spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

INET Gandeng FiberHome Bangun Kabel Laut 6.870 Km, Siap 2028

Telko.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperkuat ekspansi bisnis infrastruktur kabel bawah laut melalui anak usahanya, PT Sarana Global Indonesia (SGI). Langkah ini diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome) untuk mengembangkan Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System).

Sistem komunikasi serat optik bawah laut tersebut membentang sekitar 6.870 kilometer dan dirancang menghubungkan 14 landing point di Indonesia. Penandatanganan MoU berlangsung di Singapura pada 23 September 2026, menandai babak baru perluasan peran INET Group di sektor konektivitas nasional.

Jaringan SGI Cable System akan menyambungkan sejumlah lokasi strategis, mulai dari Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong. Dengan cakupan itu, sistem ini akan menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat, tengah, sampai timur dalam satu tulang punggung konektivitas.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyebut kepemilikan 60% saham SGI oleh INET sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi perusahaan ke bisnis kabel bawah laut sekaligus memperkuat kapabilitas infrastruktur digital INET Group.

“Kepemilikan mayoritas INET di SGI merupakan langkah strategis. Melalui SGI, INET Group memperluas kapabilitas dalam pengembangan, pemeliharaan, dan kepemilikan infrastruktur kabel bawah laut. Langkah ini memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang sedang kami bangun,” ujar Muhammad Arif.

Menurut Arif, pengembangan SGI Cable System juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan INET Group yang terus meningkat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan kapasitas di seluruh INET Group bertumbuh, dan SGI Cable System diharapkan dapat memenuhinya melalui infrastruktur yang dikembangkan sendiri. Infrastruktur ini memberi INET fleksibilitas lebih besar untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan kebutuhan konektivitas Group.

Proyek tersebut ditargetkan mencapai status Ready for Service (RFS) pada akhir 2028. Target ini menjadi penanda komitmen INET Group dalam memperluas kapasitas jaringan dan memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional di tengah pertumbuhan lalu lintas data yang terus meningkat.

Sistem ini juga dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang semakin besar seiring berkembangnya pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan berbagai layanan digital di Indonesia. Langkah serupa juga terlihat dari sejumlah pemain industri yang gencar memperkuat fondasi digital, seperti yang dilakukan XLSMART Naikkan Capex demi memperbesar kapasitas jaringannya.

SGI Naik Kelas Jadi Pemilik dan Operator Kabel Laut

Direktur Utama SGI, Bastian Sembiring, mengatakan integrasi SGI ke dalam INET Group menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas perannya di industri kabel bawah laut. Sebelumnya, SGI berfokus pada layanan engineering, procurement and construction (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut. Kini, SGI memperluas kapabilitasnya sebagai pemilik dan operator sistem kabel bawah laut.

“Dengan pengalaman dalam pembangunan dan pemeliharaan kabel bawah laut sejak 2000, kami telah mengembangkan pemahaman yang kuat mengenai berbagai kebutuhan dan tantangan dalam membangun infrastruktur kabel bawah laut di Indonesia. Melalui SGI Cable System, kami memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan kapasitas internal INET Group sekaligus mendukung pertumbuhan permintaan pasar,” ujar Bastian.

Bastian menambahkan, pertumbuhan lalu lintas data yang terus berlanjut, didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan pembangunan pusat data di Indonesia, akan meningkatkan permintaan terhadap infrastruktur konektivitas yang berkapasitas tinggi dan andal.

“Kami mengembangkan SGI Cable System untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan tersebut. Dengan target RFS pada akhir 2028, kami berharap sistem ini dapat mulai melayani kebutuhan pasar sesuai dengan jadwal pengembangan yang telah ditetapkan,” tambahnya.

FiberHome Jadi Mitra Teknologi, Material Dikirim Akhir 2027

Dalam pengembangan SGI Cable System, FiberHome akan berperan sebagai mitra teknologi. Chief Executive Officer PT FiberHome Technologies Indonesia, Jason Lin, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung proyek tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“FiberHome menargetkan pengiriman seluruh material yang dibutuhkan untuk pengembangan SGI Cable System sekitar akhir 2027. Kami berkomitmen mendukung implementasi proyek ini agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, sekaligus memenuhi standar teknologi dan kualitas yang dipersyaratkan,” ujar Jason Lin.

Penunjukan FiberHome sebagai mitra teknologi menegaskan posisi proyek ini sebagai bagian dari rantai pasok infrastruktur yang melibatkan sejumlah pihak. Pola kemitraan semacam ini juga menjadi arus utama di sektor telekomunikasi, sejalan dengan langkah Telkom Spin-Off InfraNexia yang memisahkan lini bisnis infrastruktur fiber demi mempercepat pertumbuhan.

Melalui pengembangan SGI Cable System, INET Group menempatkan infrastruktur kabel bawah laut sebagai salah satu komponen penting dalam strategi jangka panjang pengembangan infrastruktur digitalnya. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan konektivitas, meningkatkan kapasitas jaringan, serta memperkuat fondasi jaringan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Langkah ini melengkapi rangkaian geliat industri dalam membangun fondasi digital nasional. Sejumlah perusahaan lain juga memperluas jejak serupa, seperti yang dilakukan Indonet Ekspansi Fiber Optik untuk mendongkrak kapasitas infrastruktur digitalnya.

Dengan target RFS pada akhir 2028, SGI Cable System akan menjadi salah satu proyek kabel bawah laut terbesar yang menghubungkan titik-titik strategis dari barat hingga timur Indonesia. Bagi INET Group, proyek ini bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan penegasan posisi sebagai pemain infrastruktur digital yang menguasai rantai nilai dari pengembangan hingga kepemilikan jaringan.

Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada ketepatan jadwal pengiriman material, kesiapan teknologi, serta koordinasi lintas pihak dalam pembangunan sistem kabel bawah laut. Jika berjalan sesuai rencana, SGI Cable System berpotensi menjadi tulang punggung baru konektivitas nasional yang menopang kebutuhan data center, cloud, dan AI di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU