spot_img
Latest Phone

Garmin Dorong Gaya Hidup Aktif di Hari Olahraga Nasional 2025

Telko.id - Garmin mendorong masyarakat Indonesia untuk menjalani gaya...

Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone

Telko.id - Elon Musk melalui perusahaan xAI dan xAI...

iPhone Lipat Apple Akan Gunakan Touch ID, Bukan Face ID

Telko.id - Apple dikabarkan akan menggunakan teknologi Touch ID,...

Apple Gagal Wujudkan iPhone Lipat Tanpa Lipatan, Rilis 2026?

Telko.id - Apple dikabarkan gagal mewujudkan iPhone lipat dengan...

Google Pixel Watch 4, Dukung Koneksi Satelit dan Baterai Lebih Besar

Telko.id - Google secara resmi meluncurkan Pixel Watch 4...
Beranda blog Halaman 1432

Jadi Korban Penipuan via Telepon, Dosen di Cina ‘Tekor’ Miliaran Rupiah

0

Telko.id – Kejahatan di sektor telekomunikasi atau lebih populer dengan istilah fraud telekomunikasi, sepertinya kian menjadi-jadi saja di Cina. Jika beberapa waktu lalu seorang mahasiswa meregang nyawa lantaran mengalami serangan jantung, setelah sebelumnya menjadi korban penipuan via telepon, kali ini giliran seorang dosen yang menjadi korban.

Ya, seorang profesor di sebuah Universitas di Cina – Tsinghua University – harus rela kehilangan uang sebesar 17.6 juta yuan atau setara Rp34 miliar gara-gara penipuan telekomunikasi.

Fraud

Menurut laporan, penipu berpura-pura menjadi karyawan departemen kepolisian, pengadilan dan penyedia layanan kabel dalam negeri, sebelum akhirnya bisa menipu korban.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada 29 Agustus lalu, sekitar pukul 23:25 waktu setempat, lapor people.cn, Rabu (31/8). Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Penipuan ini sendiri terjadi di daerah perumahan Lanqiying di distrik Haidian, Beijing. Seorang warga setengah baya di area tersebut, yang mengidentifikasikan dirinya sebagai kepala keamanan publik mengatakan bahwa korban mengajar di Universitas Tsinghua dan tinggal di Gedung 8 kompleks. Beberapa poster terpampang di sekitar area ini, meminta masyarakat untuk “waspada terhadap penipuan telekomunikasi.”

Menurut warga, polisi ‘memajang’ pemberitahuan itu di pagi hari pada tanggal 30 Agustus, atau sehari setelah kejadian.

Penipuan di sektor telekomunikasi tak bisa dipungkiri telah menjadi momok yang menakutkan di Cina. Tak heran, jika berbagai upaya pun dilakukan guna meredam kejahatan ini. Universitas-universitas di seluruh Provinsi Jiangsu bahkan meminta mahasiswanya untuk lulus tes yang berkaitan dengan cara menghindari penipuan. Langkah ini diambil menyusul tewasnya dua remaja, yang konon memang menjadi target dari panipuan telekomunikasi ini.

Para ahli dan netizen menyalahkan kebijakan pemerintah yang mengharuskan pendaftaran dengan menggunakan nama asli, yang dinilai malah meningkatkan kasus penipuan.

MVNO FreedomPop Dapat Suntikan Dana US$50 Juta dari L1

0

Telko.id – Hanya beberapa bulan setelah mendapatkan pembiayaan putaran pertama, sebuah MVNO asal Amerika, FreedomPop, kembali mendapat suntikan dana dari perusahaan milik miliarder Rusia, LetterOne (L1).

Investasi ini sendiri pertama kali dilaporkan pada bulan Januari lalu, namun Komite Investasi Asing di Amerika Serikat baru benar-benar memberi lampu hijau sekarang.

Menurut laporan Telecoms, Rabu (31/8), FreedomPop telah menerima investasi sebesar US$ 50 juta dari LetterOne, menyusul rencananya untuk masuk ke delapan pasar lagi hingga akhir tahun depan.

FreedomPop memperluas bisnisnya dari Amerika Serikat ke Inggris (di jaringan Three Inggris) tahun lalu, dan di Spanyol pada bulan April. Perusahaan mengatakan akan menggunakan dana ini untuk membuka layanan di pasar Asia, Eropa dan Amerika Latin.

FreedomPop, yang membeli keseluruhan kapasitas dari operator dan menawarkan kontrak gratis kepada pelanggan yang mendaftar ke layanannya diluncurkan pada tahun 2012.

Menurut sang CEO, Stephen Stokols, FreedomPop saat ini telah memiliki lebih dari 100.000 pelanggan di Inggris.

“Kemitraan ini menggambarkan nilai dan dampak yang bisa didapatkan L1, terutama dibandingkan ekuitas swasta tradisional dan investor modal ventura tahap lanjut,” kata Stokols.

Ia menjelaskan, L1 tidak hanya mampu membawa modal yang signifikan, tetapi juga memberikan kemitraan strategis yang berharga dan accretive untuk perusahaan pelopor digital di seluruh dunia. “Keahlian L1 akan digunakan untuk mempercepat ekspansi internasional kami,” imbuhnya.

L1 sendiri memiliki portofolio investasi yang cukup panjang di sektor teknologi, termasuk investasi sebesar US$200 juta yang baru-baru ini digelontorkan ke Uber. Selain itu, perusahaan juga memiliki investasi di beberapa perusahaan telekomunikasi lainnya, termasuk Turkcell dan VimpelCom.

Hari Dianggap Kurang Menguntungkan, Lelang Spektrum di India Mundur

0

Telko.id – Setelah sempat dikabarkan akan melangsungkan lelang spektrum pada 29 September mendatang, India akhirnya menunda proses tersebut hingga awal Oktober. Keputusan ini diambil demi memberikan lebih banyak waktu pada perusahaan telekomunikasi antara pendaftaran dan awal lelang yang tepat.

Sebuah revisi pemberitahuan terkait undangan untuk mendaftar dikeluarkan oleh Departemen Telekomunikasi (DoT) Senin lalu, dengan mencantumkan tanggal 1 Oktober sebagai hari yang dimaksud. Sebelumnya, waktu yang ditetapkan adalah 29 September.

Dokumen yang dibagikan oleh DoT mengungkapkan bahwa calon peserta lelang telah meminta jarak yang lebih banyak antara lelang uji coba – yang akan diselenggarakan pada 26 dan 27 September – dan lelang sesungguhnya dalam upaya mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan proses lelang.

Selain itu, menurut berbagai laporan pers lokal, operator juga meminta lelang ditunda lantaran 29 September jatuh pada periode ‘Shradh’, yang merupakan saat di mana umat Hindu memberi penghormatan kepada nenek moyangnya. Periode ini dianggap sebagai waktu yang kurang menguntungkan untuk memulai sesuatu atau pekerjaan baru.

Sekedar informasi, dalam lelang yang akan berlangsung pada Oktober nanti, operator di India akan ‘memperebutkan’ 2.200 MHz frekuensi di pita 700 MHz, 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz dan 2,5 GHz. Lisensi akan berlaku selama 20 tahun, sementara kewajiban peluncuran bervariasi di masing-masing band, lapor Totaltelecom, Rabu (31/8).

Lewat lelang ini, Pemerintah menetapkan setidaknya bisa memperoleh INR5,44 triliun atau sekitar € 71 miliar. Namun, diragukan apakah target tersebut bisa dicapai, mengingat beberapa nama dikabarkan tidak akan ikut serta dalam lelang.

Ericsson Klaim Jadi yang Pertama Hadirkan Radio 5G

0

Telko.id – Ericsson tak mau ketinggalan di tengah banyaknya klaim yang berkembang terkait 5G. Baru-baru ini, perusahaan asal Swedia itu mengatakan telah menjadi yang pertama untuk mengkomersialkan New Radio (NR) 5G untuk Massive MIMO, dengan penyebaran pertama terjadi di tahun 2017.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Fiercewireless, Rabu (31/8), perusahaan juga telah lebih dulu mengumumkan 5G Plug-Ins (bulan Juni) untuk mengatasi beragam kasus penggunaan 5G. Di sini, Ericsson bekerja sama dengan lebih dari 20 operator seluler di seluruh dunia.

“Peluncuran ini cukup komprehensif dan mencakup total 12 produk,” kata Joakim Sorelius, Kepala Arsitektur 5G di Ericsson.

Ia menjelaskan, NR 5G Ericsson yang pertama ini diberi nama AIR 6468, dan mendukung beamforming berkinerja tinggi dalam radio, serta Massive MIMO dan Multi-User MIMO 5G Plug-ins.

AIR 6468 menggabungkan antena canggih dengan beberapa port yang dapat dikendalikan untuk memungkinkan beamforming. Kemampuannya dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus meningkatkan kapasitas dan cakupan serta mengurangi interferensi.

Eksklusif untuk Ericsson adalah pembagian tenaga secara instan, seperti yang terlihat dalam wideband Radio 2242, yang memungkinkan tenaga secara langsung dibagi antara operator, standar dan band, mengoptimalkan sumber daya radio. Cloud RAN juga dibahas dalam arsitektur jaringan 5G Ericsson, dan Baseband C608 memberikan switching kinerja tinggi dalam penyebaran RAN Elastis.

5G didorong oleh kasus penggunaan, termasuk mobil tanpa pengemudi atau self-driving car dan Internet of Things (IOT), tetapi standar masih dalam penyelesaian. Ericsson bekerja sama dengan 3GPP, di mana standar sedang digodok, dan telah terlibat dalam beberapa uji coba lapangan 5G sejauh ini, sehingga tidak menutup kemungkinan memiliki ide yang baik terkait standar tertinggi yang bisa dimiliki, kata Sorelius.

Operator AS Berlomba Hadirkan LTE-A

0

Telko.id – Sebagai ‘the big four’ operator di Amerika Serikat, Verizon Wireless, AT & T Mobility, T-Mobile AS dan Sprint – upaya untuk saling mengalahkan satu sama lain dengan rencana promosi dan iklan di TV, serta kemajuandalam hal teknologi. Verizon Wireless melakukan sebuah pergerakan dengan mengumumkan kenaikan throughput data di 461 pasar berkat agregasi operator.

Namun, Verizon Wireless tidak sendirian dalam penggunaan carrier aggregation, yang pada dasarnya menggabungkan band spektrum untuk menyediakan saluran yang lebih luas. Sebab, teknologi ini merupakan fitur kunci dari 3GPP Rilis 10, yang menjadi syarat teknis untuk LTE-Advanced, seperti dilansir dari RCR Wirelles (31/8).

Tidak mau ketinggalan, saingan mereka yakni Sprint mengatakan sedang melakukan pengujian untuk agregasi di tiga saluran di Chicago dengan perangkat dan peralatan dari mitra mereka, Samsung.

Perusahaan mengatakan, mereka telah mengerahkan kemampuan 3CCA di 500 situs sel di Chicago, dengan masing-masing situs yang mendukung tiga saluran 20-megahertz spektrum dari portofolio spektrum besar 2,5 GHz  Sprint. 60-megahertz total spektrum dialokasikan untuk memberikan kecepatan download lebih dari 230 megabit per detik menggunakan perangkat Samsung komersial seperti Galaxy Note 7, Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge.

Pesaing berikutnya, T-Mobile AS juga menguji 3CCA berdasarkan pengguna Reddit yang cerdik yang berbasis di Dallas. Per sebuah screenshot yang menyertainya, perangkat pengguna terhubung ke spektrum T-Mobile AS di 1900 MHz, 2100 MHz dan 700 MHz.

AT & T Mobility, operator yang terkait berita agregasi terbesar kembali pada tahun 2014, ketika sebuah exec jaringan kepada GigaOm operator agregasi adalah “hidup di beberapa pasar,” tapi hanya diidentifikasi Chicago.

Menurut GSA, pada awal 2015, ada 107 operator LTE global yang “telah meluncurkan” atau “menggelar” atau uji coba teknologi LTE-Advanced. Ini termasuk 49 operator yang telah meluncurkan secara komersial carrier agregasi LTE-Advanced di 31 negara.

Ini Alasan RDP Interkoneksi Ditunda

0

Telko.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai perubahan tarif interkoneksi yang harusnya dilakukan pada Selasa, 30 Agustus 2016, antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI), urung dilaksanakan.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Noor Iza, pembatalan RDP tanpa didampingi oleh alasan yang jelas. Noor hanya mengatakan bahwa pembatalan tersebut dinyatakan sepihak oleh DPR.

“RDP Menkominfo dengan DPR-RI yang seharusnya pukul 13.00 WIB ditiadakan oleh DPR-RI dan belum ada pemberitahuan rencana kapan pertemuannya (lagi),” ujar Noor melalui pesan singkatnya.

Sekadar informasi, RDP kali ini merupakan lanjutan dari yang sebelumnya, usai memanggil Rudiantara dan dipanggilnya para operator oleh Komisi I pada pekan lalu. Hal ini dilakukan guna mencarikan solusi jalan tengah sebelum Rudiantara menerbitkan aturannya pada 1 September 2016 yang hanya berselang satu hari lagi.

Lantas, apa alasan pembatalan tersebut? Anggota Komisi I dari Fraksi PAN Budi Youyastri, menuturkan jikalau pembatalan tersebut karena rapat yang semula harus diundur setengah jam kemudian.

“Karena jadwal paripurna diundurkan jadi pukul 13.30 WIB, maka jadwal (RDP dengan Menkominfo) dibatalkan hari ini,”

Sementara itu, pada Selasa kemarin, sejak pagi terlihat banyak sekali demonstran yang telah memadati gerbang gedung DPR/MPR RI. Mereka membawa spanduk yang meminta Presiden Jokowi untuk mengurungkan penurunan tarif interkoneksi karena berpotensi merugikan negara.

Belum diketahui kapan akan dilaksanakan RDP penggantinya. Sebab, hanya tinggal menyisahkan waktu kurang dari 1 minggu sebelum Rudiantara menerbitkan aturan biaya interkoneksi tersebut pada 1 September 2016.

Terkait hal tersebut, Rudiantara juga pernah berkata jika atura perubahan tarif interkoneksi yang dilakukan tiga tahun sekali, telah molor dari yang harus dikeluarkan pada tahun lalu.

“Pembahasan intekoneksi ini seharusnya sudah dilakukan tahun 2014. Kami baru lakukan di tahun 2015 dan sudah satu tahun setengah. Kami harus mengejar ketertinggalan tersebut agar masyarakat dapat merasakan tarif terjangkau,” tutur Rudiantara waktu itu kepada Komisi I.

Peran Transformasi Digital Bagi Pelayanan Kesehatan

0

Telko.id – Blog Telkomtelsra baru-baru inu memposting sebuah ulasan menarik perihal digital transformation yang mempermudah pelayanan rumah sakit terkait dengan informasi yang disebarkan secara digital.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan oers ya g diterima oleh tim Telko.id (30/8), Saat ini teknologi digital sudah banyak mengubah kehidupan, dan salah satu manfaat yang dihadirkannya adalah akses informasi secara realtime.

Industri layanan kesehatan adalah salah satu di antara berbagai industri yang memanfaatkan analisa data secara realtime, misalnya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di saat-saat penting dalam hidup mereka.

Sementara itu, Masyarakat dewasa ini telah terbiasa dengan arus informasi yang cepat dari media sosial, dan mereka terus mengikuti perkembangan teknologi digital. Hal ini membuat institusi layanan kesehatan perlu berpikir jauh ke depan untuk bisa terus memenuhi harapan konsumen yang semakin tinggi.

Ketersediaan informasi secara realtime ini telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan secara umum, juga mengenai asuransi kesehatan dan layanan kesehatan, terutama saat ini ketika pemerintah secara aktif melaksanakan program jaminan kesehatan nasional (BPJS Kesehatan).

Peran teknologi digital membantu para penyelenggara layanan kesehatan dengan menyediakan alat yang tepat untuk memenuhi permintaan pasar dan membantu mereka mengembangkan layanan-layanan yang inovatif. Hasilnya, industri kesehatan di Indonesia telah berkembang pesat, dan berbagai rumah sakit bermunculan untuk mengakomodasi populasi warga yang meningkat.

Selain itu, teknologi digital juga berperan dalam membantu sinkronisasi data pasien dalam berbagai layanan asuransi rumah sakit, atau menyediakan akses ke catatan medis pasien kepada para praktisi kesehatan, untuk menentukan ruang lingkup layanan perlu mereka sediakan. Hal ini memastikan agar dokter dapat menggunakan informasi secara real-time untuk memberikan rekomendasi yang tepat bagi pasien.

Catatan medis yang tersedia dan terdokumentasi dengan jelas bermanfaat untuk pasien yang perlu dirujuk atau dipindahkan ke rumah sakit lain. Dengan memiliki data pasien yang dapat diakses secara online, selama ada koneksi internet rumah sakit dapat mengakses data ini dari berbagai lokasi. Dengan menyimpan data di Cloud dan dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang bukan hanya menjamin kualitas layanan konsumen, tapi juga mengurangi tindakan-tindakan yang tidak perlu, sehingga meningkatkan efisiensi bagi profesi medis secara keseluruhan.

Lebih lanjut, perangkat kesehatan saat ini sudah siap untuk mendukung teknologi digital, terutama dalam proses pasien rawat jalan, di mana data tertentu seperti berat badan, suhu tubuh, pemantauan detak jantung, dan hasil radiograf dapat disampaikan secara real-time dengan konsep Internet of Things (IoT) yang menghubungkan perangkat-perangkat dengan Cloud.

Well, sejatinya masih banyak lagi peran dari teknologi untuk mengembangkan dunia kedokteran. Bukan hanya itu saja, teknologi juga berperan dalam kemajuan di segala bidang dan meningkatkan aspek kehidupan masyarakat.

ZTE Ungkap Strategi Baru untuk Hadapi Transformasi Ekonomi Global

0

Telko.id – ZTE Corporation mengumumkan white paper tentang visi dan strategi M-ICT 2.0 yang akan menjadi panduan arah perusahaan untuk lima tahun ke depan.

Diungkapkan perusahaan, M-ICT 2.0 akan fokus pada peluang-peluang kunci meliputi inovasi bisnis, rekonfigurasi model bisnis, dan peningkatan modal. Integrasi holistik tiga faktor kunci ini akan mendorong perubahan industri yang besar-besaran dan memacu perkembangan yang signifikan bagi perekonomian digital masa depan.

Strategi M-ICT 2.0 dari ZTE dirancang untuk membantu para pelaku bisnis menangkap berbagai peluang dalam perekonomian yang ditandai dengan kebangkitan ekonomi berbagi dan penggunaan jaringan peer-to-peer yang makin meluas, serta bergantung pada berbagai jenis platform dan layanan cloud computing.

M-ICT 2.0 didasari oleh lima tren kunci yang diyakini ZTE akan memainkan peran penting dalam transformasi ekonomi global yang sedang berlangsung, yakni ekonomi yang terbuka, saling berbagi dan digital.

Tren-tren ini di antaranya meliputi Virtuality, berupa integrasi antara dunia fisik dan dunia virtual dengan pengalaman nyata yang dihadirkan melalui Big Video, VR dan AR; Openness, berupa transisi dari model bisnis tradisional berbasis kompetisi menuju kolaborasi yang erat dengan basis keterbukaan; Intelligence, yang menjadikan segala hal memiliki kecerdasan, yang meningkatkan interaksi dan menumbuhkan kecerdasan pada level yang beragam; Cloudification, platform cloud yang menjadi dasar untuk menjalankan ekonomi digital; dan Internet of Everything, dimana segala sesuatunya saling berkolaborasi.

Tren-tren teknologi tersebut, yang dirumuskan dalam singkatan VOICE, diakui ZTE akan mendorong kolaborasi inovatif dan kemajuan serempak di berbagai bidang.

“Dipandu oleh strategi dan solusi yang terkandung dalam M-ICT 2.0, ZTE akan mendorong perkembangan pesat, berkelanjutan dari industri ICT global,” kata Dr Zhao Xianming, CEO dari ZTE.

Ia menambahkan, ZTE juga akan berani mencoba model bisnis yang baru, serta menyempurnakan praktik yang ada untuk menangkap peluang-peluang pasar yang besar dengan memanfaatkan teknologi ini.

 

Demi Efisiensi, Telstra Gunakan Drone untuk Pantau BTS

0

Telko.id – Operator Australia, Telstra telah mengungkapkan rencananya untuk menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk meningkatkan ketahanan dan kesiapan jaringannya dalam menghadapi bencana alam selama musim badai tropis yang akan datang di Queensland.

Operator ini akan menggunakan drone sebagai “matanya di langit” untuk membantu teknisi memeriksa BTS lokal menyusul badai atau topan, memeriksa kerusakan sebelum teknisi turun ke lokasi untuk perbaikan.

Menurut Telstra, seperti dilaporkan TelecomAsia, (30/8), ini akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan menyusul pemadaman akibat bencana alam.

Drone dari 3D Robotics dilengkapi dengan kamera canggih dan mampu terbang hingga ketinggian 120 meter dan akan digunakan untuk mencari kerusakan aset jaringan.

Sebelumnya, Telstra juga telah menggunakan drone untuk memeriksa kerusakan infrastruktur seluler menyusul kebakaran hutan di negara bagian lain di akhir 2015.

“Dengan lebih dari 8.500 situs jaringan mobile di seluruh Australia, memberikan cakupan yang mencapai 2,4 juta kilometer persegi, jaringan seluler kami adalah yang terbesar di negeri ini,” kata Managing Director Telstra untuk jaringan, Mike Wright.

Ia menjelaskan, pemeliharaan jaringan perusahaan adalah kunci untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan terbaik yang tersedia dan menggunakan drone untuk merevolusi cara kita memeriksa BTS.

Verizon Amerika Luncurkan 4G LTE Advanced di 461 Kota

0

Telko.id – Untuk menyiasati kesenjangan teknologi dari 4G ke 5G, kini banyak operator yang menggunakan teknologi 4G LTE Advanced agar tetap memberikan layanan data pada pelanggannya. Termasuk juga Verizon yang melakukan langkah ini untuk melayani masyarakat Amerika (29/08).

Verizon telah meluncurkan LTE Advanced teknologi yang akan memberikan kecepatan 50% lebih cepat dibandingkan dengan LTE biasa. Setidaknya, Verizon dapat melayani 288 juta orang di 461 kota. Coverage dari Verizon LTE Advanced ini akan melayani kota-kota besar dan mencakup banyak tempat yang kurang terlayani, seperti jalan raya, Interstate, jalan negara dan pedesaan di Amerika. Dengan demikian, untuk mendapatkan koneksi dengan kecepatan tinggi tidak lagi perlu berada di satu tempat. Dalam perjalanan pun dapat memperoleh koneksi data berkecepatan tinggi dengan menggunakan smartphone. Baik saat bekerja, saat berlibut, atau dalam perjalanan.

“Pelanggan kami dapat layanan berkecepatan tinggi tanpa biaya tambahan,” kata Tami Erwin, Head of Operations Verizon Wireless Unit.

Bagaimana Verizon LTE Advanced Bekerja?

Verizon LTE Advanced menggunakan software untuk menggabungkan dua atau tiga saluran bandwidth menjadi satu saluran yang lebih besar untuk mengirim sesi data melalui rute yang paling efisien. Teknologi ini disebut carrier aggregation dan mengkombinasikan frekuensi 700 MHz, AWS, dan PCS spectrum.

“Verizon LTE Advanced ini akan memberikan koneksi data saat Anda bergerak dengan lebih cepat melalui jaringan kami,” kata Nicki Palmer, Chief Engineer Wireless Network Verizon menjelaskan.

“Bayangkan sebuah jalan dengan beberapa jalur, lalu Anda sudah memilih jalur yang akan dilewati, Itulah yang menggambarkan jaringan 4G LTE Advanced kami. Langkah ini merupakan lanjutan dari metafora yang dilakukan oleh Verizon. Di mana dengan LTE Advanced akan memungkinkan kami untuk mengubah jalur efisien dan sempurna serta menyeimbangkan arus lalu lintas data yang terjadi. Artinya, transmisi data juga dapat lebih cepat.”

LTE Advanced saat ini menggunakan kombinasi dua dan tiga carrier aggregation. Hal ini yang membuat para pelanggan Verizon dapat menikmati kecepatan download antara 5 – 12 Mbps, tapi dua-channel carrier aggregation dapat menunjukkan kecepatan download tertinggi hingga 225 Mbps, jauh melebihi kecepatan saat ini yang dilayani oleh jaringan yang ada di negara ini.

Dengan dua channel carrier aggregation saja sudah memberikan kecepatan yang lebih baik. Apalagi yang tiga channel carrier aggregation. Selain lebih cepat, bagi operator yang mengadopsi layanan ini juga memberikan efisiensi dari sisi penggunaan frekuensi.

sedang dialami oleh jaringan data nirkabel nasional. Sementara kecepatan pembawa agregasi dua-channel memberikan lompatan ke depan, tiga saluran pembawa agregasi memberikan efisiensi yang lebih besar. Verizon insinyur mengerahkan operator agregasi tiga saluran telah mengalami kecepatan lebih dari 300 Mbps. Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh para engineers di Verizon, dengan menggunakan 3 channel carrier aggregation jauh lebih baik, bahkan dapat mencapai 300 Mbps.

Sebagai informasi, Verizon pada tahun 2003, merupakan operator pertama yang meluncurkan 3G dan mampu melayani diseluruh negara Amerika pada 2005. Pada tahun 2010, pelanggan Verizon di seluruh Amerika sudah dilayani teknologi mobile terbarukan yakni 4G LTE.

“Dengan Verizon LTE Advanced, kita membawa pelanggan ke teknologi generasi berikutnya dan dapat dinikmati oleh pelanggan di seluruh Amerika. “Setidaknya, kami sudah melayani di 461 kota dan saat ini sedang melanjutkan untuk menggelar teknologi 3 channel carrier aggregation. (Icha)