spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 14

Selular Award 2026: Dukung 5G & AI, 40 Penghargaan Dibagikan

Telko.id – Ajang Selular Award ke-23 tahun 2026 resmi digelar di Jakarta, Senin (8/6/2026). Mengusung tema “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”, acara ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga forum diskusi strategis lintas industri.

Sebanyak 40 penghargaan diberikan kepada para pelaku industri telekomunikasi, teknologi, hingga keuangan yang dinilai berkontribusi besar dalam transformasi digital di Indonesia.

CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan tokoh yang telah berperan besar dalam mendorong digitalisasi.

“Kami akan memberikan penghargaan kepada para pelaku industri yang telah berperan besar melakukan transformasi digital di Indonesia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Diskusi panel yang digelar sebelum puncak acara menghadirkan empat narasumber utama. Mereka adalah Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi; Alvin Iskandar Aslam, Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART; Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia; serta Adrian Lesmono, Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia.

Keempatnya sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat adopsi 5G dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Denny Setiawan menyampaikan bahwa pemerintah fokus menjadikan Indonesia sebagai Digital Hub Asia-Pasifik dan peringkat pertama di ASEAN dalam penerapan AI. “Tentu hal tersebut harus diperkuat dengan jaringan internet termasuk jaringan 5G,” ungkapnya.

Pernyataan ini dikuatkan oleh Adrian Lesmono yang menyebut 5G sebagai kendaraan bagi AI. “Penerapan AI sekarang makin masif dan AI ini butuh kendaraan bernama 5G termasuk di daerah 3T,” jelasnya.

Kolaborasi Lintas Industri

Alvin Iskandar Aslam dari XLSMART menekankan pentingnya kolaborasi meskipun perusahaannya tergolong baru.

“Biasanya usia setahun itu masih bayi dan sedang lucu-lucunya, tetapi kami tetap ingin langsung berlari untuk menggeber jaringan 5G,” katanya.

Sementara itu, Ronni Nurmal dari Ericsson Indonesia menambahkan bahwa AI dan 5G bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. “AI dan 5G ini kewajiban karena dapat meningkatkan produksi hingga mempersingkat distribusi. Selain itu, dengan semakin banyaknya ekosistem digital maka Indonesia makin kuat untuk menjaga kedaulatannya,” ungkapnya.

Komitmen para pemain industri ini sejalan dengan upaya pemerintah dan regulator untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital. Dalam Smartfren dan Cisco sebelumnya, kolaborasi serupa juga menjadi sorotan untuk mempercepat ekspansi menuju 5G.

Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara operator, vendor, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif.

CEO of The Year

Salah satu momen paling dinanti dalam Selular Award 2026 adalah pengumuman penghargaan CEO of The Year. Penghargaan bergengsi ini jatuh kepada Budiarto Halim, Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk. Uday Rayana memuji pencapaian Erajaya di bawah kepemimpinan Budiarto Halim.

“Di bawah kepemimpinan Budiarto Halim, Erajaya berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 76 triliun rupiah pada akhir 2025. Angka ini menunjukkan bagaimana bisnis yang dulu dimulai dari toko kecil, kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan besar di industri ritel Indonesia,” ujarnya.

Budiarto Halim menyambut penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur. “Penghargaan ini tidak hanya untuk saya, tetapi juga tim Erajaya Group yang mengubah toko ponsel kecil dan kini memiliki ribuan toko ritel di berbagai daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Selular Media Network atas penghargaan ini dan setelah dengan penghargaan ini maka saya pribadi harus semakin membuat Erajaya melangkah lebih maju lagi.”

Selain CEO of The Year, Selular Award 2026 juga memberikan penghargaan special award kepada sejumlah perusahaan dan tokoh. Di antaranya, Best Company Performance untuk PT Erajaya Swasembada Tbk, Telecom Company of the Year untuk Telkom, dan Most Popular CSR Academy untuk AI Merdeka.

Daftar Pemenang

Berikut adalah daftar pemenang Selular Award edisi ke-23 untuk tahun 2026:

Kategori Laptop & Wearable Device

  • Best Gaming Laptop: ROG Zephyrus G14 (GA403GM)
  • Best Value Smartwatch: Infinix GT Watch 5 Pro
  • Best AI Laptop: Axioo Hype AI 5
  • Best Student Laptop: ASUS Vivobook Go 14 (E1404)
  • Best Smart Parenting Tablet: HONOR Pad X8b
  • Best Smart Glasses: Infinix AI Glasses
  • Best Ultrathin AI Laptop: ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA)

Kategori Telco and Digital Technology

  • Best AI Technology Fixed Wireless Access: ZTE
  • Best Digital Solution for Enterprise Business: Telkom
  • Best Digital Breakthrough & Innovation: Ericsson
  • Best AI Network Ecosystem: ZTE
  • Best AI Radio Access Network: Ericsson
  • Best ICT Solution Provider: Lintasarta
  • Best Native AI Baseband: ZTE

Kategori Smartphone

  • Best Ultra Thin AI Phone: Samsung Galaxy A57 5G
  • Best Flagship Gaming Smartphone: RedMagic 11 Pro
  • Best Design Smartphone: Infinix Note 60 Ultra
  • Best Flagship Smartphone: Samsung Galaxy S26 Ultra
  • Smartphone of the Year 2025 – Midrange Category: Sharp AQUOS sense10
  • Best Competition Gaming Device: Infinix GT 50 Pro
  • Best Gaming Smartphone: nubia Neo 5 Series
  • Most Valuable Smartphone: Infinix HOT 70
  • Best Camera Smartphone: Samsung Galaxy S26 Ultra

Kategori Financial Solution, Retail and Education

  • Best Digital Wallet Application: ShopeePay
  • Best Edutech App with AI: Kelas Pintar
  • Micro & Agent Excellence: Bank Mandiri
  • Best Paylater Service: SPayLater
  • Best Modern Retail Electronics: Erablue

Kategori Home Appliances and Solution

  • Best Smart Water Heater: MODENA Water Heater
  • Best Innovation in Small Appliances: NIKO
  • Best Electric Stove: MODENA
  • Best Glass Stove: NIKO

Kategori Operator Selular

  • Best 5G Speed Networks: XLSMART
  • Best 5G Infrastructure: Indosat Ooredoo Hutchison
  • Best Digital Telco Operator: Telkomsel

Kategori Media Sosial

  • Most Active Brand on Social Media for Smartphone: Samsung
  • Most Active Brand on Social Media for Fix Broadband: IndiHome
  • Most Engaging Brand on Social Media: Erajaya
  • Most Engaging Content on Tiktok for Home Appliances: MODENA
  • Most Active Telco CEO on Social Media: Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison
  • Most Engaging Brand on Social Media for Service Center: Axioo
  • Most Active Brand on Social Media for Best Corporate Sustainability Initiative: Telkom
  • Most Active Brand on Social Media for Best Desain Living Innovation: LG

Kategori Special Award

  • Excellence in Performance: Davina Larissa Rolos – Country Marketing Manager ASUS Indonesia
  • Best Company Performance: PT Erajaya Swasembada Tbk
  • Most Popular CSR Academy: AI Merdeka
  • Telecom Company of the Year: Telkom
  • CEO OF The Year: Budiarto Halim – Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku industri untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Ke depannya, percepatan adopsi 5G dan AI akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan transformasi digital yang merata di seluruh Indonesia.

Spektrum 700 MHz Segera Rilis, Pemerintah Targetkan Sebelum HUT RI

Telko.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) memastikan proses seleksi pita spektrum 700 MHz dan 2600 MHz sudah berjalan.

Targetnya, spektrum ini bisa dinikmati masyarakat sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital KomDigi, Denny Setiawan, dalam sebuah diskusi.

“Kapan jadi 5G-nya dirilis? Sekarang kita sedang proses seleksi, Pak. 700 MHz. Mudah-mudahan sebelum Indonesia merdeka, 100 MHz bisa rilis,” ujar Denny.

Ia menambahkan bahwa dengan dirilisnya spektrum ini, implementasi jaringan 5G di Indonesia diharapkan bisa lebih optimal.

“Dan nanti 5G-nya 5G beneran. Ya, bukan 5G rasa 2G,” tegasnya, menyindir kualitas layanan yang belum maksimal selama ini.

Pernyataan ini disambut antusias oleh para pemangku kepentingan di industri telekomunikasi. Mereka menilai langkah pemerintah ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Kehadiran spektrum 700 MHz yang memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung yang baik, serta 2600 MHz yang menawarkan kapasitas besar, diyakini menjadi fondasi utama bagi ekosistem 5G yang masif.

Pendorong Ekonomi Digital dan Kedaulatan Teknologi

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menekankan bahwa 5G bukan sekadar tentang kecepatan internet. Lebih dari itu, teknologi ini merupakan infrastruktur kritis yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Kita lihat dari perkembangan dan potensi ekonomi digital. Semakin banyak sekarang aplikasi, semakin banyak use case, aktivitas yang dilakukan dengan membutuhkan connectivity sebagai condition utamanya,” jelas Ronni.

Ia mencontohkan negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, dan India yang telah menetapkan 5G sebagai prioritas nasional. Vietnam, misalnya, memiliki ambisi bahwa lebih dari 30% PDB mereka pada 2030 akan berasal dari ekonomi digital.

“Bayangkan potensi yang sangat besar untuk Indonesia, saya tahu hampir 300 billion US dollar, potensinya 2030 mungkin lebih kalau kita bisa masifkan lagi implementasi 5G,” tambahnya.

Ronni juga menyoroti pentingnya kedaulatan digital di tengah ketegangan geopolitik global. Menurutnya, Indonesia harus memiliki akses yang berimbang ke berbagai ekosistem teknologi.

“Jangan sampai kita cuma punya akses ke satu ekosistem digital. Kalau misalkan siapa tahu ada terjadi geopolitical issue, perang, ancaman, supply chain, security issue, nah itu akan membuat kita di posisi yang tidak bagus,” ujarnya. Diversifikasi penyedia solusi menjadi kunci untuk menjaga resiliensi konektivitas nasional.

XLSMART Targetkan 80 Kota 5G Blanket Coverage

Keyakinan akan masa depan 5G juga ditunjukkan oleh operator seluler XLSMART. Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART, Alvin Iskandar Aslam, mengungkapkan ambisi perusahaannya untuk menjadi pionir dalam implementasi 5G di Indonesia.

“Baru satu tahun satu bulan umur perusahaan kami, Pak. Jadi artinya kami ini lagi lucu-lucunya nih. Bayi yang baru lahir dan kami begitu lahir langsung pinginnya lari,” canda Alvin.

Alvin menegaskan bahwa 5G menjadi pembeda utama bagi XLSMART dalam melayani masyarakat. Perusahaan menargetkan untuk melakukan roll out jaringan 5G secara masif di 80 kota di Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang hanya bersifat titik-titik, XLSMART kini fokus pada kota-kota yang dinilai layak dan memiliki potensi adopsi 5G yang tinggi, baik untuk sektor konsumen maupun industri.

“Kami benar-benar lihat kota mana yang layak untuk dipakai sebagai bukan percontohan, dipakai sebagai, oh disini memang area 5G akan berkembang. Seperti tadi yang diceritakan Pak Ronni, bukan hanya pengguna dari kita-kita ini personal, industri ada disana. Dunia kesehatan bisa pakai disana,” jelas Alvin.

Langkah agresif ini sejalan dengan peluncuran Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama yang telah mereka lakukan bersama ZTE.

Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menambahkan bahwa kehadiran 5G juga akan mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pola lalu lintas data di era AI akan berbeda dengan era 4G.

“Karena kalau 4G lebih ke download, kalau AI bisa jadi beda traffic-nya,” ujarnya.

Kombinasi antara konektivitas 5G berkecepatan tinggi dan kemampuan komputasi AI diyakini akan melahirkan berbagai inovasi baru di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan kesehatan.

Meski optimisme tinggi, para pemangku kepentingan juga mengingatkan bahwa ekosistem 5G tidak hanya bergantung pada ketersediaan spektrum dan jaringan.

Faktor lain seperti harga perangkat yang terjangkau dan ketersediaan konten atau aplikasi yang relevan juga menjadi kunci.

“Tidak cukup 5G juga kita ekosistemnya tadi backbone-nya maupun juga, jangan lupa device-nya. Device-nya juga kalau bisa, tidak terlalu mahal,” pesan Denny Setiawan, mengingatkan bahwa kesuksesan 5G membutuhkan kerja sama seluruh rantai ekosistem. (Icha)

Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun Hasil RUPST 2025

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring pada Senin (8/6).

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk persetujuan pembagian dividen tunai senilai kurang lebih Rp21,9 triliun.

Dari total dividen yang dibagikan, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih yang diraih Perseroan sepanjang tahun 2025. Sementara itu, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan dari tahun sebelumnya.

Pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia per 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen ini mempertimbangkan berbagai aspek, terutama keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Content image for article: Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun Hasil RUPST 2025

Buyback Saham dan Perubahan Pengurus

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, baik secara bertahap atau sekaligus, dan harus rampung dalam periode dua belas bulan sejak disetujui, yaitu 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

RUPST juga merestui perubahan susunan pengurus Dewan Komisaris untuk memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam mengawal agenda transformasi.

Susunan Dewan Komisaris yang baru adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Angga Raka Prabowo, Komisaris Independen Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, Rofikoh Rokhim, serta Komisaris Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Jajaran Direksi yang disetujui meliputi Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance Andy Kelana.

Komitmen Akselerasi Transformasi

Sepanjang tahun 2025 hingga kuartal pertama 2026, Telkom menunjukkan progres signifikan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30. Fokus utama meliputi empat pilar.

Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.

Upaya ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan net income Rp17,81 triliun. Meski percepatan depresiasi berdampak pada kontraksi net income, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga fundamental bisnis tetap terjaga.

Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non-core. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada 2 Juni.

Di sisi Unlocking Value, Telkom memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia, dengan target penyelesaian kuartal ketiga.

Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom bertransisi ke model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi.

Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Dian.

Dalam perkembangannya, Telkom juga terus memperkuat fundamental bisnis melalui berbagai inisiatif strategis. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, kinerja FY25 yang resilien dan total shareholder return (TSR) mencapai 35,7% menjadi bukti ketangguhan perusahaan di tengah tekanan industri.

Selain itu, fokus pada eksekusi strategi TLKM 30 menjadi kunci utama dalam memperkuat fundamental bisnis ke depan.

Di sisi lain, industri telekomunikasi juga mencatat dinamika menarik. Misalnya, XLSMART yang menyetujui dividen tambahan senilai Rp2,89 triliun dalam RUPSLB mereka, menunjukkan tren positif di sektor ini. (Icha)

Acer Predator Atlas 8, Handheld Gaming Intel Arc Terbaru

Telko.id – Acer resmi memperkenalkan Predator Atlas 8, perangkat gaming handheld terbaru yang ditenagai prosesor Intel Arc G3 Extreme.

Perangkat ini diumumkan di ajang Computex 2026 di Taiwan, menandai langkah besar Acer dalam meramaikan persaingan pasar handheld gaming PC.

Predator Atlas 8 mengusung layar sentuh 8 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120Hz. Perangkat ini juga dibekali kartu grafis Intel Arc B390 yang mendukung ray tracing dan teknologi Intel XeSS 3 untuk penskalaan berbasis AI.

Dengan baterai berkapasitas 80 Wh, Acer mengklaim perangkat ini mampu memberikan sesi bermain lebih lama tanpa sering mengisi daya.

Jerry Kao, Chief Operating Officer Acer, mengatakan, “Dengan Predator Atlas 8, kami memadukan filosofi desain Predator dengan kekuatan prosesor Intel Arc G-Series terbaru untuk mengaburkan batas antara performa PC gaming dan perangkat genggam.”

Content image for article: Acer Luncurkan Predator Atlas 8, Handheld Gaming dengan Intel Arc Terbaru

Jim Johnson, Senior Vice President dan General Manager Client Computing Group di Intel, menambahkan, “Bersama prosesor Intel Arc G-Series dan Predator Atlas 8 dari Acer, kami menghadirkan gameplay yang mulus dan beresolusi tinggi dengan daya tahan baterai yang luar biasa.”

Performa dan Pendinginan Canggih

Di jantung Predator Atlas 8 tertanam prosesor Intel Arc G-Series yang dipadukan dengan kartu grafis Intel Arc B390. Dukungan ray tracing menghasilkan detail visual yang lebih kaya, sementara Intel XeSS 3 menggunakan peningkatan berbasis AI untuk mempertahankan frame rate tinggi selama beban kerja GPU berat.

Sistem pendingin Predator AeroBlade menjadi sorotan utama. Kipas logam presisi dengan 89 bilah setebal 0,1 mm menghasilkan peningkatan aliran udara hingga 10 persen.

Dipadukan dengan kipas plastik kedua dan teknologi Vortex Flow, sistem ini mampu menjaga suhu tetap terkendali saat gameplay meningkat.

Layar, Audio, dan Kontrol Premium

Layar sentuh 8 inci dengan resolusi FHD+ menawarkan refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan puncak 500 nits, dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR).

Layar ini dilindungi Corning Gorilla Glass Victus dengan DXC untuk mengurangi silau. Perangkat juga mendukung 10-titik multi-sentuh untuk interaksi responsif.

Dari sisi audio, Predator Atlas 8 dilengkapi dua speaker 2-Watt dengan DTS:X Ultra. Mikrofon ganda dengan Acer PurifiedVoice menyediakan pengurangan kebisingan berbantuan AI untuk komunikasi yang lebih jelas saat bermain game.

Tata letak kontrol dirancang ergonomis dengan stik analog ukuran penuh. Fitur trigger mode ganda memungkinkan penyesuaian respons pemicu: mode micro-switch untuk game FPS dan mode analog Hall-effect untuk game balap atau simulator penerbangan.

Konektivitas perangkat ini mengutamakan kecepatan dengan port Thunderbolt 4 ganda, dukungan kartu microSD UHS-II, Intel Killer Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.4. Perangkat juga dilengkapi sistem langganan XBOX Game Pass dan berjalan di platform Windows 11 dengan XBOX Mode.

Aplikasi PredatorSense juga hadir untuk pertama kalinya di perangkat genggam, memberikan pemantauan sistem langsung, aktivasi mode performa, dan kustomisasi pencahayaan RGB. (Icha)

Acer Luncurkan Tablet Iconia Duo dan Kacamata AR Terbaru

Telko.id – Acer resmi mengumumkan jajaran tablet terbaru seri Iconia Duo, yaitu S14, S12, dan D12, di ajang Computex 2026 di Taiwan.

Ketiganya hadir dengan layar berasio 3:2, sebuah rasio baru yang diklaim Acer sebagai yang pertama dan dioptimalkan untuk produktivitas dan hiburan.

Bersamaan dengan itu, Acer juga memperkenalkan dua perangkat wearable, yaitu kacamata augmented reality (AR) Acer AR Vision GR0 dan kacamata pintar Acer GI0 AI Glasses.

Ketiga tablet Acer Iconia Duo tersebut ditenagai oleh chipset MediaTek, mulai dari Dimensity 8300 di seri S14, Dimensity 7400 di seri S12, hingga Helio G99 di seri D12.

Semuanya menjalankan sistem operasi Android 16 dan diklaim memiliki daya tahan baterai hingga 10 jam.

Selain itu, ketiganya mendukung penggunaan Active Stylus, magnetic kickstand, dan keyboard opsional yang memungkinkan perangkat bertransformasi menjadi studio kreatif yang fleksibel.

Tablet Premium untuk Kreator dan Profesional

Seri Acer Iconia Duo S14 (S14-11M) adalah tablet premium yang dirancang sebagai pusat kreativitas dan produktivitas. Layar OLED 14,2 inci beresolusi 2.8K (2880 x 1920) dengan rasio 3:2, refresh rate 120Hz, dan akurasi warna 100% DCI-P3 menjadi andalannya.

Ditenagai prosesor MediaTek Dimensity 8300, tablet ini juga dilengkapi port DisplayPort input dan output serta dua port USB Type-C, sehingga bisa berfungsi sebagai monitor portabel.

Sementara itu, Acer Iconia Duo S12 (S12-11M) hadir lebih ringkas dengan bodi aluminium alloy. Tablet ini memiliki layar OLED 2.8K berukuran 12,2 inci dengan tingkat kecerahan hingga 600 nits.

Ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400, seri ini ditujukan untuk ilustrator digital, eksekutif, dan insinyur yang membutuhkan perangkat mobile bertenaga.

Content image for article: Acer Luncurkan Tiga Tablet Iconia Duo dan Kacamata AR Terbaru di Computex 2026

Tablet Terjangkau dengan Fitur Unggulan

Untuk segmen entry-level, Acer menghadirkan Iconia Duo D12 (D12-11M). Tablet ini memiliki layar 12,2 inci beresolusi 2400×1600 dengan rasio 3:2 dan refresh rate 90Hz. Ditenagai chipset MediaTek Helio G99 dengan RAM 8 GB, D12 menawarkan pengalaman visual yang mulus dengan harga lebih terjangkau. Ketiga seri tablet ini juga mendukung slot kartu microSD hingga 1 TB untuk memperluas penyimpanan.

Acer juga memperkenalkan dua perangkat wearable inovatif. Kacamata Acer AR Vision GR0 (GR100F) menawarkan pengalaman augmented reality imersif dengan dua layar micro OLED FHD yang setara dengan layar 172 inci dari jarak 6 meter. Perangkat ini kompatibel dengan Android, iOS, dan Windows, serta memiliki bobot hanya 69 gram.

Di sisi lain, Acer GI0 AI Glasses (GI100) adalah kacamata pintar nirkabel yang didukung asisten AI Google Gemini. Dengan bobot hanya 46 gram, kacamata ini menawarkan fitur hands-free seperti pengambilan foto dan video, perekam suara, serta penerjemahan instan.

Kacamata ini terhubung ke perangkat mobile melalui Bluetooth dan Wi-Fi, serta bekerja dengan aplikasi pendamping Acer AspireSync.

Semua produk ini diperkenalkan di ajang Computex 2026. Spesifikasi produk, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di setiap kawasan. Peluncuran ini menambah daftar panjang inovasi Acer, termasuk Router Wi-Fi 7 dan Swift AI yang sebelumnya telah diperkenalkan. (Icha)

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di Galaxy Watch8 yang terintegrasi dengan aplikasi myBCA. Inovasi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi langsung dari pergelangan tangan tanpa perlu mengeluarkan kartu fisik atau smartphone.

Langkah ini menjawab kebutuhan gaya hidup serba cepat di mana efisiensi dan keamanan menjadi prioritas utama.

Dalam aktivitas harian seperti commuting menggunakan MRT atau LRT, hingga belanja di kafe dan ritel, konsumen kerap direpotkan dengan harus mengeluarkan kartu atau ponsel.

Tak jarang, kartu pembayaran tertinggal, rusak, atau bahkan hilang. Dengan hadirnya NFC Pay di Galaxy Watch8, Samsung menawarkan solusi yang lebih praktis dan aman.

“Melalui Galaxy Watch8, kami ingin menghadirkan pengalaman smartwatch yang tidak hanya mendukung kesehatan dan produktivitas, tetapi juga mempermudah aktivitas sehari-hari pengguna. Salah satu inovasi yang kami hadirkan adalah fitur NFC Pay dengan aplikasi myBCA, yang memungkinkan transaksi dilakukan langsung dari pergelangan tangan dengan lebih cepat, praktis, dan seamless,” ujar Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Fitur NFC Pay ini bekerja dengan teknologi Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan perangkat berkomunikasi dengan mesin pembayaran hanya dengan sekali tap.

Pengguna cukup mengaktifkan NFC Pay pada aplikasi myBCA di Galaxy Watch8, lalu mendekatkannya ke alat pembayaran yang mendukung. Proses transaksi pun selesai dalam hitungan detik.

Kemudahan ini dirasa sangat relevan dalam berbagai situasi. Misalnya saat commuting, pengguna bisa langsung tap Galaxy Watch8 di gerbang MRT atau LRT tanpa harus berhenti atau mengeluarkan dompet.

Hal yang sama berlaku saat membeli kopi di kafe atau berbelanja kebutuhan harian. Semua transaksi menjadi lebih cepat, seamless, dan efisien.

Transaksi Cepat di Tengah Mobilitas Harian

Mobilitas harian yang padat menuntut segala sesuatu berjalan cepat dan efisien. Dengan fitur NFC Pay di Galaxy Watch8, pengguna dapat melakukan transaksi tanpa perlu berhenti atau mengeluarkan perangkat tambahan.

Fitur ini dapat digunakan di berbagai transportasi publik seperti MRT dan LRT, sehingga memudahkan perpindahan dari satu titik ke titik lain.

Galaxy Watch8 juga mendukung berbagai skenario pembayaran di merchant. Mulai dari kafe favorit hingga kebutuhan belanja harian, semua bisa diselesaikan dengan satu kali tap dari pergelangan tangan. Pengalaman ini menjadikan setiap perjalanan lebih lancar dan efisien.

Pembayaran Praktis Saat Aktivitas Belanja Harian

Selain untuk mobilitas, kemudahan bertransaksi menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas belanja harian. Dengan NFC Pay di Galaxy Watch8, pengguna dapat melakukan pembayaran langsung dari pergelangan tangan tanpa perlu mengeluarkan handphone atau dompet.

Content image for article: Samsung Galaxy Watch8 Dukung NFC Pay myBCA untuk Transaksi Cepat
Content image for article: Samsung Galaxy Watch8 Dukung NFC Pay myBCA untuk Transaksi Cepat

Misalnya saat membeli kopi di kafe, pengguna hanya perlu mengaktifkan NFC Pay pada aplikasi myBCA di Galaxy Watch8 dan mendekatkannya ke alat pembayaran. Proses ini memakan waktu hanya beberapa detik, menjadikan pengalaman transaksi lebih cepat, seamless, dan efisien.

Hadirnya fitur ini semakin melengkapi pengalaman connected lifestyle bagi pengguna. Dengan akses pembayaran yang mudah, cepat, dan aman, pengguna dapat menikmati kenyamanan ekstra dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatur NFC Pay myBCA di Galaxy Watch8

Untuk menikmati fitur ini, pengguna perlu melakukan pengaturan awal. Berikut langkah-langkahnya:

Pengaturan di Smartphone:
1. Buka aplikasi myBCA, login, lalu masuk ke menu pengaturan di kanan atas.
2. Pilih “Koneksi Smartwatch” dan tap “Hubungkan Sekarang”.
3. Pilih Galaxy Watch yang ingin dihubungkan, setujui syarat dan ketentuan, lalu tap “Lanjut”.
4. Masukkan PIN myBCA.
5. Galaxy Watch siap digunakan untuk transaksi.

Pengaturan di Galaxy Watch8:
1. Buka PlayStore di Galaxy Watch, cari myBCA, lalu install.
2. Tap “OK” dan lakukan “Connection” untuk menghubungkan ke aplikasi myBCA di smartphone.
3. Buka aplikasi myBCA di smartphone, login, dan buka settings.
4. Pilih “Smartwatch Connection” dan tap “Connect Now”.
5. Setelah perangkat ditemukan, setujui ketentuan fitur.
6. Galaxy Watch berhasil terkoneksi.
7. Buka aplikasi myBCA di Galaxy Watch, pilih menu NFC Pay untuk digunakan saat payment.

Fitur NFC Pay myBCA di Galaxy Watch8 menjadi solusi pembayaran modern yang menjawab kebutuhan mobilitas tinggi.

Dengan integrasi yang seamless, pengguna dapat menikmati pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan praktis dalam setiap aktivitas.

Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan pengalaman transaksi non-tunai, fitur ini juga melengkapi ekosistem pembayaran digital yang sudah ada, seperti QRIS untuk UMKM dan QRIS Tap BCA. Pengguna juga perlu waspada terhadap modus penipuan quishing yang memanfaatkan QR code palsu. (Icha)


Meta Hadirkan Creator Assistant di Facebook

Telko.id – Meta resmi mengumumkan dua fitur baru andalan bagi para kreator di Facebook: Creator Assistant, asisten cerdas berbasis AI yang memberikan rekomendasi personal, serta perluasan dukungan bahasa untuk fitur terjemahan AI pada Reels, termasuk Bahasa Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Meta untuk membantu kreator bertumbuh, berkreasi, dan meraih kesuksesan di platformnya. Dengan hadirnya Creator Assistant, kreator tidak lagi perlu menghabiskan waktu berjam-jam menganalisis dashboard dan grafik secara terpisah.

Cukup membuka dashboard Facebook dan bertanya langsung, asisten ini akan memberikan insight yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.

“Creator Assistant memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan gaya konten, performa, dan interaksi komunitas masing-masing kreator. Fungsi ini akan menjadi semakin pintar seiring waktu dengan memahami tujuan penggunanya,” demikian pernyataan resmi Meta dalam pengumumannya.

Fitur percakapan ini memungkinkan kreator mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menggali insight lebih dalam. Misalnya, mengapa sebuah Reels memiliki performa lebih baik dibanding konten lain, atau bagaimana perubahan perilaku audiens dari waktu ke waktu.

Alih-alih hanya menyajikan angka mentah, Creator Assistant membantu memahami alasan di balik performa konten.

Selain membantu kreator bekerja lebih cerdas, Meta juga fokus mengatasi hambatan bahasa. Sejak diperkenalkan tahun lalu, fitur terjemahan AI telah dimanfaatkan kreator dalam sembilan bahasa untuk menjangkau audiens lebih luas melalui Reels.

Saat ini, lebih dari 500 juta pengguna Facebook menonton video yang diterjemahkan menggunakan AI setiap minggunya.

Keunggulan fitur ini adalah kemampuannya mempertahankan suara dan intonasi khas kreator, sehingga hasil terjemahan terasa lebih alami. Ditambah dukungan sinkronisasi gerakan bibir (lipsync) opsional, pengalaman menonton menjadi semakin autentik seolah-olah kreator benar-benar berbicara dalam bahasa lain.

Ke depan, Meta akan memperluas dukungan bahasa mencakup Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Prancis, Bahasa Thailand, dan Bahasa Vietnam. Ini menjadi kabar baik bagi kreator Tanah Air yang ingin menjangkau audiens global tanpa terkendala bahasa.

Melampaui Sekadar Angka: Memahami Alasan di Balik Performa Konten

Meta menyadari bahwa para kreator sukses biasanya menghabiskan banyak waktu menganalisis performa, memahami apa yang berhasil dan alasannya, serta menentukan langkah selanjutnya. Seiring waktu, mengetahui konten mana yang berperforma baik menjadi lebih mudah. Namun, memahami mengapa sebuah konten berhasil menarik perhatian audiens masih menjadi tantangan terbesar.

Banyak faktor yang perlu dianalisis, seperti format konten, waktu publikasi, pola konsumsi audiens, dan aspek lainnya. Terlebih, ini semua dilakukan sembari tetap mengelola persona mereka. Creator Assistant dirancang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara langsung dan personal.

Fitur ini bersifat conversational, sehingga kreator dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menggali insight lebih mendalam. Hasilnya adalah rekomendasi yang semakin sesuai dengan kebutuhan masing-masing kreator, baik itu meningkatkan jumlah audiens, memperdalam engagement, atau mengembangkan peluang monetisasi.

Sumber Inspirasi Saat Kreativitas Butuh Dorongan

Ketika kreator mengalami kebuntuan ide, Creator Assistant bisa berperan sebagai rekan brainstorming. Dengan memanfaatkan tren yang sedang berkembang di Facebook, asisten ini memberikan inspirasi baru, sudut pandang konten yang lebih segar, dan ide yang relevan dengan momen-momen kekinian.

Mulai dari audio yang sedang populer, tren budaya, hingga gaya konten yang berperforma tinggi, semuanya bisa diakses melalui satu dashboard. Seiring interaksi yang terus dilakukan, Creator Assistant akan semakin memahami tujuan yang ingin dicapai kreator, sehingga rekomendasinya semakin personal dan aplikatif.

Saat ini, Creator Assistant mulai diluncurkan bagi kreator di Amerika Serikat, Kanada, dan India. Dalam beberapa bulan mendatang, Meta akan menambahkan berbagai kemampuan baru serta memperluas ketersediaannya ke lebih banyak negara. Kreator Indonesia pun bisa menantikan kehadirannya dalam waktu dekat.

Meta menegaskan bahwa apa yang dibagikan hari ini hanyalah langkah awal. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai alat berbasis AI yang membantu kreator meraih kesuksesan di Facebook. Inovasi ini juga sejalan dengan pengembangan sistem rekomendasi yang membantu pengguna menemukan kreator relevan, mendukung kreator dalam mengembangkan ide baru, hingga menjadi solusi dari berbagai tantangan yang selama ini membatasi jangkauan audiens.

Bagi kreator yang ingin mempelajari lebih lanjut, Meta menyediakan panduan lengkap tentang cara menggunakan Creator Assistant. Informasi lebih detail mengenai fitur terjemahan AI juga bisa diakses melalui pusat bantuan resmi Meta.

Kehadiran dua fitur ini menegaskan posisi Facebook sebagai platform yang serius mendukung ekosistem kreator. Dengan AI yang semakin cerdas dan personal, kreator tidak hanya bisa bekerja lebih efisien, tetapi juga menjangkau audiens global tanpa batasan bahasa.

Cloudflare: Bot dan Agen AI Dominasi Trafik Internet

Telko.id – Perusahaan infrastruktur internet, Cloudflare, mengungkapkan bahwa sebagian besar trafik internet global kini berasal dari bot otomatis dan agen kecerdasan buatam (AI).

Hal in idiungkap Cloudflare Radar, situs web yang menganalisis dan mencatat sumber dan trafik lalu lintas internet dunia.

Di situs tersebut, trafik yang berasal dari AI agent dan bot otomatis kini mencapai 57,4 persen dati total lalu lintas web, sedangkan trafik manusia tersisa 42,6 persen.

CEO Cloudflare, Matthew Prince mengatakan bahwa bot di sini bisa bermacam-macam, seperti agen AI, crawler mesin pencari, alat pemantauan situs, hingga scraper otomatis.

Dia mengatakan bot seperti ini sebenarnya sudah menghasilkan trafik lebih besar dibanding manusia sejak bertahun-tahun lalu.

Yang kini melonjak adalah trafik dari AI agent, yakni sistem AI yang menjelajahi internet secara otomatis untuk mencari informasi, merangkum konten, atau menyelesaikan tugas atas nama pengguna.

Aktivitas ini dilakukan oleh layanan AI modern yang dapat mengakses berbagai situs web untuk menjawab pertanyaan atau menjalankan perintah pengguna, sehingga wajar saja apabila aktivitasnya tercatat di Cloudflare.

Baca Juga:

“Pertumbuhan trafik agen AI ini lebih cepat dari perkiraan. Awalnya saya mengira fenomena ini akan terjadi pada akhir 2027, namun sekarang ternyata sudah terjadi,” kata Matthew dalam sebuah posting X (Twitter) @eastdakota.

Perubahan ini membawa tantangan baru bagi pemilik situs web dan penyedia layanan digital. Tidak semua bot memiliki tujuan yang sama.

Sebagian digunakan untuk kebutuhan yang sah seperti mesin pencari dan AI assistant, tetapi sebagian lainnya dapat digunakan untuk scraping data, spam, penipuan, hingga serangan siber.

Karena itu, kemampuan membedakan bot yang bermanfaat dan bot berbahaya menjadi semakin penting.

Menariknya, data trafik di Indonesia justru terbalik. Di rentang waktu yang sama, Cloudflare Radar mencatat trafik yang berasal dari manusia berada di kisaran 54 persen sedangkan bot otomatis hanya 46 persen.

Dengan kata lain, orang Indonesia masih banyak yang mengakses situs web secara manual, tidak melalui bot otomatis atupun chatbot AI.

Sebagai pengguna, tren in imenandai perubahan besar dalam evolusi internet. Jika sebelumnya aktivitas online hampir seluruhnya dilakukan manusia, kini agen AI mulai mengambil peran sebagai perantara yang mencari informasi, menjalankan tugas, dan berinteraksi dengan layanan digital.

Kondisi tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan luasnya penggunaan AI agent dalam kehidupan sehari-hari.

Anthropic Minta Industri Siapkan Tombol ‘Rem’ untuk AI

Telko.id – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik chatbot Claude, Anthropic, mengajak para pengembang AI terdepan untuk menyiapkan mekanisme perlambatan atau bahkan jeda sementara pengembangan AI jika teknologi tersebut mulai menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan penerusnya sendiri tanpa campur tangan manusia.

Permintaan tak biasa itu disampaikan perusahaan bervaluasi 1 triliun dollar AS ini lewat blog resmi mereka, Kamis (4/6/2026).

Langkah ini muncul setelah Anthropic menilai kemajuan AI saat ini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan regulasi dan penelitian keamanan yang mengawasinya.

Istilah teknisnya adalah recursive self-improvement alias perbaikan diri rekursif.

Konsepnya sederhana, tapi sangat mengerikan. Sebuah AI mampu meningkatkan kemampuannya sendiri tanpa intervensi manusia, lalu hasil peningkatan itu akan meningkatkan dirinya lagi, dan begitu seterusnya dalam siklus yang semakin cepat.

Baca Juga:

Menurut Anthropic, teknologi seperti ini berpotensi membawa manfaat besar bagi bidang sains, kesehatan, dan penelitian. Namun di sisi laim, kemampuan tersebut juga dapat meningkatkan risiko manusia kehilangan kendali terhadap sistem AI yang semakin canggih.

Di kalangan peneliti AI, ambang batas ini telah lama dianggap sebagai penanda potensi bahaya dan goncangan sosial yang masif.

“Kami percaya akan baik bagi dunia jika ada opsi untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI tingkat lanjut, agar struktur sosial dan riset penyelarasan bisa mengejar laju perkembangan teknologi ini,” tulis Marina Favaro dan Jack Clark, dua penulis blog tersebut.

Clark sendiri merupakan salah satu pendiri Anthropic dan kepala bidang manfaat publik di perusahaan itu.

Clark menyebut ambang batas itu bisa tercapai dalam waktu dua tahun, bahkan mungkin lebih cepat.

“Fenomena teknologi seperti itu belum pernah ada sebelumnya, tapi saya yakin ini bisa terjadi dalam dua tahun ke depan, mungkin lebih cepat,” kata Clark.

Menurut Clark, tanpa adanya perlambatan global yang terkoordinasi, dunia kini terjebak dalam situasi yang riskan. Teknologi yang amat kuat sedang dikembangkan dengan kecepatan luar biasa oleh banyak pihak di banyak negara.

“Semuanya terkunci dalam persaingan di mana rivalitas komersial dan geopolitik menenggelamkan aspek eksistensial dari teknologi yang sedang dibangun ini,” tambahnya, mengutip dari The Wall Street Journal.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa fokus pengembangan AI kini tidak lagi hanya soal kemampuan model yang semakin pintar, tetapi juga soal bagaimana memastikan teknologi tersebut tetap aman dan berada dalam kendali manusia.

Sementara itu, sebagai pengguna dari kecerdasan buatan, isu ini menjadi pengingat bahwa kemajuan AI yang sangat cepat juga membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi sejak dini.

XLSMART Gelar BRAVO 500 Summit 2026, Luncurkan ESTA Prime

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui lini bisnis korporasinya, XLSMART for BUSINESS, sukses menggelar BRAVO 500 Summit 2026.

Acara tahunan ini mempertemukan lebih dari 2.000 pemimpin bisnis, regulator, dan mitra teknologi untuk membahas percepatan transformasi digital nasional.

Dalam forum tersebut, XLSMART secara resmi meluncurkan ESTA Prime, platform enterprise terbaru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), data, dan konektivitas 5G.

Forum yang mengusung tema “Solusi Untuk Korporasi, Solusi Untuk Negeri” ini menjadi penyelenggaraan kedua sejak merger XL Axiata dan Smartfren.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk menciptakan solusi yang relevan dan berdampak,” ujarnya.

Rajeev juga menekankan pentingnya infrastruktur konektivitas sebagai fondasi utama. “Saat ini layanan 5G XLSMART telah menjangkau 43 kota dan kabupaten. Kami menargetkan jangkauan tersebut meluas hingga 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026,” tambahnya.

Jaringan yang semakin luas ini diharapkan mendukung dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Salah satu sorotan utama dalam BRAVO 500 Summit 2026 adalah peluncuran ESTA Prime. Platform ini merupakan evolusi dari Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA) yang diperkenalkan pada 2025.

ESTA Prime menggabungkan kapabilitas AI, Data Platform, Cloud, Cybersecurity, Industrial IoT, dan konektivitas dalam satu ekosistem terintegrasi.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa ESTA Prime dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital.

oplus_8727298048

“Yang membedakan ESTA Prime adalah kemampuannya menggabungkan Technology Platform dan Advanced Managed Services dalam satu solusi terintegrasi,” ujarnya. Pelanggan tidak hanya mendapatkan akses teknologi, tetapi juga dukungan operasional penuh.

ESTA Prime dibangun di atas dua pilar utama. Pertama, Technology Platform yang mencakup Cloud, Data Platform, AI dan Machine Learning, serta Cybersecurity.

Kedua, Advanced Managed Services yang membantu pengelolaan dan optimalisasi teknologi melalui monitoring dan automasi. Pengembangan tahun ini difokuskan pada AI-ready architecture dan GPU Cluster untuk mendukung pengembangan AI.

BRAVO 500 Summit 2026 juga menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, sebagai keynote speaker. Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan industri dalam mendorong transformasi digital.

Selain itu, diskusi panel utama bertajuk “Apakah AI Akan Menentukan Arah Bisnis dan Negara?” turut dimeriahkan oleh Gita Wirjawan sebagai moderator, serta Franky O. Widjaja, Budi Gunadi Sadikin, dan Rudiantara sebagai panelis.

Acara ini juga menyajikan berbagai sesi seperti keynote session, executive networking, industry breakout sessions, dan showcase solusi digital terbaru.

XLSMART for BUSINESS menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang menghubungkan teknologi, ekosistem, dan kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan korporasi sekaligus mempercepat kemajuan digital Indonesia.

Content image for article: XLSMART Gelar BRAVO 500 Summit 2026, Luncurkan ESTA Prime

Sejak diperkenalkan pada 2025, ESTA terus berkembang menjadi ekosistem solusi enterprise yang menjawab kebutuhan berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan, perbankan, transportasi, hingga infrastruktur.

Andrijanto menambahkan, “ESTA Prime merupakan evolusi dari visi kami untuk menghadirkan platform enterprise yang tidak hanya menghubungkan teknologi, tetapi juga menghubungkan data, operasional, dan pengambilan keputusan.”

Platform ini juga menghadirkan inovasi seperti IoT SD-WAN dan XoC (Experience Operation Center). Solusi vertikal terus dikembangkan untuk sektor pendidikan, layanan publik, dan sumber daya alam. Dengan pendekatan ini, ESTA Prime membantu organisasi membangun fondasi operasional yang lebih cerdas, aman, dan efisien.

Transformasi digital yang digaungkan XLSMART sejalan dengan upaya berbagai pihak di Indonesia. Misalnya, Telkom Solution juga aktif mempercepat digitalisasi BUMN. Sementara itu, Telkom AI Connect mendorong kolaborasi kampus dan industri untuk mendukung transformasi digital nasional.

BRAVO 500 Summit 2026 menjadi bukti komitmen XLSMART for BUSINESS dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Melalui ESTA Prime dan perluasan jaringan 5G, perusahaan ini siap menjadi mitra strategis bagi korporasi dan sektor publik. Dukungan infrastruktur yang kuat dan inovasi teknologi diharapkan mampu mendorong daya saing Indonesia di era digital.