spot_img
Latest Phone

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

ARTIKEL TERKAIT

RAIA Grid Resmi Diluncurkan, Infrastruktur Digital Berbasis AI untuk Indonesia

Telko.id – PT Infra Fiber Teknologi (IFT) resmi meluncurkan RAIA Grid pada Rabu (26/8/2026) di Jakarta. Perusahaan infrastruktur digital independen hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) ini membangun platform infrastruktur digital berbasis AI yang menggabungkan lebih dari 86.000 km infrastruktur fiber dengan Machine Learning, AI, dan Agentic AI.

Peluncuran RAIA Grid menandai babak baru pengembangan infrastruktur digital Indonesia. Selama satu dekade terakhir, Indonesia fokus membangun konektivitas yang menghubungkan masyarakat. Namun, seiring pesatnya perkembangan cloud computing, kecerdasan artifisial, pusat data berskala besar (hyperscale), dan layanan digital, era berikutnya membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan manusia, tetapi juga data, bisnis, mesin, hingga AI.

Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia. “Apa yang kita bangun hari ini menentukan masa depan Indonesia. RAIA Grid merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri,” ujarnya.

Dengan jaringan fiber sepanjang 86.000 km, RAIA Grid dirancang sebagai ‘jalan tol digital’ bagi Indonesia. Infrastruktur ini mendukung konektivitas 5G dan fiber-to-the-home (FTTH) hingga koneksi antar pusat data. Melalui model open-access, platform ini akan melayani operator telekomunikasi, pusat data, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga korporasi.

Content image for article: RAIA Grid Resmi Diluncurkan, Infrastruktur Digital Berbasis AI untuk Indonesia

Integrasi AI dalam Infrastruktur Digital

Ambisi RAIA Grid tak hanya soal membangun lebih banyak jaringan. Perusahaan mengintegrasikan Machine Learning, AI, dan Agentic AI ke dalam proses perencanaan, peluncuran, dan pengoperasian infrastrukturnya. Kapabilitas ini mendukung perencanaan jaringan dan prediksi permintaan yang lebih cerdas, mengoptimalkan rute fiber dan investasi, otomatisasi yang mempercepat peluncuran sistem, pemeliharaan prediktif, serta operasional yang lebih otonom.

President Director RAIA Grid, Hendri Mulya Syam, menjelaskan visi strategis perusahaan. “RAIA Grid dibangun dengan visi strategis yang jelas: menjadi jalan tol digital yang menghubungkan ekosistem digital Indonesia yang kian kompleks, dari satu pusat data ke pusat data lainnya, hingga akhirnya menghubungkan Indonesia dan dunia,” kata Hendri.

Hasil integrasi AI ini adalah infrastruktur yang lebih tangguh dan responsif dengan konektivitas berlatensi rendah. Keunggulan ini dibutuhkan untuk memindahkan data secara efisien, mulai dari lokasi data diciptakan, disimpan, diproses, hingga digunakan.

Menghubungkan Ekosistem Digital Nasional

Peran RAIA Grid bukan sekadar memindahkan data dari satu titik ke titik lain. Dengan menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, hingga infrastruktur AI, perusahaan menciptakan jalur yang memungkinkan berbagai kapabilitas digital saling berinteraksi dan berkembang pesat di seluruh Indonesia.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan bahwa peluang di depan jauh lebih besar dari sekadar konektivitas. “RAIA Grid sedang membangun ‘jalan tol’ yang menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI, guna menciptakan fondasi bagi ekosistem AI yang utuh,” ujar Vikram.

Konvergensi ini memungkinkan Indosat melangkah lebih jauh, dari sekadar menghubungkan infrastruktur menjadi menghubungkan kecerdasan. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital yang terus digalakkan berbagai pihak di Indonesia.

Deputy CEO dan COO Arsari Group, Aryo Djojohadikusumo, menambahkan bahwa jalan tol digital bukan tujuan akhir. “Ambisi kami adalah membangun kapabilitas yang dibutuhkan Indonesia untuk era komputasi dan AI berikutnya. Kami melihat jauh melampaui konektivitas untuk mendukung komputasi berkinerja tinggi saat ini, sekaligus meletakkan fondasi bagi kapabilitas masa depan, termasuk manufaktur supercomputer di Indonesia,” jelas Aryo.

Evolusi ini akan berkembang dari sekadar konektivitas menuju kapabilitas komputasi dan AI tingkat lanjut. Langkah ini tidak hanya mendukung peningkatan permintaan komputasi berkinerja tinggi di Indonesia saat ini, tetapi juga membuka jalan menuju infrastruktur AI yang lebih canggih di masa depan.

Mewujudkan potensi penuh infrastruktur ini membutuhkan konvergensi antara konektivitas, komputasi, talenta, dan kapabilitas AI. Dengan memperkuat lapisan infrastruktur yang menghubungkan kapabilitas tersebut, RAIA Grid bertujuan mendukung ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha, industri, dan inovator membangun serta mengembangkan aplikasi dan layanan baru berbasis AI.

RAIA Grid menyatukan investasi infrastruktur jangka panjang dan kapabilitas pembangunan bangsa dari Arsari Group, dengan keahlian telekomunikasi, skala bisnis, serta inovasi digital Indosat. Sinergi ini dirancang untuk mendukung transformasi digital dan ambisi AI Indonesia dalam jangka panjang.

Langkah RAIA Grid ini juga memperkuat tren penguatan ekosistem digital yang tengah berlangsung di Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan terus mendorong percepatan adopsi teknologi, termasuk melalui pengembangan talenta digital seperti yang dilakukan RIFTSTORM bersama 120 talenta Indonesia.

Dengan hadirnya RAIA Grid, Indonesia kini memiliki platform infrastruktur digital berbasis AI yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan digital generasi berikutnya. Infrastruktur open-access yang cerdas dan adaptif ini menawarkan skala pengembangan, fleksibilitas, dan konektivitas yang lebih baik di seluruh ekosistem ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU