spot_img
Latest Phone

Garmin fēnix 9 Resmi di Indonesia, Dibekali Solar Charging

Telko.id - Garmin resmi menghadirkan seri smartwatch premium fēnix...

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

ARTIKEL TERKAIT

Samsung Umumkan Juara Solve for Tomorrow 2026

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan pemenang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 di Jakarta.

Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta keluar sebagai juara pertama kategori SMA/SMK/MA lewat inovasi AeroSpora, sementara tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia mengunci gelar juara pertama kategori Perguruan Tinggi melalui NovaSight.

Samsung Solve for Tomorrow sendiri merupakan kompetisi inovasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menyasar pelajar dan mahasiswa.

Pada edisi 2026, kompetisi ini mengusung tiga tema besar: Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan, Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga, serta Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI.

Peserta ditantang mengidentifikasi permasalahan nyata di sekitar mereka, lalu merancang solusi inovatif dengan dukungan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

Antusiasme peserta tahun ini terbilang tinggi. SFT 2026 menerima lebih dari 4.000 pendaftar, dengan 2.600 peserta mengikuti Design Thinking Workshop. Sebanyak 40 tim kemudian melaju ke tahap semifinal dan menerima pelatihan teknis AI Amplification.

Di babak akhir, 10 tim terbaik dari masing-masing kategori SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri.

“Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026. Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Anggi berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi para pemenang untuk terus belajar, mengembangkan inovasi, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat melalui pemanfaatan STEM dan AI.

AeroSpora, Dinding Lumut Pintar untuk Udara Bersih

Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta mengembangkan AeroSpora, dinding lumut pintar yang memurnikan udara secara alami dengan dukungan Internet of Things (IoT) dan AI. Inovasi ini berangkat dari persoalan polusi udara di Jakarta.

Tim mencatat konsentrasi PM2.5 di ibu kota mencapai 41 µg/m³ pada Oktober 2026, atau sekitar 2,5 kali lipat di atas batas aman harian WHO sebesar 15 µg/m³.

Content image for article: Samsung Umumkan Pemenang Solve for Tomorrow 2026, BryotechAlpha dan I-SEUNG Juara

AeroSpora memanfaatkan lumut sebagai penyaring udara alami. Sensor pada perangkat memantau suhu, kelembaban udara, kelembaban media tanam, dan kadar debu PM2.5 secara real-time.

Model TinyML pada mikrokontroler ESP32-S3 memprediksi risiko kekeringan lumut, lalu sistem pengabutan otomatis menjaga kelembabannya. Sistem ini juga memanfaatkan air kondensasi AC sebagai sumber air pengabutan.

Pengguna dapat memantau seluruh data melalui V.E.R.A (Visual Environment Real-time Analytics), stasiun pemantau dari tablet bekas yang juga menyediakan chatbot edukatif AeroSpora AI. Perangkat berukuran 120 x 50 cm ini membutuhkan daya 15–25 watt dan mampu menjangkau ruangan seluas 50–80 m².

“Kami ingin menghadirkan udara yang lebih bersih bagi warga Jakarta melalui perpaduan alam dan teknologi. Samsung Solve for Tomorrow memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk berani berpikir lebih jauh.

Selama program, kami juga mendalami STEM, AI, dan kerja sama tim,” ujar Azkeanu Rhesa Ramadhan, perwakilan tim BryotechAlpha.

NovaSight, Aplikasi Matematika Inklusif untuk Siswa Tunanetra

Dari kategori Perguruan Tinggi, tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia menghadirkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika inklusif berbasis AI untuk siswa tunanetra.

Persoalan ini ditemukan tim melalui wawancara di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi. Siswa tunanetra masih kesulitan memahami grafik dan diagram dalam materi matematika, sementara guru sulit menilai langkah pengerjaan soal mereka.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 4.229 siswa tunanetra bersekolah di SLB di seluruh Indonesia. Angka itu menunjukkan kebutuhan nyata akan alat bantu belajar yang lebih inklusif.

NovaSight membawa lima fitur utama. Annoter mengubah modul matematika menjadi teks naratif agar pembaca layar dapat membacanya secara utuh. Scriber membantu siswa mencatat langkah penyelesaian soal melalui keyboard yang kompatibel dengan pembaca layar.

Clarifier menjawab pertanyaan siswa berdasarkan modul pembelajaran dan sumber terpercaya. Quizzer membantu guru menyusun soal beserta kunci jawaban, sedangkan Evaluaizer menganalisis langkah pengerjaan siswa untuk menemukan kesalahan.

Hasil uji coba cukup menjanjikan. Siswa tunanetra yang menguji aplikasi ini mampu menjawab benar 4 dari 5 soal secara mandiri dalam waktu 15 menit tanpa pendampingan guru.

“Ide inovasi ini berawal dari kepedulian kami terhadap siswa tunanetra yang kesulitan memahami grafik dan diagram matematika. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami belajar untuk mengembangkan ide tersebut menjadi solusi yang lebih matang,” ujar Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja, perwakilan tim I-SEUNG.

Regia menambahkan, kemenangan ini menjadi motivasi bagi timnya untuk terus menyempurnakan NovaSight agar dapat memberikan manfaat nyata bagi lebih banyak siswa.

Sepanjang perjalanan kompetisi, peserta tidak hanya bersaing menyusun ide. Mereka juga menerima pelatihan Design Thinking dan pelatihan AI.

Sebelumnya, Samsung memang telah menggembleng peserta lewat Design Thinking sebagai fondasi pengembangan solusi. Program serupa juga terlihat pada tahap awal kompetisi yang menekankan kemampuan problem solving.

Bagi Samsung, Solve for Tomorrow merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengenali tantangan di sekitar mereka dan membangun pola pikir sebagai problem solver. Pembekalan selama program mengasah empat keterampilan utama: komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.

Assoc. Prof. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, mengapresiasi program ini. “Selama ini, banyak pihak menganggap Indonesia sebagai negara pemakai teknologi.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow, generasi muda Indonesia membuktikan kemampuan mereka dalam melahirkan ide-ide unik,” ujarnya.

Suparto menekankan pentingnya penyiapan potensi tersebut secara terarah. Ia berharap ada lembaga lain seperti Samsung yang bersedia menjadi orkestrator bagi munculnya innovator muda.

Menurutnya, pendidikan tinggi kini menilai keberhasilan dari karya nyata yang dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya dari jumlah jurnal terindeks. Ia juga melihat talenta inovatif tersebar di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Senada, Yuli Haryanto, S.E., M.Si., Direktur Sekolah Menengah Atas, Kemendikdasmen RI, menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari apa yang dipelajari siswa, tetapi juga dari bagaimana mereka menggunakan pengetahuan untuk menjawab tantangan nyata.

“Kami mengapresiasi Samsung Solve for Tomorrow 2026 sebagai kompetisi yang mendorong generasi muda, khususnya siswa SMA, mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi inovasi yang relevan,” ujarnya.

Yuli juga berharap pencapaian para pemenang memotivasi lebih banyak siswa untuk berani mengembangkan ide, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan talenta digital Samsung di Indonesia. Sebelumnya, Samsung juga membuka pendaftaran SFT 2026 bagi generasi muda yang ingin berinovasi. Di jalur lain, Samsung Innovation Campus Batch 8 memilih 6.000 muda untuk mengasah kemampuan coding.

Langkah Samsung mendorong adopsi AI juga tidak berhenti di ranah edukasi. Perusahaan memperluas AI ke HP kelas menengah, sehingga teknologi ini tak lagi eksklusif bagi perangkat premium.

Melalui semangat “Together for Tomorrow! Enabling People”, Samsung berharap Solve for Tomorrow terus mendorong generasi muda bereksperimen dan menciptakan solusi bermanfaat.

Samsung juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan para praktisi untuk menumbuhkan lebih banyak inovator muda Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU