

Cukup dengan menukarkan Telkomsel POIN yang dimilikinya, pelanggan Telkomsel bisa mendapatkan berbagai hadiah langsung seperti merchandise, produk layanan komunikasi, saldo TCASH, voucher belanja, hingga smartphone.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan setia Telkomsel. Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan kami yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia atas kepercayaan dan kesetiaannya di dalam menggunakan produk dan layanan Telkomsel. Sebagai operator selular yang selalu mengutamakan kualitas layanan, bagi kami kepuasan pelanggan merupakan prioritas yang utama,“ kata Jason Tan, Head of Postpaid Marketing Telkomsel.

Jason lebih lanjut menambahkan bahwa kepercayaan dari pelanggan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Telkomsel untuk terus berkembang di masa mendatang sebagai penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya.

Adapun program yang bisa diikuti pelanggan dalam rangka Hari Pelanggan Nasional yaitu penukaran Telkomsel POIN dengan layanan suara, SMS, paket data, international roaming dan Langit Musik pada periode 4-8 September 2018; penukaran Telkomsel POIN dengan voucher merchant online pada periode 4-8 September 2018; dan penukaran Telkomsel POIN disertai isi ulang pulsa di GraPARI tertentu untuk mendapatkan hadiah langsung berupa saldo TCASH, smartphone 4G, voucher belanja, pulsa dan merchandise.

Penukaran Telkomsel POIN dapat dilakukan dengan menghubungi menu akses *700*73#, aplikasi MyTelkomsel, atau dengan datang langsung (walk-in) ke 52 GraPARI khusus yang mengadakan program Hari Pelanggan Nasional 2018. Tentunya hadiah akan diberikan selama persediaan masih ada, dan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. (Icha)

 

 

Pada Hari Pelanggan Nasional, Dua Petinggi Smartfren “Turun” ke Jalan

0

Telko.id – Nama nya pelanggan, memang harus dilayani dengan baik. Apalagi bagi perusahaan seperti Smartfren. Itu sebabnya, tepat pada Hari Pelanggan Nasional 2018, dua petinggi Smartfren yaitu Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, dan Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim. “Turun” langsung ke jalan menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan produk Smartfren pesanan pelanggan.

Hal ini merupakan simbolis, sekaligus juga komitmen bagi Smartfren untuk terus menerus melayani pelanggan nya dengan baik.

“Jika biasanya pesanan produk Smartfren melalui sistem “layan antar” diantarkan oleh kurir. Maka di momen hari pelanggan ini, saya dan pak Djoko (Red: Deputy CEO Smartfren) mewakili perusahaan langsung hands on untuk mengantarkan barang pesanan tersebut. Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa Smartfren adalah perusahaan yang tidak setengah hati dalam melayani pelanggan karena mereka merupakan bagian yang terpenting dari Smartfren,” ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren.

Pelanggan yang mendapatkan layanan antar “istimewa” dari Smartfren di Hari Pelanggan ini adalah Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Ai Maryati Solihah. Dipilihnya pelanggan spesial ini juga menjadi suatu bentuk dukungan Smartfren terhadap perlindungan anak, khususnya dalam bidang internet sehat.

Pada saat Hari Pelanggan Nasional tahun 2018 ini juga, Smartfren memberikan voucher pulsa sebesar Rp. 60.000,- dan merchandise kepada 20 pelanggan pertama yang melakukan transaksi pembelian produk bundling Smartfren dan melakukan top-up sebesar Rp 150.000,- di 14 galeri yang tersebar di Jakarta: Galeri Sabang Jakarta dan Kota Kasablanka.

Selain itu juga di Metropolitan Mall bekasi, Galeri Botani Bogor, Galeri Smartfren Suci Bandung, Galeri Smartfren Cirebon, Galeri Smartfren Ahmad Yani Semarang, Galeri Tomoho Jogja, Galeri WTC Surabaya, Galeri Smartfren MSC Malang, Galeri Smartfren Pulau Kawe Bali, Galeri Smartfren Adam Malik Medan, Galeri Smartfren Jakabaring Palembang, dan Galeri Smartfren Urip Makassar. (Icha)

Grab Siapkan Dana Rp 3 Triliun Untuk Bantu Startup Indonesia

0

Telko.id – Salah satu kesulitan Startup Indonesia berkembang adalah masalah dana. Itu sebabnya,  Grab Luncurkan Grab Ventures dengan Investasi  Rp 3 Triliun Untuk bantu Startup Indonesia.

Tujuannya adalah untuk membantu startupstartup Indonesia pilihan untuk tumbuh lebih cepat di tingkat nasional dan juga Asia Tenggara dengan menyediakan dukungan menyeluruh termasuk akses terhadap pasar (market access)mentorship, keahlian teknologi, dan investasi strategis.

“Kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara,” ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia.

Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up). Program ini sejalan dengan agenda Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan para mitra, termasuk Amazon Web Services (AWS) dan MDI Ventures, inisiatif modal ventura milik Telkom Indonesia.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, “Dengan pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan ponsel cerdas, Indonesia mampu dan seharusnya dapat menjadi perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara. Indonesia telah menjadi rumah bagi sejumlah unicorn bidang teknologi, dan kami percaya bahwa Indonesia bisa mencetak lebih banyak pemimpin di bidang teknologi berskala regional bahkan global.

Sebagai informasi, Kominfo saat ini sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G20; inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan best practice dan referensi bagi perusahaan digital Indonesia.

Di sisi lain,  perusahaan-perusahaan digital Indonesia pun perlu memiliki aspirasi besar seperti Grab, dan karena itulah saya menghargai komitmen Grab untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan lokal untuk berekspansi secara nasional maupun regional.”

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengatakan, “Pemerintah Indonesia ingin menciptakan ekosistem yang solid untuk mendorong keberhasilan startup. BEKRAF berkomitmen untuk menjembatani hubungan antara startup, investor, mentor dan materi pelatihan. Kami senang bisa bermitra dengan Grab yang menyediakan keahlian, jaringan regional dan platform-nya untuk memperkuat komunitas startup di Indonesia.

”Sejak Grab 4 Indonesia diluncurkan pada 2017, keyakinan kami bahwa kesuksesan Indonesia akan tercermin dengan kesuksesan Grab semakin menguat. Inilah alasan utama kami terus berinvestasi di Indonesia. Sejak tahun lalu, kami telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan di bidang teknologi dan memberdayakan lebih dari 5 juta pengusaha mikro,” ujar Ridzki menambahkan.

Grab Ventures di Indonesia

Peluncuran Grab Ventures di Indonesia menyusul peluncurannya secara regional bulan Juni lalu di Singapura. Program ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemimpin teknologi generasi berikutnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi dan digitalisasi. Grab akan bermitra atau berinvestasi di perusahaan rintisan yang ingin menjawab tantangan di bidang mobilitas, makanan, logistik, fintech, dan tantangan lainnya di bidang O2O.

Grab Ventures akan bekerja sama dengan startup-startup yang tengah berkembang melalui dua hal berikut:

Kemitraan strategis dan integrasi dengan beragam layanan Grab bagi perusahaan-perusahaan rintisan yang telah masuk tahap lanjut (mature startup).

Contohnya, Grab berinvestasi di Kudo dan berbagi kapabilitas serta keahlian teknologinya. Hasilnya, jaringan agen Kudo telah berkembang tiga kali lipat sejak saat investasi dilakukan.

Grab Ventures Velocity ditujukan bagi startup yang sedang berupaya untuk tumbuh (scaling up).

Program berdurasi 16 minggu ini bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan terpilih untuk berkembang lebih cepat dengan dukungan akses terhadap aset, sumber daya, keahlian, termasuk jaringan Grab beserta para mitra program ini.

Peserta tahap pertama akan menjalani program Grab Ventures Velocity pada tahun ini. Startup yang tertarik dapat mendaftarkan diri pada tanggal 10 September melalui tautan https://ventures.grab.com.

Grab Ventures Velocity merupakan program pengembangan startup yang didukung oleh  ekosistem teknologi di Indonesia dan Asia Tenggara. AWS akan menyediakan beragam manfaat bagi startup yang terpilih melalui paket AWS Activate Portfolio Plusdan juga technical mentoring terkait keamanan platform, pengembangan startup, serta best practices. MDI Ventures, yang memiliki jaringan di Singapura dan Silicon Valley, akan memberikan keahlian lokal dan akses kepada jaringan mentor mereka.

Program pengembangan Grab Ventures Velocity melengkapi program BEKRAF dan Kominfo untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi startup pemula melalui berbagai inisiatif seperti Go Digital Vision 2020 dan Go Startup Indonesia.

Saat berbicara dalam peluncuran Grab Ventures di Indonesia, Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia,mengatakan, “Kami telah membuktikan diri sebagai mitra pilihan bagi perusahaan startup lainnya melalui rekam jejak positif yang kami miliki. Sejak proses akuisisi Kudo, jaringan agen terdaftar mereka berkembang dari 400.000 menjadi 1,4 juta. Sementara itu, OVO – mitra pembayaran strategis kami, juga telah berkembang pesat berkat basis pengguna Grab yang besar sehingga berhasil menjadi dompet digital terbesar di Indonesia berdasarkan Volume Pembayaran Total / Total Payments Volume (TPV).”

Tahap selanjutnya dari Master Plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’

Diumumkan pertama kalinya pada Februari 2017, Grab berkomitmen untuk menginvestasikan Rp 10 triliun (US$700 juta) melalui Master Plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ untuk memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk beralih ke ekonomi digital. Program ini telah menciptakan lebih banyak pekerjaan, meningkatkan keahlian tenaga kerja, sekaligus mengembangkan sektor teknologi Indonesia.

Grab Ventures merupakan inisiatif terbaru dari ‘Grab 4 Indonesia’ untuk mendukung pertumbuhan ekosistem startup teknologi di Tanah Air. Grab akan menginvestasikan tambahan dana sebesar Rp 3 triliun (US$250 juta) bagi Indonesia dalam 3 tahun ke depan melalui program pengembangan Grab Ventures Velocity.

Hal ini merupakan keberhasilan lain yang dicatatkan Grab di Indonesia sebagai pasar terbesarnya. Kini, lebih banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati layanan online-to-offline Grab, dimana Grab telah berekspansi dari 12 kota pada Januari 2017 menjadi 137 kota, dari Sabang sampai Merauke. Grab juga merupakan perusahaan ride-hailing paling sering digunakan di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 65%. Keberhasilan Grab dalam menyediakan layanan transportasi on-demand yang aman dan terjangkau telah menjadi landasan yang kuat untuk strategi everyday app miliknya.

Grab telah memperluas layanan GrabFood (pengiriman makanan) dan GrabExpress (pengiriman paket) sejak tahun 2018, dan para konsumen telah menjadikan berbagai layanan Grab sebagai bagian dari keseharian mereka. GrabFood berekspansi ke lebih dari 20 kota baru dan kini telah tersedia di 30 kota. Gross Merchandise Value (GMV) GrabFood di Indonesia tumbuh hingga empat kali lipat pada semester pertama tahun 2018 dan GrabFood diharapkan dapat menjadi layanan pengiriman makanan yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2018. GMV GrabExpress di Indonesia juga telah tumbuh tiga kali lipat pada semester pertama tahun 2018. (Icha)

 

 

 

Dibalik Komunikasi 1 Juta Pengunjung Asian Games Yang Lancar

0

Telko.id – Di hari penutupan Asian Games 2018, pengunjung membludak. Bahkan mulai dari pagi hari. Panas terik yang kemudian disambut hujan lebat disore hari tidak menghambat masyarakat yang ingin menikmati hari terakhir Asian Games sampai penutupan. Tak ayal, konten berbau Asian Games pun berseliweran di media social. Semua nya lancar. Tidak ada yang mengeluh. Kenapa?

Merespon animo masyarakat yang tinggi untuk mengunjungi GBK, Telkomsel telah menambah 8 Combat di titik-titik yang banyak didatangi pengunjung, seperti Zona Festival Binbin, Kaka, dan Atung. Selain itu Telkomsel juga telah menambah kapasitas jaringan 4G LTE sebesar 35% dibandingan saat opening Ceremony, sehingga pelanggan dapat meninkmati internet di jaringan Telkomsel dengan lebih maksimal.

“Kami sangat senang bahwa animo masyarakat terhadap Asian Games sangat luar biasa dan alhamdulillah semua kebutuhan pelanggan dalam berkomunikasi dapat kami layani dengan baik. Sebagai official mobile partner Asian Games 2018, Telkomsel telah berkomitmen untuk mengawal jaringannya dengan baik sehingga layanan komunikasi di semua venue Asian Games dapat terlayani dengan lancer,” ujar Ririn Widaryani, Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Dalam catatan Telkomsel, ada kenaikan payload atau trafik data yang signifikan selama pertandingan di venue-venue Asian Games 2018. Kenaikan trafik data tertinggi terjadi di Istora Senayan sebesar 170% saat final pertandingan bulutangkis berlangsung. Optimalisasi jaringan terus dilakukan untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap layanan Telkomsel selama Asian Games 2018 di GBK.

Menjelang penutupan Asian Games 2018, tercatat lebih dari 1 juta pelanggan Telkomsel yang telah mengunjungi GBK. Besarnya pengunjung yang hadir ini mengakibatkan trafik data Telkomsel naik signifikan seperti pada saat final pertandingan Bulutangkis di Istora Senayan yang mencapai lebih dari 170% dengan jumlah pelanggan Telkomsel yang hadir di GBK lebih dari 95 ribu.

Di Main Stadium GBK sendiri yang merupakan termpat pertandingan cabang olahraga Atletik juga terjadi kenaikan data rata-rata hingga 149%. Sementara itu di venue Archery Field GBK juga terjadi kenaikan data rata-rata sebesar 190%, begitu pula dengan Hockey Field GBK yang mencapai kenaikan hingga 194%.

Kenaikan traffic data juga terlihat signifikan di venue Auquatic GBK yang mencapai 215%. Secara persentase pertumbuhan kenaikan venue di Istora Senayan memang terlihat tidak lebih tinggi dari ketiga venue diatas, tetapi secara jumlah data tetap Istora Senayan tertinggi.

Rata-rata kecepatan internet yang dapat diakses oleh pelanggan Telkomsel di GBK adalah 20 Mbps, dengan kecepatan minimal 5 Mbps. Dengan adanya optimalisasi tersebut Telkomsel menjamin pelanggan dapat mengakses berbagai konten di internet seperti instant messaging, streaming, sosial media atau aplikasi lainnya dengan lancar.

Penggunaan data di GBK didominasi oleh akses instant messaging, diikuti oleh akses pada aplikasi streaming dan media sosial. Layanan instant messaging yang paling banyak diminati adalah Whatsapp yang mencapai lebih dari 30%. Sementara untuk aplikasi streaming Youtube mencapai lebih dari 25% dan aplikasi sosial media Facebook mencapai 24% dan sisanya adalah aplikasi lainnya.

Animo masyarakat tidak saja terlihat di GBK, tetapi juga melalui aplikasi media streaming MAXstream yang disediakan Telkomsel. Dari aplikasi MAXstream yang menyajikan live streaming pertandingan Asian Games 2018, telah tercatat lebih dari 6.1 juta kali pelanggan Telkomsel mengakses pertandingan Asian Games 2018 secara live. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat yang tidak mau ketinggalan nonton pertandingan Asian Games dimanapun.

Ririn menambahkan Telkomsel telah menjamin kenyamanan layanan komunikasi seperti Nelpon, SMS dan akses internet pelanggan terlayanani dengan baik. Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan produk dan layanan menarik di berbagai booth yang ada di zona festival Asian Games 2018 di GBK. Disini pelanggan juga dapat menukarkan POIN Telkomsel dengan berbagai merchandise menarik.

“Hadirnya jaringan prima Telkomsel di Asian Games 2018 ini direspon positif dengan tingginya animo masyarakat dalam menggunakan layanan Telkomsel. Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pengunjung di gelaran Asian Games 2018 yang telah menggunakan jaringan Telkomsel. Kedepannya Kami berkomitmen akan selalu mengahdirkan layanan terbaik di setiap event-event, seperti Asian Games 2018 ini.” Ungkap Ririn. (Icha)

 

XL Axiata Kenalkan Beragam Solusi Bisnis Berbasis IoT

0

Telko.id – Pebisnis tidak bisa ‘wait and see’ untuk mengadopsi Internet of Things atau IoT, 2018 ini sudah waktu nya untuk memulai mengaplikasikan dalam bisnis. Apalagi dalam menghadapi era industri 4.0, teknologi ini sangat dibutuhkan. Namun, XL Axiata menyadari bahwa tidak semua pebisnis dengan mudah masuk ke IoT ini.

Terlebih, permintaan atas layana solusi bisnis berbasis IoT ini juga meningkat. Itu sebabnya, XL Axiata menghadirkan layanan solusi IoT yang terbaru dan lengkap. Mempermudah para pebisnis mengaplikasikan IoT untuk bisnisnya.

Yang disediakan oleh XL mulai dari IoT Platform sampai solusi siap pakai misalnya “Fleet Management Services”, “Hajj Tracker”, dan juga beberapa solusi untuk agrikultur, manajemen bangunan, dan sebagainya.

“IoT merupakan salah satu pilar penting bagi pelaku bisnis di Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0. Kami hadir untuk membantu memberikan solusi bagi para pelaku bisnis dan dunia usaha untuk mendukung ‘Connecting things, connecting economy’,” ujar Kirill Mankovski, Chief Enterprise & SME Officer untuk XL Business Solutions XL Axiata.

XL pun percaya bahwa layanan IoT akan memiliki banyak manfaat ke depan. “Kami siap untuk menyediakan solusi-solusi bisnis berbasis IoT secara menyeluruh sehingga dapat mendukung terwujudnya kesiapan para pelaku bisnis di Indonesia dalam menyambut kehadiran revolusi industri 4.0. Inilah visi XL IoT,” ujar Kirill menambahkan.

Kirill juga  menyakinkan bahwa XL IoT kini telah siap secara teknis untuk penyediaan konektivitas Low Power Wide Area (LPWA) terbaik di Indonesia. Hal tersebut dipamerkan XL dalam ajang Asia IoT Business Platform (AIBP) di Jakarta, 28-29 Agustus 2018, di mana XL Axiata sudah memiliki beberapa solusi berbasis IoT, yakni “Fleetech”, “FlexIOT” dan XL Hajj.

Fleetech adalah solusi untuk mengontrol kendaraan milik perusahaan yang tersebar di berbagai lokasi. Solusi ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan kemampuan melaporkan lokasi secara realtime, bahkan kemampuan memantau suhu kargo. Selain itu, perilaku pengemudi, konsumsi BBM, hingga analisa tingkat utilitas armada bisa dikontrol sehingga meningkatkan efisiensi.

Sementara itu “FlexIOT” adalah platform untuk menghubungkan perangkat IoT ke internet, dari mana saja dan kapan saja. Saat ini, solusi ini digratiskan bagi para developer IoT di Indonesia untuk menstimulasi perkembangan ekosistem IoT di Indonesia. XL Hajj adalah solusiuntuk memantau lokasi para pengguna layanan ini ketika menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Selain untuk melacak posisi, solusi ini juga dilengkapi dengan panic button untuk melakukan panggilan ke tanah air dalam kondisi darurat.

AIBP sendiri adalah ajang untuk mempertemukan lembaga-lembaga pemerintahan, perusahaan, dan penyedia solusi IoT berkelas international, untuk memahami bagaimana IoT diimplementasikan dalam bisnis untuk meningkatkan efisiensi perusahan. Event ini berfokus pada tema “Digitalisasi Perusahaan-Perusahaan Lokal di Indonesia”. Peserta ajang ini berasal dari pemerintahan dan perusahaan penyedia layanan IoT dari berbagai negara. Selain itu juga hadir pelaku usaha yang tertarik memanfaatkan solusi berbasis IoT. (Icha)