spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi memulai program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 dengan membekali 2.600 mahasiswa dan siswa terpilih melalui Workshop Design Thinking.

Program tahun ini mencatatkan antusiasme tinggi dengan lebih dari 4.000 pendaftar yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia.

Workshop ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk membangun inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di era Artificial Intelligence, kemampuan memahami permasalahan menjadi sama pentingnya dengan penguasaan teknologi.

“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Para peserta berasal dari berbagai SMA dan perguruan tinggi, termasuk SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Binus University.

Melalui workshop ini, mereka dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI.

Workshop terdiri atas empat sesi, yaitu Introduction & Empathize, Define & Ideate, Prototyping, dan Testing, masing-masing berdurasi 2,5 jam.

Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menyusun concept paper dalam tiga tema utama—Sustainability & Environment, Education, serta Sport & Technology—sebelum melaju ke tahap semifinal dan pengembangan prototipe.

Komitmen terhadap isu keberlanjutan juga tercermin dari pilihan tema concept paper peserta. Sebanyak 47,83% peserta memilih Sustainability & Environment, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Fokus ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita ke-8.

Daftar lengkap peserta Workshop Design Thinking dapat dilihat melalui website resmi Samsung Solve for Tomorrow.

Design Thinking Jadi Starting Point Inovasi

Dalam Samsung SFT, proses Design Thinking menjadi sangat penting karena membantu peserta untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan terlebih dahulu memahami konteks permasalahan secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu peserta membangun pola pikir yang lebih terstruktur.

Menurut Kusuma Sukma, Partner Coach, UD Impact Korea dan AI Innovation Coach, Learnly Society yang menjadi trainer dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2026, Design Thinking membantu peserta membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide, sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna,” jelas Kusuma.

Dalam workshop ini, peserta mempelajari Design Thinking mulai dari memahami pengguna, merumuskan problem statement, mengembangkan ide, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan. Berbagai aktivitas praktik seperti observasi, empati, brainstorming, dan validasi sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Content image for article: Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking
Content image for article: Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

Menggabungkan AI dan Empati dalam Berinovasi

Menurut Kusuma, di era AI, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan problem solving justru menjadi semakin penting. AI dapat membantu mempercepat analisis maupun pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diwujudkan.

Workshop ini juga menjadi bekal penting sebelum peserta melangkah ke tahap berikutnya dalam Samsung Solve for Tomorrow 2026.

Setelah menyempurnakan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan sesi mentoring bersama para ahli dari Samsung serta mitra program.

Kata salah satu alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025, Tim KYGB, Design Thinking menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi atau ide yang paling canggih. Justru, proses memahami orang yang mengalami masalah secara langsung menjadi langkah penting.

“Menurut kami, Design Thinking sangatlah penting, karena mengharuskan kita untuk menggunakan empati kita untuk melihat isu-isu sosial. Metode ini memastikan kami untuk mengidentifikasi akar masalah dari sudut pandang mereka yang terdampak,” ujar Nathanael dari Tim KYGB.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung terus mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menjadi problem solver yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.

Dengan menggabungkan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovasi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU